cover
Contact Name
-
Contact Email
journal@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
journal@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Sekaran, Gunung Pati, Semarang, Provinsi Jawa Tengah, 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana
ISSN : -     EISSN : 26866404     DOI : -
Core Subject : Education,
Seminar nasional Pascasarjana merupakan kegiatan rutin yang dilakasanakan oleh Pascasarjana UNNES. Tahun 2018 adalah kali ke 5 pelaksanan yang diselenggarakan oleh Kampus yang telah berubah alamat dari lokasi di Kampus Bendan Ngisor berpindah di Kampus Kelud Utara III Kecamatan Gajahmungkur kota Semarang. Kegiatan akademik ini merupakan kerjasama yang sinergi antar enam Kampus Pascasarjana LPTK di Indonesia.
Articles 171 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1 (2019)" : 171 Documents clear
Model Peningkatan Sumber Daya Pendidik Pada Madrasah Ibtidaiyah Inklusi Menghadapi Era Society 5.0 dan Revolusi Industri 4.0 A M Wibowo; Fakhruddin Fakhruddin; Achmad Rifai; Titi Prihatin
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan kualitas pendidikan merupakan salah satu prasyarat agar madrasah inklusi bersaing pada erasociety 5.0 dan revolusi industry 4.0. Keberadaan madrasah inklusi sebagai lembaga pendidikan Islam yangmelayani peserta didik dengan kebutuhan khusus tidak terlepas dari persaingan global tersebut. Kualitassumber daya pendidik madrasah inklusi memegang peran penting dalam proses peningkatan kualitaspembelajaran di satuan pendidikan. peningkatan kualitas pendidikan tersebut merupakan suatu proses yangterintegrasi dengan proses peningkatan kualitas sumber daya pendidik itu sendiri. Tulisan ini mencobamengkaji model peningkatan sumber daya pendidikan terutama guru madrasah inklusi dalam rangkameningkatkan kualitas pendidikan bagi peserta didik normal dan peserta didik dengan kebutuhan khusus padasubyek penelitian Madrasah Ibtidaiyah (MI) Maarif Keji di Kabupaten Semarang di tengah era society 5.0 danrevolusi industry 4.0. Dengan menggunakan metode kualitatif penelitian ini berhasil menemukan 3 temuanterkait langkah langkah mengelola madrasah inklusi yaitu; melakukan perencanaan sumberdaya guru inklusi,inventory sumber daya manusia guru, dan menerapkan strategi pembelajaran inklusi pada madrasah ibtidaiyahMI Maarif Keji.
Tantangan Guru Madrasah di Abad 21: Peningkatan Sumber Daya Manusia Guru Madrasah Berbasis Diklat di Era 4.0 Amiroh Ambarwatia; Totok Sumaryanto Florentinus; Rusdarti Rusdarti; Achmad Rifai
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sumber daya manusia menjadi jawaban atas kualitas guru madrasah di abad 21 dengan tantangan dantanggung jawab semakin berat. Upaya pendidikan dan pelatihan yang disesuaikan dengan keterampilan di era 4.0 diharapkan mampu meningkatkan sumber daya manusia guru madrasah. Penelitian ini bertujuanmengeksplorasi tantangan guru madrasah di abad 21 dan pendidikan pelatihan berbasis era 4.0. Penelitian ini menggunakan studi literatur. Hasil penelitian ini adalah keterampilan guru di abad 21 serta konsep pendidikan dan pelatihan di era 4.0. Kesimpulan dalam penelitian ini (1) pendidikan dan pelatihan harus memiliki sintaks dari alur critical thingking, yaitu: disposition, criteria, argument, reasoinig, point of view, dan procedures of applying criteria; (2) pendidikan dan pelatihan menggunakan problem based learning; (3) pendidikan dan pelatihan harus menggunakan metode blended learning, yaitu menggabungkan metode konvensional dengan metode berbasis e-learning
Implementasi Kebijakan Penerimaan Peserta Didik Baru Sistem Zonasi Terhadap Proses Pembelajaran Berbasis Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi (HOTS) Amma Safina Saradifa; Eva Yulita
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengan adanya sistem zonasi pada penerimaan peserta didik baru, pemerintah mengharuskan siswamenempuh pendidikan di sekolah yang sesuai dengan domisili masing-masing. Kebijakan ini diharapkanmampu menyamaratakan kualitas pendidikan di seluruh Indonesia. Namun, pelaksanaan hal tersebut tidakselaras dengan adanya prosedur Kurikulum 2013 revisi 2018 yang menetapkan adanya kemampuan berfikirtingkat tinggi pada siswa didalam setiap proses pembelajaran, khususnya pembelajaran bahasa. Penelitian inibertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan implementasi kebijakan penerimaan peserta didik barusistem zonasi terhadap proses pembelajaran berbasis High Order Thinking Skills (HOTS) di salah satu SekolahMenengah Atas kota Pekalongan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif.Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dokumen dan interview terhadap salah satuguru bahasa Inggris di SMA tersebut. Hasil penelitian menunjukkan: (1) tingkat keberhasilan guru dalammerancang perencanaan pembelajaran sudah berada pada kategori baik, (2) guru mengalami beberapakesulitan dalam melaksanakan proses pembelajaran dan penilaian berbasis HOTS dalam sistem zonasi, dan (3)beberapa dampak dari kebijakan sistem zonasi terhadap proses pembelajaran berbasis HOTS.
