cover
Contact Name
Betty Masruroh
Contact Email
flourishing.journal@um.ac.id
Phone
+62341-552115
Journal Mail Official
flourishing.journal@um.ac.id
Editorial Address
Jln. Semarang 5 Malang 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Flourishing Journal
ISSN : -     EISSN : 27979865     DOI : -
Core Subject : Social,
Flourishing Journal is an open-access and peer-reviewed journal dedicated to publishing research articles in the field of psychology. Flourishing Journal accepts research articles that have the potential to make a significant contribution to the exploration and development of psychology and behavioral sciences. Articles submitted to this journal must display a well-thought-out study design, appropriate data analysis, and interpretation.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 5 (2021)" : 10 Documents clear
Religiusitas Sebagai Prediktor Perilaku Hedonik pada Anak Punk di Kota Malang Taju Bahaduri; Tutut Chusniyah; Nur Eva
Flourishing Journal Vol. 1 No. 5 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.159 KB) | DOI: 10.17977/um070v1i52021p332-337

Abstract

The purpose of this study was to determine religiosity as a predictor of hedonic behavior on punk in the Malang City. This research is quantitative research using descriptive causality and regression analysis. The sampling technique in this study uses an accidental sampling technique with the number of research subjects amounting to 60 Punk in the Malang City. Data collection uses a scale of religiosity with reliability of 0.877 and scale of hedonic behavior with reliability of 0.860. The results of this study indicate that as many as 60 percent of Punk in Malang have low religiosity and 52 percent of Punk in Malang City have high hedonic behavior. Regression test results show that religiosity is a predictor of hedonic behavior of hedonic behavior with an R value of 0.371. The contribution of religiosity was 0.138 (13.8 percent) which showed that the effect of religiosity on the emergence of hedonic behavior on Punk in Malang City was 13.8 percent. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui religiusitas sebagai prediktor perilaku hedonik pada anak Punk di Kota Malang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan analisis deskriptif kausalitas. Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan teknik acidental sampling dengan jumlah subjek penelitian sebesar 60 anak Punk di Kota Malang. Pengumpulan data menggunakan skala religiusitas dengan reliabilitas 0,877 dan skala perilaku hedonik dengan reliabilitas 0,860. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebanyak 60 persen anak Punk di Kota Malang memiliki religiusitas yang rendah dan 52 persen anak Punk di Kota Malang memiliki perilaku hedonik yang tinggi. Hasil uji regresi menunjukkan religiusitas merupakan prediktor perilaku hedonik perilaku hedonik dengan nilai korelasi sebesar 0,371. Nilai kontribusi dari religiusitas sebesar 0,138 (13,8 persen) yang menunjukkan bahwa pengaruh religiusitas terhadap kemunculan perilaku hedonik pada anak Punk di Kota Malang sebesar 13,8 persen.
Dukungan Orangtua dalam Proses Terapi Anak dengan Gangguan Autisme Putri Kurniawati; Hetti Rahmawati; Diantini Viatrie
Flourishing Journal Vol. 1 No. 5 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.723 KB) | DOI: 10.17977/um070v1i52021p338-350

