cover
Contact Name
Dewi Yunita
Contact Email
dewi_yunita@usk.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jimfp@usk.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Jl. Tgk Hasan Krueng Kalee No. 3 Darussalam Banda Aceh, Indonesia 23111
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian
ISSN : 26152878     EISSN : 26146053     DOI : http://dx.doi.org/10.17969/jimfp
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian (JIMFP) diterbitkan oleh Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala. Merupakan media jurnal elektronik sebagai wadah untuk penyebaran dan publikasi hasil penelitian dari skripsi/tugas akhir dan atau sebagian dari skripsi/tugas akhir mahasiswa strata satu (S1) Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala yang merupakan kewajiban setiap mahasiswa untuk mengunggah karya ilmiah sebagai salah satu syarat untuk yudisium dan wisuda sarjana. Artikel ditulis bersama dosen pembimbingnya serta diterbitkan secara online setelah melewati proses review oleh 2 orang reviewer dan editor JIMFP. JIMFP menerbitkan artikel ilmiah mahasiswa dari delapan Program Studi (Prodi), yaitu Prodi Agribisnis, Prodi Agroteknologi, Prodi Peternakan, Prodi Teknologi Hasil Pertanian, Prodi Teknik Pertanian, Prodi Ilmu Tanah, Prodi Proteksi Tanaman dan Prodi Kehutanan. JIMFP terbit satu volume dan empat nomor dalam setahun, yaitu setiap bulan Februari, Mei, Agustus dan November.
Articles 67 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2016): November 2016" : 67 Documents clear
Hubungan Antara Lahan, Pakan, Nener, Tenaga Kerja Dan Sistem Budidaya Dengan Hasil Produksi Tambak Bandeng Di Banda Aceh Muhammad Danil Furqansyah; Agustina Arida; Romano Romano
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 1, No 1 (2016): November 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.018 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v1i1.1132

Abstract

Abstrak - Penelitian ini menganalisis keadaan terkini pengaruh signifikan dan tidak signifikan faktor Luas Lahan, Pakan, Jumlah Nener, Tenaga Kerja dan Sistem Budidaya terhadap hasil produksi tambak bandeng di Banda Aceh. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data primer yang diperoleh dari hasil pengisian kuisioner oleh 35 orang responden. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis statistik Chi Square.  Kata kunci : Lahan, Pakan,Nener, Tenaga Kerja, Sistem Budidaya dan Produksi Abstract- This study analyzes the current state of significant and insignificant influence factors Land, Feed, Total Nener, Labor and cultivation system against milkfish production in Banda Aceh. The data used in this study are primary data obtained by filling the questionnaire by 35 respondents. The analytical method used in this research is the statistical analysis Chi Square.  Keywords: Land, Feed, Nener, Labor, Cultivation and Production Systems
Pengaruh Substitusi Ransum Komersil dengan Tepung Kulit Pisang Fermentasi +Feed Supplement terhadap Berat dan Persentase Organ Dalam Ayam Broiler Syafriadi Syafriadi; Muhammad Daud; Zulfan Zulfan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 1, No 1 (2016): November 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.946 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v1i1.1284

