cover
Contact Name
Afrital Rezki
Contact Email
afrital.rezki@gmail.com
Phone
+62811665485
Journal Mail Official
spasialredaksi@gmail.com
Editorial Address
Jln. Gunung Pangilun. Kota Padang. Sumatera Barat
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Spasial: Penelitian, Terapan Ilmu Geografi dan Pendidikan Geografi
ISSN : 25408933     EISSN : 25414380     DOI : https://doi.org/10.22202/js
Core Subject : Science, Social,
Scope of publications includes physical geography, human geography, regional planning and development, cartography, remote sensing, geographic information system, geography education, and environmental science.
Articles 140 Documents
KERUSAKAN LINGKUNGAN DAN ALTERNATIF SOLUSINYA STUDI DI PANTAI SELATAN KABUPATEN KEBUMEN
JURNAL SPASIAL Vol 7, No 3 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.783 KB) | DOI: 10.22202/js.v7i3.4256

Abstract

Pantai Selatan Kabupaten Kebumen memiliki potensi wilayah yang  beragam.. Namun dalam pengembangan potensi tersebut, ada beberapa kegiatan yang dapat menimbulkan kerusakan lingkungan, Tujuan penelitian ini adalah: (1) mengetahui kerusakan lingkungan yang terjadi di Pantai Selatan Kabupaten Kebumen; (2) mengetahui dampak kerusakan lingkungan; (3) memberikan rekomendasi alternatif solusi penanganan kerusakan lingkungan. Metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dilakukan untuk memperoleh data penelitian. Data dianalisis dengan menggunakan model Miles dan Hubberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kerusakan lingkungan fisik terjadi di Pantai Selatan Kabupaten Kebumen; (2) Dampak kerusakan lingkungan di Pantai selatan Kabupaten Kebumen menimbulkan perubahan fisik yang mempengaruhi  kehidupan sosia-ekonomi-budaya masyarakat; (3) Rekomendai penanganan kerusakan lingkungan berupa rehabilitai lahan pantai, penerapan pembangunan berkelanjutan sesuai konsep AMDAL, pendidikan mitigasi bencana untuk masyarakat dan penanaman kesadaran lingkungan sejak dini.Kata Kunci: kerusakan lingkungan, pantai selatan, alternatif solusi
APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) UNTUK ANALISIS AKSES TERDEKAT DAN JUMLAH PERGERAKAN PENDUDUK MELEWATI JALUR EVAKUASI DI KOTA PADANG
JURNAL SPASIAL Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.705 KB) | DOI: 10.22202/js.v2i2.1591

Abstract

Research on the location and evacuation pathways important as an effort to mitigate the earthquake and tsunami. The geological, geomorphological and climatological, several areas in the city of Padang is indicated as a disaster-prone areas that need to be done a variety of disaster mitigation efforts. The purpose of this study was to analyze (1) the evacuation route and the service sector that any evacuation routes, and (2) an analysis of the movement of residents in the evacuation path. The method used is the analysis of GIS with spatial-based descriptive research method to describe the area of research with qualitative data and this kuantitatif.Saat in Padang there are 10 evacuation route sectors which are directly related to the safe zone. The road is used as an evacuation route and have a sufficient width is Jln. Adinegoro with a width of 16 m. Which is the main road evacuation but did not have sufficient width is Jln. Black stumps with a width of only 3 m. The amount of movement of the population most at-prone zones leading to safe zones exist in the sector towards sector 7 as many as 51 175 lives in the district. East Padang.Keywords: SIG, Line Evacuation, population movements, Kota Padang
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI SANITASI LINGKUNGAN PERMUKIMAN DI NAGARI AUR BEGALUNG TALAOK KECAMATAN BAYANG KABUPATEN PESISIR SELATAN
JURNAL SPASIAL Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (961.074 KB) | DOI: 10.22202/js.v5i2.3091

