Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

PENGARUH KEMATANGAN EMOSI TERHADAP PENYESUAIAN SOSIAL PADA MAHASISWA BARU POLITEKNIK NEGERI MALANG Anita Yustis Kristina; Nur Eva; Mohammad Bisri
Jurnal Sains Psikologi Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.692 KB)

Abstract

Masa remaja merupakan masa di mana usia peralihan dari masa anak-anak ke masa dewasa yang mengalami perubahan emosi dan perubahan sosial. Penyesuaian sosial merupakan kemampuan seorang individu untuk dapat menyesuaikan diri dengan bentuk tingkah laku yang telah disetujui oleh kelompok dengan diikuti kematangan emosi yang baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kematangan emosi terhadap penyesuaian sosial pada mahasiswa baru Politeknik Negeri Malang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian korelasi sebab-akibat. Populasi yang diambil dalam penelitian ini adalah mahasiswa baru jurusan akuntansi Politeknik Negeri Malang. Teknik pengambilan sampel menggunakan Random Sampling, dengan sampel sebanyak 56 subjek penelitian. Analisis data dari penelitian ini menggunakan teknik Simple Linear Regression, dengan bantuan SPSS 16.0 for windows. Hasil penelitian yang telah dilakukan, yaitu tingkat penyesuaian sosial pada mahasiswa baru jurusan akuntansi Politeknik Negeri Malang masuk dalam kategori tinggi, dengan hasil persentase sebesar 51,78% dan tingkat kematangan emosi mahasiswa baru jurusan akuntansi Politeknik Negeri Malang dinyatakan tinggi dengan hasil persentase sebesar 51,78%. (3) hasil dari uji regresi, koefisien korelasi variabel kematangan emosi dengan penyesuaian sosial sebesar 0,653. Kemudian terdapat nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,427. Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat pengaruh kematangan emosi terhadap penyesuaian sosial pada mahasiswa baru jurusan akuntansi Politeknik Negeri Malang sebesar 42,7%.Kata Kunci: kematangan emosi , penyesuaian sosialDOI: http://dx.doi.org/10.17977/um023v8i12019p187
HUBUNGAN STATUS SOSIAL EKONOMI DAN SUBJECTIVE WELL BEING PADA IBU PENDERITA SKIZOFRENIA Farida Farida; Nur Eva; Diantini Ida Viatrie
Jurnal Sains Psikologi Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.243 KB) | DOI: 10.17977/um023v7i12018p107-109

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat adanya hubungan status sosial ekonomi dengan subjective well being Ibu dari penderita skizofrenia. Status sosial ekonomi adalah kedudukan atau tempat seseorang dalam masyarakatnya dilihat dari tingkat pendidikan, tingkat pendapatan, dan jenis pekerjaan. Sedangkan subjective well being adalah evaluasi individu mengenai kualitas hidupnya. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kuantitatif deskriptif dengan model korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah  Ibu yang memiliki anak skizofrenia yang dirawat di Poli Kesehatan Jiwa RSJ. Dr. Radjiman Wediodiningrat. Teknik pengambilan sampel mengunakan purposive sampling. Terdapat dua instrumen yang digunakan, yakni kuesioner status sosial ekonomi dan skala subjective well being. Analisis data mengunakan deskriptif dan analisis korelasional. Berdasarkan hasil analisis deskriptif didapatkan kesimpulan bahwa 24 subjek memiliki status sosial ekonomi rendah, dan 22 subjek memiliki subjective well being yang rendah. Selain itu terdapat 16 subjek yang memiliki status sosial ekonomi yang tinggi dan 18 subjek memiliki subjective well being tinggi, artinya status sosial ekonomi dan subjective well being yang dimiliki oleh Ibu penderita skizofrenia sebagian besar rendah. Hasil analisis korelasional menunjukkan bahwa terdapat nilai korelasi sebesar 0,314 menujukkan adanya korelasi antara variabel status sosial ekonomi dan subjective well being. Maka, disimpulkan ada hubungan yang positif antara status sosial ekonomi dengan subjective well being pada Ibu  penderita skizofrenia.Kata kunci: Status Sosial Ekonomi,Subjective Well Being,Skizofrenia 
KARAKTERISTIK KECERDASAN ANAK CERDAS ISTIMEWA Nur Eva
Jurnal Sains Psikologi Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.758 KB) | DOI: 10.17977/um023v5i22016p20-24

