cover
Contact Name
Dewi Yunita
Contact Email
dewi_yunita@usk.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jimfp@usk.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Jl. Tgk Hasan Krueng Kalee No. 3 Darussalam Banda Aceh, Indonesia 23111
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian
ISSN : 26152878     EISSN : 26146053     DOI : http://dx.doi.org/10.17969/jimfp
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian (JIMFP) diterbitkan oleh Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala. Merupakan media jurnal elektronik sebagai wadah untuk penyebaran dan publikasi hasil penelitian dari skripsi/tugas akhir dan atau sebagian dari skripsi/tugas akhir mahasiswa strata satu (S1) Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala yang merupakan kewajiban setiap mahasiswa untuk mengunggah karya ilmiah sebagai salah satu syarat untuk yudisium dan wisuda sarjana. Artikel ditulis bersama dosen pembimbingnya serta diterbitkan secara online setelah melewati proses review oleh 2 orang reviewer dan editor JIMFP. JIMFP menerbitkan artikel ilmiah mahasiswa dari delapan Program Studi (Prodi), yaitu Prodi Agribisnis, Prodi Agroteknologi, Prodi Peternakan, Prodi Teknologi Hasil Pertanian, Prodi Teknik Pertanian, Prodi Ilmu Tanah, Prodi Proteksi Tanaman dan Prodi Kehutanan. JIMFP terbit satu volume dan empat nomor dalam setahun, yaitu setiap bulan Februari, Mei, Agustus dan November.
Articles 21 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 3 (2017): Agustus 2017" : 21 Documents clear
Analisis Sistem Produksi dan Pemasaran Salak di Kecamatan Sukajaya Balohan Kecamatan Sukajaya Balohan Sabang Rhaysha Nashifa; Romano Romano; Agustina Arida
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 3 (2017): Agustus 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.064 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v2i3.4102

Abstract

Abstrak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang berpengaruh terhadap jumlah produksi salak di Kecamatan Sukajaya Balohan Sabang dan untuk mengetahui pemasaran hasil salak di Kecamatan Sukajaya Balohan Sabang. Lokasi penelitian ini dilakukan di Kecamatan Sukajaya Sabang, Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (purposive sampling) dengan pertimbagan bahwa Kota Sabang merupakan salah satu pusat produksi salak. Objek dari penelitian adalah petani salak di Kecamatan Sukajaya Balohan Sabang.Adapun ruang lingkup penelitian ini di batasi pada analisis produksi dan saluran pemasaran salak di kecamatan sukajaya balohan sabang. Metode analisis yang digunakan adalah analisis cobb douglas dan analisis margin pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variable (Luas tanam), (Jumlah bibit), (Pupuk Kandang), (Pupuk KCL), (Pupuk Urea), (Pupuk TSP), (Pupuk Daun), (ZPT), dan (Pestisida) berpengaruh nyata terhadap produksi salak, sedangkan variable Jumlah Tenaga Kerja tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah produksi salak . Adapun besarnya pengaruh determinasi kesemua variable yaitu 99,40% dan sisanya 0,60 dipengaruhi oleh factor diluar penelitian. Sedangkan saluran pemasaran 1 tingkat lebih efektif dibandingkan saluran pemasaran II tingkat.Analysis of Production and Marketing System of bark  in Kecamatan Sukajaya Balohan SabangAbstract. The purpose of this study to determine what factors that influence the amount of production in the District Sukajaya Balohan bark Sabang and to determine the marketing of bark in the District Sukajaya Balohan Sabang. The location study was conducted in the District Sukajaya Sabang, Location research done intentionally (purposive sampling) with  that  Sabang is one of the production centers bark. The object of the research is barking farmers in Sub Sukajaya Balohan Sabang.  scope of this study is limited to the analysis of the production and marketing channels Sukajaya Balohan barking in the district of Sabang. The analytical method used is the analysis cobb douglas and analysis of marketing margins. The results showed that the variable (area planted), (Number of seedlings), (Manure), (Fertilizer KCL), (Urea), (Fertilizer TSP), (Fertilizer Leaf), (PGR), and (Pesticides) significantly towards the production of bark, while the variable Total Labor did not significantly affect the amount of production barking. As for the effect of all these variables determination is 99.40% and the rest 0.60 are affected by factors beyond the research. While the marketing channel 1 level is more effective than marketing channel II levels.
Desain dan Uji Performansi Instrument Berbasis Teknologi Laser Photo-Accoustics untuk Uji Cepat Kualitas Mangga Aulia Ifnu Akbar; Zulfahrizal Zulfahrizal; Agus Arip Munawar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 3 (2017): Agustus 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1106.143 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v2i3.3720

