cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Majalah Ilmiah Sultan Agung
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 68 Documents
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ANGKAK TERHADAP KADAR HDL DARAH (Studi Eksperimental pada Tikus Jantan Galur Wistar yang Mendapat Diet Tinggi Lemak) Edijanti Goenarwo
Majalah Ilmiah Sultan Agung Vol 49, No 125 (2011): Jurnal Majalah Ilmiah Sultan Agung,november 2011
Publisher : Majalah Ilmiah Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Red yeast rice contains fiber, monakolin-K and other unsaturated fatty acids, which can allegedly be used to prevent coronary heart disease that is triggered by elevated levels of blood cholesterol and low HDL blood. Therefore, to investigate the effect of red yeast rice extract on blood levels of HDL cholesterol in mice that received high-fat diet. This study used a randomized design of post test control group design. The samples used were male rats of wistar strain were 24 tails. In this study there were 4 groups (I, II, III, IV), namely group I only fed with standard (PS), group II was given PS and high-fat diet (DTL), group III was given PS, DTL, and 20 mg of red yeast rice extract group IV were given PS, DTL and 40 mg of red yeast rice extract. Examination of blood HDL levels performed on day 22 of treatment. Data were tested with one-way Anova test followed by LSD post hoc test.The results show average blood levels of HDL cholesterol: the group I amounted to 43.2850 mg / dl, group II of 35.8183 mg / dl, group III of 42.4267 mg / dL and group IV of 48.2467 mg / dl. Having tested with one-way ANOVA test at level of 95% obtained significant results (p <0.05). In post hoc LSD test showed that on average significantly different from group II with group I, III and IV. (P <0.05) while between group I, III and IV obtained results do not differ (p> 0.05).From the results of these studies concluded that administration of red yeast rice extract effect on blood HDL rats fed high-fat diet, and red yeast rice extract 20 mg and 40 mg can raise levels of blood HDL wistar strain male rats fed high-fat diet. Keywords  :  red yeast rice extract, blood HDL levels.
APLIKASI INTERAKTIF PEMBELAJARAN AKSARA JAWA Ir. Ida Widihastuti; Muhammad Khosyi’in, ST., MT.
Majalah Ilmiah Sultan Agung Vol 50, No 127 (2012): Jurnal Majalah Ilmiah Sultan Agung,Maret - Mei 2012
Publisher : Majalah Ilmiah Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aksara Jawa merupakan salah satu peninggalan budaya yang tak ternilai harganya. Dalam upaya ikut menjaga peninggalan budaya, suatu media pembelajaran tentang aksara Jawa dapat dihadirkan dengan memanfaatkan teknologi komputer berbentuk multimedia interaktif. Salah satu perangkat lunak yang sangat mendukung dalam penerapannya adalah Macromedia Flash CS3. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimanakah merencanakan, membuat atau memproduksi dan menguji perangkat lunak berupa multimedia interaktif untuk pembelajaran aksara Jawa dengan Macromedia Flash CS3 . Sasaran dari pengguna media pembelajaran ini adalah kalangan umum bagi siapa saja yang memebutuhkan. Tujuan dari pembuatan media pembelajaran ini adalah untuk membantu pembelajaran aksara Jawa dengan pokok bahasan sejarah aksara Jawa dalam cerita ajisaka, aksara carakan beserta pasangan, sandhangan, aksara murda, aksara swara, aksara rekan, angka Jawa, tanda baca serta evaluasi yang dikembangkan dengan Macromedia Flash CS3 . Media pembelajaran aksara Jawa dapat memberikan konstribusi bagi dunia pendidikan, khususnya peaenfaat teknologi bagi pendidika. Selain itu aplikasi juga memberikan konstribusi dalam upaya pelestarian aksara Jawa berbentuk teknologi multimedia. Kata Kunci : Aksara Jawa, Pembelajaran Interaktif, Macromedia Flash CS 3
PEMUTIHAN GIGI (TOOTH-WHITENING) PADA GIGI YANG MENGALAMI PEWARNAAN Ratnawati Hendari
