cover
Contact Name
Dewi Yunita
Contact Email
dewi_yunita@usk.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jimfp@usk.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Jl. Tgk Hasan Krueng Kalee No. 3 Darussalam Banda Aceh, Indonesia 23111
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian
ISSN : 26152878     EISSN : 26146053     DOI : http://dx.doi.org/10.17969/jimfp
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian (JIMFP) diterbitkan oleh Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala. Merupakan media jurnal elektronik sebagai wadah untuk penyebaran dan publikasi hasil penelitian dari skripsi/tugas akhir dan atau sebagian dari skripsi/tugas akhir mahasiswa strata satu (S1) Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala yang merupakan kewajiban setiap mahasiswa untuk mengunggah karya ilmiah sebagai salah satu syarat untuk yudisium dan wisuda sarjana. Artikel ditulis bersama dosen pembimbingnya serta diterbitkan secara online setelah melewati proses review oleh 2 orang reviewer dan editor JIMFP. JIMFP menerbitkan artikel ilmiah mahasiswa dari delapan Program Studi (Prodi), yaitu Prodi Agribisnis, Prodi Agroteknologi, Prodi Peternakan, Prodi Teknologi Hasil Pertanian, Prodi Teknik Pertanian, Prodi Ilmu Tanah, Prodi Proteksi Tanaman dan Prodi Kehutanan. JIMFP terbit satu volume dan empat nomor dalam setahun, yaitu setiap bulan Februari, Mei, Agustus dan November.
Articles 43 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2019): Februari 2019" : 43 Documents clear
Pengaruh Bahan Invigorasi dan Lama Perendaman pada Benih Padi Kadaluarsa (Oryza sativa L.) terhadap Viabilitas dan Vigor Benih Resti Afdharani; Hasanuddin Hasanuddin; Bakhtiar Bakhtiar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (551.056 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v4i1.10361

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bahan invigorasi dan lama perendaman serta interaksi keduanya terhadap viabilitas benih padi kadaluarsa. Penelitian ini dilaksanakaan di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh dari bulan Juli sampai bulan Agustus 2018. Unit-unit penelitian disusun berdasarkan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 4x3 dengan 3 ulangan dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) taraf 5% pada hasil uji F yang signifikan. Faktor pertama adalah bahan invigorasi dengan 4 jenis bahan yaitu Aquades, PEG, KNO3, dan Air kelapa. Faktor kedua adalah lama perendaman dengan 3 taraf yaitu 12, 24 dan 48 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan invigorasi terbaik terdapat pada bahan invigorasi menggunakan PEG. Lama perendaman tidak berpengaruh terhadap viabilitas benih padi kadaluarsa. Kombinasi perlakuan terbaik antara bahan invigorasi dan lama perendaman untuk invigorasi benih padi kadaluarsa pada penelitian ini terdapat pada bahan invigorasi menggunakan PEG dan lama perendaman 24 jam.The Effect of Invigorating Material and Soaking Periods on Expired Rice Seeds (Oryza sativa L.) againts Viability and Vigor SeedsAbstract. The purpose of this research was to investigate the effect of invigoration technique and soaking duration and interaction between them on the expired rice seed viability. The research was conducted at the Laboratory of Seed Science and Technology Department of Agrotechnology Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University, Banda Aceh from July to August 2018. Treatment units were arranged in Factorial Completely Randomized Design (CRD) 4x3 in 3 replications, and the significant data was continued analized by Honestly Significant Different (HSD). The first factor was the invigoration technique that used 4 substance i.e Aquades, PEG, KNO3, and coconut water. While the second factor was duration of soaking i.e 12, 24 and 48 hours. The result showed the best concentration for invigoration was one used PEG, while the duration for soaking was not effect on invigoration. The best combination for invigoration of expired rice seeds on this research was PEG and 24 hours of soaking duration.
Respon Pertumbuhan, Konsumsi Pakan dan Umur Dewasa kelamin Hasil Perkawinan Silang Puyuh Hybrid dengan Coturnix coturnix japonica Yuyun Fahrina; Herawati Latif; M Aman Yaman
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.347 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v4i1.10173

