cover
Contact Name
Rofiatun Nisa
Contact Email
p3m.stitaf.1@gmail.com
Phone
+6285764147330
Journal Mail Official
p3m.stitaf.1@gmail.com
Editorial Address
Komplek Pondok Pesantren Al-Fattah Siman Sekaran Lamongan Jawa Timur 62261
Location
Kab. lamongan,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Cendekia : Media Komunikasi Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Islam
ISSN : 20860641     EISSN : 2685046X     DOI : https://doi.org/10.37850/cendekia.v12i1.86
Core Subject : Religion, Education,
The Focus in Jurnal Cendekia: Media Komunikasi Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Islam is on publishing articles that contain ideas, ideas, research results, and literature reviews in the field of Islamic Education Scope of the Jurnal Cendekia: Media Komunikasi Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Islam includes: 1. Islamic education based on Al-Quran and Hadith 2. Media and Learning Resources in Islamic Education 3. Study of Islamic Education Figures 4. Islamic Education Curriculum 5. History of Islamic Education 6. Philosophy of Islamic Education 7. Research on Islamic Education 8. Issues on Islamic Education 9. Psychology of Islamic Education 10. Management of Islamic Religious Education 11. Islamic Religious Education Guidance and Counseling
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 9 No. 02 (2017): Cendekia October 2017" : 7 Documents clear
Menyoal Konsep Ihthiyath dalam I’adah Shalat Dluhur Ba’d Al-Jum’at Hasyim
CENDEKIA Vol. 9 No. 02 (2017): Cendekia October 2017
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Billfath

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1389.438 KB) | DOI: 10.37850/cendekia.v9i02.53

Abstract

Selain sholat lima waktu, Allah juga mewajibkan shalat jumat kepada orang-orang tertentu, kemudian dengan fuqaha 'menyusun beberapa kondisi khusus tentang pelaksanaannya; itu harus dilakukan di kota (mishr), tidak terjadi ta'adud al-jum'ah (sholat jumat lebih dari satu tempat) di satu kota atau satu desa, mendapatkan izin dari pemerintah dan lainnya. Lebih dari itu, shalat jumat juga membatalkan kewajiban sholat dluhur. Tetapi itu terjadi di masyarakat, di daerah Ngawi misalnya, kita dapat menemukan banyak orang yang tetap melaksanakan sholat dluhur setelah selesai sholat jumat. Mereka memiliki kesempatan bahwa jumat sholat yang mereka lakukan tidak sesuai dengan aturan yang dibuat oleh fuqaha, sehingga mereka melalui "jalan pintas" dengan [melakukan / melaksanakan] saya adl dluhur di bawah jubah ihthiyath. I'adah al-jum'at ba'd dluhur yang hanya didasarkan pada ihtiyath adalah bid'ah yang harus ditinggalkan, karena itu tidak sesuai dengan Quran dan Hadits.
Pluralisme di Tengah Ambivalensi Agama Malik Zuhri
CENDEKIA Vol. 9 No. 02 (2017): Cendekia October 2017
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Billfath

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1074.869 KB) | DOI: 10.37850/cendekia.v9i02.54

Abstract

Kemajemukan dalam semua istilah termasuk pluralitas agama adalah kenyataan yang menjadi sunnatullah (kodrat hukum) dan tidak dapat diabaikan keberadaannya. Akibatnya, agama dan para pengikutnya menghadapi tantangan terbesar, yaitu bagaimana agama dan para pengikutnya dapat mendefinisikan diri mereka secara akurat di sekitar para penganut agama yang berbeda. Karena dalam konteks ini, agama sering terjebak dalam ambivalensi, di mana di satu sisi agama menunjukkan dengan cara yang baik atau sopan dan cara lain dan agama sisi lain menunjukkan cara yang buruk atau kasar. Karena ada kecenderungan absolutis universal yang ada dalam semua agama. Oleh karena itu, diperlukan komunikasi seperti dialog untuk menjadi salah satu solusi alternatif. Salah satu metode yang diterapkan dalam dialog antara pengikut agama yang berbeda adalah menggabungkan antara metode fenomenologi dan perenialistik. Dengan cara ini, kita diundang untuk menjadi pengamat dan pendengar yang baik. Jadi, kita dapat memahami dan menghargai beragam karakter agama tanpa mengabaikan keyakinan kita.
Efektifitas Pembelajaran dengan Strategi Belajar Metakognitif dalam Meningkatkan “Metacomprehension” Siswa Zaini Miftah
CENDEKIA Vol. 9 No. 02 (2017): Cendekia October 2017
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Billfath

