cover
Contact Name
Yannice Luma
Contact Email
portalsipilustj@gmail.com
Phone
+628114825372
Journal Mail Official
portalsipil@ustj-jayapura.ac.id
Editorial Address
Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ) Jln. Raya Sentani, Padang Bulan, Heram, Kota Jayapura 99351, Papua, Indonesia
Location
Kota jayapura,
P a p u a
INDONESIA
Jurnal Portal Sipil
ISSN : 23023457     EISSN : 29648890     DOI : https://doi/10.58839/portal.v11i2.1119
Core Subject : Social, Engineering,
Jurnal Portal Sipil merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Program Studi Teknik Sipil dan Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) - Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ) dan dikelola di bawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM). Terbit pertama kali pada tahun 2012 dengan volume terbitan perdana edisi Bulan Desember Tahun 2012. Jurnal Portal Sipil diterbitkan dua kali dalam setahun, yaitu pada bulan Juni dan Desember. Disiplin ilmu yang dapat menerbitkan artikelnya melalui jurnal ini adalah: Rekayasa Struktural, Rekayasa & Manajemen Konstruksi, Rekayasa Geoteknik, Rekayasa Sumber Daya Air, Rekayasa Transportasi dan Rekayasa Kelautan, atau bidang ilmu lainnya yang berkaitan dengan ilmu Teknik Sipil, serta bidang ilmu Teknik Lingkungan, atau yang berkaitan dengan pembangunan infrastruktur berkelanjutan.
Articles 105 Documents
KAJIAN ANALISA DAMPAK LALU LINTAS ( ANDALALILN ) PERSIMPANGAN VURIA – KOTARAJA AKIBAT PENGGUNAAN JALAN ALTERNATIF DAN PEMBANGUNAN RUKO HAPPY PUPPY Dewi Anggraeni; Muhammad Andriansyah
Jurnal PORTAL SIPIL Vol 5 No 2 (2016): Jurnal Portal Sipil
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.9 KB)

Abstract

Sebagai kota yang perkembangannya cukup pesat, Kota Jayapura sedang melakukanpembangunan di segala bidang. Dalam hal perkembangan kota ini, Pemerintah harusmenyediakan sarana prasarana kota yang memadai untuk menunjang kelancaran daripertumbuhan Kota Jayapura. Yang paling menonjol dalam perkembangan kota ini adalah telahdibukanya jalur alternatif dan berdekatan dengan tempat hiburan, salah satunya berada diKotaraja wilayah Kota Jayapura.Berdasarkan informasi yang diperoleh dari observasi langsung ke lapangan, jalur alternatif danpembangunan Ruko Happy Puppy berlokasi di persimpangan Vuria - Kotaraja Jayapura.Volume kendaraan pada persimpangan Vuria - Kotaraja diperkirakan akan semakin padatdikarenakan mulai ramainya kendaraan yang menggunakan jalan alternatif dan adanyapembangunan ruko Happy Puppy dan Pom bensin.Dari kondisi tersebut diatas maka sudah seharusnya pemerintah Kota Jayapura mewajibkanmembuat Analisis Dampak Lalu Lintas ( ANDALALIN ) untuk setiap pembangunan tempathiburan dan jalan alternatif pada persimpangan ataupun pusat-pusat kegiatan berskala besaryang mempunyai andil besar dalam penambahan pembebanan kapasitas jalan.
PERENCANAAN DERMAGA PETI KEMAS DEPAPRE DI KABUPATEN JAYAPURA PROVINSI PAPUA Maxen Than B. Etmond; Thelly S. H. Sembor
Jurnal PORTAL SIPIL Vol 5 No 2 (2016): Jurnal Portal Sipil
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.063 KB)

