Indonesian Journal of Physiotherapy
Indonesian Journal of Physiotherapy merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Fisioterapi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta pada tahun 2021. Indonesian Journal of Physiotherapy difokuskan pada bidang keilmuan fisioterapi yang meliputi muskuloskeletal, neurologi, geriatri, pediatri, fisioterapi olahraga, fisioterapi kardiovaskular dan pulmonal, serta yang berkaitan dengan upaya promotif dan preventif. Penerbitan jurnal dilakukan secara berkala dengan frekuensi penerbitan dua kali dalam setahun.
Articles
50 Documents
CASE STUDY LOW BACK PAIN
Ardianto Kurniawan
Indonesian Journal of Physiotherapy Vol 2 No 1 (2022): Indonesian Journal of Physiotherapy
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (551.194 KB)
|
DOI: 10.52019/ijpt.v2i1.3325
Low back pain (LBP) non spesifik adalah kondisi klinis umum yang berdampak pada tingkat individu dan masyarakat. Intensitas nyeri adalah hasil utama yang digunakan dalam praktik klinis untuk mengukur tingkat keparahan LBP, namun, rasa sakit adalah pengalaman subjektif yang dipengaruhi oleh banyak faktor. Guna mengurangi keluhan tersebut, penulis menggunakan intervensi Infrared, Transcutaneus Electrical Nerve Stimulation dan Terapi Latihan.
GAMBARAN MUSCULOSKELETAL DISORDER PADA PELAUT KRI TORANI-860
Dani Hafiz Utomo
Indonesian Journal of Physiotherapy Vol 2 No 1 (2022): Indonesian Journal of Physiotherapy
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (529.201 KB)
|
DOI: 10.52019/ijpt.v2i1.3329
Latar Belakang Musculoskeletal disorder umum dijumpai pada pada tentara karena beban kerja yang berat dan berbahaya, tidak terkecuali tentara yang bekerja di kapal perang. Keluhan yang dirasakan beragam, baik yang sifatnya reversible maupun persistent sehingga menurunkan kesiapan tempur pelaut di kapal Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan atau mendeskripsikan data yang diperoleh mengenai musculoskeletal disorder pada pelaut KRI Torani-860. Metode Penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan Survei. Sampel penelitian diambil menggunakan teknik total sampling dengan kriteria inklusi dan eksklusi sehingga mendapatkan sampel sebanyak 23 pelaut. Parameter yang digunakan adalah Nordic Body Map (NBM), Nordic Musculoskeletal Questionnaire (NMQ), dan Rapid assesment of Physical Activity (RAPA). Hasil Penelitian didapatkan (91.3%) pelaut melakukan physical activity kategori Active pada RAPA 1, (91.3%) pelaut memiliki tingkat risiko ringan MSD, sebesar (82.6%) mengeluhkan MSD 12 bulan maupun 7 hari terakhir, (69.6%) mengalami gangguan aktivitas normal akibat MSD, punggung bawah (78.3%) dan leher (60.8%) merupakan dua regio yang paling banyak mengalami gangguan MSD. Kesimpulan penelitian ini adalah, sebagian besar pelaut memiliki keluhan MSD dengan kategori ringan dimana MSD yang terjadi pada pelaut memiliki banyak faktor pencetus yang dapat meningkatkan keluhan.
GAMBARAN GANGGUAN MUSKULOSKELETAL PADA AREA BAHU PADA GURU DI DAERAH JABODETABEK
Haura Balqis Subagio
Indonesian Journal of Physiotherapy Vol 2 No 1 (2022): Indonesian Journal of Physiotherapy
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (285.906 KB)
|
DOI: 10.52019/ijpt.v2i1.3332
Latar Belakang Gangguan muskuloskeletal dapat terjadi pada guru karena posisi bekerja yang tidak menentu. Kondisi kerja setiap guru akan berbeda berdasarkan sarana prasarana, usia, dan pengalaman mengajar. Hal tersebut dapat menjadi penyebab utama gangguan muskulosketal terjadi. Faktor-faktor yang mempengaruhi keluhan pada area bahu sangat banyak, baik secara internal maupun eksternal. Setelah Covid-19 masuk ke Indonesia pemerintah memberlakukan pembelajaran dari rumah untuk bidang pendidikan, dimana guru dan murid berinteraksi secara daring dalam waktu yang lama. Sehingga dapat meningkatkan gangguan muskuloskeletal pada guru khususnya area bahu. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan dan mengkaji data yang diperoleh terkait gangguan muskuloskeletal pada area bahu pada guru di daerah Jabodetabek. Metode yang digunakan dalam penelitian ialah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian sesuai dengan kriteria inklusi eksklusi didapatkan sampel sebanyak 325 orang. NMQ (Nordic Musculoskeletal Questionnaire) dan NRS (Numeric rating Scale) sebagai parameter yang digunakan. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan 150 orang mengalami keluhan nyeri bahu dengan mayoritas berusia 36-50 tahun (39.1%), berjenis kelamin perempuan (77%), proporsi tubuh normal (29%), dengan tingkat nyeri ringan ketika diam (62%), saat bergerak (59.3%), dan ketika ditekan (54.6%). Kesimpulan penelitian ini adalah gangguan muskuloskeletal yang dialami oleh guru pada area bahu memiliki kategori nyeri ringan.
