cover
Contact Name
Onie Dian Sanitha
Contact Email
onie.sanitha@eng.upr.ac.id
Phone
+6282227316489
Journal Mail Official
jpa@arch.upr.ac.id
Editorial Address
Jurusan/Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Palangka Raya, Kampus UPR Tunjung Nyaho Jalan Hendrik Timang, Palangka Raya (73111), Kalimantan Tengah
Location
Kota palangkaraya,
Kalimantan tengah
INDONESIA
Jurnal Perspektif Arsitektur
ISSN : 19078536     EISSN : 2988120X     DOI : 10.36873
Fokus dan Ruang Lingkup pada Jurnal Perspektif Arsitektur 1. Desain Arsitektur 2. Perumahan dan Permukiman 3. Konstruksi Bangunan 4. Sains dan Teknologi Bangunan 5. Perkembangan Arsitektur 6. Teori Arsitektur 7. Lansekap 8. Filsafat dalam Arsitektur 9. Metodologi Penelitian dalam Arsitektur 10. Interdisiplin Ilmu yang memiliki korelasi dengan Arsitektur Jurnal Perspektif Arsitektur (JPA) merupakan media publikasi naskah tertulis hasil penelitian dan desain dalam ranah Arsitektur dan Lingkungan Binaannya. JPA berada di dalam naungan Program Studi Arsitektur Jurusan S1-Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Palangka Raya
Articles 143 Documents
IDENTIFIKASI MUNGKU BARU SEBAGAI DESA WISATA
JURNAL PERSPEKTIF ARSITEKTUR Vol. 13 No. 02 (2018): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 13 Nomor 2 Tahun 2018
Publisher : Jurusan Arsitektur UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa wisata dinilai sangat potensial untuk dikembangkan saat ini mengingat pada tahun-tahun terakhir agrotourism dan ekowisata sangat diminati wisatawan. Desa Mungku Baru yang eksotik pada saat ini masih menyimpan permasalahan besar dan cepat atau lambat mengancam keberadaan dan fungsinya sebagai kawasan konservasi. Permasalahan tersebut berawal justru dari keberadaan bukit batu tidak hanya unik tapi sekaligus potensial dan bernilai ekonomi tinggi untuk dieksploitasi sebagai bahan bangunan (material) baik pemukiman maupun pembuatan jalan. Kenyataannya, sampai kini aktivitas penambangan batu masih terjadi meskipun pemerintah kota sudah berusaha untuk menertibkan penambangan batu yang dilakukan secara liar oleh masyarakat lokal.Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa : (1) Potensi atraksi pada desa Mungku Baru belum cukup menarik, sebagaimana ditunjukkan dari penilaian yang relatif rendah, untuk kualitas amenitas seperti akomodasi, pusat informasi dan cenderamata masih kurang terpenuhi, dan untuk kualitas aksesibilitas pada desa Mungku Baru belum terpenuhi dengan baik. Pasar pada desa wisata Mungku Baru merupakan kalangan yang termasuk dalam karakteristik bersifat alam dan melakukan perjalanan wisata dalam kelompok. (2) Potensi produk wisata desa Mungku Baru mempunyai peluang yang rendah dalam pengembangannya sebagai desa wisata. (3) Aspek pengembangan produk yang dapat menjadi instrument penting dalam mendukung dalam upaya pelestarian lingkungan meliputi : pengembangan produk yang mengarah pada pendidikan lingkungan dan penggunaan material/bahan yang ramah lingkungan.