Abstract

Perencanaan pelabuhan peti kemas Depapre Jayapura adalah untuk menciptakan perkembanganekonomi yang lebih baik sebagai salah satu kawasan industry serta sistem transportasi yanglebih baik pula. Kawasan Maloy membutuhkan sebuah pelabuhan peti kemas yang dapatmenghubungkan kawasan ini ke tempat-tempat yang lainnya dengan membawa berbagai hasilsumber daya alam. Untuk membuat sebuah pelabuhan, hal pertama yang perlu dilakukan adalahmelakukan sejumlah survey.Survey-survey tersebut diantaranya adalah pemetaan wilayah, pasang surut,analisis angin dangelombang, serta penyelidikan tanah. Semua survey tersebut harus dilakukan untukperencanaan yang baik. Kapal yang akan berlabuh di pelabuhan ini adalah kapal peti kemas22.000 DWT sehingga membutuhkan panjang dermaga 260 m dan lebarnya 20 m. Dari hasilanalisis pasang surut dan gelombang, diperoleh elevasi deck dermaga adalah 5 m di ataspermukaan laut. Jenis dermaga yang digunakan adalah Wharf, yang berarti kedalaman air yangdibutuhkan berada jauh dari garis pantai. Dermaga ini menggunakan beton bertulang untukstruktru utamanya. Untuk pondasi, dermaga menggunakan tiang pancang tipe “ASTM A252Spiral Welded Pipe”. Dimensi tiang pancang yang digunakan yaitu; 1000 cm, 350 cm, 175 cm.Jenis fender yang digunakan utnuk dermaga adalah fender karet “SCN 1000” yang dapatmempertahankan 48 t.m energy dan bollard yang digunakan adalah bollard berkapasitas 100ton.
KAJIAN PENGARUH UNDERWATER SILL TERHADAP POLA ALIRAN DAN POLA ANGKUTAN SEDIMEN Maya Felice Telussa
Jurnal PORTAL SIPIL Vol 1 No 1 (2012): Jurnal Portal Sipil
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.297 KB)

Abstract

Problem pendangkalan akan terjadi bilamana kolam labuh dan alur pelayaran berada pada daerah surf zone. Untuk mempertahankan kedalaman alur pelayaran dan kolam labuh tersebut biasanya dilakukan pengerukan (maintenance dredging works). Pengerukan yang terlalu sering (dengan periode yang pendek) selain biayanya cukup mahal, kegiatan tersebut akan mengganggu aktivitas pelabuhan. Untuk itu perlu dipikirkan cara yang tepat dan ekonomis untuk melindungi kawasan pelabuhan. Salah satu konstruksi penahan sedimen adalah underwater sill. Underwater sill adalah bangunan bawah air yang berfungsi membelokkan aliran transport sedimen agar tidak memasuki alur pelayaran yang dirawat. Dalam penelitian ini dilakukan pengujian terhadap underwater sill, model persegi. Tinggi underwater sill ini yaitu 10cm 11cm, 12cm, 13cm, 14cm dan 15cm. Namun panjang dan lebarnya tetap yaitu 40 cm untuk panjangnya dan 20 cm untuk lebarnya. Pengujian untuk melihat bagaimana pola aliran yang terjadi dan kemudian dari pola aliran ini diadakan perhitungan untuk mengetahui debit sedimen didalam maupun dibagian luar bangunan. Dari hasil penelitian diketahui bahwa kecepatan aliran dengan underwater sill bertambah besar pada bagian luar bangunan, sehingga debit sedimen yang lewat juga besar karena debit sedimen merupakan fungsi dari debit aliran. Dari hasil analisis, bentuk bangunan ini bisa mengurangi sedimen yang melewatinya. Makin tinggi struktur UWS makin efektif melindungi kawasan dalam UWS. Pada tinggi UWS ≈ secara pendekatan teoritis dapat mengurangi angkutan sedimen sebesar 20 sampai 30%.
PENENTUAN PRIORITAS PENANGANAN JALAN ANTARKOTA DI PROVINSI GORONTALO BERBASIS ANALISIS HIRARKI PROSES Didik Suryamiharja S. Mabui
Jurnal PORTAL SIPIL Vol 1 No 1 (2012): Jurnal Portal Sipil
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.034 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan menentukan prioritas penanganan jalan antarkota di Provinsi Gorontalo. menggunakan metode AHP (Analitycal Hierarchi Process) dengan bentuk umum Analisis Rasio Manfaat-Biaya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ranking prioritas penanganan jalan antarkota di Provinsi Gorontalo, yakni prioritas pertama yaitu ruas jalan Lemito-Molosifat, prioritas kedua yaitu ruas jalan Bulontio-tolinggula, prioritas ketiga yaitu ruas jalan Taludaa-Gorontalo, prioritas keempat yaitu ruas jalan Isimu-Molingkapoto, prioritas kelima yaitu ruas jalan Tangkobu-Pentadu, prioritas keenam yaitu ruas jalan Duhiyadaa-Imbodu, prioritas ketujuh yaitu ruas jalan Kwandang-Molingkapoto, prioritas kedelapan yaitu ruas jalan Marisa-Lemito, prioritas kesembilan yaitu ruas jalan Suwawa-Tulabolo, prioritas kesepuluh yaitu ruas jalan Atinggola-Kwandang.
EVALUASI KETERSEDIAAN JARAK PANDANGAN DI LAPANGAN Johanis Amahoru
Jurnal PORTAL SIPIL Vol 1 No 1 (2012): Jurnal Portal Sipil
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (728.338 KB)