Abstract

Abstrak: Kandungan kadar gula pada buah mangga selalu dilakukan metode destruktif yaitu dengan cara mangga diperas sari buahnya dan dilihat oBrix dengan menggunakan alat refraktometer. Penelitian ini bertujuan untuk merancang alat laser Photo-Acoustics (LPAS) untuk mendeteksi cepat kadar gula pada buah mangga. Penelitian ini menggunakan alat laser He-Ne dan self developed LPAS single beam dengan sensor piezoelectric transducer dan bahan penelitian ini adalah mangga jenis udang yang diperoleh dari kebun sare Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan model prediksi yang dibangun dengan menggunakan metode Partial least square dengan metode koreksi baseline correction. Sebelum dibangun model prediksi data pencilan dideteksi dengan metode PCA yang digandeng dengan metode Hotelling T2 ellipse, kemudian dilanjutkan dengan analisis laboratorium untuk mendapatkan nilai acuan Y dalam membangun model prediksi. Dalam membangun model prediksi Parameter statistika yang biasa digunakan untuk mengevaluasi model yang dihasilkan adalah Nilai Error (RMSEC) , Nilai Koefisien Korelasi (r), Nilai Koefisien Determinasi (R2), dan RPD. Hasil penelitian menunjukan bahwa self developed laser Photo-Accoustics yang telah di desain oleh peneliti berjalan dengan optimal terlihat dari bentuk gelombang yang dihasilkan oleh instrument pengukur osiloscope pada analisis trancient tanpa adanya noise dan terdistribusi merata. Self developed LPAS ini juga mampu mendeteksi zat organik kadar gula dengan kisaran gelombang wavenumber 5849 cm-1 – 6210 cm-1 dan 7195 cm-1 – 7559 cm-1 , spektrum yang telah dikoreksi menggunakan baseline correction diperoleh nilai parameter statistiknya adalah nilai R2 sebesar 0,7531, nilai r sebesar 0,8678 , nilai error (RMSEC) sebesar 0,4018 dan nilai RPD sebesar 1,9159. model yang dihasilkan masih dalam prediksi kasar (sufficient performance).Design and Performance Test of Laser Photo-Acoustics Based Instrument for Rapid Test of Mango Quality  Abstrack: sugar content in mango fruit always done destructively by squeezed juice and seen oBrix by using  refractometer. This study aims to design a laser Photo-Acoustics (LPAS) tool to detect rapid sugar levels in mangoes. This research uses He-Ne laser and self developed LPAS single beam with piezoelectric transducer sensor and the material of this research is shrimp mango type obtained from Aceh Besar sare . This research uses prediction model which is by using Partial least square method with baseline correction. Prior to prediction model of detected data was projected by PCA method coupled with Hotelling T2 ellipse method, then continued with laboratory analysis to obtain reference Y in constructing prediction model. In constructing the prediction model the statistical parameters commonly used to evaluate the resulting model are Error Value (RMSEC), Correlation Coefficient (r), Coefficient of Determination (R2), and RPD. The results showed that the self developed laser Photo-Accoustics that has been designed by the researcher runs optimally visible from the waveform generated by the oscilloscope measuring instrument in trancient analysis in the absence of noise and distributed evenly. Self developed LPAS is also able to detect organic substances sugar levels with wavenumber wave range 5849 cm-1 - 6210 cm-1 and 7195 cm-1 - 7559 cm-1, the spectrum has been corrected using baseline correction obtained statistical parameter value is the value of R2 equal to 0.7531, r value of 0.8678, error value (RMSEC) of 0.4018 and RPD value of 1.9159. The resulting model is still in a sufficient prediction (sufficient performance).
IDENTIFIKASI DAN KERAGAMAN LALAT BUAH (DIPTERA: TEPHRITIDAE) PADA JERUK LEMON DIKECAMATAN LEMBAH SEULAWAH KABUPATEN ACEH BESAR cut zarra fazia; Hasnah Hasnah; Jauharlina Jauharlina
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 3 (2017): Agustus 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (631.885 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v2i3.4092

