Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

The Effect of an Educational Video on Physical Activity for Diabetes Prevention among Obese High School Students in Yogyakarta Jannah, Miftahul; Aji, Arif Sabta; Sari, Pramitha; Afifah, Effatul
Journal of Global Nutrition Vol 4 No 1 (2024)
Publisher : Ikatan Sarjana Gizi Indonesia (ISAGI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53823/jgn.v4i1.84

Abstract

The association of obesity with type 2 diabetes mellitus (T2DM) in adolescents has increased globally over the past 2 decades. Thus, it must be prevented and overcome with particular management. The study aimed to analyze the impact of video education on physical activity for the prevention of T2DM among obese high school students in Mergangsan district, Yogyakarta. This was a quasi-experimental study with one group pre and post-test design. Educational videos about the introduction to physical activity education were made and given to students. A total of 47 obese adolescents were recruited and tested for physical activity using the Physical Activity Questionnaire for Adolescents questionnaire. (PAQ-A). The data was processed and analyzed using the Wilcoxon test with SPSS version 23.0. The results of the study were obtained before video education, physical activity in students with obesity was classified as mild (66%). After the video education was given, the physical activity of the majority was moderate (78.7%). There was an association between video education media and physical activity for the prevention of diabetes mellitus in students (p<0.001). The school is expected to continue to provide health advice to students, especially on obesity students to prevent T2DM in adolescents, and the use of educational media with video will be more effective.
Sosialisasi Gaya Hidup CERDIK untuk Pencegahan PTM pada Siswa Kelas XII Madrasah Aliyah Mamba’ul Hikmah Magelang Ismalia, Anisa; Pratista, Sillphia Jaya; Hasyim, Ali Humaidi; Fadhila, Rifka; Putri, Eka Andaryani; Muniroh, Amanda Zuhratul; Nuha, Nailul Irfan Ulun; Husna, Nila Nurul; Hanafi, Khoirunnisa Nur; Rizal, Muhamad; Sari, Pramitha
Bangun Desa: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/jbd.2025.4(2).112-119

Abstract

Penyakit Tidak Menular (PTM) masih menjadi penyebab kematian yang mendominasi di Indonesia. Hipertensi adalah salah satu penyakit tidak menular yang dapat mulai terjadi sejak usia remaja. Sebanyak 10,7% dari 46 juta remaja di Indonesia terdeteksi sudah mengalami hipertensi. Faktor risiko yang menyebabkan hipertensi dapat terjadi di usia remaja adalah gaya hidup tidak sehat, pola makan yang tidak baik, kurangnya aktivitas fisik dan stres. Gerakan masyarakat CERDIK merupakan salah satu Upaya mencegah dan mengatasi hipertensi. Kegiatan sosialisasi CERDIK yang diadakan bagi siswa kelas XII Madrasah Aliyah Mambaul Hikmah ini bertujuan untuk meluaskan informasi terutama di lingkungan sekolah agar bahaya hipertensi dapat dicegah sejak dini. Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 11 September 2025 dengan metode penyuluhan oleh tiga pembicara yang berasal dari Puskesmas Dukun dan dosen prodi S1 gizi Universitas Alma Ata Yogyakarta. 51% peserta memiliki tekanan darah normal tinggi, 33% memiliki tekanan darah normal,15% mengalami hipertensi derajat 1 dan 1% termasuk hipertensi derajat 2. Kesimpulannya, sosialisasi CERDIK perlu dilakukan pada remaja agar informasi mengenai bahaya hipertensi beserta cara pencegahan dan mengatasinya dapat diketahui sejak dini.
Inappropriate complementary feeding practice as a risk factor of stunting in children aged 6-23 months Ariftiyana, Siska; Hadi, Hamam; Sari, Pramitha; Majidah, Nur Mukhlisoh; Rahayu, Herwinda Kusuma; Aliya, Lisana Shidiq; Lewis, Emma C
Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics) VOLUME 13 ISSUE 4, 2025
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/ijnd.2025.13(4).304-314

