Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

IMPLEMENTASI PROBLEM-BASED LEARNING (PBL) PADA PENDIDIKAN TINGGI: EVALUASI PROSES PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR Ike Dwiastuti; Farah Farida Tantiani; Aryudho Widyatno; Moh. Irtadji
Jurnal Sains Psikologi Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.269 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana evaluasi proses implementasi metode pembelajaran Problem-Based Learning (PBL) pada pendidikan tinggi. Metode penelitian kualitatif deskriptif. Subjek penelitian adalah mahasiswa dalam kelas mata kuliah psikologi belajar tahun 2018, berjumlah 72 mahasiswa. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan tes prestasi. Data diambil setelah subjek diberi perlakuan metode pembelajaran PBL. Analisis data menggunakan analisis deskriptif-eksplanatif. Hasil tes prestasi menunjukkan bahwa hasil belajar mengalami peningkatan. Hasil analisis deskriptif-eksplanasi menunjukkan bahwa pada awalnya mahasiswa masih belum mampu untuk merepresentasikan masalah, belum dapat menggunakan teori yang tepat untuk menganalisis kasus, dan belum dapat menyelesaikan persoalan yang diberikan. Setelah adanya tambahan proses latihan pembelajaran kognitif tingkat tinggi (Higher Order Thingking), mahasiswa menjadi lancar dalam melaksanakan proses PBL. Penelitian ini memaparkan bahwa dalam PBL perlu adanya perencanaan yang matang, yaitu disesuaikan dengan karakteristik dan pengalaman awal mahasiswa mengenai student active learning agar hasil lebih optimal.Kata Kunci: evaluasi proses pembelajaran; mahasiswa; problem-based learning DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um023v8i22019p218
Hubungan Tingkat Stressed, Kematangan Emosi, dengan Jenis Perilaku Koping Orang Tua ABK di Kota Malang Aryudho Widyatno; Adi Atmoko; Diantini Ida Viatrie
Jurnal Sains Psikologi Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.323 KB) | DOI: 10.17977/um023v7i12018p110-118