Abstract

Humans in the continuity of their lives have the ability to adapt to the environment in the adaptation of humans told and affect their environment along with the progress achieved is felt by the need for increasing degrees of sanitation so that the control of all aspects related to environmental sanitation settlements can increase as well. Based on this, it can be seen from a number of variables that are thought to affect the settlement environment sanitation 1) income level, 2) number of family members, 3) knowledge and 4) knowledge, number of family members and income level together. This study aims to find out: factors that affect residential environmental sanitation in Nagari Aur Begalung Talaok Bayng District, South Coastal District. This type of research is classified as descriptive correlational (corelational studies). The research subjects of the community who resided in kenagarian Aur Begalung Talaok Bayang sub-district, South Coastal District. The results of this study found: 1). There is a positive significant effect between the level of income and environmental sanitation of 3.7%, 2). There is a significant positive effect between the number of family members and environmental sanitation of 3.4%. 3). There is a positive significant effect between 8% knowledge and environmental sanitation. 4). There is a positive significant effect between the level of income, the number of family members and knowledge together with environmental sanitation of 18.1%.Manusia dalam kelangsungan kehidupannya memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan lingkungan dalam adaptasinya manusia dipenguruhi dan mempengaruhi lingkungannya seiring dengan kemajuan yang dicapai tersebut dirasakan oleh kebutuhan derajat sanitasi semakin meningkat sehingga pengendalian segala aspek yang menyangkut dengan sanitasi lingkungan permukiman dapat meningkat juga. Berdasarkan hal tersebut dapat dilihat dari beberapa variabel yang diduga dapat mempengaruhi sanitasi lingkungan permukiman 1) tingkat pendapatan, 2) jumlah anggota keluarga, 3) pengetahuan dan 4) pengetahuan, jumlah anggota keluarga dan tingkat pendapatan secara bersama-sama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: faktor yang mempengaruhi sanitasi lingkungan permukiman di nagari Aur Begalung Talaok Kecamatan Bayng Kabupaten Pesisir Selatan. Jenis penelitian ini tergolong deskriptif korelasional (corelational studies). Subjek penelitian masyarakat yang bertempat tinggal di kenagarian Aur Begalung Talaok kecamatan Bayang kabupaten Pesisir Selatan. Hasil penelitian ini menemukan: 1). Terdapat pengaruh yang signifikan positif antara tingkat pendapatan dengan sanitasi lingkungan sebesar 3,7%, 2). Terdapat pengaruh yang signifikan positif antara jumlah anggota keluarga dengan sanitasi lingkungan sebesar 3,4%. 3). Terdapat pengaruh yang signifikan positif antara pengetahuan dengan sanitasi lingkungan sebesar 8%. 4). Terdapat pengaruh yang signifikan positif antara tingkat pendapatan, jumlah anggota keluarga dan pengetahuan secara bersama-sama dengan sanitasi lingkungan sebesar 18,1%.
POTENSI DAERAH ALIRAN SUNGAI DI NAGARI SUNGAI DURIAN KECAMATAN PATAMUAN KABUPATEN PADANG PARIAMAN
JURNAL SPASIAL Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.913 KB) | DOI: 10.22202/js.v7i1.3940

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan penelitian tentang Potensi Daerah Aliran Sungai di Nagari Sungai Durian Kecamatan Patamuan Kabupaten Padang Pariaman. Jenis penelitian adalah deskriptif kualitatif. Penelitian ini akan dibekali dengan angket terkait penggalian potensi secara fisik daerah aliran sungai yang ada di Nagari. Untuk memperkaya hasil penelitian di lengkapi dengan pertanyaan penelitian merupa pedoman wawancara tentang potensi soasil daerah aliran sungai. Pertanyaan penelitian selanjutnya lebih pada penelusuran fenomena sosial berupa pendapat, keterangan sehingga di dapatkan potensi yang di miliki oleh daerah aliran sungai tersebut dan dapat dirancang potensi DAS. Angket akan di isi sesuai dengan potensi fisik DAS berupa pengukuran debit air sungai. Potensi social DAS digali dengan melakukan wawancara ke masyarakat Nagari dan pengambilan informan dilakukan secara snowbaal. Sedangkan key informan adalah Wali Nagari dan pemuka adat yang lebih mengerti dengan potensi yang ada di Nagari. Hasil penelitian adalah: 1). Debit aliran sungai berdasarkan pengukuran dengan menggunakan current meter sebesar 0,8 m3/s, 2). Pengukuran debit aliran sungai dengan menggunakan current meter lebih akurat dan lebih praktis.
STUDI KUALITAS MATA AIR PERBUKITAN PUNCAK TEMBOK DI KENAGARIAN PANINJAUAN KECAMATAN X KOTO DIATAS KABUPATEN SOLOK
JURNAL SPASIAL Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.097 KB) | DOI: 10.22202/js.v2i1.1582