Abstract

This research aims to determine the support that given by parents in the therapy processes for child with autism disorder based on the dynamic and dimensions of support. The qualitative research is used as a research method with case study approach model. The research subjects are used by Focus Group Discussion (FGD) in A Plus Malang therapy. Then, it obtained two pairs of participants that is two pairs of parents who had followed the FGD. Data was collected by in-depth interviews to two pairs of participants. Another data collection is observation during the interview and documents studied which as child assessment result. Data analysis techniques are using thematic analysis and validity research is using triangulation or checking participant perspective. The result of the research shows the parents roles are divided into, the role of father and mother that are equally supportive and forming pattern of parental support in therapy processes for child with autism disorder. There are some dimensions of support in the therapy processes for child with autism disorder that are, Emotional support or appreciation of giving reward, emotional support or appreciation in showing love for child, emotional support or appreciation to response of other to the child, emotional support or appreciation during the therapy processes, instrumental support fulfillment the needs of child, informational support of information search, informational support give direction to the child, and friendship support. The dimensions of support influence the development of the child in undergoing the therapy processes. ZL parents tend to give a low support level to the child in the therapy processes. Meanwhile, in the SG parents give a high level of support to the child in the therapy processes. The support levels are viewed based on the dimensions of support and treatment provided by parents of child. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dukungan yang diberikan oleh orangtua dalam proses terapi anak dengan gangguan autisme berdasarkan dinamika serta dimensi-dimensi dukungannya. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan model pendekatan studi kasus. Metode pengambilan subjek penelitian menggunakan Focus Group Discussion (FGD) yang dilaksanakan di tempat terapi A Plus Malang. Kemudian diperoleh 2 pasang partisipan yaitu, dua pasang orangtua yang telah mengikuti FGD. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam (in depth interview) pada kedua pasang partisipan. Pengumpulan data yang lain adalah observasi pada saat wawancara berlangsung, dan studi dokumen yaitu, hasil asesmen anak. Teknik analisis data menggunakan analisis tematik dan cek keabsahan data penelitian menggunakan triangulasi perspektif atau cek partisipan dan cek tema- tema yang menyimpang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran orangtua terbagi menjadi, peran ayah dan peran ibu yang sama-sama mendukung dan membentuk pola dukungan orangtua dalam proses terapi anak dengan gangguan autisme. Beberapa dimensi dukungan dalam proses terapi anak dengan gangguan autisme yaitu, dukungan emosional atau penghargaan pemberian reward, dukungan emosional atau penghargaan menunjukkan rasa cinta pada anak, dukungan emosional atau penghargaan terhadap respon orang lain pada anak, dukungan emosional atau penghargaan selama menjalani proses terapi, dukungan instrumental pemenuhan kebutuhan anak, dukungan informasional pencarian informasi, dukungan informasional memberikan arahan pada anak, dan dukungan persahabatan. Dimensi-dimensi dukungan tersebut mempengaruhi perkembangan sang anak dalam menjalani proses terapinya. Orangtua ZL cenderung memiliki tingkat dukungan yang rendah diberikan pada anak dalam proses terapi. Sedangkan, pada orangtua SG memiliki tingkat dukungan yang tinggi diberikan pada anak dalam proses terapinya. Tingkat dukungan dilihat berdasarkan dimensi dukungan dan penanganan yang diberikan oleh orangtua pada sang anak.
Hubungan Dukungan Sosial Teman Sebaya dengan Intensi Perilaku Makan Sehat pada Mahasiswa Tahun Pertama Fakultas Mipa Universitas Negeri Malang Maylinda Saputri; Hetti Rahmawati; Diantini Viatrie
Flourishing Journal Vol. 1 No. 5 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.982 KB) | DOI: 10.17977/um070v1i52021p351-356

Abstract

The aim of this research was to understand the positive correlation between peer social support and healthy eating intention among first year university students Faculty of Mathematics and Science Universitas Negeri Malang. This research used a quantitative approach with a descriptive and correlation design. The population of this research is first year students Faculty of Mathematics and Science Universitas Negeri Malang. Subject of this research were 221 students obtained with cluster random sampling technique. The instruments used for this research was healthy eating intention scale and peer social support scale. This research use Pearson Product Moment analysis technique with correlation coefficient level is 0,606 and p less than 0,05, this result means there are significant positive relationship between peer social support and healthy eating intention in first year university students Faculty of Mathematics and Science Universitas Negeri Malang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya hubungan positif dukungan sosial teman sebaya dengan intensi perilaku makan sehat pada mahasiswa tahun pertama Fakultas MIPA Universitas Negeri Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan deskriptif dan korelasional. Populasi penelitian adalah mahasiswa tahun pertama Fakultas MIPA Universitas Negeri Malang. Sampel penelitian berjumlah 221 orang yang dipilih berdasarkan teknik cluster random sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala intensi perilaku makan dan skala dukungan sosial teman sebaya. Analisis korelasi menggunakan Product moment Pearson didapat koefisien korelasi sebesar 0,606 dengan p kurang dari 0,05 sehingga ada hubungan positif yang signifikan antara dukungan sosial teman sebaya dengan intensi perilaku makan sehat pada mahasiswa tahun pertama Fakultas MIPA Universitas Negeri Malang.
Pengaruh Kehadiran Orang Lain terhadap Intensi Perilaku Prososial pada Siswa TK di Malang Mohammad Maulidianto; Hetti Rahmawati
Flourishing Journal Vol. 1 No. 5 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.799 KB) | DOI: 10.17977/um070v1i52021p357-364

