cover
Contact Name
-
Contact Email
journal@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
journal@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Sekaran, Gunung Pati, Semarang, Provinsi Jawa Tengah, 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana
ISSN : -     EISSN : 26866404     DOI : -
Core Subject : Education,
Seminar nasional Pascasarjana merupakan kegiatan rutin yang dilakasanakan oleh Pascasarjana UNNES. Tahun 2018 adalah kali ke 5 pelaksanan yang diselenggarakan oleh Kampus yang telah berubah alamat dari lokasi di Kampus Bendan Ngisor berpindah di Kampus Kelud Utara III Kecamatan Gajahmungkur kota Semarang. Kegiatan akademik ini merupakan kerjasama yang sinergi antar enam Kampus Pascasarjana LPTK di Indonesia.
Articles 84 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 1 (2021)" : 84 Documents clear
Persepsi Masyarakat Terhadap Citra SMK N 1 Gantiwarno Melalui Akun Media Sosial Youtube Dwi Titik Indriyanti
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Latar belakang penelitian ini adalah kemajuan teknologi informasi dengan munculnya internet dan handphone yang mempengaruhi gaya interaksi masyarakat. Adanya akun media sosial youtube @smknesaga yang memuat video berbagai kegiatan di SMK N 1 Gantiwarno. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui persepsi masyarakat tentang citra SMK N 1 Gantiwarno melalui akun media sosial youtube. Teori yang dipakai dalam penelitian ini antara lain adalah uraian teoritis tentang komunikasi, persepsi, masyarakat, citra, media sosial, youtube. Metode penelitian yang digunakan metode deskriptif kualitatif. Pemilihan masyarakat disini adalah masyarakat yang melihat dan subscribe tayangan youtube @smknesaga. Teknik pengumpulan data adalah dengan pengambilan sampel secara random dari masyarakat yang viewer dan subscriber youtube @smknesaga. Teknik pengambilan data dengan cara observasi dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukan persepsi masyarakat tentang citra SMK N 1 Gantiwarno adalah sekolah yang mengalami banyak kemajuan pada pengembangan IT, sarana prasarana dan kegiatan kesiswaan dan tenaga kependidikan. Kata kunci: persepsi, citra, youtube. Abstract. The background of this research is the advancement of information technology with the emergence of the internet and cellphones which affect the style of community interaction. There is a YouTube social media account @smknesaga which contains videos of various activities at SMK N 1 gantiwarno. The purpose of this study was to determine the public's perception of the image of SMK N 1gantiwarno through the YouTube social media account. The theories used in this study include theoretical descriptions of communication, perception, society, image, social media, youtube. The research method used is a descriptive qualitative method. The people here are the people who watch and subscribe to @smknesaga's youtube show. The data collection technique is by taking random samples from people who are viewers and subscribers of @smknesaga youtube. Data collection techniques by means of observation and interviews. The results of this study indicate the public's perception of the image of SMK N 1 gantiwarno is a school that has experienced a lot of progress in the development of IT, infrastructure and activities for students and education staff. Key words: perception, image, youtube.