Abstract

This study aims to determine: 1) quality of the physical (color, taste, temperature, odor and kekeruan, 2) quality of the chemical (pH, CaCO3 and Fe (iron), 3) Quality of biological (bacteria e coli fecal) and 4) distribution quality springs in Puncak Tembok Paninjauan village X Koto Diatas District Solok region. This type of research is a descriptive study using a survey method. The study was conducted at the District X Koto Kenagarian Paninjauan Above Solok District.The research sample consisted of 3 samples. Analysis of water quality in physics (color, smell taste and temperature) using the five senses, in the field at the time of sampling. Chemical quality of drinking water with the parameters pH, iron (Fe) and CaCO3, and the amount of biological parameters e coli fecal bacteria carried by the analysis in the laboratory. The results obtained were compared with drinking water quality standards of the Ministry of Health Regulations No. No. 492/Menkes/Per/IV/2010.  The results showed that: 1) Quality of physics (color, taste, temperature, odor and turbidity) spring hills of Puncak Tembok on the sample I qualify except the color and taste of the water because the water is yellowish and somewhat tasteless, samples II and samples II meet requirements for color, taste, odor and turbidity, 2) Quality of the chemical (pH, CaCO3 and Fe (iron) spring hills of Puncak Tembok qualify in sample 1 except Fe content, the sample 2 are eligible except Fe content, 3) the quality of biological (bacteria e coli fecal) spring hills of Puncak Tembok in sample 1 are not eligible for consumption, on the sample 2 does not qualify for consumption and the sample 3 qualify for consumption and 4) Distribution of Quality springs hills Puncak Tembok, sample I water not eligible to warn of physics quality and taste, are eligible for the chemical quality except for Fe content and is not eligible for the biological quality. In the second sample the water quality meets the requirements in terms of quality physics, qualify for the chemical quality except for Fe content and is not eligible for the biological quality. 3 water samples qualify untuak quality of physics, chemistry and biology.Key Words: quality of physical, quality of chemical, quality of biological
PENINGKATAN MINAT BELAJAR MAHASISWA DALAM MATA KULIAH OCEANOGRAFI MELALUI METODE OUT DOOR STUDY DI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GEOGRAFI
JURNAL SPASIAL Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (672.112 KB) | DOI: 10.22202/js.v4i2.2360

Abstract

Peningkatan kualitas pendidikan itu perlu mendapat perhatian dari semua pihak baik dari pihak guru maupun dari orang tua dan pengelola pendidikan. Guru merupakan faktor utama yang menciptakan proses belajar mengajar yang lebih bermakna seperti yang diungkapkan oleh Amin (1990: 2) ”Guru merupakan kunci utama yang berperan dalam pengembangan kualitas individu menuju warga negara yang memahami ilmu dan teknologi”. Dari tiga siklus yang telah dilakukan ternyata didapat bahwa memang kegiatan out door study pada mata kuliah Oceanografi sangat bermanfaat dalam menumbuhkan minat mahasiswa untuk lebih  memahami materi dengan efektif dan menyenangkan sehingga mereka bisa melihat langsung mengenai objek yang dijelaskan oleh dosen sehingga membantu mahasiswa meningkatkan pemahaman dalam menangkap materi pelajaran yang akhirnya dapat meningkatkan hasil belajar mahasiswa itu sendiri. hasil penelitian yang dilakukan adalah 1) Metode out door study menjadikan Mahasiswa lebih bersemangat dalam belajar, lebih berkonsentrasi pada materi, membuat daya pikir Mahasiswa lebih berkembang, suasana belajar lebih nyaman, Mahasiswa lebih berani mengemukakan pendapat dan membuat Mahasiswa lebih aktif. 2) Metode out door study lebih efisien dan efektif jika diterapkan dengan baik, terutama pada mata kuliah oceanografi yang ruang materi perkuliaahnya adalah laut yang merupakan alam bebas dengan karakteristik yang unik.
ANALISIS KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT PADA WILAYAH RAWAN BANJIR LAHAR DINGIN GUNUNG GAMALAMA TERNATE (STUDI KASUS DI KELURAHAN DUFA-DUFA TERNATE)
JURNAL SPASIAL Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.297 KB) | DOI: 10.22202/js.v6i2.3735

