JURNAL SALAKA
Jurnal Salaka: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Indonesia adalah jurnal bahasa, sastra, dan budaya Indonesia yang memuat makalah, gagasan ilmiah, dan hasil penelitian bahasa, sastra, dan budaya dalam bentuk artikel ilmiah dari para peneliti, akademisi, seniman, budayawan, dan mahasiswa. Jurnal Salaka: Bahasa, Sastra, dan Budaya Indonesia menerbitkan hasil penelitian dengan berbagai metode, baik kualitatif maupun kuantitatif, dan berbagai pendekatan dan teori bahasa, sastra, dan budaya dan berfokus pada kajian bahasa, sastra, dan budaya. Jurnal Salaka: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Indonesia merupakan jurnal yang dikelola oleh Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya (FISIB) Universitas Pakuan. Jurnal ini mengundang para peneliti, akademisi, seniman, budayawan, dan mahasiswa untuk mengirim artikel ilmiah dari hasil penelitian, makalah, dan gagasan ilmiah dengan berbagai topik tentang bahasa, sastra, dan budaya Indonesia. Jurnal ini terbit dua kali dalam satu tahun dalam bentuk digital. Jurnal ini menjalin kerja sama dengan editor lokal berstatus guru besar universitas yang akan meninjau artikel sebelum dipublikasikan. Jurnal ini ditinjau (review) dengan metode double blind dan ditinjau oleh dua orang reviewer. Jurnal Salaka: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Indonesia telah terdaftar di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan telah memiliki e-ISSN 2684-821X.
Articles
85 Documents
EFEK PENGHILANGAN TOKOH BU SALEHA DARI CERPEN DILARANG MENYANYI DI KAMAR MANDI†(2017) KARYA SENO GUMIRA AJIDARMA KE DRAMA DILARANG MENYANYI DI KAMAR MANDI†KARYA GUSMEL RIYADH
Rifda Nur Hamidah
Jurnal Salaka : Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Indonesia Vol 3, No 1 (2021): Volume 3 Nomor 1 Tahun 2021
Publisher : Universitas Pakuan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (72.787 KB)
|
DOI: 10.33751/jsalaka.v3i1.3316
Alih wahana merupakan sebuah usaha untuk memperpanjang masa sebuah karya sastra. Perubahan bentuk tersebut dapat membuat sebuah karya menjadi kaya akan bentuk. Cerpen Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi†karya Seno Gumira Ajidarma merupakan cerpen yang populer sehingga telah banyak mengalami alih wahana ke dalam bentuk drama, film, dan layar lebar. Dalam drama Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi†karya Gusmel Riyadh terdapat beberapa perbedaan dengan cerpennya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif komparatif. Hasil dari penelitian ini adalah ditemukannya perubahan karena dihapuskannya tokoh Bu Saleha. Perubahan tersebut berpengaruh pada dua hal, yaitu perubahan latar tempat tinggal Zus dan perubahan tokoh yang menemani Pak RT untuk menegur Zus. Perubahan-perubahan ini pun memiliki dampak dan kesan yang berbeda. Kata kunci: Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi, Bu Saleha, Perubahan, Efek Perubahan, Cerpen, Drama
MARGINALISASI PEREMPUAN DALAM CERPEN INEM†KARYA PRAMOEDYA ANANTA TOER (SEBUAH KAJIAN FEMINISME)
Tenu Permana;
Indra Maulana
Jurnal Salaka : Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Indonesia Vol 2, No 1 (2020): Volume 2 Nomor 1 Tahun 2020
Publisher : Universitas Pakuan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (110.998 KB)
|
DOI: 10.33751/jsalaka.v2i1.1837
ABSTRAKArtikel ini mendeskripsikan bentuk marginalisasi terhadap perempuan dalam cerpen Inem†karya Pramoedya Ananta Toer. Artikel ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Sumber data penelitian ini berupa novel Cerpen Inem†Karya Pramoedya Ananta toer. Data dalam penelitiaan ini adalah berupa kalimat, paragraf, kutipan-kutipan dialog, dan wacana yang menggambarkan bentuk marginalisasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik Intrinsik. Dari Hasil penelitian memperlihatkan bahwa marginalisasi pada kaum perempuan tidak hanya terjadi dalam masyarakat atau budaya, melainkan terjadi juga di rumah tangga, dan bahkan negara. Kesimpulannya, marginalisasi terhadap perempuan dalam Cerpen Inem†Karya Pramoedya Ananta Toer terjadi bukan saja dari kemisikinan atau ketidaktahuan akan hak-haknya, melainkan dari peran dominan adat istiadat yang patriarkats dan tafsir keagamaan. Kata kunci: marginalisasi, perempuan, cerpen.
