cover
Contact Name
Yannice Luma
Contact Email
portalsipilustj@gmail.com
Phone
+628114825372
Journal Mail Official
portalsipil@ustj-jayapura.ac.id
Editorial Address
Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ) Jln. Raya Sentani, Padang Bulan, Heram, Kota Jayapura 99351, Papua, Indonesia
Location
Kota jayapura,
P a p u a
INDONESIA
Jurnal Portal Sipil
ISSN : 23023457     EISSN : 29648890     DOI : https://doi/10.58839/portal.v11i2.1119
Core Subject : Social, Engineering,
Jurnal Portal Sipil merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Program Studi Teknik Sipil dan Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) - Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ) dan dikelola di bawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM). Terbit pertama kali pada tahun 2012 dengan volume terbitan perdana edisi Bulan Desember Tahun 2012. Jurnal Portal Sipil diterbitkan dua kali dalam setahun, yaitu pada bulan Juni dan Desember. Disiplin ilmu yang dapat menerbitkan artikelnya melalui jurnal ini adalah: Rekayasa Struktural, Rekayasa & Manajemen Konstruksi, Rekayasa Geoteknik, Rekayasa Sumber Daya Air, Rekayasa Transportasi dan Rekayasa Kelautan, atau bidang ilmu lainnya yang berkaitan dengan ilmu Teknik Sipil, serta bidang ilmu Teknik Lingkungan, atau yang berkaitan dengan pembangunan infrastruktur berkelanjutan.
Articles 105 Documents
KAJIAN KUAT TEKAN BETON MENGGUNAKAN CAMPURAN TEPUNG SARI SAGU SEBAGAI BAHAN TAMBAH AGREGAT HALUS Dewi Anggraeni; Jean Marzel Ngantung
Jurnal PORTAL SIPIL Vol 7 No 2 (2018): Jurnal Portal Sipil
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (972.938 KB)

Abstract

Beton merupakan salah satu pilihan bahan konstruksi dalam hal pembangunan yang menuntutadanya peningkatan kekuatan beton pada saat ini. Didaerah Papua khususnya di Jayapuramerupakan daerah penghasil sagu tetapi pemanfaatan sagu sendiri sebagai bahan tambah padacampuran beton belumlah ada yang menggunakannya. Hal ini merupakan alasan mengapadipilihnya material tepung sari sagu sebagai bahan tambah untuk dijadikan sebagai campuran beton.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan perbadingan campuran beton normal danbeton yang menggunakan bahan tambah tepung sari sagu dan juga mendapatkan kuat tekan betonyang terbaik pada beton normal dan beton yang menggunakan bahan tambah tepung sari sagu.Metode perencanaan campuran dalam penelitian ini adalah metode DOE.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perbandingan komposisi campuran yang masuk dalamspesifikasi adalah beton normal = 1 semen : 2,44 pasir : 3,71 batupecah : 0,64 air dan beton denganbahan tambah tepung sari sagu 10% = 1 semen : 1,88 pasir : 3,71 batupecah : 0,65 tepung sari sagu :0,64 air dan hasil pengujian kuat tekan dengan penambahan tepung sari sagu 10% memiliki nilaikuat tekan rata-rata paling tinggi sebesar 21,12 Mpa dan masuk dalam mutu beton yang disyaratkanyaitu mutu beton K225 sedangkan untuk penambahan 13% dan 15% yang mempunyai kuat tekanrata-rata sebesar 17,20 Mpa dan 16,33 Mpa mengalami penurunan dan tidak masuk dalam mutubeton yang disyaratkan. Dengan demikian 10% adalah nilai maksimum untuk penambahan bahantambah tepung sari sagu.
SINTESIS DAN KARAKTERISASI STRUKTUR MOLEKUL: (E)-3-(2-(3,4-dimetoksifenil)-2-oksoetilidina-5-fluoroindolin-2-on Anna Maria F. Rumabar
Jurnal PORTAL SIPIL Vol 7 No 2 (2018): Jurnal Portal Sipil
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.646 KB)