PENGARUH AEROBIC EXERCISE TERHADAP TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI: STUDI LITERATUR EFFECT OF AEROBIC EXERCISE ON BLOOD PRESSURE IN PATIENTS WITH HYPERTENSION: A LITERATURE STUDY
Indonesian Journal of Physiotherapy Vol 1 No 2 (2021): Indonesian Journal of Physiotherapy
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (355.299 KB)
|
DOI: 10.52019/ijpt.v1i2.3333
Latar Belakang: Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah pada sistolik ≥ 140 mmHg dan diastolik ≥ 90 mmHg. Hipertensi biasa terjadi pada usia produktif yaitu usia 15 – 65 tahun. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menurunkan dan mengontrol tekanan darah adalah dengan pemberian aerobic exercise. Latihan aerobik adalah penambahan pemanfaatan energi pada otot dengan menggunakan program latihan. Tujuan: Mengetahui pengaruh aerobic exercise terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi dari berbagai literatur. Metode Penelitian: Metode penelitian ini menggunakan studi literatur dengan terbitan maksimal 10 tahun terakhir. Literatur didapatkan dari 3 search engine yaitu PubMed, PEDro dan Semantic Scholar. Literatur didapatkan dengan menggunakan teknik PICOS. Selanjutnya dimasukkan ke aplikasi mendeley untuk melihat literatur yang terduplikasi, kemudian diseleksi sesuai kriteria inklusi. Literatur yang eligible diekstraksi dengan metode CONSORT. Hasil: Terdapat 10 literatur eligible dengan 9 literatur menggunakan RCT dan 1 literatur menggunakan randomized crossed over trial. Secara keseluruhan didapatkan pengaruh yang signifikan P – value menunjukkan P < 0,05 dengan alat ukur yang digunakan yaitu tensi Omron digital, spyhgmomanometer manual, dan oscillometric terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi. Kesimpulan: Dari berbagai variasi aerobic exercise, aerobic exercise intensitas sedang lebih efektif dalam menurunkan tekanan darah dibandingkan aerobic exercise intensitas rendah atau tinggi.
PENANGANAN FISIOTERAPI PADA KASUS POST OPERASI CORONARY ARTERY BYPASS GRAFT: STUDI KASUS
Rena Mailani;
Fidyatul Nazhira;
Andy Sirada
Indonesian Journal of Physiotherapy Vol 2 No 1 (2022): Indonesian Journal of Physiotherapy
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (181.804 KB)
|
DOI: 10.52019/ijpt.v2i1.4059
Pola hidup masyarakat mengalami pergeseran menjadi pola hidup serba instan yang tidak sehat. Hal itu menyebabkan terjadinya berbagai penyakit, salah satunya adalah penyakit jantung koroner yang dipicu oleh makanan yang tidak sehat dan tidak diimbangi oleh aktifitas fisik (olahraga) rutin. Penyakit jantung koroner ini merupakan kasus utama penyebab kematian dan kesakitan pada manusia, sehingga perlu pencegahan dan pengobatan untuk penyakit tersebut. Salah satu pengobatan yang diberikan adalah operasi Coronary Artery Bypass Graft (CABG). CABG merupakan intervensi dari penyakit jantung koroner dengan cara membuat saluran baru melewati bagian arteri koronaria yang mengalami penyempitan atau penyumbatan. Pada kasus paska operasi CABG tersebut, pasien mengalami nyeri, penurunan gerak dan fungsi tubuh dan memerlukan proses recovery dari operasi yang dijalankan. Untuk mengatasi hal tersebut, pasien diberikan berbagai tindakan paska operasi dan salah satunya adalah fisioterapi. Fisioterapi melakukan intervensi untuk mengurangi nyeri, melancarkan saluran napas paska operasi, dan memaksimalkan lingkup gerak sendi dan kekuatan otot tubuh terutama anggota gerak pasien.
