cover
Contact Name
Daru Estiningsih
Contact Email
daru_estiningsih@almaata.ac.id
Phone
+6281328739496
Journal Mail Official
bangundesa@almaata.ac.id
Editorial Address
LPPM Universitas Alma Ata Jl. Brawijaya 99, Yogyakarta 55183 Telp : (0274) 434 2288,(0274) 434 2270 Email: pengabmas@almaata.ac.id
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Bangun Desa : Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 29884225     DOI : http://dx.doi.org/10.21927/jbd
Bagun Desa adalah Jurnal yang memuat hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat dikelola oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Alma Ata. Bangun Desa merupakan jurnal pengabdian yang mencakup kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat yang terkait dengan kesehatan, ekonomi, pendidikan, agama, informasi dan teknologi serta sosial humaniora dipertimbangkan dan disetujui oleh Tim Editorial. Bangun Desa terbit sebanyak dua kali dalam satu tahun yaitu pada bulan Juni dan Desember.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 130 Documents
Budidaya Tanaman Obat Keluarga sebagai Upaya Meningkatkan Kesehatan Keluarga Alfina Habibah; M. Beryl Dzar Ghifari; An-Nisa Apriani; Arlin Endah Purwandari; Atika Izzatul Janah; Diah Cipto Lestari; Evita Tri Hapsari; Fain Amri Wahlul; Farah Shifa Luthfianti; Handyana Rehanpratama; Maghfiratul Alya; Nurindah Paramita R.Nasution
Bangun Desa: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/jbd.2025.4(2).99-111

Abstract

Tingginya ketergantungan masyarakat pada obat kimia mendorong perlunya alternatif kesehatan mandiri yang lebih aman dan berkelanjutan. Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) menjadi salah satu solusi karena mudah dibudidayakan di pekarangan serta memiliki khasiat sebagai obat tradisional. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengenali, menanam, dan memanfaatkan TOGA. Metode kegiatan meliputi edukasi mengenai manfaat tanaman obat, pelatihan budidaya sederhana, serta praktik langsung penanaman beberapa jenis TOGA seperti jahe, kunyit, sereh, temulawak, kencur, beluntas, sirih, dan lidah buaya. Evaluasi dilakukan melalui pengamatan partisipasi, diskusi, dan wawancara singkat untuk menilai peningkatan pemahaman dan motivasi peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan preventif berbasis herbal serta kemampuan praktis dalam merawat TOGA di pekarangan rumah. Program ini berpotensi berkelanjutan melalui keterlibatan ibu PKK, kelompok wanita tani, dan dukungan pemerintah desa. Secara keseluruhan, kegiatan ini memberikan kontribusi nyata dalam mendukung kemandirian kesehatan keluarga sekaligus memaksimalkan pemanfaatan lahan pekarangan dan melestarikan kearifan lokal.
Sosialisasi Gaya Hidup CERDIK untuk Pencegahan PTM pada Siswa Kelas XII Madrasah Aliyah Mamba’ul Hikmah Magelang Anisa Ismalia; Sillphia Jaya Pratista; Ali Humaidi Hasyim; Rifka Fadhila; Eka Andaryani Putri; Amanda Zuhratul Muniroh; Nailul Irfan Ulun Nuha; Nila Nurul Husna; Khoirunnisa Nur Hanafi; Muhamad Rizal; Pramitha Sari
Bangun Desa: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/jbd.2025.4(2).112-119

