cover
Contact Name
Betty Masruroh
Contact Email
flourishing.journal@um.ac.id
Phone
+62341-552115
Journal Mail Official
flourishing.journal@um.ac.id
Editorial Address
Jln. Semarang 5 Malang 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Flourishing Journal
ISSN : -     EISSN : 27979865     DOI : -
Core Subject : Social,
Flourishing Journal is an open-access and peer-reviewed journal dedicated to publishing research articles in the field of psychology. Flourishing Journal accepts research articles that have the potential to make a significant contribution to the exploration and development of psychology and behavioral sciences. Articles submitted to this journal must display a well-thought-out study design, appropriate data analysis, and interpretation.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 5 (2025)" : 5 Documents clear
Membentuk Identitas Diri Digital di Era Media Sosial: Studi Kualitatif terhadap Guru Firdauza, Intan Ayu Lasmana; Chusniyah, Tutut
Flourishing Journal Vol. 5 No. 5 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v5i52025p297-307

Abstract

The development of social media has transformed how individuals build and present their identities, including within professional contexts such as teaching. This study aims to explore how teachers construct and manage their digital identity through platforms like LinkedIn and personal social media such as Instagram and TikTok. Using a qualitative approach with a phenomenological method, this study involved three active teachers selected purposively. Data were collected through in-depth interviews and analyzed using a phenomenological data analysis technique. The findings show that teachers use LinkedIn to build a formal professional image, while Instagram and TikTok serve as spaces to express more casual and personal aspects of themselves. Strategies such as privacy settings, content selection, and separating personal and professional spheres are key to adjusting their identity to the social norms of each platform. Although teachers did not feel pressured, they demonstrated strong awareness of maintaining a professional image in digital spaces. This study concludes that teachers shape their digital identity consciously, strategically, and adaptively according to the social context of each social media platform. AbstrakPerkembangan media sosial telah mengubah cara individu membangun dan menampilkan identitas diri, termasuk dalam konteks profesional seperti profesi guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana guru membentuk dan mengelola identitas mereka melalui platform LinkedIn dan media sosial pribadi seperti Instagram dan TikTok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologis dan melibatkan tiga guru aktif yang dipilih secara purposif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis dengan teknik analisis data fenomenologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menggunakan LinkedIn untuk membangun citra profesional yang formal, sedangkan Instagram dan TikTok dimanfaatkan sebagai ruang untuk mengekspresikan sisi pribadi yang lebih santai. Strategi seperti pengaturan privasi, pemilihan konten, serta pemisahan antara kehidupan pribadi dan profesional menjadi cara utama dalam menyesuaikan identitas dengan norma sosial di masing-masing platform. Meskipun para guru tidak merasa tertekan, mereka tetap menunjukkan kesadaran tinggi dalam menjaga citra profesional di ruang digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa identitas digital guru dibentuk secara sadar, strategis, dan adaptif sesuai dengan konteks sosial dari setiap platform media sosial.
Efektivitas Permainan Green Generation untuk Meningkatkan Perilaku Pro Lingkungan pada Siswa Sekolah Dasar Dharmastuti, Anjarie; Noorrizki, Rakhmaditya Dewi; Nurmalitasari, Femmi; An-Nisa, Lhulu; Agusdian, Rian
Flourishing Journal Vol. 5 No. 5 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v5i52025p286-296