Abstract

Hasil dari analisis statistik untuk kecepatan 85 persentil pengemudi di ketiga lokasi pengukuran yaitu lengkung vertikal sebesar 59,546 km/jam, tikungan A sebesar 57,936 km/jam dan tikungan B sebesar 51,499 km/jam menghasilkan panjang marka yang tergambar di lapangan tidak sesuai dengan panjang passing zone ada. Hasil survei lapangan terhadap kecepatan nampak bahwa kecepatan yang diinginkan oleh pengemudi jauh lebih besar dari kecepatan yang digunakan sebagai dasar perencanaan untuk menentukan posisi marka larangan menyiap di suatu tikungan atau lengkung vertikal. Perbedaan yang terjadi antara marka menerus existing dan marka menerus yang dihitung menurut kecepatan 85 persentil pengemudi disebabkan oleh : penggambaran marka menerus existing yang tidak memperhatikan ketersediaan JP di suatu alinyemen, kemungkinan telah memperhatikan JP tetapi penggambarannya tidak sesuai dengan kecepatan desain, apabila telah memperhatikan JP dan penggambarannya telah sesuai dengan kecepatan desain tetapi kecepatan 85 persentil pengemudi jauh lebih tinggi dari kecepatan desain suatu alinyemen, untuk tikungan telah terjadi perubahan yang signifikan terhadap tata guna lahan sehingga memperkecil lateral clearance dan mengubah ketersediaan JP dan untuk lengkung vertikal telah terjadi pelapisan ulang yang mengakibatkan perubahan yang signifikan terhadap lengkung parabola vertikal sehingga mengubah ketersediaan JP
PENILAIAN KINERJA WAKTU DAN BIAYA DENGAN MENGGUNAKAN METODE EARNED VALUE Santje Magdalena Iriyanto
Jurnal PORTAL SIPIL Vol 1 No 1 (2012): Jurnal Portal Sipil
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (994.801 KB)