Abstract

Penyakit Tidak Menular (PTM) masih menjadi penyebab kematian yang mendominasi di Indonesia. Hipertensi adalah salah satu penyakit tidak menular yang dapat mulai terjadi sejak usia remaja. Sebanyak 10,7% dari 46 juta remaja di Indonesia terdeteksi sudah mengalami hipertensi. Faktor risiko yang menyebabkan hipertensi dapat terjadi di usia remaja adalah gaya hidup tidak sehat, pola makan yang tidak baik, kurangnya aktivitas fisik dan stres. Gerakan masyarakat CERDIK merupakan salah satu Upaya mencegah dan mengatasi hipertensi. Kegiatan sosialisasi CERDIK yang diadakan bagi siswa kelas XII Madrasah Aliyah Mambaul Hikmah ini bertujuan untuk meluaskan informasi terutama di lingkungan sekolah agar bahaya hipertensi dapat dicegah sejak dini. Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 11 September 2025 dengan metode penyuluhan oleh tiga pembicara yang berasal dari Puskesmas Dukun dan dosen prodi S1 gizi Universitas Alma Ata Yogyakarta. 51% peserta memiliki tekanan darah normal tinggi, 33% memiliki tekanan darah normal,15% mengalami hipertensi derajat 1 dan 1% termasuk hipertensi derajat 2. Kesimpulannya, sosialisasi CERDIK perlu dilakukan pada remaja agar informasi mengenai bahaya hipertensi beserta cara pencegahan dan mengatasinya dapat diketahui sejak dini.
Pengolahan Sampah Organik menjadi Eco-Enzyme melalui Program KKN UNISI bersama Masyarakat Desa Sialang Panjang Yulianti Yulianti; Mei Dian Syaputra; Zulkifli Zulkifli; Sapriyanto Sapriyanto; Nindi Wulandari; Yulia Eka Roza; Andri Fransperdinan; Mutiara Gita Rahayu; Andriansyah Andriansyah; Raudatul Jannah. AB; Ratna Apriana; Juliyanti Juliyanti; Selfia Afri Yona; Muhammad Reyno Fadli
Bangun Desa: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/jbd.2025.4(2).120-134

Abstract

Desa Sialang Panjang di Kecamatan Tembilahan Hulu, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau, masih menghadapi tantangan dalam pengelolaan sampah organik, di mana limbah rumah tangga belum dimanfaatkan secara optimal dan cenderung dibuang langsung ke lingkungan. Kondisi ini berpotensi menimbulkan pencemaran dan meningkatkan volume sampah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan warga dalam mengolah sampah organik menjadi eco-enzyme sebagai alternatif pengelolaan sampah yang ramah lingkungan. Peserta pelatihan meliputi ibu-ibu PKK, perwakilan sekolah, serta pengurus RT/RW yang dibagi ke dalam dua kelompok. Metode pelaksanaan mencakup penyuluhan, diskusi interaktif, dan demonstrasi langsung proses pembuatan eco-enzyme menggunakan limbah buah, gula, dan air dengan perbandingan 3:1:10. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat diawali dengan proses pembuatan eco-enzyme yang berlangsung selama tiga bulan, melalui tahapan pembentukan alkohol, asam organik, dan enzim. Setelah masa fermentasi selesai, hasilnya disaring untuk mendapatkan eco-enzyme siap pakai yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik cair, pembersih lantai, disinfektan alami, penyaring air, serta pestisida nabati. Pelaksanaan kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai pengelolaan sampah organik, serta kemampuan mereka dalam memproduksi eco-enzyme secara mandiri. Program ini berkontribusi pada pengurangan timbulan sampah dan mendorong penerapan pengelolaan lingkungan berkelanjutan di Desa Sialang Panjang.
Karakteristik Status Kesehatan Komunitas Di Desa Guwosari Dusun Kedung, Kapanewon Pajangan Kabupaten Bantul Natasya Salsabila; Suherni; Aisyah Indah Nur Fatikah; Addis Shafa Nariswari; Khansa Atika Balqis; Anggun Wahyuni; Zahrotul Humairo; Arista Dwi Septiana Sari; Fatimah; Restu Pangestuti; Dyah Pradnya Paramita; Sundari Mulyaningsih
Bangun Desa: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/jbd.2026.5(1).26-35

