cover
Contact Name
Abdul Jalil
Contact Email
abduljalil@unmuhjember.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
p3di@unmuhjember.ac.id
Editorial Address
Jl. Karimata No. 49 Sumbersari Jember
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
National Multidisciplinary Sciences
ISSN : -     EISSN : 28096959     DOI : https://doi.org/10.32528/nms
Discover the diverse processes in National Multidisciplinary Sciences, with prospective papers from researchers and Community Service who are productive in their respective fields. Research and service reports support study demonstrations in current trends in society and observations through field research and Community Service that contribute to the development of studies. Psychology Philosophy and Behavioral Studies Sociology Law and Legal Studies Economics Language and Literature History Political Studies Islamic Studies Religion and Cultural Studies Art Tourism Remote Sensing Computer Science Civil engineering Material Science Applied Mathematics Aquaculture Plant Science Horticulture Soil Plant Science Agroforestry Forest Science Plant Protection Aquatic Processing Diversification MicrobiologyAstronomy Medical-surgical nursing Pediatric nursing Maternity nursing Community nursing Family nursing Gerontic nursing Psychiatric nursing Nursing management and palliative nursing Public health science Midwifery
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 28 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 2 (2022): Proceeding SEMARTANI 1" : 28 Documents clear
Analisis usaha ternak itik petelur di desa kepuh doko kecamatan tembelang kabupaten jombang Triviana Yuli Artanti; Syamsul Hadi; danFefi Nurdiana Widjayanti
National Multidisciplinary Sciences Vol. 1 No. 2 (2022): Proceeding SEMARTANI 1
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.813 KB) | DOI: 10.32528/nms.v1i2.62

Abstract

Ternak itik merupakan salah satu usaha perunggasan yang cukup berkembang di Indonesia meskipun tidak sepopuler ternak ayam dan mempunyai potensi sebagai penghasil telur dan daging. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghitung : (1) keuntungan keuntungan peternak itik petelur, (2) efisiensi biaya usaha ternak itik petelur, (3) mengetahui faktor- faktor yang mempengaruhi produksi usaha ternak itik petelur. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Metode analisis data (1) analisis keuntungan dengan formulasi π = TR – TC, (2) analisis efisiensi biaya dengan formulasi R/C rasio = TR/TC, (3) analisis regresi linear berganda untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produksi. Hasil penelitian adalah: (1) Usaha ternak itik petelur di Desa Kepuh Doko Kecamatan Tembelang Kabupaten Jombang pada tahun 2021 menguntungkan sebesar Rp 991.108,91 /100m2/bulan. (2) Usaha ternak itik petelur di Desa Kepuh Doko Kecamatan Tembelang Kabupaten Jombang pada tahun 2021 efisien dalam penggunaan biaya dengan nilai R/C sebesar 1,36 pada tahun 2021 (3) Faktor yang mempengaruhi terhadap produksi usaha ternak itik petelur di Desa Kepuh Doko Kecamatan Tembelang Kabupaten Jombang adalah jumlah bibit berpengaruh positif, adapun yang berpengaruh tidak signifikan terhadap produksi telur itik adalah jumlah pakan berpengaruh negatif, umur peternak berpengaruh positif, tingkat Pendidikan berpengaruh negatif dan pengalaman beternak berpengaruh negatif.
Modifikasi Dan Uji Kinerja Mesin Pengupas Kulit Testa Kelapa (MPKT-19) Moch Ilham Khoerulloh; Asep Yusuf; Ahmad Thoriq
National Multidisciplinary Sciences Vol. 1 No. 2 (2022): Proceeding SEMARTANI 1
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.31 KB) | DOI: 10.32528/nms.v1i2.63