Abstract

Mitigating global warming disasters caused by climate change can be achieved through pro-environmental behavior. Developing such behavior from an early age is considered more effective. However, teaching disaster-related topics to children must be done carefully to avoid fear and confusion. One alternative solution is using educational game media with a disaster theme. This study aimed to design and test the effectiveness of an educational game themed around global warming, as well as to analyze elementary school students’ perceptions of its use. This study used a quantitative pre-experimental approach. The subjects of this study were 90 students of SDN Kotalama. The results of the expert validity test of the material in the game showed that 97.5% of the data was used without revision. Hypothesis analysis with the Paired Samples Test showed that this educational game was effective because there was a significant increase in knowledge from pretest to posttest. All research subjects (100%) felt that their knowledge of global warming had increased and were increasingly motivated to protect the environment. It can be concluded that this educational game media is effective in increasing knowledge of global warming disasters and increasing student motivation related to pro-environmental behavior. AbstrakMitigasi bencana pemanasan global akibat perubahan iklim dapat dilakukan dengan perilaku pro lingkungan. Pembentukan perilaku pro lingkungan sejak dini dinilai akan lebih efektif. Pengajaran materi kebencanaan pada anak-anak harus dilakukan dengan strategi yang tepat agar tidak menimbulkan rasa takut dan bingung. Media permainan edukatif bertema bencana menjadi salah satu alternatif solusi yang dapat diterapkan. Tujuan penelitian ini adalah merancang dan menguji keefektifan permainan edukatif bertema pemanasan global, serta menganalisis persepsi siswa SD terhadap penggunaan permainan edukatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif praeksperimen. Subjek penelitian ini adalah siswa SDN Kotalama sebanyak 90 siswa. Hasil uji validitas ahli terhadap materi dalam permainan menunjukkan 97,5% data terpakai tanpa revisi. Analisis hipotesis dengan Paired Samples Test menunjukkan permainan edukatif ini efektif karena terjadi peningkatan pengetahuan yang signifikan dari pretest ke posttest. Seluruh subjek penelitian (100%) merasakan bahwa pengetahuannya tentang pemanasan global menjadi meningkat dan semakin termotivasi untuk menjaga lingkungan. Dapat disimpulkan bahwa media permainan edukatif ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan akan bencana pemanasan global dan meningkatkan motivasi siswa terkait perilaku pro lingkungan.
Studi Bibliometrik Pengasuhan Anak Usia Dini di Era Digital (2000-2025) Inayaturrobbani, Fakhirah
Flourishing Journal Vol. 5 No. 5 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v5i52025p259-273

Abstract

This study examines the growing body of research on the intersection of parenting, early childhood development, and technology. As technology increasingly integrates into parenting practices, there is a need for a comprehensive overview of the research landscape. This study aims to map the trends, identify key contributors, and highlight emerging themes within this domain. A quantitative bibliometric analysis was conducted using publications indexed in Scopus from 2000 to 2025. The search strategy focused on terms related to parenting, early childhood, and technology, with a specific emphasis on psychological research. After applying exclusion criteria, 188 articles were selected for analysis. The results show a significant increase in publications, particularly from 2018 onward, with the highest publication output recorded in 2024. Network analysis revealed four major thematic clusters: screen time, child behavior, parental stress, and autism. The study also observed a shift toward more child-centered research, with a growing interest in interactive technologies. Despite the advancements, gaps remain in parental well-being and family dynamics, indicating a need for future research that explores both child development and the broader psychosocial context of digital parenting. Abstrak Seiring dengan meningkatnya peran teknologi dalam praktik pengasuhan anak usia dini, diperlukan pemetaan terhadap peta penelitian pada tema penelitian pengasuhan, perkembangan anak usia dini, dan penggunaan teknologi. Tujuan utama studi ini adalah untuk mengidentifikasi tren yang muncul, mengenali kontributor (peneliti) utama, serta menyoroti tema-tema penting yang berkembang dalam bidang pengasuhan anak usia dini dan teknologi. Studi ini menggunakan pendekatan bibliometrik kuantitatif terhadap publikasi yang terindeks di Scopus dari tahun 2000 hingga 2025. Fokus pencarian diarahkan pada istilah yang berkaitan dengan pengasuhan, anak usia dini, dan teknologi, dan terbatas pada studi-studi psikologis. Setelah melakukan proses eksklusi, dihasilkan sebanyak 188 artikel dianalisis. Temuan menunjukkan lonjakan jumlah publikasi yang signifikan sejak tahun 2018, dengan puncaknya pada tahun 2024. Analisis jaringan mengidentifikasi empat klaster utama: waktu penggunaan layar, perilaku anak, stres pada orang tua, dan autisme. Studi ini juga menyoroti pergeseran fokus penelitian ke arah anak sebagai subjek utama (bukan lagi pada orang tua) seiring meningkatnya perhatian pada teknologi yang bersifat interaktif. Walaupun terdapat kemajuan yang berarti, masih ada kekosongan dalam kajian terkait kesejahteraan orang tua dan dinamika keluarga. Hal ini menunjukkan perlunya arah penelitian selanjutnya yang tidak hanya menelaah perkembangan anak, tetapi juga memperhatikan konteks psikososial yang menyertai praktik pengasuhan digital.
Self-Driven Success: Studi Kualitatif Motivasi Intrinsik Mahasiswa Edupreneur melalui Lensa Teori Determinasi Diri Tnopo, Isfridus Tafin; Daeng, Sirilus Ugi; Utomo, Hanggara Budi
Flourishing Journal Vol. 5 No. 5 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v5i52025p274-285

