cover
Contact Name
Betty Masruroh
Contact Email
flourishing.journal@um.ac.id
Phone
+62341-552115
Journal Mail Official
flourishing.journal@um.ac.id
Editorial Address
Jln. Semarang 5 Malang 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Flourishing Journal
ISSN : -     EISSN : 27979865     DOI : -
Core Subject : Social,
Flourishing Journal is an open-access and peer-reviewed journal dedicated to publishing research articles in the field of psychology. Flourishing Journal accepts research articles that have the potential to make a significant contribution to the exploration and development of psychology and behavioral sciences. Articles submitted to this journal must display a well-thought-out study design, appropriate data analysis, and interpretation.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 4 (2024)" : 5 Documents clear
Gambaran Perilaku Pro Lingkungan pada Mahasiswa Hasan Asyhuri; Rakhmaditya Dewi Noorizki
Flourishing Journal Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v4i42024p153-162

Abstract

Environmental pollution is one of the problems facing society today, especially in Indonesia. Students have a big role in maintaining pro-environmental behavior. Pro-environmental behavior is behavior aimed at minimizing all potential negative impacts on the environment. However, data shows a lack of public awareness, especially among college students, of pro-environmental behavior. This problem is often found in littering and single-use plastic packaging, which causes plastic waste to accumulate. Factors such as level of education, government support, social norms, and the role of peers influence pro-environmental behavior. The research aims to determine pro-environmental behavior carried out by students using descriptive statistical methods. Researchers' results are that students must improve their waste recycling behavior, use materials that can be used many times, and use environmentally friendly transportation. However, students are quite good at energy conservation and knowledge of more environmentally friendly vehicles. Pencemaran lingkungan menjadi salah satu masalah pelik yang dihadapi oleh masyarakat saat ini, khususnya di Indonesia. Mahasiswa memiliki andil besar dalam menjaga perilaku pro-lingkungan. Perilaku pro-lingkungan adalah sebuah perilaku yang ditujukan untuk memperkecil segala dampak buruk yang berpotensi muncul terhadap lingkungan. Namun data menunjukkan bahwa masih kurangnya kesadaran masyarakat, khususnya mahasiswa akan perilaku pro-lingkungan. Masalah tersebut paling banyak ditemukan pada membuang sampah sembarangan dan penggunaan kemasan plastik sekali pakai yang menimbulkan menumpuknya sampah plastik. Faktor seperti tingkat pendidikan, dukungan pemerintah, norma sosial, dan peran teman sebaya memiliki pengaruh terhadap perilaku pro-lingkungan tersebut. Penelitian bertujuan untuk mengetahui perilaku pro lingkungan yang telah dilakukan oleh mahasiswa dengan metode statistik deskriptif. Hasil yang didapat oleh peneliti yakni mahasiswa perlu meningkatkan perilaku pengolahan kembali sampah, menggunakan bahan yang dapat digunakan berkali kali, serta dalam penggunaan transportasi ramah lingkungan. Namun, mahasiswa sudah cukup baik dalam sisi konservasi energi dan pengetahuan akan kendaraan yang lebih ramah lingkungan.
Gambaran Coping Stress pada Mahasiswa Semester Akhir di Universitas Negeri Malang Galuh Octa Rastika; Sabrina Qaanitah Putri; Dedi Setiawan; Dewi Fatmasari Edy
Flourishing Journal Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v4i42024p153-162