PENANGANAN FISIOTERAPI PADA KASUS PPOK DI RS. PARU ARIO WIRAWAN SALATIGA : STUDI KASUS
Fidyatul Nazhira;
Rena Mailani;
Andy Sirada
Indonesian Journal of Physiotherapy Vol 2 No 2 (2022): Indonesian Journal Of Physiotherapy
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (173.169 KB)
|
DOI: 10.52019/ijpt.v2i2.4070
PPOK termasuk didalamnya adalah bronkitis kronis dan emfisema, merupakan penyakit paru kronik, ditandai oleh hambatan aliran udara di saluran nafas, bersifat progressif nonreversibel atau reversibel parsial. Penatalaksanaan PPOK secara umum bertujuan untuk mencegah progresivitas dari penyakit, mengurangi gejala, meningkatkan toleransi aktivitas, meningkatkan status kesehatan, mencegah dan menangani komplikasi, mencegah dan menangani eksaserbasi, dan menurunkan angka kematian Fisioterapi dapat berperan dalam menurunkan sesak, menurunkan nyeri dada, dan meningkatkan mobilitas sangkar thoraks sehingga diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup dan aktivitas fungsional pasien. Tujuan studi ini adalah mengetahui efektivitas program fisioterapi dengan chest fisioterapi, stretching dan breathing exercise pada pasien PPOK.
Pengaruh Pelatihan Ai Chi Terhadap Peningkatan Performa Dual Task Pada Lansia
Andy Sirada;
Fidyatul Nazhira;
Rena Mailani
Indonesian Journal of Physiotherapy Vol 2 No 2 (2022): Indonesian Journal Of Physiotherapy
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (157.024 KB)
|
DOI: 10.52019/ijpt.v2i2.4160
Aktifitas yang dilakukan seseorang dalam kesehariannya tidak lepas dari aktifitas multitasking dimana pada aktifitas tersebut minimal seseorang harus mampu melakukan dua aktifitas sekaligus (dualtask), lansia dengan gangguan kognitif atau tidak mampu melakukan aktifitas ganda atau dualtask mempunyai resiko jatuh yang tinggi. Salah satu tindakan untuk meningkatkan kemampuan kognitif dan dualtask pada lansia adalah dengan latihan Ai Chi. Ai Chi merupakan metode latihan yang terbukti mampu meningkatkan kualitas hidup lansia dimana mengurangi resiko jatuh salah satunya. Tujuan penelitian untuk membuktikan apakah pelatihan Ai Chi dalam meningkatkan performa dual task pada lansia.
PENGARUH PEMBERIAN CHEST PHYSIOTHERAPY TERHADAP PENURUNAN HAMBATAN JALAN NAPAS PADA KASUS PNEUMONIA ANAK
Kamilia Malihah Nur Salsabila
Indonesian Journal of Physiotherapy Vol 2 No 2 (2022): Indonesian Journal Of Physiotherapy
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (161.203 KB)
|
DOI: 10.52019/ijpt.v2i2.4201
Pneumonia adalah penyakit radang paru-paru dan merupakan penyebab kematian terbesar pada anak-anak di bawah usia lima tahun di seluruh dunia. Chest physiotherapy (CPT) dapat digunakan dalam pengobatan pneumonia dengan pola latihan untuk pembersihan jalan napas sehingga bernapas menjadi lebih mudah dan nyaman. Tujuan: analisis ini bertujuan untuk mengetahui dampak positif chest physiotherapy terhadap pneumonia pada anak. Metode: Ilustrasi kepustakaan menggunakan instrumen pencarian Pubmed, Google Scholar, dan Cochrane sesuai dengan kata kunci. Hasil temuan: Pada penelusuran didapatkan 18 artikel yang memenuhi memenuhi kriteria inklusi. Kemudian tahap pencarian dilanjutkan dengan membaca keseluruhan artikel dan ditemukan artikel yang sesuai sebanyak 2 artikel pada Pubmed, 2 artikel pada Google Scholar, dan 1 pada Cochrane. Kesimpulan: Chest physiotherapy terbukti dapat membantu membersihkan jalan napas, mengurangi mukus atau sputum, meningkatkan pertukaran gas dan mengurangi kerja pernapasan.
