cover
Contact Name
Eka Widiyananto
Contact Email
ewdynt@gmail.com
Phone
+628122089782
Journal Mail Official
jurnalarsitektur@sttcirebon.ac.id
Editorial Address
© Redaksi Jurnal Arsitektur Program Studi Arsitektur Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon Gd.Lt.1 Jl.Evakuasi No.11, Cirebon 45135
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Arsitektur
ISSN : 20879296     EISSN : 26856166     DOI : 10.59970/jas
Core Subject : Engineering,
Fokus Jurnal Arsitektur adalah mahasiswa dan dosen pembimbing untuk Mata Kuliah Metodologi Penelitian, Seminar atau Skripsi di Program Studi Arsitektur Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon atau Prodi Arsitektur pada Perguruan Tinggi lain di Indonesia. Ruang lingkup pada Jurnal Arsitektur adalah ilmu kearsitekturan dengan bidang keilmuan diantaranya bidang keilmuan kota, perumahan dan permukiman, bidang keilmuan ilmu sejarah Arsitektur, filsafat dan teori arsitektur, bidang keilmuan teknologi bangunan, manajemen bangunan, building science, serta bidang keilmuan perancangan arsitektur.
Articles 114 Documents
MENDESKRIPSIKAN HUNIAN LAMA YANG MASIH DITINGGALI KERABAT KERATON DI PERMUKIMAN KASEPUHAN M. Rizqi N; Iwan Purnama
Jurnal Arsitektur Vol. 11 No. 1 (2019): Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1510.821 KB) | DOI: 10.59970/jas.v11i1.14

Abstract

Keraton Kasepuhan merupakan sebuah pusat cagar budaya yang berdiri pada tahun 1529 dan memiliki peranan penting dalam, mewarisi sejarah pada abad penyebaran islam. Keraton Kasepuhan masih eksis seperti halnya Keraton-Keraton lainnya di Indonesia. Permukiman sekitar keraton terbentuk, bermula dari diperuntukannya para Wargi dan juga abdi dalem. terutama di kampung Mandalangen yang hingga sampai saat ini, berdiri diatas tanah Keraton atau disebut Magersari. Selain dari Kampung Mandalangen ada beberapa wilayah yang masih berada dalam permukiman sekitar Keraton Kasepuhan yaitu: Kampung Kasepuhan, Kampung Banjar Melati dan Kampung Siti Mulya. Berjalan nya waktu, banyak pendatang baru yang menetap di Permukiman tersebut. Terutama di kampung Mandalangen hal ini mengakibatkan kepadatan penduduk semakin tinggi sehingga hunian lama yang berdiri diwilayah tersebut megalami perubahan dari pola tatanan masa hingga perubahan fisik dari hunian lama tersebut . Metode yang digunakan adalah observasi langsung di lapangan untuk mengamati hunian yang terbentuk. Dengan melakukan penelitian dilapangan serta melakukan tahapan tahapan, penulis mendapatkan data yang objektif. Sehingga penulis mengambil topik ini dengan maksud untuk mendeskripsikan hunian lama milik kerabat Keraton.
EVALUASI KENYAMANAN SPASIAL RUANG PEJALAN KAKI KORIDOR JALAN SILIWANGI KUNINGAN BERDASARKAN PREFERENSI MASYARAKAT Sony Setiawan; Budi Tjahjono
Jurnal Arsitektur Vol. 11 No. 1 (2019): Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1106.814 KB) | DOI: 10.59970/jas.v11i1.15