Abstract

Lalat buah (Diptera: Tephritidae) merupakan hama yang penting pada berbagai tanaman pertanian. Kehilangan hasil yang diakibatkan oleh serangga hama lalat buah berkisar antara 30-100%. Informasi tentang keberadaan jenis- jenis lalat buah yang ada di suatu daerah perlu diketahui dan dilaporkan sebagai langkah awal pengendalian, misalnya jenis lalat buah pada buah jeruk lemon yang dibudidayakan di Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman dan kelimpahan populasi lalat buah yang menyerang pertanaman jeruk lemon yang dibudidayakan secara monokultur dan polikultur. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Teladan Kecamatan Lembah Seulawah Kabupaten Aceh Besar dan dilanjutkan dengan indentifikasi lalat buah di Laboratorium Ilmu Hama Tumbuhan Fakultas Pertanian. Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Desember 2016- Mei 2017.  Hasil identifikasi lalat buah yang menyerang jeruk lemon yang dibudidayakan secara monokultur dan polikultur adalah lalat buah dari genus Bactrocera. Hasil identifikasi menunjukkan ada 8 spesies lalat buah yaitu: B. dorsalis, B. papaya, B. carambolae, B. sp 1, B. sp 2, B. sp 3, B. sp 4, B. sp 5. Indeks keragaman lalat buah pada lahan monokultur dan polikultur pada pertanaman jeruk lemon tergolong tidak stabil 0.60. Spesies lalat buah yang paling dominan pada pertanaman jeruk lemon adalah B. dorsalis. DIVERSITY OF FRUIT FLIES (DIPTERA: TEPHRITIDAE) ON LEMON PLANTATION IN LEMBAH SEULAWAH DISTRICT ACEH BESAR REGENCY Fruit flies (Diptera:Tephritidae) is an important pest in agriculture. Yield loss caused by the fruit flies ranging between 30-100%. Information about the existance of many species of fruit flies in an area needs to be studied and reported as a precaution. This study was aimed at determining the diversity and abundance of fruit flies that attack lemons in monoculture and policulture cultivation. The research was conducted in the Teladan village Seulawah valley district, Aceh Besar regency. Identification of fruit flies was done in plant pest laboratory in Faculty of Agriculture Syiah Kuala University. The study was conducted from December 2016 until May 2017. The fruit flies that found on lemon plantation both in monokultur and polikulture cultivated were the species of Genus Bactrocera. Further identification showed that were 8 species of fruit flies found in the lemon fruits, which are: B. dorsalis, B. papaya, B. carambolae, B. sp 1, B. sp 2, B. sp 3, B. sp 4, B. sp 5. The diversity index (H') of fruit flies both monoculture and policulture are unstable (0.60). The most abundance species of fruit flies on lemon is B. dorsalis compared to the their species found. 
Pemanfaatan Limbah Kulit Buah Naga (Hylocereus costaricensis) dalam Pembuatan Teh Herbal dengan Penambahan Jahe Raudhatul Aiyuni; Heru Prono Widayat; Syarifah Rohaya
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 3 (2017): Agustus 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.837 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v2i3.4014