Abstract

Stress is a reaction of the body to respond to a situation considered a threat. A person who experiences stress often faces burdens that are too heavy or beyond individual capacity, such as physical demands, the environment, and social situations beyond one's control. The aim of this research is to determine the description of stress coping applied by final-year students at the State University of Malang in dealing with pressure or other problems they are facing during the final semester. This research is in the form of descriptive qualitative research with a case study research model related to stress-coping mechanisms applied by final-year students at the State University of Malang. In collecting data, researchers conducted in-depth informant interviews with students in semester 7 and above studying at the State University of Malang. Next, the interview results will be stated verbatim, analyzed thematically, and interpreted descriptively. The participants used in this research were four final year students at the State University of Malang from various faculties. After conducting an analysis based on participants' answers, the results showed that there were several ways for participants to deal with stress, including decision-making, courage to take risks, responsibility, coping, and survival. AbstrakStres merupakan suatu reaksi tubuh untuk merespon keadaan yang dianggap ancaman. Seseorang yang mengalami stres seringkali menghadapi beban yang terlalu berat atau yang diluar kapasitas individu, seperti tuntutan fisik, lingkungan, dan situasi sosial yang diluar kendali seseorang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran coping stress yang diterapkan oleh mahasiswa tingkat akhir di Universitas Negeri Malang dalam menghadapi tekanan atau problematika lain yang tengah dihadapi selama semester akhir. Penelitian ini berbentuk kualitatif deskriptif dengan model penelitian studi kasus berkaitan dengan mekanisme coping stress yang diterapkan oleh mahasiswa tingkat akhir di Universitas Negeri Malang. Dalam mengumpulkan data, peneliti melakukan in-depth interview informan kepada mahasiswa semester 7 keatas yang berkuliah di Universitas Negeri Malang. Selanjutnya, hasil dari wawancara tersebut akan dituang dalam verbatim dan dianalisis dengan cara tematik serta diinterpretasikan secara deskriptif. Partisipan yang digunakan dalam penelitian ini adalah empat mahasiswa tingkat akhir Universitas Negeri Malang dengan berbagai fakultas. Setelah dilakukan analisis berdasarkan jawaban pasrtisipan, didapatkan hasil bahwa terdapat beberapa cara dari partisipan dalam menghadapi stres, diantaranya yakni: pengambilan keputusan, berani mengambil resiko, bertanggung jawab, coping, dan usaha bertahan.
Empati: Jalan Mengurangi Konflik pada Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden 2024 Faiz Yunsar Hammam; Rakhmaditya Dewi Noorizki
Flourishing Journal Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v4i42024p183-190

Abstract

Indonesia is a country based on the democracy of Pancasila. Elections are one of the important pillars in the world of politics in a democratic country. Election, especially the election of president and vice president, gives the right to all Indonesian citizens who already have the right to vote, both within the country and abroad, to choose suitable candidate pairs to lead Indonesia in the future. The large voting population allows for a variety of voters for each existing candidate, and it is not uncommon for conflicts to arise from partiality towards one of the presidential and vice presidential candidate pairs. Such a conflict is based on a lack of empathy between the two supporters of the two presidential and vice presidential candidates. By writing this article, the researcher wants to describe how empathy can minimize or even prevent societal conflict with differences in the interests of the 2024 presidential and vice presidential candidates. This article was prepared using descriptive qualitative methods. The result shows that empathy can reduce the possibility of conflict in the 2024 presidential and vice presidential general elections, which are viewed from 4 aspects of empathy, namely the affective dimension, moral dimension, cognitive dimension, and behavioral dimension. AbstrakIndonesia adalah negara yang berdasarkan demokrasi pancasila. Pemilu menjadi salah satu pilar penting di dunia politik dalam negara demokrasi. Pemilu, khususnya pada pemilihan presiden dan wakil presiden, memberikan hak kepada suluruh warga Negara Indonesia yang sudah memiliki hak pilih, baik yang di dalam negeri maupun di luar negeri untuk memilih pasangan calon yang pantas untuk memimpin Indonesia kedepannya. Banyaknya populasi pemilih memungkinkan beragamnya pemilih untuk setiap calon yang ada dan tidak jarang akan timbul konflik dari adanya keberpihakan kepada salah satu pasangan calon presiden dan wakil presiden. Konflik seperti itu didasari atas kurangnya empati antar kedua pendukung kedua calon presiden dan wakil presiden tersebut. Dengan penulisan artikel ini peneliti ingin mengetahui gambaran empati dalam meminimalisir atau bahkan mencegah konflik masyarakat dengan perbedaan minat pasangan calon presiden dan wakil presiden 2024. Artikel ini disusun dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan empati dapat mengurangi kemungkinan adanya konflik di pemilihan umum presiden dan wakil presiden 2024 yang ditinjau dari 4 aspek empati yaitu dimensi afektif, dimensi moral, dimensi kognitif, dan dimensi perilaku.
Pengaruh Pola Asuh terhadap Kematangan Emosi Remaja Hayus, Zuhaimi Santari; Iswinarti
Flourishing Journal Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v4i42024p163-169