Abstract

Kawasan Jl.Siliwangi merupakan kawasan yang menjadi landmark Kabupaten Kuningan. Pada Kawasan Jl. Siliwangi ini, setiap orang menuju ke pusat kota hampir dipastikan melewati Jl.Siliwangi. Jl.Siliwangi cukup strategis karena dapat dicapai oleh segala lapisan masyarakat dari berbagai sarana transportasi. Berbagai kegiatan masyarakat seperti kegiatan berjalan, lari pagi,pusat perdagangan dan acara lainnya diwaktu-waktu tertentu. Sebagian pedestrian digunakan untuk kegiatan selain pejalan kaki dan masih ada tersisa ruang untuk pejalan kaki. Namun di Jl.Siliwangi terdapat kecenderungan pejalan kaki tidak menggunakan jalur pedestrian tersebut untuk sirkulasi dan memilih berjalan di badan jalan dan jalan raya. Adanya berbagai macam masalah tersebut sehingga aktivitas yang ada tidak berjalan seperti semestinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kenyamanan visual dan spasial ruang pejalan kaki koridor Jl.Siliwangi Kuningan berdasarkan prefrensi masyarakat. Analisis data menggunakan analisis kualitatif yang digunakan untuk menjelaskan hasil survey yang dilakukan di Jl.Siliwangi Kuningan dengan hasil tinjauan pustaka tentang jalur pedestrian. Hasil penelitian penunjukkan bahwa ternyata jalur pedestriandi Jl.Siliwangi Kuningan apabila ditinjau dari fungsi dan kenyamanan sudah tidak sesuai lagi dengan teori yang ada. Hal ini dikarenakan banyaknya aktivitas lain yang menggunakan jalur pedestrian tersebut selain untuk aktivitas berjalan. Jalur pedestrian sebenarnya merupakan ruang terbuka yang seharusnya digunakan untuk aktivitas berjalan untuk pejalan kaki sehingga tidak akan merubah pola perilaku pejalan kaki dalam menggunakan jalur pedestrian tersebut.
POLA TATA RUANG MASJID KANOMAN Krisna Yunarto; Mudhofar .
Jurnal Arsitektur Vol. 11 No. 2 (2019): Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1163.196 KB) | DOI: 10.59970/jas.v11i2.16

Abstract

Keraton Kanoman adalah salah satu dari dua bangunan kesultanan Cirebon yang berdiri pada tahun 1678 M. Kebesaran Islam di Jawa bagian barat tidak lepas dari Kesultanan Cirebon. Masjid yang berada di area Keraton Kanoman selain digunakan sebagai tempat ibadah, masjid juga merupakan pusat kehidupan komunitas muslim. Kegiatan-kegiatan perayaan hari besar, diskusi, kajian agama, ceramah dan belajar Al Qur'an sering dilaksanakan di Masjid. Bahkan dalam sejarah Islam, masjid turut memegang peranan dalam aktivitas sosial kemasyarakatan hingga kemiliteran. Masjid Kanoman ini pernah menjadi pusat kegiatan penyebaran Islam di Jawa Barat. Para jamaah yang berdatangan tidak hanya dari wilayah Cirebon saja tetapi juga dari daerah sekitar bahkan sampai ke pelosok pulau Jawa. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi tata ruang dalam Masjid sedangkan metode peelitian adalah pengamatan langsung dan literatur. Data identifikasi yang dapat disimpulkan dalam penelitian inia adalah dinding masjid dibangun dari bata merah sedangkan lantai dilapisi ubin berwarna abu-abu berukuran 30x30 cm, sementara atap tertutup genteng berbentuk tajuk bersusun. Puncaknya ditutup dengan mustaka. Di bagian atap itu, ditopang dengan empat pilar kayu jati bulat yang hingga sekarang masih dipertahankan keaslian arsitekturnya. Tata ruang adalah distribusi peruntukan ruang dalam suatu wilayah yang meliputi peruntukan ruang untuk fungsi lindung dan peruntukan ruang untuk fungsi budi daya.
PENILAIAN LINGKUNGAN FISIK PERMUKIMAN KUMUH DI KANOMAN UTARA KOTA CIREBON Aji Amirul Bahaduri; Farhatul Mutiah
Jurnal Arsitektur Vol. 11 No. 2 (2019): Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1287.131 KB) | DOI: 10.59970/jas.v11i2.17