Majalah Ilmiah Sultan Agung Vol 44, No 118 (2009): Jurnal Majalah Ilmiah Sultan Agung, Juni - Agustus 2009
Publisher : Majalah Ilmiah Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemutihan gigi adalah prosedur untuk mencemerlangkan gigi dan menghilangkan pewarnaan gigi. Tindakan pemutihan gigi  telah populer, karena sesuai kebutuhan estetika masyarakat sekarang ini. Tulisan ini bertujuan untuk mereview beberapa hal yang terkait dengan pewarnaan gigi, bahan dan aplikasi pemutihan gigi. Metode pemutihan gigi termasuk di dalamnya penggunaan bahan pemutih peroksida, konsentrasi bahan,  pH, waktu aplikasi, frekuensi aplikasi, suhu, teknik pelaksanaan. Walaupun demikian bahan pemutih gigi ini mempunyai efek samping pada jaringan keras, mukosa, dan sensitifitas gigi. Kesimpulan dari tulisan ini adalah bahwa pengetahuan tentang penyebab, mekanisme  pewarnaan gigi penting diketahui untuk menentukan keberhasilan perawatan pemutihan gigi.Kata kunci: pemutihan gigi, pewarnaan gigi, peroksida
ANALISIS MINYAK ATSIRI SERAI (Cymbopogon citratus) SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN IRIGASI SALURAN AKAR GIGI DENGAN MENGHAMBAT PERTUMBUHAN Enterococcus faecalis Uswatun Nisaa’ Arum Darjono
Majalah Ilmiah Sultan Agung Vol 49, No 124 (2011): Jurnal Majalah Ilmiah Sultan Agung, Juli 2011 (Edisi Khusus FKG)
Publisher : Majalah Ilmiah Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perawatan saluran akar merupakan pilihan perawatan untuk penyakit pulpa pada saluran akar dengan menghilangkan bakteri dan produk metabolismenya dari sistem saluran akar. Tujuan perawatan saluran akar yaitu membersihkan dan mendisinfeksi sistem saluran akar sehingga mengurangi munculnya bakteri, menghilangkan jaringan nekrotik, dan membantu proses penyembuhan periapikal.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan minyak atsiri serai (Cymbopogon citratus) dalam menghambat Enterococcus faecalis sebagai alternatif bahan irigasi saluran akar.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimental laboratoris. Penyiapan koloni bakteri E. faecalis dari biakan murni dan ditanam dalam media kemudian diinkubasi selama 24 jam pada suhu 37oC. Setelah itu dilakukan pengenceran dengan larutan garam fisiologis sesuai standar kekeruhan Brown III. Kemudian pengujian daya antibakteri dengan metode difusi menggunakan 6 replikasi cawan petri berisi MHA. Setelah suspensi bakteri diratakan pada MHA, pada setiap cawan petri dibuat 6 lubang sumuran dengan diameter 6 mm menggunakan perforator. Masing-masing lubang sumuran diisi dengan larutan minyak atsiri serai sebanyak 50 μl dengan konsentrasi 10% pada lubang pertama, 12,5% pada lubang kedua, 15% pada lubang ketiga, 17,5% pada lubang keempat, 20% pada lubang kelima, dan EDTA sebagai kontrol positif pada lubang keenam. Setelah semua lubang terisi larutan, cawan petri dimasukkan ke dalam anaerobic jar dan diinkubasi selama 24 jam pada suhu 370 C suasana anaerob. Dua puluh empat jam setelah dilakukan inkubasi, zona hambat yang terbentuk dapat diukur. Pengukuran zona hambat di sekitar sumuran dilakukan menggunakan jangka sorong digital dengan ketelitian 0,01 mm. Cara pengukuran yaitu dengan membuat dua garis tegak lurus melalui titik pusat lubang sumuran (garis AB dan garis CD) kemudian bentuk garis yang ketiga di antara kedua garis tegak lurus tersebut sehingga membentuk sudut 450 terhadap dua garis lurus tersebut (garis EF). Data yang diperoleh dianalisis dengan uji LSD. Hasil penelitian menunjukkan terdapat Minyak atsiri serai (Cymbopogon citratus) konsentrasi memiliki daya antibakteri terhadap pertumbuhan Enterococcus faecalis. Konsentrasi minyak atsiri serai (Cymbopogon citratus) sebesar 20% memiliki daya hambat terhadap pertumbuhan E. faecalis yang hampir sama dengan EDTA (bahan irigasi saluran akar).Kata Kunci : minyak atsiri serai, irigasi saluran akar, E. faecalis.
