cover
Contact Name
Yuni Tri Hewindati
Contact Email
manilkarajournal@ecampus.ut.ac.id
Phone
+6281510797989
Journal Mail Official
manilkarajournal@ecampus.ut.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UNIVERSITAS TERBUKA Tangerang Selatan, 15437, Indonesia Telp: (62 21) 7490941 - Ext. 1809, 1810, dan 1811 E-Mail: manilkarajournal@ecampus.ut.ac.id
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Manilkara: Journal of Bioscience
Published by Universitas Terbuka
ISSN : -     EISSN : 29640164     DOI : https://doi.org/10.33830/manilkara
MANILKARA: Journal of Bioscience is designed to share research articles from academics, researchers, practitioners, and students on research in various aspects of biology and its applications. Papers for publication in this journal are selected through proper peer-review to ensure quality, originality, suitability, and legibility. This journal covers various disciplines in biology (microbiology, genetics, biochemistry, physiology, ecology, taxonomy, structure and development of animals/plants, and evolution); Biotechnology; and applied science in solving problems in the fields of biology (biomedical, agricultural, industrial, ethnobiological, and environmental). The journal is published biannually on February and August.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 34 Documents
Analisis Kandungan Klorofil-a Sebagai Indikator Penentu Status Trofik dan Potensi Produksi Ikan di Waduk Jatiluhur Purwakarta Hidayat, Panjalu Fikri; Sentosa, Agus Arifin; Kusumaningtyas, Dyah Ika; Atmojo, Santoso Dwi
MANILKARA: Journal of Bioscience Vol 4 No 1 (2025): August
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/manilkara.v4i1.12946.2025

Abstract

Waduk Jatiluhur sebagai waduk strategis di Indonesia menghadapi tekanan antropogenik yang berpotensi meningkatkan eutrofikasi dan memengaruhi produktivitas perikanan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kandungan klorofil-a sebagai indikator status trofik dan estimasi potensi produksi ikan di Waduk Jatiluhur. Pengambilan sampel air dilakukan di 8 stasiun dengan kedalaman 0 dan 3 meter. Klorofil-a dianalisis menggunakan metode spektrofotometri trichromatric di Laboratorium Balai Riset Pemulihan Sumber Daya Ikan (BRPSDI). Status trofik ditentukan berdasarkan klasifikasi Wetzel (2001) yang disempurnakan dengan pembaharuan Hollister et al. (2015)), sedangkan potensi produksi ikan pelagis dihitung menggunakan persamaan Almazan dan Boyd (1990). Hasil menunjukkan konsentrasi klorofil-a bervariasi antara 1,18 hingga 51,64 μg/L, dengan rata-rata 31,92 μg/L. Sebagian besar stasiun tergolong eutrofik hingga hipereutrofik, sementara Stasiun Galumpit tergolong oligotrofik. Estimasi produksi ikan pelagis tertinggi di DAM Utama (71.844,11 ton per tahun) dan terendah di Galumpit (2.502,53 ton per tahun), dengan rata-rata 49.716,14 ton per tahun. Pengelolaan berbasis zonasi serta kontrol masukan nutrien diperlukan untuk menyeimbangkan produktivitas perikanan dan keberlanjutan ekosistem.
Uji Kualitas Air Sungai Beliti di Kecamatan Kotapadang, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu M., Devianri
MANILKARA: Journal of Bioscience Vol 4 No 1 (2025): August
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/manilkara.v4i1.12778.2025

Abstract

Sebagian besar masyarakat yang tinggal di sepanjang bantaran aliran Sungai Beliti di Kecamatan Kotapadang, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu memanfaatkan air sungai untuk memenuhi kebutuhan aktivitas rumah tangga sehari-hari, meskipun sungai tersebut juga digunakan untuk kegiatan lain yang kurang terkontrol, yang memungkinkan terjadinya kontaminasi terhadap badan air sungai, seperti membuang limbah-limbah organik yang sudah membusuk, membuang air besar, dan contoh lainnya. Adanya rasa kekhawatiran terhadap resiko kesehatan masyarakat yang tinggal di sepanjang bantaran Sungai Beliti maka perlu dilakukan penelitian ini. Penelitian bertujuan untuk menguji kualitas air Sungai Beliti berdasarkan kandungan Coliform, Escherichia coli, dan logam berat. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif eksploratif, analisis menggunakan cara jumlah perhitungan terdekat (Most Probable Number) dan identifikasi bakteri Coliform dan E. coli. Pengambilan sampel dilakukan di tiga lokasi terdiri atas hulu, tengah hingga hilir sungai. Juga dilakukan uji logam berat seperti Pb, Cu, Fe, dan kandungan amonia.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar kandungan Pb, Cu, amonia, Coliform dan E. coli di seluruh lokasi pengambilan sampel tidak melebihi ambang batas baku mutu air sungai, sedangkan kadar kandungan logam besi (Fe) sedikit melebihi ambang batas baku mutu air (30%). Disimpulkan bahwa air pada aliran Sungai Beliti layak dimanfaatkan untuk aktivitas rumah tangga, tetapi untuk konsumsi sumber air minum utama harus dilakukan pengolahan terlebih dahulu.
Variasi Cendawan Patogen pada Umbi Bawang Putih (Allium sativum L.) Asal Cina Wahid, Erif Abdul
MANILKARA: Journal of Bioscience Vol 4 No 1 (2025): August
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/manilkara.v4i1.12820.2025