Meningkatkan Kinerja Sekolah Dan Menumbuhkan Jiwa Entrepreneur Siswa Melalui Pendidikan Gratis Pada Jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) F Budi Santoso
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Pemerintah pusat memberikan dana pendidikan berupa Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan pemerintah daerah provinsi atau kabupaten/kota berupa Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA). Dalam penggunaan di satuan pendidikan akan kesulitan dalam penyusunan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) mengacu pada petunjuk teknis bukan mengacu pada raport mutu sekolah. Maka dalam pelaksanaannya sekolah tidak punya kemampuan untuk mengoptimalkan dana BOS maupun BOSDA untuk membangun sekolah yang berkualitas. Kurangnya pemerintah dalam menyiapkan sumber daya manusia melalui sektor pendidikan, maka penulis merumuskan masalah pada model penelitian pengembangan (R&D) “belum optimalnya sekolah dalam penggunaan dana bantuan pemerintah sebagai upaya biaya pendidikan gratis” dengan judul “meningkatkan kinerja sekolah dan menumbuhkan jiwa entrepreneur siswa melalui pendidikan gratis pada jenjang sekolah menengah kejuruan”. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat kerangka kinerja sekolah berbiaya gratis dengan menetapkan tingkatan kinerja sekolah berkelanjutan pada tiga sekolah menengah kejuruan negeri di provinsi jawa tengah. Fokus penelitian mengidentifikasi kerangka paling cocok untuk mengukur keberlanjutan indek gabungan dari tata letak kinerja sekolah dengan Data dan Sumber Penelitian; Studi kasus; 3 smk yang berbeda, Tipe data; rencana tata letak digital, Sumber; otoritas perencanaan lokal, Data verifikasi; groundthruting SMK. Teknik Pengumpulan Data berupa data Kuesioner; uji coba untuk pelaksanaan dan Teknik Keabsahan Data: Responden; SMK Negeri di Jawa Tengah dengan Jumlah putaran; 3 sekolah. Teknik pengolahan data dengan statistika deskriptif, statistika inferensial dan interpretative analysis. Kata kunci: optimalisasi bos/bosda untuk meningkatkan kinerja Abstract. The central government provides education funds in the form of School Operational Assistance (BOS) and provincial or district/city governments in the form of Regional School Operational Assistance (BOSDA). In use in education units, it will be difficult to prepare the School Activity Plan and Budget (RKAS) referring to technical instructions, not referring to school quality report cards. So, in its implementation, schools do not have the ability to optimize BOS and BOSDA funds to build quality schools. Lack of government in preparing human resources through the education sector, the authors formulate problems in the research development (R&D) model; “Schools Are Not Optimized In Use Of Government Assistance Funds As A Free Education Cost Efforts" With The Title "Increasing School Performance And Growing The Entrepreneurs Of Students Through Free Education At Vocational High School”. The purpose of this study is to create a free-cost school performance framework by determining the level of sustainable school performance in three public vocational high schools in the province of Central Java. Research focus ; identify the most suitable framework for measuring the sustainability of the combined index of school performance layout with Research Data and Sources; Case study; 3 different smk, data type; digital layout plan, Source; local planning authority, Data verification; ground-truthing SMK. Data collection techniques in the form of questionnaire data; trials for implementation and Data Validity Techniques: Respondents; State Vocational Schools in Central Java by Number of rounds; 3 schools. Data processing techniques with descriptive statistics, inferential statistics and interpretive analysis. Key words: optimization of bos/bosda to improve performance
Keefektifan Pembuatan RPP Inovatif, Media dan Weblog Pembelajaran guna meningkatkan Kualitas Pembelajaran di Pondok Pesantren Muhammad Jhoni; M. Hasbi; Nurlaeli Nurlaeli
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Tujuan dari program pengabdian ini adalah mendampingi para guru madrasah di pondok pesantren Tazakka dalam pembuatan RPP Inovatif, Media Pembelajaran, dan Web blog. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR), yang mana semua pihak yang relevan dilibatkan secara aktif, dalam menganalisis tahapan-tahapan kegiatan yang sedang berlangsung guna melakukan perubahan-perubahan yang lebih baik lagi. Berdasarkan hasil pengabdian didapatkan hasil bahwa rata-rata sikap guru sebesar 6,38 untuk pembuatan weblog, rata-rata sebesar 7,54 untuk PPT, dan rata-rata 6,97 untuk RPP yang masing-masing termasuk dalam kategori baik; sebesar 86% dari 37 orang peserta mampu membuat weblog, PPT, dan RPP; masing-masing sekolah membuat weblog sekolah resmi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kegiatan PKM ini memberikan dampak yang baik bagi guru madrasah di Pondok Pesantren Tazakka. Kata kunci: RPP, weblog, pembelajaran, media pembelajaran. Abstract. The purpose of this service program is to assist madrasa teachers at the Tazakka Islamic boarding school in making Innovative RPP, Learning Media, and Web blogs. The method used is Participatory Action Research (PAR), in which all relevant parties are actively involved in analyzing the stages of ongoing activities in order to make changes for the better. Based on the results of the service, it was found that the average attitude of the teacher was 6.38 for making weblogs, an average of 7.54 for PPT, and an average of 6.97 for RPP, each of which was in the good category.; 86% of the 37 participants were able to make weblogs, PPT, and RPP; each school makes an official school weblog. Thus, it can be concluded that this PKM activity has a good impact on madrasa teachers at the Tazakka Islamic Boarding School. Key words: RPP, weblogs, learning, learning media.