MODEL PENGEMBANGAN FONDASI ANTI BANJIR BERDASARKAN ARK’A MODULAM
JURNAL PERSPEKTIF ARSITEKTUR Vol. 12 No. 02 (2017): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 12 Nomor 2 Tahun 2017
Publisher : Jurusan Arsitektur UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini merupakan tahap pertama dari hasil penelitian tahun pertama dari tiga tahun penelitian yang direncanakan (2017 – 2019). Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya banjir yang semakin melanda rumah-rumah bertiang tinggi yang ada di dataran banjir (floodplain) kota Palangka Raya, Kalimantan. Berdasarkan karakteristik rumah bertiang tinggi dan rumah terapung yang ada di Palangka Raya, telah dibuat konsep fondasi anti banjir, yaitu fondasi amfibi. Fondasi amfibi ini bernama Ark?a Modulam (Module of Amphibious). Studi Pengembangan dan keandalannya, diharapkan hasilnya menjadi salah satu alternatif pemecahan dan pengembangan permukiman di dataran banjir perkotaan di Kalimantan. Tujuan akhir yang akan dicapai pada tahun ketiga penelitian nantinya adalah Produk Fondasi anti banjir. Sebagai langkah awal, terlebih dahulu dilakukan perumusan model uji fisik berdasarkan fondasi Ark?a Modulam. Tulisan ini, bertujuan mendeskripsikan perumusan model uji fisik. Kesimpulan yang dihasilkan adalah Fondasi Alt.3 Pola Konstruski A – 2.1 dipilih sebagai model uji fisik.
MATERIAL KONSTRUKSI KARBON NEGATIF WOODCRETE MELALUI PERTIMBANGAN NILAI EMBODIED ENERGY PADA ARSITEKTUR BERKELANJUTAN
JURNAL PERSPEKTIF ARSITEKTUR Vol. 12 No. 02 (2017): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 12 Nomor 2 Tahun 2017
Publisher : Jurusan Arsitektur UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mentranformasi dunia dalam rangka mendukung “Agenda 2030” untuk Pembangunan Berkelanjutan, mengikuti tujuan dan target pembangunan berkelanjutan, yaitu tujuan 13 melakukan aksi dengan segera untuk memerangi perubahan iklim dan dampaknya, adapun diuraikan 13.1. menguatkan daya tahan dan kapasitas adaptasi terhadap bahaya yang berkaitan dengan iklim dan bencana alam di semua negara. Perkembangan material pada konstruksi bangunan sangat berkembang, dan jenis material yang paling sering dipergunakan adalah beton, batu-bata, serat komposit, logam, dan kaca. Kelima material ini menghasilkan energi karbon dioksida (CO2), seperti beton yang kandungan terdiri dari campuran semen menghasilkan karbon dioksida dalam jumlah banyak, dan efek kaca yang meningkatkan.Mengembangkan produk inovasi material karbon negatife terbarukan, yaitu “Woodcrete” memanfaatkan sisa material kayu yaitu serbuk kayu yang kemudian dicampur dengan semen sebagai bahan pengikat. Material Beton campuran kayu (woodcrete). Adapun tipikal campuran agregat terdiri dari udara 1,5%, sement 35%, air 18,5% , serbuk kasar kayu 45%, yang selanjutnya di campur menjadi sebuah beton yang ramah lingkungan. Selanjutnya material yang dicampur tersebut bisa di pracetak (precast) di kemas dalam blok cetak (woodcrete blocks).Adapun tujuan dari penelitian ini adalah “Bagaimana mengembangkan material konstruksi karbon negatif woodcrete melalui pertimbangan low Embodied Energy (EE) yang berkelanjutan ? melakukan pengujuan nilai produk woodcrete blok ini melalui pertimbangan EE. Sesuai dengan konsep arsitektur berkelanjutan adalah arsitektur yang meminimalkan penggunaan sumberdaya alam oleh manusia untuk menjamin generasi sekarang dan mendatang. Metodologi [enelitian ini yang adalah penelitian terapan, dengan mengembangkan material maju “woodcrete” dengan melakukan perhitungan nilai embodied energy (EE).
