cover
Contact Name
Betty Masruroh
Contact Email
flourishing.journal@um.ac.id
Phone
+62341-552115
Journal Mail Official
flourishing.journal@um.ac.id
Editorial Address
Jln. Semarang 5 Malang 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Flourishing Journal
ISSN : -     EISSN : 27979865     DOI : -
Core Subject : Social,
Flourishing Journal is an open-access and peer-reviewed journal dedicated to publishing research articles in the field of psychology. Flourishing Journal accepts research articles that have the potential to make a significant contribution to the exploration and development of psychology and behavioral sciences. Articles submitted to this journal must display a well-thought-out study design, appropriate data analysis, and interpretation.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 2 (2025)" : 5 Documents clear
Systematic Review: Dampak Psikologis dari Kepemimpinan Adaptif dalam Manajemen Krisis Pramesti, Faradita Agenovindia; Chusniyah, Tutut
Flourishing Journal Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v5i22025p92-102

Abstract

Adaptive leadership enhances organizational resilience and employee psychological well-being in crisis management. This systematic review analyzes the psychological impact of adaptive leadership in crisis management. Adaptive leaders help organizations adopt lessons learned post-crisis. The study is based on studies published between 2020 and 2025. The method used follows the PRISMA guidelines and quality appraisal from JBI. The results show that adaptive leadership is positively associated with reduced work stress, increased motivation, and increased organizational resilience. Key contributing factors include transparent communication, emotional intelligence, and a culture of continuous learning. In addition, digital transformation and innovation play an important role in supporting adaptive leadership during a crisis. However, there are several limitations, such as the dominance of qualitative research and the lack of longitudinal studies measuring long-term psychological impacts. This study emphasizes the importance of adaptive leadership training to improve the effectiveness of crisis management. Future research needs to use a quantitative approach and expand the scope of industries to strengthen empirical evidence. AbstrakKepemimpinan adaptif memiliki peran krusial dalam manajemen krisis dengan meningkatkan ketahanan organisasi serta kesejahteraan psikologis karyawan. Tinjauan sistematis ini menganalisis dampak psikologis kepemimpinan adaptif dalam manajemen krisis. Pemimpin adaptif membantu organisasi mengadopsi pelajaran yang diperoleh pasca-krisis. Studi ini didasarkan pada studi yang diterbitkan antara tahun 2020 hingga 2025. Metode yang digunakan mengikuti pedoman PRISMA dan quality appraisal dari JBI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan adaptif berhubungan positif dengan penurunan stres kerja, peningkatan motivasi, dan peningkatan ketahanan organisasi. Faktor utama yang berkontribusi mencakup komunikasi transparan, kecerdasan emosional, serta budaya pembelajaran yang berkelanjutan. Selain itu, transformasi digital dan inovasi memainkan peran penting dalam mendukung kepemimpinan adaptif selama krisis. Namun, terdapat beberapa keterbatasan, seperti dominasi penelitian kualitatif dan minimnya studi longitudinal yang mengukur dampak psikologis jangka panjang. Kajian ini menekankan pentingnya pelatihan kepemimpinan adaptif untuk meningkatkan efektivitas manajemen krisis. Penelitian di masa depan perlu menggunakan pendekatan kuantitatif serta memperluas cakupan industri guna memperkuat bukti empiris.
Work Engagement Tenaga Kesehatan Gigi: Studi Kasus di Poli Gigi RS X Salsabila, Arini Isyfa; Chusniyah, Tutut
Flourishing Journal Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v5i22025p115-123