Abstract

Telah disintesis molekul hibrid (E)-3-(2-(3,4-dimetoksifenil)-2-oksoetilidina-5-fluoroindolin-2-on dengan mereaksikan 5-fluoroisatin dengan 1-(3,4-dimetoksifenil)etanon melalui reaksikondensasi aldol. Reaksi berlangsung dalam dua tahap. Tahap pertama menggunakan pelarutetanol dan katalis dietilamin, reaksi berjalan selama 60 menit. Tahap kedua berlangsung selama30 menit dengan menggunakan katalis HCl 37 % dan sedikit asam asetat glasial. Hasil sintesisdidapatkan senyawa berbentuk kristal berwarna putih dengan titik leleh sebesar 212 – 213 °C.Rendemen yang dihasilkan sebesar 78 %. Hasil sintesis yang didapat diuji kemurniannyadengan menggunakan kromatografi lapis tipis (KLT) dan dianalisis strukturnya denganspektrofotometer IR dan 1H – NMR. Massa hasil sintesis dianalisis dengan menggunakan HRESI-MS dengan metode ionisasi negatif dan menunjukkan puncak pada m/z 326,0831.
KAJIAN MATERIAL TANAH KARANG OKSIBIL DAN SIRTU KALI OKSIBIL UNTUK STABILISASI TANAH DASAR PADA RUAS JALAN DALAM KOTA OKSIBIL ( KABUPATEN PEGUNUNGAN BINTANG ) Junus Bothmir; Moristus Taplo
Jurnal PORTAL SIPIL Vol 7 No 2 (2018): Jurnal Portal Sipil
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.72 KB)

Abstract

Perencanaan struktur dasar pada jalan dan bangunan merupakan suatu prasarana yangsangat berperan penting dalam kebutuhan manusia nantinya akan berpengaru terhadapkebutuhan sehari-hari.Penelitian ini berkoordinat pada tingkat kerusakan akibat tanah dasar perencanaan struktur baikjalan maupun bangunan dalam Kota Oksibil.Data diperoleh melalui pengambilan data primer survey tingkat kerusakan jalan. Setelahdata diperoleh, maka selanjutnya dilakukan analisis data untuk mendapatkan nilai kondisitersebut untuk stabilisasi yang akurat melalui survey tersebut dan merekomendasikan untukmerubah sistem perencanaan yang digunakan saat ini oleh Dinas pekerjaan Umum (PU)Kabupaten Pegunungan Bintang.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerusakan yang terjadi pada ruas jalan dalam kotaoksibil kabupaten pegunungan bintang lebih tinggi dari batas umur perencanaan strukturmenurut binamarga.
ANALISA WAKTU DAN BIAYA PROYEK PEMBANGUNAN BANGUNAN BAWAH JEMBATAN BOOMPAY VII DI KAB. KEEROM Santje M. Iriyanto; Rizal Tambun
Jurnal PORTAL SIPIL Vol 7 No 2 (2018): Jurnal Portal Sipil
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.611 KB)

Abstract

Pelaksanaan suatu proyek dapat berhasil apabila sumber daya yang di gunakan secaraefektif dan efisien.Terbatasnya sumber daya yang tersedia menyebabkan keterlambatan padadurasi proyek. Durasi kegiatan suatu proyek berkaitan erat dengan pembiayaan.Memperpendekdurasi durasi proyek terhadap durasi normal memerlukan peningkatan sumberdaya sepertitenaga kerja, material, dan lain sebagainya yang beresiko terjadinya penambahan biayalangsung.Optimasi perlu di lakukan untuk memperpendek durasi proyek dengan mengeluarkan biayaseminimal mungkin. Menggunakan metode CPM dapat mempermudah dalam prosesperencanaan Penjadwalan, pengendalian dan, monitoring. Hasil keluaran dari metode CPMberupa Kurva S, tabel, biaya langsung, tak langsung, dan percepatan waktu dan biaya.Hasil dari penggunaan metode CPM pada tahap Perencanaan normal biaya sebesar Rp3,658,247,008.98 sedangkan dengan umur proyek 224 hari. Sedangkan hasil perencanaanmenggunakan metode CPM dengan penambahan jam lembur dan penambahan biaya langsungmenjadi sebesar Rp 3,968,327,242.69 dan dengan optimasi waktu 166 hari kerja. Dapat diasumsikan bahwa jika terjadi penambahan waktu maka biaya yang di perlukan akan mengalamipenambahan, dan apabila biaya di kurangi maka akan terjadi keterlambatan pekerjaan.
OPTIMASI WAKTU DAN BIAYA PENYELESAIAN PROYEK AKIBAT ADANYA KETERLAMBATAN PELAKSANAAN PEKERJAAN STUDI KASUS PEMBANGUNANJALAN USAHA TANI DISTRIK NIMBONGKRANG KABUPATEN JAYAPURA Rita Eka Sari; Aldo Fernando Kallem
Jurnal PORTAL SIPIL Vol 7 No 2 (2018): Jurnal Portal Sipil
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.788 KB)