Abstract

Anak Cerdas Istimewa (Gifted Children) menunjukkan kecerdasannya sejak usia dini. Penelitian ini bertujuan mengetahui kecerdasan anak cerdas istimewa pada usia dini, yaitu antara usia 3-5 tahun. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan melakukan wawancara terhadap tiga ibu dari anak cerdas istimewa. Data dianalisis dengan analisis tematik. Hasil analisis menunjukkan bahwa anak cerdas istimewa mempunyai kemampuan membaca lebih awal, kritis, dan mempunyai motivasi belajar yang tinggi. Hal ini menunjukkan anak cerdas istimewa usia dini mengalami lompatan kecerdasan.Kata Kunci: anak cerdas istimewa, usia dini, kecerdasan
RELIGIUSITAS DAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS MAHASISWA PENGAJAR BIMBINGAN BELAJAR AL–QUR’AN DI UNIVERSITAS NEGERI MALANG Mei Shinta Setiawan; Nur Eva; Sri Andayani
Psikoislamedia : Jurnal Psikologi Vol 6, No 1 (2021): PSIKOISLAMEDIA : JURNAL PSIKOLOGI
Publisher : State Islamic University (UIN) Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/psikoislamedia.v6i1.8999

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh religiusitas terhadap kesejahteraan psikologis pada mahasiswa yang berprofesi sebagai pengajar bimbingan belajar Al-Qur’an di Universitas Negeri Malang. Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasional. Analisis dilakukan dengan menggunakan analisis regresi linier sederhana. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik purposive sampling, yang terdiri dari 88 mahasiswa dengan profesi sebagai pengajar bimbingan belajar Al-Qur’an. Instrumen penelitian yang digunakan adalah skala religiusitas dan skala kesejahteraan psikologis. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh antara religiusitas dengan kesejahteraan psikologis pada mahasiswa dengan profesi sebagai pengajar bimbingan belajar Al-Qur’an, dengan nilai signifikansi sebesar 0.004 (p<0.005) dan nilai korelasi sebesar 0.301 dan nilai koefisien determinasi sebesar 0.090 yang artinya terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara religiusitas terhadap kesejahteraan psikologis serta besarnya pengaruh religiusitas terhadap kesejahteraan psikologis mahasiswa yang berprofesi sebagai pengajar bimbingan belajar Al-Qur’an di Universitas Negeri Malang adalah sebesar 9%.
SELF-EFFICACY DAN SELF-REGULATED LEARNING PADA SANTRIWATI Adhelia Rochmatika; Nur Eva; Farah Farida Tantiani
Psyche: Jurnal Psikologi Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/psyche.v3i2.362

Abstract

ABSTRACTThis study aims to determine the relationship between self-efficacy and self-regulated learning on women students. This research is quantitative research and used simple regression statistical analytic method with a descriptive design. The population of this study was 128 women students. Data retrieval is done by simple random sampling technique. There were 83 students as research subjects. There are two instruments used in this study to collect data, the scale of self-efficacy has reliability of 0.979 and the self-regulated scale has reliability of 0.894. The results of this study show that (1) most women students have high self-efficacy, (2) most women students have high self-regulated learning (3) there is a significant effect between self-efficacy on self-regulated learning on women students (F = 35,654, R2 = 0.306, p <0.05). So self-efficacy gives an effect of 30.6% on self-regulated learning, while the remaining 69.4% is used by other variables that are not approved, such as, the social environment. The implication of this research is to maintain self-efficacy by increasing the strengths of women students in to solve self-regulated learning problems ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) gambaran self-efficacy santriwati (2) gambaran self-regulated learning santriwati (3) gambaran pengaruh self-efficacy terhadap self-regulated learning pada santriwati. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan deskriptif dan analisis statistik regresi sederhana. Populasi penelitian ini berjumlah 128 santri, dan pengambilan data menggunakan teknik simple random sampling. Kemudian didapatkan 83 santri sebagai subjek penelitian. Terdapat dua instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu (a) skala self-efficacy dengan reliabilitas 0.979 (b) skala self-regulated dengan reliabilitas 0.894. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) sebagian besar santriwati memiliki self-efficacy tinggi, (2) sebagian besar santriwati memiliki self-regulated learning tinggi (3) ada pengaruh yang signifikan self-efficacy terhadap self-reulated learning pada santriwati (F = 35.654, R2 = 0.306, p < 0.05). Jadi self-efficacy memberikan pengaruh sebesar 30.6% terhadap self-regulated learning, sedangkan sisa 69.4% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti, seperti, lingkungan sosial. Implikasi dari penelitian ini adalah mempertahankan self-efficacy pada santriwati dengan mengoptimalkan kelebihan yang dimiliki santriwati dalam menyelesaikan berbagai persoalan self- regulated learning. 
Mengembangkan Kecerdasan Majemuk pada Generasi Milenial Siswa Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Insantama Malang Retno Sulistiyaningsih; Nur Eva; Nur Rohmah Hidayatul Qoyyimah; Najway Azka Ar-Robbaniy; Sri Andayani
GUYUB: Journal of Community Engagement Vol 1, No 3 (2020): Pendampingan Administrasi Politik, Agama, dan Pendidikan
Publisher : Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/guyub.v1i3.1563