Abstract

Previous research has shown that there is a problem of low social skills in children in kindergarten children in Malang. This provides an opportunity to investigate the cause. The purpose of this study to examine whether there is in-fluence of other people's presence on prosocial behavior in kindergarten children. To test the hypothesis, this research uses quantitative approach with experimental method. This experiment was conducted on 2 kindergartens in Malang by taking samples of 61 children subject at B grade, then divided randomly into 3 groups. Behavioral measurement method is carried out using observation and noting. The results of this study showing no significant differences in the appearance of prosocial behavior based on the difference of other people's attendance with result p equal 0.065 (p is greater than 0.05) and there was no significant difference in the speed of prosocial behavior response based on the difference of other people's at-tendance with result p equal 0.300 (p is greater than 0.05). These results indicate that there is no effect of the presence of others on prosocial behavior in kindergarten students in Malang. Based on a theoretical perspective, prosocial behavior is influenced by local social culture. During development stages, children learn norms and values from social environment regarding helping behavior. This research was conducted in schools that emphasize teaching on helpfulness and cooperation culture. The teaching of these values turns into personal characteristics that can play a more significant effect in determining someone to help than the characteristics of a situation such as the presence of others. Penelitian terdahulu menunjukkan terdapat masalah rendahnya keterampilan sosial pada anak-anak TK di Malang. Hal ini memberi peluang untuk diteliti penyebabnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh kehadiran orang lain terhadap perilaku prososial pada anak-anak TK. Untuk menguji hipotesis tersebut, penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen. Eksperimen ini dilakukan pada 2 TK di Malang dengan mengambil sampel sejumlah 61 subjek anak yang berada pada tingkat B, kemudian dibagi secara random ke dalam 3 kelompok. Metode pengukuran perilaku dilakukan menggunakan pengamatan dan pencatatan. Hasil eksperimen ini menunjukkan tidak adanya perbedaan signifikan kemunculan perilaku prososial berdasarkan perbedaan jumlah kehadiran orang lain dengan hasil p sama dengan 0.065 (p lebih besar dari 0.05) juga tidak ada perbedaan signifikan kecepatan respons perilaku prososial berdasarkan jumlah kehadiran orang lain dengan hasil p sama dengan 0.300 (p lebih besar dari 0.05). Hasil ini menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh kehadiran orang lain terhadap perilaku prososial pada siswa TK di Malang. Berdasarkan perspektif teoretis, perilaku prososial dipengaruhi oleh sosial budaya setempat. Dalam masa perkembangan, anak mempelajari norma dan nilai dari lingkungan masyarakat tentang tindakan menolong. Penelitian ini dilakukan di sekolah yang menekankan pengajaran menolong dan budaya gotong-royong. Penanaman nilai-nilai ini dibawa menjadi karakteristik personal yang dapat memainkan peran yang lebih signifikan dalam menentukan seseorang untuk menolong dibandingkan karakteristik situasi seperti kehadiran orang lain.
Hubungan Psikologi Kapital dengan Kecenderungan Pindah Kerja Karyawan Ptpn X Pg Tjoekir Jombang Elysa Pratiwi; Fattah Hanurawan; Gamma Hakim
Flourishing Journal Vol. 1 No. 5 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.002 KB) | DOI: 10.17977/um070v1i52021p367-372