Abstract

Abstrak. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh suhu pengeringan kulit buah naga dan konsentrasi penambahan jahe terhadap teh herbal serta mengetahui tingkat penerimaan konsumen terhadap teh herbal kulit buah naga dan jahe. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 faktor. Faktor pertama adalah suhu pengeringan (T) yaitu T1 = 50⁰C, T2 = 60⁰C, T3 = 70⁰C. Faktor kedua adalah konsentrasi jahe (J) yaitu J1= 0%, J2= 10%, J3= 14%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu pengeringan berpengaruh sangat nyata (P≤0,01) terhadap kadar air, kadar abu, dan nilai organoleptik warna teh herbal kulit buah naga dan jahe yang dihasilkan, dan berpengaruh nyata (P≤0,05) terhadap nilai organoleptik rasa. Konsentrasi jahe (J) berpengaruh sangat nyata (P≤0,01) terhadap nilai organoleptik rasa teh herbal kulit buah naga dan jahe, dan berpengaruh nyata (P≤0,05) terhadap kadar air, dan nilai organoleptik warna. Interaksi suhu pengeringan dengan konsentrasi jahe (T×J) berpengaruh nyata (P≤0,05) terhadap nilai organoleptik rasa teh herbal kulit buah naga dan jahe. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh perlakuan terbaik yaitu perlakuan dengan suhu pengeringan 50OC (T1) dan penambahan konsentrasi jahe 14% (J3) memiliki kadar air 10,89%, kadar abu 5,85%, aktivitas antioksidan 59,05% dan total fenol 6,07 mg GAE/g bahan. Utilization Of Waste Dragon Fruit Peel (Hylocereus Costaricensis) In The Production Of Herbal Tea With Additional Ginger Abstract. The purpose of this study was to know the impact of dried temperature and concentration additional of ginger and also to know the level of accept consumen for herbal tea dragon fruit peel and ginger. This study uses a randomized block design (RAK) Faktorial two factors. The first factor is dried temperature (T) that is T1 = 50⁰C, T2 = 60⁰C, T3 = 70⁰C. Factor II is consentration to add ginger (J) that is J1= 0%, J2= 10%, J3= 14%. The result of it showed that dried temperature obviously affected (P ≤ 0.01) on the moisture content, ash content, and sensory evaluation of color herbal tea dragon fruit peel and ginger, and obviously affected (P≤0,05) to the sensory evaluation of taste. While, the ginger consentration obviously affected (P ≤ 0.01) on the sensory evaluation of taste herbal tea dragon fruit peel and ginger, and obviously affected (P≤0,05) on the moisture content, and sensory evaluation of color. The interaction type of dried temperature with the ginger consentration obviously affected (P≤0,05) on the on the sensory evaluation of taste herbal tea dragon fruit peel and ginger. The best treatment is obtained from dried temperature 50°C (T1) and the addition of ginger concentration of 14% (J3) that product moisture content of  10,89%, ash content 5,85%,  antioxidant activity 59,05% and total phenol 6.07 mg GAE / g of material.
Strategi Pengembangan Lada (Studi Kasus Kelompok Tani Indatu di Desa Blang Panyang Kecamatan Muara Satu Kota Lhokseumawe) Auzan Syahmi; Irwan Irwan; Romano Romano
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 3 (2017): Agustus 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.455 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v2i3.4097