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik kesehatan masyarakat di suatu wilayah sebagai landasan perencanaan intervensi yang tepat sasaran. Menggunakan desain deskriptif kuantitatif terhadap kepala keluarga, studi ini mengonfirmasi sejumlah tantangan kesehatan yang signifikan. Masalah utama yang berhasil diidentifikasi mencakup tingginya risiko pada ibu hamil terkait kekurangan energi kronis (KEK) dan komplikasi medis, rendahnya akseptabilitas kontrasepsi efektif, serta masifnya perilaku merokok di kalangan remaja putra. Pada kelompok lanjut usia, tercatat prevalensi hipertensi yang tinggi yang diperburuk oleh maraknya praktik pengobatan mandiri non-resep. Selain itu, kondisi diperparah oleh adanya kasus gizi kurang pada balita serta sanitasi lingkungan yang belum optimal. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menegaskan urgensi strategi intervensi yang terintegrasi, berbasis edukasi perilaku hidup sehat, dan berorientasi pada penguatan pengawasan kesehatan keluarga. Sebagai implikasi kebijakan, temuan ini menuntut reformasi program kesehatan masyarakat setempat melalui pengalokasian sumber daya yang berfokus pada intervensi preventif-promotif guna menurunkan beban penyakit secara berkelanjutan.   Abstract This study aims to analyze public health characteristics in a specific region to establish a baseline for targeted intervention planning. Utilizing a descriptive quantitative approach surveying heads of households, the research delineates several critical health challenges. Key findings indicate elevated maternal risks associated with Chronic Energy Deficiency (CED) and medical complications, low utilization of effective family planning, and pervasive smoking behavior among male adolescents. Additionally, a high prevalence of hypertension among the elderly is further exacerbated by prevalent self-medication practices without professional supervision. These issues are compounded by undernourishment in toddlers and suboptimal environmental sanitation. Collectively, these insights underscore the urgency for integrated intervention strategies centered on health education and strengthened family health surveillance. In terms of policy implications, these results necessitate a strategic realignment of local public health programs toward preventive and promotive frameworks to sustainably mitigate the regional disease burden.
Penguatan Branding Desa Wayut Berbasis Aset Budaya melalui Tradisi Sedekah Sayur Silfiana Nisa Permatasari; Kinanti Puji Lestari; Widya Dara; Fitria Abbas Thalib; Eziah Ika Lubada; Selly Septi Fandinata
Bangun Desa: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/jbd.2026.5(1).1-12

Abstract

Abstrak Tradisi sedekah sayur merupakan salah satu aset budaya yang masih dilestarikan oleh masyarakat Desa Wayut dan memiliki potensi untuk mendukung penguatan identitas lokal desa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengoptimalkan tradisi sedekah sayur sebagai aset budaya dalam upaya membangun branding Desa Wayut berbasis kearifan lokal. Kegiatan dilaksanakan di Dusun 2 Wayut, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun menggunakan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) yang meliputi tahapan discovery, define, dream, design, dan destiny. Metode yang digunakan meliputi observasi, diskusi partisipatif, sosialisasi, dokumentasi, dan publikasi digital. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa tradisi sedekah sayur berhasil diidentifikasi sebagai aset budaya yang berpotensi menjadi identitas lokal Desa Wayut. Partisipasi masyarakat meningkat melalui keterlibatan dalam donasi, pengemasan, distribusi, serta publikasi kegiatan melalui media sosial. Selain itu, tradisi berkembang dari sedekah sayur menjadi sedekah sayur dan sembako sebagai bentuk penguatan kepedulian sosial masyarakat. Luaran kegiatan berupa dokumentasi dan publikasi digital yang mendukung promosi budaya lokal serta branding Desa Wayut.   Abstract The vegetable alms tradition is a cultural asset still preserved by the Wayut Village community and has the potential to support the strengthening of the village's local identity. This community service activity aims to optimize the vegetable alms tradition as a cultural asset in an effort to build Wayut Village branding based on local wisdom. The activity was carried out in Wayut Hamlet 2, Jiwan District, Madiun Regency using an Asset-Based Community Development (ABCD) approach that includes the stages of discovery, define, dream, design, and destiny. The methods used included observation, participatory discussions, socialization, documentation, and digital publication. The results of the activity showed that the vegetable alms tradition was successfully identified as a cultural asset that has the potential to become the local identity of Wayut Village. Community participation increased through involvement in donations, packaging, distribution, and publication of activities through social media. In addition, the tradition evolved from vegetable alms to vegetable and basic food alms as a form of strengthening community social awareness. The output of the activity was documentation and digital publication that supported the promotion of local culture and the branding of Wayut Village.
Edukasi Kesehatan dan Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular pada Lansia di Dukuh Pungkuran Ummi Fakhratun Kamilah; Aldianus Eet; Raihandika Abiyyu Tsabit Halim; Hogan Nesa Ibanes; Indah Sari Ladopo; Stevi Dinati; Awinda Nurahmadani Gafur; Listiya Nur Sabrina Amanti; Nada Aprilia; Isnaini Khasanatul Masruroh; Danang Prasetyaning Amukti
Bangun Desa: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/jbd.2026.5(1).36-50

