cover
Contact Name
Asrar Aspia Manurung
Contact Email
asraraspiamanurung@gmail.com
Phone
+628116311985
Journal Mail Official
asraraspiamanurung@gmail.com
Editorial Address
Jl. Kapten Muchtar Basri No.3, Glugur Darat II, Kec. Medan Tim., Kota Medan, Sumatera Utara 20238
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian
ISSN : 28087712     EISSN : 28087712     DOI : 2808-7712
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian [JIMTANI] adalah jurnal ilmiah yang dikelola oleh Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara dengan melibatkan seluruh komponen akademisi yang ada di fakultas Pertanian . Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian ini meliputi aspek sosial ekonomi pertanian sebagai suatu sistem yang komprehensif dan terintegrasi mulai dari kajian subsistem up-stream, subsistem on-farm, subsistem down-stream, dan subsistem penunjang serta dampak interelasinya dengan kebijakan pemerintah, perekonomian internasional dan kapitalisasi sumberdaya lahan, petani, dan masyarakat. Jurnal ini akan terbit setiap 2 kali dalam sebulan, dimulai dari bulan Januari tahun 2023., pada bulan Januari, Maret, Mei, Juli, September, November tahun 2023. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi dan Bisnis [JIMEIS] ini telah terakreditasi Google Scholar. Citasi Analisis: Google Scholar
Articles 214 Documents
Pembuatan Foot Spray Anti Bau Kaki Dengan Memanfaatkan Ekstrak Kulit Jeruk Nipis (Citrus aurantifo-lia) dan Kulit Bawang Dayak (Eleutherine bulbosa Rafiah Ramadhani Sirait
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian [JIMTANI] Vol 1, No 4 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.052 KB)