Abstract

Latar belakang: Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang utama di Indonesia, dengan target nasional untuk menurunkan prevalensinya menjadi 14% pada tahun 2024. Salah satu faktor penentu yang krusial adalah terjadi kesenjangan gizi muncul pada usia enam bulan pertama, ketika ASI saja tidak lagi memenuhi kebutuhan gizi bayi. Praktik pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) yang tidak tepat seperti inisiasi pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) terlalu dini, keragaman makanan yang terbatas, dan frekuensi makan yang tidak memadai menyebabkan kekurangan gizi, sehingga meningkatkan risiko stuntingTujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis indikator praktik pemberian makanan pendamping ASI sebagai faktor risiko terjadinya stunting pada anak usia 6-23 bulan.Metode: Sebuah studi kasus-kontrol tanpa matching dilakukan dari Desember 2022 hingga Januari 2023 di Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta, yang melibatkan 51 anak stunting dan 51 anak kontrol non-stunting. Pengumpulan data meliputi pengukuran antropometri, karakteristik ibu dan ayah, serta pendapatan rumah tangga. Regresi logistik digunakan untuk memeriksa hubungan antara stunting dan indikator praktik pemberian MPASI, termasuk pengenalan makanan pendamping ASI (MPASI) tepat waktu (TIMELY), Keragaman Pangan Minimum (MDD), Frekuensi Makan Minimum (MMF), Pola Makan Minimum yang Dapat Diterima (MAD), dan konsumsi pangan hewani (ASF).Hasil: Keragaman Pangan Minimum (MDD) yang tidak memadai (AOR = 5,17; 95% CI: 1,80-17,52) secara signifikan ditemukan sebagai faktor risiko signifikan untuk stunting. Indikator Diet Minimum yang Dapat Diterima (MDD) secara signifikan merupakan faktor protektif stunting (OR kasar = 0,38; 95% CI: 0,15-0,95). Indikator lain seperti waktu pengenalan makanan pendamping ASI pertama, Frekuensi Makan Minimum (MMF), TIMELY, MAD, MMF, dan konsumsi protein ASF tidak berhubungan dengan faktor risiko stunting.. Kesimpulan: Keragaman pangan yang terbatas telah diidentifikasi signifikan sebagai faktor risiko terhadap stunting. Temuan ini menekankan perlunya segera memperkuat intervensi yang mendorong keragaman pangan dan meningkatkan praktik pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) guna mengurangi prevalensi stunting di Indonesia.KATA KUNCI: anak usia 6-12 bulan; dietary diversity; mp-asi; praktik pemberian makan; stunting ASBTRACTIntroduction: Stunting remains a major public health problem in Indonesia, with a national target to reduce prevalence to 14% by 2024. A critical determinant is the nutritional gap that arises around six months of age, when breast milk alone no longer meets infants’ nutritional needs. Inappropriate complementary feeding (CF) practices such as early initiation, limited dietary diversity, and inadequate meal frequency contribute to insufficient nutrient intake, thereby increasing the risk of stunting.Objectives: This study aimed to analyze complementary feeding practice indicators as risk factors for stunting among children aged 6–23 months.Methods:  An unmatched case–control study was conducted from December 2022 to January 2023 in Pajangan District, Bantul Regency, Yogyakarta, involving 51 stunted children and 51 non-stunted controls. Data collection included anthropometric measurements, maternal and paternal characteristics, and household income. Logistic regression was used to examine the associations between stunting and CF practice indicators, including timely introduction of complementary foods (TIMELY), Minimum Dietary Diversity (MDD), Minimum Meal Frequency (MMF), Minimum Acceptable Diet (MAD), and animal-source food consumption (ASF).Results: Inadequate MDD (AOR = 5.17; 95% CI: 1.80-17.52) was found to be significant risk factors for stunting. Other indicators such as TIMELY, MAD, MMF, and ASF were not related to stunting.Conslusion: Limited dietary diversity was identified as significant risk factors for stunting. These findings highlight the urgent need to strengthen interventions that promote dietary diversity and improve complementary feeding practices to reduce stunting prevalence in Indonesia. KEYWORDS: complementary feeding; dietary diversity; minimum meal frequency; minimum acceptable-diet; stunting
Komitmen perangkat desa dalam upaya percepatan penurunan stunting: Studi kualitatif di Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang Arifin, Syuja' Rafiqi; Paratmanitya, Yhona; Sari, Pramitha; Ahmad, Aripin; Safira, Ferissa
Jurnal SAGO Gizi dan Kesehatan Vol 5, No 3B (2024): Nopember
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/gikes.v5i3B.1840

Abstract

Background: In 2021, the Indonesian government aims to reduce the stunting rate to 14% by 2024. Efforts to accelerate stunting reduction have five strategic pillars, including commitment and leadership vision. The national strategy for accelerating stunting reduction is through strengthening commitment and strengthening the vision of leadership, as stated in Presidential Regulation No. 72 of 2021.Objectives: To identify the commitment of village officials in Pakis District through perceptions, efforts, and the role of village officials in accelerating stunting reduction so far in Pakis District, Magelang Regency.Method: The research method used a phenomenological qualitative approach with data collection using in-depth structured interview techniques. The main informants in this study were the village head, village secretary, and village treasurer, and the supporting informants were the hamlet heads. The research was conducted during the community service program and KKN-T Gotong Royong Prevent Stunting (Gong Ceting), which was conducted from October to December 2022. The research location was in 3 villages in Pakis Sub-district, namely: Kenalan Village, Gumelem Village, and Jambewangi Village. The limitation of this research is to identify commitment in efforts to accelerate stunting reduction.Results: The results of the study illustrate that there is a commitment of Pakis District village officials to accelerating the reduction of stunting. This study illustrates that village officials have played a role and made efforts to accelerate stunting reduction in the village. In realizing and growing organizational commitment, there are three aspects that are considered, namely: perception, role, and effort.Conclusion: This study illustrates that village officials in Pakis Sub-district are committed to accelerating stunting reduction.