Abstract

Abstrak Penyakit tidak menular (PTM) seperti hipertensi, diabetes melitus, dan obesitas merupakan masalah kesehatan utama pada kelompok lansia yang memerlukan upaya deteksi dini dan pendidikan berkelanjutan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesadaran kesehatan dan mencegah PTM melalui skrining kesehatan serta edukasi berbasis CERDIK menggunakan BOOKLET Dapur Sehat AntiPTM di Pos Pelayanan Terpadu Lansia (Posyandu Lansia) di Dusun Pungkuran, Bantul. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dengan edukasi interaktif menggunakan buku panduan kesehatan yang memuat pedoman CERDIK, resep sehat rendah gula, rendah garam, rendah lemak, serta informasi mengenai tanaman herbal (sirsak, kunyit, seledri), dilanjutkan dengan pengukuran tekanan darah, kadar gula darah, dan Indeks Massa Tubuh (IMT Kegiatan dilaksanakan di dua lokasi, yaitu Posyandu Pungkuran dan Posyandu Suren Kanoman. Sebanyak 53 lansia mengikuti kegiatan edukasi dan skrining hipertensi, sedangkan 34 lansia mengikuti pemeriksaan gula darah dan 39 lansia menjalani pengukuran IMT. Hasil skrining menunjukkan bahwa 30 lansia mengalami hipertensi derajat 1 dan 2, 5 lansia terindikasi diabetes melitus, dan 17 lansia mengalami kelebihan berat badan atau obesitas. Antusiasme masyarakat sangat tinggi, ditandai dengan partisipasi aktif dalam pemeriksaan dan diskusi interaktif mengenai tanaman obat (sirsak, kunyit, seledri) serta penerapan gaya hidup CERDIK. Pendekatan kunjungan rumah dilakukan untuk lansia dengan keterbatasan mobilitas egiatan ini berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya deteksi dini PTM dan pengendalian faktor risiko melalui perubahan perilaku sehat yang didukung booklet sebagai media pengingat di rumah.    Abstract Non-communicable diseases (NCDs) such as hypertension, diabetes mellitus, and obesity are major health issues among the elderly that require early detection efforts and continuous education. This community service activity aims to increase health awareness and prevent NCDs through health screenings and CERDIK-based education using BOOKLETS at the Integrated Health Service Post for the Elderly (Posyandu Lansia) in Dusun Pungkuran, Bantul. The method used is a participatory approach with interactive education using health guidebooks that include CERDIK guidelines, healthy low-sugar, low-salt, low-fat recipes, as well as information on herbal plants (soursop, turmeric, celery), followed by measurements of blood pressure, blood sugar levels, and Body Mass Index (BMI). The program was conducted at two locations: the Pungkuran Integrated Health Post (Posyandu) and the Suren Kanoman Integrated Health Post (Posyandu). Fifty-three elderly residents participated in hypertension education and screening, while 34 underwent blood sugar checks and 39 underwent BMI measurements. The screening results revealed that 30 elderly residents had grade 1 and 2 hypertension, 5 elderly residents were diagnosed with diabetes mellitus, and 17 elderly residents were overweight or obese. Public enthusiasm was very high, marked by active participation in check-ups and interactive discussions about medicinal plants (soursop, turmeric, celery) as well as the implementation of a CERDIK lifestyle. A home visit approach was carried out for elderly individuals with mobility limitations. This activity successfully increased public awareness of the importance of early detection of non-communicable diseases and controlling risk factors through healthy behavior changes, supported by a booklet as a reminder tool at home.  
Sosialisasi Lingkungan Sehat Cegah Penyakit Tidak Menular (PTM) dengan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) Diva Az Zahra; Putri Miftahul Khoiroh; Emelda; Daru Estiningsih; Muhammad Khoerul Habibi; Roichana Zulfa; Ainiyah Candrasari; Siti Fitriyah; Dwi Pangestu; Fryda Ayu Suryani; Isnaini; Muhammad Aziz Maulana
Bangun Desa: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/jbd.2026.5(1).62-72

