cover
Contact Name
Yoel Benyamin
Contact Email
jurnalekklesia@gmail.com
Phone
+6281392368282
Journal Mail Official
jurnalekklesia@gmail.com
Editorial Address
Sekolah Tinggi Teologi Ekklesia Pontianak Jalan Kom.Yos. Sudarso, Gg. Rambutan 2, No.13 Kota Pontianak, Pontianak Barat, Kalimantan Barat Website: https://www.sttekklesiaptk.ac.id Email: office@sttekklesiaptk.ac.id
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
EKKLESIA: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristiani
ISSN : -     EISSN : 29642639     DOI : -
Focus dari Jurnal ini ialah: 1. Pendidikan Kristiani (PAK) 2. Teologi 3. Missiologi 4. Biblika 5. Dogmatika 6. Historika 7. Pastoral
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 2 (2023): Mei 2023" : 6 Documents clear
KERENDAHAN HATI MENURUT ST. MAXIMOS THE CONFESSOR: MENGOSONGKAN DIRI SECARA TOTAL KEPADA ALLAH UNTUK MENCAPAI KESUCIAN Zebua, Boyman Aspirasi; Wijaya, Hendi
EKKLESIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 1 No. 2 (2023): Mei 2023
Publisher : STT Ekklesia Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (653.664 KB) | DOI: 10.63576/ekklesia.v1i2.15

Abstract

Abstract: The meaning of humility is often a disconnect between human desires and God's will. This is because people interpret humility as an effort made to achieve the virtues of the body, as an effort to fulfill their own desires. So in this case, St. Maximos in his understanding of humility, tries to straighten out that this humility means that the person has a good relationship with God and fears God. So St. Maximos considers that humility, means that the person must focus on God's commandments, live lowly before God and carry out all God's commands and mandates, no longer trying to fulfill their own desires. Thus, this research aims to discuss the importance of knowing humility based on St. Maximos. The research method used in writing this article is the Qualitative method which is usually in the form of words with literature studies, collecting data from the Bible, journal articles, books, and other sources. Through this method the author is facilitated to find and solve existing problems. The results of this study show that humility plays an important role in the continuity and journey of human life so that the person can be safe and prosperous in God. St. Maximos discusses that humility is proof that the person has obeyed God and will soon receive salvation from God.   Abstrak: Pemaknaan akan kerendahan hati seringkali tidak memiliki titik temu antara keinginan manusia dan kehendak Allah. Hal ini dikarenakan, manusia justru memaknai kerendahan hati sebagai usaha yang dilakukan untuk mencapai kebajikan-kebajikan tubuh, sebagai usaha untuk memenuhi keinginan diri sendiri. Sehingga dalam hal ini, St. Maximos dalam pemahamannya tentang kerendahan hati, mencoba meluruskan bahwa kerendahan hati ini berarti orang tersebut mempunyai relasi yang baik dengan Tuhan dan takut akan Tuhan. Maka St. Maximos menilai bahwa kerendahan hati, berarti orang tersebut mesti tentu kepada perintah Tuhan, hidup rendah dihadapan Tuhan dan menjalankan segala perintah dan amanat Tuhan, tidak lagi mencoba untuk memenuhi keinginan diri sendiri. Jadi, penelitian ini bertujuan membahas tentang pentingnya mengenal kerendahan hati yang didasari dari St. Maximos. Metode penelitian yang digunakan dalam menulis artikel ini adalah metode Kualitatif yang biasanya berupa kata-kata dengan studi literatur, mengumpulkan data dari Alkitab, artikel jurnal, buku-buku, serta sumber-sumber yang lain. Melalui metode ini penulis dimudahkan untuk menemukan dan memecahkan masalah-masalah yang ada. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa kerendahan hati memegang peranan penting untuk kelangsungan dan perjalan hidup manusia agar orang tersebut memperoleh selamat dan sejahtera di dalam Tuhan. St. Maximos membahas bahwa kerendahan hati sebagai bukti bahwa orang tersebut telah taat kepada Allah dan akan segera menerima keselamatan dari Tuhan.
DOKSOLOGI 1 PETRUS: SUATU PERSPEKTIF ETIS Prasetyo, Agus
EKKLESIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 1 No. 2 (2023): Mei 2023
Publisher : STT Ekklesia Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (842.99 KB) | DOI: 10.63576/ekklesia.v1i2.21