Abstract

Abstrak. Puyuh (Coturnix coturnix japonica) merupakan jenis unggas yang paling populer selain ayam dan itik di Indonesia yang diminati peternak unggas. Namun kendala utama dalam perkembangan puyuh yaitu kurang tersedianya bibit puyuh hasil persilangan dengan struktur breeding yang jelas sehingga dikhawatirkan terjadinya inbreeding. Sehingga perlu dilakukan penelitian persilangan (Cross breeding) puyuh Hybrid dengan Coturnix coturnix japonica terhadap pertumbuhan turunannya. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh persilangan puyuh Hybrid terhadap pertumbuhan, konsumsi pakan, pertambahan bobot badan dan umur dewasa kelamin turunannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persilangan puyuh Hybrid dengan Coturnix coturnix japonica tidak berpengaruh nyata (P0,05) terhadap konsumsi pakan, pertambahan bobot badan, konversi pakan dan umur bertelur pertama turunannya. Namun dari hasil persilangan jantan Coturnix coturnix japonica dengan betina Hybrid memperlihatkan bahwa angka konversi pakan cenderung lebih efisien dan umur bertelur pertama lebih cepat.Response The Growing Consumption Woof and Adult Of Genders Age Which is Resulted by  Crosswise Mating Of Hybrid Quail  With Coturnix coturnix japonicaAbstract. Quail (Coturnix coturnix japonica) is the most popular type of poultry besides chickens and ducks in Indonesia that are favored by poultry farmers. But the main obstacle in the development of quail is the lack of availability of quail seeds from crosses with a clear breeding structure that is feared to occur inbreeding. So it is necessary to do a hybrid quail cross breeding study with Coturnix coturnix japonica on its derivative growth. The purpose of this study is to determine the effect of Hybrid quail crosses on growth, feed consumption, body weight gain and adult age of hereditary sex. The results showed that Hybrid quail crossing with Coturnix coturnix japonica had no significant effect (P 0.05) on feed consumption, body weight gain, feed conversion and age of first laying eggs. However, the results of Coturnix coturnix japonica male Hybrids with Hybrid females show that feed conversion rates tend to be more efficient and the age of first laying is faster. 
Analisis Efisiensi Pemasaran Bawang Merah Dalam Meningkatkan Pendapatan Usahataninya Di Kecamatan Laut Tawar Kabupaten Aceh Tengah Herlina Fitryani; Mustafa Usman; Zakiah Zakiah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.475 KB)

Abstract

Bawang merah merupakan salah satu komoditi hortikultura sayuran yang sangat dibutuhkan masyarakat sebagai bahan pelengkap masakan. Kebutuhan konsumsi bawang merah yang terus meningkat membuat pemerintah menjadikan bawang merah sebagai sayuran unggulan nasional dan sebagai komoditi prioritas. Kecamatan Laut Tawar merupakan salah satu sentral bawang merah di Kabupaten Aceh Tengah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui saluran pemasaran bawang merah di Kecamatan Laut Tawar apakah sudah efisien dan mengetahui usahatani bawang merah dapat memberikan pendapatan yang layak bagi petani bawang merah di Kecamatan Laut Tawar. Penelitian ini dilakukan dengan metode survey dengan menggunakan kuisioner. Jenis data yang dikumpulkan adalah data primer dan sekunder. Model analisis yang digunakan adalah metode deskriptif, metode analisis saluran pemasaran, analisis margin, analisis profit margin, efisiensi pemasaran, pendapatan dan kelayakan usahatani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, Saluran pemasaran bawang merah di Kecamatan Laut Tawar menggunakan saluran satu tingkat dan dua tingkat pemasaran.Efisiensi pemasaran bawang merah pada saluran pemasaran pertama sebesar 36,82 % dan pada saluran pemasaran kedua 40,02%. Nilai perhitungan R/C ratio yang diperoleh sebesar 2.74 hal ini menunjukan bahwa usahatani bawang merah layak dan menguntungkan.
Analisis Produksi Dan Pendapatan Tambak Udang Windu Di Kecamatan Jaya Kabupaten Aceh Jaya Salsabila Salsabila; Indra Indra; Zulkarnain Zulkarnain
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.863 KB)