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1176.74 KB) | DOI: 10.37850/cendekia.v9i02.55

Abstract

Teori pembelajaran perilaku yang terkini menekankan pada pengaturan diri atau self regulation yang membantu siswa mencapai pengendalian atas pembelajarannya sendiri. Kemampuan ini jarang dilatihkan pada siswa, sehingga siswa tidak memiliki kemampuan yang cukup untuk keterampilan pengaturan diri. Oleh karena itu, keterampilan pengaturan diri perlu dilatihkan pada siswa melalui strategi metakognitif. Melalui strategi ini, siswa diberi kesempatan untuk menilai pemahaman diri mereka (metacomprehension) sendiri terhadap suatu materi.
Al Imam Al Mahdi Al Muntazhar Dalam Syi’ah Nur Zaini
CENDEKIA Vol. 9 No. 02 (2017): Cendekia October 2017
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Billfath

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1113.156 KB) | DOI: 10.37850/cendekia.v9i02.56

Abstract

Doktrin ajaran tentang Imam al Mahdi merupakan keniscayaan bagi umat Islam dari kelompok manapun. Sebab landasan hadits Nabi SAW. secara jelas menyebutkan akan munculnya imam al Mahdi pada akhir zaman nanti. Namun, karena tidak ada identitas yang jelas tentang Imam Mahdi, maka timbul berbagai perbedaan tentang siapa laki-laki yang diisyaratkan hadits nabi Saw. sebagai Imam Mahdi. Sekte Syi’ah sendiri sebagai sekte yang memiliki doktrin Imamah (pemimpin/imam dari ahlul bait), juga berbeda-beda dalam mengklaim ke-Mahdian dari imam-imam mereka, bahkan berbeda tentang konsep Ke-Mahdi-an. Syi’ah Zaidiyah dan Sab’iyyah menolak adanya Imam Al Mahdi al Muntazhar. Mahdi bagi Zaidiyah adalah setiap imam yang benar dan adil, sementara Sab’iyah berpandangan bahwa dunia ini selalu ada imam, baik yang tersembunyi maupun yang tampak. Kelompok Syi’ah yang lain seperti Syi’ah Itsna As’ariyah, Ghulat dan Kisaniyah menyakini adanya al Imam al Mahdi al Muntazhar, namun mereka berbeda-beda dalam menentukan siapa yang diyakini menjadi al Mahdi al Muntazhar. Setidaknya ada 16 pimpinan Syi’ah yang diklaim menjadi Al Mahdi Al Muntazhar. Dari sekian banyak klaim ke-Mahdi-an dapat dianalisa bahwa Identitas Mahdi adalah samar-samar dan tidak spesifik. Klaim tentang ke Mahdi an tersebut kebanyakan muncul karena kebingungan dan kekacauan yang menimpa pengikut syi’ah ketika Imam yang mereka agungkan tiba-tiba meninggal, dibunuh atau terbunuh padahal perjuangan mereka belum mendapatkan hasil. Oleh karena itu mereka tidak menganggap imam mereka meninggal tapi ghoibah (menyembunyikan diri). Mereka meyakini pada akhirnya imam tersebut akan muncul kembali. Kepercayaan bahwa Mahdi adalah putra Hassan Askari, bagi Syi’ah Itsna As’ariyah, juga berkembang setelah pengandaian keberadaannya secara rahasia, dan usaha untuk menjelaskan tidakadanya dari penglihatan, dan bukan pengumuman dari kelahirannya oleh bapaknya, berdasarkan pada anggapan keghoiban atau Okultasi sebagai atribut (yang penting) bagi Al Mahdi.
Pengembangan Perangkat Pembelajaran yang Berorientasi pada Kemampuan Berpikir Kritis dengan Model Inkuiri Terbimbing untuk Mereduksi Miskonsepsi Siswa pada Materi Bunyi Eli Mufidah
CENDEKIA Vol. 9 No. 02 (2017): Cendekia October 2017
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Billfath