Abstract

 Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh substitusi sebagian ransum komersil periode finisher dengan tepung kulit pisang kepok fermentasi+bungkil kelapa+feed supplement  terhadap berat dan persentase organ dalam ayam broiler.  Penelitian dilakukan  di Laboratorium Lapangan Peternakan (LLP),  Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala, tanggal 1 April‒5 Mei 2016.  Penelitian ini menggunakan 100 ekor anak ayam broiler (DOC) strain lohman.  Perlakuan yang  dicobakan adalah pemberian tepung kulit pisang kepok fermentasi+bungkil kelapa+feed supplement sebanyak 0% (P1), 2,5%+1,5%+1% (P2), 5%+3%+1% (P3). 7,5%+4,5%+1% (P4), dan 10%+6%+1% (P5).  Parameter yang diamati meliputi  berat dan persentase organ saluran pencernaan (crop, gizzard, dan usus),  organ pembantu pencernaan (hati dan pankreas), organ sirkulasi (jantung, darah, dan limpa), lemak abdomen, dan organ nonkarkas bagian luar (bulu, kepala+leher, dan shank).  Hasil penelitian memperlihatkan bahwa substitusi ransum komersil dengan tepung kulit pisang fermentasi sebanyak 10%+bungkil kelapa 6%+feed supplement 1% tidak berpengaruh nyata (P0.05) terhadap berat dan persentase semua organ dalam ayam broiler ayam broiler.  Meskipun secara statistik tidak berbeda nyata,  Penggunaan tepung kulit pisang fermentasi kepok fermentasi cenderung menurunkan persentase organ-organ nonkarkas bagian luar (bulu, kepala+leher, dan shank) ayam broiler.  Effect Utilization of Fermented Banana Peel + Coconut Meal + Feed Suplement to the Weight and Percentage of  Several Broiler Internal OrgansAbstrak: The aim of present study was to determine effect of partial substitution of commercial broiler finisher ration with a fermented banana peel+coconut meal+feed supplement to the weight and the percentage of  several broiler internal organs.  The study was conducted in Field Laboratory,  Livestock Department,  Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University,  April 1 until Mei5, 2016.   As many as 100 chicks,  strain lohmann, produced by PT. Japfa, Medan were used in this study. The treatment was the provision of fermented banana peel + coconut meal +  feed supplement with the level of  0% (P1), 2,5%+1,5%+1% (P2), 5%+3%+1% (P3). 7,5%+4,5%+1% (P4), and 10%+6%+1% (P5), respectively.   The parameters observed were the weight and percentage of  internal broiler organs (crop, gizzard, small intestine,  liver,  pancreas, hearth, blood, spleen, and abdominal fat) as well as external noncarcass organs (feather, head+neck, and shank).  The results of study showed that administration of  up to 10% fermentedbanana peel + 6% coconut meal + 1% feed supplement as partial substitution of  commercial finisher broiler ration was not significant effect (P0.05) on  the weight and percentage  of  internal   broiler organs.    Despite,   statistically  no significant differences were detected,  the percentage of  non carcass organs tend to decline  as  broilers fed the commercial rations partially substituted by  a fermented banana peel+coconut meal+feed supplement
Pemanfaatan Ekstrak Kirinyuh (Chromolaena odorata L.) pada Stadia Pertumbuhan yang Berbeda sebagai Bioherbisida untuk Mengendalikan Bayam Duri (Amaranthus spinosus L.) Muhammad Arief; Hasanuddin Hasanuddin; Siti Hafsah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 1, No 1 (2016): November 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.007 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v1i1.841

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh stadia pertumbuhan dan konsentrasi ekstrak kirinyuh terhadap pertumbuhan gulma bayam duri, serta interaksi diantara kedua faktor tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari 2 faktor yaitu stadia pertumbuhan (vegetatif dan generatif) dan konsentrasi (10%, 20%, 30%, dan 40%). Hasil penelitian menunjukkan stadia pertumbuhan berpengaruh terhadap tinggi gulma pada 2 dan 3 MSA (Minggu Setelah Aplikasi), diameter batang pada 1, 2 dan 3 MSA, dan luas daun. Stadia pertumbuhan vegetatif lebih efektif dalam menghambat pertumbuhan gulma bayam duri. Konsentrasi berpengaruh terhadap tinggi gulma pada 2 dan 3 MSA, diameter batang pada 2 dan 3 MSA, dan luas daun. Konsentrasi 40% merupakan penekanan terbaik terhadap tinggi gulma pada 2 dan 3 MSA, diameter batang pada 2 dan 3 MSA, dan luas daun bayam duri. Terdapat interaksi antara stadia pertumbuhan dan konsentrasi ekstrak kirinyuh terhadap tinggi gulma pada 2 dan 3 MSA, diameter batang pada 2 dan 3 MSA, dan luas daun bayam duri. Interaksi terbaik terdapat pada stadia pertumbuhan vegetatif dengan konsentrasi 40% yang efektif untuk mengendalikan bayam duri.
Evaluasi Potensi Antioksidan Oleoresin Daun Kari dalam Emulsi Minyak Nabati setelah Pemanasan Darmawati Darmawati; Novi Safriani; Novia Mehra Erfiza
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 1, No 1 (2016): November 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.435 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v1i1.1249