Abstract

The purpose of this research is to know (1) Description of psychological capital (2) Description of turnover intention (3) Negative correlation between psychological capital and turnover intention on employees of PTPN X PG Tjoekir Jombang. The analysis technique is descriptive correlational. Total population in this research is 184 employees of PTPN X PG Tjoekir Jombang. Sample used counted 37 employees using simple random sampling technique. Two instruments used are (a) psychological capital scale, obtained 35 valid items with reliability 0,920, (b) turnover intention scale, obtained 39 valid items with reliability 0,931. The result of the descriptive analysis shows that the employees of PTPN X PG Tjoekir Jombang (1) has low psychological capital (54,05 percent) and (2) has high turnover intention (59,46 percent). The result of the hypothesis analysis using correlation Pearson product moment analysis shows that there is negative correlation between psychological capital and turnover intention on employees of PTPN X PG Tjoekir. Researchers suggests (a) the company can facilitate employees to develop through innovation opportunities and career paths (b) employees can increase self-efficacy by making barriers in work as constructive learning (c) further researchers can consider the factors of turnover intention and add control variable. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Gambaran psikologi kapital (2) Gambaran kecenderungan pindah kerja (3) Hubungan negatif psikologi kapital dengan kecenderungan pindah kerja karyawan PTPN X PG Tjoekir Jombang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah 184 karyawan PTPN X PG Tjoekir Jombang. Sampel yang digunakan sebanyak 37 karyawan dengan menggunakan teknik simple random sampling. Dua Instrumen yang digunakan yaitu (a) skala psikologi kapital, sebanyak 35 aitem valid dengan reliabilitas 0,920 (b) skala kecenderungan pindah kerja, sebanyak 39 aitem valid dengan reliabilitas 0,931. Hasil analisis deskriptif menunjukkan karyawan PTPN X PG Tjoekir Jombang (1) memiliki psikologi kapital rendah (54,05 persen) dan (2) memiliki kecenderungan pindah kerja tinggi (59,46 persen). Hasil uji hipotesis menggunakan analisis korelasi pearson product moment menunjukkan ada hubungan negatif antara psikologi kapital dengan kecenderungan pindah kerja. Peneliti memberikan saran (a) perusahaan dapat memfasilitasi karyawan agar berkembang melalui kesempatan berinovasi maupun jenjang karir (b) karyawan dapat meningkatkan kepercayaan diri dengan menganggap hambatan dalam bekerja sebagai pembelajaran konstruktif (c) peneliti selanjutnya dapat memperhatikan faktor-faktor dari kecenderungan pindah kerja dan menambah kontrol variabel.
Kepribadian Big Five Sebagai Prediktor Perilaku Vandalisme pada Siswa SMAN 02 Batu Agil Prayogo; Tutut Chusniyah; Farah Tantiani
Flourishing Journal Vol. 1 No. 5 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.188 KB) | DOI: 10.17977/um070v1i52021p373-382

Abstract

Vandalism is an act of destroying goods, facilities, or environmental arrangements that are carried out intentionally without the owner's permission and is a form of aggression. The act of aggression is caused by several factors, one of which is the personality of the individual. This study aims to: (1) Know the level of the big five personality traits (2) Knowing the level of vandalism (3) big five personality is a predictor of vandalism behavior in students. This study uses a quantitative approach with a descriptive causality design. The sample of this study amounted to 90 people. The sampling technique used was purposive sampling with the characteristics of being students of class XI Science, Social Sciences, and Language at SMAN 02 Batu. The instruments used are in the form of a scale of vandalism and short scale and extra-shorts forms of big five inventory. Analysis of the data used is descriptive analysis techniques and simple regression analysis used to determine whether the big five personality is a predictor of vandalism behavior in students. The results of the analysis obtained several conclusions as follows: (1) generally the level of vandalism in class XI students of SMAN 02 Batu is in the high category; (2) extraversion, conscientiousness, and neuroticism traits in SMAN 02 Batu students are generally in the low category, while trait agreeableness and openness are generally in the high category. (3) extraversion trait is a predictor of vandalism behavior in students of SMAN 02 Batu, (R equal 0.382 R square 0.088 sig. 0.004 less than 0.05). The results of this study are suggested that the schools make prevention efforts such as deflecting offenders to change destructive behavior into activities that have positive values. For further research, it is expected to be able to examine more in the aspects that exist in each variable, as well as the factors that influence the two variables. Vandalisme adalah suatu tindak yang dilakukan dengan sengaja merusak lingkungan dan merupakan bentuk dari agresi. Ada beberapa faktor yang menyebabkan tindakan tersebut, salah satunya kepribadian dari individu. Penelitian ini bertujuan: (1) Mengetahui tingkat trait kepribadian big five (2) Mengetahui tingkat vandalisme (3) big five merupakan aspek prediksi perilaku vandalisme pada siswa. Dalam penelitian ini digunakan pendekatan kuantitatif deskriptif kausalitas. Sampel penelitian ini berjumlah 90 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan karakteristik yaitu merupakan siswa kelas XI IPA, IPS, dan Bahasa di SMAN 02 Batu. Istrumen yang digunakan berupa skala vandalisme dan skala short and extra-shorts forms of big five inventory. Analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif dan analisis regresi sederhana yang digunakan untuk mengetahui apakah kepribadian big five sebagai prediktor perilaku vandalisme pada siswa. Hasil analisis diperoleh beberapa kesimpulan sebagai berikut: (1) umumnya tingkat vandalisme pada siswa kelas XI SMAN 02 Batu berada pada kategori tinggi; (2) trait extraversion, conscientiousness, dan neuroticism pada siswa SMAN 02 Batu secara umum pada kategori rendah, sementara trait agreeableness dan openness secara umum pada kategori tinggi. (3) trait extraversion merupakan prediktor perilaku vandalisme pada siswa SMAN 02 Batu, (R sama dengan 0,382 R square 0,088 sig. 0,004 kurang dari 0,05). Hasil penelitian ini disarankan agar pihak sekolah melakukan upaya pencegahan seperti, deflecting offenders guna mengubah perilaku perusakan menjadi kegiatan yang memiliki nilai positif. Bagi penelitian selanjutnya diharapkan untuk dapat mengkaji lebih dalam aspek-aspek yang ada pada masing-masing variabel, serta faktor-faktor yang mempengaruhi dari kedua variabel
Hubungan Antara Gaya Resolusi Konflik dengan Task Commitment pada Siswa SMK Tunas Bangsa Malang Sekar Githami; Tutut Chusniyah
Flourishing Journal Vol. 1 No. 5 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.205 KB) | DOI: 10.17977/um070v1i52021p383-394