Abstract

The work engagement of health workers, including dental health workers, is an important factor in maintaining the quality of service, but research shows that the level is still low due to high work demands and limited resources. This study aims to describe the level of work engagement of dental health workers at Hospital X and identify factors that influence the level of work sustainability. The results showed that social support from coworkers, physical comfort in the workplace, and a supportive work environment played a significant role in increasing the work tenure of dental health workers. However, challenges such as work stress, high workload, and interactions with uncooperative patients remain barriers to maintaining work. These findings support the Job Demands-Resources (JD-R) theory, which emphasizes the importance of a balance between job demands and job resources in maintaining work. This study suggests the need for systematic efforts to manage stress and improve social support and working conditions in order to improve the work level and well-being of dental health workers. AbstrakKeterlibatan kerja tenaga kesehatan, termasuk tenaga kesehatan gigi, merupakan faktor krusial dalam menjaga kualitas pelayanan, namun studi menunjukkan tingkatnya masih rendah akibat tuntutan kerja tinggi dan sumber daya terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat work engagement tenaga kesehatan gigi di RS X serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi tingkat keterikatan kerja tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan sosial dari rekan kerja, kenyamanan fisik di tempat kerja, dan lingkungan kerja yang mendukung berperan signifikan dalam meningkatkan keterikatan kerja tenaga kesehatan gigi. Meskipun demikian, tantangan seperti stres kerja, beban kerja yang tinggi, serta interaksi dengan pasien yang tidak kooperatif tetap menjadi hambatan dalam mempertahankan keterikatan kerja. Temuan ini mendukung teori Job Demands-Resources (JD-R), yang menekankan pentingnya keseimbangan antara tuntutan pekerjaan dan sumber daya kerja dalam memelihara keterikatan kerja. Penelitian ini menyarankan perlunya upaya sistematis untuk mengelola stres dan meningkatkan dukungan sosial serta kondisi kerja guna meningkatkan tingkat keterikatan kerja dan kesejahteraan tenaga kesehatan gigi.
Gambaran Self-disclosure pada Mahasiswa di Second Account Instagram Malinda Syafrina; Tutut Chusniyah
Flourishing Journal Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v5i22025p69-78

Abstract

Self-disclosure is an effort to introduce oneself to others with the intention of building closer relationships. In the digital era, social media platforms such as Instagram have become popular spaces for self-expression and sharing personal information, especially among university students. However, an interesting phenomenon has emerged where some students choose to use a second, more private account (often referred to as a second account) as a space for personal expression. The aim of this study is to understand the subjective experiences of students engaging in self-disclosure on their second Instagram accounts. The research focuses on uncovering the meaning, motivations, and emotions students experience when sharing and expressing themselves through these more private accounts. A qualitative approach was used, employing in-depth interviews with students who actively use second accounts. The findings reveal that second accounts are perceived as safer and more comfortable spaces for students to pour out their hearts, share their concerns, and express their emotions more honestly, even though they still maintain certain boundaries of privacy in their social media use. AbstrakSelf-disclosure atau keterbukaan diri merupakan sebuah upaya untuk mengenalkan diri sendiri kepada orang lain dengan maksud untuk lebih dekat dengan orang lain. Di era digital, media sosial seperti Instagram menjadi ruang populer untuk mengekspresikan diri dan berbagi informasi pribadi, terutama di kalangan mahasiswa. Namun, terdapat fenomena menarik di mana sebagian mahasiswa memilih menggunakan akun kedua (second account) yang lebih privat sebagai tempat untuk menyalurkan ekspresi diri. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk memahami pengalaman subjektif mahasiswa dalam melakukan self-disclosure di second account Instagram. Penelitian ini difokuskan untuk mengungkap makna, motivasi, serta perasaan yang dialami mahasiswa ketika mereka membagikan dan mengekspresikan diri melalui akun yang lebih tertutup. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik wawancara mendalam kepada mahasiswa yang aktif menggunakan second account. Hasil penelitian menunjukkan bahwa second account menjadi ruang yang dirasa lebih aman dan nyaman bagi mahasiswa untuk mencurahkan isi hati, berbagi keresahan, serta mengekspresikan emosi secara lebih jujur, meskipun mereka tetap menjaga batas privasi dalam bermedia sosial.
Hubungan Antara Dukungan Sosial dan Stres Akademik pada Mahasiswa Psikologi Universitas Negeri Malang Rahmah, Amelia Dwi; Hidayat, Muhammad Faisal; Zahra, Yesenia Salsabila Az; Pramestiti, Yustisia; Vardia, Melly Amalia
Flourishing Journal Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v5i22025p103-114

