cover
Contact Name
Sri Wahyuni
Contact Email
j.agronusantara@gmail.com
Phone
+6282168326290
Journal Mail Official
j.agronusantara@gmail.com
Editorial Address
Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah Kampus H.M Arsyad Thalib Lubis Jalan Garu II No. 93 Medan, Provinsi Sumatera Utara, 20147
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Agro Nusantara
ISSN : -     EISSN : 27986381     DOI : https://doi.org/10.32696/jan.v3i1.1996
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agro Nusantara yang merupakan jurnal agribisnis yang focus terhadap kajian ilmiah yang berkaitan dengan konsep strategi pengembangan pasar , prilaku konsumen, kajian usahatani, peningkatan pendapatan petani, teknologi dan dan pengolahan bidang pertanian. Budidaya tanaman, manajemen perkebunan dan holtikultura, sumberdaya pangan, bisnis dan wirausaha, ekonomi pertanian, sistem informasi manajemen agribisnis.
Articles 95 Documents
PROSPEK JERUK MANIS (Citrus sinensis L) DI DESA PANRIBUAN JULUAN KECAMATAN DOLOK SILAU KABUPATEN SIMALUNGUN wardah tulail; Farida Yani
JURNAL AGRO NUSANTARA Vol. 5 No. 2 (2025): JURNAL AGRONUSANTARA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/jan.v5i2.5025

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi pengembangan jeruk manis yang berada Di Desa Panribuan Kecamatan Dolok Silau, Kabupaten Simalungun. Metode yang diterapkan adalah pendekatan kualitatif dengan menerapkan analisis SWOT pada petani jeruk manis serta analisis skoring pada pedagang pengumpul. Analisis SWOT digunakan untuk mengevaluasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang dihadapi oleh para petani dalam usaha pertanian jeruk manis. Temuan dari analisis ini menunjukkan bahwa jeruk manis dari Panribuan memiliki nilai lebih dalam rasa dan kesegarannya; namun, ada batasan dalam teknologi pascapanen dan akses ke pasar yang menghalangi. Di sisi lain, analisis skoring terhadap pedagang pengumpul memberikan informasi mengenai preferensi serta pertimbangan pasar yang digunakan dalam menilai kualitas dan jumlah pembelian jeruk. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa jeruk manis dari Desa Panribuan memiliki potensi yang cukup menjanjikan untuk dikembangkan sebagai komoditas unggulan daerah, terutama bila didukung oleh peningkatan infrastruktur pertanian dan penguatan kolaborasi antara para petani dan pelaku pasar.
ANALISIS BIAYA PRODUKSI PENGOLAHAN TERHADAP PENINGKATAN PENDAPATAN USAHA JAMUR (Studi Kasus: Pusat Penelitian Pertanian dan Perdesaan/Perkotaan Cendawan Eduwisata) Muhammad Tahan; Bambang Hermanto
JURNAL AGRO NUSANTARA Vol. 5 No. 2 (2025): JURNAL AGRONUSANTARA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/jan.v5i2.5026

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh biaya produksi pengolahan terhadap peningkatan pendapatan usaha jamur tiram di Kota Medan. Penelitian dilakukan pada unit usaha Pusat Penelitian Pertanian dan Perdesaan/Perkotaan Cendawan Eduwisata yang merupakan produsen baglog dan budidaya jamur tiram. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis regresi linier berganda. Data primer dikumpulkan melalui survei dan wawancara terhadap 23 petani jamur tiram, sementara data sekunder diperoleh dari instansi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata biaya produksi budidaya jamur tiram sebesar Rp4.624.869,57, dengan penerimaan sebesar Rp24.136.956,52 dan pendapatan sebesar Rp19.521.087,00. Nilai R/C ratio sebesar 5,2 mengindikasikan bahwa usaha ini layak untuk dijalankan. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa secara parsial, biaya tenaga kerja berpengaruh signifikan terhadap pendapatan (p < 0,05), sedangkan biaya bahan baku dan biaya transportasi tidak berpengaruh signifikan. Secara simultan, ketiga variabel biaya tersebut berpengaruh signifikan terhadap pendapatan (Fhitung = 122,127 > Ftabel = 3,10). Koefisien determinasi (R²) sebesar 0,951, artinya 95,1% variasi pendapatan dijelaskan oleh variabel biaya produksi. Dengan demikian, peningkatan efisiensi biaya tenaga kerja dapat menjadi strategi utama untuk meningkatkan pendapatan usaha jamur tiram. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi referensi bagi pelaku usaha dan pemangku kebijakan dalam pengembangan agribisnis jamur tiram secara berkelanjutan.
STRATEGI PEMSARAN AYAM POTONG (BOILER) PADA PELAKU USAHA DIPASAR SUKARAMAI, KECAMATAN MEDAN AREA, KOTA MEDAN Rahman Halim; Sri Wahyuni
JURNAL AGRO NUSANTARA Vol. 5 No. 2 (2025): JURNAL AGRONUSANTARA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/jan.v5i2.5027