Abstract

Abstrak  Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti diabetes melitus dan hipertensi masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Dusun Karet, Kalurahan Pleret, Kabupaten Bantul. Salah satu upaya preventif dan komplementer yang dapat dilakukan adalah pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai PTM dan pemanfaatan TOGA melalui sosialisasi dan demonstrasi pembuatan jamu herbal menjadi produk kesehatan yang dapat dinikmati oleh masyarakat. Metode sosialisasi yang digunakan yaitu metode ceramah dan sesi diskusi aktif oleh partisipan. Kelompok sasaran ialah masyarakat yang terdiri dari kader kesehatan dan PKK yang berada di Dusun Karet sebanyak 27 partisipan. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner pretest dan posttest yang mengukur aspek pengetahuan dan sikap. Hasil menunjukkan (Bagian A) bahwa rata-rata nilai pada kelompok pre-test dan post-test adalah 88,33 ± 1,55 dan 88,70 ± 1,82. Pada kuesioner sikap (Bagian B) diperoleh rata-rata nilai pada kelompok pre test dan posttest adalah   86,77 ± 2,74 dan 91,53 ± 2,05. Meskipun terjadi rerata nilai, hasil analisis statistic menunjukkan bahwa perbedaan tersebut tidak signifikan. Hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan masyarakat setelah dilakukan sosialisasi mengenai PTM dan TOGA. Dari analisis data pre test dan post test menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan.   Abstract Non-Communicable Diseases (NCDs) are diseases that cannot be spread from an infected person to another. Karet Hamlet, Pleret Village, Bantul Regency, has a significant number of diabetes and hypertension sufferers. As a preventive and complementary measure in addressing the threat of NCDs, the use of Family Medicinal Plants (TOGA) can be an alternative solution. Various types of garden herbs have properties in controlling NCD risk factors. However, public literacy regarding the processing of these medicinal plants is still minimal.  This community service aims to provide knowledge about NCDs through an educational approach to the introduction and utilization of TOGA as health products to the community. The socialization method used was a lecture method and active discussion sessions by participants. The target group was the community consisting of Health cadres and PKK (Family Welfare Movement) in Karet Hamlet, totaling 27 participants. In the knowledge questionnaire (Part A), the average scores obtained in the pre-test and post-test groups were 88.33 ± 1.55 and 88.70 ± 1.82. In the attitude questionnaire (Part B), the average scores for the pre-test and post-test groups were 86.77 ± 2.74 and 91.53 ± 2.05, respectively. This indicates an increase in public knowledge after the socialization of PTM and TOGA. Analysis of the pre-test and post-test data showed no significant differences.
Edukasi CERDIK dan Pemeriksaan Tekanan Darah sebagai Upaya Pencegahan PTM di Padukuhan Kanggotan, Bantul Regita Dhani Alfariz; Eva Nurinda; Intan Ardesta Cahyatama; Deanurbaity Rakham; Nur Hayatiningsih; Amanda Yasinta Putri; Anantian Mahendra Tirta Saputra; Ani Roihatul Janah; Anisa Banowati; Flinda Ulfah; Zulfa Rohmatun Nikmah; Muhammad Arya Duta; Muhammad Rifki Inisaputra
Bangun Desa: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/jbd.2026.5(1).51-61