Analisis Semiotika pada Cerpen Kontemporer Megatruh Karya Danarto
Aldha Kusuma Wardhani;
Liza Septa Wilyanti
Jurnal Salaka : Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Indonesia Vol 4, No 2 (2022): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : Universitas Pakuan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (278.522 KB)
|
DOI: 10.33751/jsalaka.v4i2.6806
Penelitian dalam jurnal ini dilakukan dengan tujuan yaitu untuk mendeskripsikan makna denotasi dan makna konotasi yang terdapat pada cerpen kontemporer berjudul Megatruh yang terdapat dalam kumpulan cerpen Adam Marifat karya Danarto. Cerpen kontemporer didefinisikan sebagai salah satu bentuk dari protes terhadap permasalahan-permasalahan yang muncul dan dimulai sejak awal era industrialisasi. Adapun jenis pendekatan yang digunakan dalam jurnal ini yaitu berupa pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif yang dilakukan dengan cara dengan menghimpun dan menganalisis seluruh dokumen berdasarkan kajian teori semiotika Roland Barthes yang telah dipilih. Dokumen yang dimaksud yaitu cerpen Megatruh karya Danarto. Dokumen yang sudah diperoleh kemudian dianalisis berdasarkan struktur fisik dan struktur batin serta dipadukan sehingga menjadi satu hasil kajian yang sistematis dan utuh. Dapat ditarik kesimpulan bahwa hasil penelitian makna denotasi dan makna konotasi yang terdapat pada cerpen kontemporer berjudul Megatruh yang terdapat dalam kumpulan cerpen Adam Marifat karya Danarto yaitu, (1) makna denotasi dan makna konotasi hampir terdapat diseluruh halaman cerita, dengan beberapa bagian kalimat yang tampak lebih menonjol, (2) cerpen mendeskripsikan tokoh utama yang menikmati kegiatannya dengan kadal, batang pisang, dan zat asam, yang sebenarnya merupakan imajinasi terakhir sebelum ia dijemput oleh ajalnya, (3) cerpen ini menceritakan kehidupan seseorang pada detik detik terakhir sebelum roh dan raganya terpisah oleh kematian.
Fenomena Alih Kode dan Campur Kode pada Tindak Tutur Anak Muda Indonesia: Studi Kasus Wawancara Anindita Hidayat di Kanal Youtube TruezID Indonesia
Dadan Suwarna
Jurnal Salaka : Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Indonesia Vol 4, No 1 (2022): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : Universitas Pakuan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (366.826 KB)
|
DOI: 10.33751/jsalaka.v4i1.5723
Globalisasi dan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi mengubah perilaku manusia, khususnya dalam tindak tutur. Penggunaan bahasa asing adalah hal yang lazim dilakukan. Di Indonesia, terdapat fenomen alih kode dan campur kode dalam tindak tutur anak muda Indonesia. Penelitian ini membahas alih kode dan campur kode dalam tindak tutur anak muda Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah Anindita Hidayat (selebgram). Penelitian ini mengamati wawancara Aninditas Hidayat di kanal YouTube TrueID Indonesia pada episode Check In with Onad feat. Anindita Hidayat - TrueID Original Seriesâ€. Wawancara itu diunggah pada 11 Februari 2022. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat campur kode dan alih kode pada tindak tutur Anindita Hidayat. pada situasi tertentu, penutur seharusnya dapat menggunakan bahasa Indonesia, tetapi penutur menggunakan bahasa Inggris. Sementara itu, fenomena alih kode ditunjukkan pada peralihan kalimat. Misalnya, pada saat tertentu, penutur menggunakan kalimat dalam bahasa Indonesia, tetapi pada kalimat berikutnya penutur menggunakan bahasa Inggris.
REPRESENTASI FEMINISME PADA TOKOH UTAMA DALAM FILM CRAZY RICH ASIAN: KAJIAN SEMIOTIKA
Fauzi Ridwan;
Muhamad Adji
Jurnal Salaka : Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Indonesia Vol 1, No 2 (2019): Volume 1 Nomor 2 Tahun 2019
Publisher : Universitas Pakuan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (194.268 KB)
|
DOI: 10.33751/jsalaka.v1i2.1282
ABSTRAKFilm merupakan karya kreatif dari pembuat film yang mengetengahkan permasalahan-permasalahan sosial atau pun hanya sekadar untuk menghibur penonton. Isu-isu yang dibahas berbagai macam salah satunya tentang perempuan. Film Crazy Rich Asian merupakan karya film yang mengetengahkan tokoh utama perempuan dalam menghadapi konflik dan cara mengatasinya. Penelitian dilakukan untuk mengetahui lebih dalam bentuk-bentuk atau praktik kemandirian tokoh utama perempuan dalam menghadapi konflik. Pendekatan yang digunakan dalam kajian yaitu kajian Semiotika dengan dengan metode penelitian deskriptif kualitatif. Hasil yang diperoleh, sosok tokoh utama perempuan yang mampu mengendalikan emosi dengan melahirkan keputusan-keputusan yang rasional, memiliki perhitungan, dan tanpa emosional dalam masalah yang dihadapinya. Selain itu, sosok utama perempuan tersebut mampu mengambil alih peran hingga akhirnya mampu mengubah keputusan keluarga laki-laki dan menyetujui hubungan mereka berdua. Kata Kunci: Film Crazy Rich Asian, Feminisme, Semiotika, Representasi.