Pengembangan Sistem Informasi Manajemen dalam Peningkatan Mutu Layanan Pendidikan dan Android di Era Revolusi Digital (Society 5.0 dan Revolusi Industri 4.0) Andi Mardiana Paduppai; Wahyu Hardyanto; Agus Hermanto; Amir Yusuf
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang masalah di era revolusi digital (Society 5.0 dan Revolusi Industri 4.0) untukpeningkatkan layanan pendidikan di sekolah, Lembaga pendidikan dikatakan berhasil apabila mampumemenuhi semua kebutuhan pelanggan (siswa, guru, orang tua, dan masyarakat). Rumusan masalah dantujuan dalam penelitian ini adalah bagaimana informasi dalam pendidikan memanfaatkan sistem informasimanajemen sebagai penunjang layanan. Secara sederhana SIM merupakan sarana yang tepat yang dapatmengantarkan organisasi informasi mengkoordinasikan segenap aspek kebutuhan dalam peningkata mutupendidikan.Pendekatan penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan modelpengembangan Borg & Gall dengan langkah-langkah: (1) studi pendahuluan, (2) studi pengembangan, dan (3)tahap validasi model, (4) hasil model final, dan (5) uji coba terbatas. Teknik sampling yang digunakan adalahpurposive sampling dengan sekolah yang menggunakan SIM di sekolah SMA Makassar. Hasil pengembanganmodel dalam penelitian ini adalah model layanan SIM berbasis Android untuk meningkatkan pelayanan mutuSMA Makassar, yang terdiri dari: 1) rasional, 2) visi dan misi, 3) tujuan, 4) isi/materi layanan SIM berbasisAndroid, 5) pendukung sistem, 6) prosedur pelaksanaan layanan, dan 7) evaluasi dan tindak lanjut. Disarankandapat melaksanakan SIM yang lebih inovatif dan kreatif dengan layanan berbasis android, karena terbuktiefektif untuk meningkatkan layanan mutu pendidikan di SMA Makassar.
Pengembangan Pembelajaran Mandiri Melalui Pendampingan Modul Berbasis Hots untuk Meningkatkan Grit dan Kemampuan Koneksi Matematis Andi Setyoningrum; Sukestiyarno Sukestiyarno
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya kemampuan koneksi matematis materi pecahan kelas VI dipengaruhi oleh lemahnya kegigihanyang dimiliki oleh siswa. Penelitian ini menerapkan pembelajaran mandiri melalui pendampinganmenggunakan bahan ajar modul berbasis HOTS bermuatan Grit. Pada pembelajaran ini siswa dipacu untukbelajar dari modul tanpa tatap muka di kelas tetapi diberi pendampingan bila ada masalah melalui komunikasijejaring sosial atau bertemu secara terprogram. Isi modul memuat soal tingkat tinggi (HOTS) sehingga siswadituntut berjuang secara mandiri menguasai konsep (grit). Tujuan penelitian (1) mendapatkan modul yangvalid, (2) Pembelajaran mandiri dengan pendampingan yang efektif dalam meningkatkan kemampuan koneksimatematis. Digunakan metode penelitian pengembangan. Subyek penelitian Siswa kelas VI SDN 3Manggungsari. Variabel penelitian kemandirian belajar dan kemampuan koneksi matematis. Data diolahdengan uji ketuntasan, uji Gain, dan uji regresi. Hasil penelitian menunjukkan, (1) bahan ajar yangdikembangkan dalam kategori valid dengan skor 4,1 dari skor maksimal 5; (2) Pembelajaran memenuhikriteria efektif, yaitu kemampuan komunikasi siswa mencapai standar skor di atas 70, terdapat pengaruhpositif kemandirian belajar terhadap kemampuan koneksi matematisnya sebesar 62,2%. Penelitian ini memberisimpulan bahwa anak usia sekolah dasarpun dapat dituntut mandiri dalam belajar keilmuan. Dengan catatanada sarana prasarana belajar yang mencukupi, serta diberi pendampingan disaat mereka menjumpai persoalan.
