cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalfikom@yahoo.co.id
Editorial Address
Jalan Raya Kaligawe Km.4 Semarang 50112
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Komunikasi Makna
ISSN : 20872461     EISSN : 23374616     DOI : 10.30659/jikm
Core Subject : Education,
Jurnal Ilmiah Komunikasi Makna (E-ISSN: 2337-4616, P-ISSN 2087-2461) is a Scientific Journal published by the Department of Communication Science, Faculty of Language and Communication Science, Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) Semarang. Jurnal Ilmiah Komunikasi Makna is intended to the national and international scholarly community. The aim of this journal is to publish high-quality articles dedicated to all aspects of the latest outstanding developments in the field of communication. Articles published are the results of research, bringing the new sights (scope) on Cultural Studies, Public Relations, and Media.
Articles 148 Documents
KONSTRUKSI PEMBERITAAN MEDIA TENTANG NEGARA ISLAM INDONESIA (ANALISIS FRAMING REPUBLIKA DAN KOMPAS) - Mubarok; Made Dwi Adnjani
Jurnal Ilmiah Komunikasi Makna Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol. 3 No. 1, Februari – Juli 2012
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FBIK Unissula

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jikm.3.1.24-41

Abstract

Case NII has the reach and appeal to the national and even international scale. The linkage between the interests of the state and the maker of the NII efforts being herded magnitude diverse opinions, ideas in display media pack. For media cases of kidnapping, brainwashing, and the efforts undertaken NII maker is not seen as an objective event only, but rather how it was constructed to be more meaningful to show attitude, bias or vested interest is behind the media. The media is assumed to not only bring back the reality of the news before the reader, but also include some assessment of the facts which are constructed in packaging certain attitude. The various interests in the fight in constructing the news media will cause the  perspective of looking at an issue different from each other. To view the preferences of the attitude of the media framing analysis is used to highlight the problems the media strategy used to highlight and emphasize a particular fact in an event he preached.
MEDIA DAN KEKERASAN BERLATAR AGAMA (URGENSI PRAKTEK JURNALISME DAMAI) Mubarok Mubarok
Jurnal Ilmiah Komunikasi Makna Vol 2, No 2 (2012): Jurnal Komunikasi Makna Vol. 2 No. 2 Agustus 2011 - Januari 2012
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FBIK Unissula

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jikm.2.2.183-193

Abstract

Kekerasan berlatar agama mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Indonesia sebagai negara multikultur membutuhkan pendekatan yang cerdas dalam pemberitaan berlatar agama. Selama ini media lebih banyak mengedepankan jurnalisme konfl ik daripada jurnalisme damai. Sehingga media berperan bagi penyebaran kekerasan berlatar agama. Karena itu diperlukan pendekatan jurnalisme damai yang mengedepankan prinsip perdamaian dalam setiap pemberitaan. Urgensi pelaksanaan jurnalisme damai bagi negara multikultur seperti Indonesia adalah keharusan agar konfl ik tidak semakin berkembang. Agar praktek jurnalisme damai bisa berjalan dengan semestinya dibutuhkan proses dialog antara pemerintah, media dan masyarakat.Keywords: kekerasan, agama, jurnaslisme, perdamaian 
PERSONAL BRANDING DALAM PENINGKATAN ELEKTABILITAS (STUDI KEKUATAN FOTO GANJAR PRANOWO PADA PEMILIHAN GUBERNUR JAWA TENGAH 2013) Soetomo Soetomo
Jurnal Ilmiah Komunikasi Makna Vol 4, No 1 (2013): Februari 2013
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FBIK Unissula