Abstract

Abstrak . Lada merupakan salah satu  tanaman rempah-rempah yang berasal dari tanaman perkebunan yang sangat terkenal dahulu di Aceh. Khususnya Petani lada di Aceh saat ini sudah mulai memperhatikan lada untuk dikembangkan dengan tujuan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan. Dengan kata lain, Lada menjadi komoditi primadona yang banyak diminati di perdagangan dunia. Karena berbagai negara menggunakan lada ini sebagai bumbu dapur masakan. Disisi lain disebabkan berkembangnya usaha makanan, berkembangnya industri farmasi, kosmetika yang menggunakan lada sebagai salah satu bahan baku, meningkatnya konsumsi dunia, konsumsi dalam negeri semakin meningkat dengan bertambahnya produk-produk industri makanan berbasis lada. Akibat permintaan lada yang tinggi menyebabkan terjadinya masalah bagi petani Aceh dalam keterbatasan produksi lada. Salah satunya lahan pertanian dikonversikan menjadi non pertanian seperti perumahan, gedung dan pertokoan. Sehingga lahan pertanian menjadi berkurang dan menjadi masalah bagi petani lada sendiri dalam mengembangkan lada. Penyebab masalah lain juga yang akibat hama dan penyakit terutama penyakit layu, penyakit keriting daun serta penyakit busuk pangkal batang. Tujuan Penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang diperhatikan pada pengembangan lada, serta mengetahui strategi pengembangan lada yang tepat. Metode Penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus. Teknik Pengumpulan data digunakan dengan pendekatan wawancara. Hasil analisis  menunjukkan faktor internal yang  mempengaruhi usaha pengembangan lada adalah bibit, pestisida, sumber daya alam, pupuk, dan sumber daya manusia. Sedangkan faktor eksternal yang mempengaruhinya adalah pemerintah, pasar, harga, pesaing, hama dan penyakit. Berdasarkan hasil analisis SWOT didapatkan nilai IFAS (Internal Strategic Factors Analysis Summary)  sebesar 1,756 dan EFAS (Eksternal Strategic Factors Analysis Summary)  sebesar 2,773 berada pada kuadran I , maka  strategi pengembangan yang cocok untuk strategi pengembangan lada adalah  strategi agresif  yang artinya usaha tersebut sangat dimungkinkan untuk terus berkembang, meningkatkan pertumbuhan dan meraih kemajuan secara maksimal, dimana strategi agresif ini merupakan kondisi yang sangat menguntungkan, peluang dan kekuatan begitu besar sehingga pelaku usaha bisa memanfaatkan peluang dan kekuatan yang ada secara maksimal.Strategy of pepper development (case study of indatu farmer group in blang panyang village sub-district estuary one, Lhokseumawe City) Abstract. Pepper is one of the most popular herbs from Aceh plantations. Especially pepper farmers in Aceh are now starting to pay attention to pepper to be developed with the aim of increasing income and welfare. In other words, Pepper became the most popular commodity in the world trade. Because various countries use this pepper as a spice cooking kitchen. On the other hand, due to the development of food business, the development of pharmaceutical industry, cosmetics using pepper as one of the raw materials, the increasing of world consumption, domestic consumption is increasing with the increase of pepper based food industry products. As a result of high pepper demand causes problems for Acehnese farmers in the limitations of pepper production. One of them agricultural land converted into non-agricultural such as housing, buildings and shops. So that agricultural land becomes reduced and become a problem for pepper farmers themselves in developing pepper. Other causes of problems are also caused by pests and diseases, especially wilt disease, leaf curling disease and stem rot disease. Research Objectives to determine the factors that are considered in the development of pepper, as well as to know the appropriate pepper development strategy. The research method used is case study method. Technique Data collection is used with interview approach. The results of the analysis show that the internal factors affecting pepper development are seeds, pesticide, natural resources, fertilizer and human resources. While on external factors that include government, markets,prices, competitors,pest and diseases. Based on the result of SWOT analysis, the value of IFAS (Internal Strategic Factors Analysis Summary) of 1.756 and EFAS (External Strategic Factors Analysis Summary) of 2.773 are in quadrant I, then a suitable development strategy for pepper development strategy is aggressive strategy which means the business is very possible To continue to grow, to increase growth and to achieve maximum progress, where aggressive strategy is a very favorable condition, opportunities and strength so large that business actors can take advantage of opportunities and strengths that exist maximally.
Pengembangan Sensor FT-NIR Melalui Transformasi Wavelet Untuk Evaluasi Kadar Gula Mangga Gadung (Mangifera Indica) Muhammad Ikhram; Zulfahrizal Zulfahrizal; Agus Arip Munawar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 3 (2017): Agustus 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1544.836 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v2i3.3721