Investigasi Motivasi dan Gaya Belajar Mahasiswa Selama Pembelajaran Online di Jurusan PKK UNNES Pudji Astuti; Sita Nurmasitah
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Gelombang globalisasi abad 21 semakin kuat, arus penggunaan teknologi pada pendidikan massif berjalan. Di sisi lain kondisi pandemic covid 19 membawa perubahan baru. Kegiatan pembelajaran dilaksanakan secara daring. Hal ini yang akan dilihat oleh peneliti dalam penelitian terkait dengan motivasi belajar dan gaya belajar. Tujuan dilakukannya penelitian yaitu untuk memperoleh gambaran motivasi belajar dan gaya belajar mahasiswa Jurusan PKK. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan angket menggunakan skala likert. Angket disebarkan secara online melalui google form. Teknik analisis data yang digunakan yaitu deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukan bahwa motivasi belajar pada mahasiswa Jurusan PKK termasuk dalam kategori tinggi sebanyak 62,4 %. Pada gaya belajar Pada gaya belajar menunjukan bahwa kecenderungan gaya belajar mahasiswa Jurusan PKK adalah gaya belajar visual sebanyak 48,17 %. Melihat data yang ditampilkan maka motivasi belajar pada mahasiswa masih bagus dan perlu didorong lagi mengingat pembelajaran online/daring membutuhkan motivasi yang kuat. Kata kunci: gaya belajar, motivasi belajar, mahasiswa Abstract. The wave of globalization in the 21st century is getting stronger, the current use of technology in mass education is running. On the other hand, the condition of pandemic covid 19 brings new changes. Learning activities are carried out online. This will be seen by researchers in research related to learning motivation and learning style. The purpose of the research is to obtain images of learning motivation and learning style of PKK students. The research method used is a survey with a quantitative approach. Data collection techniques are performed by questionnaire using the Likert scale. The questionnaire is distributed online through google form. The data analysis technique used is descriptive percentage. The results showed that the motivation to study in students of the PKK Department was included in the high category as much as 62.4%. In the learning style, the learning style shows that the excitement of the learning style of students of the PKK Department is a visual learning style of 48.17%. Looking at the data displayed, the motivation to learn in students is still good and needs to be encouraged again considering that online learning requires strong motivation. Key words: Learning style, motivation to learn, students
Problematika Pendidikan Karakter Pada Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini Shelly Yulia; Tri Joko Raharjo; Fakhruddin Fakhruddin; Ali Formen
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Pembentukan dan perkembangan karakter anak tidaklah muncul secara spontan begitu saja. Karakter dibentuk melalui serangkaian proses selama masa perkembangan hidup individu. Masa pembentukan dan perkembangan karakter yang paling awal adalah pada anak usia dini. Pembahasan mengenai pendidikan karakter anak usia dini tidak dapat dilepaskan dari lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Oleh karena itu, peranan guru PAUD sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran pemahaman tentang 4 (empat) prinsip pengembangan pendidikan karakter: berkelanjutan; dilaksanakan melalui semua mata pelajaran, pengembangan diri, dan budaya sekolah; pengembangan nilai; dan proses pendidikan dilakukan secara aktif dan menyenangkan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Pengumpulan data menggunakan angket melalui Google Form, dengan responden sebanyak 112 terdiri dari guru TK se kecamatan Panongan, Tangerang, Banten. Hasil penelitian, penulis menemukan bahwa para guru telah memahami pentingnya pendidikan karakter pada anak usia dini, pendidikan karakter harus dilakukan secara berkelanjutan dari TK A ke TK B, dan menyatu dalam 6 ranah pengembangan diri di PAUD, merupakan proses pengembangan dan pembentukan nilai-nilai moral, dilakukan secara kontekstual dan konkrit, serta proses pembelajaran dilakukan secara menyenangkan. Selain