Abstract

Kelapa merupakan salah satu komoditas unggulan perkebunan di Indonesia. Kontribusi dari prodak olahan kelapa mencapai 66,18% terhadap total produksi di Indonesia. Kontribusi kelapa exspor/impor bisa dilihat pada tahun 2018 ekspor kelapa mengalami kenaikan 19% sedangkan impor mengalami penurunan yaitu 1,7%. Luas perkebunan kelapa dari tahun 2010-2020 sebesar 3,377.376 Ha. daerah yang memiliki luas paling besar terdapat pada provinsi Riau dengan luas mencapai 422.594 hektar. Sedangkan luas paling kecil terdapat pada provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) luas mencapai 143.927 hektar. Menurut dirjenbun (2020), Penelitian ini bertujuan melakukan modifikasi dan uji kinerja mesin pengupas kulit testa kelapa (MPKT-19) menggunakan metode rekayasa (engineering). Hasil penelitian uji kinerja mesin pengupas kulit testa kelapa dengan kapasitas ruang pengupas grade A kapasitas 6 buah / 6 menit, grade B kapasitas 7 buah/ 5 menit, grade C kapasitas 8 buah/ 5 menit grade D kapasitas 9 buah/ 5 menit. kecepatan putaran, getaran, kebisingan dan kebutuhan daya grade A dengan kecepatan putar mesin 73,16 rpm, kebisingan 66,03 dB, getaran 2,1 dB, kebutuhan daya 113,43 Kw, grade B dengan kecepatan putar mesin 74,6 rpm, kebisingan 66,93 dB, getaran 2,56 dB, kebutuhan daya 112,46 Kw, grade C dengan kecepatan putar mesin 75,36 rpm, kebisingan 72,13 dB, getaran 2,63 dB, kebutuhan daya 111,93 Kw, grade D dengan kecepatan putar mesin 76,6 rpm, kebisingan 73,4 dB, getaran 3,3 dB, kebutuhan daya 111,4 Kw.
Deteksi Ekspansi Padi pada Lanskap Hutan di Taman Nasional Ujung Kulon, Indonesia Menggunakan Algoritma RF dan Sentinel-2 Multispectral Instrumen Ratu Aprillya Wandani; Rahmat Asy’Ari; Yudi Setiawan; Anggodo Anggodo
National Multidisciplinary Sciences Vol. 1 No. 2 (2022): Proceeding SEMARTANI 1
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (822.828 KB) | DOI: 10.32528/nms.v1i2.64

Abstract

Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) merupakan taman nasional tertua yang berada di Pulau Jawa dan diresmikan sebagai salah satu warisan dunia oleh UNESCO untuk melindungi satwa terancam punah yaitu badak jawa (Rhinoceros sondaicus). Akan tetapi, adanya area pertanian padi milik masyarakat setempat di dalam kawasan TNUK yang merupakan salah satu ancaman yang dapat mengakibatkan terfragmentasinya kawasan hutan TNUK. Hal ini diproyeksikan akan berdampak terhadap upaya perlindungan habitat badak jawa serta satwa terancam punah lainya. Oleh karena itu, teknologi geospasial dilibatkan dalam proses identifikasi area pertanian di dalam kawasan konservasi TNUK. Pada penelitian ini menggunakan sumber citra Sentinel-2 MultiSpectral Instrument (MSI) dan proses analisisnya melalui platform berbasis cloud computing Google Earth Engine (GEE). Area pertanian diidentifikasi menggunakan algoritma machine learning berupa Random Forest (RF) dan algoritma Indeks seperti MNDVI, EVI, SAVI, IBI, ARVI, SLAVI, NDBI, LSWI, MNDWI, dan ANDWI. Klasifikasi menunjukan bahwa terdapat 1.556,82 ha (2,54%) lahan pertanian padi milik masyarakat yang tumpang tindih dengan batas kawasan hutan konservasi TNUK. Nilai akurasi yang didapatkan dari integrasi data geospasial ini berkisar di angka 93,00 (OA) dan 0,87 (KS) sehingga dapat mengestimasi luasan ekspansi area pertanian dengan tepat. Area pertanian padi ini menjadi permasalahan yang sangat serius terutama pihak TNUK dan masyarakat setempat. Oleh karena itu, permasalahan ini membutuhkan solusi yang mempertimbangkan fungsi dari taman nasional dan kesejahteran masyarakat setempat terutama para petani di dalam kawasan TNUK. Diharapkan dari penelitian ini dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah setempat dan sebagai referensi bagi penelitian selanjutnya.
Respon Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Terung (Solanum melongena L.) Terhadap Pemberian Pupuk Oraganik CairAzolla (Azolla Pinata) Dan Pupuk P Moh Trio Candra Alfiandi; Hudaini Hasbi; Bejo Suroso
National Multidisciplinary Sciences Vol. 1 No. 2 (2022): Proceeding SEMARTANI 1
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.412 KB) | DOI: 10.32528/nms.v1i2.65