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jikm.4.1.50-70

Abstract

Kompetisi antar kandidat dalam Pilihan gubernur Jateng 2013, yang berlomba mendongkrak elektabilitas menarik untuk diteliti dan dikaji.  Untuk terpilih menjadi pemimpin, seorang kandidat gubernur  harus melakukan berbagi upaya, salah satu diantaranya adalah personal branding agar bisa dicapai elektabilitas. Calon gubernur harus menyiapkan  proses persaingan  yang berat, baik dari aspek pertarungan strategi media, strategi kampanye, wacana, ideologi, opini publik, segmentasi pemilih, serta citra diri yang positif. Untuk mendukung personal branding dan elektabilitas dibutuhkan juga program yang mampu menjabaran visi dan misi politik, yang secara riil bisa diaplikasikan di masyarakat, kemudian  dipadukan dengan keunggulan kompetitif yang dimiliki kandidat, tagline dibuat dalam kalimat simpel, memikat, ditambah visual yang mendukung, sehingga target audience langsung paham dengan apa yang diinginkan calon gubernur.  Contoh kongkritnya adalah tagline Mboten Korupsi, Mboten Ngapusi yang dipadukan dengan tampilan foto dengan ekspresi yang santun dan ramah, dibalut dengan  baju putih yang terkesan simple, sederhana dan merakyat, bukan mengenakan jas yang merupakan ‘’seragam resmi’’ pejabat. Ini dapat digunakan sebagai pendekatan politik untuk memasuki benak konstituen, langkah politik yang dilakukan dengan tepat akan meningkatkan dukungan terhadap kandidat untuk tercapainya suatu keterpilihan.Kata kunci, Mboten Korupsi, Mboten Ngapusi, personal branding Ganjar Pranowo 
ANALISIS KOMUNIKASI PEMASARAN MELALUI STRATEGI BRAND ACTIVATION POND’S UNTUK MERAIH TOP BRAND AWARD 2013 Rustono Farady Marta; Pricillia Pricillia; Maria Fransisca Kosasih; Maria Christina Evelyn Iskandar
Jurnal Ilmiah Komunikasi Makna Vol 6, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FBIK Unissula

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jikm.6.1.22-30

Abstract

TOP Brand Award merupakan penghargaan tahunan yang prestisius untuk merek-merek terbaik. Pada tanggal 04 Maret 2013 merek POND’S diumumkan sebagai pemenang TOP Brand Award dalam kategori Sabun Pembersih Wajah, Pelembab Wajah, Krim Pemutih, Pembersih Wajah, Anti Aging. Berbagai aktivitas yang dilakukan mereka sesuaikan dengan kategori konsumen berdasarkan jenis produknya, seperti “POND’S Make It Happen”, “POND’S Teens Concert”, dan “POND’S Miracle Moment”. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui kegiatan brand activation yang dilakukan POND’S agar mampu menjangkau konsumen dan brand activation tersebut dikaitkan dengan keberhasilannya meraih TOP Brand Award 2013. Brand activation merupakan suatu kegiatan komunikasi yang terintergrasi sebagai solusi yang efektif untuk menggerakkan khalayak konsumen. Penelitian kualitatif ini menggunakan studi literature sebagai teknik pengumpulan data. Hasil dari studi ini menunjukkan bahwa kegiatan aktivasi merek POND’S telah berhasil bila ditinjau berdasarkan parameter media value event. Selain itu, hal menarik lainnya terdapat kaitan antara brand activation dengan TOP Brand, karena kriteria pemenang TOP Brand adalah mind share, market share, dan commitment share.Kata kunci : Brand activation, Top Brand 2013, kegiatan POND’S
Sikap Generasi “Z” terhadap bahasa Jawa: Studi kasus pada anak-anak usia Sekolah Dasar di kota Semarang Ilham Setyawan
Jurnal Ilmiah Komunikasi Makna Vol 7, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FBIK Unissula

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jikm.7.2.30-36

Abstract

Language in everyday life has a very important role in communicating. At present there has been a decline in interest in the use of Javanese as a communication tool for the “Z” generation, namely the generation born in 1994-2012. The aim of this study is to find out the intensity of the use of regional languages, especially the Javanese language by the “Z” generation, what is the impact of the loss of regional languages, especially the Javanese language for the identity of the region and how the generation of “Z” language attitudes to local languages are specifically Javanese . From this study it was found that, “Z” generation has the ability that is very lacking in communicating using Javanese. The things that affect their mastery in language include their buccal background originating from the Javanese, the lack of use of the Javanese language as a daily communication tool and the lack of innovation in Javanese language learning methods. From this, innovation in learning is needed as well as increasing the intensity of the use of Javanese as a daily communication tool. Parents and teachers in the school have a role in mastering the Javanese language in communicating.
DESTINASI BRANDING KAMPUNG LAWANG SEKETENG SEBAGAI WISATA KULINER Nurul Aini Raosindah Maruto; Anam Miftakhul Huda
Jurnal Ilmiah Komunikasi Makna Vol 8, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FBIK Unissula