KANKER PARU MERUPAKAN FAKTOR RISIKO TERJADINYA EFUSI PLEURA DI RUMAH SAKIT Dr. MOEWARDI SURAKARTA Agus Suprijono; - Chodidjah; Agung Tri Cahyono
Majalah Ilmiah Sultan Agung Vol 50, No 126 (2012): Jurnal Majalah Ilmiah Sultan Agung,Des 2011-Feb 2012
Publisher : Majalah Ilmiah Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Insiden kanker paru meningkat di seluruh dunia, angka kematian akibat kanker paru meningkat dengan cepat. Kanker paru telah diketahui dapat menyebabkan efusi pleura. Efusi pleura pada penyakit keganasan biasanya mempunyai prognosis yang buruk, dengan harapan hidup kurang dari satu tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kanker paru merupakan faktor risiko terjadinya efusi pleura di Rumah Sakit Dr. Moewardi, Surakarta periode 1 Januari – 31 Desember 2007.Sampel pada penelitian ini adalah pasien rawat inap pemyakit paru di bangsal paru di rumah sakit Dr. Moewardi Surakarta, periode 1 Januari 2007-31 Desember 2007 yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi sebanyak 1264 orang. Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Data yang diambil berupa data sekunder dari catatan medik pasien rawat inap penyakit paru di rumah sakit Dr. Moewardi Surakarta. Analisis data yang digunakan adalah uji statistik rasio prevalensi.            Pada penelitian ini, didapatkan 1264 sampel yang memenuhi kriteria, dikelompokkan menjadi 2 yaitu penderita kanker paru berjumlah 152 orang dengan 114 orang mengalami efusi pleura dan 38 pasien tidak mengalami efusi pleura, sedangkan kelompok bukan penderita kanker paru berjumlah 1112 orang dengan 93 pasien mengalami efusi pleura dan 1019 pasien tidak mengalami efusi pleura. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji statistik rasio prevalensi, dari hasil perhitungan didapatkan nilai RP 11,25 sedangkan IK95% antara 1,057 sampai 1,187 selalu diatas 1.            Berdasarkan uji statistik rasio prevalensi dapat disimpulkan bahwa  kanker paru merupakan faktor risiko terjadinya efusi pleura, dimana risiko terjadinya efusi pleura 11,25 kali lebih besar pada penderita kanker paru.* kata kunci : kanker paru, efusi pleura
METODE KOMPREHENSIF DALAM PENDIDIKAN KARAKTER Mustopa Halmar
Majalah Ilmiah Sultan Agung Vol 50, No 128 (2012): Jurnal Majalah Ilmiah Sultan Agung, Juni - Agustus 2012
Publisher : Majalah Ilmiah Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemerintah telah membuat Kebijakan Nasional Pembangunan Karakter Bangsa Tahun 2010-2025. Tujuan kebijakan nasional tersebut adalah untuk: “membina dan mengembangkan karakter warga negara sehingga mampu mewujudkan masyarakat yang ber-Ketuhanan Yang Maha Esa, berkemanusiaan yang adil dan beradab, berjiwa persatuan Indonesia, berjiwa kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia” (Pemerintah RI, 2010: 4). Inti dari tujuan tersebut adalah membina dan mengembangkan warga Negara menjadi masyarakat yang pancasilais. Ruang lingkupnya meliputi: keluarga, satuan pendidikan, pemerintahan, masyarakat sipil, masyarakat politik, dunia usaha dan industri, dan media masa. Dalam hal ini, satuan pendidikan, terutama pendidikan formal sangat sentral posisi dan perannya. Karena itu sekolah harus menyediakan lingkungan yang kondusif yang memudahkan terjadinya perubahan perilaku ke arah pembentukan karakter yang baik. Melalui upaya pembelajaran yang terintegrasi, baik intra kurikuler maupun ekstra kurikuler dan penerapan metode atau strategi yang komprehensif, pelaksanaan