cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Majalah Ilmiah Sultan Agung
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 68 Documents
EFEKTIFITAS PELAKSANAAN SISTEM PEMBUKTIAN TERBALIK TERHADAP PERKARA KORUPSI DALAM MEWUJUDKAN NEGARA HUKUM DI INDONESIA Jawade Hafidz
Majalah Ilmiah Sultan Agung Vol 44, No 118 (2009): Jurnal Majalah Ilmiah Sultan Agung, Juni - Agustus 2009
Publisher : Majalah Ilmiah Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Reversal of burden proof system arranged in Code Number 31 Year 1999 jo. Code Number 20 Year 2001. In this reversal of burden proof system, defendant have to prove that its estae not a result of public prosecutor and corruption also remain to have obligation to prove its assertion. This reversal of burden proof system conducted because is difficult of verification him to corruption doing an injustice by public prosecutor if using arranged verification system in Code Number 8 Year 1981 (Code Procedure of Criminal).Keyword : Corruption and Reversal of Burden Proof System
EFEKTIVITAS RESIN BIS-GMA SEBAGAI BAHAN FISSURE SEALANT PADA PERUBAHAN SUHU DALAM MENGURANGI KEBOCORAN TEPI (Penelitian Eksperimental Laboratoris) Sandy Christiono
Majalah Ilmiah Sultan Agung Vol 49, No 124 (2011): Jurnal Majalah Ilmiah Sultan Agung, Juli 2011 (Edisi Khusus FKG)
Publisher : Majalah Ilmiah Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anatomi pit dan fissure pada gigi telah lama diketahui sebagai tempat yang rentan sebagai awal mula karies gigi. Dalam penutupan pit dan fissure kita tidak terlepas dari pemilihan bahan yang digunakan. Pit dan fissure sealant telah digunakan dalam strategi preventif sejak tahun 1970an, dan menjadi perawatan non-invasif yang paling efektif untuk mencegah karies. Saat ini, bahan yang sering digunakan adalah Resin Bis-GMA dan Glass Ionomer. Penulisan makalah ini bertujuan untuk mengetahui kebocoran tepi bahan Resin Bis-GMA dan Glass Ionomer Cement pada perubahan suhu sebagai bahan sealant pada anak-anak. Dengan adanya perbedaan nilai koefisien ekspansi termal dapat menyebabkan perbedaan muai bahan fissure sealant dengan jaringan gigi pada waktuterjadi perubahan suhu. Akibatnya akan terjadi kebocoran tepi diantara bahan fissure sealant dengan jaringan gigi. Dapat disimpulkan bahwa pada bahan fissure sealant Resin Bis-GMA dan Glass Ionomer Cement keduanya didapatkan adanya kebocoran tepi pada perubahan suhu.Kata Kunci : Kebocoran tepi, fissure sealant, Resin Bis-GMA, Glass Ionomer cement, Perubahan suhu
PENGARUH PEMBERIAN TIMBAL (Pb) PER ORAL TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI HEPAR Studi Eksperimental Laboratorik Pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) Jantan Galur Wistar Agus Suprijono; - Chodidjah; Shaher Banun
Majalah Ilmiah Sultan Agung Vol 50, No 126 (2012): Jurnal Majalah Ilmiah Sultan Agung,Des 2011-Feb 2012
Publisher : Majalah Ilmiah Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lead (Pb) is a highly toxic heavy metal which is of no use to the human body, and can accumulated in the body. The main sources of lead pollution are automobile exhaust, and contaminated food and drink. Toxic effects of lead may cause hypertension and ischemia in Heart muscle. This study aimed to investigate the effect of administration lead (Pb) orally on histopathological feature of the liver.An experimental research with a randomized control group post test design was conducted for 14 days. In this study, 25 male wistar strain rats