Abstract

Kabupaten Aceh Jaya menjadikan usaha budidaya udang windu sebagai salah satu komoditas perikanan unggulan. Budidaya udang windu di daerah ini cukup menjanjikan didukung dengan tersedianya lahan tambak. Namun produksinya masih sangat kecil bila di bandingkan dengan Kabupaten lainnya di Aceh Sehingga harus lebih ditingkatkan lagi mengingat  potensi pengembangan tambak udang di Aceh jaya masih sanggat tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui  tingkat produksi tambak udang windu dan faktor apa saja yang mempengaruhi produksi tambak udang windu di Kecamatan Jaya Kabupaten Aceh Jaya serta untuk mengetahui apakah budidaya tambak udang windu di Kecamatan Jaya Kabupaten Aceh Jaya sudah menghasilkan pendapatan yang layak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sensus dan pengambilan sampel dilakukan secara purposive. Penelitian ini menggunakan metode analisis fungsi Cobb-Douglass dan analisis pendapatan. Hasil penelitian menunjukkan luas tambak, jumlah benur, tenaga kerja dan pupuk berpengaru nyata terhadap produksi. Sedangkan jumlah pakan dan obat-obatan tidak berpengaruh nyata terhdapa jumlah produksi udang windu di Kecamatan Jaya. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa besarnya pendapatan dari usaha udang windu adalah Rp. 54.867.043,-/panen. Dan nilai R/C = 2,87 yang artinya usaha tambak udang di Kabupaten Aceh Jaya Kecamatan Jaya layak dan menguntungkan untuk di usahakan oleh petani tambak.
Strategi Pengembangan Usaha Susu Kambing Di UD. Atjeh Livestock Kecamatan Syiah Kuala Kota Banda Aceh Rizky Utami; Widyawati Widyawati; Fajri Jakfar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.161 KB)

Abstract

UD. Atjeh Livestock merupakan salah satu unit usaha penghasil susu kambing di Kota Banda Aceh. Permintaan terhadap produk susu kambing yang selalu meningkat belum dapat terpenuhi karena keterbatasan modal yang mengakibatkan keterbatasannya produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor internal dan faktor eksternal apa saja yang dihadapi dalam pengembangan usaha Susu kambing pada UD. Atjeh Livestock, dan untuk mengetahui strategi pengembangan usaha susu kambing yang dapat diterapkan pada UD. Atjeh Livestock. Metode analisis dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Faktor internal yang dihadapi dalam pengembangan usaha susu kambing di UD. Atjeh Livestock ialah kekuatan faktor internal yaitu 1).Manajemen sumber daya manusia yang baik, 2).Kualitas dan mutu produk terjamin, 3).Lokasi usaha yang strategis, 4) Harga produk yang terjangkau, 5) Tersedianya variasi produk dan 6) Lancarnya promosi produk. Sedangkan kelemahannya terdiri dari 1) Modal usaha yang masih kurang , 2) Produksi yang terbatas, 3) Teknologi yang kurang modern, 4) Belum adanya label/merek pada kemasan dan 5) Tidak adanya fasilitas antar/delivery bagi konsumen. Sedangkan peluang faktor eksternal yaitu : 1) Adanya pangsa pasar, 2) Daya beli masyarakat, 3) Permintaan yang semakin meningkat, 4) Pertumbuhan penduduk, 5) Sosial masyarakat akan pentingnya kesehatan dan 6) Hubungan yang terjalin baik dengan konsumen. Sedangkan ancaman terdiri dari 1) Harga bahan baku pakan ternak yang meningkat  dan , 2) Persaingan produk. Berdasarkan hasil dari diagram analisis SWOT posisi usaha Produksi Susu kambing UD. Atjeh Livestock berada pada kuadran I yaitu strategi pertumbuhan yang agresif (Growth Oriented Strategy) dengan nilai 1,950:1,317. Strategi yang disarankan dan diterapkan kepada pemiliki usaha adalah strategi agresif S-O (Strenghts-Opportunities) dengan meningkatkan jumlah produksi agar dapat memenuhi permintaan konsumen dan penetapan harga produk sehingga terjalin hubungan baik dengan konsumen. 
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Minat Petani Terhadap Usahatani Nilam Di Kabupaten Aceh Jaya Reka Anggraini; Agustina Arida; Lukman Hakim
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.458 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi minat petani dalam usahatani nilam di  Kabupaten Aceh Jaya dan  untuk mengetahui pengaruh masing-masing faktor terhadap minat petani nilam. Data yang di gunakan adalah  data primer  yang diperoleh dari  60 orang petani dengan menggunakan  kuesioner skala likert rating (SLR). Dan analisis yang digunakan  dalam penelitian ini adalah analisis regresi, dengan alat bantu  sofwere SPSS 23. Data sekunder diperoleh dari instansi yang berhubungan dengan penelitian ini yaitu Badan Pusat Statistik Kabupaten  Aceh Jaya. Hasil  penelitian ini menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi minat petani dalam usahatani nilam di  Kabupaten Aceh Jaya adalah  pengalaman, pendapatan, dan pendidikan. Pengalaman dan pendapatan berpengaruh positif terhadap minat petani. Sedangkan pendidikan tidak berpengaruh positif terhadap minat , dengan nilai Signifikan lebih kecil dari  ɑ. Nilai ɑ yang digunakan adalah  0.005 atau  95%. 
Kajian kedalaman Penggunaan Bajak Singkal Terhadap Perubahan Sifat Fisika-Mekanika, Kapasitas Lapang dan Kebutuhan Bahan Bakar Dea Nizatillah; Ramayanty Bulan; Yuswar Yunus
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (702.606 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v4i1.10381

