cover
Contact Name
Daru Estiningsih
Contact Email
daru_estiningsih@almaata.ac.id
Phone
+6281328739496
Journal Mail Official
bangundesa@almaata.ac.id
Editorial Address
LPPM Universitas Alma Ata Jl. Brawijaya 99, Yogyakarta 55183 Telp : (0274) 434 2288,(0274) 434 2270 Email: pengabmas@almaata.ac.id
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Bangun Desa : Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 29884225     DOI : http://dx.doi.org/10.21927/jbd
Bagun Desa adalah Jurnal yang memuat hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat dikelola oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Alma Ata. Bangun Desa merupakan jurnal pengabdian yang mencakup kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat yang terkait dengan kesehatan, ekonomi, pendidikan, agama, informasi dan teknologi serta sosial humaniora dipertimbangkan dan disetujui oleh Tim Editorial. Bangun Desa terbit sebanyak dua kali dalam satu tahun yaitu pada bulan Juni dan Desember.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 123 Documents
Pemanfaatan Tempe Sebagai Bahan Dasar Pembuatan Brownies (Brotela) di Dusun Bromo, Desa Kalinegoro, Magelang Salsafia, Aisyah; Rachma, Annisa Yunia; hidayat, kukuh; Sari, Indah; Hariawan, Desi Antika; Dewi, Egy Rizqika; Septiani, Nyayu Hindun; soraya, muna; Rizqi, Wahyu; Wahyuda, Dinil Qowim; Hidayat, Muhammad; Kurniasari, Yulinda
Bangun Desa: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/jbd.2023.2(2).69-76

Abstract

Berdasarkan Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022, prevalensi balita stunting di Kota Magelang sebesar 13,9%. Menurut Informasi Rekap Hasil Pendampingan Keluarga 2023 di desa Kalinegoro jumlah risiko stunting baduta yaitu 2 orang dan ibu hamil yaitu 7 orang. Maka dari itu KKN UAA melakukan sebuah eksperimen pembuatan produk untuk menurunkan angka stunting di Kota Magelang dengan berinovasi brownies tempe dan labu kuning. Pengembangan produk pangan berbasis kearifan lokal dengan menggunakan bahan dari UMKM masyarakat di Desa Kalinegoro yaitu tempe sebagai bahan utama pembuatan brownies, untuk menjadi bahan dasar pengganti tepung terigu dan pemanfaatan UMKM. Menggunakan metode eksperimen dengan teknik analisis dalam pengembangan produk. Penelitian eksperimen bertujuan untuk mengetahui kualitas rasa, aroma, tekstur, lama daya tahan, biaya, serta menambah wawasan dalam mengolah dan menambah aneka olahan dari tempe dan labu kuning. Tempe mengandung zat besi, asam folat, dan vitamin B12 serta memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Labu kuning juga mengandung antioksidan sebagai penangkal radikal bebas dan penyakit kanker. KKN-T Alma Ata bekerja sama dengan pihak Puskesmas, ibu-ibu PKK, dan para kader Posyandu di setiap dusun untuk memperkenalkan olahan tempe berupa brownies. Dalam kegiatan ini masyarakat sebagai sasarannya. Dengan perwakilan kader dan PKK disetiap dusun untuk mengikuti program kegiatan pembuatan brownies tempe dan labu. Sehingga dari perwakilan kader dan PKK disetiap dusunnya diharapkan dapat memberikan informasi kepada seluruh masyarakat di semua dusun. Kegiatan sosialisasi dan demonstrasi pembuatan makanan sehat berupa brownies tempe dan labu ini mendapatkan respons positif dari masyarakat.Keywords : Brownies, Tempe, Labu Kuning, Stunting
Sosialisasi Cegah Stunting dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) pada Balita di Desa Bojong, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang Cahya, Rahmawati Dwi; Rosnaeni, Febriana; Safitri, Safitri; Sandi, Amalia; Zulyarti, Zulyarti; Sukmaningtias, Nanda; Soleha, Maratus; Idayanti, Idayanti; Titasari, Ilma Silvia; Muqoddas, Muhammad Faqih; Rafly, M.; Pasha, Aldi Hakim; Salim, Ahmad
Bangun Desa: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/jbd.2023.2(2).77-82