Abstract

Abstract: Doxology is an important part of the apostolic letters, but there is a lack of attention to it, so that doxology is only understood as the author's praise, active acknowledgment, and theological convictions. By paying attention to the basic structure and explanatory elements, this article aims to analyze the doxology in 1 Peter. This study used a qualitative research method, with a content analysis approach. Through this study, the doxology in 1 Peter not only understood just as an expression of praise, active acknowledgment, and the author's theological convictions, but as a strategic argument to express the three ultimate goals (τέλος) of a believer's life, that is the glory of God, conformity with christ and eternal life. These three things are the highest good (summun bonum) that should be the goals of a believer's life, according to their salvation calling. Abstrak: Doksologi merupakan bagian penting dalam surat rasuli, akan tetapi kurangnya perhatian terhadapnya menjadikan doksologi sebatas dipahami sebagai ungkapan pujian, pengakuan aktif dan keyakinan teologis penulis. Dengan memperhatikan struktur dasar dan elemen-elemen penjelasnya, artikel ini bertujuan untuk membahas doksologi dalam bentangan surat 1 Petrus. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif melalui pendekatan analisis isi (content analysis) untuk menemukan makna teks, baik bagi pembaca pertama maupun masa kini.  Melalui pendekatan ini, didapati bahwa doksologi di dalam surat 1 Petrus bukan sekedar ungkapan pujian, pengakuan aktif, dan keyakinan teologis penulis, akan tetapi sebagai strategi argumentasi untuk mengungkapkan  tiga tujuan akhir (τέλος) keberadaan hidup orang percaya yaitu kemuliaan Allah, keselarasan dengan Kristus dan kehidupan kekal. Ketiganya merupakan kebaikan tertinggi (summun bonum) alkitabiah  yang seharusnya menjadi arah hidup orang percaya, sesuai dengan panggilan keselamatannya.
DAMPAK KEPUTUSAN KONTROVERSIAL GEREJA TERHADAP LESBIAN, GAY, BISEKSUAL, TRANSGENDER Raharjo, Ribut Prapto; Elen
EKKLESIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 1 No. 2 (2023): Mei 2023
Publisher : STT Ekklesia Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (675.791 KB) | DOI: 10.63576/ekklesia.v1i2.22

Abstract

Abstract: The church cannot be separated from the rapid pace of development and change of the times. The church often faces attacks from outside. One of the external attacks faced by the church is the phenomenon of lesbian, gay, bisexual, and transgender who have entered the church. The church must be present and shine God's light to those who are lost. The church must uphold the authority of the Bible. Because in the history of creation, God only created male and female genders. Sexual behavior outside of male and female in a holy bond is sin. The fall of man into sin has corrupted the good of God, one of which is deviant sexual orientation or behavior. The church is not allowed to recognize the existence of homosexuality or lesbian, gay, bisexual, and transgender on the basis of genetics. The existence of churches that have recognized and accepted lesbians, gays, bisexuals and transgenders on the basis of genetics and love has led to controversy within the church itself. This study uses the grammatical method on several Bible verses and literature research with several accurate book or article references. This study found that there are churches that accept the existence of lesbians, gays, bisexuals and transgenders in the church on the grounds of genetics, love and human rights. But there are also churches that vehemently reject lesbians, gays, bisexuals and transgenders because they are considered contrary to the word of God. The controversy caused by the church when making a decision to accept lesbians, gays, bisexuals and transgenders into the church for reasons of genetics, love and human rights will damage the faith of the church generation. So that this phenomenon needs to continue to be considered progressively along with the times. Abstrak: Gereja tidak bisa dipisahkan dari laju perkembangan dan perubahan zaman yang begitu cepat. Gereja sering  berhadapan dengan serangan-serangan dari luar. Salah satu serangan dari luar yang dihadapi gereja adalah fenomena lesbian, gay, biseksual, dan transgender yang sudah masuk ke dalam gereja. Gereja harus hadir dan memancarkan terang Tuhan bagi yang tersesat. Gereja harus menjunjung tinggi otoritas Alkitab. Sebab dalam sejarah penciptaan, TUHAN hanya menciptakan gender laki-laki dan perempuan. Perilaku seksual di luar laki-laki dan perempuan dalam ikatan kudus adalah dosa. Kejatuhan manusia ke dalam dosa telah merusak yang baik dari Tuhan, salah satunya adalah orientasi atau perilaku seksual menyimpang. Gereja tidak diperkenan untuk mengakui keberadaan homoseksualitas atau lesbian, gay, biseksual, dan transgender atas dasar genetika. Adanya gereja yang telah mengakui dan menerima lesbian, gay, biseksual dan transgender atas dasar genetika dan kasih telah memunculkan kontroversi di lingkup gereja sendiri. Studi ini menggunakan metode gramatikal pada beberapa ayat Alkitab dan penelitian pustaka dengan beberapa referensi buku atau artikel yang akurat. Studi ini menemukan adanya gereja yang bersikap menerima keberadaan lesbian, gay, biseksual, dan transgender di dalam gereja dengan alasan genetika, kasih dan hak asasi manusia. Tetapi ada pula gereja yang dengan keras bersikap menolak lesbian, gay, biseksual, dan transgender karena dianggap bertentangan dengan firman Tuhan. Kontroversi yang ditimbulkan oleh gereja ketika mengambil keputusan menerima lesbian, gay, biseksual, dan transgender masuk ke dalam gereja karena alasan genetika, kasih maupun hak asasi manusia akan merusak iman generasi gereja. Sehingga fenomena ini perlu untuk terus diperhatikan secara progresif seiring dengan perkembangan zaman.
KOMPETENSI GURU AGAMA KRISTEN UNTUK PEMBELAJARAN DI ERA DIGITAL Zebua, Frendi Sofyan
EKKLESIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 1 No. 2 (2023): Mei 2023
Publisher : STT Ekklesia Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.501 KB) | DOI: 10.63576/ekklesia.v1i2.23