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS CERITA PENDEK SISWA KELAS IX DI SMP SWASTA HKBP SIDIKALANG MELALUI PENDEKATAN KONTEKSTUAL
Ade Friska Situmorang;
Yanti Hutasoit;
Sartika Sari
Jurnal Salaka : Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Indonesia Vol 3, No 2 (2021): Volume 3 Nomor 2 Tahun 2021
Publisher : Universitas Pakuan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (652.577 KB)
|
DOI: 10.33751/jsalaka.v3i2.4561
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan keterampilan siswa dalam menulis cerita pendek dengan menggunakan pendekatan kontekstual. Penelitian ini dilakukan dengan penelitian tindakan kelas (PTK), yang menggunakan model penelitian Kemmis dan Taggart yang terdiri dari 4 tahap, yakni perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Dalam pengamatan yang peneliti lakukan, ditemukan bahwa penyebab ketidakberhasilan siswa dalam menulis cerita pendek adalah pertama, motivasi belajar siswa yang sangat rendah. Kedua, kurangnya perhatian siswa pada saat guru mengajar. Ketiga, guru hanya menjelaskan teknis menulis cerpen yang tepat tanpa adanya sentuhan langsung dari lingkungan sekitar maupun kehidupan sosial. Pendekatan pembelajaran kontekstual dilaksanakan melalui pertanyaan, bertanya, dan diskusi. Kata Kunci: keterampilan menulis; pendekatan kontekstual.
ANALISIS GANGGUAN MEKANISME BERBICARA PADA ANAK CADEL
Elin Priyatin Jaelani;
Triyanto Triyanto
Jurnal Salaka : Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Indonesia Vol 2, No 2 (2020): Volume 2 Nomor 2 Tahun 2020
Publisher : Universitas Pakuan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (117.401 KB)
|
DOI: 10.33751/jsalaka.v2i2.2488
Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan bentuk gangguan reseptif simbol, gambar, dan suara pada anak AA dan (2) mendeskripsikan bentuk gangguan ekspresif (produktif) dalam gangguan fonologis AA. Berdasarkan rumusan masalah, jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan yang merupakan studi kasus pada anak yang masih mengalami fase cadel. Sumber data dalam penelitian ini diperoleh dari tuturan subjek penelitian. Dalam penelitian ini, subjek adalah seseorang yang berinisial AA. AA berusia 4 tahun. Ia berbicara cadel. Instrumen kunci dalam penelitian ini adalah alat bantu yang berupa alat tulis sebagai alat dalam penggunaan teknik simak libat cakap (SLC), rekam, dan catat dalam proses pengambilan data di lapangan. Hasil analisis data menunjukkan bahwa bentuk-bentuk gangguan dari data-data tersebut dapat disimpulkan sebagai bentuk gangguan reseptif pada AA tidak terdapat gangguan dalam persepsi sensoris (pengenalan simbol-simbol), visual (gambar), maupun auditorik (suara). Gangguan ekspresif dalam fonologis yang ditemukan berupa penggantian yang diikuti oleh penghilangan. Penambahan bunyi dan ketidakteraturan bunyi tidak ditemukan dalam tuturan AA. Kata kunci: cadel; fonologis; gangguan mekanisme berbahasa.