Abstract

Abstrak Penyakit tidak menular (PTM), khususnya hipertensi, tetap menjadi beban kesehatan masyarakat yang signifikan karena kontribusinya yang besar terhadap angka kesakitan dan kematian. Rendahnya literasi masyarakat mengenai faktor risiko dan strategi pencegahan menjadi hambatan utama dalam upaya mengendalikan penyakit-penyakit ini. Kegiatan Pelayanan Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang penerapan gaya hidup CERDIK dan menganalisis korelasi antara usia dan tekanan darah. Studi ini dilakukan di Padukuhan Kanggotan, Bantul, melibatkan 50 peserta dewasa hingga lanjut usia. Tahapan pelaksanaan kegiatan ini meliputi persiapan, pelaksanaan edukasi kesehatan secara interaktif yang didukung media presentasi dan brosur, serta pemeriksaan tekanan darah menggunakan tensimeter digital sebagai bentuk skrining klinis. Keberhasilan program dievaluasi melalui pengisian kuesioner sebelum (pre-test) dan sesudah (post-test) intervensi untuk mengukur perubahan pengetahuan peserta, yang kemudian dilanjutkan dengan analisis uji korelasi terhadap data usia dan tekanan darah. Hasil analisis statistik menggunakan uji Wilcoxon signed rank test menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah intervensi dengan nilai p-value < 0,001 (p < 0,05). Selain itu, hubungan positif moderat teridentifikasi antara variabel usia dan tekanan darah dengan nilai r= 0,511 dan p-value < 0,001 (p < 0,05). Temuan ini menegaskan bahwa integrasi pendidikan gaya hidup CERDIK dengan skrining kesehatan merupakan strategi efektif untuk meningkatkan pengetahuan kesehatan dan memfasilitasi deteksi dini faktor risiko penyakit tidak menular di tingkat komunitas.   Abstract Noncommunicable diseases (NCDs), particularly hypertension, remain a significant public health burden due to their major contribution to morbidity and mortality rates. Low public awareness of risk factors and prevention strategies is a major obstacle to efforts to control these diseases. This Community Service activity aims to improve public understanding of the implementation of the CERDIK lifestyle and to analyze the correlation between age and blood pressure. This study was conducted in Padukuhan Kanggotan, Bantul, involving 50 participants ranging from adults to the elderly. The implementation stages of this activity included preparation, the delivery of interactive health education supported by presentation materials and brochures, and blood pressure checks using a digital sphygmomanometer as a form of clinical screening. The program’s success was evaluated through pre-test and post-test questionnaires to measure changes in participants’ knowledge, followed by a correlation analysis of age and blood pressure data. Statistical analysis using the Wilcoxon signed-rank test revealed a significant increase in knowledge following the intervention, with a p-value < 0.001 (p < 0.05). Additionally, a moderate positive correlation was identified between age and blood pressure, with a correlation coefficient (r) of 0.511 and a p-value < 0.001 (p < 0.05). These findings confirm that integrating the CERDIK lifestyle education program with health screenings is an effective strategy for improving health literacy and facilitating the early detection of risk factors for noncommunicable diseases at the community level.
Program Creative Youth Accelerator: Bootcamp Konten Digital untuk Duta Pariwisata Sumatera Utara Imran Karo Karo; Arsy Annisa Arsy Annisa; Sry Novita Tondang; Mutiara Fahmi
Bangun Desa: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/jbd.2026.5(1).13-25

Abstract

Abstrak Duta pariwisata memiliki peran strategis dalam promosi destinasi wisata di era digital, namun keterbatasan keterampilan produksi konten kreatif menjadi hambatan utama bagi para pemuda yang mengemban peran tersebut. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan persepsi pemahaman dan keterampilan 30 finalis Putra Putri Pariwisata Sumatera Utara dalam ekonomi kreatif, produksi konten digital, identifikasi potensi lokal, dan orientasi kewirausahaan. Metode yang digunakan adalah pelatihan berbasis training-based community service dalam bentuk program pengabdian dengan nama Creative Youth Accelerator, yakni bootcamp intensif satu hari yang mencakup sesi pemaparan materi, praktik langsung produksi konten digital, dan pendampingan individual. Desain evaluasi menggunakan pre-test dan post-test, serta instrumen talent mapping berbasis skala Likert (1–5). Hasil analisis statistik menunjukkan terdapat peningkatan keseluruhan dimensi yang signifikan (t(29) = −2,658; p = 0,013). Dimensi Orientasi Kewirausahaan menunjukkan hasil paling tinggi dibandingkan dimensi lainnya (Gain = +0.35; p = 0,002), sementara Digital Skill menjadi dimensi talent mapping terkuat (M = 4,32) dan Cultural Awareness memerlukan perhatian lebih lanjut (M = 3,77). Temuan ini mengkonfirmasi efektivitas format bootcamp mampu meningkatkan kapasitas duta pariwisata. Rekomendasikan program lanjutan yang berfokus pada penguatan cultural storytelling berbasis kearifan lokal.   Abstract Tourism ambassadors play a strategic role in promoting tourism destinations in the digital era; however, limited creative content production skills remain a primary challenge for young people entrusted with this responsibility. This community service activity aimed to enhance the self-perceived understanding and skills of 30 finalists of the North Sumatra Tourism Ambassador competition across four dimensions: creative economy, digital content production, local potential identification, and entrepreneurial orientation. The method employed was a training-based community service approach, implemented through a program designed by the team under the name Creative Youth Accelerator — a one-day intensive bootcamp comprising structured knowledge sessions, hands-on digital content production practice, and individual mentoring. The evaluation design utilized pre-test and post-test assessments, complemented by a talent mapping instrument based on a Likert scale (1–5). Statistical analysis revealed a significant overall improvement across all dimensions (t(29) = −2.658; p = 0.013). The Entrepreneurial Orientation dimension recorded the highest gain among all dimensions (Gain = +0.35; p = 0.002), while Digital Skill emerged as the strongesttalent mapping dimension (M = 4.32) and Cultural Awareness indicated the greatest need for further development (M = 3.77). These findings confirm that the intensive bootcamp format is effective in strengthening the capacity of tourism ambassadors. A follow-up program centered on cultural storytelling grounded in local wisdom is recommended as a priority for future development.
Meningkatkan Literasi dan Religiusitas Generasi Alpha Melalui Bimbingan Belajar dan Pendidikan Qur’an di Pekauman Anggi Aliani; Lathifatul Izzah; Lia Nur Aini; Nur Khayati; Agustin Anggraini; Rizal Arjunnajata; Bima Jerry Perkasa; Endang Sari Rahayu; Intan Wulandari; Nur Putri Awalia; Nurul Muslihah; Rangga Perdana
Bangun Desa: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/jbd.2026.5(1).73-82