Abstract

Beberapa kondisi permukiman di Kota Cirebon saat ini tergolong kumuh menurut SK Walikota No .665/Kep.70- BAPPEDA/2015. Berdasarkan SK tersebut besaran kawasan kumuh di Kota Cirebon adalah 59,60 Ha. Di Kota Cirebon terdpat 7 area lokasi permukiman kumuh yang harus mendapatkan perhatian. Salah satunya permukiman kumuh di kawasan Kanoman Utara (Winaon). Di lain sisi, Wilayah Kanoman merupakan kawasan yang lekat dengan sejarah Keraton Kanoman, Kawasan Pecinan, pasar, yang menjadi salah satu destinasi wisata. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keadaan permukiman di Kanoman Utara, serta menilai tingkat kekumuhan sesuai dengan panduan Indikator Kumuh menurut Ditjen Cipta Karya: 2014. Penelitian ini dilakukan dengan cara observasi, pendokumentasian dan analisis tingkat kekumuhan baik indikator nilai kondisi bangunan dan indikator nilai ketersediaan prasarana. Penilaian dilakukan dengan menghitung tiga indikator kondisi bangunan dan lima indikator ketersediaan sarana berupa keteraturan bangunan, kepadatan bangunan, kelayakan bangunan, aksesibilitas lingkungan, sistem drainase, sistem perlimbahan, dan sistem persampahan. Berdasarkan hasil penilaian indikator kumuh, RT 01 termasuk dalam kumuh sedang, dengan nilai (54,1). sedangkan RT O2, dengan nilai (54,75), RT 03 dengan nilai (53,4). RT 04 dengan nilai (52,4) dan, RT 05 dengan nilai (51) termasuk dalam indkator kumuh sedang, penyebab kekumuhan di Kanoman Utara karena perawatan prasarana di Kanoman Utara masih kurang dan tingkat Kepadatan penduduk di sana tinggi.
IDENTIFIKASI KENYAMANAN TERMAL DI RUANG STUDIO R.401 SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI CIREBON Rizko Nuzul Pasa Ramadhan; Eka Widiyananto
Jurnal Arsitektur Vol. 11 No. 2 (2019): Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1322.553 KB) | DOI: 10.59970/jas.v11i2.18

Abstract

Kenyamanan termal merupakan salah satu faktor yang sangat penting dan harus diperhatikan dalam perancangan sehingga kenyamanan tinggal yang diharapkan dapat tercapai. Faktor-faktor yang harus diperhatikan untuk mendapatkan kenyamanan termal adalah suhu udara, kecepatan angin, kelembaban, suhu permukaan ruang rata-rata, serta faktor manusia yaitu pakaian dan metabolism. Kota Cirebon yang berada pada daerah iklim tropis lembab memiliki karakteristik diantaranya radiasi matahari yang tinggi dan berlangsung hingga 12 jam dalam satu hari, suhu udara yang tinggi dengan perbedaan yang tipis antara suhu udara siang hari dan malam hari, kelembaban udara yang juga tinggi serta rata-rata kecepatan angin yang rendah sehingga dalam perencanaan dan perancangan arsitektur haruslah adaftif terhadap karakteristik iklim tropis lembab tersebut agar kenyamanan termal dapat tercapai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kenyamanan termal pada ruang dalam di R.401 selain itu juga dengan penelitian ini dapat bermanfaat bagi pemilik/pengelola Kampus STTC untuk memperhatikan kondisi Ruang studio agar kenyamanan termal pada ruang R.401 dapat tercapai sehingga tidak mengganggu aktifiatas mahasiswa dalam proses belajar mengajar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan cara mengukur faktor-faktor kenyamanan untuk mengidentifikasi kenyamanan termal pada ruang studio R.401.
PERUBAHAN FUNGSI, LAHAN, DAN BANGUNAN DI KORIDOR JALAN YOS SUDARSO Rafika Azhar Nurfadhilah; Iwan Purnama
Jurnal Arsitektur Vol. 11 No. 2 (2019): Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1303.504 KB) | DOI: 10.59970/jas.v11i2.19