itu, para guru juga sangat menekankan pentingnya dukungan orangtua dalam pendidikan karakter agar apa yang diperoleh siswa di sekolah dapat selaras dengan pendidikan karakter di keluarga. Kata Kunci: pendidikan karakter, pendidikan anak usia dini, sekolah. Abstract. The development of children's character building does not appear spontaneously. Character is formed through a series of processes during the development of an individual's life. The earliest period of character building and development is in early childhood. The discussion on early childhood character education cannot be separated from the Early Childhood Education institution (PAUD). Therefore, the role of teachers and Early Childhood institutions is very important in character education for early childhood. This study aims to obtain an understanding of 4 (four) principles of character education development: sustainable; implemented through all subjects, self-development, and school culture; value development; and the educational process is carried out by students in an active and enjoyable. The research method used in this research is a descriptive quantitative method. The data was collected using a questionnaire distributed through Google Form, with 112 respondents consisting of kindergarten teachers in the Panongan district, Tangerang, Banten. Based on the results of the research conducted, the authors found that teachers have understood the importance of character education in early childhood, character education must be carried out continuously from Kindergarten A to Kindergarten B, character education is integrated into 6 areas of self-development in Early Childhood institution, character education is a development process and the formation of moral values, character education is carried out contextually and concretely, and the learning process is carried out in enjoy full. In addition, the teachers also strongly emphasize the importance of parental support in character education so that what students get at school can be in line with character education in the family.Keywords: character education, early childhood education.
Digital Storytelling; Strategi Alternatif Meningkatkan Kemampuan Menulis Esai Argumentatif di Perguruan Tinggi Kadek Devi Kalfika Anggria Wardania; A A.Ngr.Eddy Supriyadinata Gorda
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Sebagian besar kalangan masih menilai bahwa kemampuan mahasiswa menulis esai argumentatif belum berada pada tataran yang menggembirakan. Banyak hal yang menyebabkan hal tersebut terjadi. Salah satu faktor utama yang ditengarai menjadi penyebabnya adalah kurangnya kemampuan mereka untuk mengembangkan argumen secara sistematis. Seiring dengan berkembangnya teknologi di dunia pendidikan, Digital storytelling (DST) dapat dijadikan sebagai salah satu strategi alternatif untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis, khususnya menulis esai argumentatif. Dengan mengkaji literatur yang ada, DST memiliki bukti empiris untuk meningkatkan kemampuan menulis. Selain itu, strategi ini juga memiliki potensi untuk meningkatkan keterampilan berkomunikasi peserta didik sekaligus meningkatkan penguasaan literasi digital yang sangat dibutuhkan di era industri 4.0. Kata kunci: digital storytelling, menulis, esai argumentatif, perguruan tinggi. Abstract. Most people still think that the students' ability to write argumentative essays is not yet at an encouraging level. Many things cause this to happen. One of the main factors suspected to be the cause is their lack of ability to develop arguments systematically. Along with the development of technology in the world of education, Digital Storytelling (DST) can be used as an alternative strategy to improve students' writing skills, especially writing argumentative essays. By reviewing the existing literature, DST has empirical evidence to improve writing skills. In addition, this strategy also has the potential to improve students' communication skills while increasing digital literacy mastery which is much needed in the industrial era 4.0. Key words: digital storytelling, writing, argumentative essays, higher education.
