cover
Contact Name
-
Contact Email
kopula@unram.ac.id
Phone
+6287865122881
Journal Mail Official
kopula@unram.ac.id
Editorial Address
Jalan Majapahit No 62 Mataram Nusa Tenggara Barat
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan
Published by Universitas Mataram
ISSN : 29878446     EISSN : 29875307     DOI : https://doi.org/10.29303/kopula
Core Subject : Education,
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan adalah suatu jurnal terbit dua kali setahun (Maret dan Oktober) yang dipublikasikan oleh Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram. Kopula pertama diterbitkan pada tahun 2019 sebagai wadah untuk mempublikasi hasil pemikiran dan penelitian tentang Bahasa, Sastra, dan Pendidikan. Jurnal ini menerapkan sistem open access peer-reviewed journal baik untuk artikel yang berbahasa Indonesia maupun Inggris dalam versi cetak dan elektronik yang masing-masing memiliki ISSN
Articles 232 Documents
Analisis Wacana Kritis Berita Di Surat Kabar Waspada Berdasarkan Teori Teun A Van Dijk Panggabean, Sarma Panggabean; Lesteria Sagala; Nopri Juniarta Sitohang; Edwin Samosir; Anggilina Sirait
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 8 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v8i1.8944

Abstract

Penelitian ini berjudul “Analisis Wacana Kritis dalam Surat Kabar Waspada Berdasarkan Teori Teun A. Van Dijk”. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana struktur wacana, strategi linguistik, serta representasi dan ideologi terbentuk dalam teks berita tersebut. Data penelitian diperoleh dari berita” yang dimuat dalam surat kabar Waspada, kemudian dianalisis menggunakan model analisis wacana kritis Teun A. Van Dijk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur wacana berita meliputi: (1)  judul yang menonjolkan peristiwa kematian sebagai daya tarik utama (2) teras berita yang menegaskan unsur kejutan dan rasa empati (3) peristiwa utama yang disajikan secara kronologis dan faktual (4) latar belakang yang menggambarkan kondisi sosial dan ekonomi korban (5) konsekuensi yang menunjukkan dampak sosial dari peristiwa tersebut (6) reaksi verbal dari pihak berwenang yang memperkuat legitimasi informasi (7) komentar yang mengandung penilaian implisit terhadap situasi masyarakat desa. Dalam strategi linguistik, ditemukan bahwa (1) pilihan leksikal menonjolkan diksi tragedi dan kesedihan (2) struktur sintaksis cenderung menggunakan kalimat pasif untuk menekankan korban, bukan pelaku (3) metafora digunakan untuk membangun nuansa emosional (4) presuposisi dimunculkan untuk menegaskan asumsi tentang kondisi sosial pedesaan (5) kutipan serta atribusi menunjukkan keberpihakan media terhadap narasumber resmi. Sementara itu, aspek representasi dan ideologi dalam wacana berita terlihat melalui: (1) framing yang memusatkan perhatian pada korban sebagai simbol ketimpangan sosial (2) representasi petani sebagai kelompok rentan dalam struktur sosial (3) intertekstualitas yang mengaitkan peristiwa ini dengan kasus serupa di media lain (4) agenda setting yang memperkuat citra media sebagai penyampai realitas sosial yang kritis. Keseluruhan hasil analisis menunjukkan bahwa berita tersebut tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membentuk konstruksi sosial dan ideologi melalui pilihan bahasa dan cara penyajian wacana.
Fonologi Kontrastif pada Bahasa Jawa dan Bahasa Jerman Baehaqie, Imam; Rahayu, Ananda; Ramadhani, Naurah
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 8 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v8i1.9078

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai analisis bentuk dan perbandingan fonologi Bahasa Jawa dan Bahasa Jerman sebagai dua bahasa dari rumpun yang berbeda. Analisis ini bertujuan untuk mendeskripsikan bunyi dan mendeskripsikan inventaris bunyi dan mengidentifikasi persamaan serta perbedaan fonologis kedua bahasa tersebut. Analisis ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan kontrastis. Data diperoleh melalui metode simak, simak bebas libat cakap, dan teknik catat terhadap berbagai sumber pustaka yang membahas fonologi Bahasa Jawa dan Bahasa Jerman. Analisis dilakukan dengan menggunakan metode agih dengan teknik bagi unsur langsung dan teknik lesap untuk mengidentifikasi kontras bunyi secara lebih spesifik. Hasil analisis menunjukkan bahwa Bahasa Jawa memiliki tujuh vokal, hingga tujuh deretan vokal, sedangkan Bahasa Jerman memiliki panjang-pendek, umlaut (ä, ö, ü),  deretan vokal, dan vokal tiga deret. Perbandingan ini menunjukkan bahwa adanya titik kesulitan pelafalan bagi masyarakat tutur Bahasa Jawa ketika mempelajari Bahasa Jerman.