Abstract

Koridor Jalan Yos Sudarso merupakan wilayah yang memiliki nilai sejarah cukup tinggi hingga dijuluki sebagai Kota Tua. Seiring berjalannya waktu, pada Koridor Jalan Yos Sudarso telah terjadi perubahan fungsi, perubahan lahan dan perubahan bangunan. Perubahan tersebut dapat dilihat dari adanya perubahan fungsi, rehabilitas bangunan, penambahan fungsi dan penambahan bangunan, serta munculnya bangunan – bangunan modern di sepanjang koridor. Untuk hasil yang didapat, terdapat 5 bangunan tua yang masih berdiri kokoh di sepajang koridor yang sudah mengalami perubahan fungsi  seperti Kantor Residen Cirebon yang kini menjadi tanah yang kosong serta tanah kosong dibangun menjadi bangunan baru bergaya modern, perubahan lahan dengan adanya penambahan bangunan seperti Bank Indonesia dan Gereja Santo Yusuf dan rehabilitasi pada bangunan tua seperti pada bangunan Kantor Pos Indonesia.
ELEMEN PENDUKUNG TAMAN KOTA DI TAMAN KRUCUK DAN TAMAN BUNDERAN MUNJUL Ikin Rosikin; Farhatul Mutiah
Jurnal Arsitektur Vol. 11 No. 2 (2019): Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1494.135 KB) | DOI: 10.59970/jas.v11i2.20

Abstract

Sejak dibangun oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada tahun 2012 lalu, Taman Krucuk yang berada di jalan Lohbener, Kesenden, Kejaksan, kota Cirebon, Jawa Barat belum kunjung selesai dan tidak terawat. Bahkan, sejak taman tersebut direvitalisasi dan dilimpahkan pengelolaannya dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat ke Pemkot Cirebon, kondisi taman tersebut kembali tidak terurus. Bahkan, pilar-pilar taman dipenuhi dengan coretan vandalisme. Taman dengan luas sekitar 500 meter persegi ini, memiliki sejumlah sarana dan prasarana penunjang untuk aktifitas serta rekreasi warga Kota Cirebon. Pada hari-hari taman ini sangat sepi pengunjung padahal taman ini sangat strategis yang berada dekat dengan pusat kota Cirebon. Atas dasar itu saya sebagai penulis yang akan meneliti dari segi unsur atau elemen atau fasilitas yang ada di dalam taman tersebut, tidak hanya taman krucuk yang ada di Cirebon saya juga meneliti taman yang ada di kabupaten majalengka yaitu Taman Bunderan Munjul. Taman Dirgantara Majalengka merupakan sebuah taman yang bertemakan kedirgantaraan yang berada di pintu masuk Kota Majalengka dari arah Sumedang atau Bandung, taman Kota ini memiliki sebuah ikon khusus, yaitu sebuah pesawat tempur berjenis A4 Skyhawk. Pesawat ini bukan reflika, tapi memang benar-benar pesawat tempur asli yang pernah dioperasikan oleh TNI Angkatan Udara Republik Indonesia. Monumen pesawat ini sebagai simbol kejayaan Lapangan Udara milik TNI AU yaitu Lanud S.Sukani yang berada di Jatiwangi, selain itu sebagai ikon Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) yang ada di Majalengka Taman yang diresmikan pada tanggal 24 April 2012. Dalam pembuatan taman kota atau ruang luar terdiri dari dua bagian yaitu elemen yang bersifat lunak ( soft material ), dan elemen yang bersifat keras ( hard material ). Dengan adanya unsur – unsur atau elemen pendukung taman akan menarik pengunjung dan bisa berlama – lama ditaman tersebut.
PENGARUH LANGGAM ARSITEKTUR JAWA DAN SUNDA PADA MASJID KERAMAT KI BUYUT TRUSMI Indriyani .; Mudhofar .
Jurnal Arsitektur Vol. 11 No. 2 (2019): Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1185.572 KB) | DOI: 10.59970/jas.v11i2.21