pendidikan karakter akan berjalan efektif dan efisien. Istilah komprehensif yang digunakan dalam pendidikan karakter menurut Kirschenbaum (dalam Zuchdi, 2011: 6) mencakup berbagai aspek; isi (materi) dan metodenya harus komprehensif, pendidikan karakter terjadi dalam keseluruhan proses pendidikan, dan pendidikan karakter  hendaknya terjadi melalui kehidupan dalam masyarakat. Furqon Hidayatullah (2010: 23) mengatakan idealnya pebentukan atau pendidikan karakter diintegrasikan ke seluruh aspek kehidupan sekolah. Karena itu, pemahaman dan kesadaran dari seluruh warga sekolah tentang pentingnya pendidikan karakter harus diupayakan, terutama guru yang memiliki peran dan fungsi secara langsung berdekatan dengan peserta didik.  Kata Kunci: Pendidikan Karakter dan Metode Komprehensif
Efektivitas Ekstrak Daun Dewa (Gynura Pseudochina (Lour.) Dc) Terhadap Pertumbuhan Candida Albicans Pada Plat Dasar Gigi Tiruan Resin Akrilik Erwid Fatchur Rahman
Majalah Ilmiah Sultan Agung Vol 48, No 123 (2010): Jurnal Majalah Ilmiah Sultan Agung, Juli 2010 (Edisi Khusus FKG)
Publisher : Majalah Ilmiah Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daun dewa is tradional medicine plants, containts flavonoid, saponin alkaloid, tannin and atsiri oil. The aim of this research is to know the effect of daun dewa extract to the growth of candida albicans on acrylic resin denture base.The research used 31 heat cured acrylic resin discuses with 10 mm in diameter  and 2 mm in thickness. The subjects were incubated in 10 ml candida albicans suspension for 24 hours at 37⁰C. the subjects were divided into 3 groups . each group consisted of 10 acrilic resin discuses soaked in daun dewa extract with different concentration , 25%, 5%, 10%. The control was soaked in sterile aquades. The duration of soaking was 8 hours at room temperature. The solution 0.,01 ml from serial dilutions 10⁻³ were planted in sabouraund dextrose Agar Media. They were incubated. Four 48 hours at 37⁰ and the colonies of candida albicans were counted. The collected data were analyzed by using one way Analysis varian and t-test.The result showed that there was a significant difference of daun dewa extract among 2,5%, 5% and 10% concentrations to the growth of candida albicans (p<0.05). the conclution of this research was that the daun dewa extrac has an effect to reduce the growth of candida albicans on acrylic resin denture base. 10% concentrations of daun dewa extract is the most effective in reducing to the growth of candida albicans.Keyword : daun dewa, candida albicans, acrylic resin denture base
HUBUNGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN KEJADIAN INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT (ISPA) PADA BAYI Pujiati Abbas; Aprillia Sri Haryati
Majalah Ilmiah Sultan Agung Vol 49, No 123 (2011): Jurnal Majalah Ilmiah Sultan Agung, Maret - Mei 2011
Publisher : Majalah Ilmiah Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Acute Respiratory Infections (ARI) is the most one of the childrendeath cause in developing country. The giving of exclusive breast feedingand the environment become the factors that influence of AcuteRespiratory Infections. This research is purposed to know the relationbetween exclusive breast feeding with the number of ARI cases in flat unitof Bandung Bondowoso Puncak Gading, Kaligawe Sawah Besar andBedagan Semarang.The research is using analitic observational method with Cross-Sectional