cover
Contact Name
Arsad
Contact Email
arsadumbuton@gmail.com
Phone
+6285241819652
Journal Mail Official
arsadumbuton@gmail.com
Editorial Address
Gedung B. FKIP Universitas Muhammadiyah Buton Jl. Betoambari No. 36, Kota Baubau. Telp: (0402)2827038 Fax: (0402)2827038; rektorat@umbuton.ac.id.
Location
Kota bau bau,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
JEC (Jurnal Edukasi Cendekia)
ISSN : 27153371     EISSN : 25492861     DOI : doi.org/10.35326/jec
Jurnal JEC (Jurnal Edukasi Cendekia) diterbitkan oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Buton tahun 2017. Jurnal ini bertujuan untuk menerbitkan dan menyebarluaskan hasil penelitian dan studi tentang pendidikan. Artikel yang dimuat dalam jurnal adalah hasil penelitian atau pemikiran bidang pendidikan yang dilakukan oleh peneliti, guru, dosen, dan praktisi pendidikan. Informasi lengkap untuk pemuatan artikel dan petunjuk penulisan artikel tersedia di dalam laman jurnal ini. Jurnal ini terbit secara berkala sebanyak dua kali dalam setahun yaitu bulan Agustus dan Februari.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 2 (2018): Agustus" : 7 Documents clear
KESANTUNAN BERBAHASA MUNA DIALEK KADATUA Asrul Nazar
JEC (Jurnal Edukasi Cendekia) Vol 2 No 2 (2018): Agustus
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat FKIP UMB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.546 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk-bentuk normatif kesantunan berbahasa Muna dialek Kadatua. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa bahasa Muna memiliki bentuk-bentuk pragmatik antara lain adalah bentuk maksim. Bentuk maksim yang dimaksud adalah bentuk maksim berdasarkan prinsip sopan santun. Maksim bahasa Muna dalam penuturnya mempunyai prinsip umum yaitu hendaknya penutur selalu menggunakan tuturan yang sopan “dokoadhati bae suaha mela’a” bertatakrama dan suara yang lemah lembut. Maksim dalam bahasa Muna dialek Kadatua terdapat empat maksim yaitu maksim kearifan, maksim pujian, dan maksim kerendahan hati.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE BERMAIN JAWABAN PADA SISWA KELAS V SD NEGERI 1 MATANAUWE KABUPATEN BUTON Irman Matje
JEC (Jurnal Edukasi Cendekia) Vol 2 No 2 (2018): Agustus
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat FKIP UMB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.406 KB)