Abstract

Terong sangat digemari oleh masyarakat karena selain rasanya yang enak juga bisa dibuat dari asinan dan manisan terong serta dapat dijadikan sebagai sumber nutrisi untuk menunjang kesehatan masyarakat. Salah satu upaya untuk meningkatkan produksi tanaman terung adalah dengan perbaikan teknik budidaya yaitu dengan melakukan pemupukan. Penggunaan pupuk organik bisa menjadi solusi dalam mengurangi aplikasi pupuk anorganik yang berlebihan karena bahan organik mampu memperbaiki sifat fisika, kimia, dan biologi tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis POC azolla dan dosis pupuk P terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman terung. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dua faktor dan diulang 3 kali. Faktor pertama adalah dosis POC azolla: A0: 0 ml/tanaman, A1: 100 ml/tanaman, A2: 200 ml/tanaman, A3: 300 ml/tanaman. Faktor kedua adalah pupuk P anorganik: P1:22,2 g/m2 Sp36, P2: 27,75 g/m2 Sp36, dan P3: 33,3 g/m2 Sp36. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan uji lanjut DMRT taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan POC azolla dosis 200 ml/tanaman, dosis pupuk 27,75 g/m2 Sp36 merupakan perlakuan terbaik pada variabel pertumbuhan maupun produksi tanaman terung. Interaksi POC azolla dosis 200 ml/tanaman dengan pupuk anorganik P dosis 100 kg/ha merupakan interaksi terbaik di antara kombinasi perlakuan lainnya.
Total Bakteri Pada Bahan Pangan Asal Protein Hewani Dengan Metode Total Pate Count (Tpc) Di Balai Karantina Pertanian Kelas Ii Yogyakarta (BKP Kelas II YK) Fajri Djunaidi
National Multidisciplinary Sciences Vol. 1 No. 2 (2022): Proceeding SEMARTANI 1
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.727 KB) | DOI: 10.32528/nms.v1i2.66

Abstract

Bahan pangan asal protein hewani merupakan kebutuhan yang paling mendasar bagi manusia, sehingga harus diperhatikan kualitas higienis agar tidak tercemar oleh bakteri penyebab penyakit. Tujuan dari PKL ini yaitu mengetahui prosedur dan total cemaran bakteri pada daging dan mengetahui ambang batas cemaran bakteri pada produk pangan dan kualitas daging sehingga dapat digunakan untuk penentu produk layak konsumsi di BKP Kelas II Yogyakarta. Sampel dalam penelitian ini adalah daging Ayam, daging Sapi dan daging olahan (bakso). PKL ini bersifat deskriftif dilakukan dengan metode Total Plate Count (TPC). Hasil dari ketiga sampel diperoleh TPC yaitu daging ayam didapat hasil 1,11 x 103 , daging sapi 2,6 x 105 dan daging olahan (bakso) 2,6 x 107 , sehingga dari ketiga sampel yang diuji hanya satu sampel yang tidak memenuhi syarat yang telah ditetapkan oleh Standar Nasional Indonesia SNI 2897 2008 yaitu 1 × 106 cfu/gram.
Respon Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Tomat (Lycopersicum esculentu, Mill.) Terhadap Pemberian Pupuk Kandang Sapi Dan Pupuk NPK Pada Tanah Entisol Dedi Kurniawan; Bagus Tripama; Wiwit Widiarti
National Multidisciplinary Sciences Vol. 1 No. 2 (2022): Proceeding SEMARTANI 1
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.286 KB) | DOI: 10.32528/nms.v1i2.67