Abstract

Abstrak: Sebelum adanya uji non-destruktif pada mangga untuk mengetahui kandungan kadar gula pada buah mangga selalu dilakukan metode destruktif yaitu dengan cara mangga diperas sari buahnya dan dilihat oBrix dengan menggunakan alat refraktometer. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrument berbasis teknologi sensor FT-NIR melalui transformasi wavelet (wavelet segmentation) sehingga diharapkan dapat membantu mendeteksi cepat kualitas buah mangga. Penelitian ini menggunakan alat FT-NIR dengan sensor photodiode. Penelitian ini menggunakan model prediksi yang dibangun dengan menggunakan metode Partial least square dengan metode koreksi baseline correction. Setelah itu untuk mendeteksi data pencilan menggunakan metode analisa PCA dan hotelling T2 ellips sehingga data prediksi tidak ada noise (gangguan). Kemudian dilanjutkan dengan analisis laboratorium untuk mendapatkan nilai acuan dalam membangun model prediksi. Dalam membangun model prediksi Parameter statistika yang biasa digunakan untuk mengevaluasi model yang dihasilkan adalah Nilai Error (RMSEC), Nilai Koefisien Korelasi (r), Nilai Koefisien Determinasi (R2), dan RPD. Hasil penelitian menunjukan bahwa self developed FT-NIR mampu mendeteksi zat organik kadar gula dengan kisaran gelombang 2137 nm – 2333 nm, spektrum yang telah dikoreksi menggunakan baseline correction diperoleh nilai parameter statistiknya adalah R2 = 0,881, nilai r = 0,939, nilai RPD = 2,149, nilai error (RMSEC) sebesar 0,782. model yang dihasilkan adalah model prediksi yang bagus (good model performance) karena nilai RPD berada pada kisaran 2 - 2,5.Development of Fourier Transform Near InfraRed Spectroscopy (FT-NIR) Through Wavelet Transformation For Sugar Content Evaluation Mango Gadung (Mangifera Indica)Abstrack : Before the existence of non-destructive test on mango determine of sugar content in mango fruit always destructively by way of mango squeezed juice and seen Brix by using tool of refractometer. This research aims to develop intrument based on FT-NIR sensor technology through wavelet transformation (wavelet segmentation) so it is expected to help detect the quality of mango fruit fast. This research uses FT-NIR tool with photodiode sensor. This research uses prediction model which established by using partial least square method with correction method of baseline correction. Then proceed with laboratory analysis to obtain the reference value in building predictive model. In constructing the prediction model the usual statistical parameters used to evaluate the resulting model are error value (RMSEC), correlation coefficients (r), coefficient of determination (R2), and RPD. The results showed that self developed FT-NIR was able to detect organic subtance of sugar content with wave range 2137 nm - 2333 nm, the corrected spectra using baseline correction obtained statistic parameter value is R2 = 0,881, r = 0,939, value RPD = 2,149, error value (RMSEC) to 0,782. The model produced is a good model of performance (good model performance) because the value of RPD is in the range between 2 and 2,5.
Pengaruh Konsentrasi Gula dan Pektin Kulit Kopi terhadap Mutu Organoleptik Selai Terung Belanda Putri Wulandari; Murna Muzaifa; Ismail Sulaiman
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 3 (2017): Agustus 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.945 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v2i3.3734

Abstract

 Abstrak. Pektin merupakan salah satu senyawa polisakarida yang sangat komplek dan biasanya pektin digunakan untuk bahan pengental, pengeras atau pemadat dalam proses pengolahan bahan pangan. Pektin didapat dari berbagai sumber salah satunya yang palung sering adalah kulit jeruk, namun pektin dari limbah kulit kopi masih sangat kurang informasi dan penelitian yang dilakukan.Penggunaan kulit kopi dalam proses efek samping kulit kopi menjadi pektin serta aplikasinya terhadap produk pangan. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh konsentrasi konsentrasi gula (G) dan pektin kulit kopi (P) terhadap mutu selai terung belanda. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengap (RAL) dengan 2 faktor yaitu konsentrasi gula (G1= 55%, G2= 65%, dan G3= 75%) dan konsentrasi pektin kulit kopi (P1= 20%, P2= 25%, dan P3= 30%). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsentrasi gula (G) pektin kulit kopi (P), dan interaksi gula dan pektin berpengaruh tidak nyata terhadap aroma, rasa dan tekstur. Konsentrasi gula berpengaruh nyata terhadap mutu selai terung belanda. Interaksi gula (G) dan pektin kulit kopi (P) berpengaruh nyata terhadap mutu selai terung belanda. Abstract. There is no further study about the use of side product of coffee peel and its application to the product.  The aim of this study was to know the effect of sugar (G) and coffee pectin (P) concentration on the quality of terung belanda (Solanum betaceum Cav.) jam.  This study used a complete randomised design (CRD) consisting of two factors namely sugar concentration (G1 = 55 %. G2 = 65 %. G3 = 75 %) and coffee pulp pectin concentration (P1 = 20%, P2 = 25 %, P3 = 30 %).  The results showed that sugar concentration (G) affects significantly (P) ≥ 0.01) the sugar total of terung belanda (Solanum betaceum Cav.) jam. Pectin concentration (P) affects significantly (P ≥ 0.01) the sugar viscosity of terung belanda jam. Interaction between two groups (P and G) affects significantly to the acid total of terung belanda jam.
Analisis Pendapatan Usahatani Sayur-Sayuran Dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya Di Kecamatan Darussalam Kabupaten Aceh Besar Dara Azzura; Edy Marsudi; Mustafa Usman
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 3 (2017): Agustus 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.679 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v2i3.3958