Abstract

Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah model pembelajaran kooperatif tipe Bermain Jawaban dapat meningkatkan hasil belajar IPS pada siswa kelas V SD Negeri 1 Matanauwe tahun 20018/2019. Subjek penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas V SD Negeri1 Matanauwe Tahun Pelajaran 2018/2019 terdiri dari 27 siswa. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, pada setiap siklus terdapat dua kali pertemuan. Setiap siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Bentuk tindakan yang diberikan adalah pembelajaran IPS menggunakan model Kooperatif tipe Bermain Jawaban. Untuk mengetahui hasil belajar siswa, diadakan test awal sebelum tindakan dan tes pada setiap akhir pertemuan. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes dan dtes non tes. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis diskriptif interaktif. Validitas data yang digunakan adalah triangulasi metode data. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh nilai rata-rata hasil tes pada siklus I menunjukkan nilai rata-rata kelas mencapai 77,81% dan ketuntasan klasikal 70,37%. Pada siklus II nilai rata-rata kelas meningkat menjadi 86,52 dan ketuntasan klasikal meningkat menjadi 88,88%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran IPS melalui model pembelajaran kooperatif tipe Bermain Jawaban dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SD Negeri 1 Matanauwe, Kabupaten Buton ahun pelajaran 2018/2019
BENTUK NILAI DALAM WACANA KABANTI LAGU NGKOHA MASYARAKAT MAWASANGKA TENGAH Arsad Arsad
JEC (Jurnal Edukasi Cendekia) Vol 2 No 2 (2018): Agustus
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat FKIP UMB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.063 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengungkap bentuk nilai dalam wacana Kabanti Lagu Ngkoha masyarakat Mawasangka Tengah. Data dikumpulkan menggunakan observasi, wawancara, dan teknik dokumentasi. data validitas menggunakan metode triangulasi melalui teori dan informasi logis. Data dianalisis menggunakan analisis wacana(konten). Dari dari hasil analisis data wacana Kabanti Lagu Ngkoha pada masyarakat Mawasangka Tengah ditemukan ada penggambaran nilai-nilai kehidupan masyarakat melalui data tuturan lisan. Nilai tersebut berupa nilai agama, akhlak, dan nilai sosial. Pada Nilai agama ditemuka dua jenis nasehat yaitu ibadah dan keimanan. Selanjutnya, pada akhlak ditemukan lima nasihat, seperti: nesihat kasih sayang, nasihat kepatuhan, nasihat pergaulan muda-mudi, nasehat tawakal, nasehat amanah, dan nasehat percintaan tertentu.
UNGKAPAN PERTANYAAN MENJADI PARAGRAF DALAM PEMBELAJARAN MENULIS DI SMA NEGERI SATU ATAP WAKURUMBA Cecep Nuryadin
JEC (Jurnal Edukasi Cendekia) Vol 2 No 2 (2018): Agustus
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat FKIP UMB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.168 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan kemampuan menulis narasi ekspositoris yang signifikan antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan strategi Pertanyaan Menjadi Paragraf dan siswa yang mengikuti pembelajaran menulis narasi tanpa menggunakan strategi Pertanyaan Menjadi Paragraf dan menguji keefektifan strategi Pertanyaan Menjadi Paragraf dalam pembelajaran menulis narasi ekspositoris. Desain penelitian ini adalah quasi eksperiment dengan rancangan pretest- posttest control group design. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah simple random sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas VIIA sebagai kelas eksperimen yang berjumlah 22 siswa dan kelas VIIB sebagai kelas kontrol yang berjumlah 21 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode tes, yaitu berupa tes menulis karangan narasi ekspositoris. Kesimpulan pertama dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan kemampuan menulis narasi ekspositoris yang signifikan antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan strategi Pertanyaan Menjadi Paragraf dan siswa yang mengikuti pembelajaran tanpa menggunakan strategi Pertanyaan Menjadi Paragraf. Gain score kelompok eksperimen sebesar 5,50, sedangkan kelompok kontrol sebesar 4,84. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa gain score kelompok eksperimen lebih tinggi daripada kelompok kontrol. Kesimpulan kedua yaitu strategi Pertanyaan Menjadi Paragraf efektif digunakan dalam pembelajaran menulis narasi ekspositoris.
MENINGKATKAN PERILAKU PROSOSIAL MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KONSELING TEKNIK MODELING DI SMPN 2 KULISUSU Maria Ulfa
JEC (Jurnal Edukasi Cendekia) Vol 2 No 2 (2018): Agustus
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat FKIP UMB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.07 KB)

