cover
Contact Name
-
Contact Email
kopula@unram.ac.id
Phone
+6287865122881
Journal Mail Official
kopula@unram.ac.id
Editorial Address
Jalan Majapahit No 62 Mataram Nusa Tenggara Barat
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan
Published by Universitas Mataram
ISSN : 29878446     EISSN : 29875307     DOI : https://doi.org/10.29303/kopula
Core Subject : Education,
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan adalah suatu jurnal terbit dua kali setahun (Maret dan Oktober) yang dipublikasikan oleh Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram. Kopula pertama diterbitkan pada tahun 2019 sebagai wadah untuk mempublikasi hasil pemikiran dan penelitian tentang Bahasa, Sastra, dan Pendidikan. Jurnal ini menerapkan sistem open access peer-reviewed journal baik untuk artikel yang berbahasa Indonesia maupun Inggris dalam versi cetak dan elektronik yang masing-masing memiliki ISSN
Articles 228 Documents
Kesulitan Materi Teks Sastra di SMA dan Alternatif Pemecahannya Alfarizi, Sutrisno; Nur, Sajidah; Hamidah; Latanre, Tenry; Rohmah, Novita
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v7i2.8035

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan materi teks sastra di SMA sekaligus menawarkan alternatif pemecahannya melalui penelitian kepustakaan. Data yang digunakan bersifat sekunder melalui penelusuran di Google Scholar, baik berupa artikel ilmiah di jurnal maupun penelitian akhir perkuliahan. Penelusuran data menggunakan kata kunci pembelajaran teks sastra, tantangan, dan strategi memecahkan permasalahan pembelajaran di tingkat SMA. Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat kesulitan dalam pembelajaran teks sastra di sekolah, baik di ranah pengetahuan maupun di ranah keterampilan. Penelitian ini juga memberikan rekomendasi melalui pengembangan bahan ajar yang dapat dilakukan guru sekaligus memberikan muatan pengetahuan lokal agar pembelajaran menjadi lebih dekat dan menantang.
Analisis Gaya Bahasa Figuratif Dalam Antologi Cerpen Eunoia 1 Karya Castarica : Tinjauan Stilistika Masyhur, Putri Syahra; Masie, Sitti Rachmi; Kadir, Herson
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v7i2.8098

Abstract

Penelitian ini berjudul “Analisis Gaya Bahasa Figuratif Dalam Antologi Cerpen Eunoia 1 Karya Castarica : Tinjauan Stilistika” yang bertujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis gaya bahasa figuratif yang digunakan dalam antologi cerpen Eunoia 1, ditinjau dari aspek retoris dan kiasan. Penelitian ini dilandasi oleh teori stilistika yang menekankan analisis bentuk dan fungsi bahasa dalam karya sastra. Sumber data berupa enam puluh tujuh cerpen dalam antologi tersebut yang ditulis oleh berbagai penulis dengan gaya penulisan beragam. Data dikumpulkan menggunakan teknik baca dan catat, kemudian dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif melalui pendekatan stilistika untuk mengungkap peran gaya bahasa figuratif dalam membangun nilai estetika dan makna cerita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek retoris ditemukan 30 data, dengan gaya bahasa hiperbola dan erotesis (pertanyaan retoris) sebagai bentuk yang paling dominan. Pada aspek kiasan ditemukan 37 data, dengan gaya bahasa metafora dan personifikasi yang paling menonjol, di mana metafora menjadi bentuk yang paling banyak digunakan. Gaya bahasa kiasan, terutama metafora, dimanfaatkan untuk membentuk imaji dan menggambarkan suasana batin tokoh secara puitis, sedangkan gaya bahasa retoris memperkuat efek dramatik dan dinamika emosi dalam cerita. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan gaya bahasa figuratif dalam antologi cerpen Eunoia 1 tidak hanya memperkaya nilai estetika, tetapi juga memperdalam penggambaran karakter, konflik, dan suasana dalam setiap cerita.
Analisis Nilai-Nilai Kearifan Lokal Dalam Upacara Adat Berauk Desa Karawatung Kecamatan Solor Barat Kabupaten Flores Timur Bunga Sogen, Marina Imelda; Wai Lawet, Pilipus; Lemba, Vinsensius Crispinus
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v7i2.8183