Abstract

This study aims to determine the relationship between conflict resolution styles and task commitment of students of SMK Tunas Bangsa Malang, the relationship between the kinds of conflict resolution styles (avoiding, dominating, compromise, obliging, integrating) and the student's task commitment. This research was conducted on 57 students using a descriptive correlational method design. The research instrument used was a conflict resolution style scale with a reliability of 0.771 and a task commitment scale with a reliability of 0.951. Based on the data analysis, the results were (1) there was a positive relationship between the conflict resolution style and the student's task commitment with a correlation number of 0.592; (2) there is a positive relationship between avoiding style and the student's task commitment with a correlation number of 0.411; (3) there is no significant relationship between dominating style and student's task commitment; (4) there is a positive relationship between the compromise style and the student's task commitment with a correlation number of 0.366; (5) there is a positive relationship between the obliging force and the student's task commitment with a correlation number of 0.285; (6) there is a positive relationship between the integrating force and the student's task commitment with a correlation number of 0.554. Task commitment adalah suatu dorongan dalam diri individu untuk bertanggung jawab dan menyelesaikan tugas yang diterima meskipun mengalami hambatan dalam pengerjaanya. Sedangkan, gaya resolusi konflik merupakan cara menangani masalah dengan menunjukkan responrespon berpola, dan atau kelompok perilaku yang digunakan orang dalam menghadapi konflik, yang meliputi gaya avoiding, dominating, compromise, obliging, dan integration. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara gaya resolusi konflik dengan task commitment siswa SMK Tunas Bangsa Malang, hubungan antara macammacam gaya resolusi konflik (avoiding, dominating, compromise, obliging, integrating) dengan task commitment siswa. Penelitian ini dilakukan kepada 57 siswa menggunakan rancangan metode deskriptif korelasional. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu skala gaya resolusi konflik dengan reliabilitas 0,771 dan skala task commitment dengan reliabilitas 0,951. Berdasarkan analisis data diperoleh hasil yaitu (1) terdapat hubungan positif antara gaya resolusi konflik dengan task commitment siswa dengan angka korelasi 0,592; (2) terdapat hubungan positif antara gaya avoiding dengan task commitment siswa dengan angka korelasi 0,411; (3) tidak terdapat hubungan yang signifikan antara gaya dominating dengan task commitment siswa; (4) terdapat hubungan positif antara gaya compromise dengan task commitment siswa dengan angka korelasi 0,366; (5) terdapat hubungan positif antara gaya oblinging dengan task commitment siswa dengan angka korelasi 0,285; (6) terdapat hubungan positif antara gaya integrating dengan task commitment siswa dengan angka korelasi 0,554.
Hubungan Antara Lokus Kendali Internal dan Strategi Coping Stress Berfokus Masalah pada Karyawan PHK Mega Irahana; Fattah Hanurawan
Flourishing Journal Vol. 1 No. 5 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.247 KB) | DOI: 10.17977/um070v1i52021p395-403