Abstract

Abstrak. Oleoresin daun kari mengandung senyawa polifenol yang berpotensi sebagai antioksidan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh suhu dan lamanya pemanasan terhadap kandungan total fenol oleoresin daun kari di dalam emulsi minyak jagung dan stabilitas minyak jagung terhadap pemanasan yang dilihat dari spektra FTIR. Rancangan penelitian yang digunakan pada penelitian adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial, terdiri dari dua faktor, yaitu suhu pemanasan (T) dan lama pemanasan (W). Suhu pemanasan (T) terdiri dari 3 taraf, yaitu: T1=120oC, T2=150oC, T3=180oC. Lama pemanasan (W) terdiri dari 4 taraf yaitu: W1=15 menit, W2=30 menit, W3=45 menit dan W4=60 menit. Perlakuan diulang 3 kali. Parameter yang dianalisis yaitu kandungan total fenol dan identifikasi gugus fungsi dengan metode FTIR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu pemanasan dan lama pemanasan berpengaruh sangat nyata (P ≤ 0,01) terhadap kandungan total fenol oleoresin daun kari dalam emulsi minyak jagung. Semakin tinggi suhu pemanasan, kandungan total fenol semakin menurun yaitu dari 120oC ke 180oC, nilai total fenol menurun dari 0,157 menjadi 0,124 mg GAE/ml sampel. Semakin lama pemanasan, kandungan total fenol semakin menurun yaitu dari 15 menit ke 60 menit, nilai total fenol menurun dari 0,171 menjadi 0,112 mgGAE/ml sampel. Penambahan oleoresin daun kari dalam emulsi minyak jagung dapat mempengaruhi laju oksidasi asam lemak tidak jenuh, terlihat dari puncak pada panjang gelombang 3007 cm-1 yang mempunyai intensitas berbeda. Abstract. Curry leaves oleoresin contains polyphenol compounds as an antioxidant. The purpose of this study was to determine the effect of heating temperature and time on the total phenolic content of curry leaves oleoresin in the corn oil emulsion and the stability of corn oil after heating that could be seen from FTIR spectra. The research was conducted using a Completely Randomized Design (CRD) consisted of two factors. The first factor was heating temperature (T1=120oC, T2=150oC, T3=180oC). The second factor was heating time (W1=15 minutes, W2=30 minutes, W3=45 minutes and W4=60 minutes). The treatment was repeated 3 times. The analyzed parameters were total phenol content and identification of organic compounds with the FTIR. The results showed that the heating temperature and time had significant effects (P ≤ 0.01) on the total phenolic content of curry leaves oleoresin in corn oil emulsion. As the heating temperature increased, the total phenol content decreased. From 120oC to 180oC, the total phenols decreased from 0.157 to 0.124 mgGAE / ml sample. As heating time increased, the total phenol content decreased. From 15 minutes to 60 minutes, the total phenol decreased from 0.171 to 0.112 mgGAE/ml sample. The addition of curry leaves oleoresin in corn oil emulsion affected the rate of unsaturated fatty acids oxidation. It can be seen from the peak at a wavelength of 3007 cm-1 which had a different intensity.
Penentuan Kadar Lemak Secara Non-Destruktif Pada Bubuk Biji Kakao (Berbasis Nirs-Partial Least Square) Dengan Menerapkan Metode Mean Normalization Dan De-Trending Muaida Alfia; Zulfahrizal Zulfahrizal; Agus Arip Munawar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 1, No 1 (2016): November 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.478 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v1i1.1164