Abstract

Abstrak: Pengolahan tanah dengan traktor menyebabkan terjadinya pemadatan tanah yang pada akhirnya mempengaruhi produktivitas tanaman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh kedalaman penggunaan bajak singkal terhadap sifat fisika-mekanika tanah, kapasitas lapang dan konsumsi bahan bakar. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimen dengan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) non faktorial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedalaman penggunaan singkal dan kecepatan kerja berpengaruh nyata terhadap bobot isi, porositas, pF 2.0, permeabilitas dan stabilitas agregat, akan tetapi perlakuan kedalaman penggunaan singkal tidak berpengaruh nyata terhadap pF 2,54 dan tahanan penetrasi tanah. Kapasitas lapang memberi pengaruh terhadap konsumsi bahan bakar. Efisiensi lapang terbaik terdapat pada pengolahan tanah dengan kedalaman pembajakan 20 cm, yaitu 81,33 %. Konsumsi bahan bakar paling irit untuk pembajakan tanah adalah menggunakan kedalaman pembajakan tanah 20 cm, yaitu sebesar 2,83 L/Jam. Terdapat hubungan antara kedalaman penggunaan bajak singkal dengan perubahan sifat fisika-mekanika tanah dan kapasitas lapang serta kebutuhan bahan bakar. Bobot isi tanah, kadar air pada pF 2.0 dan pF 2,54 pada setiap kedalaman pembajakan tanah memiliki hubungan yang sangat lemah terhadap kebutuhan bahan bakar. Porositas total, permeabilitas, stabilitas agregat dan ketahanan penetrasi tanah pada setiap kedalaman pembajakan tanah memiliki hubungan yang sedang terhadap kebutuhan bahan bakar. Sedangkan perlakuan kedalaman pembajakan tanah dengan kapasitas lapang memiliki hubungan yang sangat kuat terhadap konsumsi bahan bakarDepth study of the use of a pirate against changes in physical-mechanical properties, field capacity and fuel requirementsAbstract. Soil plowing with tractors causes soil compaction which ultimately affects crop productivity. The purpose of this study was to find out how the plowing depth of use of pirate plows on soil physical-mechanical properties, field capacity and fuel consumption. The method used in this study is an experimental method using a non factorial randomized block design (RBD). The results showed that the depth of use of the screen and work speed significantly affected the weight of the content, porosity, pF 2.0, permeability and aggregate stability, but the treatment of the depth of use of the cassava had no significant effect on pF 2.54 and soil penetration resistance. Field capacity influences fuel consumption. The best field efficiency is found in tillage with a depth of 20 cm piracy, which is 81.33%. The most economical fuel consumption for land hijacking is using a 20 cm soil plowing depth, which is 2.83 L / Hour. There is a relationship between the depth of use of a plow with changes in physical-mechanical properties of the soil and field capacity and fuel requirements. The weight of the soil, the water content at pF 2.0 and pF 2.54 at each depth of land piracy has a very weak relationship with fuel requirements. Total porosity, permeability, aggregate stability and soil penetration resistance at every depth of soil piracy have a moderate relationship to fuel requirements. While the treatment of the depth of land piracy with field capacity has a very strong relationship to fuel consumption.
Perubahan Tutupan Lahan Setelah 14 Tahun Bencana Tsunami (Studi Kasus di Kecamatan Baitussalam) Nadya Faizah; Muhammad Rusdi; Sugianto Sugianto
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (904.102 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v4i1.10440