Abstract

Stunting atau pendek merupakan suatu kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekuranan gizi kronis terutama dalam 1000 hari pertama kehidupan (HPK) sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Prevalensi stunting di indonesia sebanyak 21,6%. Target penurunan stunting di Indonesia ditetapkan sebesar 14% pada tahun 2024. Salah satu upaya penanggulangan stunting pada balita adalah dengan edukasi kepada masyarakat dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan kesadaran akan pencegahan stunting, serta edukasi dalam pemberian makanan tambahan (PMT) dengan memanfaatkan bahan makanan berasal dari lokal, metode yang digunakan adalah ceamah dan tanya jawab antara peserta dan narasumber. Keberhasilan kegiatan sosialisasi terlihat dari antusiasme dari peserta yang turut hadir dalam kegiatan sosialisasi. Masyarakat di Desa Bojong aktif berpartisipasi dalan kegiatan yang dilakukan yang mana peserta melakukan feedback (diskusi tanya jawab) terkait dengan materi yang telah disampaikan oleh narasumber. Kata kunci: Sosialisasi, Stunting, PMT
Pelaksanaan Sosialisasi Isi Piringku dan Plating Competition Sebagai Bentuk Edukasi Pencegahan Stunting Oleh Mahasiswa KKNt 14 Universitas Alma Ata Yogyakarta di Desa Podosari Nuranissa, Tiyas Marcella; Ariani, Rizki Dwi; Berliana Putri, Sely Nanda; Athari, Dhea Azra; Wijiarto, Wenang Yusuf; Fataa, Ahmad Ainul; Khasanah, Ika Nurul; Putri, Sabilla Amalia; Mustaqim, Nadiyah Alimah; Wibowo, Ardy
Bangun Desa: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/jbd.2023.2(2).96-103

Abstract

Stunting adalah suatu kondisi gagal tumbuh pada anak dimana tinggi badan anak <-2SD menurut tabel Z-Score WHO. Terdapat beberapa faktor yang dapat menyebabkan terjadinya masalah stunting pada anak, salah satunya adalah tidak optimalnya praktik pemberian makan pada anak. Tujuan dilaksanakannya Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini yaitu sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu mengenai cara pencegahan stunting melalui edukasi dengan program sosialisasi dan perlombaan mengenai praktik pemberian makan yang tepat berdasarkan acuan isi piringku dan AKG pada anak. Sebanyak ±30 ibu yang memiliki anak balita ikut dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Metode pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat yaitu sosialisasi yang dikombinasikan dengan perlombaan Isi Piringku yang menerapkan mengenai praktik pemberian porsi dan komponen makanan yang dilakukan oleh ibu berdasarkan indikator praktik pemberian makan menurut acuan isi piringku dan Angka Kecukupan Gizi (AKG) oleh Kemenkes.
Pencegahan Stunting Melalui Edukasi Pentingnya ASI Ekslusif dan Demonstrasi PMT Pada Ibu Hamil dan Menyusui di Desa Bondowoso Kab. Magelang, Jawa Tengah Rabinu, Sapia; Sumarni, Sumarni; Asttuti, Desi Fitri; Amiruddin, Fatach; Ana, Melly; Senorita, Putri; Peuhulu, Rosmawati; Amaliah, Mutiara; Hidayah, Siti Nurul; sa’adah, Nur Salamatus; Darmawan, Yogi Dwiki; Yulanda, Yulanda
Bangun Desa: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/jbd.2024.3(1).8-16