Abstract

Proyek pembangunan Jalan Usaha Tani Distrik Nimbongkrang pada dasarnyamempunyai rencana pelaksanaan dan jadwal pelaksanaan yang sudah di tetapkan, kapanpelaksanaan proyek tersebut harus dimulai, kapan proyek tersebut harus diselesaikan,bagaimana proyek tersebut akan dikerjakan, serta bagaimana penyediaan sumber dayanya.Pembuatan rencana proyek pembangunan Jalan Usaha Tani selalu mengacu pada perkiraanyang ada pada saat rencana pembangunan jadwal tersebut dibuat, karena itu masalah dapattimbul apabila ada ketidaksesuaian antara rencana yang telah dibuat dengan pelaksanaPembangunan Jalan UsahaUsaha Tani Distrik Nimbongkrang. Sehingga dampak yang seringterjadi adalah keterlambatan waktu pelaksanaan proyek yang disertai dengan meningkatnyabiaya pelaksanaan proyek.
ANALISA BANJIR AKIBAT PERUBAHAN TATA GUNA LAHAN DI JAYAPURA Deliana Mangestu
Jurnal PORTAL SIPIL Vol 1 No 1 (2012): Jurnal Portal Sipil
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1593.133 KB)

Abstract

Distrik Jayapura Selatan yakni Kelurahn Entrop merupakan salah satu kawasan hutan lindung yang dapatberfungsi dalam menjaga keseimbangan Ekologi di kota Jayapura. Namun tingginya jumlah pendudukakan meningkatkan permintaan terhadap rumah tinggal yang tentunya akan berdampak padakeseimbangan lingkungan. Dampak yang akan ditimbulkan sebagai akibat dari lahan yangterganggu/beralih fungsi adalah : semakin menurunya kemampuan penyerapan air dan semakin besarnyadebit air larian (Run-Off), sehingga kawasan ini akan menjadi daerah kawasan longsor dan rawan banjir.Hal ini membuat aliran yang mengalir masuk ke drainase membawa juga beberapa sedimen/material yangmengakibatkan kapasitas tampung saluran drainase/sungai menjadi berkurang atau tidak optimal.Metode yang digunakan adalah dengan menganalisa debit banjir puncak (QP)yang turun ke lokasipenelitian, yakni dengan : Metode rata-rata aljabar, Metode Log Person III, Metode Rasional, dimanaterlebih dahulu dilakukan analisa terhadap persamaan koefisien DAS, nilai Intensitas curah hujan dannilai luasan Areal daerah tangkapan air (Catchman Area).Perubahan tataguna lahan yang tadinya hutan telah menjadi daerah/lahan yang terbangun pada lokasipenelitian. Perubahan tersebut berdampak pada debit yang di terima oleh drainase. Dari hasil analisapenelitian ini besarnya perubahan nilai koefisien limpasan (C) pada tahun 1993-2002 nilai koefisienlimpasan (C) = 0,184, dengan luas Areal (A) = 1,267196 KM2, pada tahun 2002-2012 nilai koefisienlimpasan (C ) = 0,385 dengan luas Areal (A) = 1,267196 KM2, dan pada tahun 2012-2021 nilai koefisienlimpasan (C) = 0,51123, dengan luas Areal (A) = 1,593466 KM2
ANALISIS Detail Engineer Design (DED) SISTEM PERESAPAN RENCANA REHABILITASI LAPANGAN SEPAK BOLA KAMPUNG NAFRI DISTRIK ABEPURA JAYAPURA Alberth Einstein Stevann Abrauw
Jurnal PORTAL SIPIL Vol 8 No 1 (2019): Jurnal Portal Sipil
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (637.003 KB)