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi pemasaran apa yang digunakan para pelaku usaha ayam potong di pasar sukaramai, medan area, kota medan, dan mengidentifikasi faktor – faktor yang digunakan dalam memasarkan ayam potong di pasar sukaramai. Adapun lokasi penelitian ini dilaksanakan di pasar tradisional sukaramai , kecamatan medan area, kota medan. Populasi dalam penelitian ini adalah para pelaku usaha ayam potong sebanyak 12 orang. Jumlah sampel yang diambil dengan menggunakan metode purposive sampling, dengan banyak sampel yang diambih berdasarkan berapa ekor pemotongan ayam perharinya dengan jumlah 12 orang pelaku usaha. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini menggunakan Teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Metote data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan Matriks IFAS (Internal Faktor Analysis Summary) dan Matriks EFAS ( Eksternal Faktor Analysis Summary). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai bobot dari variabel internal mendapatkan nilai sebesar : 3,8. Dengan faktor kekuatan (strengths) sebesar 2,1, faktor kelemahan ( weaknesses) sebesar 1,7. Nilai bobot variabel eksternal mendapatkan nilai sebesar 3,65 dengan faktor peluang (opportunities) sebesar 1,75, faktor ancaman ( thereats) sebesar 1,9. Dan posisi usaha ayam potong di pasar sukaramai, kecamatan medan area, kota medan, berada di kuadran II yaitu strategi Diversifikasi, berarti usaha memiliki kekuatan internal yang kuat, namun juga menghadapi berbagai ancaman dari luar. Strategi diversifikasi digunakan untuk memanfaatkan kekuatan internal usaha guna mengatasi atau meminimalkan dampak dari ancaman – ancaman tersebut, serta meraih peluang jangka Panjang.
Strategi Pemasaran dalam Meningkatkan Pendapatan Petani Kentang (Solanum tuberosum L.) Berkelanjutan pada Kawasan Agropolitan Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara Bambang Hermanto; Sri Wahyuni; Suci Asri Munawari; Bambang Pujiono
JURNAL AGRO NUSANTARA Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Agronusantara
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/jan.v6i1.6854