Abstract

This study analyzed the preparedness of the community of Dufa-Dufa Ternate in dealing with cold lava floods in the aspects of knowledge related to lava flood disasters, attitudes have been alert to disasters, and attitudes in dealing with disasters. Data collection techniques in this study used Likert scale questionnaire and in-depth interview technique. Data analysis technique in this research used descriptive analysis technique to saw the tendency of each variable. The results showed that people who had knowledge related to the lava flood disaster were 94.29% and those who did not had knowledge related to the lava flood disaster were 5.71%. In the aspect of public awareness attitude towards the lava flood disaster, the attitude of the people who always prepare plans before a disaster reaches 37.14%. In the category of frequent attitude of vigilance attained 50.00%. The attitude of the community in dealing with the cold lava flood disaster in an effort to improve their ability to attend disaster training was 37.14% strongly agreed, while the percentage of agreed was 50.00%. People who were hesitant about their ability to handle danger 8.57%. Increasing the capacity and knowledge of the community against disasters, the government needed to conduct training, outreach, and relocation for people who lived on the banks of the Tugurara river.
ANALISIS PEMETAAN SEBARAN PADANG LAMUN SEBELUM DAN SELAMA PANDEMI MENGGUNAKAN CITRA LANDSAT-8 OLI DI KOTA KEPULAUAN TERNATE
JURNAL SPASIAL Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (561.377 KB) | DOI: 10.22202/js.v8i2.4909

Abstract

Padang lamun adalah suatu ekosistem yang terdapat pada perairan dangkal ataupun pesisir dan menjadi habitat yang sangat penting bagi kehidupan laut dangkal. Walaupun dari tahun ke tahun aktivitas manusia yang berdampak negatif pada ekosistem lamun ini terus merusak ekosistem ini, namun dengan fenomena pandemi Covid-19 yang telah terjadi lebih dari setahun ini memaksa manusia untuk mengurangi aktivitasnya. maka dengan memetakan sebaran padang lamun sebelum dan sampai pandemic sekarang berlangsung maka dapat diperoleh informasi mengenai perubahan yang dialami oleh padang lamun. Pemetaan padang lamun ini menggunakan Citra Landasat 8-OLI dan diolah menggunakan software QGIS, ENVI, dan ArcGIS. Metode yang digunakan adalah melakukan pre-processing citra dengan koreksi atmosferik, cloud masking, Dark Object Substraction (DOS), dan terakhir diolah menggunakan klasifikasi tidak terbimbing ISO-DATA (Unsupervised Classification ISO-DATA). Hasil akhir menunjukkan bahwa sebaran lahan padang lamun mengalami peningkatan luas sebesar 16.9% di bulan Mei 2021 dari Januari 2020, walaupun di beberapa wilayah mengalami penurunan luas padang lamun.
WILAYAH PELAYANAN PASAR MUARALABUH SEBELUM DAN SESUDAH DIPINDAHKAN LOKASI PASAR DI KECAMATAN SUNGAI PAGU KABUPATEN SOLOK SELATAN
JURNAL SPASIAL Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.032 KB) | DOI: 10.22202/js.v3i2.1605