Abstract

Multiple intelligence is one way to understand the abilities possessed by children. This needs to be re-understood considering that many parents see intelligence based solely on report card scores. It is important to provide understanding to parents about multiple intelligence in order to understand the conditions of development and intelligence possessed by their children. This research aims to increase parents's knowledge about multiple intelligences. This study used a quantitative approach with a quasi-type experiment through the provision of psychoeducation. The subjects in this study were 11 parents of SDIT Insantama Malang students with various educational and occupational backgrounds. The study used the Guttman scale to collect data. Participants received a pre-test and post-test to determine the differences before and after attending psychoeducation. Data analysis used paired t test as statistical analysis. The result of this study is that there is a significant influence on the increase in the knowledge of parents about multiple intelligence with a significance value of 0.00 and a t value of -12,111.
The Effect of Self-Efficacy on Career Decision Making in Final Year Students Milensia Risma Rodinda; Nur Eva
Indonesian Psychological Research Vol. 5 No. 1 (2023)
Publisher : Program Studi Psikologi UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29080/ipr.v5i1.806

Abstract

The objectives of the study are to understand career decision-making in final-year psychology students at the state university of Malang, to understand self-efficacy in final-year students at state universities in Malang, and to determine if self-efficacy and career satisfaction are influenced in final-year psychology students at the state university of Malang. This study employs a quantitative, descriptive methodology using scale-shaped instruments for data collection, which are communicated via Google Forms. The General Self-Efficacy Scale (GSES), created by Schwarzer and Jerusalem, is used to gauge self-efficacy (1995). Heru (2015) developed a test to assess career decision-making based on the Miller and Tiedeman hypothesis (Sharf, 1992). (2015). One hundred twenty people made up the study's samples. Purposive sampling is a sampling technique. Simple regression analysis is used in data analysis approaches. R2 = 37.7% of the data in this study's results were gathered, with a p-value of 0.000. It is impossible to claim that self-efficacy influences career decision-making in a way that accounts for 37.7% of it, while other factors that have not been the subject of research impact the other 62.3 percent.
Perbedaan Perkembangan Moral Ditinjau dari Jenis pola Asuh Orang Tua pada Remaja Kelas XI SMA Persatuan Kedungpring Lamongan Dayu Soraya; Nur Eva; Farah Farida Tantiani
Flourishing Journal Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.339 KB) | DOI: 10.17977/um070v1i12021p55-62

Abstract

Abstract: The purpose of the present study was to find out moral development difference by considering the types of parenting style on adolescents of class XI SMA Persatuan Kedungpring Lamongan. Research data were obtained from (a) Defining Issues Test-2 contains 60 items with reliability coefficients 0,933 and (b) Scale of Parenting Style contains 35 items with reliability coefficients 0,929. The type of this research is descriptive comparative. The techniques on this research are descriptive analysis and one way anova. Based on results of the analysis of the obtained three conclusions, namely: (1) moral development of adolescents reaches stage 4 or sosial order orientation, (2) parenting style the most are neglectful and authoritative, and (3) there is difference moral development based on parenting style on adolescent. Keywords: moral development, parenting style, adolescent Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan perkembangan moral ditinjau dari pola asuh orang tua pada remaja kelas XI SMA Persatuan Kedungpring Lamongan. Data diperoleh melalui (a) Skala Defining Issues Test-2 yang berisi 60 butir aitem dengan reliabilitas sebesar 0,933 dan (b) Skala pola asuh orang tua yang berisi 35 butir aitem dengan reliabilitas sebesar 0,929. Jenis penelitian ini adalah deskriptif komparatif. Teknik analisis yang digunakan yaitu analisis deskriptif dan analisis varians satu jalur. Berdasarkan hasil analisis diperoleh 3 kesimpulan, yaitu (1) perkembangan moral remaja mencapai tahap 4 atau orientasi keteraturan dan otoritas, (2) pola asuh orang tua sebagian besar mengabaikan dan otoritatf, dan (3) ada perbedaan perkembangan moral remaja ditinjau dari jenis pola asuh orang tua. Kata kunci: perkembangan moral, pola asuh orang tua, remaja.
Hardiness sebagai prediktor kebahagiaan pada mahasiswa olahragawan di Universitas Negeri Malang Ersa Septi Erianti; Nur Eva; Pravissi Shanti
Flourishing Journal Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.51 KB) | DOI: 10.17977/um070v1i12021p83-93