Abstract

Dalam rangka menunjang Pekan Olahraga Nasional Tahun 2020 yang akan diselenggarakan di Provinsi Papua,pemerintah melalui Dinas Olahraga dan Pemuda (DISORDA) Provinsi Papua harus menyiapkan sarana utamadan penunjang kegiatan tersebut, salah satunya adalah Lapangan sepak bola. Tujuan penelitian ini adalahmelakukan analisa perencanaan sistem peresapan air pada lapangan sepak bola Kampung Nafri Distrik AbepuraKota Jayapura. Untuk mengetahui sistem peresapan yang sesuai saat kala hujan rencana ulang 2; 5; dan 10tahun, untuk menghindari genangan air pada lapangan. Analisis hidrologi di hitung dengan analisis frekuensidata hujan menggunakan empat metode distribusi yaitu normal, log-normal, log-person III dan gumbel.Selanjutnya, dipilih metode distribusi terbaik berdasarkan uji kecocokan chi-square dan smirnov-kolmogorov.Perencanaan sistem peresapan air pada lapangan sepak bola Kampung Nafri adalah drainase bawah permukaan(subdrain) yang di analisis dari beberapa parameter perhitungan, yaitu dimensi pipa saluran, kedalaman saluran,dan jarak antar saluran. Selanjutnya, di bandingkan dengan intensitas hujan (I) pada waktu konsentrasi (tc) yangterjadi pada kala ulang 2; 5; dan 10 tahun, untuk mengetahui terjadinya genangan pada lapangan sesuai desainperencanaan peresapan air. Data yang diketahui adalah spesifikasi teknis, sedangkan analisis perhitungan padakala ulang hujan rencana tidak diketahui. Dari penelitian ini didapat hasil perhitungan, bahwa diameter pipadrain utama tidak memenuhi untuk mengatasi genangan. Sehingga perlu adanya evaluasi perencanaan ulanguntuk pipa drain utama.
PEMODELAN ESTIMASI DAMPAK LINGKUNGAN PADA STRUKTUR BAWAH INFRASTRUKTUR JEMBATAN GIRDER BETON Okty Diana Wulan Sari
Jurnal PORTAL SIPIL Vol 8 No 1 (2019): Jurnal Portal Sipil
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (867.616 KB)

Abstract

Sustainability analysis (analisis keberlanjutan) digunakan untuk mengurangi emisi dari konstruksijembatan. Sebagai parameternya digunakan tiga pilar dari analisis keberlanjutan untuk melakukan penilaiansistem infrastruktur transportasi. Salah satu cara yang popular yakni untuk mengevaluasi keberlanjutansuatu proyek adalah dengan menganalisis siklus hidup (life cycle analysis). Secara khusus, penilaian siklushidup digunakan untuk mengevaluasi dampak lingkungan selama umur suatu produk. Pada dasarnyakebanyakan alat yang digunakan sebagai penilaian siklus hidup untuk infrastruktur jembatan yaknimenggunakan input yang terperinci guna menghitung dampak lingkungan pada suatu proyek. Hal tersebutmasih dirasa tidak efektif bagi pihak perancang untuk mengevaluasi berbagai desain pada tahapan awal.Sehingga, tujuan dari penellitian ini yakni untuk mengembangkan model Life Cycle Analysis (LCA) untukmenilai infrastruktur jembatan. Model LCA ini berorientasi pada Prosess Based Analysis (PBA). Gunamendapatkan kevalidan data maka pada penilitian ini menggunakan analisis data berbasis itemisasi(itemized based analysis) yakni menggunakan data terperinci dari rencana anggaran biaya (RAB).Penelitian ini menggunakan jenis jembatan dengan spesifikasi teknik konstruksi bangunan atas dengan PCBox Girder dengan metode Advancing Shoring Method (ASM). Hasil penelitian ini terbagi menjadi LifeCycle Inventory (LCI) dan Life Cycle Assessment (LCA). Daftar inventoris berupa data material danperalatan yang digunakan pada saat pembangunan jembatan girder beton untuk menyelesaikan analisisLCA sekitar 55% dari data pada bagian bawah jembatan (substructure). Dalam hal persediaan datamengenai alat berat, data yang digunakan yakni 70% untuk substructure. Hasil penelitian menunjukkanbahwa emisi dari GWP pada saat pembangunan pondasi dan tiang jembatan terlihat lebih signifikandibandingkan dengan.emisi yang berasal dari ADPE dan smog. Hal ini terjadi karena jumlah material daripondasi pada jembatan girder beton memiliki porsi yang besar dari ready-mix concrete dan reinforcementcage (jalinan penulangan) yang mempengaruhi total emisi GWP.
ANALISIS KOMPARASI HASIL UJI LABORATORIUM DENGAN PEMODELAN PRONY SERIES ASPAL BETON Arief Fath Atiya
Jurnal PORTAL SIPIL Vol 8 No 1 (2019): Jurnal Portal Sipil
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (790.499 KB)