Konsep Pendidikan Budi Pekerti Luhur untuk Mendukung Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) (Studi Kasus : Organisasi Kejiwaan Pangestu) Sri Sulistyaningsih; Tri Joko Raharjo; Agus Hermanto; Titi Prihatin
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Menghadapi tantangan di era global abad 21, seperti revolusi industri keempat (4.0) serta perubahan peradaban masyarakat di dalam hampir semua sendi-sendi kehidupan, termasuk di bidang pendidikan dan kebudayaan, ada dua aspek pendidikan yang perlu perhatian, yaitu : pendidikan karakter dan pengetahuan umum (literasi). Untuk itu pada tahun 2017 Pemerintah Indonesia membuat program Penguatan Pendidikan Karakter (Perpres no 87 tahun 2017), sebagai fondasi dan ruh utama Pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi PPK berbasis masyarakat dan merupakan penelitian kualitatif, dengan subjek penelitian sebuah pusat pendidikan nonformal, organisasi kejiwaan Pangestu, yang selama ini konsisten melaksanakan pendidikan budi pekerti luhur dan pembentukan karakter. Pengumpulan data dengan menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian ini diharapkan dapat diaplikasikan secara massive dan menjadi acuan dalam penelitian lebih lanjut tentang Penguatan Pendidikan Karakter berbasis masyarakat. Kata kunci: konsep pendidikan, budi pekerti, pendidikan karakter, organisasi kejiwaan, ajaran suksma sejati. Abstract. Challenges in the global era of the 21st century, such as the fourth industrial revolution (4.0) and changes in community civilization in almost all aspects of life, including in the fields of education and culture, two aspects of education need attention, namely: character education and general knowledge. (literacy). For this reason, in 2017, the Indonesian Government created a program for Strengthening Character Education (Indonesia State Policy number 87 of 2017) as the foundation and leading spirit of education. PPK is an educational movement under the responsibility of the education unit to strengthen students' character. This study aims to find out how the implementation of community based KDP is qualitative research, with the research subject being a non-formal education center. This Pangestu psychiatric organization has consistently carried out the education of noble character and character-building—collecting data using the method of observation, interviews, and documentation. The data that has been collected were analyzed using descriptive analysis. The results of this study are expected to be applied massively and become a reference in further research on strengthening community-based character education. Key words: education concepts, character education, psychiatric organizations, true suksma teachings.
Kualitas Guru di Indonesia Audi Hifi Veirissa
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Bangsa Indonesia perlu berbenah dari segi sumber daya manusia (SDM). Untuk meningkatkan sumber daya manusia tersebut, diperlukan pendidikan. Guru sebagai bagian dari sistem pendidikan memegang peranan yang sangat penting dalam membimbing kualitas roda pendidikan. Oakes (dalam Slamet, 1991:16) menegaskan bahwa mutu sekolah dan mutu pengajaran bergantung pada mutu guru. Karena sekolah yang baik adalah guru yang baik. Jika sekolah di Indonesia memiliki guru yang berkualitas, pendidikan nasional juga akan berkualitas. Guru memiliki posisi yang strategis untuk menentukan arah pendidikan nasional.Karena guru merupakan tulang punggung pendidikan, maka kualitas guru harus selalu ditingkatkan. Guru dianggap sebagai figur sentral dalam pendidikan, karena perannya dalam menggerakkan dan memfasilitasi pembelajaran. Kualitas guru di Indonesia dapat ditinjau dari 2 aspek, yaitu berkaitan dengan kesejahteraan guru di Indonesia dan kompetensi guru di Indonesia. Dilihat dari kesejahteraan guru di Indonesia masih jauh dari kata cukup. Banyak guru yang sudah sejahtera namun masih jauh lebih banyak guru yang belum mendapatkan kesejahteraan mereka. Sedangkan jika dilihat dari sudut pandang kompetensi guru, di Indonesia masih terdapat banyak guru yang kompetensinya kurang memadai. Inkompetensi pengajar pada antaranya terjadi lantaran rendahnya minat belajar, membaca, menulis & membuat karya media pembelajaran. Dua aspek ini saling berkaitan, kompetensi guru masih kurang karena diantaranya tingkat kesejahteraannya yang masih dibawah cukup. Kata kunci: pendidikan, guru, kualitas. Abstract. We need to improve our human resources. To improve human resources, education is needed. Teachers as part of the education system play a very important role in guiding the quality of education. Oakes (in Slamet, 1991:16) asserts that the quality of schools and the quality of teaching depend on the quality of teachers. The good schools are the good teachers. If schools in Indonesia have quality teachers, The quality of national education will also be great. Teachers have a strategic position to determine the direction of national education. Because teachers are the backbone of education, the quality of teachers must always be improved. Teachers are considered as central figures in education, because of their role in mobilizing and facilitating learning. The quality of teachers in Indonesia can be viewed from two aspects, related to the welfare of teachers in Indonesia and teacher competence in Indonesia. If we see from the welfare of teachers in Indonesia, it is still far from sufficient. Many teachers are already prosperous but there are still many more teachers who have not received their welfare. Meanwhile, if we look from the teachers’ competence, in Indonesia there are still many teachers whose competence is inadequate. The incompetence of teachers, among others, occurs due to low interest in learning, reading, writing & making learning media works. These two aspects are interrelated, the competence of teachers is still lacking because among them the level of welfare is still below sufficient. Key words: education, teachers, quality.