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jikm.v8i2.11318

Abstract

Kampung wisata Surabaya merupakan suatu bentuk struktur kehidupan masyarakat dengan potensi yang menjadi ciri khas dan tradisi dari warga kampung tersebut yang telah diresmikan oleh Pemerintah. Hal tersebut mendukung upaya dari potensi karakteristik dan tradisi yang berbeda-beda. Penelitian ini membahas tentang strategi dan program apa saja yang telah disusun untuk membranding Kampung Lawang Seketeng sebagai wisata kuliner. Pembentukan pada destinasi branding diikuti dengan wisata Heritage seperti Langgar dukur kayu yang merupakan icon utama dari kampung lawang seketeng. Penelitian ini merupakan penelitian Studi kasus dengan menggunakan metode kualitatif. Selain itu juga dilakukan teknik observasi dan wawancara dengan tim pengelola yang dinamakan Tim POKDARWIS. Kampung lawang seketeng merupakan kampung wisata yang baru diresmikan pada tahun 2019 sehingga hasil dari pembahasan penelitian ini, berdasarkan konsep tahapan destinasi branding yang ditemukan yaitu strategi dari tim pengelola untuk mengembangkan wisata kulinernya dengan aktif membuat program kuliner yang diadakan di kampung lawang seketeng dan aktif mempromosikan kuliner melalui aplikasi driver online maupun media sosial. Keterkaitan dari wisata Heritage sangat berdampak pada wisata kuliner yang mampu memberikan jumlah peminat dari wisatawan. Stretegi tersebut didukung dengan adanya tiga jenis kuliner khas kampung lawang seketeng yaitu Rujak topak, Sate manggul, dan Martabak mie
PENONJOLAN TOKOH ANTAGONIS DALAM FILM THE DARK KNIGHT (Studi Semiotik Tokoh Joker dalam Film The Dark Knight) Arif Budi Prasetya
Jurnal Ilmiah Komunikasi Makna Vol 2, No 2 (2012): Jurnal Komunikasi Makna Vol. 2 No. 2 Agustus 2011 - Januari 2012
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FBIK Unissula

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jikm.2.2.23-30

Abstract

semiotics is a study that examines the signs and meanings contained therein. These scien- ti c developments are not only examines the  symbols contained in any society, but rather touch- ing aspects of  construction and the cultural mindset behind it. This study tried to examine the semiotic aspects contained in the  lm The Dark Knight and speci cally examined an antagonist character of the Joker character. The Dark Knight is a genre  lm with action and antagonistic character is the Joker. In this study, the Joker is considered as a symbol that represents a crime, and the symbol is shown through the character of the Joker. By using a semiotic analysis of Ro- land Barthes in which there are aspects of the  denotations and connotations that would result in the myth, this study  intends to  nd out how the Joker character in this  lm is focused. The result is shown as the villain Joker through violent behavior, against the law and create chaos in the city of Gotham. Not only that, the Joker is a villain that is different from criminals in general, where he committed the crime  instead of aiming for the money but only to an existence as a true villain. This is demonstrated through various scenes in the  lm.
KOMUNIKASI ORGANISASI PADA DINAS PERIJINAN KOTA YOGYAKARTA UNTUK MENINGKATKAN PELAYANAN Krisna Mulawarman; Yeni Rosilawati
Jurnal Ilmiah Komunikasi Makna Vol 5, No 1 (2014): Februari-Juli 2014
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FBIK Unissula