Abstract

Tomat merupakan sayuran populer di Indonesia karena dapat mencegah berbagai macam penyakit. Kebutuhan tomat di Indonesia semakin meningkat, sementara produksi mengalami penurunan. Tanah entisol merupakan tanah berpasir yang miskin unsur hara, oleh karenanya harus ditambah pupuk kandang untuk meningkatkan kualitasnya. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui respon pertumbuhan dan hasil tanaman tomat dengan pemberian pupuk kandang di tanah entisol. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan 2 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan pertana : pemberian pupuk kandang sapi dengan K0 (tanpa pupuk), K1:187,5g/tanaman, K2:375g/tanaman, K3:562,5g/tanaman, faktor kedua pupuk NPK; N0:tanpa pupuk, N1:3,75 g/tanaman, N2:7,5g/tanaman dan N3: 11,25g/tanamana. Hasil penelitian menujukkan bahwa pemberian pupuk kandang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman tomat dengan dosis 562,5 g/tanaman (K3) sebagai dosis terbaik terhadap parameter jumlah cabang produktif, diameter batang, dan berat buah per tanaman, pemberian pupuk NPK berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman tomat dengan dosis 7,5 g/tanaman (N2) dosis dan 11,25 gram/tanaman terbaik terhadap tinggi tanaman, diameter batang, interaksi dosis pupuk kandang sapi dan dosis pupuk NPK berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman tomat dengan kombinasi perlakuan dosis pupuk kandang sapi 562,5 g/tanaman dan dosis pupuk NPK 0 g/tanaman (K3N0) sebagai dosis yang terbaik terhadap jumlah cabang produktif, diameter batang.
Permintaan Dan Penawaran Buah Di Wilayah Kota Kabupaten Jember Pada Masa Pandemi COVID 19 Nur Muhammad Ferdiansyah; Nurul Fathiyah Fauzi; Henik Prayuginingsih
National Multidisciplinary Sciences Vol. 1 No. 2 (2022): Proceeding SEMARTANI 1
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.731 KB) | DOI: 10.32528/nms.v1i2.68

Abstract

Buah merupakan sumber vitamin dan mineral yang dibutuhkan masyarakat sebagai salah satu upaya guna meningkatkan imunitas tubuh agar tetap sehat pada masa pandemi covid-19. Penelitian bertujuan untuk mengetahui : (1) perbedaan permintaan buah sebelum dan pada masa pandemi; (2) perbedaan penawaran buah sebelum dan pada masa pandemi; (3) hubungan antara permintaan, penawaran dan harga buah pada masa pandemi di wilayah kota Kabupaten Jember. Metode yang digunakan adalah deskriptif komparatif. Sampel penelitian terdiri dari 30 orang pembeli dan 10 orang pedagang di pasar tradisional, serta 20 orang pembeli pasar modern. Data dianalisis menggunakan uji-t sampel berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan: (1) tidak ada perbedaan permintaan buah yang signifikan pada pasar tradisional, sedangkan di pasar modern ada perbedaan signifikan pada taraf uji 5% sebelum dan pada masa pandemi, permintaan buah di pasar tradisional naik 1,07% sedangkan pada pasar modern naik 31,57% pada masa pandemi; (2) terdapat perbedaan penawaran buah yang signifikan pada taraf uji 5%, di pasar tradisional penawaran turun 27,97% pada masa pandemi, sedangkan penawaran di pasar modern tidak diketahui karena fihak manajemen tidak bersedia memberikan data; (3) terjadi kenaikan harga buah pada masa pandemi yang diakibatkan oleh kenaikan permintaan dan penurunan penawaran secara bersamaan.
Pengaruh Aspek Sosial Ekonomi Terhadap Preferensi Petani Pada Varietas Inpari 37 Diah Arina Fahmi; Sumarni Panikkai
National Multidisciplinary Sciences Vol. 1 No. 2 (2022): Proceeding SEMARTANI 1
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.359 KB) | DOI: 10.32528/nms.v1i2.69