were randomly divided into five groups to receive one of following treatment :  standard diet and distilled water (K-I as control group), K-ll be given a standard diet, distilled water and 2,5 mg of lead (Pb)/ day per oral, K-III was given a standard diet, distilled water and 5 mg of lead (Pb)/ day per oral, K-IV was given a standard diet, distilled water and 7,5 mg of lead (Pb)/ day per oral  and K-IV given a standard diet, distilled water and 10 mg of lead (Pb)/ day per oral. Wet fixation methods and histopathological examination of liver were conducted after day 14. Data were analyzed with Kruskal Wallis test and continued by Mann Whitney U test to show the significancy.Results showed significanly no damage to Liver cells group I,II,III,and IV but show significantly on the fifth group. This study conclude that administration of lead (Pb) orally by 10 mg doses affect on the histopathological feature of the Liver of male wistar strain rats.Keywords: Lead (Pb), histopathological feature of the liver
PEMBERIAN ZAT BESI (Fe) DALAM KEHAMILAN Is Susiloningtyas
Majalah Ilmiah Sultan Agung Vol 50, No 128 (2012): Jurnal Majalah Ilmiah Sultan Agung, Juni - Agustus 2012
Publisher : Majalah Ilmiah Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu masalah gizi yang banyak terjadi pada ibu hamil adalah anemia gizi, yang merupakan masalah gizi mikro terbesar dan tersulit diatasi di seluruh dunia.2 World Health Organization (WHO)  melaporkan bahwa terdapat 52% ibu hamil mengalami anemia di negara berkembang. Di Indonesia (Susenas dan Survei Depkes-Unicef) dilaporkan bahwa dari sekitar 4 juta ibu hamil, separuhnya mengalami anemia gizi dan satu juta lainnya mengalami kekurangan energi kronis.Anemia sering terjadi akibat defisiensi zat besi karena pada ibu hamil terjadi peningkatan kebutuhan zat besi dua kali lipat akibat peningkatan volume darah tanpa ekspansi volume plasma, untuk memenuhi kebutuhan ibu (mencegah kehilangan darah pada saat melahirkan) dan pertumbuhan janin.Hal ini telah dibuktikan di Thailand bahwa penyebab utama anemia pada ibu hamil adalah karena defisiensi besi (43,1%. Demikian pula dengan studi di Tanzania memperlihatkan bahwa anemia ibu hamil berhubungan dengan defisiensi zat besi (p = 0,03), vitamin A (p =0,004) dan status gizi (LILA) (p = 0,003).7 Terdapat korelasi yang erat antara anemia pada saat kehamilan dengan kematian janin, abortus, cacat bawaan, berat bayi lahir rendah, cadangan zat besi yang berkurang pada anak atau anak lahir dalam keadaan anemia gizi.Kata Kunci: Kehamilan, Anemia, Zat Besi
Bernafas Lewat Mulut Sebagai Faktor Ekstrinsik Etiologi Maloklusi (Studi Pustaka) Andina Rizkia Putri Kusuma
Majalah Ilmiah Sultan Agung Vol 48, No 123 (2010): Jurnal Majalah Ilmiah Sultan Agung, Juli 2010 (Edisi Khusus FKG)
Publisher : Majalah Ilmiah Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyebab utama terjadinya pernafasan mulut adalah karena ketidak mam- puan bernafas secara optimal melalui hidung (Achmad, 2005). Kelainan intranasal merupakan salah satu etiologi bernafas lewat mulut (Finn, 1973). Alergi dan kea- daan septum nasi yang bengkok menyebabkan aliran udara pernafasan tersumbat, sehingga tubuh akan mengalihkan fungsi hidung ke mulut agar tetap mendapatkan asupan oksigen yang cukup (Achmad, 2005; Purwanegara, 2005). Mulut yang berfungsi sebagai jalan nafas akan selalu berada dalam keadaan terbuka, mengaki- batkan gigi-gigi atas dan bawah tidak dapat berkontak secara optimal sehingga  memungkinkan