Abstract

Abstrak.  Analisis pendapatan merupakan awal dalam penentuan sikap dan memberikan gambaran mengenai produksi dan harga jual yang pada akhirnya akan berpengaruh terhadap pendapatan petani. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pendapatan usahatani sayur-sayuran dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan usahatani sayur-sayuran di Kecamatan Darussalam Kabupaten Aceh Besar. Hasil penelitian menunjukkan usahatani sayur-sayuran di Kecamatan Darussalam Kabupaten Aceh Besar dapat memberikan pendapatan yang layak bagi petani. Hal ini dapat dilihat pada nilai R/C Ratio, dimana R/C pada sayuran bayam sebesar 1,65, R/C pada sayuran kangkung sebesar 1,60 dan R/C pada sayuran sawi sebesar 1,76, dimana R/C 1, artinya bahwa usahatani sayur-sayuran di Kecamatan Darussalam Kabupaten Aceh Besar dinilai layak untuk diusahakan dan dapat memberikan keuntungan bagi pengelola usaha. Variabel yang berpengaruh secara signifikan terhadap pendapatan adalah tingkat pendidikan, pengalaman berusahatani, jumlah tanggungan keluarga, luas lahan, biaya produksi dan harga jual produk, sedangkan variabel yang tidak berpengaruh adalah umur petani dengan R2 sebesar 95,8%.Analysis Of Income Of Farming Vegetables And The Factors That Affected It In Darussalam District Of Aceh BesarAbstract. An analysis of revenue is the beginning in determining attitude and gives you an idea of production and selling prices that will ultimately have an effect on the income of farmers. The purpose of this research is to analyze the income of farming vegetables and analyzes the factors that affect the income of farming vegetables in district of Darussalam of Aceh Besar the result shows that large farming vegetables in district of Darussalam Aceh Besar can provide a proper income for farmer. This can be seen in the value of R/C Ratio, where R/C Ratio on spinach is 1,65, R/C Ratio on kangkung is 1,60, and R/C Ratio on mustard is 1,76, where R/C 1, shows that farming vegetables in district of Darussalam Aceh Besar is considered feasible to be cultivated and can provide profit for the business manager. Variable significantly influence the income are the education level, age, experience of farming, the number of family dependents, land area, production cost, and the selling price product with R2 of 95,8%.
Evaluasi Status Hara dan Rekomendasi Pemupukan Spesifik Lokasi untuk Padi Sawah di Kecamatan Pidie Kabupaten Pidie Khairunnisa M; Khairullah Khairullah; Sufardi Sufardi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 3 (2017): Agustus 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.747 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v2i3.3706