Abstract

Stunting dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada anak. Angka stunting di Indonesia masih cukup tinggi. Salah satu solusi untuk permasalahan stunting di Indonesia adalah pemberian ASI eksklusif. Kandungan dalam ASI dapat berperan sebagai zat pembangun, zat pengatur, dan zat tenaga. Pentingnya edukasi mengenai ASI eksklusif menjadi salah satu cara pencegahan stunting pada anak. Jawa Tengah merupakan salah satu provinsi yang paling besar prevalensi pendek (stunting) diatas angka nasional dengan prevalensi stunting pada tahun 2020 sebesar 13,8%. Pelaksanaan edukasi ASI eksklusif pada ibu hamil di Desa Bondowoso Kab. Magelang, Jawa Tengah menggunakan metode penyuluhan dan demonstrasi kepada 10 orang ibu hamil dan menyusui. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang bahaya stunting dan manfaat ASI Eksklusif yang kaya gizi dan murah dalam pencegahan stunting. Kegiatan yang dilakukan berupa edukasi manfaat pemberian ASI Eksklusif dan zat gizi yang terkandung dalam ASI dilanjutkan demonstrasi masak PMT untuk Ibu-Ibu di Desa Bondowoso Kab. Magelang, Jawa Tengah. Hasil dari pengabdian ini Ibu-ibu dapat mengetahui pentingnya pemberian ASI Eksklusif untuk mengurangi angka kejadian stunting. Diharapkan setelah dilakukan edukasi masyarakat khususnya ibu yang memiliki bayi dan wanita usia subur, pasangan suami istri dapat menerapkan pemberian ASI Eksklusif guna menekan angka kejadian stunting.Kata Kunci : Edukasi, Stunting, Asi Ekslusif, Ibu Hamil Dan Menyusui
Sosialisasi Pencegahan Stunting Melalui Program Bantar Sejajar dan Peningkatan Kesedaran Masyarakat dengan Pemenuhan Gizi di Desa Danurejo, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang Maulana, Muhammad Amin; Nurjanah, Raudah; Astutik, Revani Dwi Putri; Permana, Yogi; Susanti, Efri; Qomaruzzaman, Salis Nizar; Alfiani, Vini; Fajrin, Syilvia; Merindyasakly, Ratna; Qutratuaini, Nabila Hasna; Fatika M, Nivia; Sinai, Aldea Mulia
Bangun Desa: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/jbd.2024.3(1).1-7

Abstract

Masalah status gizi anak yang dikenal dengan stunting ditandai dengan PB/U atau TB/U, dimana hasil pengukurannya berada dalam ambang batas (Z-Score) <-2 SD sampai dengan -3 SD (pendek/stunted) dan <-3 SD (sangat pendek/sangat kerdil) dalam standar antropometri penilaian status gizi anak. Berdasarkan temuan Kajian Status Gizi Indonesia (SSGI) Kementerian Kesehatan (Kemenkes), sebanyak 24,4% balita di Indonesia mengalami stunting pada tahun 2021. Pada tahun 2024, Indonesia diharapkan dapat menurunkan angka stunting sebesar 14%. Berdasarkan hasil observasi pada balita di desa Danurejo, Mertoyudan, Magelang  pola makan masih kurang baik dalam pemberian makan sehingga anak beresiko mengalami stunting. Masalah yang dialami di Desa Danurejo ini yaitu balita yang sulit dan tidak mau mengkonsumsi sayuran serta adanya distraksi dalam pemberian makan seperti saat memasuki waktu makan anak diberikan gadget agar anak tidak rewel. serta anak dibiarkan untuk jajan sembarangan tanpa ada pembatasan. Mendidik masyarakat untuk meningkatkan informasi dan kesadaran mengenai pencegahan stunting merupakan salah satu strategi yang digunakan untuk memerangi stunting pada balita. Pendekatannya terdiri dari pengenalan visual, ceramah, dan sesi tanya jawab dengan audiens. Peserta yang berasal dari TK Pratiwi sebanyak 50 orang dan SD Danurejo sebanyak 50 orang, sasaran program ini adalah orang tua, wali kelas, dan siswa.Kata kunci : stunting, upaya pencegahan, Magelang, status gizi
Gyoza Ikan Bandeng Sebagai Inovasi Pangan Lokal Desa Juwiring Untuk Penurunan Angka Stunting Pamungkas, Srilya Putri; Safitri, Aisyah Nur; Alfaid, Ahmad; Harvianty, Widya; Khoiriyah, Fariqotul; Lestari, Prasetya
Bangun Desa: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/jbd.2023.2(2).104-110