Inovasi Pembelajaran Model Blended Learning Di Masa Wabah Covid-19 (Studi Kasus Di MTs Darul Ulum) Bambang Irawan
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh data dan informasi mengenai: pelaksanaan proses belajar mengajar menggunakan model blended learning dengan sistem luring dan daring pada masa wabah covid-19 di MTs Darul Ulum Semarang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan yang menekankan bahwa informasi tentang objek penelitian diambil dari literatur dan bersifat deskriptif analitik. Hasil penelitian diperoleh, 1) Pelaksanaan proses belajar mengajar menggunakan model blended learning sistem luring saat wabah covid-19 di MTs Darul Ulum Semarang tanpa menggunakan jaringan internet. Sistem pembelajaran luring merupakan sistem pembelajaran yang membutuhkan tatap muka. Saat penerapan pembelajaran luring, sekolah menerapkan praktik penyelenggaraan pembelajaran pada masa wabah covid-19 dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang berlaku seperti, memeriksa suhu tubuh, penggunaan masker, mencuci tangan sebelum dan sesudah pembelajaran, serta sekolah menerapkan sistem pembelajaran tatap muka selama 2 hari secara bergantian dan pembatasan jam pembelajaran dengan durasi pembelajaran berlangsung 3 jam. Metode luring dalam pelaksanaannya membuat kelas kecil dimana per kelas dibagi menurut absensi siswa dan nantinya ada guru pengawas. Setiap guru pengawas diberikan tanggung jawab untuk mengkoordinir siswa di kelas tersebut. Selanjutnya guru pengawas mendistribusikan materi, soal dan tugas kepada siswa dan saat penugasan itu sudah selesai, siswa mengumpulkan tugas di ruangan yang telah disediakan untuk selanjutnya dikoreksi dan dapat diambil kembali di ruangan tersebut; 2) Pelaksanaan proses belajaran mengajar dengan model blended learning menggunakan sistem daring saat wabah covid-19 di MTs Darul Ulum Semarang dilaksanakan dengan mengkolaborasikan beberapa aplikasi yang memudahkan kegiatan belajar mengajar, seperti Whatsapp Group, Google Classroom, Google Meet dan Youtube. Ruang kelas secara virtual dibuat dengan menggunakan Google Classroom dan WhatsApp Group. Google Meet dimanfaatkan pada proses pembelajaran online guna menjelaskan dan memaparkan materi secara virtual yang memunculkan interaksi dengan siswa. Aplikasi ini diimplementasikan pada semua mata pelajaran di sekolah. Kata kunci: inovasi, pembelajaran, blended learning. Abstract. The purpose of this study was to obtain data and information regarding: the implementation of the teaching and learning process with a blended learning model using offline and online systems during the covid-19 pandemic at MTs Darul Ulum Semarang. The method used in this research is library research with the emphasis that information about the object of research is sourced from the literature and is descriptive analytic. The results showed that, 1) The implementation of the teaching and learning process using a blended learning model using an offline system during the covid-19 pandemic at MTs Darul Ulum Semarang by not utilizing the internet network. Offline learning system is a learning system that requires face-to-face. In the implementation of offline learning, schools apply guidelines for implementing learning during the covid-19 pandemic while still paying attention to applicable health protocols, namely checking body temperature, using masks, washing hands before and after learning, and schools applying face-to-face. face. face learning system for 2 days continuously. take turns and limit study hours to 3 study hours. The offline method in its implementation makes small classes where each class is divided according to student attendance and later there will be a supervising teacher. Each supervising teacher is given the responsibility to coordinate students in the classroom. Furthermore, the supervising teacher distributes material, questions and assignments to students and after the task is complete students collect assignments in the room that has been provided for further correction and can be brought back into the room; 2) The implementation of the teaching and learning process using a blended learning model using an online system during the covid-19 pandemic at MTs Darul Ulum Semarang was carried out by cooperating with several applications that facilitate teaching and learning activities, such as Whatsapp Group, Google Class, Google Meet, and Youtube. Virtual classrooms are created using Google Classroom and WhatsApp Groups. Google Meet is used in the online learning process to explain and explain material virtually which creates interaction with students. This application is applied in all subjects in school. Key words: innovation, learning, blended learning.