PROGRAM FISIOTERAPI PADA KASUS POST OPERASI ATRIAL SEPTAL DEFECT CLOSURE TIPE II DI RSUP Dr. SARDJITO YOGYAKARTA : CASE REPORT
Intan Puspita Sari;
Arif Pristianto;
Asep Ibrahim
Indonesian Journal of Physiotherapy Vol 2 No 2 (2022): Indonesian Journal Of Physiotherapy
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (97.665 KB)
|
DOI: 10.52019/ijpt.v2i2.4320
Latar Belakang : Atrial Septal Defect (ASD) merupakan penyakit jantung bawaan yang memungkinkan aliran darah antara dua bagian jantung, atrium kanan dan atrium kiri bercampur. Biasanya atrium kanan dan atrium kiri dipisahkan oleh sekat yang disebut septum interatrial. Jika septum rusak atau tidak ada, maka darah kaya akan oksigen dan karbon dioksida akan bercampur sehingga pasien sering mengalami gejala seperti jantung berdebar kencang, sesak nafas serta nyeri dada. Post operasi Atrial Septal Defect (ASD) Closure tipe II menimbulkan keluhan yang lebih kompleks lagi yaitu nyeri akibat incisi, sesak nafas serta penurunan kemampuan fungsional setelah operasi. Tujuan : Pelaksanaan program fisioterapi pada kasus ini bertujuan mengetahui pengaruh dari pemberian intervensi fisioterapi berupa Breathing exercise, latihan batuk efektif, mobilisasi bertahap dan edukasi dalam mengurangi nyeri, sesak nafas serta meningkatkan kemampuan fungsional pasien. Metode : case report ini dilakukan fisioterapi terhadap subjek dengan kondisi post operasi Atrial Septal Defect (ASD) Closure tipe II dengan pemberian program terapi berupa breathing exercise, latihan batuk efektif, mobilisasi bertahap dan edukasi sebanyak 3 kali sesi terapi. Selanjutnya dilakukan pengukuran setiap sesi terapi dan didapatkan hasil penuruan nyeri, penurunan nilai sesak nafas serta peningkatan kemampuan fungsional. Hasil : hasil menunjukan bahwa program fisioterapi komperesif pada kasus post operasi Atrial Septal Defect (ASD) Closure tipe II menurunnya keluhan nyeri, menurunkan tingkat sesak nafas dan meningkatkan aktifitas fungsional. Kesimpulan : Program fisioterapi pada case repot ini terbukti mengurangi keluhan nyeri, mengurangi sesak nafas serta meningkatkan kemampuan fungsional pasien.
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH TERHADAP CRANIOVERTEBRAL ANGLE PADA PEKERJA BACK OFFICE
Nuraini Diah Noviati
Indonesian Journal of Physiotherapy Vol 2 No 2 (2022): Indonesian Journal Of Physiotherapy
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (155.266 KB)
|
DOI: 10.52019/ijpt.v2i2.4541
Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui hubungan indeks massa tubuh (IMT) terhadap craniovertebral angle (CVA) pada pekerja back office.Metode : Penelitian ini merupakan penelitian observasional. Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif dengan tipe studi korelasi. Sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling didapatkan 30 karyawan RSUP X Jakarta dimana IMT dihitung berdasarkan rumus berat badan dibagi kuadrat tinggi badan sedangkan CVA diukur dengan skor photogrammetry. Hasil : Pada penelitian ini rerata dan simpangan baku IMT adalah 26,88±3,98 dan nilai derajat CVA yaitu, 39,88±4,66. Uji normalitas dengan kolmogorov smirnov test didapatkan data berdistribusi normal. Hasil uji hipotesis dengan uji statistik korelasi pearson product moment, didapatkan p < 0,0001 pada IMT dan CVA serta nilai r = -0,731 maka terdapat korelasi positif antara IMT dengan CVA. Kesimpulan : Terdapat korelasi positif antara nilai IMTterhadap nilai CVA yang menunjukkan semakin tinggi IMT maka nilai rerata CVA sesuai kriteria FHP.