design. The research was done for twelve months baby in flatunit of Bandung Bondowoso Puncak Gading, Kaligawe Sawah Besar andBedagan Semarang with 120 babies for sample, that have fulfilled theinclusive criteria and the exclusive criteria. The data that was used areprimer data from the quetioners, that was filled by the researcher whendong the observation in flat unit of Bandung Bondowoso Puncak Gading,Kaligawe Sawah Besar and Bedagan Semarang. Then the data wasanalyzed by chi square to know the relation between exclusive breastfeeding with ARI cases. Furthermore, it was tested with coefisien to knowthe closeness relation between exclusive breast feeding with ARI cases.The result of research with chi square test was got p = 0,000 andthe result of coefisien contingensi test was 0,663.The conclusion of the research is, there are relation betweenexclusive breast feeding with ARI cases in flat unit of BandungBondowoso Puncak Gading, Kaligawe Sawah Besar and BedaganSemarang with the closeness level is strong.Key word : exclusive breast feeding, ARI ABSTRAKInfeksi saluran pernapasan akut (ISPA) merupakan salah satupenyebab kematian tersering pada anak di negara sedang berkembang.Pemberian air susu ibu (ASI) eksklusif dan lingkungan menjadi faktor yangmempengaruhi kejadian ISPA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuiadanya hubungan antara pemberian ASI eksklusif dengan angka kejadianISPA di Rumah Susun Bandung Bondowoso Pucang Gading, KaligaweSawah Besar, dan Bedagan di Semarang.Penelitan ini menggunakan metode analitik observasional denganrancangan Cross-Sectional. Penelitian dilakukan pada anak usia 12 bulandi Rumah Susun Bandung Bondowoso Pucang Gading, Kaligawe SawahBesar, dan Bedagan di Semarang dengan sampel sebanyak 120 anakyang telah memenuhi kriteria inklusi dan kriteria eksklusi. Data yangdigunakan adalah data primer dari kuesioner yan diisi oleh peneliti saatmelakukan observasi di Rumah Susun Bandung Bondowoso PucangGading, Kaligawe Sawah Besar, dan Bedagan di Semarang. Kemudiandata yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan chi-square untukmengetahui adanya hubungan pemberian ASI eksklusif dengan kejadianISPA. Selanjutnya diuji dengan koefisien untuk mengetahui keeratanhubungan antara ASI eksklusif dengan kejadian ISPA.Hasil penelitian dengan uji chi-square didapatkan p = 0,000 danhasil uji koefisien kontingensi adalah 0,663.Disimpulkan bahwa ada hubungan antara pemberian ASI eksklusifdengan kejadian ISPA di Rumah Susun Bandung Bondowoso PucangGading, Rumah Susun Kaligawe Sawah Besar, dan Rumah SusunBedagan di Semarang dengan tingkat keeratan yang kuat.Kata kunci : ASI eksklusif, ISPA
UPAYA PREVENTIF PERMASALAHAN KESEHATAN REPRODUKSI PEREMPUAN LAPAS (Hasil Pengabdian Masyarakat “Penyuluhan Kesehatan Reproduksi dan Pemeriksaan Pap Smear” di Lembaga Pemasyarakatan [Lapas] Kelas IIA Perempuan Semarang) Noveri Aisyaroh
Majalah Ilmiah Sultan Agung Vol 50, No 126 (2012): Jurnal Majalah Ilmiah Sultan Agung,Des 2011-Feb 2012