Abstract

Kulit jeruk nipis dan kulit bawang dayak merupakan limbah yang masih memiliki kandungan senyawa aktif berupa flavonoid yang berpotensi sebagai zat anti bakteri. Bau kaki yang tidak sedap dapat menimbulkan rasa kurang percaya diri karena dapat mengganggu kenyamanan orang-orang sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi penggunaan ekstrak kulit jeruk nipis (Citrus aurantifolia) dan ekstrak kulit bawang dayak (Eleutherine bulbosa) terhadap bakteri penyebab bau kaki. Metode penelitian dilakukan dengan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari dua faktor dan dua ulangan. Faktor I adalah konsentrasi ekstrak kulit jeruk nipis (K) yang terdiri dari 4 taraf, yaitu : K1 = 10%, K2 = 15%, K3 = 20%, K4 = 25% dan faktor II adalah konsentrasi ekstrak kulit bawang dayak (D) yang terdiri dari 4 taraf, yaitu : D1 = 10%, D2 = 15%, D3 = 20%, D4 = 25%. Parameter yang diamati yaitu pH, anti bakteri, organoleptik warna dan organoleptik aroma. Hasil penelitian menunjukkan interaksi keduaper lakuan memberikan pengaruh berbeda nyata (p0,05) pada parameter pH, memberikan pengaruh tidak nyata (p0,05) pada parameter anti bakteri dan memberikan pengaruh berbeda sangat nyata (p0,01) pada parameter organoleptik warna dan organoleptik aroma.Kata Kunci: Kulit Jeruk Nipis, Kulit Bawang Dayak, Bau Kaki, Anti Bakteri
Konsentrasi Dan Lama Perendaman Zpt Auksin Dalam Pemecahan Dormansi Dan Pertumbuhan Tunas Bulbil Porang (Amorphophallus Muelleri Blume) Rendy Dwinata Kasih Gultom
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian [JIMTANI] Vol 1, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.204 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pemecahan dormansi dan pertumbuhan tunas bulbil porang (Amorphophallus muelleri Blume) terhadap pemberian konsentrasi dan lama perendaman ZPT auksin terhadap pemecahan dormansi dan pertumbuhan tunas bulbil porang dan dilaksanakan di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara dengan lokasi Jl. Tuar No 65 Kec. Medan Amplas dengan ketinggian tempat ± 27 mdpl. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret hingga April 2021. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terpisah (RPT) Faktorial dengan dua faktor yaitu Petak Utama (PU) konsentrasi ZPT Auksin dengan 4 taraf Z0 (kontrol), Z1 (150 mg/liter), Z2 (300 mg/liter), Z3 (450 mg/liter) dan Anak Petak (AP) lama perendaman dengan 3 taraf yaitu L0 (kontrol), L1 (1,5 jam), L2 (3 jam). Parameter yang diamati adalah Indeks Vigor, Waktu Bertunas, Jumlah Tunas, Tinggi Tunas dan Diameter Batang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemberian konsentrasi ZPT Auksin sebanyak 300 mg/liter air dan lamanya perendaman bulbil porang selama 3 jam berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter pengamatan indeks vigor, waktu bertunas, jumlah tunas, tinggi tunas dan diameter tunas. Selain itu, interaksi antara konsentrasi ZPT Auksin dan lama perendaman bulbil porang juga berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter pengamatan indeks vigor, waktu bertunas, jumlah tunas, tinggi tunas dan diameter tunas.Kata Kunci : Bulbil Porang, Dormansi, Konsentrasi ZPT Auksin, Lama Perendaman
Pengaruh Pemberian Pupuk Hayati dan Pupuk NPK Ter-hadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Muhammad Ma’ruf
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian [JIMTANI] Vol 2, No 4 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.81 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh aplikasi pupuk hayati ultra gen dan pupuk N, P, K terhadap pertumbuhan dan produksi bawang merah (Allium ascalonicum L.). Penelitian dilaksanakan di Unit Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Riau Pekanbaru. Penelitian ini berbentuk eksperimen faktorial 5x3 yang disusun dalam rancangan acak lengkap. Faktor pertama adalah pupuk hayati ultra gen yang terdiri dari 5 taraf (tanpa, 50, 100, 150 dan 200 l.ha-1). Faktor kedua adalah pupuk N, P, K terdiri dari 