ANALISIS SEMIOTIKA PADA BACAAN SASTRA ANAK RADEN LEGOWO: PAHLAWAN DARI HUTAN PEREWANGAN KARYA SULISTIATI DENGAN PERSPEKTIF RELIGIUSITAS
Ardi Rai Gunawan;
Sasongko S. Putro
Jurnal Salaka : Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Indonesia Vol 2, No 1 (2020): Volume 2 Nomor 1 Tahun 2020
Publisher : Universitas Pakuan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (357.503 KB)
|
DOI: 10.33751/jsalaka.v2i1.1833
ABSTRAKArtikel ini bertujuan menempatkan dongeng atau sastra anak memiliki fungsi yang sama dengan kritik sastra lainnya, dalam perkembangan sejarah dan kritik sastra Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini, adalah metode deskriptif kualitatif dengan meninjau berbagai sumber pustaka sebagai bahan referensi penulis. Struktur Greimas menjadi teori yang digunakan untuk analisis. Teori itu bertujuan menunjukkan fokus penulis pada tujuan penelitian, yaitu mengkaji semiotik yang berperspektif religiusitas Jawa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semua teori struktur Greimas, semiotik Bühler, dan perpektif religiusitas Jawa, saling berimplikasi, serta sesuai dengan misi pengarang dan Pusat Bahasa perihal menumbuhkan budaya literasi pada anak. Kata Kunci: Sastra Anak, Pusat Bahasa, Semiotik, Religiusitas.
Kepribadian Tokoh Saidi dalam Novel Calabai (Kajian Psikologi Sastra Carl Jung)
Nursamzani Syarif
Jurnal Salaka : Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Indonesia Vol 4, No 2 (2022): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : Universitas Pakuan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (291.497 KB)
|
DOI: 10.33751/jsalaka.v4i2.6801
Novel merupakan salah satu jenis prosa fiksi yang mempunyai cukup banyak peminat. Berbagai genre novel bermunculan meramaikan kesusastraan Indonesia, salah satunya adalah novel yang berisi kisah penutur kebudayaan masyarakat Sulawesi Selatan, yaitu novel berjudul Calabai: Perempuan dalam Tubuh Lelaki. Calabai adalah salah satu novel karya penulis Pepi Al-Bayquine yang merupakan seorang pecinta kebudayaan lokal. Novel yang diterbitkan oleh Javanica pada tahun 2016 merupakan novel budaya yang mengisahkan pelik kehidupan lelaki berjiwa perempuan hingga mengulik sisi-sisi kehidupan Bissu, tokoh spiritual adat yang menjaga tradisi dalam suku Bugis. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguak psikologi sastra dalam novel Calabai, utamanya pada tokoh Saidi, dengan menggunakan teori dari ahli Carl Gustav Jung. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan studi pustaka, studi simak, dan studi catat. Hasil yang dicapai adalah analisis terhadap kepribadian tokoh Saidi yang berfokus pada empat archetype yang paling terkenal dalam teori Jung, yaitu persona, anima dan animus, shadow, dan self.
ARKETIPE TOKOH VALIANDRA DALAM NOVEL MISTERI TERAKHIR KARYA S. MARA GD. (KAJIAN PSIKOLOGI SASTRA)
Koeswulandari Noviandini;
Zaky Mubarok
Jurnal Salaka : Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Indonesia Vol 3, No 2 (2021): Volume 3 Nomor 2 Tahun 2021
Publisher : Universitas Pakuan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (764.267 KB)
|
DOI: 10.33751/jsalaka.v3i2.4566
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan psikologi tokoh Valiandra dalam Novel Misteri Terakhir karya S. Mara Gd. Penelitian ini mengkaji keperibadian tokoh Valiandra yang menggunakan Pendeketan Psikologi Sastra dengan teori kepribadian Carl Gustav Jung, yaitu teori Arketipe yang meliputi Topeng, Shadow, Anima, Animus, serta Self. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik baca catat dan teknik studi pustaka. Hasil penelitian ini yaitu Topeng (persona) dalam diri tokoh Valiandra digunakan untuk membantu Valiandra menutupi perasaan yang sesungguhnya dengan orang-orang di sekelilingnya. Shadow (Bayangan) dalam diri Valiandra terjadi pada taraf ketakdasaran personal dan ketaksadaran kolektif. Kemudian, Anima dalam diri Valiandra yang dimunculkan oleh tokoh Valiandra merupakan proyeksi diri dari alam bawah sadar Valiandra terhadap persepsi jiwa yang mendominasi sisi feminim dalam dirinya yang muncul di kehidupan nyata. Animus yang dimunculkan tokoh Valiandra merupakan proyeksi diri dalam alam bawah sadar Valiandra terhadap persepsi jiwa yang mendominasi sisi maskulin dalam dirinya. Terakhir, Self dalam diri Valiandra merupakan proses penyeimbangan antara taraf kesadaraan dan ketaksadaraan. Self terlihat saat Valiandra mencoba untuk menjadi diri yang lebih baik. Proses ini merupakan bentuk perjuangan Valiandra untuk menuju keseimbangan dan kestabilan pada jiwanya. Kata kunci : arketipe; psikologi sastra; topeng; anima; animus; shadow; self.