Abstract

Masa remaja awal siswa dituntut untuk memiliki perilaku prososial dikarenakan pada usia tersebut siswa harus memiliki kemampuan dan tanggungjawab terhadap hal-hal yang dilakukannya. Akan tetapi pada kenyataan yang terjadi saat ini, banyak remaja yang masih memiliki perilaku prososial yang rendah terkhusus pada siswa kelas VIII SMP 2 Kulisusu.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan mendeskripsikan efektivitas layanan bimbingan kelompok dengan teknik modeling untuk meningkatkan perilaku prososial siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian kuantitatif metode eksperimen pre-experimental dengandesain One Group Pretest Posttest. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Kulisusu melalui teknik purpossive sampling dengan sampel penelitian 10 siswa.Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data diperoleh analisis uji test statistik uji wilcoxon masing-masing pretest posttest menunjukkan nilai Asymp. Sig (2-tailed) sebesar 0.005 < 0.05 atau (p<0.05), yang berarti ada perbedaan perilaku prososial sebelum dilakukan pretest dan setelah diberikan teknik modeling (posttest). Maka peneliti berkesimpulan bahwa teknik modeling melalui layanan bimbingan kelompok efektif untuk meningkatkan perilaku prososial siswa yang dilakukan berhasil secara signifikan atau efektif untuk dilakukan.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS DI KELAS IV SD NEGERI 1 BUTON KABUPATEN BUTON Safiuddin Safiuddin
JEC (Jurnal Edukasi Cendekia) Vol 2 No 2 (2018): Agustus
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat FKIP UMB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (718.757 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh kurangnya pemahaman siswa tentang mata pelajaran IPS materi Keragaman budaya yang ada di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mendeskripsikan penerapan model Inkuiri dalam meningkatkan hasil belajar IPS materi Keragaman budaya yang ada di Indonesia siswa kelas IV SD Negeri 1 Buton Kecamatan Pasarwajo Kabupaten Buton sebagai bahan koleksi dan referensi supaya dapat digunakan sebagai sumber belajar atau bacaan buat mahasiswa lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sebelum diberi tindakan diperoleh nilai pra siklus siswa kelasIV SD Negeri 1 Buton Kecamatan Pasarwajo dengan taraf keberhasilan hasil pra siklus mencapai nilai <70 sebanyak 13 siswa (81,25%) dan ≥70 sebanyak 3 siswa (18,75%) dengan nilai rata-rata kelas 59,56. Pada siklus I nilai rata-rata kelas 70,19 siswa yang mendapat nilai ≥70 sebanyak 6 siswa (37,5%), dan <70 sebanyak 10siswa (62,5%). Sedangkan pada siklus II nilai rata-rata 76,18 siswa yang mendapat nilai ≥70 sebanyak 14 siswa (87,5%) dan <70 sebanyak 2 siswa (12,5%). Dengan demikian ketuntasan belajar IPS Keragaman budaya yang ada di Indonesia terjadi peningkatan sebesar 12,5% dari siklus Ike siklus II. Dengan demikian pembelajaran IPS Keragaman budaya yang ada di Indonesia melalui penerapan model inkuiri terbukti mampu membantu siswa dalam meningkatkan hasil belajar siswa.
KALIBRASI TES CAMPURAN DIKOTOMUS 2PLM DAN POLITOMUS GRM MENGGUNAKAN PROSEDUR GRM DAN GPCM Samritin Samritin
JEC (Jurnal Edukasi Cendekia) Vol 2 No 2 (2018): Agustus
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat FKIP UMB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (635.714 KB)

Abstract

Item parameter estimation is an important step in test development. Estimation of test parameters must pay attention to the suitability of the response characteristics with the calibration procedure to be used. This study has simulated mixed test response data of 35 dichotomous items of 2PLM with 5 polytomous items of GRM. Response data was generated using a sample size of 1500 examinees. Response data were analyzed descriptively from the aspect of correlation coefficient, root mean square difference (RMSD), mean absolute difference (MAD), variance, and bias. The results of this study indicate that the estimation of the slope and threshold parameters of the dichotomous test model 2 logistic parameters using GRM calibration produces correlation coefficients, RMSD, MAD, variance, and estimation bias that are almost the same as those of the GPCM calibration; parameter estimation of the slope and threshold of the GRM model polytomous test using GRM calibration produces a smaller correlation coefficient, RMSD, MAD, variance, and estimation bias compared to the GPCM calibration results; and estimation of the slop parameters and threshold of the mixed dichotomous 2 parameter logistic model (2PLM) test and the GRM polytomous test calibrated using the GRM procedure produced a higher correlation coefficient but had lower RMSD, MAD, variance, and bias compared to the results of calibration using the GPCM procedure. Based on the results of data analysis, this study concluded that the parameter estimation of the 2PLM dichotomous and polytomous GRM mixed test is more precise when calibrated using the GRM procedure.

Page 1 of 1 | Total Record : 7