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji atau menganalisis nilai–nilai Kearifan dalam Tradisi Upacara Adat Berauk Desa Karawatung Kecamatan Solor Barat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pedekatan etnogerafi. Upacara Adat Berauk menjadi bagian penting masyarakat Karawatung.Tradisi Upacara Adat Berauk sebagai warisan budaya nenek moyang terdahulu yang masih dilestarikan hingga saat ini. Berdasarkan. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam kearifan lokal upacara adat berauk meliputi beberapa Nilai-nilai Kearifan Lokal yaitu: Religius, Gotong Royong, Sosial, Kekeluargaan, Kebersamaan, dan Kesenian
Makna Dalam Puisi “Menulis Syair Untuk Presiden Episode Pertama Dan Episode Kedua” Karya Pulo Lasman Simanjuntak: Kajian Semiotik Michael Riffaterre Zahabi, Ayu; Kadir, Herson; Irawati, Wa Ode
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v7i2.8189

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan makna puisi “Menulis Syair Untuk Presiden Episode Pertama dan Episode Kedua” karya Pulo Lasman Simanjuntak melalui analisis semiotik Michael Riffaterre, meliputi aspek heuristik, hermeneutik, matriks, model, varian, dan hipogram. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik dokumentasi, pembacaan, dan pencatatan data, kemudian dianalisis berdasarkan teori Riffaterre. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara heuristik kedua puisi menggunakan bahasa sederhana sehingga mudah dipahami, sedangkan secara hermeneutik memuat kritik sosial-politik melalui simbolisme kepemimpinan dan keadilan. Analisis matriks, model, dan varian menegaskan kritik terhadap kepemimpinan yang korup dan gagal, dengan simbol presiden sebagai representasi harapan sekaligus kekecewaan rakyat. Aspek hipogram memperlihatkan respons penyair terhadap realitas sosial-politik Indonesia: hipogram potensial menyoroti ketimpangan, korupsi, dan pembangunan tidak merata, sedangkan hipogram aktual merujuk pada pidato presiden, kebijakan pemerintah, komentar publik di media, serta isu-isu aktual seperti kenaikan harga pangan, utang negara, proyek infrastruktur, dan pemindahan IKN. Kata kunci: Makna, Puisi, Semiotik, Heuristik, Hermeneutik.
Peningkatan Kemampuan Menulis Drama Dengan Metode Buzz Group pada Siswa Kelas VIII Di SMPN Balaweling Lamahoda, Lorensia Sefitiana; Pande, Rikardus; Lawet, Pilipus Wai
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v7i2.8191

Abstract

Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui peningkatkan kemampuaan siswa dalam menulis naskah drama dengan metode Buzz Group pada siswa kelas VIII. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yaitu dengan menggunakan Metode penelitian kualitatif dan kuantitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan kemampuan menulis siswa kelas VIII SMP Negeri Balaweling setelah mengikuti pembelajaran menulis dengan metode Buzz Group. Hasil ini dapat dilihat dari hasil tes menulis yang disertai pemahaman pada Prasiklus, siklus I, dan siklus II. Pada prasiklus rata-ratanya sebesar 40,1pada siklus I rata-ratanya sebesar 51,25, dan pada siklus II rata-ratanya sebesar 82,5. Perolehan hasil ini menunjukkan bahwa pembelajaran keterampilan menulis menggunakan metode Buzz Group pada siswa kelas VIII SMP Negeri Balaweling ini telah berhasil. Perubahan sikap siswa kelas VIII SMP Negeri Balaweling juga mengalami peningkatan dari prasiklus, siklus I hingga siklus II. Perubahan tersebut seperti siswa yang semula kurang aktif, dan kurang siap dalam mengikuti pelajaran menjadi aktif dan siap serta bersemangat dalam proses pembelajaran
Analisis Makna Simbolik Dalam Upacara Adat Seru Padu Masyarakat Kalike Aimatan Kecamatan Solor Selatan Robertus Bolan Woka, marianus; Mario Leu, Yohakim Yolanda; Lemba, Vinsensius Crispinus
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v7i2.8192

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna simbolik dalam upacara adat Seru Padu masyarakat Kalike Aimatan Kecamatan Solor Selatan. Upacara Seru Padu adalah upacara adat syukuran panen masyarakat Kalike Aimatan dan merupakan upacara adat tahunan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan-bahan seperti jewawut, padi, kapas, biji kesambi, buah kelapa, arak, dan mapan hadir sebagai simbol pengorbanan, ketangguhan, kesuburan, dan rasa syukur atas berkah hasil panen. Peralatan seperti alu dan lesung, mole, gurunoba, serta wadah tradisional seperti rou, dese, monga, keloto, keluba, dan paso memiliki makna simbolik yang mencerminkan kedekatan manusia dengan alam, leluhur, dan peran penting perempuan dalam keberlangsungan hidup. Setiap unsur dalam upacara ini menegaskan hubungan harmonis antara manusia, alam semesta, dan kekuatan spiritual yang diyakini memberikan perlindungan serta keberkahan. Makna-makna simbolik ini mengajarkan pentingnya menjaga tradisi, menghargai peran perempuan, memelihara hubungan dengan leluhur, dan hidup selaras dengan alam sebagai bentuk penghormatan terhadap kehidupan itu sendiri
Analisis Nilai Moral Pada Album Akibat Pergaulan Blues Karya Jason Ranti : Kajian Sosiologi Sastra Suban Mukin, Marianus F; Pande, Rikardus; Lemba, Vinsensius Crispinus
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v7i2.8193