Abstract

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh kembang balita yang ditandai dengan tubuh lebih pendek dari anak seusianya sehingga berpengaruh pada kecerdasan otak. Prevalensi balita yang mengalami stunting di Indonesia sebanyak 21,6% pada tahun 2022 dan telah ditetapkan target prevalensi stunting sebesar 14% pada tahun 2024, sehingga diperlukan upaya penanggulangan balita stunting dengan cara memberikan edukasi kepada masyarakat dalam rangka peningkatan pengetahuan dan kesadaran akan pencegahan stunting serta melakukan pelatihan pengolahan produk pangan sehat berbasis potensi pangan lokal. Pelaksanaan program ini didasarkan pada hasil kegiatan familiarisasi dan assessment yang dilakukan dengan menggunakan teknik Participatory Rural Appraisal (PRA) bersama masyarakat setempat. Peningkatan pemahaman dapat dilihat dari antusias masyarakat desa yang berperan aktif dan antusias dalam proses diskusi, serta dilihat dari masyarakat yang berhasil mempraktikkan pelatihan sesuai dengan materi yang telah disampaikan.
Edukasi Pola Konsumsi Gizi Seimbang dan Penerapan Sanitasi 6 Langkah Mencuci Tangan sebagai Upaya Penurunan Risiko Stunting di Desa Cepiring Kec. Cepiring-Kendal Rahmawati, Eli
Bangun Desa: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/jbd.2023.2(2).111-120

Abstract

Stunting adalah pertumbuhan yang terhambat akibat kekurangan asupan gizi dalam jangka waktu yang lama. Stunting menjadi isu serius di Indonesia, terutama di daerah perdesaan, salah satunya Desa Cepiring. Faktor-faktor terjadinya stunting dipengaruhi oleh pola asuh yang tidak memadai, terutama selama periode 1.000 hari pertama kehidupan. Tujuan kegiatan edukasi pola konsumsi gizi seimbang dan penerapan sanitasi 6 langkah mencuci tangan dilakukan sebagai salah satu upaya pencegahan dan penekanan risiko stunting. Metode yang digunakan berupa sosialisasi dan edukasi yang dilaksanakan dalam dua lokasi. Pertama, tanggal 15 Agustus 2023 di SDN 1 Cepiring diikuti oleh 24 peserta dan lokasi kedua dilaksanakan pada tanggal 28 Agustus 2023 di SDN 2 Cepiring diikuti oleh 30 peserta. Untuk mengetahui tingkat pengetahuan anak tentang gizi seimbang dan peneraparan sanitasi 6 langkah cuci tangan dilakukan dengan cara memberikan pre-test yang kemudian menghasilkan rata - rata pengetahuan anak untuk  pola gizi seimbang sebesar 73,25 % dan untuk sanitasi 6 langkah cuci tangan sebesar 82,67 %. Hasil yang didapat setelah kegiatan ini adalah peningkatan pengetahuan peserta terhadap pola konsumsi gizi seimbang dan keterampilan dalam penerapan sanitasi 6 langkah mencuci tangan. Hasilnya adalah Peningkatan pengetahuan dan keterampilan ditunjukkan dengan praktik, presentasi, dan tanya jawab secara langsung dengan presentase untuk pola konsumsi gizi seimbang menjadi 89,58 % sedangkan untuk sanitasi 6 langkah mencuci tangan menjadi 98,67%. Hal ini membuktikan bahwa sosialiasi dan edukasi yang dilakukan berhasil untuk meningkatkan pengetahuan tentang pola konsumsi gizi seimbang dan sanitasi 6 langkah cuci tangan yang baik.Kata kunci: stunting, gizi seimbang, penerapan sanitasi
Optimalisasi Pemanfaatan Ikan Patin Melalui Modifikasi Makanan Berbahan Dasar Ikan " Fish Finger " Dalam Upaya Pencegahan Stunting di Desa Karangayu Ramadhani, Ulin Nuha; Pramasti, Anisa Eka; Tritami, An’nisa Dian; Prafidani, Fadhila Rahmi; Munawaroh, Milatul; Mubarok, Muhammad Rifki; Astina, Mutiara Andin; Allia, Nik Nor; Renyaan, Ninsya; Ikhsannudin, Nur Ahmad; Aisya, Siti; Susanto, Susanto; Abdullah, Ahmad Anis
Bangun Desa: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/jbd.2023.2(2).83-88