Abstract

Abstrak Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi dan religiusitas Generasi Alpha di Kelurahan Pekauman, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal, Jawa Tengah, melalui program terpadu Bimbingan Belajar (Bimbel) dan Pendidikan Al-Qur’an (Program Generasi Qurani/Gen Q). Tujuannya adalah membentuk Generasi Qurani (Gen Q) yang memiliki keseimbangan antara kompetensi akademik dan religiusitas. Kegiatan dilaksanakan selama 1,5 bulan (Agustus - September 2025). Partisipan utama adalah 70 anak usia TK, mayoritas Sekolah Dasar, dengan didampingi mahasiswa, guru SD Negeri 7 Pekauman, pengajar TPQ, melibatkan orang tua, dan perangkat kelurahan. Program diberlangsungkan melalui 3 tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi dengan menggunakan metode partisipatif dan menyenangkan. Hasil program menunjukkan peningkatan signifikan. Nilai rata-rata mata pelajaran inti (Matematika dan Bahasa Indonesia) naik sekitar ±25%. Kemampuan membaca Al-Qur’an juga meningkat pesat. Peserta awalnya hanya mengenal huruf hijaiyah, kini mampu membaca surat pendek dengan lancar. Rata-rata hafalan surat pendek bertambah 3–5 surat. Selain itu, terlihat peningkatan kedisiplinan, kesopanan, keaktifan belajar, motivasi, dan terbentuknya kebiasaan religius, seperti shalat berjamaah dan membaca do’a sehari-hari. Hasil evaluasi menunjukkan seluruh indikator keberhasilan tercapai, yaitu peningkatan kemampuan literasi minimal 20%, peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an, bertambahnya hafalan, dan terbentuknya sikap yang lebih baik.   Abstract This community service initiative aims to improve the literacy and religious devotion of Generation Alpha in Pekauman Village, Tegal Barat Subdistrict, Tegal City, Central Java, through an integrated program combining Academic Tutoring (Bimbel) and Qur’anic Education (the Qur’anic Generation Program/Gen Q). The goal is to foster a Qur’anic Generation (Gen Q) that maintains a balance between academic competence and religious devotion. The program was conducted over 1.5 months (August–September 2025). The primary participants were 70 children—mostly elementary school students, though some were preschoolers—who were guided by university students, teachers from Pekauman State Elementary School 7, TPQ instructors, and involved parents and village officials. The program was carried out in three phases—planning, implementation, and evaluation—using participatory and engaging methods. The program results showed significant improvement. The average scores in core subjects (Mathematics and Indonesian Language) increased by approximately ±25%. The ability to read the Qur’an also improved rapidly. Participants, who initially were only familiar with the Hijaiyah alphabet, are now able to read short surahs fluently. On average, the number of short surahs memorized increased by 3–5 surahs. Additionally, there was an improvement in discipline, politeness, active participation in learning, motivation, and the development of religious habits, such as praying in congregation and reciting daily prayers. The evaluation results show that all success indicators were met, namely a minimum 20% improvement in literacy skills, improved ability to read the Qur’an, increased memorization, and the development of better attitudes.

Page 13 of 13 | Total Record : 130