Abstract

Pengembangan kawasan agropolitan merupakan salah satu pendekatan pembangunan pertanian yang diarahkan untuk meningkatkan daya saing komoditas pertanian, memperkuat sistem agribisnis, serta meningkatkan kesejahteraan petani secara berkelanjutan. Kabupaten Simalungun merupakan salah satu sentra produksi kentang di Provinsi Sumatera Utara yang memiliki potensi besar dalam mendukung pembangunan pertanian berbasis kawasan. Namun demikian, berbagai kendala pemasaran, keterbatasan modal, fluktuasi harga, serta rendahnya akses terhadap sarana produksi masih menjadi faktor penghambat peningkatan pendapatan petani. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pemasaran yang tepat dalam meningkatkan pendapatan petani kentang melalui identifikasi faktor internal dan eksternal menggunakan pendekatan SWOT. Penelitian dilaksanakan pada empat kecamatan sentra produksi kentang di Kabupaten Simalungun, yaitu Kecamatan Silimakuta, Pematang Silimahuta, Purba, dan Dolok Silou. Sebanyak 200 responden dipilih menggunakan teknik proportional sampling. Data dianalisis menggunakan matriks Internal Factor Analysis Summary (IFAS), External Factor Analysis Summary (EFAS), dan matriks SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kekuatan (Strength) sebesar 1,806 lebih tinggi dibandingkan kelemahan (Weakness) sebesar 1,103, sedangkan peluang (Opportunity) sebesar 1,765 lebih tinggi dibandingkan ancaman (Threat) sebesar 1,220. Kombinasi nilai tersebut menghasilkan strategi Strength–Opportunity (SO) sebagai strategi prioritas dengan skor tertinggi sebesar 3,571. Faktor kekuatan utama adalah tingginya permintaan pasar terhadap kentang, sedangkan peluang terbesar berasal dari penggunaan bibit unggul yang mampu meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani. Oleh karena itu, strategi yang direkomendasikan meliputi optimalisasi pemanfaatan lahan, peningkatan penggunaan benih unggul, penguatan kelembagaan petani, peningkatan akses terhadap sarana produksi, pengembangan jaringan pemasaran, serta dukungan kebijakan pemerintah dalam menciptakan sistem agribisnis kentang yang berkelanjutan. Implementasi strategi tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing komoditas kentang sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di kawasan agropolitan Kabupaten Simalungun.
Strategi Peningkatan Pendapatan Petani Padi Sawah Di Desa Tanjung Baru Nomi Noviani; Dian Habibie; Rahmat Suryanto Pirngadi
JURNAL AGRO NUSANTARA Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Agronusantara
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/jan.v6i1.6857

Abstract

Dinamika pertanian saat ini yang mengarah pada peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani dengan penguatan SDGs, melalui pertanian yang berkelanjutan dan di kaitkan dengan ekonomi pertanian yang membahas secara luas bagaimana peningkatan pendapatan petani, terutama petani yang mempunyai lahan yang sempit, dengan mengacu kepada ASTA CIPTA no.6. membahas bagaimana cara meningkatakann pendapatan dalam bidang pertanian dengan mengarah kepada ekonomi pertanian secara berkelanjutan dan luas. Sehingga para petani dengan luas lahan yang sempit melalui penelitian ini dapat menjadi acuan untuk peningkatan pendapatan dan kesejahteraan. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan usahatani padi sawah di Kecamatan tanjung morawa, Untuk mengetahui strategi yang tepat untuk meningkatkan pendapatan petani padi sawah di Kecamatan tanjung morawa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Analisis mendalam terhadap usahatani padi organik Desa Tanjung Baru mengungkapkan profil petani yang matang (usia 30-50 th, pengalaman 18-20 th) dengan lahan 3 hektar yang sesuai. Transisi dari konvensional ke organik menunjukkan perbaikan signifikan: pergeseran struktur biaya dengan penurunan input eksternal 80-85% dan peningkatan tenaga kerja, tetapi tetap menguntungkan dengan R/C ratio 2,14 dan B/C ratio 1,80. Variabilitas produksi sangat rendah (CV=3,87%), menunjukkan homogenitas tinggi dalam penerapan SOP organik antar petani. Analisis regresi berganda mengidentifikasi dosis kompos (β=+0,850), luas lahan (β=+1,200), dan bibit (β=+0,095) sebagai faktor penentu utama dengan R²=0,762. Analisis SWOT menunjukkan posisi internal kuat (IFE=4,90) dan eksternal dinamis (EFE=5,75), memposisikan strategi pada Kuadran I (Growth). Strategi SO prioritas adalah sertifikasi organik kolektif + penetrasi niche market (urban consumers 30%, B2B institutional 40%, D2C online 30%), meningkatkan pendapatan +39,5% melalui penerimaan rata-rata Rp 10.879/kg. Peningkatan farmer's share dari 50-60% menjadi 75-80% melalui multi-channel marketing, infrastruktur pascapanen optimal (reduksi losses 15%→5%, tambah Rp 14 juta/musim), dan hilirisasi produk (margin +30-150%, tambah Rp 62,65 juta/musim) menciptakan ekosistem agribisnis berkelanjutan.

Page 10 of 10 | Total Record : 95