Abstract

Tingkat Stressed merupakan tinggi rendahnya keadaan tertekan atau reaksi individu terhadap  suatu keadaan yang tidak menyenangkan. Kematangan emosi merupakan kemampuan individu mengendalikan emosi serta mengontrol diri secara sadar, menekankan pengekspresian emosi tidak meluap-luap, menilai situasi secara kritis dan memiliki reaksi emosional secara stabil terhadap sumber stres. Perilaku koping adalah respon tingkah laku atau pikiran untuk beradaptasi terhadap stressed, dengan menggunakan sumber dari dalam dirinya maupun lingkungan secara efektif. Penelitian ini bertujuan:1) Mengetahui tingkat stressed, kematangan emosi, dan perilaku koping pada orang tua ABK di kota Malang. 2) Mengetahui hubungan antara tingkat stressed dan kematangan emosi dengan jenis perilaku koping yang berfokus pada masalah atau berfokus pada emosi.Subjek penelitian 60 ibu yang memiliki ABK di kota Malang. Data penelitian diperoleh menggunakan tiga skala yaitu Skala Tingkat Stressed, Kematangan Emosi, dan Jenis Perilaku Koping. Teknik analisis data yang digunakan adalah Analisis Deskriptif dan Analisis Regresi.Hasil penelitian menunjukkan 1) Ibu yang memiliki ABK di kota malang memiliki tingkat stressed yang tergolong sangat bervariatif, memiliki kematangan emosi yang sangat bervariatif, memiliki kecenderungan menerapkan perilaku koping berganti-ganti tergantung pemaknaan suatu masalah. 2) Analisis regresi linear menunjukkan terdapat hubungan antara tingkat stressed, kematangan emosi dengan jenis perilaku koping yang terpusat pada masalah maupun emosi. 3) Terdapat hubungan positif siginifikan antara tingkat stressed dengan jenis perilaku koping orang tua ABK. Selain itu terdapat  hubungan yang negatif signifikan antara kematangan emosi dengan jenis perilaku koping orang tua ABK di kota MalangDengan penelitian ini, diharapkan nantinya orang tua dapat bersikap terbuka kepada guru atau konselor terkait kondisi perkembangan anak, Sedangkan guru dan konselor diharapkan dapat memberikan informasi yang efektif. 
Dinamika Penyesuaian Diri Caregiver Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Yayasan Karya Asih Lawang Jihan Safitri; Aryudho Widyatno
Jurnal Penelitian Kualitatif Ilmu Perilaku Vol 2 No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Formal caregivers for patients with mental ilnesses have psychological risks during handling patients which include stress, fear, and trauma. Efforts to overcome these conditions require an adjustment on formal caregivers to provide appropriate and effective services for people with mental illnesses. This research aims to determine the dynamic of the caregiver adjustment process in Yayasan Karya Asih. This research design use a qualitative approach with case study model. Data collection method using semi-structured interview and qualitative questionnaire given to 9 permanent employees who work as caregiver in Yayasan Karya Asih. The analytical technique used is thematic analysis technique. Based on the result of this research, it can be conclude that The caregivers for people with mental illnesses in Yayasan Karya Asih have adjusted to the chosen job, it can be seen from choice of work that in line with the field of work, sense stability and adaptability to various working conditions (patients, work colleagues, task, and environment). In the process there are several things that help and dynamics of the adaptation process of the caregivers of people with mental illnesses in Yayasan Karya Asih such as: 1) similarity of individual background; 2) co-worker support; 3) the role of providing education; 4) coping strategy; and 5) experience. Efforts to adjust with patients with mental illnesses can be done by understanding the patients’ character in order to determine the right strategy to handling cases for treated patients with mental illnesses.
The Role of Resilience in Minimizing Conditions of Learned Helplessness in Undergraduate Students at Universitas Negeri Malang Putri, Raissa Dwifandra; Farida, Ika Andarini; Masfufah, Ulfa; Widyatno, Aryudho; Rahmawati, Yuliana Mukti
Jurnal Sains Psikologi Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um023v12i22023p284-293

Abstract

The condition of learned helplessness is a condition that is vulnerable to undergraduate students. Various conditions of learned helplessness in students can be caused by changes in the environment, daily activities, and even academic challenges. Furthermore, this condition can impact a state of depression and even suicidal ideation in students. Various efforts are made to minimize or inhibit the negative impact of learned helplessness conditions by students through strengthening internal strengths within individuals, such as resilience. This research was conducted to see the role of resilience in minimizing conditions of learned helplessness among undergraduate students at Universitas Negeri Malang. This research is quantitative research with a correlational research design. Participants in this research were active undergraduate students at Universitas Negeri Malang. The instrument used to measure learned helplessness is the Learned Helplessness Scale (LHS) and the Adult Resilience Measurement Revised (ARM-R) for resilience. Both of them were adapted into Indonesian. The total participants involved in this research were 85 students from 8 faculties (M is equal to 19.99 ± 1.66). The results of the research show that there is a role of resilience in the condition of learned helplessness among undergraduate students of Universitas Negeri Malang, which is 23 percent.
Hubungan Antara Self Image dengan Perilaku Konsumtif pada Mahasiswa Perantau Norhidayah; Aryudho Widyatno
Flourishing Journal Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v4i42024p170-182