terjadi erupsi berlebih gigi-gigi posterior. Rahang bawah yang tu- run untuk memperlancar asupan udara pernafasan lewat mulut, menyebabkan  gangguan pertumbuhan rahang sehingga memungkinkan berkembangnya malok- lusi (Padolsky, 2005; Purwanegara, 2005).Telaah pustaka ini menyimpulkan bahwa (1) Bernafas lewat mulut berpengaruh terhadap struktur kraniofasial, menye- babkan rahang bawah berotasi ke posteroinferior, pertumbuhan rahang ba- wah dalam arah vertikal berlebih, rahang atas dan bawah retrognatik, serta  kontraksi lengkung gigi rahang atas. (2) Bernafas lewat mulut juga bepengaruh terhadap gigi-geligi, cenderung  menimbulkan maloklusi Angle Kelas II divisi 1, peningkatan jarak gigit, gigitan terbuka anterior, gigitan silang posterior, dan gigi berjejal.Kata Kunci : bernafas lewat mulut, etiologi maloklusi
UPAYA PREVENTIF PERMASALAHAN KESEHATAN REPRODUKSI PEREMPUAN LAPAS Noveri Aisyaroh
Majalah Ilmiah Sultan Agung Vol 49, No 123 (2011): Jurnal Majalah Ilmiah Sultan Agung, Maret - Mei 2011
Publisher : Majalah Ilmiah Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hak reproduksi dan kesehatan reproduksi sangat erat kaitannya dengan isu gender dan kesehatan perempuan, karena mereka mempunyai kebutuhan pelayanan kesehatan reproduksi yang khususnya sehubungan dengan kodratnya sebagai perempuan tak terkecuali perempuan yang berada di lapas. Adalah sangat penting untuk mengakui bahwa warga lapas berhak atas perawatan kesehatan tanpa diskriminasi, termasuk upaya-upaya pencegahan dengan standar yang setara dengan yang tersedia di masyarakat luar lapas (WHO, 1993). Narapidana perempuan menghadirkan tantangan tertentu bagi pihak yang berwenang atas lapas, karena mereka merupakan kelompok yang sangat kecil dalam populasi lapas. Perempuan memiliki akses yang lebih sedikit terhadap pelayanan perawatan kesehatan di lapas bila dibandingkan dengan napi laki-laki. Perawatan kesehatan reproduksi mungkin juga terbatas atau tidak tersedia dan berbagai materi promosi kesehatan, informasi dan pengobatan (termasuk untuk HIV dan ketergantungan obat) sering lebih terbatas di lapas perempuan di banding lapas untuk laki-laki. Beberapa kajian menunjukkan bahwa perempuan setidak-tidaknya dua kalilebih besar kemungkinannya untuk tertular HIV melalui seks. Infeksi Menular Seksual (IMS) yang sebelumnya sudah ada dapat meningkatkan risiko tertular HIV dan proporsi perempuan dalam lapas dengan IMS relatif tinggi. Pengabdian Masyarakat yang dilakukan dengan memberikan pendidikan kesehatan tentang kanker serviks dan pemeriksaan pap smear merupakan upaya preventif terhadap permasalahan kesehatan reproduksi. Adapun tujuan dari pelaksanaan tersebut menambah pengetahuan sehingga dapat meningkatkan kemandirian perempuan lapas dalam mengatur fungsi dan proses reproduksinya, sedangkan pemeriksaan pap smear merupakan upaya deteksi dini adanya keganasan. Peserta pendidikan kesehatan dari pengabdian masyarakat adalah semua penghuni lapas IIA Semarang, sedangkan pemeriksaan pap smear sebanyak 64 peserta. Dari 64 peserta, sebagian besar berada pada usia produktif yaitu 18-49 tahun sebanyak 93,75%. Hasil dari pemeriksaan pap smear didapatkandengan hasil normal sebanyak 6,25% sisanya 93,75% abnormal. Sebagian besar hasil pemeriksaan adalah radang moderat sebanyak 26,56% diikuti radang difus/keras sebanyak 21,88%. Dari hasil pengabdian masyarakat yang telah dilakukan disarankan adanya pemeriksaan khusus atau rutin sebagai upaya deteksi dini adanya suatu kelainan yang abnormal.