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1427.867 KB) | DOI: 10.37850/cendekia.v9i02.57

Abstract

Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran yang berorientasi pada kemampuan berpikir kritis dengan model inkuiri terbimbing untuk mereduksi miskonsepsi. Perangkat pembelajaran yang terdiri atas Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kerja Siswa (LKS), Buku Siswa dan Tes Pemahaman Konsep dengan menggunakan model 4-D (Define, Design, Develop, dan Disseminate) yang telah diadaptasi tanpa tahap Disseminate. Perangkat pembelajaran telah divalidasi dan diujicobakan pada 27 siswa kelas IX A SMP N 1 Babat dengan menggunakan One Group Pretest-Posttest Design. Hasil validasi menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan dinyatakan valid untuk diimplementasikan di kelas. Selama implementasi, hasil menunjukkan rata-rata nilai pretest dan Posttest sebesar 35,5 dan 85,9 berturut-turut. Hasil menunjukkan adanya penurunan tingkat miskonsepsi. Dengan analisis Certainty Of Response Index (CRI) dapat ditentukan perubahan konsepsi dari masing-masing siswa sebelum dan setelah pembelajara. Data siswa yang tahu konsep, tidak tahu konsep, miskonsepsi, dan data tentang persebaran konsepsi siswa pada seluruh soal dapat diketahui dari analisis data. Sebelum proses kegiatan pembelajaran, persentase siswa yang tahu konsep sebesar 35,52% dan setelah pembelajaran persentase siswa yang tahu konsep meningkat menjadi 85,57%. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa ada enam siswa yang tidak mengalami miskonsepsi setelah proses pembelajaran, dan ada beberapa siswa lainnya yang belum dapat mereduksi miskonsepsi secara keseluruhan. Miskonsepsi yang telah tereduksi secara keseluruhan didukung dari aktivitas siswa yang melatihkan kemampuan berpikir kritis dengan baik. Selain itu, penggunaan perangkat yang berorientasi pada kemampuan berpikir kritis juga menjadi acuan dan pegangan dalam kegiatan pelaksanaan pembelajaran. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran berorientasi pada kemampuan berpikir kritis yang dikembangkan layak digunakan untuk mereduksi miskonsepsi.
Pendekatan Dalam Studi Islam Telaah Pemikiaran Carl W. Erns dan Richard C Martin “Rethinking Islamic Studies from Orientalism to Cosmopolitanism” Muhammad Sya'roni
CENDEKIA Vol. 9 No. 02 (2017): Cendekia October 2017
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Billfath

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1199.078 KB) | DOI: 10.37850/cendekia.v9i02.58

Abstract

Studi tentang agama-agama termasuk Islam di dalamnya terus mengalami perkembangan, baik dari sisi materi, metodologi, pendekatan atau bahkan penelitinya (muslim dan non-muslim). Dalam hal ini, ada studi islam ala orietalisme dan studi Islam ala Kosmopolitanisme. Masing-masing dari dua ini memiliki corak yang berbeda dan implikasinya menghasilkan diskripsi tentang islam yang berbeda. Di era post-modernime saat ini dan dalam rangka mengahadapi isu-isu Islam Global, studi islam kosmopolitanisme menjadi suatu keniscayaan untuk menjadi solusi terhadap masalah-masalah tersebut
Belajar dan Pembelajaran (Pendidikan Dasar) Annisa Nidaur Rohmah
CENDEKIA Vol. 9 No. 02 (2017): Cendekia October 2017
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Billfath

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1093.366 KB) | DOI: 10.37850/cendekia.v9i02.106

Abstract

Studying and learning are two concepts that are interconnected, the second is the major activity in education. Learning is interpreted the process of changing behaviour as a result of the interaction of the individual with thoose environments. Behaviour change the result of studying nature continuely, functional, positive, active and through. While learning the interpreted activities process through the stages of planning, implementation and evaluation. This study aims to discuss then theory about the concept of studying and learning in the elemntary school with the hopes of being able to serve as a reference is in finding a breakthrough to increase new teachers and teacher candidates in doing the learning process to the participants teach, until the learning process is not only dominated by the teacher wich in the end caused the participants teach less grow in ability he thinks.

Page 1 of 1 | Total Record : 7