Abstract

Masuknya Islam di Pulau Jawa tidak lepas dari keberadaan Cirebon yang merupakan salah satu wilayah dengan corak kebudayaan Islam tertua di Pulau Jawa. Pertumbuhan Cirebon menjadi wilayah bercorak Islam dimulai ketika Syarif Hidayatullah memimpin wilayah Cirebon mulai sekitar tahun 1479, sedangkan kedatangan dan penyebaran Islam di wilayah Cirebon sudah ada sebelum kedatangan Syarif Hidayatullah di tahun 1470 (Tjandrasasmitha, 2009: 163). Kompleks Situs Ki Buyut Trusmi merupakan kompleks bangunan kuno yang terletak di Kampung Dalem, Desa Trusmi Wetan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif kepada kunci kiayi masjid keramat buyut terusmi dengan cara obvervasi lapangan. Hasil dari tulisan ini mengungkapkan bahwa pada masjid Ki Buyut Trusmi terdapat pengaruh Arsitektur Jawa pada Atap nya dan pengaruh langgam arsitektur Jawa pada bagian interior masjid.
IDENTIFIKASI ELEMEN FISIK PERKOTAAN PADA JALAN BUYUT TRUSMI KABUPATEN CIREBON Wisamullah .; Nurhidayah .
Jurnal Arsitektur Vol. 13 No. 2 (2021): Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1601.43 KB) | DOI: 10.59970/jas.v13i2.28

Abstract

Jalan Buyut Trusmi merupakan salah satu jalan yang menarik karena memiliki potensi lahan dengan adanya Situs Kabuyutan Trusmi sebagai daya tari pariwisata dan salah satu pusat pengerajin batik sebagai pengerak ekonomi yang ada di Trusmi, dan dari situ akan menumbuhkan elemen –elemen perkotaan yang ada di jalan buyut Trusmi. Dengan tumbuhnya perkembangan suatu daerah maka daerah tersebut harus diteliti pada tahap identifikasi,proses indentifikasi elemen-elemen Perkotaan menggunakan teori Hamid Shivany yaitu 8 Elemen Pembentuk Perkotaan yaitu Land use (tata guna lahan), Building form and massing (bentuk dan massa bangunan), Circulation and parking (sirkulasi dan parkir), Open space (ruang terbuka), Pedestrian ways (jalan pejalan kaki), Signages (papan penanda), Activity Support (kegiatan pendukung) dan preservation (perlindungan). Maksud dari penelitian ini untuk mengidentifikasi elemen perkotaan apa saja yang ada di jalan Buyut Trusmi secara deskriptif
PENERAPAN GAYA ARSITEKTUR KONTEMPORER PADA PEX EXHIBITION DAN CONVENTION CENTER DI KOTA BARU PARAHYANGAN Alfian Al Ghifari; Nurtati Soewarno
Jurnal Arsitektur Vol. 13 No. 2 (2021): Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1351.261 KB) | DOI: 10.59970/jas.v13i2.29

Abstract

Arsitektur Kontemporer merupakan bentuk karya arsitektur yang terjadi pada masa kini. Arsitektur Kontemporer memiliki karakteristik tampilan yang menarik dan tidak bersifat ketinggalan jaman, desain bergaya kontemporer dapat memberikan kenyamanan visual dan juga menggambarkan kehidupan modern bagi penggunanya khususnya pengguna bangunan PEX Exhibition dan Convention Center di Kota Baru Parahyangan. Namun penerapan arsitektur kontemporer ini akan mengubah tipologi karakter bangunan bagi wilayah Kota Baru Parahyangan, karena penerapan prinsip Arsitektur Kontemporer pada PEX Club House merupakan bentuk penerapan kebebasan gaya yang selaras dengan prinsip arsitektur kontemporer ini tersendiri. Penerapan Arsitektur Kontemporer pada PEX Club House akan memiliki bentuk dan tampilan yang merangsang fantasi, menciptakan ide dan mengembangkan kreativitas penggunanya serta memiliki daya tarik tersendiri sehingga dapat mengundang pengunjung dan menghidupkan aktifitas didalamnya. Penerapan arsitektur kontemporer diterapkan dalam pengolahan sirkulasi ruangan, bentuk massa bangunan, harmonisasi elemen exterior dan interior, desain fasad serta struktur dan konstruksi bangunan. Metoda penelitian yang diterapkan adalah kualitatif, pendekatan terhadap data-data dan informasi serta perumusan perancangan desain yang mengandung prinsip-prinsiparsitektur kontemporer. Dengan diterapkannya Arsitektur Kontemporer pada PEX Club House diharapkan dapat menciptakan nuansa bangunan yang interaktif dan kreatif serta membuat perputaran ekonomi kreatif bagi penghuni kawasan Kota Baru Parahyangan dan sekitarnya

Page 2 of 12 | Total Record : 114