3 taraf (tanpa, 100 kg N + 45 kg P2O5 + 37,5 kg K2O dan 200 kg N + 90 kg P2O5 + 75 kg K2O.ha-1), masing-masing kombinasi diulang 3 kali. Parameter yang diamati adalah jumlah umbi per rumpun, keliling umbi, bobot segar umbi per rumpun, bobot segar umbi per petak dan bobot konsumsi umbi per petak. Aplikasi pupuk hayati ultra gen dosis 100 l.ha-1 dan pupuk N, P, K 100 kg N + 45 kg. P2O5 + 37,5 kg K2O.ha-1 meningkatkan bobot segar umbi per rumpun, bobot segar umbi per petak dan bobot konsumsi umbi per petak dibandingkan dengan kombinasi lainnya, namun tidak signifikan pada jumlah umbi per rumpun dan keliling bohlam.Kata Kunci: Bawang Merah, Pupuk Hayati Ultra Gen, pupuk NPK
Strategi Dalam Pengembangan Usahatani Tumpangsari Kelapa Sawit (Elaeis guineensis) dan Nanas (Ananas comocus) [Studi Kasus : Desa Aek Korsik, Kecamatan Aek Kuo, Kabupaten Labuhanbatu Utara] Beny Febrian
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian [JIMTANI] Vol 1, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.752 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini antaralain : 1. Untuk mengetahui pendapatan pelaku usahatani tumpangsari kelapa sawit dan nanas. 2. Untuk mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman dalam pengembangan usahatani tumpangsari kelapa sawit dan nanas. 3. Untuk mengetahui strategi pengembangan usahatani tumpangsari kelapa sawit dan nanas. Proses pengumpulan data dilakukan pada bulan Juli-September 2020. Lokasi penelitian dilakukan secara sengaja atau purposive. Responden penelitian ini dengan menggunakan metode sensus. Sampel yang digunakan berjumlah 10 orang petani. Data dan informasi penelitian terdiri dari data primer dan skunder. Metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis pendapatan dan analisis SWOT. Dalam menjalankan usahatani tumpangsari kelapa sawit dan nanas biaya produksi rata-rata dalam satu bulan sebesar Rp 2.480.566,2, penerimaan rata-rata dalam satu bulan sebesar Rp 9.100.000. dan rata-rata pendapatan petani dalam sebulan sebesar Rp 6.619.433,8. Berdasarkan hasil analisi internal usahatani tumpangsari kelapa sawit dan nanas kekuatan utama yang dimiliki adalah pengalaman dalam berusahatani, Kelemahan utama yang dimiliki adalah tidak adanya kelompok tani. Berdasarkan hasil analisi eksternal usahatani tumpangsari kelapa sawit dan nanas peluang utama yang dimiliki adalah Peluang pasar yang cukup tinggi. ancaman utama yang dimiliki adalah hama dan penyakit yang menyerang kelapa sawit dan nanas. Strategi pengembangan yang diberikan untuk usahatani tumpangsari kelapa sawit dan nanas di Desa Aek Korsik : Strategi S-O (Strengths-Opportunities) terdiri-dari memanfaatkan pengalaman untuk menciptakan lahan yang  lebih optimal guna mencapai pasar yang lebih luas dan memanfaatkan sumber daya alam yang mendukung untuk memperluas areal tumpangsari.. Strategi W-O (Weaknesse-Opportunities) terdiri-dari meningkatkan kemampuan dalam mencari informasi agar dapat mencapai pasar yang lebih luas dan bergabung dengan kelompok tani agar mendapat arahan, dukungan dan  bantuan dari pemerintah untuk mengembangkan usahatani ini. Strategi S-T (Strengths-Threaths) terdiri-dari memanfaatkan pengalaman untuk mengatasi serangan hama dan penyakit dan  memperluas lahan tumpangsari untuk memasuki pasar yang semakin selektif serta untuk menghindari adanya persaingan. Strategi W-T (Weaknesse-Threaths) terdiri-dari mempekerjakan penjaga kebun agar mengurangi resiko serangan hama yang membuat produksi petani berkurang dan bergabung dengan kelompok tani untuk mengembangkan sebuah produk unggulan dari buah nanas guna menghindari pasar yang semakin selektif.Kata Kunci: Strategi Pengembangan, Kelapa Sawit, Nanas, Pendapatan.
Respon Pertumbuhan Bibit Tanaman Kakao (Theobroma cacao L.) Terhadap Pemberian Ekstrak Bawang Merah dan Pupuk NPK Dimas Imanulah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian [JIMTANI] Vol 2, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (842.374 KB)