Abstract

Abstract: This study aims to determine the correlation between emotion regulation with teaching motivation for special needs teachers at Malang. This research uses quantitative approach with descriptive and correlational design. Special needs teachers involved are 70 people. The study population was 138 with a sample size of 30 or 22 percent of the total population. The sampling technique used is simple random sampling. The research instrument is a likert scale of emotional regulation with validity coefficient value from 0.321 to 0.673 and reliability coefficient of 0.902 and likert motivation scale of teaching with validity coefficient of moving from 0.310 to 0.763 and reliability coefficient of 0.935. The results showed that special needs teachers in Malang have a high emotional regulation of 53 percent and also a high motivation to teach of 51 percent . There is a positive relationship between emotional regulation and motivation to teach, the correlation rate of r equal 0.450, significance 0.000 and p smaller than 0.05. While the effective contribution of emotion regulation on teaching motivation is 20.3 percent , it means that there are 79,7 percent other variables that can influence teaching motivation besides emotion regulation. Keywords: emotional regulation; teaching motivation; special needs teachers Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara regulasi emosi dengan motivasi mengajar pada guru sekolah luar biasa di kota Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan deskriptif dan korelasional. Guru sekolah luar biasa yang terlibat sebanyak 70 orang. Populasi penelitian sebanyak 138 dengan jumlah sampel 30 atau 22 persen dari jumlah populasi. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling. Instrumen penelitian berupa skala likert regulasi emosi dengan nilai koefisien validitas bergerak dari 0,321 sampai dengan 0,673 dan koefisien reliabilitas sebesar 0,902 kemudian skala likert motivasi mengajar dengan nilai koefisien validitas bergerak dari 0,310 sampai dengan 0,763 dan koefisien reliabilitas sebesar 0,935. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru sekolah luar biasa di kota Malang memiliki regulasi emosi yang tinggi yakni 53 persen dan juga motivasi mengajar yang tinggi yakni 51 persen . Terdapat hubungan positif antara regulasi emosi dengan motivasi mengajar, angka korelasi sebesar r sama dengan 0,450, signifikansi 0,000 dan p lebih kecil 0,05. Sedangkan sumbangan efektif regulasi emosi pada motivasi mengajar sebesar 20,3 persen, artinya terdapat 79,7 persen variabel lain yang dapat mempengaruhi motivasi mengajar selain regulasi emosi. Kata kunci: regulasi emosi; motivasi mengajar; guru sekolah luar biasa
Mekanisme Pertahanan Ego Anggota Punk dalam Menghadapi Prasangka Sosial Izzul Jinan Isna Alluza; Fattah Hanurawan; Nur Eva
Flourishing Journal Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.465 KB) | DOI: 10.17977/um070v1i22021p106-113

Abstract

Abstract: The method used in this study is qualitative research with phenomenological research types. Data collection tools in this study were interviews and open questionnaires. Type checking the validity of the data in this study using interpretative validation. Results of the research are the ego defense mechanisms used by research subjects in the face of social prejudice. There are 3 categories and 5 types of ego defense mechanisms. The third category is the primitive ego defense mechanism, less primitive ego defense mechanisms, and the mature ego defense mechanisms. In the category of primitive ego defense mechanisms, there is one kind of ego defense mechanism of the type of regression. While less primitive, there are two types of ego defense mechanisms, namely repression and displacement. And in the adult category there are two types of ego defense mechanisms, namely sublimation and assertiveness. Keywords: ego defense mechanisms; social prejudice Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mekanisme pertahanan ego apa yang diterapkan anggota kelompok punk di ITN dalam menghadapi prasangka sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif fenomenologi. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara dan kuesioner terbuka. Pengecekan keabsahan data menggunakan validasi interpretatif. Hasil penelitian yang diperoleh adalah mekanisme pertahanan ego yang digunakan oleh subjek penelitian dalam menghadapi prasangka sosial yakni: a. Mekanisme pertahanan ego primitif yaitu mekanisme pertahanan ego jenis regresi, b. Mekanisme pertahanan ego kurang primitif yang meliputi represi dan displacement, c. Mekanisme pertahanan ego dewasa meliputi mekanisme pertahanan ego sublimasi dan assertiveness. Kata kunci: mekanisme pertahanan ego; prasangka sosial