Etnomatematika dalam Perspektif Problematika Pembelajaran Matematika: Tantangan pada Siswa Indigenous Andi Saparuddin Nur; Y L Sukestiyarno; Iwan Junaedi
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran matematika di era disruptif saat ini membutuhkan ragam inovasi agar mampu memberikan ruangnalar dan komunikasi yang adil untuk setiap siswa. Matematika memiliki relevansi dengan berbagai aktivitasbudaya di dalam masyarakat yang dinamakan etnomatematika. Menghubungkan etnomatematika pada kontekspedagogik merupakan inovasi yang dapat mengakomodir keterbatasan bahasa, metode, dan pemahaman siswa.Namun demikian, pembelajaran berbasis budaya memerlukan upaya dari guru untuk menguasai berbagaikomponen terkait materi, nilai, keterampilan dan landasan filosofis yang berlaku di dalam masyarakat. Haltersebut merupakan fundamen yang diperlukan untuk mencapai keberhasilan pembelajaran etnomatematika,khususnya pada siswa indigenous. Tantangan keberhasilan pembelajaran matematika yang mendekatkan siswadengan berbagai produk kebudayaan di masyarakat menjadi perspektif problematika pembelajaran matematikapada siswa indigenous. Terdapat enam dimensi dari program etnomatematika yang dapat dikaji, yaitu: (1)dimensi kognitif, (2) konseptual, (3) pendidikan, (4) epistemologi, (5) sejarah, dan (6) politik. Pemahamantentang aspek kajian etnomatematika tersebut dapat menjadi perspektif yang digunakan oleh guru untukmengadopsi pembelajaran berbasis budaya di dalam praktik pedagogik di dalam kelas.
Analisis Wacana Lisan dalam Pembelajaran di Sekolah Dasar Anni Malihatul Hawa; Subyantoro Subyantoro
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur wacana lisan yang digunakan oleh guru dan siswaKelas 3 SD Negeri Wujil 01 dalam proses pembelajaran di kelas. Penelitian dilaksanakan di SD Negeri Wujil01 dengan jumlah objek penelitian 27 siswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bersifatdeskriptif. Data diperoleh melalui wacana lisan yang digunakan guru dan siswa ketika proses pembelajaran di kelas. Hasil dalam penelitian ini yakni (1) pembelajaran lebih sering menggunakan wacana polilog yaknikomunikasi dilakukan lebih dari dua orang dengan siswa lebih aktif dalam pembelajaran yang dibimbing oleh guru di kelas, (2) kalimat dalam wacana lisan yang digunakan cenderung kurang terstruktur namun bisadipahami dengan baik, (3) pembelajaran menggunakan wacana deskriptif yakni guru dapat menjelaskan materi dengan detail dan sesuai dengan keadaan keseharian siswa.