Abstract

Abstract This study aims to determine the correlation between the internal locus of control and problem focused of coping on lay off employees at PT. Panca Patriot Prima. The research method used is a quantitative approach with a descriptive correlational approach. The population in this study were lay off employees at PT. Panca Patriot Prima. The sampling technique used was purposive sampling. The sample in this study amounted to 50 employees who experienced layoffs. The instrument used was a modified internal control locus scale from the Levenson IPC scale and problem focused of coping scale prepared by the researcher. The results of this hypothesis test use Pearson Product Moment correlation. The results of this study indicate that internal locus of control and problem focused coping of lay off employees at PT. Panca Patriot Prima is at a very high range of norms. Correlation between internal locus of control and problem focused coping of lay off employees at PT. Panca Patriot Prima, Kab. Pasuruan is positive and significant with a significance value of 0.046 (less than 0.05). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara lokus kendali iternal dan strategi coping stres berfokus masalah pada karyawan PHK di PT. Panca Patriot Prima. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan pendekatan deskriptif korelasional. Populasi pada penelitian ini adalah karyawan PHK di PT. Panca Patriot Prima. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 50 karyawan yang mengalami PHK. Instrumen yang digunakan adalah skala lokus kendali internal yang dimodifikasi dari skala IPC Levenson dan skala strategi coping stres berfokus masalah yang disusun oleh peneliti. Hasil uji hipotesis ini menggunakan korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa lokus kendali internal dan strategi coping stres berfokus masalah karyawan PHK di PT. Panca Patriot Prima berada pada rentangan norma sangat tinggi. Hubungan lokus kendali internal dan strategi coping stres berfokus masalah karyawan PHK di PT. Panca Patriot Prima Kab. Pasuruan adalah positif dan signifikan dengan nilai signifikansi sebesar 0,046 (kurang dari 0,05).
Perbedaan Kecemasan Mahasiswa Universitas Negeri Malang yang Menyusun Skripsi Ditinjau dari Pola Asuh Orang Tua Tajwidatul Hijaziyah; Nur Eva; Farah Tantiani
Flourishing Journal Vol. 1 No. 5 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.832 KB) | DOI: 10.17977/um070v1i52021p404-411

Abstract

This research aimed to figure out about anxiety differences of students viewed from their parental styles. In addition, this research is also aimed to describe anxiety level of students of Universitas Negeri Malang who compile their thesis viewed from their parental styles. By alpha Cronbach reliability test, anxiety scale got p equal 0,885 and parental styles scale got p equal 0,956, which is p bigger than 0,05 it means that the instruments was appropriate for use. The analysis employed was descriptive and comparative with one-way anova analyzes. Descriptive analyze resulted from 119 subjects shows that 11 students (9.24 percent) have very high anxiety level; 41 students (34.25 percent) at high level; 28 students (25.53 percent) at mid-level; 33 students (23.53 percent) at low level and 6 students (5.04 percent) at very low level. The comparative analysis results with One-way anova obtain a significance value of 0.000 (p less than 0.05). It means there are anxiety differences of students in universitas negeri Malang who compiled thesis viewed from their parental styles. The analysis results generate conclusion that there are anxiety differences of students in universitas negeri Malang who compiled thesis viewed from their parental styles. Students who endured permissive and authoritarian parental styles from their parents have higher degree of anxiety compared to the democratic one while they are working on their thesis. Further researchers are recommended to apply qualitative approach to find more correlations between parental styles and anxiety holistically. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kecemasan yang ditinjau dari pola asuh orang tua pada mahasiswa. Selain itu penelitian ini juga untuk menggambarkan tingkat kecemasan mahasisswa yang menyusun skripsi di universitas negeri malang ditinjau dari pola asuh. Berdasarkan uji reliabilitas alpha cronbach didapatkan nilai p dari skala kecemasan 0,885 dan skala pola asuh orang tua 0,956, dimana p lebih besar dari 0,05 yang berarti skala tersebut layak digunakan. Penelitian kuantitatif berjenis deskriptif komparatif dengan analisis varians satu jalur (one-way anova). Hasil analisis deskriptif menunjukkan kecemasan kategori sangat tinggi sebanyak 11 orang (9,24 persen), kategori tinggi 41 orang (34,25 persen), kategori cukup 28 orang (25,53 persen), kategori rendah 33 orang (23,53) dan kategori sangat rendah 6 orang (5,04 persen). Analisis varian satu jalur menunjukkan nilai p sama dengan 0,000 kurang dari 0,05, yang berarti terdapat perbedaan kecemasan pada mahasiswa yang menyusun skripsi yang menerima pola asuh permisif, otoriter dan demokratis. Berdasarkan hasil analisis diperoleh kesimpulan yaitu terdapat perbedaan kecemasan pada mahasiswa yang menyusun skripsi apabila ditinjau dari pola asuh orang tua. Mahasiswa yang menerima pola asuh permisif dan otoriter memiliki kecemasan yang lebih tinggi selama proses menyusun skripsi daripada mahasiswa yang menerima pola asuh demokratis. Saran untuk peneliti selanjutnya diharapkan agar dapat melakukan penelitian dengan metode kualitatif sehingga dapat menggali informasi tentang keterkaitan pola asuh dan kecemasan lebih mendalam dan menyeluruh.
Hubungan Sikap Karyawan terhadap Jaminan Kesehatan Dengan Kepuasan Kerja Karyawan di Ptpn. X Pg. Modjopanggoong Tulungagung Nur Aida Amelia; Fattah Hidayat; Ninik Setiyowati
Flourishing Journal Vol. 1 No. 5 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.194 KB) | DOI: 10.17977/um070v1i52021p412-419