Abstract

Abstrak. Saat ini untuk menentukan kadar lemak pada biji kakao dilakukan dengan mengekstrak biji kakao menggunakan pelarut tertentu yang memakan waktu cukup lama, sehingga metode penentuan mutu secara cepat dan tepat diperlukan untuk menghasilkan komoditas kakao standar mutu tinggi yang dapat diwujudkan  dengan metode near infrared reflectance spectroscopy (NIRS). Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini membandingkan data spektrum antar pretreatment mean normalization (MN) dan de-trending dan (DT) dalam mengkoreksi spektrum NIRS yang dihasilkan serta mengembangkan metode non-destruktif NIRS dalam menduga kandungan lemak pada bubuk biji kakao. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Instrumentasi dan Energi Program Studi Teknik Pertanian pada bulan Maret sampai Mei 2016. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa metode NIRS menggunakan preatreatment de-trending dan mean normalization pada panjang gelombang 2300-2400 nm merupakan panjang gelombang yang paling relevan untuk menduga kadar lemak pada bubuk biji kakao. Pendugaan PLS yang didukung pretreatment telah menghasilkan pendugaan yang tergolong good model performance. Pada pendugaan kadar lemak PLS yang sangat baik dalam meningkatkan kinerja PLS pada cross validation adalah de-trending.                                                                                                                Abstract. determining fat content in cocoa beans is generally performed by extracting cocoa beans using certain solvent extraction  which takes a long time. Determining quality method quickly and exactly required to produce the commodity of high quality standard cocoa that is realized by of near infrared reflectance spectroscopy (NIRS) method. The aim of this research is to compare the spectral data pretreatment mean normalization (MN) and de- trending and (DT) in correcting the NIRS spectrum which is namely and to develop of non-destructive NIRS method in predicting the fat content in cocoa powder. This research was conducted in Instrumentation Laboratory and Energy of Agriculture department from March to May 2016. the  results of the research  obtained that the NIRS method used de-trending and mean normalization spectra correction methods at a wave-length range of 2300-2400 nm, found to be the most relevant to estimate the fat content in cocoa powder. The estimation of PLS been produced a of good model performance. 
Analisis Pembagian Hasil Dan Ketahanan Pangan Rumah Tangga Nelayan (Studi Kasus Pelabuhan Perikanan Lampulo Kota Banda Aceh) Linda Dwi Rejeki; Suyanti Kasimin; Teuku Fauzi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 1, No 1 (2016): November 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.835 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v1i1.871

Abstract

sistem pembagian hasil, menurut Undang-Undang No. 16 Tahun 1964 bahwa nelayan pemilik mendapatkan 60% dan nelayan penggarap mendapat 40% dari sistem bagi hasil. Pendapatan tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga ABK sehingga dapat meningkatkan ketahanan pangan rumah tangga ABK. Adapun indikator dalam melihat kondisi ketahanan pangan rumah tangga dengan mengalikan proporsi pengeluaran pangan terhadap pengeluaran total rumah tangga ABK dengan konsumsi energi rumah tangga ABK. Tujuan dari penelitian ini ialah mengetahui besarnya persentase pembagian hasil yang diterapkan di Pelabuhan Perikanan Lampulo antara nelayan pemilik (Tauke Kapal dan Tauke Bangku) dan nelayan penggarap (Kapten Kapal dan ABK) serta bagaimana kondisi ketahanan pangan rumah tangga ABK. Penelitian ini dilakukan di Pelabuhan Perikanan Lampulo Kota Banda Aceh dengan menggunakan metode survei. Analisis data yang digunakan untuk sistem pembagian hasil ialah dengan menggunakan rumus penerimaan total, rumus pendapatan dan persentase pembagian hasil sedangkan analisis data yang digunakan untuk ketahanan pangan ialah menggunakan pengukuran derajat ketahanan pangan dengan mengalikan  proporsi pengeluaran pangan terhadap pengeluaran total rumah tangga ABK dengan konsumsi energi rumah tangga ABK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata persentase pembagian hasil yang diterima nelayan pemilik sebesar 64% dan nelayan penggarap sebesar 36%, sedangkan kondisi ketahanan pangan rumah tangga ABK di Pelabuhan Perikanan Lampulo ialah kategori rawan pangan dengan proporsi pengeluaran pangan sebesar 69% dan konsumsi energi sebesar 61%.Kata Kunci: Sistem Pembagian Hasil, Ketahanan Pangan, Proporsi   Pengeluaran Pangan dan Konsumsi Energi. Abstract - The revenue received in Lampulo Fishing Port based on law no. 16 in 1964 show that the owners get 60% and the smallholders gain 40% of revenue Agrsharing. The income is used to fulfill the household needs of the crews as an effort to boost up their level of food security. The indicator which can be used to determine the food security level is by multiplying the proportion of food expenditure to total expenditure of each crew with energy consumption. This study was conducted to find out the percentage of revenue sharing implemented by Lampulo Fishing Port between fishermen and the boat owners (Tauke Kapal and Tauke Bangku) and smallholders or workers (boat captain and crews) and it is also expected to figure out the household food security of the crews. The study was conducted at Lampulo Fishing Port and for the purpose of data collection, the researcher used survey method. The data then were analyzed using total revenue formula, revenue formula, and revenue sharing percentage. Meanwhile, to analyze food security the researcher used the measurement of the degree of food security by multiplying the proportion of food expenditure to total expenditure of crews’ household with energy consumption of each crew household. The results of the study show that the average percentage of revenue sharing received by the boat owners is 64% and smallholder/ workers is 36%. Furthermore, the level of household food security of the boat crews at Lampulo Fishing Port is categorized as food insecurity with the proportion of food expenditure by 69% and energy consumption by 61%.                                 Keywords: Revenue Sharing Sistem, Food Security, Food Expenditure   Proportion,  and Energy Consumption.                   
Pengaruh Pemberian Kredit Modal Kerja Mikro Terhadap Pendapatan Usaha Ayam Ras Petelur Jantan Di Kecamatan Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar Mouliza Mauliza; Widyawati Widyawati; Fajri Jakfar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 1, No 1 (2016): November 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.239 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v1i1.895