Abstract

College students often experience academic stress due to the excessive pressure they are under during their studies. Providing social support can reduce the adverse effects of academic stress. The purpose of this study was to examine the relationship between academic stress and social support of students of the Faculty of Psychology, State University of Malang. The study used a correlational quantitative method. The data collection technique used, namely purposive sampling with the sample of this study amounted to 65 subjects. Data were collected through the use of PSS (Perceived Stress Scale) and MSPSS (Multidimensional Scale of Perceived Social Support) scales. The data were then analyzed by a correlation test using the Pearson product-moment technique. The results of data analysis found that the significance of p = 0.046 (p < 0.05), which states that the alternative hypothesis is accepted; the correlation test results state that there is a relationship between social support and academic stress. The correlation coefficient value of r = -0.211 states that there is a negative relationship between the two variables. this relationship states that the higher the level of social support obtained by individuals, the lower the level of academic stress experienced. AbstrakMahasiswa perguruan tinggi kerap kali mengalami stres akademik akibat tekanan berlebih yang didapatkan selama menjalani studi. Memberikan dukungan sosial dapat mengurangi dampak buruk dari stres akademik. Tujuan dari penelitian ini untuk menguji hubungan terkait stres akademik dengan dukungan sosial mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang. Penelitian menggunakan metode kuantitatif korelasional. Teknik pengumpulan data yang digunakan, yaitu purposive sampling dengan sampel penelitian ini berjumlah 65 subjek. Data dikumpulkan melalui penggunaan skala PSS (Perceived Stress Scale) dan MSPSS (Multidimensional Scale of Perceived Social Support). Data kemudian dianalisis dengan uji korelasi menggunakan teknik pearson product moment. Hasil analisa data ditemukan bahwa signifikansi p = 0,046 ( p < 0,05) yang menyatakan bahwa hipotesis alternatif diterima, hasil uji korelasi menyatakan terdapat hubungan antara dukungan social dan stress akademik. Nilai koefisien korelasi sebesar r = -0,211 menyatakan terdapat hubungan negative pada kedua variable, hubungan ini menyatakan semakin tinggi tingkat dukungan sosial yang didapatkan oleh individu, maka akan semakin rendah tingkat stres akademik yang dialami.
Hubungan Peran Ayah dengan Orientasi Masa Depan Mahasiswa Semester Akhir Fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang Nande, Sherafie Sharon Sanggalangi; Harsono, Yudi Tri
Flourishing Journal Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v5i22025p79-91

Abstract

Final year students are students who are in their final semester of study and are working on their final project. In addition to completing academic assignments, final year students also have the challenge of determining careers and interests that can be referred to as future orientation. In terms of structuring the future, a father plays an important role in shaping future orientation. The purpose of this study was to determine whether there is a relationship between the role of the father and the future orientation of final year students of the Faculty of Psychology, State University of Malang. The scale used in this study is the father's role scale and future orientation, which is constructed and has gone through a factor analysis test to obtain evidence of validity based on structure. Hypothesis testing was conducted through correlation tests, resulting in a relationship between the father's role and the future orientation of final-year students at the Faculty of Psychology, Universitas Negeri Malang. Overall, the father's role has a relationship with future orientation, with a correlation coefficient of 0.393 and significance <0.05. Thus, the hypothesis in this study is proven and acceptable. AbstrakMahasiswa tingkat akhir adalah mahasiswa sedang berada pada semester akhir perkuliahan dan sedang mengerjakan tugas akhir. Selain menyelesaikan tugas akademik, mahasiswa tingkat akhir juga memiliki tantangan untuk menentukan karir dan minat, yang dapat disebut sebagai orientasi masa depan. Dalam hal menyusun masa depan, seorang ayah memegang peranan penting dalam menyusun orientasi masa depan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara peran ayah dengan orientasi masa depan mahasiswa tingkat akhir Fakultas Psikologi, Universitas Negeri Malang. Skala yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala peran ayah dan orientasi masa depan yang dikonstruk dan telah melalui uji analisis faktor untuk mendapatkan bukti validitas berdasarkan struktur. Uji hipotesis dilakukan melalui uji korelasi dengan hasil terdapat hubungan peran ayah dengan orientasi masa depan mahasiswa tingkat akhir Fakultas Psikologi. Secara keseluruhan, peran ayah memiliki hubungan dengan orientasi masa depan dengan koefisien korelasi sebesar 0.393 dan signifikansi <0.05. Dengan demikian, hipotesis dalam penelitian ini terbukti dan dapat diterima.

Page 1 of 1 | Total Record : 5