Abstract

Purpose of the research is to employee’s job satisfaction in PTPN. X. PG. Modjopanggoong Tulungagung. This research uses a quantitative approach with descriptive and correlation design. The population of research are 204 employees, and the sample of the research are 41 or 20 percent from total population. Sampling technique used is purposive sampling. Utilization of research instrument are employee attitude toward health insurance scale and employee satisfaction scale with a reliability of 0,939 and 0,876. The result of the research showed that employee attitude toward health insurance a low 58,54 percent and employees have low employee satisfaction 60,98 percent. There is a positive significant correlate between employee attitude toward health insurance and employee satisfaction correlates with the number of 0,872, the significance of 0,000 and p less than 0,05. Companies are advised to leave the socialization of health insurance clearer so that employees are better informed and have higher employee satisfaction. In addition, the company can provide other policy but in the context of health insurance to bridge the policy of the government. Government should be reviewing about all the possibilities that will happen when a decision has been taken. For researcher, then researcher can research with qualitative research methods, to obtain the research results are more varied. Then researcher can research by other variable of employee satisfaction factors including intrinsic factor, salary, supervision, colleagues, working conditions is correlated to employee satisfaction. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan sikap karyawan terhadap jaminan kesehatan dengan kepuasan kerja karyawan di PTPN. X PG. Modjopanggoong Tulungagung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan deskriptif dan korelasional. Populasi penelitian sebanyak 204 karyawan dengan jumlah sampel 41 atau 20 persen dari jumlah populasi. Teknik sampling yang digunakan adalah purposif sampling. Menggunakan instrumen penelitian berupa skala sikap karyawan terhadap jaminan kesehatan dan skala kepuasan kerja dengan reliabilitas 0,939 dan 0,876. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karyawan memiliki sikap terhadap jaminan kesehatan yang rendah 58,54 persen dan karyawan memiliki kepuasan kerja yang rendah 60,98 persen. Terdapat hubungan positif signifikan antara sikap karyawan terhadap jaminan kesehatan dengan kepuasan kerja dengan angka kolerasi sebesar 0,872, signifikansi 0, 000 dan p kurang dari 0,05. Sebaiknya, perusahaan memberikan program sosialisasi secara berkelanjutan mengenai pentingnya jaminan kesehatan yang akan diikuti oleh karyawan, sehingga karyawan mampu memahami dan kepuasan kerja karyawan dapat terjamin. Pemerintah memberikan program sosialisasi lebih baik lagi, sehingga masyarakat mampu memahami pentingnya jaminan kesehatan dan prosedur penggunaan jaminan kesehatan. Untuk peneliti selanjutnya, Peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian dengan metode penelitian kualitatif, agar dapat memperoleh hasil penelitian yang lebih bervariasi. Penelitian selanjutnya dapat dilakukan dengan menggunakan variabel lain yang berasal dari faktor faktor kepuasan kerja karyawan lainnya yang meliputi faktor intrinsik, gaji, penyeliaan, rekan rekan kerja dan kondisi kerja untuk kemudian dihubungkan dengan kepuasan kerja karyawan.

Page 1 of 1 | Total Record : 10