Abstract

Pelaksanaan proyek peningkatan Struktur Jalan Nimbokrang-Nimbotong dikerjakan oleh PT. YOUTEFA INDAH sebagai main kontraktor. Dengan owner proyek sendiri adalah Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Provinsi Jayapura. Dalam perencanaan waktu, pekerjaan proyek diharapkan dapat selesai dalam waktu 100 hari kalender (hari kerja) dengan nilai kontrak sebesar Rp. 17.713.455.061,87 (termasuk Ppn). Hasil dari penelitian terhadap kinerja waktu dan biaya selama pelaksanaan peningkatan Jalan Nimbokrang-Nimbotong, diketahui penilaian kinerja waktu pelaksanaan proyek berjalan lebih cepat dari waktu rencana yaitu 20 minggu menjadi 15 minggu sedangkan kinerja biaya terlihat ada terjadi pembengkakan sebesar Rp. 514.148.675,40, sehingga total biaya menjadi Rp. 18.228.567.969,09.
ANALISA TARIF ANGKUTAN UMUM BERDASARKAN ABILITY TO PAY DI KOTA JAYAPURA Dewi Anggraeni
Jurnal PORTAL SIPIL Vol 1 No 1 (2012): Jurnal Portal Sipil
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (602.693 KB)

Abstract

Tarif angkutan umum merupakan biaya yang harus dibayar oleh pengguna jasa angkutan umum atas fasilitas yang diterima sesuai dengan harga yang dikeluarkan oleh operator yang menyediakan jasa angkutan umum tersebut Sehingga besaran tarif harus merupakan kompromi antara dua kepentingan yang berbeda yaitu antara pengguna jasa (masyarakat) dengan penyedia jasa (operator). Kebijakan dalam penetapan tarif oleh Pemerintah sebaiknya tidak hanya berpihak kepada operator, harus juga memerlukan pertimbangan-pertimbangan tentang kemampuan daya beli masyarakat pengguna jasa angkutan umum itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan daya beli masyarkat terhadap tarif angkutan kota trayek T.Entrop – P.Bulan di kota Jayapura dengan menggunakan metode analisis kemampuan membayar atau ATP (Ability To Pay). Berdasarkan analisis ATP diketahui bahwa rata-rata pengeluaran sebesar 17,25% dari pendapatan keluarga perbulan dipergunakan untuk biaya angkutan kota. Jika dilihat dari standar prosentase yang dikeluarkan oleh Bank Dunia lebih dari 10%, dalam hal ini walaupun biaya transportasinya lebih tinggi dari standar Bank Dunia kemampuan dari daya beli masyarakat di Papua khususnya Jayapura masih relative mampu. Sedangkan ATP rata-rata masyarakat pengguna jasa angkutan kota trayek T.Entrop-P.Bulan sebesar Rp.162,75,- per kilometer rata-rata ATP ini lebih tinggi 0,59% dari rata-rata tarif angkutan kota sebesar Rp.162,16,- . Masyarakat yang mampu membayar sama atau lebih tarif angkutan kota trayek T.Entrop-P.Bulan sebesar 52%. Dari hasil analisa ATP tarhadap tarif angkutan kota trayek T.Entrop-P.Bulan dapat dinyatakan bahwa sebagian besar masih dapat terjangkau oleh masyarakat pengguna jasa angkutan kota trayek T.Entrop-P.Bulan
RELIABILITAS JANGKA PANJANG DARI PENAMPANG BETON BERTULANG YANG MENGALAMI PERKARATAN Leary Pakiding
Jurnal PORTAL SIPIL Vol 7 No 2 (2018): Jurnal Portal Sipil
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (692.436 KB)

Abstract

Pendekatan berbasis reliabilitas jangka panjang untuk optimalisasi penampang beton bertulangdalam lingkungan yang korosif dipaparkan dalam artikel ini. Kinerja struktur jangka panjangdievaluasi dengan menggunakan metodologi umum untuk analisis struktur beton bertulang yangtulangannya mengalami perkaratan yang bervariasi dengan waktu. Simulasi “Monte Carlo”digunakan untuk menyelidiki kinerja reliabilitas dari penampang beton bertulang yang telahdioptimalkan untuk meminimalkan biaya material. Simulasi ini diterapkan pada desain yang tidakbergantung pada variasi waktu dan pada desain yang bersifat jangka panjang. Hasil yangdiperoleh menunjukkan bahwa dalam desain berorientasi jangka panjang, jumlah dan lokasitulangan baja dan tebal selimut beton memainkan peran penting dalam mencapai kinerja strukturyang optimal.
ANALISA MASALAH SISTEM DRAINASE JALAN RAYA DI DEPAN HOTEL SENTANI INDAH KABUPATEN JAYAPURA Thelly S. H. Sembor
Jurnal PORTAL SIPIL Vol 1 No 1 (2012): Jurnal Portal Sipil
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (606.76 KB)