Abstract

Abstrak - Kredit modal kerja adalah kredit yang diberikan untuk penambahan modal bagi   ketiga usaha ayam  ras petelur jantan di Kecamatan Ingi Jaya Kabupaten Aceh Besar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian kredit modal kerja mikro terhadap pendapatan dan peningkatan penambahan jumlah DOC (Day Old Chick) sesudah menerima kredit. Metode analisis yang digunakan adalah metode pendapatan (π) dengan melihat pengaruh variabel Total Biaya Produksi (TC),  dan Total Penerimaan (TR). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari ketiga usaha ayam ras petelur jantan,dua usaha terjadi peningkatan pendapatan yaitu : usaha bina bersama sebesar Rp. 70.794.504, Usaha ayam ras petelur jantan Pak ED sebesar Rp. 11.533.522. Sedangkan pada usaha mutiara tani agrolestari tidak mengalami peningkatan yang signifikan sesudah menerima kredit melainkan terjadinya penurunan sebesar Rp. -1.824.908 dikarenakan pengunaan kredit yang diperoleh dan diaplikasikan 50% untuk biaya variabel dan 50% untuk biaya tetap, sehingga pendapatan yang didapatkan sesudah kredit lebih rendah dibandingkan sebelum kredit. Peningkatan penambahan jumlah DOC sesudah menerima kredit yaitu : padausaha bina bersama sebesar 16.800 ekor (70%), usaha ayam ras petelur jantan Pak ED 4.000 ekor (80%) dan pada usaha mutiara tani agrolestari mengalami peningkatan 2.000 ekor (18.87%) . Kata Kunci : Kredit, Modal Kerja, Pendapatan.Abstract - Microfinance is one of assistances or supports given as an effort to strengthen the capital of small and medium enterprises, such as male layer chicken entrepreneurs.   This study examines the distribution of loan as microfinance to the three male layer chicken enterprises located inIngin Jaya sub district of Great Aceh Regency in order to know its contribution towards the rise of revenues and the number of DOC (Day Old Chick) after receiving the loan. The analysis method used was income method (π) by examining the effect ofTotal Expenditure Cost (TC) and Total Revenues (TR). The results show that the three examined male layer chicken enterprises,  two enterprises show revenues increase : Usaha Bina Bersama by index of Rp. 70.794.504, male layer chickens Mr. ED by index of Rp. 11.533.522. While for Usaha Mutiara Tani Agrolestari did not have significante  revenues experience after receiving credit but there was a decrease by index of Rp. – 1.824.908 because of  credit usage obtained and applied 50% for variabel cost and 50% fixed cost, with the result revenues income after credit lower than before credit. Increase addition of DOC after receive credits : in Usaha Bina Bersama by index 16.800 per head (70%),  male layer chickens Mr. ED by index 4000 per head (80%), and for Usaha Mutiara Tani Agrolestari increase 2000 per head (18.87%).  Keywords : Credit, Capital, Revenue.
Kajian Alih Fungsi Lahan Pertanian Menjadi Non Pertanian di Kabupaten Bireuen Syarifah Renny Fauzi; Hairul Basri; Helmi Helmi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 1, No 1 (2016): November 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.723 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v1i1.981