Abstract

Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai Juli 2020 di Dusun VI Karoja, Bekulap, Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan bibit kakao pada fase penyemaian Ekstrak Bawang Merah dan NPK 16:16:16. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 2 faktor, faktor pertama adalah perlakuan ekstrak bawang merah (K) yang terdiri dari 4 taraf yaitu: K0 = 0 g/tanaman (kontrol), K1 = 70%/tanaman , K2 = 80% / tanaman. dan K3 = 90%/tanaman. Faktor kedua, perlakuan dosis pupuk NPK 16:16:16 (N) terdiri dari 4 taraf yaitu : N0 = 0 g/tanaman (kontrol), N1 = 4 gr/tanaman, N2 = 8 gr/tanaman dan N3 = 12 g / tanaman . Terdapat 16 kombinasi perlakuan yang diulang 3 kali, sehingga diperoleh 48 satuan percobaan, jumlah tanaman per petak adalah 4 tanaman dengan 3 tanaman contoh, jumlah tanaman sebanyak 192 tanaman. Parameter yang diukur adalah tinggi biji, jumlah daun, diameter batang, jumlah klorofil daun, berat basah biji dan berat kering biji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk NPK 16:16:16 dengan dosis berpengaruh terhadap tinggi benih, jumlah daun, diameter batang, dan berat basah.Kata Kunci: Tanam Kakao, Pemberian Ekstrak Bawang, Pupuk NPK
Analisis Kelayakan Usaha Budidaya Ikan Kerapu Lumpur (Studi Kasus: Desa Mesjid Lama, Kecamatan Talawi, Kabupaten Batu Bara) Agep Purwandi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian [JIMTANI] Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (593.501 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu: 1). Untuk menganalisis berapa besar pendapatan usaha budidaya ikan kerapu lumpur di daerahpenelitian. 2). Untuk menganalisis tingkat kelayakan usaha budidaya ikan kerapu lumpur di daerah penelitian. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus (study case).Lokasi penelitian ini ditetapkan dengan sengaja (purposive).Jumlah populasi dalam penelitian ini ada sebanyak 13 orang. Metode penarikan sampel dalam penelitian ini  dilakukan dengan metode sensus. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis pendapata (I =TR-TC) dan R/C, B/C. Hasil dari penelitian ini diperoleh sebagai berikut: 1). Total penerimaan dari kegiatan usahatani tambak ikan kerapu lumpur pertahunnya sebesar Rp. 569.730.769. Total biaya yang dikeluarkan oleh petani adalah sebesar Rp194.886.502 jadi total pendapatan yang diperoleh oleh pelaku usaha tambak pertahun sebesar Rp. 374.844.267. 2). Nilai R/C dari kegiatan usaha tambak kerapu lumpur adalah sebesar 2,92 dan  nilai B/C 1,921, mengindikasikan secara ekonomi usaha tambak kerapu lumpurlayak untuk dilakukan.Kata Kunci:Usaha Tambak, Kerapu Lumpur, Kelayakan Usaha
Analisis Sosial Ekonomi Petani Karet Di Desa Tumba Julu Kecamatan Manduamas Kabupaten Tapanuli Tengah Artif Doharman Tumanggor
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian [JIMTANI] Vol 3, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Desa Tumba Julu Kecamatan Manduamas Kecamatan Man- duamas. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui informasi Sosial Ekonomi Petani karet dan dilakukan untuk memberikan sedikit masukan kepada masayarakat petani ka- ret dalam mengembangkan usahatani di Desa Tumba Julu Kecamatan Manduamas Ka- bupaten Tapanuli Tengah. Dalam penentuan lokasi penelitian ini ditentukan dengan cara purposive sampling dalam penelitian ini sampel petani adalah petani karet dengan status kepemilikan lahan yaitu milik pribadi atau mengontrak dan berbagai status yang berbeda, maka dalam penelitian ini menggunakan metode studi kasus (case study) yaitu penelitian dijalankan dengan cara terperinci oleh seseorang atau suatu kelompok dalam kurun wak- tu yang telah ditentukan. Metode analisis data menggunakan cara analisis deskriptif, yai- tu dengan memberikan penjelasan bagaimana kondisi sebenarnya dari kehidupan sosial ekonomi petani karet. Kondisi sosial ekonomi petani karet dapat dilihat dari tingkat pen- didikan, tingkat produksi, jumlah pendapatan, luas lahan (hektar), konsumsi rumah tang- ga dan mendaptakan skor pada kuisioner yang telah disediakan dan di interpretasikan dalam bentuk narasi. Dalam penelitian ini dapat diperoleh sebagian besar petani karet memiliki tingkat pendidikan yang masih rendah, luas lahan yang sedikit, pendapatan dari hasil usahatani karet yang masih tergolong rendah. Keadaan ekonomi petani karet juga masih tergolong rendah di sebabkan rendahnya harga dan hasil produksi yang diterima oleh petani karet dari hasil usahatani karet.
Telaah Terhadap Pendapatan dan Kelayakan Ekonomi Usahatani Kopi (Studi Kasus: Desa Saut Banua Simanosor Kec. Siapar Dolok Hole Kab. Tapanuli Selatan) Agung Wirawan Sugito
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian [JIMTANI] Vol 1, No 4 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.112 KB)

Abstract

Lokasi Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Siapar Dolok Hole, Kabupaten Tapanuli selatan. Pemilihan lokasi ini dilakukan dengan cara sengaja, Pengumpulan data penelitian ini diperoleh dari kuisioner dan wawancara dengan data primer dan data sekunder. Metode penarikan sampel dilakukan dengan metode sensus (Nonprobability sampling) atau disebut sampel jenuh yang dimata semua anggota populasi dijadikan sampel.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Analisis Usahatani Kopi di Kecamatan Siapar Dolok Hole Kabupaten Tapanuli Selatan  berdasarkan Biaya usahatani dan Penerimaan Usaha tani. Biaya ini juga terdiri dari biaya tidak tetap dan biaya tetap, biaya tidak tetap meliputi pengeluaran produksi kopi untuk biaya habis pakai seperti penggunaan pupuk, pestisida dan pemakaian tenagan kerja.Sedangkan untuk biaya tetap produksi usahatani kopi ini ialah hanya penggunaan lahan sebagai media penanaman kopi.Untuk penerimaan dan pendapatan usaha tani kopi di Kecamatan Siapar Dolok Hole ini para usahatani kopi memiliki pendapatan maupun penerimaan yang lebih signifikan dari biaya produksi untuk usahatani kopi ini. Berdasarkan penelitian, Pendapatan usahatani kopi di Kecamatan Siapar Dolok hole ini mencapai Rp 35.926.583. dengan biaya produksi mencapai sebesar Rp 13.494.876. Jadi para usahatani Kopi mendapat keuntungan dari usahanya sebesar Rp. 22.431.707.untuk pertahunnya.Kata Kunci: Kelayakan Finansia, Usahatani Kopi
Pemanfaatan Tepung Kulit Pisang Raja (Musa sapientum) Sebagai Bahan Penstabil Pada Pembuatan Es Krim Rasa Pisang Afnida Sari Batubara
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian [JIMTANI] Vol 1, No 4 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.541 KB)