Abstract

Abstract: Professional competence is an ability, teacher's skill in mastering learning which includes; designing, managing, implementing, and evaluating learning that is tailored based on competence, this research aims to describe in order to know and understand how important it is to develop the potential that exists within him. Teacher competence largely determines student success in the world of education, teacher professional activity is measured by the following points; the teacher masters the material he teaches, the teacher has mastered qualification standards and basic skills, the teacher is able to develop creative learning, the teacher knows how to do reflective activities and the teacher masters information technology to communicate. The title of this scientific work is Christian Religious Teacher Professional Competence for Learning in the Digital Age. The method used by researchers is the method of literature or literature, namely the data comes from books and journals. Based on the results of the research found by researchers, they found that learning was less effective because the teacher was less competent in teaching. A teacher is required to have competency in teaching and using technology. Abstrak: Kompetensi profesional adalah merupakan kemampuan, kecakapan guru dalam menguasai pembelajaran yang mencakup; merancang, mengelolah, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran yang disesuaikan berdasarkan kompetensi, maka peneliti ini bertujuan untuk mendeskripsikan agar mengetahui dan memahami betapa pentingnya untuk mengembangkan potensi yang ada dalam dirinya. Kompetensi guru sangat menentukan keberhasilan siswa dalam dunia pendidikan, aktifitas profesional guru diukur dengan poin-poin sebagai berikut; guru manguasai materi yang diajarkannya, guru telah menguasai standar kualifikasi dan keterampilan dasar, guru mampu mengembangkan pembelajaran secara kreatif, guru mengetahui melakukan kegiatan reflektif dan guru menguasai teknologi informasi untuk berkomunikasi. Judul karya ilmiah ini adalah Kompetensi Profesional Guru Agama Kristen Untuk Pembelajaran Di Era Digital. Metode yang digunakan peneliti adalah metode kepustakaan atau literatur yaitu datanya bersumber dari buku-buku dan jurnal. Berdasarkan hasil penelitian yang ditemukan oleh peneliti, menemukan bahwa pembelajaran kurang efektif diakibatkan karena guru kurang cakap dalam mengajar. Seorang guru diharuskan untuk memiliki kompetensi dalam mengajar dan menggunakan teknologi.
IMPLEMENTASI PEMBINAAN WARGA JEMAAT KEPADA WARGA BINAAN KRISTEN DI LAPAS KELAS IIA PONTIANAK Sumarlina, Ketty
EKKLESIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 1 No. 2 (2023): Mei 2023
Publisher : STT Ekklesia Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (672.344 KB) | DOI: 10.63576/ekklesia.v1i2.24