Abstract

Aspal beton adalah salah satu tipe lapisan perkerasan lentur yang dimana pada prosespembuatannya ada koordinasi antara bahan penyusun yaitu, agregat kasar, agregat halus dan jugaaspal. Aspal sendiri adalah material yang bersifat viskoelastik dimana akan mencair ketikadipanaskan dan mengeras ketika didinginkan. Dari sifat tersebut dapat dikatakan bahwatemperatur sangat berpengaruh pada perkerasan aspal pada khususnya dan pasti juga berdampakpada campuran aspal beton pada umumnya. Selain itu adanya sifat elastic juga berdampak padaperubahan bentuk aspal pada kondisi beban yang berbeda. Ketika beban yang diberikan lebih dariambang batas elastis aspal, maka pada akhirnya akan memasuki fase plastis dimana aspal tidakakan kembali ke bentuk semula sblm diberikan beban. Hal inilah yang menjadi salah satupenyebab mengapa jalan saat ini sering mengalami kerusakan.Untuk mengetahui kerusakan jalan secara menyeluruh perlu dilakukan penelitian jangka panjangyang mana memerlukan waktu yang lama dan juga biaya yang tidak kecil, sehingga dalambeberapa tahun terakhir telah dilakukan berbagai macam simulasi dan pemodelan yang bertujuanuntuk mendapatkan spectrum perkembangan kerusakan jalan dalam waktu yang lebih singkat.Salah satunya pemodelan yang ada adalah dengan pengaplikasian model Prony Series yangmenggunakan keofisien Prony Series untuk fitting data uji laboratorium dan pemodelanviskoelastik material. Untuk penelitian ini diharapkan dapat mendapatkan jumlah nilai PronySeries yang paling efisien agar menghasilkan fitting hasil uji laboratorium yang paling mendekatipemodelan Prony Series.Dari hasil penelitian, didapatkan kesimpulan bahwa dengan menggunakan lebih banyakmengimplementasikan keofisien Prony Series ke dalam pemodelan, akan didapatkan hasil fittingyang lebih smooth atau memiliki tren error yang lebih kecil dibandingkan penggunaan keofisienyang lebih sedikit.
ANALISA OPTIMALISASI WAKTU DAN BIAYA PADA PENYELESAIAN PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG Santje Magdalena Iriyanto; Jonatan Teddy Calton
Jurnal PORTAL SIPIL Vol 8 No 1 (2019): Jurnal Portal Sipil
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (966.58 KB)

Abstract

Pelaksanaan suatu proyek dapat berhasil apabila sumberdaya yang digunakan secara efektif danefisien. Terbatasnya sumberdaya yang tersedia menyebabkan keterlambatan pada durasipekerjaan. Pelaksanaan pekerjaan Proyek Pembangunan Gedung Farmasi Rumah Sakit UmumDaerah Nabire di kerjakan pada tahun 2017 dengan menggunakan alokasi dana APBN dandikerjakan oleh Kontraktor Pelaksana PT. Duta Bangun Perkasa dan Konsultan Pelaksana CV.Alfa Mega Konsultan dengan waktu pekerjaan 120 hari kalender dengan total biaya sebesar Rp.14.987.000.000,00. Keterlambatan didalam suatu proyek dapat disebabkan oleh beberapa hal,maka dilakukan percepatan untuk mengatasi keterlambatan tersebut.Project Crashing dengan metode TCTO (Time and Cost Trade Off) merupakan metode yangdapat digunakan untuk melakukan percepatan guna memperoleh biaya dan durasi yang optimal.Schedule normal dibuat network planning, yaitu Presedence Diagram Method (PDM) untukkemudian diidentifikasi item pekerjaan mana saja yang termasuk ke dalam jalur kritis. Jalur kritisinilah yang selanjutnya yang akan diperpendek durasinya dengan alternatif project crashing yangdilakukan adalah dengan penambahan jam kerja (lembur).Dari hasil analisa, dapat diketahui durasi optimum proyek sebesar 105 hari dengan biaya totalsebesar Rp.13.421.519.086,85 dibandingkan dengan waktu jadwal normal dari waktu rata-ratayang didapatkan total waktu penyelesaian proyek sebesar 124 hari dengan total biaya sebesarRp.13.624.919.216,74. Dengan demikian, maka Proyek tersebut mempunyai efisiensi waktuselama 19 hari atau sebesar 15,323% dan efisiensi biaya sebesar Rp.203,400.129,88 atau sebesar1,493%.

Page 5 of 11 | Total Record : 105