Aktifitas Math Trail Berbantuan Aplikasi Mobile untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Arif Rahman Hakim; Mohammad Asikin; Adi Nur Cahyono
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan memecahkan masalah dalam dunia nyata merupakan hal yang sangat bernilai, baik dalampekerjaan maupun dalam keseharian. Pemecahan masalah matematika dapat dilatihkan dengan mengenalkansiswa pada masalah non-routine yang berhubungan dengan dunia nyata. Salah satu aktifitas pembelajaran yangdapat mengakomodasi pengaitan pembelajaran dan dunia nyata adalah math trail. Aktifitas pembelajaranmatematika ini merupakan aktiftas pembelajaran di luar kelas dalam rangka mengeksplorasi dan mengamatilebih mendalam serta memecahkan masalah matematika secara nyata di lingkungan luar kelas yang dilengkapirute penjelajahan dan peta sederhana untuk menemukan matematika. Pemberian rute sekaligus pemberianmasalah akan menggunakan aplikasi mobile MathCityMap yang termasuk didalamnya koordinat tempatmasalah, foto objek masalah, permasalahan, rincian alat yang diperlukan dalam menyelesaikan masalah,bantuan, tempat pengisian jawaban, sekaligus evaluasi hasil dan pemberian umpan balik. Guru berperanpenting dalam aktifitas ini sebagai trailblazer atau pembuat rute, pencari masalah yang bersifat non-routinedan berdasarkan masalah asli di lapangan, juga memberikan scaffolding dan umpan balik dalam aplikasiMathCityMap. Kemudian siswa akan berperan menjadi trailwalker yang akan mengikuti rute yang telah dibuatoleh trailblazer dan memecahkan masalah yang ada menggunakan alat-alat yang telah disebutkan dalamMathCityMap sekaligus mengisikan jawaban permasalahan kedalamnya. Diharapkan dengan aktifitas mathtrail berbantuan aplikasi mobile MathCityMap, mampu meningkatkan kemampuan pemecahan masalahmatematika siswa.
Keterampilan Mentoleransi Distres Akademik Oleh Konselor Melalui Peningkatan Hardinees pada Siswa: Tantangan Pendidikan Era Society 5.0 Ashari Mahfud
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artiket ini bertujuan untuk memberikan gambaran pentingnya kemampuan mentoleransi distres akademikyang berikan oleh konselor sekolah pada siswa melalui peningkatan hardiness sebagai wujud persiapan dapanmenghadapi tantangan pendidikan era society 5.0. studi ini melibatkan beberapa hasil penelitian terdahulumengenai keterampilan toleransi distres akademik, hardiness, dan pendidikan era Society 5.0. hasil studimenunjukkan bahwa, tantangan pendidikan era society 5.0 memberikan beberapa harapan kompetensi yangharus dimiliki oleh siswa, tidak hanya berfokus pada satu kopetensi saja. Hal ini akan memberikan terhadaptuntutan pendidikan yang lebih berat bagi siswa sehingga mereka rentan mengalami distress akademik. Olehsebab itu, penting bagi konselor sekolah untuk mampu meningkatkan aspek hardiness siswa sehingga distressakademik dapat ditoleransi dengan baik.
Inovasi, Pengajar Sains, Industri 4.0, Ketrampilan Berpikir Tingkat Tinggi, dan Bioteknologi. Arista Novihana Pratiwi
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan artikel untuk mengeksplorasi gambaran komprehenshif industri 4.0 dari upaya inovasi yang dilakukanpengajar sains terhadap ketrampilan berpikir tingkat tinggi siswa dalam bioteknologi. Metodologi dalamartikel ini telah digunakan literatur sistematis di bidang guru biologi di era industri 4.0, ketrampilan berpikirtingkat tinggi, dan pendidikan bioteknologi. Daftar literasi makalah diunduh dari basis data Emerald Journaldan Scopus Journal.Hasil menunjukkan bahwa inovasi pengajar sains dalam mengajarkan bioteknologi yang dapatmengembangkan ketrampilan berpikir tingkat tinggi siswa memiliki karakteristik dan indikator keberhasilan.Karakteristik inovasi pengajar sains meliputi: mengajar bioteknologi unsur utamanya “kebaruan” sehinggasiswa aktif berpartisipasi, pengajar sains tidak hanya mengajarkan literasi sains bioteknologi, tetapi melatihketrampilan riset menggunakan teknologi canggih kepada siswa, dan memfasilitasi kolaborasi antar siswasehingga mobilitas belajar bioteknologi meningkat. Indikator keberhasilan pengajar sains meliputi: kompetensidasar biologi materi bioteknologi tercapai dengan optimal, nilai siswa melampaui kriteria ketuntasan minimalketika dilakukan penilaian menggunakan soal-soal level HOTS, siswa memiliki kemampuan untukmemecahkan masalah, berpikir kritis, dan kreatif.Teknologi hanyalah salah satu dari banyak aspek inovasi pembelajaran industri 4.0 yang berlaku dalamliteratur. Inovasi pengajar sains dalam bioteknologi juga menjadi aspek inovasi pembelajaran industri 4.0terhadap peningkatan ketrampilan berpikir tingakat tinggi siswa.

Page 2 of 18 | Total Record : 171