Abstract

Penggunaan lahan pemukiman di Kabupaten Bireuen, berkembang sangat pesat dalam kurun waktu 2006 hingga 2011, yaitu seluas 8.967,76 ha atau 4,99 %, sehingga mencapai 13.272,94 ha atau 7,39 % pada tahun 2011. Pertumbuhan luas areal pemukiman mencapai 2.424,82 ha atau 1,35 % pertahunnya. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Bireuen. Analisis data citra dilakukan di kantor UPTB – PDGA BAPPEDA Aceh dan Laboratorium GIS Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala untuk pembuatan peta sebaran lahan pertanian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode analisis spatio temporal yang terdiri dari analisis citra satelit multi temporal, analisis Sistem Informasi Geografis (SIG), dan survey lapangan. Saat melakukan survey lapangan dilakukan juga wawancara dengan narasumber untuk mengetahui faktor, dampak dan strategi pengendalian alih fungsi lahan pertanian di Kabupaten Bireuen. Hasil penelitian menunjukkan terjadi alih fungsi lahan pertanian di Kabupaten Bireuen dalam kurun waktu 2007 hingga 2016 yaitu 387,0 Ha. Sebesar 87,702% dari 387,0 Ha alih fungsi yang terjadi menyimpang dari arahan RTRW dan hanya sebesar 12,298% yang sesuai dengan arahan RTRW. Adapun faktor – faktor penyebab alih fungsi lahan pertanian tersebut yaitu lahan yang strategis, peraturan pemerintah, harga lahan, status kepemilikan lahan dan jumlah penduduk. Dampak yang terjadi yaitu menurunnya hasil produksi pertanian, berkurangnya pendapatan petani, terjadinya kerusakan lahan dan terjadinya pencemaran lingkungan karena limbah domestik. Strategi pengendaliannya yaitu penerapan Qanun Kabupaten Bireuen No. 7 tahun 2013 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Bireuen Tahun 2012 – 2032 dan pengawasan terhadap kegiatan pembangunan di Kabupaten Bireuen.
Pengaruh Lintasan Traktor dan Pemupukan Fosfat terhadap Perubahan beberapa Sifat Fisika-Mekanika Tanah dengan Sawi sebagai Tanaman Indikator Zulfikar Zulfikar; Yuswar Yunus; Dewi Sri Jayanti
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 1, No 1 (2016): November 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.463 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v1i1.1175