Abstract

Es krim adalah produk makanan beku yang dibuat melalui kombinasi proses pembekuan dan agitasi pada bahan yang terdiri dari susu dan produk susu, pemanis, stabilisator, pengemulsi dan penambahan rasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan perasa pisang terhadap mutu es krim yang dihasilkan dan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung kulit pisang terhadap mutu es krim yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial (RAL) dengan dua (2) ulangan. Faktor 1 adalah perasa pisang dengan lambang (P) yang terdiri dari 4 taraf yaitu P1 = 0%, P2 = 0,5%, P3 = 1%, P4 = 1,5%. Faktor 2 adalah penambahan tepung kulit pisang dengan simbol huruf (T) yang terdiri dari 4 taraf yaitu T1 = 2%, T2 = 4%, P3 = 6%, T4 = 8%. Parameter yang diamati disertakan kandungan kadar lemak, kadar karboidrat, kadar abu, daya leleh, overrun, organoleptik warna, rasa, aroma dan tekstur. Hasil analisis statistik masing-masing parameter penambahan perasa pisang memberikan pengaruh berbeda tidak nyata (p0.05) keseluruh parameter. Demikian juga dengan penggunaan tepung kulit pisang memberikan pengaruh berbeda sangat nyata (p0,05) keseluruh parameter. Kata Kunci: Kulit Pisang, Es Krim, Rasa Pisang
Analisis Pengembangan Usaha Agrowisata Stroberi (fragaria choiloensis L.) Petik Sendiri (Studi Kasus: Di Desa Tongkoh, Kecamatan Dolat Rayat, Kabupaten Karo) Gita Riana Pasaribu
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian [JIMTANI] Vol 1, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.595 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui Bagaimana Strategi Pengembangan Usaha Agrowisata Stroberi Petik Sendiri di daerah. Penentuan lokasi penelitian di lakukan secara sengaja (purposive) yaitu karena sesuai karakteristik dan tujuan penelitian yakni di desa Tongkoh kecamatan Dolat Rayat Kabupaten Karo, Sumatera Utara sampel ditentukan Dengan menggunakan metode slovin jumlah sampel adalah sebesar 26 petani. Untuk menganalisis masalah yaitu Pengembangan Usaha Agrowisata Stroberi Petik Sendiri dilakukan dengan menggunakan Analisis SWOT. Hasil dari penelitian ini sebagai berikut: 1.Nilai skor IFE sebear 1,25 yang terletak pada kuadran kekuatan dan EFE sebesar0,50 yang terletak pada kuadran I (growth) atau  pertumbuhan. Strategi yang diterapkan dalam kondisi ini adalah mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif. Rekomendasi strategi untuk pengembangan usaha agrowisata stroberi petik sendiri adalah strategi SO (Strength and Opportunities) Adapun Strategi SO sebagai berikut: a). Kondisi lingkungan yang cocok untuk kegiatan usahatani stroberi dan produk yang dihasilkan berkualitas dapat dimamfaatkan oleh pelaku usaha untuk menguasai pasar yang masih terbuka (S1, S4 dan O3). b). Menarik minat investasi dari berbagai pihak guna dapat kuantitas dan mutu dari stroberi yang dihasilkan (o4 dan S4).Kata Kunci: SWOT, Usahatani Stroberi, Strategi Pengembangan Usaha

Page 6 of 22 | Total Record : 214