FAKTOR-FAKTOR DETERMINAN YANG MEMPENGARUHI LOYALITAS KONSUMEN INDOMIE DI WILAYAH PROPINSI JAWA TENGAH Dian Marhaeni K; - Trimanah, MSi
Majalah Ilmiah Sultan Agung Vol 49, No 125 (2011): Jurnal Majalah Ilmiah Sultan Agung,november 2011
Publisher : Majalah Ilmiah Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The study was conducted to determine what factors are affecting the determinants of consumer loyalty in the community Indomie Central Java. The theory used is a theory about the brand and brand equity of Terrence A. Shimp. As for the analysis of the data used is descriptive quantitative analysis based on survey results analyzed in the field. The results of this study indicate that the crisis that hit the Indomie brand some time ago due to withdrawal from the market in Taiwan, had no effect on the purchasing power or the society's view of this product. They remain unaffected Indomie consumer issues as the theory presented by Jacoby and Kryner  which states the brand loyalty is a behavioral response that is biased, expressed continuously by the decision-making unit with respect to one or more alternative brands of a similar brand and is a function of psychological processes.Keyword : Determinant Factor, Consumers Loyality, Indomie Consumers
EFEKTIVITAS TRAINING EFIKASI DIRI PADA PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIK DALAM MENINGKATKAN KEPATUHAN TERHADAP INTAKE CAIRAN Dwi Retno Sulistyaningsih
Majalah Ilmiah Sultan Agung Vol 50, No 128 (2012): Jurnal Majalah Ilmiah Sultan Agung, Juni - Agustus 2012
Publisher : Majalah Ilmiah Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang Masalah  umum yang banyak  dialami oleh pasien yang menjalani hemodialisis adalah  ketidakpatuhan terhadap regimen terapiutik.  Ketidakpatuhan  ditemukan pada semua aspek akan tetapi ketidakpatuhan terhadap pembatasan intake cairan adalah aspek yang paling sulit untuk sebagian besar pasien. Di salah satu rumah sakit di Jakarta masih banyak pasien yang tidak patuh terhadap intake cairan.Tujuan penelitian untuk mengetahui efektivitas training efikasi diri dalam meningkatkan kepatuhan terhadap intake cairan. Metode penelitian adalah merupakan penelitian experimen, menggunakan desain  quasi experiment dengan rancangan pretest-posttets, jumlah sampel 10 orang. Analisis statistik menggunakan t test.Hasil penelitian menunjukkan nilai p adalah 0,008 ( < 0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa training efikasi diri efektif untuk meningkatkan kepatuhan terhadap intake cairan pada pasien penyakit ginjal kronik.Keyword : training efikasi diri, kepatuhan, intake cairan, penyakit ginjal kronik
KONSEP BISNIS MULTILEVEL MARKETING DALAM PERSPEKTIF EKONOMI SYARI'AH Anis Tyas Kuncoro
Majalah Ilmiah Sultan Agung Vol 45, No 119 (2009): Jurnal Majalah Ilmiah Sultan Agung, Sept - Nov 2009
Publisher : Majalah Ilmiah Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam kajian ekonomi kontemporer, konsep ekonomi alternatif yang berbasiskan pada nash-nash syar'i dan teori-teori fikih atau al-ushul al-fiqhiyyah telah dipopulerkan oleh para ahli dengan istilah Ekonomi syari'ah. Sesungguhnya basis mendasar tentang  ekonomi syariah adalah terletak pada tatanan sistem ekonomi yang berlandaskan pada nilai-nilai ketuhanan.  Ia bertitik tolak dari Tuhan dan memiliki tujuan akhir pada Tuhan, dengan pilar utama keadilan, kehalalan dan kemanfaatan. Ketiganya mempunyai akar dan cabang serta pengaruh bagi aspek-aspek ekonomi dan perdagangan, baik dari segi produksi, konsumsi maupun distribusi berikut transaksi bisnis lainnya.Sesungguhnya di dalam aktifitas bisnis adanya anggapan yang disebut dengan bisnis amoral secara tegas dinafikan dalam Islam, karena bisnis adalah suatu aktifitas yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat pada umumnya yang terkait dengan memproduksi, mendistribusikan, menjual dan membeli barang yang perhatiannya bukan semata-mata pada perolehan keuntungan yang sebesar-besarnya tapi juga memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan yang universal, yaitu nilai akhlakul karimah.Oleh karenanya, salah satu hal mendasar yang harus senantiasa dikedepankan dalam aktifitas membangun jejaring bisnis dan ekonomi, termasuk di dalamnya bisnis MLM, adalah keadilan dan keseimbangan, yaitu dengan mengedepankan desain kerangka dunia bisnis dan perekonomian yang paralel dengan kohesivitas komunikasi secara vertikal (nilai-nilai ketuhanan) yang mengejewantah dalam nila-nilai kemanusiaan sehingga para pelaku yang terlibat di dalamnya senantiasa berorientasi pada perolehan keseimbangan laba, yaitu fair profit dan just profit.Kata Kunci : Multilevel Marketing, ekonomi syari’ah, gharar, riba, iktilas