Abstract

Abstrak : Pengolahan tanah dengan menggunakan traktor adalah kegiatan yang lazim dilakukan untuk mempercepat penanaman. Perlakuan lintasan dalam penelitian memiliki 3 level, yaitu 1 kali lintasan, 3 kali lintasan dan 5 kali lintasan.Pemupukan dilakukan dengan 3 taraf, yaitu tanpa dosis, dosis 75 kg/ha dan dosis 150 kg/ha.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lintasan traktor dan perubahan beberapa sifat fisika-mekanika tanah terhadap pertumbuhan tanaman sawidimana sawisebagai tanaman indikator.Penelitian ini menggunakan metode eksperimen yang ditata dalam bentuk rancangan petak terbagi (Split Plot Design) dengan pola faktorial 3 x 3 dengan 3 ulangan, sehingga terdapat 9 kombinasi perlakuan dan 27 satuan unit percobaan yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama yaitu lintasan traktor yang terdiri dari 3 taraf yaitu 1 kali lintasan, 3 kali lintasan dan 5 kali lintasan. Faktor kedua yaitu pemupukan fosfat dengan 3 dosis pemupukan yang berbeda, tanpa pemupukan, pemupukan dengan dosis 75 kg/ha dan pemupukan dengan dosis 150 kg/ha. Perlakuan lintasan traktor 1 kali dengan dosis pemupukan fospat 75 kg/ha berpengaruh nyata terhadap bulk density tanah. Perubahan beberapa sifat fisika-mekanika tanah yang terbaik diperoleh pada penggunaan traktor dengan lintasan 3 kali dan dengan dosis pemupukan fospat 150 kg/ha terhadap pertumbuhan tanaman sawi. Terdapat hubungan antara 5 kali lintasan traktor dengan pemupukan fospat 75 kg/ha berpengaruh nyata terhadap bulk density tanah, sedangkan pada tinggi tanaman umur 10 hari berpengaruh sangat nyata akibat perlakuan 3 kali lintasan traktor dengan pemupukan fosfat 150 kg/ha.Abstract. Soil tillage using a tractor  is an activity commonly to speed up planting. Traffic treatment in this research had three levels, that is one time traffic, three time traffic and five time traffic. Fertilization has been done by 3 levels, such as without dose, 75 kg / ha doses and 150 kg / ha doses. The research aimed to determine the influence of the tractor track and changes of physic-mechanic characteristics of the mustard plant growth as an indicator plant. This research was used a split plot design experiment method with 3 x 3 factorial each at three replications, so there are 9 treatment combinations and 27 experiment units which consisted of two factors. The first factor is the traffic tractor which consisted of three levels, i.e.: one time traffic, three time traffic and five time traffic. The second factor is the phosphate fertilization which consisted of three different doses of fertilization, i.e.; without fertilization, fertilizer with doses of 75 kg/ha and fertilizer with doses of 150 kg/ha. The treatment tractor one time traffic with a dose of fertilizing phosphate 75 kg/ha had have real impact of soil bulk density. Some of changes in the physic-mechanic of soil properties that it was best obtained on the use of  tractors with three time traffic and with a dose of fertilizing phosphate 150 kg/ha on the growth of plants mustard. There was a relationship between the five time traffic of a tractor by fertilizing phosphate 75 kg/ha dose had have real impact of soil bulk density, while in high plant age 10 days influential very real due treatment to three time traffic of a tractor by fertilizing phosphate 150 kg/ha.
Evaluasi Nilai Nutrisi dan Karakteristik Complete Feed Berbahan Dasar Ampas Sagu dengan Teknik Fermentasi Berbeda Rivaldi Fadhlul Lizar; Samadi Samadi; Mira Delima
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 1, No 1 (2016): November 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/jimfp.v1i1.1246

Abstract

Abstrak. Penggunaan bahan pakan yang berasal dari limbah pertanian dan industri pertanian merupakan salah satu usaha untuk menekan biaya pakan. Penelitian tentang nilai nutrisi dan karakteristik fisik Complete feed berbahan dasar ampas sagu dengan teknik berbeda telah dilaksanakan di Laboratorium Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan Universitas Syiah Kuala Darussalam Banda Aceh. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 pelakuan dan masing-masing perlakuan terdiri atas 5 ulangan. Perlakuan dalam penelitian ini adalah P1 kontrol (Complete feed tanpa penambahan SBP dan tanpa fermentasi), P2 (ampas sagu difermentasi dengan SBP selama 14 hari kemudian dicampur menjadi Complete feed dan difermentasi hingga 21 hari), dan P3 (ampas sagu + Complete feed kemudian difermentasi menggunakan SBP selama 21 hari). Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah kandungan bahan kering, serat kasar, protein kasar, lemak kasar, abu, BETN, serta karakteristik fisik pakan berupa tekstur, warna dan bau. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa teknik fermentasi mempengaruhi nilai nutrisi dan karakteristik fisik Complete feed berbahan dasar ampas sagu.  Evaluation of nutritive Values and Physical Charakteristics Complete Feed Based on Sago Residues by Application Different Technique FermentationAbstract. Utilization of feed coming from agricultural and agro-industrial by products is one of the efforts to reduce feed cost. The study about evaluation of nutritive values and physical characteristics complete feed based on sago residues by application different technique fermentations was conducted at Laboratory of Animal Nutrition, Syiah Kuala University, Darussalam, Banda Aceh. The experiment was designed by using completely randomized design (CRD) consisting of 3 treatments and 5 replications. The treatments in this study were P1 as control (complete feed without fermentation), P2 (first sago residue was fermented for 14 days, then mixed with complete feed and fermented for 21 days), P3 (sago residue and complete feed were mixed and fermented for 21 days). Parameters observed in this study were dry matter, crude fiber, crude protein, crude fat, ash and N-free extract. In conclusion, different of technique fermentation influenced nutritive values and physical characteristic of fermented complete feed on the basis of sago residues.