Pendidikan Karakter Siswa pada pembelajaran PJJ di Keluarga Lisna Zainul Ikho’is Tsani
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. COVID-19 memberikan dampak yang buruk bagi kehidupan manusia. Segala aktivitas menjadi terhambat dan terbatas. Begitu pula di bidang pendidikan. Siswa harus belajar dan melakukan aktivitasnya di rumah. Namun hal ini bisa menjadi situasi yang baik untuk pengembangan pendidikan karakter di lingkungan keluarga. Dengan demikian tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah aktivitas belajar siswa selama di rumah ditemani oleh orang tua mampu mengembangkan pendidikan karakter, itu yang pertama. Kedua, untuk mengetahui nilai-nilai karakter apa saja yang bisa berkembang selama pembelajaran di rumah. Ketiga, untuk mengetahui penyebab berkembang dengan baiknya nilai-nilai karakter ini. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Dengan studi kasus pada siswa TK dan SD se-Kecamatan Pedurungan. Data diperoleh dengan cara menyebar kuesioner kepada siswa, orang tua dan guru melalui grup Whatsapp guru dan orang tua siswa. Diperkuat juga dengan data wawancara terhadap siswa, orang tua dan guru. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya perkembangan pendidikan karakter dan hubungan anak dan orang tua yang cukup baik selama pembelajaran dari rumah ini. Adapun nilai-nilai karakter yang mampu dikembangkan dari aktivitas yang dilakukan siswa di rumah yaitu (1) Nilai karakter religius, (2) Nilai karakter disiplin, (3) Nilai karakter kreatif, (4) Nilai karakter mandiri, (5) Nilai karakter tanggung jawab, dan (6) Nilai karakter rasa ingin tahu. Berkembangnya nilai-nilai karakter ini merupakan hasil sinergitas guru dan orang tua dalam membimbing siswa dengan penuh kasih sayang, berinteraksi, melakukan aktivitas yang positif bersama-sama dalam pandemi COVID-19 ini.. Kata kunci: pendidikan karakter, pembelajaran dari rumah, covid-19. Abstract. COVID-19 provides a bad life for human life. All activities become inhibited and limited. Similarly in the field of education. Students must learn and do their activities at home. But this can be a good development for the development of the character of education in Family Environment. Thus the purpose of this research is to study whether research studies while at home are accompanied by parents who are able to develop character education, that is the first. Second, to find out what character values can be developed during learning at home. Third, to find out the cause of developing with these character values. This study used a qualitative research method. With case studies on kindergarten and elementary school students in Kecamatan Pedurungan. Data obtained by distributing questionnaires to students, parents and teachers through the Whatsapp group of teachers and parents of students. Also strengthened by interview data on students, parents and teachers. The results showed differences in the development of character education and the relationship between children and parents that were quite good during learning from this house. Character values that can be developed from activities carried out by students at home are (1) Religious, (2) Disciplinary, (3) Creative, (4) Independent, (5) Responsibility, and (6) Curiosity. The development of these character values is the result of the synergy of teachers and parents in guiding students with gratitude, engaging, and carrying out positive activities together in this COVID-19 pandemic. Key words: character education; learning from home; covid-19.