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jikm.5.1.31-41

Abstract

Komunikasi adalah instrumen yang digunakan manusia dalam berinteraksi dengan sesama, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam kehidupan berorganisasi. Dalam organisasi komunikasi merupakan alat yang berfungsi sebagai penghubung serta pembangkit motivasi antar setiap anggota sehingga sebuah organisasi dapat berjalan maju. Proses komunikasi yang efektif merupakan syarat terbinanya kerja sama yang baik untuk mencapai tujuan organisasi. Dinas Perizinan Kota Jogja merupakan organisasi di bidang pelayanan yang masih terbilang baru, walaupun demikian Dinas Perizinan Kota Jogja memiliki komitmen yang kuat dalam menjalankan fungsinya. Komitmen yang begitu kuat ini menjadi landasan Dinas Perizinan Kota Jogja dalam bertindak, terbukti dengan diperolehnya sejumlah penghargaan dalam bidang pelayanan sebagai bukti atas komitmen yang mereka pegang teguh. Penghargaan yang diperoleh diantaranya Penghargaan Investment Award dari BKPM sebagai Kota Penyelenggara Pelayanan Satu Pintu Terbaik tahun 2007 kemudian di tahun 2008 Dinas Perizinan Kota Jogja kembali memperoleh penghargaan yakni Penghargaan Citra Pelayanan Prima 2008 sebagai salah satu instansi pemerintah yang memiliki kualitas pelayanan publik terbaik. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan strategi komunikasi organisasi baik eksternal maupun internal Dinas Perizinan Kota Jogja dalam upaya meningkatkan kinerja pelayanan yang diberikan, dimana komunikasi merupakan unsur penting bagi organisasi, dalam pencapaian tujuan sebuah organisasi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan methode study kasus. Hasil dari penelitian ini adalah:1. Dinas Perijinan Kota Jogjakarta mengoptimalkan komunikasi ke bawah (down ward communication) dan komunikasi ke atas (upward communication) serta komunikasi horizontal dan vertikal. Upaya yang dilakukan secara rutin misalnya: melakukan meeting/pertemuan rutin untuk pertukaran informasi, koordinasi dan controlling. Mulai dari informasi bagaimana melakukan pekerjaan, dasar pemikiran untuk melakukan pekerjaan hingga mengembangkan rasa memiliki tugas,   penyampaian informasi yang memerlukan tindakan seluruh pegawai, penyampaian informasi yang bersifat umum, penyampaian arahan atau perintah perusahaan, pemberian pujian kepada pegawai atas prestasi kerjanya serta pemberian teguran kepada pegawai atas kelalaian kerjanya. Komunikasi ke atas berfungsi sebagai feedback communication, penyampaian kemajuan kerja pada penyelia.2. Dinas Perijinan Kota Jogjakarta mengoptimalkan komunikasi informal sebagai penyeimbang komunikasi formal.3. Melakukan sosialisasi budaya pelayanan.Keyword : organizational communication, downward communication, upward communication
VISIT KALBAR 2010 : PROGRAM PENGELOLAAN KOMUNIKASI DALAM MENINGKATKAN PARIWISATA DAERAH KALIMANTAN BARAT Niken Puspitasari
Jurnal Ilmiah Komunikasi Makna Vol 2, No 2 (2012): Jurnal Komunikasi Makna Vol. 2 No. 2 Agustus 2011 - Januari 2012
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FBIK Unissula

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jikm.2.2.140-164

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengelolaan komunikasi melalui program-program Visit Kalbar 2010 dalam meningkatkan pariwisata di Kalimantan Barat melalui identifi kasi potensi-potensi seni dan budaya daerah yang ada di kota Pontianak dan sekitarnya, memetakan potensi seni dan budaya di Kalbar yang dianggap unggul dan layak untuk dikembangkan bagi kemajuan kepariwisataan daerah, menyusun pola dan strategi pengembangan seni dan budaya daerah Kalbar serta menyusun model pengembangan seni dan budaya daerah terpadu yang berwawasan dan bermartabat.Dari hasil survei yang telah dilakukan oleh Dinas Pariwisata Kalbar, ditentukan 31 program yang akan dikemas sebagus mungkin dalam Visit kalbar 2010, tujuannya tentu saja untuk menarik minat wisatawan berkunjung ke Kalbar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan yang signifi kan antara pemerintah, masyarakat, dan organisasi-organisasi pariwisata yang terkait mampu mendorong citra pariwisata Kalbar kearah yang lebih baik.Kata kunci : pariwisata, pengelolaan komunikasi, model pengembangan
PERGESERAN MAKNA MOTIF BATIK YOGYAKARTA – SURAKARTA Doddy Wihardi; Riyodina G.Pratikto; Shinta Kristanty
Jurnal Ilmiah Komunikasi Makna Vol 5, No 2 (2015): Volume 5 No. 2 tahun 2015
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FBIK Unissula

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jikm.5.2.105-113

Abstract

Recognition the world to batik as the world cultural heritage belonging to Indonesia by UNESCO increase popularity batik. But the increase was not in balance to understanding of meaning philosophical in any motive batik, for example the use of batik by the community not in accordance with the designation on motive that is. Research aims to understand shift the meaning of elements batik Yogyakarta-Surakarta. Research questions submitted is how shift meaning on motive batik Yogyakarta-Surakarta? Research methodology used is analysis logician Roland Barthes. An object used in this research was batik Yogyakarta-Surakarta. Data obtained from observation to a batik Yogyakarta-Surakarta traditional and contemporary, book, journal, interview as well as from sources online. Output from the study will make a journal and a recommendations for institutions associated with the development of batik like: the government, Batik entrepreneurs and consumers.Key words: Batik, meaning, motif

Page 2 of 15 | Total Record : 148