Publisher : Majalah Ilmiah Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hak reproduksi dan kesehatan reproduksi sangat erat kaitannya dengan isu gender dan kesehatan perempuan, karena mereka mempunyai kebutuhan pelayanan kesehatan reproduksi yang khususnya sehubungan dengan kodratnya sebagai perempuan tak terkecuali perempuan yang berada di lapas. Adalah sangat penting untuk mengakui bahwa warga lapas berhak atas perawatan kesehatan tanpa diskriminasi, termasuk upaya-upaya pencegahan dengan standar yang setara dengan yang tersedia di masyarakat luar lapas (WHO, 1993). Narapidana perempuan menghadirkan tantangan tertentu bagi pihak yang berwenang atas lapas, karena mereka merupakan kelompok yang sangat kecil dalam populasi lapas. Perempuan memiliki akses yang lebih sedikit terhadap pelayanan perawatan kesehatan di lapas bila dibandingkan dengan napi laki-laki. Perawatan kesehatan reproduksi mungkin juga terbatas atau tidak tersedia dan berbagai materi promosi kesehatan, informasi dan pengobatan (termasuk untuk HIV dan ketergantungan obat) sering lebih terbatas di lapas perempuan di banding lapas untuk laki-laki. Beberapa kajian menunjukkan bahwa perempuan setidak-tidaknya dua kali lebih besar kemungkinannya untuk tertular HIV melalui seks. Infeksi Menular Seksual (IMS) yang sebelumnya sudah ada dapat meningkatkan risiko tertular HIV dan proporsi perempuan dalam lapas dengan IMS relatif tinggi. Pengabdian Masyarakat yang dilakukan dengan memberikan pendidikan kesehatan tentang kanker serviks dan pemeriksaan pap smear merupakan upaya preventif terhadap permasalahan kesehatan reproduksi. Adapun tujuan dari pelaksanaan tersebut menambah pengetahuan sehingga dapat meningkatkan kemandirian perempuan lapas dalam mengatur fungsi dan proses reproduksinya, sedangkan pemeriksaan pap smear merupakan upaya deteksi dini adanya keganasan. Peserta pendidikan kesehatan dari pengabdian masyarakat adalah semua penghuni lapas IIA Semarang, sedangkan pemeriksaan pap smear sebanyak 64 peserta. Dari 64 peserta, sebagian besar berada pada usia produktif yaitu 18-49 tahun sebanyak 93,75%. Hasil dari pemeriksaan pap smear didapatkan dengan hasil normal sebanyak 6,25% sisanya 93,75% abnormal. Sebagian besar hasil pemeriksaan adalah radang moderat sebanyak 26,56% diikuti radang difus/keras sebanyak 21,88%. Dari hasil pengabdian masyarakat yang telah dilakukan disarankan adanya pemeriksaan khusus atau rutin sebagai upaya deteksi dini adanya suatu kelainan yang abnormal.
Oxidasi Biologi, Radikal Bebas, dan Antioxidant Eni Widayati
Majalah Ilmiah Sultan Agung Vol 50, No 128 (2012): Jurnal Majalah Ilmiah Sultan Agung, Juni - Agustus 2012
Publisher : Majalah Ilmiah Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introductions : Aerobic metabolism process induces production of free radicals (ROS) 2.5% of oxygen consumption or about 3.4 kg/24 hours.  Content : Stressor likes ultraviolet radiation, hypoxia, hyperoxia, pollutant, and other chemical substances could induce ROS production. Stressor also stimulates secretion of antioxidant enzymatic such as catalase, hydropheroxidase, and superoxide dismutase. The ROS produced will disturb homeostasis or stimulate cell growth, dependent on the level of ROS. When the ROS level is overwhelm the antioxidant capacity, cell leading to undergo oxidative stress. If the ROS level and antioxidant capacities are equilibrium, it leading to cell growth. Other resources of ROS result from biologic oxidation reaction particularly from mitochondria. To scavenge ROS, cell has provided several antioxidants water and lipid soluble both enzymatic and non-enzymatic.Conclusion : The ROS is produced in aerobically life resulted from oxidative phosphorilations chain reaction. Cell provides the antioxidant both enzymatic and non-enzymatic in order to scavenge it.            Keywords : Biologic oxidation, ROS, Antioxidants