Abstract

The phenomenon of students engaging in entrepreneurship while undergoing higher education is growing, marking the emergence of a new identity as edupreneurs. This is influenced by various psychological factors that play a significant role in shaping entrepreneurial intentions and behaviors among university students. This study aims to explore in depth the intrinsic motivation of students in running a business through a phenomenological approach based on self-determination theory. Data were collected through in-depth interviews with three students who run different businesses, namely a fresh vegetable provider, a coffee shop, and a used clothing seller. Thematic analysis was conducted based on three fundamental psychological needs: autonomy, competence, and connectedness. The results show that students' intrinsic motivation is formed through the experience of running a business that provides freedom in making decisions, opportunities to develop skills, and support from the social environment. These findings reinforce the concept of self-determination theory that sustainable and meaningful motivation stems from the fulfillment of basic psychological needs. The contribution of this research is that it can broaden the understanding of the formation of student entrepreneurial behavior and the importance of the role of higher education in supporting the development of the intrinsic motivation of edupreneur students. AbstrakFenomena mahasiswa yang terlibat dalam dunia kewirausahaan sambil menjalani pendidikan tinggi semakin berkembang, menandai munculnya identitas baru sebagai edupreneur. Hal ini dipengaruhi oleh berbagai faktor psikologis yang memainkan peran penting dalam membentuk niat dan perilaku kewirausahaan di kalangan mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam motivasi intrinsik mahasiswa dalam berwirausaha melalui pendekatan fenomenologi berdasar teori determinasi diri. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap tiga mahasiswa yang menjalankan usaha berbeda yaitu penyedia sayuran segar, penjual warung kopi, dan penjual pakaian bekas. Analisis tematik dilakukan berdasarkan tiga kebutuhan psikologis dasar yaitu otonomi, kompetensi, dan keterhubungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi intrinsik mahasiswa terbentuk melalui pengalaman menjalankan usaha yang memberikan kebebasan dalam mengambil keputusan, kesempatan untuk mengembangkan keterampilan, dan dukungan dari lingkungan sosial. Temuan ini memperkuat konsep teori determinasi diri bahwa motivasi yang berkelanjutan dan bermakna berakar dari pemenuhan kebutuhan psikologis dasar. Kontribusi penelitian ini adalah dapat memperluas pemahaman mengenai pembentukan perilaku kewirausahaan mahasiswa dan pentingnya peran pendidikan tinggi untuk mendukung pengembangan motivasi intrinsik mahasiswa edupreneur.
Membangun Kompetensi Kewirausahaan melalui Pelatihan Entrepreneurial Mindset Dan Persuasive Communication Skill Pada Pembina Penyuluh Lapangan Koperasi Rahmi, Yaumul; Sulistiyorini, Diyah; Zahra, Gebi Angelina
Flourishing Journal Vol. 5 No. 5 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v5i52025p249-258

Abstract

Partisipasi anggota koperasi dalam program kewirausahaan sering kali terhambat oleh kurangnya kemampuan fasilitator lapangan dalam memotivasi dan memengaruhi anggota untuk mengembangkan kemampuan mereka dan mencari peluang. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji efektivitas pelatihan berbasis entrepreneurial mindset dan komunikasi persuasif bagi Pembina Penyuluh Lapangan (PPL) di Koperasi Wanita Malang. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah participatory action research dengan tiga tahap utama: analisis kebutuhan, perancangan dan pelaksanaan pelatihan, serta evaluasi dan refleksi. Analisis kebutuhan dilakukan menggunakan model Organization–Task–Person (OTP) dan menunjukkan adanya kesenjangan kompetensi pada aspek pengetahuan branding, pemahaman target pasar, dan keterampilan komunikasi persuasif. Berdasarkan temuan tersebut, disusun modul pelatihan dalam empat sesi yang meliputi pemahaman strategi pendekatan, penyusunan pesan persuasif, serta praktik komunikasi langsung melalui simulasi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa peserta mengalami peningkatan kesadaran peran, keterampilan menyusun strategi komunikasi yang kontekstual, serta kepercayaan diri dalam berinteraksi dengan anggota koperasi. Penelitian ini merekomendasikan integrasi pelatihan serupa ke dalam program pembinaan koperasi secara berkelanjutan serta perlunya sistem pendampingan untuk menjaga keberlanjutan perubahan perilaku pascapelatihan.

Page 1 of 1 | Total Record : 5