Abstract

Emotional maturity is the tendency to understand and deal with emotions. Emotional maturity determines an individual's ability to deal with complex situations. Emotional changes are often seen in the teenage phase. Adolescence is a transition period from childhood to independent adulthood characterized by physical, psychological, social, and emotional changes. Healthy changes can only be achieved if parents choose the right parenting style to raise their children. The mental construct that shows the standard approach in the treatment chosen by parents in raising children is the parenting style. Adolescents develop and become emotionally stable when parents communicate respectfully and pay attention before reacting, provide consistent, realistic rules and expectations, and offer opportunities that encourage independence. This article explores the types of parenting styles parents use and their influence on development in the adolescent phase. The results of the literature review show that there is a significant correlation between emotional maturity and parenting style. Parenting patterns and family environment also help teenagers become more resilient in facing challenges. AbstrakKematangan emosional adalah kecenderungan untuk memahami dan mengatasi emosi. Tingkat kematangan emosional menentukan kemampuan individu untuk menghadapi situasi kompleks. Perubahan emosional sering terlihat pada fase remaja. Remaja adalah periode transisi dari masa kanak-kanak menjadi dewasa mandiri ditandai dengan perubahan fisik, psikologis, sosial, dan emosional. Perubahan yang sehat hanya dapat dicapai jika orang tua memilih gaya pengasuhan yang tepat untuk mengasuh anak-anak mereka. Konstruksi mental yang menunjukkan pendekatan standar berupa perlakuan yang dipilih orang tua dalam mengasuh anak disebut gaya pengasuhan. Remaja berkembang dan menjadi stabil secara emosional ketika orang tua berkomunikasi dengan penuh hormat dan memberikan perhatian sebelum bereaksi, memberikan aturan dan harapan yang konsisten, realistis dan menawarkan kesempatan yang mendorong kemandirian. Artikel ini mengeksplorasi jenis gaya pengasuhan yang digunakan orang tua dan pengaruhnya terhadap perkembangan pada fase remaja. Hasil tinjauan literatur menunjukkan bahwa terdapat korelasi yang signifikan antara kematangan emosi dan gaya pengasuhan. Pola asuh dan lingkungan keluarga juga membantu remaja menjadi lebih tangguh dalam menghadapi tantangan.
Hubungan Antara Self Image dengan Perilaku Konsumtif pada Mahasiswa Perantau Norhidayah; Aryudho Widyatno
Flourishing Journal Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v4i42024p170-182

Abstract

This research aims to determine the relationship between self-image and consumer behavior among migrant students who are studying in the city of Malang. The research approach used is a quantitative approach with product-moment correlation analysis. The instrument in this study used a self-image scale based on Brown's theory with 27 items, while to measure consumer behavior, an instrument based on Lina & Rosyid was prepared with 24 items. The subjects in this study used a purposive sampling technique with 96 students. The results of the research show that there is a negative relationship between self-image and consumer behavior among South Kalimantan students. The correlation coefficient value obtained was -0.661 with a significance of 0.0001 (sig < 0.05) so there was a negative relationship between self-image and consumer behavior among South Kalimantan students in the city of Malang with the correlation level in the strong category. This shows that the higher the self-image, the lower the consumer behavior. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self image dengan perilaku konsumtif pada mahasiswa perantau yang sedang menempuh pendidikan di kota malang. Adapun pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis correlation product moment. Instrumen pada penelitian ini menggunakan skala self image yang disusun berdasarkan teori Brown dengan jumlah 27 item, sedangkan untuk mengukur perilaku konsumtif disusun instrumen yang didasarkan pada Lina & Rosyid dengan jumlah 24 item. Subjek dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah 96 mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan dengan arah negatif antara self image dengan perilaku konsumtif pada mahasiswa Kalimantan Selatan. Nilai koefisien korelasi yang didapatkan sebesar -0,661 dengan signifikansi 0,0001 (sig < 0,05), sehingga terdapat hubungan dengan arah negatif antara self image dengan perilaku konsumtif pada mahasiswa Kalimantan Selatan di kota Malang dengan tingkat korelasi termasuk kategori kuat. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi self image maka semakin rendah perilaku konsumtif.

Page 1 of 1 | Total Record : 5