Abstract

Stunting merupakan penggambaran dari status gizi kurang yang bersifat kronik pada masa pertumbuhan dan perkembangan sejak awal kehidupan. Kejadian stunting dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti karakteristik keluarga dan balita serta asupan zat gizi yang kurang disertai dengan terjadinya penyakit infeksi pada anak. Adapun data di Puskesmas desa karangayu yaitu terdapat 22 balita (% stunting: 9,3%) -> pd bulan februari, Jumlah balita ada 254, Jumlah balita yang diukur ada 236 ( Nb : sampai bulan februari karena data nya valid ). Metode yang kami berikan terhadap masyarakat yaitu melalui sosialisasi di balai desa dengan menggunakan materi dan contoh makanan yang sudah kami siapkan dari bahan ikan patin " Fish Finger ". Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat desa karangayu supaya berhati-hati dalam memilih bahan makanan untuk disajikan terhadap buah hati, supaya terhindar dari kekurangan gizi. Kata kunci: Stunting, ikan patin, modifikasi
Gerakan Pencegahan Stunting Melalui Sosialiasi Bersama Pemuda IPNU DAN IPPNU Desa Tengki Kecamatan Brebes Kabupaten Brebes Solihah, Siti Warkhatun; Krisdiyanto, Ahmad; Dwi Rahayu Lestari, Lia Kholifah; Hasbi, M.Zidny Nafi'
Bangun Desa: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/jbd.2024.3(1).17-21

Abstract

Abstract Stunting is a condition where growth failure in children occurs due to chronic malnutrition over a long period of time, thus hampering growth and development. In this research we used an observation method where we went directly into the field with health workers to see what conditions were in the community of Tengki Village, Brebes. . The population and sample in this research were all Tengki residents. Efforts to prevent stunting that can be made are by providing adequate nutritional intake from the fertilization of the egg until the child is 2 years old,providing exclusive breast milk until the baby is 6 months old, and ensuring that the child receives complete immunization. The conclusion of this research is the prevention of stunting in the Tengki Village area, Kab. Brebes can be done through the observation and socialization stages. This activity started with observations carried out by all members of KKNT group 6 of Tengki Village, Brebes Regency, counseling activities regarding stunting prevention were attended by 50% of Tengki Village teenagers and education on the provision of additional food was provided by 80% of the Tengki Village community.Key words: stunting, KKN-T, prevention.
Edukasi Kesehatan Reproduksi Masa Pra-konsepsi sebagai Upaya Pencegahan Stunting pada Kader Posyandu Remaja di Desa Tegalrejo, Kecamatan Gedangsari, Gunung Kidul, Yogyakarta Purnamasari, Sintha Dewi; Pratiwi, Arantika Meidya; Hositanisita, Hastrin
Bangun Desa: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/jbd.2023.2(2).47-53

Abstract

Stunting pada anak masih menjadi masalah diseluruh dunia. Pada tahun 2016, didapatkan 22,9% atau 15,8 juta anak balita menderita stunting. Hasil RISKESDAS 2018 menunjukkan prevalensi stunting di Indonesia 30,8%. Artinya tiga dari sepuluh anak di bawah usia lima tahun mengalami gangguan pertumbuhan yang akan mengakibatkan gangguan berpikir dan berkurangnya kecerdasan. Stunting disebabkan oleh faktor multi dimensi, salah satunya karena kurangnya pengetahuan. Kegiatan pengabdian ini berupa pemberian edukasi kesehatan terkait kesehatan reproduksi masa prakonsepsi kepada 30 kader posyandu remaja di Desa Tegalrejo. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini melalui ceramah, tanya jawab, pemberian modul, dan pemberian soal pretest dan post test untuk mengukur perubahan pengetahuan kader posyandu remaja. Hasil kegiatan ini, terjadi peningkatan pengetahuan kader yang diketahui dari peningkatan skor rerata pengetahuan peserta dari rerata nilai 64,48 pada saat sebelum edukasi, menjadi 84,83 setelah edukasi diberikan. Hasil analisis statsitik menggunakan paired t-test didapatkan nilai p-value 0,000 yang artinya ada perbedaan yang signifikan antara tingkat pengetahuan kader sebelum edukasi dengan setelah edukasi

Page 9 of 13 | Total Record : 123