Abstract

Daerah Sentani khususnya daerah Hawai merupakan daerah dengan kawasan perbukitan, kawasan perBukitanberfungsi sebagai daerah penyerapan air pada waktu musim penghujan datang, tetapi kenyataan yang dihadapisekarang adalah kawasan perbukitan yang tidak lagi berfungsi sebagaimana mestinya karena telah dilakukaneksplorasi besar – besaran yang tidak memperhitungkan atau memperdulikan lingkungan sekitarnya.Dari kegiatan eksplorasi yang dilakukan menimbulkan sedimen – sedimen atau endapan yang mengganggukerja sistem Drainase yang ada di kawasan tersebut. Akibat terjadinya endapan pada drainase di daerah tersebutmaka debit air kemudian menjadi tergenang dan menutupi badan jalan yang akhirnya mengganggu kelancaranarus lalu lintas di kawasan tersebut. Dari hasil analisa yang dilakukan, kegiatan eksplorasi gunung yangdilakukan dapat membawa dampak buruk terhadap kemampuan menyerap air oleh gunung itu sendiri danpenumpukan sedimen di drainase kawasan tersebut.
EVALUASI GEOMETRI JALAN ANGKUT TAMBANG PADA PT ADIKARYA TANRISAU KAMPUNG DOSAY DISTRIK SENTANI BARAT KABUPATEN JAYAPURA PROVINSI PAPUA Hans Yohanes Elrix Doirebo
Jurnal PORTAL SIPIL Vol 7 No 2 (2018): Jurnal Portal Sipil
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.306 KB)

Abstract

Hal yang menjadi latar belakang dari penelitian ini adalah karena sempitnya jalan angkut(jalan tambang) di PT Adikarya Tanrisau. Berdasarkan latar belakang penelitian ini, makaadapun tujuan dari penelitian, yaitu untuk mengevaluasi lebar jalan angkut di PT AdikaryaTanrisau dengan memperhatikan geometri jalan angkut.Untuk dapat mencapai tujuan dari penelitian ini, dilakukan pengambilan data dengan teknikpengambilan data observasi (pengukuran), wawancara, dan studi pustaka. Melalui teknikpengambilan data yang digunakan, terkumpul data primer berupa geometri jalan angkut (lebarjalan lurus, lebar jalan tikungan), juntai depan dan belakang dari alat angkut, jejak roda, danjarak antara jejak roda, serta kecepatan rata-rata alat angkut di jalan tikungan. Sedangkan datasekunder berupa peta topografi, keadaan geologi, spesifikasi alat angkut, iklim dan curah hujan,serta struktur organisasi perusahaan. Data-data inilah yang kemudian di analisis dengan caramenggabungkan antara teori dengan datadata lapangan, sehingga dari keduanya didapatpendekatan penyelesaian masalah.Dari hasil analisis data yang dilakukan, dibuat dalam suatu pembahasan yang manamenujukan bahwa agar alat angkut dumptruck Colt diesel HD 125 PS yang digunakan di PTAdikarya Tanrisau dapat bekerja secara efektif untuk menujang produksi, maka diperlukan lebarjalan minimum pada jalan lurus adalah 7 meter, dan lebar jalan minimum pada jalan tikunganadalah 13,3 meter. Selain itu agar jalan angkut di PT Adikarya Tanrisau tidak tergenang danaman untuk dilalui alat angkut, maka perlu dibuat kemiringan jalan pada jalan lurus setinggi 4cm, dan superelevasi pada jalan tikungan setinggi 0,53 meter.

Page 4 of 11 | Total Record : 105