Abstract

This research aims to determine the relationship between self-image and consumer behavior among migrant students who are studying in the city of Malang. The research approach used is a quantitative approach with product-moment correlation analysis. The instrument in this study used a self-image scale based on Brown's theory with 27 items, while to measure consumer behavior, an instrument based on Lina & Rosyid was prepared with 24 items. The subjects in this study used a purposive sampling technique with 96 students. The results of the research show that there is a negative relationship between self-image and consumer behavior among South Kalimantan students. The correlation coefficient value obtained was -0.661 with a significance of 0.0001 (sig < 0.05) so there was a negative relationship between self-image and consumer behavior among South Kalimantan students in the city of Malang with the correlation level in the strong category. This shows that the higher the self-image, the lower the consumer behavior. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self image dengan perilaku konsumtif pada mahasiswa perantau yang sedang menempuh pendidikan di kota malang. Adapun pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis correlation product moment. Instrumen pada penelitian ini menggunakan skala self image yang disusun berdasarkan teori Brown dengan jumlah 27 item, sedangkan untuk mengukur perilaku konsumtif disusun instrumen yang didasarkan pada Lina & Rosyid dengan jumlah 24 item. Subjek dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah 96 mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan dengan arah negatif antara self image dengan perilaku konsumtif pada mahasiswa Kalimantan Selatan. Nilai koefisien korelasi yang didapatkan sebesar -0,661 dengan signifikansi 0,0001 (sig < 0,05), sehingga terdapat hubungan dengan arah negatif antara self image dengan perilaku konsumtif pada mahasiswa Kalimantan Selatan di kota Malang dengan tingkat korelasi termasuk kategori kuat. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi self image maka semakin rendah perilaku konsumtif.
Implementation of a Polycrystalline PV-Based PJU System to Support Mobility and Psychological Environmental Safety in Gondosuli Village Aryudho Widyatno; Fuad Indra Kusuma; Sucipto; Moh. Zainul Falah; Wahyu Tri Handoko; Farah Wardatul Afifah; Sujito
Bulletin of Community Engagement Vol. 4 No. 2 (2024): Bulletin of Community Engagement
Publisher : CV. Creative Tugu Pena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51278/bce.v4i2.1349

Abstract

Public street lighting (PJU) is critical because it affects the safety and security of road users, particularly at night when appropriate lighting is required. Inadequate street illumination can be harmful to society, increasing the likelihood of accidents and street crime. Mr. Muhammad, the Head of Gondosuli Village in the Pakuniran district, underlines the need for public street lighting. In this context, public street lighting is particularly required for activities in the region at night, so that it can encourage tourism, security, accessibility, and increase community welfare because the existing street lighting in Gondosuli is very inadequate. As a result, these partners considered the development of public street lighting (PJU) as a critical necessity in the region. Polycrystalline photovoltaics (PV) are a form of solar cell that generates electricity from sunlight. Polycrystalline PV is made from a semiconductor material like silicon that has been manufactured into tiny wafers with crystals aligned in diverse directions. Solar Photovoltaic Power Generation (PLTS) systems utilize polycrystalline photovoltaics (polycrystalline PV).
Apakah Munculnya Celebrity Worship Dapat Disebabkan Oleh Kesepian? : Studi Pada Penggemar K-Pop di Twitter Kalimah, Anis; Khotimah, Husnul; Widyatno, Aryudho
MOTIVA: JURNAL PSIKOLOGI Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/mv.v7i2.7945

Abstract

Abstrak: Perkembangan k-pop yang semakin pesat membuat aktivitas pemujaan terhadap idola mengalami peningkatan. Twitter menjadi salah satu media sosial yang menjadi wadah bagi penggemar k-pop untuk menyalurkan kegiatan fangirling-nya. Beberapa penggemar menunjukkan rasa cinta berlebihan terhada idolanya, hal ini disebut celebrity worship. Terdapat beberapa faktor yang memepengaruhi celebrity worship, salah satunya kesepian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kesepian terhadap celebrity worship pada penggemar k-pop di twitter dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling sebanyak 100 subjek dari total populasi infinite. Pengumpulan data menggunakan skala kesepian dan skala celebrity worship. Analisis menggunakan analisis regresi linier sederhana. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan nilai signifikansi 0.000 < 0.05, yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan antara kesepian terhadap celebrity worship dengan sumbangan efektif sebesar 12.5%. Implikasi yang didapat dalam penelitian diharapkan dapat memberikan informasi kepada penggemar k-pop terkait bagaimana kesepian dapat memberikan pengaruh terhadap peningkatan perilaku celebrity worship.Kata Kunci: celebrity worship, kesepian, penggemar k-pop
Hubungan Tujuan Hidup Dan Resiliensi Pada Remaja Yang Kehilangan Orang Tua Karena Meninggal Mendadak Elya, Elya; Widyatno, Aryudho
Flourishing Journal Vol. 2 No. 4 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v2i42022p298-314