Abstract

Tungro merupakan penyakit penting yang menjadi ancaman bagi produksi padi di Indonesia. Kerugian akibat penyakit Tungro telah berdampak pada produksi dan produktivitas padi nasional. Varietas Inpari 37 merupakan inovasi teknologi yang dihasilkan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian untuk mengatasi serangan tungro. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui preferensi petani terhadap varietas Inpari 37 dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2020 hingga Januari 2021. Sebanyak 58 petani padi di Kabupaten Sidenreng Rappang Sulawesi Selatan yang ditentukan secara purposive sampling berkontribusi pada penelitian ini. Analisis deskriptif digunakan untuk mengetahui preferensi petani terhadap varietas Inpari 37, sedangkan analisis regresi logistik binomial digunakan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi preferensi petani terhadap varietas Inpari 37. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 58 petani responden, terdapat 9 orang (15,52) petani yang menyukai varietas Inpari 37, sisanya menyukai varietas yang lain. Faktor-faktor yang berkorelasi signifikan terhadap preferensi responden terhadap varietas Inpari 37 adalah umur, pendidikan, luas lahan, dan keanggotaan kelompok tani. Faktor lain yaitu status lahan, pendapatan, pengalaman usahatani dan kendala pembiayaan berkorelasi namun tidak signifikan.
Price Exploration of Various Insecticide Groups, Their Registered Crops and Insect Pest Species for Farmers’ Ignatius Putra Andika; Reza Fikri Alfaatah
National Multidisciplinary Sciences Vol. 1 No. 2 (2022): Proceeding SEMARTANI 1
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (788.901 KB) | DOI: 10.32528/nms.v1i2.70

Abstract

Insecticides are hazardous substance that are often used in agriculture to reduce yield loss due to insect pest. Overuse of insecticide may result in detrimental effects to the environment and human health; thus, its use should be limited. Indonesian farmers still use insecticide making studies of their use to be required, especially on how farmers choose their insecticides. This study aimed to explore the price differences of insecticide based on insecticide group and their registered insect species and crops. Insecticide brands officially registered to the Ministry of Agriculture of Republic Indonesia were used in this study together with prices collected from the internet. Analysis was done for the top 10 crops registered by formulators, including chili pepper, shallot, rice, soybean, cabbage, cacao, palm oil, tomato, potato, and corn. Results showed that there were insignificant correlations between package and application price for most crops in this study, except cabbage and tomatoes. However, insecticides belonging to pyrethroid, organophosphate, and carbamate were clustered in an area of low application and package prices. Explorations based on insect species also showed that certain groups were cheaper than others when farmers are using insecticide at recommended dosages or concentrations and also according to registered crop and pest species. Price may become a factor for farmers to help decide what product. Therefore, there a merit further understanding currently distributed products while safer and novel management strategies are being developed and disseminated to farmers.
Keanekaragaman Hama dan Musuh Alami pada Ekosistem Sawah Tanpa Aplikasi Pestisida Elisurya Ibrahim; Wasis Senoaji
National Multidisciplinary Sciences Vol. 1 No. 2 (2022): Proceeding SEMARTANI 1
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.632 KB) | DOI: 10.32528/nms.v1i2.71

Abstract

Penggunaan pestisida pada produk pertanian semakin mengkhawatirkan, oleh karena itu dimasa yang akan datang diprioritaskan produk pertanian yang bebas pestisida. Salah satu produk pertanian yang banyak menggunakan aplikasi pestisida adalah tanaman padi. Tanpa aplikasi pestisida secara alami di alam, selalu ada faktor pembatas yang dapat menyeimbangkan ekosistem, salah satunya adalah musuh alami yang dapat menekan perkembangan populasi hama. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman hama dan musuh alami pada lahan sawah tanpa aplikasi pestisida selama 1 tahun. Penelitian ini dilakukan di Kebun Percobaan Loka Penelitian Penyakit Tungro, Lanrang Sidrap, Sulawesi Selatan dalam waktu sepanjang tahun 2018. Metode pengamatan adalah monitoring secara berkala setiap minggu menggunakan jaring serangga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata populasi hama tertinggi adalah Ulat Grayak (Lepidoptera : Noctuidae), rerata populasi musuh alami tertinggi adalah Kumbang Koksi (Coleoptera : Coccinellidae), rerata populasi parasitoid tertinggi adalah Lalat Tachnidae (Diptera : Tachnidae) dan indeks keanekaragaman (H’) tergolong sedang (2.463) yang menunjukkan bahwa kondisi ekosistem sawah tergolong stabil dan musuh alami masih bisa mengendalikan populasi hama.

Page 2 of 3 | Total Record : 28