Abstract

Abstrak. Perubahan tutupan lahan mengakibatkan beberapa penggunaan lahan menjadi berubah, terutama pada lahan pertanian yang berubah menjadi non-pertanian. Perubahan penggunaan lahan saat ini sudah sering terjadi di beberapa daerah terutama pada lahan pertanian yang berubah menjadi lahan non-pertanian. Pasca Tsunami daerah yang terkena bencana dilakukan rehabilitasi dan rekontruksi, semua aktivitas tersebut berdampak kepada perubahan tutupan lahan. Perubahan tutupan lahan diperoleh dari overlay dengan kaedah union mulai dari tahun 2004 hingga tahun 2018. Hasil analisis menunjukkan bahwa perubahan tutupan lahan selama kurun waktu 14 tahun pasca Tsunami terbesar terjadi pada pemukiman, yaitu mengalami peningkatan sebesar 550,14 ha (76,96%). sedangkan Perubahan tutupan lahan terkecil yaitu semak belukar sebesar 66,41 ha (5,06%).Land Cover Changes after 14 years of the Tsunami Case Study at Kecamatan BaitussalamAbstract. Changes in land cover have caused some land use to change, especially on agricultural land that has turned into non-agricultural land. Post-tsunami areas affected by rehabilitation and reconstruction, all of these activities have an impact on land cover change. Changes in land cover were obtained from overlays with the unification method from 2004 to 2018. The results of the analysis showed that changes in land cover for 14 years after the Tsunami occurred mostly in settlements, which increased by 550.14 ha (76.96%). while the smallest land cover change is shrubs covering an area of 66.41 ha (5.06%).
Pengaruh Perbedaan Rasio Indukan Puyuh Jantan Hybrid dan Puyuh Betina Jepang (Coturnix coturnix japonica) terhadap Kualitas DOQ Ajria Ajria; M. Aman Yaman; Herawati Latif
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.765 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v4i1.10352

Abstract

Abstrak. Permasalahan yang terjadi saat ini di berbagai peternakan puyuh ialah penyediaan bibit sendiri sebagai indukan dengan cara perkawinan yang ada hubungan kekerabatan dekat (sedarah) tanpa persilangan dengan bibit baru dari luar. Akibatnya bibit-bibit yang dihasilkan dari hasil perkawinan tersebut mengalami kecacatan karena pengaruh inbreeding yang telah melampaui batas. Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas puyuh yaitu dengan dilakukannya perkawinan silang (Cross Breeding) pada indukan puyuh. Perkawinan silang ini sangat baik jika dilakukan antara dua jenis puyuh yang memiliki kelebihan yang berbeda seperti puyuh Jepang (Coturnix coturnix japonica) dan puyuh Hybrid. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perbedaan rasio indukan puyuh jantan Hybrid dan puyuh betina Jepang (Coturnix coturnix japonica) terhadap kualitas DOQ. Parameter yang diamati yaitu fertilitas, kematian embrio, daya tetas, berat tetas, mortalitas dan rasio DOQ jantan betina. Berdasarkan data hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perbedaan rasio indukan puyuh Hybrid jantan dan puyuh betina Jepang tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap fertilitas, kematian embrio, daya tetas, berat tetas, mortalitas dan rasio DOQ jantan betina. Meskipun tidak berbeda nyata, fertilitas dan daya tetas tertinggi hasil persilangan puyuh jantan Hybrid dan puyuh betina Jepang (Coturnix coturnix japonica) yaitu pada P4  dengan perbandingan indukan dan pejantan 4:4.(The Effect of Differences in the Ratio of Sires of Male Hybrid Quails and Japanese Female Quails (Coturnix coturnix japonica) to DOQ Quality)Abstract. The problem that is currently occurring at various quail farms is the supply of own seeds as sires by means of marriage that have close kinship (blood) without crossing with new seeds from outside. As a result the seeds produced from the results of the marriage experience disability because of the influence of inbreeding that has exceeded the limit. One effort to improve the quality of quail is by doing cross breeding on quail breeders. Cross - breeding is very good if done between two types of quail that have different advantages such as Japanese quail (Coturnix coturnix japonica) and Hybrid quail. The purpose of this study was to determine the effect of differences in the ratio of sires of male hybrid quails and Japanese female quails (Coturnix coturnix japonica) to DOQ quality. The parameters observed were fertility, embryo death, hatchability, hatch weight, mortality and female DOQ ratio. Based on the research data it can be concluded that the differences in the ratio of male hybrid quail and Jap anese quail broodstock did not have a significant effect on fertility, embryo death, hatchability, hatch weight, female DOQ mortality and ratio. Although not significantly different, fertility and highest hatchability were the result of hybrid crosses of male quail and Japanese female quail (Coturnix coturnix japonica), namely in P4 with a 4: 4 sires and male ratio.
Pengaruh Dosis Kompos dan Pupuk KCl Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Talas (Colocasia esculenta L. Schott var. Antiquorum) iswardani iswar; Marai Rahmawati; Mardhiah Hayati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.138 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v4i1.10322