Abstract

Perubahan pemindahan pasar Muaralabuh pada dasarnya perubahan lokasi pasar dilakukan merupakan sebuah rangkaian dari proses sosial dan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data, mengolah, menganalisis dan membahas tentang Wilayah Pelayanan Pasar Muaralabuh Sebelum dan Sesudah Di pindahkan di Kecamatan Sungai Pagu dilihat dari: 1) wilayah pelayanan, 2) tingkat pendapatan, 3)sarana dan prasaranan. Penelitian ini tergolong pada penelitian deskriptif. Populasi penelitian ini adalah masyarakat yang berada di sekitar pasar yang terdiri dari dua jorong, yaitu jorong Kampung Palak dan jorong Rawang, pedagang/penjual, pembeli, tukang kebersihan, tukang ojek,dan benjual jasa. Sampel penelitian diambil secara proporsional random sampling yaitu mengambil sampel secara acak dengan proporsi 20% sehingga jumlah responden dalam penelitian ini berjumlah 159 KK.Sampel responden adalah kepala keluarga yang terdapat di Kecamatan Sungai pagu Kabupaten Solok Selatan yang mempunyai aktivitas langsung dan tidak langsung dengan kegiatan pasar di Kecamatan Sungai Pagu. Hasil penelitian menemukan: 1) Wilayah pelayanan pasar sebelum dan sesudah dipindahkan  di Kecamatan Sungai Pagu pada umumnya baik, 2) Tingkat pendapatan masyarakat dilihat dari pendapatan dan pengeluaran selama satu bulan sebelum dipindahkan pasar kurang baik(Rp,600.000-1.000.000 , sedangkan sesudah dipindahkan pasar pada umumnya baik (≥ 2.000.000,00, 3) Sarana dan Prasarana sebelum dan sesudah dipindahkan pasar Muaralabuh di Kecamatan Sungai Pagu dilihat dari kelengkapan sarana dan prasarana pada umumnya lengkap.
KOMPETENSI GURU DALAM MELAKSANAKAN EVALUASI PEMBELAJARAN GEOGRAFI DI SMPN KOTA PADANG
JURNAL SPASIAL Vol 5, No 3 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.674 KB) | DOI: 10.22202/js.v5i3.3120

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dan menganalisis tentang kompetensi guru dalam melakssanakan evaluasi pembelajaran geografi di SMPN kota padang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, teknik sampel yang digunakan adalah Proportioned Stratified Random Sampling atau teknik sampel berjenjang, yang dibagi kedalam beberapa kriteria, yaitu pertama: kriteria sekolah berstandar internasional yaitu SMPN 2 Padang,, kedua: kriteria sekolah berstandar nasional yaitu SMPN 12 Padang, dan ketiga: kriteria sekolah biasa yaitu SMPN 18 Padang. Subjek penelitian ini adalah guru yang mengajar geografi disekolah tersebut. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah 1. guru geografi dalam memilih soal sudah berdasarkan tingkat kesukaran dan daya pembeda. 2. Guru sudah memeriksa jawaban siswa dengan baik dan mampu mengklasifikasikan hasil . 3. Guru sudah mampu mengklasifikasikan  nilai siswa dan tindak lanjutnya.Kata kuncis: kompetensi guru, evaluasiThis study aims to describe and analyze teacher competencies in conducting an evaluation of geography learning in Padang city junior high school. This study uses a qualitative method, the sample technique used is proportional stratified random sampling, which is divided into several criteria, namely first: criteria for international standard schools, namely Padang 2 Junior High School, second: criteria for national standard schools, namely Padang 12 Junior High School, and third: criteria for ordinary schools, namely SMP 18 Padang. The subject of this research is the teacher who teaches the geography of the school. Data collection techniques used in this study were observation, interviews and documentation. The results of this study are 1. the geography teacher in choosing the problem is based on the level of difficulty and distinguishing power. 2. The teacher has examined the answers of the students well and is able to classify the results. 3. The teacher is able to classify student grades and follow-up.Keywords: teacher competence, evaluation

Page 8 of 14 | Total Record : 140