Abstract

Abtract: The treatment should be done by church as organization which accomodate spirituality activity accordance to Lord Jesus teachings because congregational members also as church members which is in out of line condition of the truth of God’s word andtother various pressures. As person who break government rules and undergo a life as prisoner with limited right he should be treated in order to realize his faults and may undergo life accordance to government regulation, and especially to the truth of God’s Word. The treatment to church members at jail not only including spirituality activity, however also the treatment to all aspects of the human themselves. This research describes the implementation to congregational members including the faith treatment, mental and skills treatment. The problems analyzed relate to the implementation of the treatment forms to congregational members such as the faith treatment, mental and skills treatment to church members at prison class IIA Pontianak. This is a descriptive study using observation, interview, and documentation. The outcome of this congregational members treatment is able to increase the spirituality of the knowledge of god and God’s word, able to increase mental and self-confidence, and increase the income of their work, also increase the society support to christian prisoners at class IIA prison in Pontianak. Key words: Implementation, congregational members treatment
HUBUNGAN TEOLOGI BIBLIKA DENGAN DIVISI-DIVISI LAIN DALAM DISIPLIN ILMU TEOLOGI Kusmanto, Fransius; Oci, Markus; Sugiono
EKKLESIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 1 No. 2 (2023): Mei 2023
Publisher : STT Ekklesia Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.638 KB) | DOI: 10.63576/ekklesia.v1i2.25

Abstract

Abstract: The Bible is the holy book of Christians. In the academic field of theology, the Bible is the main capital of the book which is the subject that must be learned. Learn the Bible is not easy. There are many topics be the subject of discussion that must be learned, which make it difficult for readers to understand and relate one topic to another. This research is to find out the relationship between Biblical Theology and other branches of theology. To find out the results of the research, the method used is descriptive qualitative research method. In order to obtain good data, the authors use books and journal articles on the internet. The results obtained from this study are that the Bible is the main source and main guide in the academic field of theology. In discussing the Bible, there are branches of knowledge that must be understood. This is not to make it difficult to understand the Bible but to help make it easier to understand from every side of the division. There are four branches of Theology namely Systematic Theology, Practical Theology, Biblical Theology and Historical Theology. Biblical theology is the main bridge of many branches of theology in studying the Bible and this is the main concern of Academics to build good theology. Biblical theology has similarities and differences with other branches of theology in explaining the Bible. However, biblical theology relate with other divisions of theological sciences on explaining the Bible systematically. Accordingly, that theology and other divisions of knowledge in the field of theology help readers understand the Bible properly and correctly. By understanding several branches of theology in corelation, it can easily help Bible readers well based on every discussion that exists.  Abstrak: Alkitab merupakan kitab suci orang Kristen. Di dalam bagian akademik bidang teologi, Alkitab menjadi modal utama buku yang menjadi subjek yang harus dipelajari. Mempelajari Alkitab bukanlah hal yang mudah. Banyak topik-topik yang menjadi pokok pembahasan yang harus dipelajari. Banyaknya topik-topik membuat para pembaca kesulitan memahami dan menghubungkan satu topik dengan yang lainnya. penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan Teologi Biblika dengan cabang ilmu teologi lainnya. Untuk mengetahui hasil dari penelitian yang dilakukan, metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif deskriptif. Guna memperoleh data dengan baik, penulis menggunakan buku-buku dan artikel jurnal di internet. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah Alkitab menjadi sumber utama dan pegangan utama dalam bagian akademik bidang teologi. Dalam membahas Alkitab, ada cabang-canag ilmu yang harus dipahami. Hal ini bukan untuk mempersulit memahami Alkitab tetapi membantu mempermudah memahami dari setiap sisi divisi tersebut. Ada empat cabang ilmu Teologi yaitu Teologi Sistematika, Teologi Praktika, Teologi Biblikal dan Teologi Historika. Teologi Biblikal menjadi jembatan utama dari banyak cabang ilmu teologi dalam menelaah Alkitab dan hal ini menjadi perhatian utama dari Akademik untuk membangun teologi yang baik. Teologi biblikal memiliki persamaan dan perbedaan dengan cabang ilmu teologi lainnya dalam menjelaskan Alkitab. Namun demikian, Teologi biblikal memiliki hubungan dengan divisi ilmu teologi lainnya dalam menjelaskan Alkitab secara sistematis. Dengan demikian, Teologi dan divisi ilmu yang lain dalam bidang teologi membantu para pembaca memahami Alkitab dengan baik dan benar. Dengan memahami beberapa cabang ilmu teologi dalam hubungannya, dapat dengan mudah membantu para pembaca Alkitab dengan baik berdasarkan setiap pembahasan yang ada.

Page 1 of 1 | Total Record : 6