Abstract

Abstrak. Talas (Colocasia esculenta L. Schott var. Antiquorum) merupakan tanaman pangan yang dapat dikonsumsi oleh masyarakat. Kompos adalah bahan organikk yang dapat memperbaiki sifat fisika, biologi dan kimia tanah. Pupuk KCl dapat membantu dalam pembesaran umbi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian dosis kompos dan pupuk KCl serta interaksi keduanya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman talas. Penelitian ini dilakukan di Kebun Percobaan II dan Laboratorium Fisiologi Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Darussalam Banda Aceh, yang dilaksanakan pada bulan Maret sampai Agustus  2018. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok Pola Faktorial 3 x 3 dengan 3 ulangan. Adapun faktor yang diteliti adalah dosis kompos dengan 3 taraf  yaitu 20, 30 dan 40 ton ha-1 dan dosis pupuk KCl dengan 3 taraf yaitu 200, 300, dan 400 kg ha-1. Parameter yang diteliti yaitu tinggi tanaman dan jumlah daun pada umur 2, 4, 6, 8, 10, dan 12 MST, diameter batang pada umur 12 MST, bobot berangkasan basah, bobot berangkasan kering, bobot umbi basah, jumlah umbi dan diameter umbi. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji F, dilanjutkan dengan uji BNT pada taraf 5%.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis kompos berpengaruh nyata terhadap  jumlah daun tanaman talas  pada umur 2 dan 10 MST, bobot umbi segar, dan jumlah umbi tanaman talas. Pertumbuhan dan hasil tanaman talas terbaik dijumpai pada dosis kompos 40 ton ha-1. Dosis pupuk KCl berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman talas umur 2 MST, jumlah daun tanaman talas umur 4 MST, bobot berangkasan basah, bobot umbi basah dan jumlah umbi tanaman talas,. Pertumbuhan tanaman talas terbaik dijumpai pada dosis pupuk KCl 300 kg ha-1 dan hasil tanaman talas terbaik dijumpai pada pada dosis pupuk KCl 400 kg ha-1.The Effect Of Compost and KCl fertilizer on the Growth and Yield of Taro Plants (Colocasia esculenta L. Schott var. Antiquorum)  Abstract. Talas (Colocasia esculenta L. Schott var. Antiquorum) is a food crop that can be used by the community. KCl fertilizer can help in enlarging tubers. The purpose of this study was to determine the effect of fertilizer and KCl fertilizers and interactions on growth and yield of taro plants. This research was conducted at Experimental Garden II and Laboratory of Plant Physiology, Faculty of Agriculture, Syiah Kuala Darussalam University, Banda Aceh, which was held from March to August 2018. The design used in this study was a Factorial 3 x 3 Randomized Group Design with 3 replications. The factors examined were compost doses with 3 levels, namely 20, 30 and 40 tons ha-1 and KCl fertilizer dosages with 3 levels, namely 200, 300, and 400 kg ha-1. The parameters studied were plant height and number of leaves at 2, 4, 6, 8, 10, and 12 MST, stem diameter at age 12 MST, wet weighted weight, dry weighted weight, wet tuber weight, number of tubers and tuber diameter. The data obtained were analyzed using the F test, followed by the LSD test at the level of 5%. The results showed that compost dosage was as significant as the number of leaves of taro plants at age 2 and 10 MST, weight of fresh bulbs, and the number of taro tubers. Growth and yield of taro plants at a temperature level of 40 tons ha-1. The results showed that the dose of KCl fertilizer significantly affected the height of taro plants aged 2 MST, the number of leaves of taro plants aged 4 MST, wet weighted weight, weight of tubers and the number of taro tubers, and not even on plant heights of 4, 6 8, 10, and 12 MST, number of leaves aged 2, 6, 8, 10 and 12 MST, stem diameter, dry weight, and tuber diameter of taro plants. The best growth of taro plants when the fertilizer dose of KCl 300 kg ha-1 fertilizer and the results of the best taro plants found at the time of heating KCl 400 kg ha-1 fertilizer.The Effect Of Compost and KCl fertilizer on the Growth and Yield of Taro Plants (Colocasia esculenta L. Schott var. Antiquorum)