Abstract

Tingginya nilai impor bawang putih secara nasional pada tahun 2023 sebesar 652.000 ton yang tidak diimbangi oleh kemampuan produksi bawang putih yang hanya mencapai 39.254,40 ton. Juga pentingnya faktor keamanan kesehatan bagi umbi bawang putih (Allium sativum L.) dari potensi organisme pengganggu seperti cendawan yang diprediksi dapat menjadikan merosotnya kualitas dan nilai harga jualnya. Tujuan penelitian untuk mengindentifikasi spesies cendawan patogen yang menginfeksi permukaan umbi bawang putih dan menghitung banyaknya frekuensi ditemukannya spesies cendawan. Penelitian menggunakan metode Washing Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya gejala serangan cendawan yang mampu menginfeksi permukaan umbi bawang putih asal Cina. Keberagaman cendawan patogen yang ditemukan di permukaan umbi A. sativum L. sebanyak 17 spesies dari 441 sampel bawang putih. Berdasarkan istilah kekarantinaan keseluruhan spesies cendawan yang ditemukan tidak termasuk dalam Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK). Secara keseluruhan dari 17 spesies cendawan patogen terdapat 5 spesies yang paling sering ditemukan pada proses pengujian di laboratorium yaitu Alternaria helianthi sebanyak 347 kali, Alternaria alternata sebanyak 345 kali, Stemphylium sp. sebanyak 177 kali, Fusarium sp. sebanyak 70 kali, dan Curvularia lunata sebanyak 42 kali. Seringnya frekuensi ditemukannya cendawan mengindikasikan kecenderungan potensi terjadinya penyakit pada bawang putih sangat besar.
Struktur Komunitas Plankton Sebagai Indikator Biologis di Perairan Waduk Ir. H. Djuanda Jatiluhur Sari, Fatma Devi Nur Indah; Suryandari, Astri; Sentosa, Agus Arifin; Sarbini, Rakhmat; Hendayana, Yayat
MANILKARA: Journal of Bioscience Vol 4 No 1 (2025): August
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Waduk Ir. H. Djuanda Jatiluhur merupakan waduk buatan terbesar di Indonesia yang berperan penting dalam aktivitas manusia, sehingga rentan mengalami perubahan kualitas perairan. Plankton sebagai organisme sensitif di dasar rantai trofik, dapat digunakan sebagai indikator biologis untuk menilai kondisi ekosistem waduk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur komunitas fitoplankton dan zooplankton serta keterkaitannya dengan parameter kualitas air di Waduk Jatiluhur. Penelitian dilakukan di 8 stasiun pengamatan selama Februari-Juni 2025, meliputi pengukuran suhu, pH, oksigen terlarut, nitrat, dan fosfat. Identifikasi dan penghitungan plankton dilakukan untuk menentukan kelimpahan dan keanekaragaman, dianalisis dengan Indeks Keanekaragaman Shannon-Wiener. Hasil menunjukkan fitoplankton didominasi oleh Cyanophyceae (61%) dengan kelimpahan 8.214-54.048 sel/L, sedangkan zooplankton didominasi Rotifera (51%) dengan kelimpahan 0-2.143 sel/L. Indeks Keanekaragaman fitoplankton berkisar 1,21-2,39 dan zooplankton 0-1,85. Temuan ini mengindikasikan kondisi perairan waduk berada pada kategori mesotrofik hingga eutrofik. Struktur komunitas plankton mencerminkan kualitas air yang berkisar dari mesotrofik (nutrien sedang) hingga eutrofik (nutrien tinggi). Kondisi ini penting untuk pemantauan dan pengelolaan ekosistem waduk secara berkelanjutan.

Page 4 of 4 | Total Record : 34