cover
Contact Name
Suryadi Nasution
Contact Email
suryadinst@stain-madina.ac.id
Phone
+6285265428114
Journal Mail Official
amiruddin@stain-madina.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Dr. Andi Hakim Nst Komplek Stain, Pidoli Lombang, Kec. Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara 22976, Indonesia
Location
Kab. mandailing natal,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir
Jurnal Al-Kauniyah adalah wadah publikasi dalam meningkatkan keilmuan dalam ruang lingkup keilmuan Al quran dan tafsir
Articles 84 Documents
Infiltrasi Melalui Isr?’?liyy?t Pada Riwayat Al-Dzab?? (Menyoal Sikap Imam al-Syauk?n? dalam Fat? al-Qad?r) Nasution, Khairul Bahri; Daulay, Rudiansyah
Al-Kauniyah Vol. 6 No. 2 (2025): Al-Kauniyah: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir STAIN Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/alkauniyah.v6i2.2637

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa infiltrasi pada riwayat yang berkaitan dengan identitas al-dzabih. Ulama berbeda pendapat dalam menentukan identitas al-dzab?? apakah Nabi Ish?q atau Ism?‘?l. Imam al-Thabari di antara mufassir yang menyatakan al-dzab?? adalah Nabi Ish?q, sementara Imam Ibn Kath?r menyatakan bahwa al-dzab?? adalah Nabi Ism?‘?l. Berbeda dengan keduanya, Imam ?Al? al-Syauk?n? memilih untuk tawaquf. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) yang bersifat kualitatif yang dianalisa dengan teknik content analysis lalu dilakukan komparasi dengan berbagai pendapat hingga kita suci agama lain. Sedangkan sumber data sekunder penelitian ini adalah buku, artikel, literatur, jurnal dan situs internet yang relevan dengan penelitian yang sedang dilakukan. Adapun temuan dari penelitian ini adalah bahwa sikap tawaqquf dipilih al-Syauk?n? sebab tidak ada dasar yang kuat untuk mentarjih salah satu dari dua pendapat, dan beristidlal (mengambil dalil) dengan sesuatu yang masih bersifat kemungkinan itu tidak lebih selamat dari sikaf tawawwuf. Selain itu, dalil-dalil yang dinilai rajih oleh masih-masing ulama tidak lebih unggul daripada dalil pihak yang mengatakan dzab?? itu Ishaq, dan tidak ada satu pun riwayat yang sahih dari Rasulullah ? dalam masalah ini. Apa yang diriwayatkan dari beliau hanyalah riwayat yang maudhu‘ (palsu) atau sangat lemah. Mengomentari tidak ada riwayat yang sahih itu tidak benar, sebab terdapat riwayat yg sahih terkait itu. Sikap tawaqquf ini sebenarnya dapat dijawab dengan melakukan komparasi dengan dalil lain yaitu kitab suci Taurat yang menyatakan bahwa al-dzab?? adalah Nabi Ism?‘?l. Di sisi lain, dua kabar gembira tentang Nabi Ibrahim dianugerahi anak itu dalam dua waktu yang berbeda: satu dengan permohonan (doa), dan itu bukan Is??q, melainkan selainnya; dan yang kedua tanpa permohonan, yaitu Is??q secara jelas. Dengan demikian, dapat dipastikan bahwa anak yang pertama adalah Ism?‘?l, dan dialah yang menjadi al-dzab?? (anak yang disembelih).
Peran Hadits Dalam Tafsir Ilmiah: Telaah Atas Isu Sains Dalam Al-Qur'an Aziz, Ahsanul; Hasanah, Uswatun
Al-Kauniyah Vol. 6 No. 2 (2025): Al-Kauniyah: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir STAIN Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/alkauniyah.v6i2.2784

Abstract

This study explores the role and integration of Hadith in the scientific interpretation of the Qur’an (tafsir ‘ilmi), particularly concerning issues related to embryology and cosmology. As the primary source of Islamic law and guidance for humanity, the Qur’an is inseparable from the Hadith, which serves as the secondary legal foundation and an authoritative elucidation of Qur’anic meanings. This research aims to critically examine the extent to which Hadith are appropriately employed in interpreting Qur’anic verses through a scientific lens. The analysis draws upon various scientific-oriented tafsir works—from classical to contemporary—by identifying interpretations that incorporate Hadith to support scientific arguments. Utilizing content analysis within a library research framework, this study assesses the chains of transmission (sanad), textual content (matan), historical context, and the compatibility of Hadith with the verses being interpreted. The findings reveal that although Hadith play a significant role in reinforcing scientific interpretations, not all Hadith cited within such tafsir possess sufficient validity or relevance. Some narrations substantively enrich scientific interpretation, while others appear forced and misaligned with the context of the verses or the original intent of the Hadith.
Tradisi Mangaji Pusaro Pada Masyarakat Nagari Lurah Ampalu di Kecamatan VII Koto Sungai Sarik Sumatra Barat (Studi Living Al-Qur`an) Illahi, Rahmat Ridho; Fitri, Aulia; Syamsurizal, Syamsurizal; Andika, Erwin Saputra
Al-Kauniyah Vol. 6 No. 2 (2025): Al-Kauniyah: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir STAIN Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/alkauniyah.v6i2.2811

Abstract

This study examines the phenomenon of Living Qur’an as manifested in the tradition of mangaji pusaro among the community of Nagari Lurah Ampalu, Padang Pariaman Regency. The research aims to explore the historical background, procedural stages, and the spiritual and social values embedded within this tradition. Employing a descriptive qualitative method with an anthropological approach, data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation. The findings reveal that mangaji pusaro is not merely a communal grave-visiting ritual, but a collective spiritual expression that integrates Qur’anic recitation with the local cultural wisdom of Minangkabau. This tradition strengthens social solidarity, cultivates awareness of mortality (dzikrul maut), and serves as a medium for internalizing Qur’anic values in daily life. Thus, mangaji pusaro represents a harmonious synthesis between Islamic teachings and local tradition, contributing to the preservation of religious and socio-cultural values within the Minangkabau community.
Nilai-Nilai Living Qur’an dalam Tradisi Sadakah Kaji Kamatian di Nagari Lareh Nan Panjang Selatan Ilmi, Ghaniyatul; Fata, Azamel; Andika, Erwin Saputra; Fitri, Aulia
Al-Kauniyah Vol. 6 No. 2 (2025): Al-Kauniyah: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir STAIN Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/alkauniyah.v6i2.2816

Abstract

The sadakah kaji kamatian tradition in Nagari Lareh Nan Panjang Selatan is a Minangkabau cultural-religious practice that integrates local customs with Islamic teachings. This tradition includes the recitation of Qur’anic verses, zikir, collective prayers, and charitable giving, all of which are understood as expressions of Qur’anic values and forms of social solidarity. The community regards this tradition as an act of worship, a means of strengthening family ties, and a reminder of death, making it an essential part of Living Qur’an practices in daily life. This study employs a qualitative method with phenomenological and anthropological approaches. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and validated using triangulation. The findings show that this tradition embodies values of worship, charity, social bonding, spiritual education, and cultural transmission to the younger generation. The sadakah kaji kamatian tradition demonstrates that the values of the Qur’an are not only recited but also manifested in the social practices of Minangkabau society.