PENGARUH PEMBERIAN TIMBAL (Pb) PER ORAL TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI HEPAR Studi Eksperimental Laboratorik Pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) Jantan Galur Wistar Agus Suprijono; - Chodidjah; Shaher Banun
Majalah Ilmiah Sultan Agung Vol 49, No 123 (2011): Jurnal Majalah Ilmiah Sultan Agung, Maret - Mei 2011
Publisher : Majalah Ilmiah Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lead (Pb) is a highly toxic heavy metal which is of no use to the human body, and can accumulated in the body. The main sources of lead pollution are automobile exhaust, and contaminated food and drink. Toxic effects of lead may cause hypertension and ischemia in Heart muscle. This study aimed to investigate the effect of administration lead (Pb) orally on histopathological feature of the liver. An experimental research with a randomized control group post test design was conducted for 14 days. In this study, 25 male wistar strain rats were randomly divided into five groups to receive one of following treatment : standard diet and distilled water (K-I as control group), K-ll be given a standard diet, distilled water and 2,5 mg of lead (Pb)/ day per oral, K-III was given a standard diet, distilled water and 5 mg of lead (Pb)/ day per oral, K-IV was given a standard diet, distilled water and 7,5 mg of lead (Pb)/ day per oral and K-IV given a standard diet, distilled water and 10 mg of lead (Pb)/day per oral. Wet fixation methods and histopathological examination of liver were conducted after day 14. Data were analyzed with Kruskal Wallis test and continued by Mann Whitney U test to show the significancy. Results showed significanly no damage to Liver cells group I,II,III,and IV but show significantly on the fifth group. This study conclude that administration of lead (Pb) orally by 10 mg doses affect on the histopathological feature of the Liver of male wistar strain rats.Keywords: Lead (Pb), histopathological feature of the liver.ABSTRAKPolusi logam berat termasuk plumbum merupakan masalah yang serius di negara-negara maju maupun negara berkembang seperti Indonesia. Pemaparan plumbum dapat melalui saluran pernafasan, pencernaan dan permukaan kulit, dan di dalam tubuh plumbum akan terakumulasi pada jaringan keras maupun lunak. Pemaparan terhadap plumbum secaraberulang-ulang akan meningkatkan konsentrasinya dalam tubuh dan menimbulkan kerusakan organ. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat efek pemaparan timbal yang diberikan dalam dosis bertingkat terhadap kerusakan organ hati. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorik dengan rancangan post test randomized control group design ini dilakukan selama 14 hari dengan menggunakan 25 ekor tikus putih jantan galur wistar dibagi dalam 5 kelompok uji secara random. Kelompok 1 sebagai kelompok kontrol (pakan standar dan aquades), Kelompok 2 diberi pakan standar, aquades dan timbal 2,5 mg Pb/hari per oral, Kelompok 3 diberi pakan standar,aquades dan timbal 5 mg Pb/hari per oral, Kelompok 4 diberi pakan standar, aquades dan timbal 7,5 mg Pb/hari per oral, dan Kelompok 5diberi pakan standar, aquades dan timbal 10 mg Pb/hari per oral. Pemotongan basah dan pemeriksaan histopatologi hepar dilakukan setelah hari ke 14 Kemudian data diolah menggunakan uji Kruskal Wallish dan dilanjutkan dengan uji Mann Whitney U.untuk melihat signifikansinya . Hasil penelitian menunjukkan setelah perlakuan didapatkan kerusakan sel hepar yang tidak bermakna pada kelompok 1,2,3,4 tetapi menunjukan kerusakan sel yang bermakna pada kelompok 5. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pemberian timbal (Pb) dosis10 mg per oral berpengaruh terhadap gambaran histopatologi hepar tikus putih jantan galur wistar.Kata kunci: Timbal, gambaran histopatologi hepar