Abstract

Abstrak.  Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi status hara dan penetapan rekomendasi pemupukan spesifik lokasi pada tanah sawah untuk budidaya padi di Kecamatan Pidie Kabupaten Pidie. Penelitian menggunakan metode deskripsi berdasarkan pengamatan lapangan dan analisis laboratorium. Untuk pengambilan sampel tanah sebaran dilakukan pada 8 titik pengamatan sedangkan untuk pembukaan profil dilakukan di dua tempat dengan pengambilan sampel top soil dan  sub soil dengan jenis tanah Aluvial. Hasil penelitian karakteristik tanah sawah di Kecamatan Pidie Kabupaten Pidie sangat beragam.  Hasil penelitian N-total tergolong rendah sampai sedang yaitu berkisar (0,05 % - 0,34% ) dengan rekomendasi yaitu 111,11 sampai 151,1kg/ha Urea. P tersedia tergolong rendah sampai tinggi  berkisar (7,60 - 13,50 mg kg-1)dengan rekomendasi 28,75 sampai 148,08 kg/ha SP36. Namun untuk kandungan K-dd dalam tanah rata-rata tinggi sampai sangat tinggi. Namun, kandungan Fe extrak 1N NH4COOCH3 pH4,8 berkriteria sangat rendah yaitu Gampong Seukee 0,165 mg/kg dan Gampong Labui 0,144 mg/kg. Dari hasil penelitian maka pupuk yang perlu diberikan yaitu N, P dan Fe sedangkan K tidak perlu dilakukan pemupukan disebabkan kandungan K dalam tanah tinggi.The Evaluation of Nutrient Status and Fertilizer Recommendation at Specific Site for Paddy Fields in Pidie Sub district, Pidie RegencyAbstract. This study aims to evaluate nutrient status and the determination of fertilizer recommendations at specific site on paddy fields for rice cultivation in Pidie Sub district, Pidie Regency. The study used descriptive method based on field observation and laboratory analysis. The soil distribution sampling is observed at 8 points while the profile opening is done in two places for top soil and sub soil sampling with alluvial soil. The result of paddy field characteristic research in Pidie Sub district, Pidie Regency is very diverse. The result of Nitrogen-total research is low to moderate ranged (0,05% - 0,34%) with recommendation that is 111,11 to 151,1kg/ha Urea. Phosphor is available in low to high ranges (7.60 - 13.50 mg kg-1) with a recommendation of 28.75 to 148.08 kg/ha SP36. But for the Potassium that can be exchanged in the soil is average high up to very high. However, the content of Fe extract 1N NH4COOCH3 pH4.8 characterized very low is in Gampong Seukee which is 0,165 mg/kg and Gampong Labui which is 0,144 mg/kg. Based on the results of the study, the fertilizers that need to be given are Nitrogen, Phosphor and Fe while Potassium does not need to be fertilized because its content in the soil is high. 
Analisis Tingkat Keberhasilan Usahatani Sayuran Di Kecamatan Permata Kabupaten Bener Meriah zahraturrahmi zahraturrahmi; Agussabti Agussabti; T Makmur
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 3 (2017): Agustus 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.123 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v2i3.3748

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat keberhasilan usahatani sayuran dan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi keberhasilan usahatani sayuran di Kecamatan Permata Kabupaten Bener Meriah. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Permata Kabupaten Bener Meriah dengan menggunakan metode survei. Analisis data yang digunakan adalah uji statistik Chi Square dengan menggunakan bantuan program SPSS versi 20 untuk melihat hubungan antara variabel terikat (Dependent variable) dengan variabel bebas (Independent variabel). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat keberhasilan usahatani sayuran di Kecamatan Permata Kabupaten Bener Meriah dalam kategori tingkat keberhasilan usahatani sedang dengan nilai skor sebesar 2,10 dengan persentase rata-rata 58,7 %. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan usahatani sayuran adalah faktor karakteristik petani (X1), faktor modal (X2), faktor inovasi (X3), dan faktor motivasi petani (X5). Sedangkan faktor yang tidak mempengaruhi keberhasilan usahatani adalah faktor peran penyuluh (X4) yang dapat dilihat dari nilai X2hitung X2tabel dan pada taraf signifikansi 0,05 nilai Asymp.Sig yang diperoleh adalah 0,526 lebih besar dari 0,05 yang berarti tidak signifikan dan semakin tidak erat pengaruhnya terhadap keberhasilan usahatani sayuran.Success Rate Analysis Of Vegetables Farming In The Permata District Of Bener MeriahThe purpose of this study was to assess the success of vegetable farming and the factors that influence the success of vegetables farming in the district of Permata Bener Meriah. This research was conducted in the district of Bener Meriah district Permata using survey methods. Analysis of the data used is the statistical test Chi Square by using SPSS version 20 to see the relationship between the dependent variable (dependent variable) with independent variables (independent variables). The results showed that the success rate of vegetable farming in the district of Bener Meriah district Permata in the category of farming success rate was with a score of 2.10 with an average percentage of 58.7%. Based on the results of the analysis showed that the factors that influence the success of vegetable farming is characteristic factors of farmers (X1), capital factors (X2), innovation factor (X3), and farmer motivation factor (X5). While the factors that do not affect the success of the farm is the role of extension factor (X4) which can be seen from the X2count X2table and at significance level 0.05 Asymp value. Sig obtained was 0,526 greater than 0.05, which means not significant and increasingly strong influence on the success of vegetables farming. Kata Kunci : Keberhasilan Usahatani Sayuran; Kepastian Pasar ;Produktivitas dan Keberlanjutan UsahataniKeywords : Vegetables Farming Success ; Market Certainty ; Productivity and Business Continuity

Page 1 of 3 | Total Record : 21