Abstract

Abstract: One of the developmental tasks that teenagers must go through is an identity crisis. Parents play a role in directing adolescents towards self-identity, but there are adolescents who lose their parents due to death. The resilience needed to help teens deal with these difficult situations. So this is important to do, especially for teenagers who have lost their parents because they died directly. Factors that play an important role in resilience, namely the purpose of life, the purpose of life will affect how to think and interpret certain events. This study aims to determine the relationship between life goals and resilience in adolescents who lost their parents due to murder. This study uses a quantitative approach with a correlational method. Participants in the study were 99 people with purposive sampling technique in accordance with the criteria determined by the researcher. The instrument used to measure consists of two scales, the life goals scale which was developed based on the theory of Crumbaugh and Maholik (1964) (α=0.961) and the resilience scale which was developed based on the theory of Conor-Davidson (2003) (α = 0.959). The data analysis technique used is the person product moment, the correlation coefficient value is 0.877 with a significance of 0.001 (α 0.05) which can be said that there is a relationship between life and resilience with a very strong degree of relationship, the direction of the relationship is positive, which means the higher the purpose of life, the higher the resilience Abstrak: Tugas perkembangan yang harus dilalui remaja salah satunya yaitu krisis identitas. Orang tua berperan untuk mengarahkan remaja menuju identitas diri yang positif, namun terdapat remaja yang kehilangan orang tua karena meninggal dunia. Resiliensi dibutuhkan untuk membantu remaja bangkit dalam menghadapi situasi sulit tersebut. Sehingga penelitian ini penting dilakukan, khususnya pada remaja yang kehilangan orang tua karena meninggal secara mendadak. Faktor yang berperan penting dalam resiliensi yaitu, tujuan hidup akan mempengaruhi bagaimana cara berpikir dan memaknai peristiwa tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tujuan hidup dan resiliensi pada remaja yang kehilangan orang tua karena meninggal mendadak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Partisipan dalam penelitian sebanyak 99 orang dengan teknik purposive sampling sesuai dengan kriteria yang ditentukan oleh peneliti. Instrumen yang digunakan untuk mengukur terdiri dari dua skala, skala tujuan hidup dikembangkan berdasarkan teori Crumbaugh dan Maholik (1964) (α=0.961) dan skala resiliensi dikembangkan peneliti berdasarkan teori milik Conor-Davidson (2003) (α = 0,959). Teknik analisis data yang digunakan yaitu person product moment didapatkan nilai koefisien korelasi sebesar 0,877 dengan signifikansi 0,001 (α ≤ 0,05) yang dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara tujuan hidup dengan resiliensi dengan derajat hubungan yang sangat kuat, arah hubungan pada variabel positif yang berarti semakin tinggi tujuan hidup maka semakin tinggi pula resiliensi
Perilaku Panic Buying Mengiringi Kemunculan COVID-19? Sebuah Studi pada Awal Pandemi di Indonesia Agung Minto Wahyu; Afifah Chusna Az Zahra; Muhammad Iqbal Fakhrul Firdaus; Aryudho Widyatno
Humanitas (Jurnal Psikologi) Vol 5 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/humanitas.v5i1.3347

Abstract

COVID-19 has an impact on society, one of which is panic buying. This study aims to get a comprehensive picture of panic buying behavior and factors that influence it in Indonesia,. The method in this research is a mixed-method which begins by distributing the survey to 418 respondents. The results obtained from the survey were then deepened using qualitative methods through interviews with six subjects. The results showed that panic buying occurred for several items that could potentially be urgently needed during a pandemic. This is in the background by the anxiety that accompanies society. However, for other items, purchases are still made in controlled conditions and as needed. The campaign not to carry out panic buying has not been fully effective. The biggest hope of the majority of the community is not in providing supplies of the goods needed, but rather for the government to increase speed in dealing with the spread of COVID-19. Keywords: panic buying, COVID-19, pandemic, consumer behavior