Abstract

Sastra adalah karya seni yang dikarang menurut standar bahasa kesusastraan. Standar bahasa kesusastraan yang dimaksudkan adalah penggunaan kata-kata yang indah dan gaya bahasa serta gaya cerita yang menarik, kesusastraan adalah karya seni yang pengungkapannya baik dan diwujudkan dengan bahasa yang indah. Karya sastra mempunyai keistimewaan, di dalam karya sastra banyak muncul penafsiran-penafsiran. Salah satu karya sastra yang memiliki banyak penafsiran adalah puisi. Lagu ialah salah satu puisi yang ditenarkan dengan menyatukan sajak dan irama musik. Dalam penelitian ini dibahas tentang analisis nilai moral pada album akibat pergaulan blues karya jason ranti, pada album pertamanya akibat pergaulan blues. Lagu karya jason ranti mengaundung nilai kehidupan di dalamnya, khususnya nilai moral. Skripsi ini menjadi penggambaran aspek moralitas tersebut sebagai suatu pesan penting yang ingin disampaikan kepada masyarakat luas untuk memberitahukan krisis moral yang melanda pada saat ini. Permasalahan dalam penelitian ini, yaitu nilai moralitas apa saja yang tedapat dalam lirik lagu karya jason ranti. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif bersifat deskriptif. Setelah melakukan pengumpulan data, langkah selanjutnya adalah tahap analisis data. Data tersebut dikaji secara deskriptif. Kemudian penyajian analisis data disajikan berupa uraian kata-kata dengan memberikan penjelasan seputar lirik lagu karya jason ranti. Dalam penelitian ini penulis menemukan nilai moral yaitu berupa rasa kejujuran terhadap diri sendiri dan orang lain, nilai-nilai otentik dalam diri sendiri, keberanian moral dan menyikapi permasalahan diri dan orang lain, kesediaan untuk bertanggung jawab terhadap kehidupan diri sendiri, keberanian moral dalam menyikapi permasalahan diri dan orang lain, kesediaan untuk bertanggung jawab terhadap kehidupan diri sendiri, sikap kerendahan hati dan kehidupan sosial, realistik dan kritis dalam melihat sesuatu masalah
Toponimi Wisata Alam di Batukliang Utara, Lombok Tengah Latifatussolehah; Saharudin; Ratna Yulida Ashriany
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v7i2.8664

Abstract

Toponimi merupakan kajian tentang asal-usul, makna, dan latar belakang penamaan suatu tempat yang tidak hanya berfungsi sebagai penanda lokasi, tetapi juga menyimpan nilai sejarah, budaya, dan identitas masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk satuan lingual berupa kata dan frasa serta makna semantis berupa makna referensial dan kultural yang terkandung dalam toponim wisata alam di Kecamatan Batukliang Utara, Lombok Tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan metode cakap berupa teknik cakap semuka, metode simak dengan teknik catat rekam, dan dokumentasi untuk memperoleh data yang akurat dari masyarakat setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penamaan wisata alam di Kecamatan Batukliang Utara, berdasarkan unsur kebahasaan dapat diklasifikasikan ke dalam bentuk satuan lingual kata dan frasa. Selain itu, secara makna semantis, dikelompokkan berdasarkan makna referensial dan makna kultural. Sebagian besar makna semantisnya bersifat referensial karena menjadikan aspek geografis sebagai acuan utamanya seperti nama wisata alam Danau Biru dan Goa Walet, sementara sisanya bersifat kultural karena berakar pada legenda, mitologi, dan nilai sosial masyarakat, seperti nama wisata alam Titisan Dewi Anjani dan Bukit Harapan. Dengan demikian, toponim wisata alam di Batukliang Utara mencerminkan keterpaduan antara alam, budaya, dan kearifan lokal yang menjadi identitas masyarakat setempat.