ANALISA PENATAAN KELURAHAN PAHANDUT SEBERANG KOTA PALANGKA RAYA Noorhamidah; Tatau Wijaya Garib; Mahdi Santoso
JURNAL PERSPEKTIF ARSITEKTUR Vol. 12 No. 02 (2017): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 12 Nomor 2 Tahun 2017
Publisher : Jurusan Arsitektur UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai memiliki peran yang cukup penting bagi daerah yang wilayahnya sebagian besar terdiri atas perairan. Pada perkembangannya area ini berkembang menjadi suatu kawasan pemukiman yang terbentuk karena masyarakat yang menetap dan membentuk kawasan baru disana memiliki orientasi pada sungai secara fungsi dan akses.Kawasan tepian sungai merupakan karakter yang berbeda tergantung pada lingkungan sekitarnya, namun secara karakteristik memiliki kesamaan. Perubahan bentuk kawasan air merupakan ekspresi yang menggambarkan keinginan dan aspirasi warga kota, dan mereka menggabungkan banyak fasilitas seperti perumahan, perbelanjaan, rekreasi, pendidikan dan sebagainya.Kalimantan merupakan salah satu daerah yang sebagian besar wilayahnya terdiri atas perairan. Pahandut merupakan salah satu kawasan tepian sungai yang terdapat dikawasan tepian sungai Kahayan. Pahandut merupakan kampung lama yang pola pembentukannya tidak pernah terencana sebelumnya. Dengan jumlah lahan kosong yang cukup besar yaitu 42 % dari luas seluruh kawasan, daerah ini memiliki potensi yang cukup besar dalam upaya pengembangan kawasan sekaligus penataan kembali kawasan.Prospek penataan Kelurahan Pahandut Seberang sebagai usulan wisata Kota Palangka Raya melalui upaya membuka akses peremajaan kawasan berupa identifikasi potensi kawasan sebagai langkah untuk peningkatan kualitas lingkungan juga menghidupkan kembali peran kelurahan dalam pembangunan kota.
POLA RUANG IBUKOTA KECAMATAN JABIREN RAYA KABUPATEN PULANG PISAU Amiany
JURNAL PERSPEKTIF ARSITEKTUR Vol. 12 No. 02 (2017): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 12 Nomor 2 Tahun 2017
Publisher : Jurusan Arsitektur UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Problems in urban planning that always continue from time to time will stumble on community behavior that arises outside of government planning. Revealing the plurality of urban problems, causing the emergence of causes to increase the need for space, facilities and infrastructure.Pulang Pisau District is one of the newly developed regencies which has experienced a fairly high development, one of which is the geographical condition of Jabiren Raya Sub-District located on the axis of Pulang Pisau City - Palangka Raya City is developing along with other sub-districts, especially in functional areas. The residents of Jabiren Raya Subdistrict tend to have more interaction with the City of Palangka Raya considering that the city of Palangka Raya is closer and quite complete to the needs of the community. While other linkages with cities outside the Regency are Jabiren As a transit point for good population movements from Banjarmasin, Kuala Kapuas and from other regions in Central Kalimantan. The potential development of Jabiren City is the availability of large enough vacant land supported by a fairly strategic location in the eastern part of Pulang Pisau district where it can be a gateway for community movements and goods from neighboring districts.The availability of this vast vacant land provides a considerable opportunity to determine policies and oversee regional development and reduce conflicts due to difficulties in regulating land use. Community development in the Capital District of Jabiren Raya District has customs and daily habits, so it should be noted also in the development of the Capital District.
PENGARUH POLA ALIRAN AIR TERHADAP KONSTRUKSI SEKAT KANAL DI LAHAN GAMBUT DENGAN UJI MODEL FISIK HIDRAULIK BANJIR
JURNAL PERSPEKTIF ARSITEKTUR Vol. 12 No. 02 (2017): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 12 Nomor 2 Tahun 2017
Publisher : Jurusan Arsitektur UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai salah satu jenis lahan rawa, keberadaan air di lahan gambut sangat dipengaruhi oleh adanya hujan dan pasang surut air sungai. Perilaku dari keduanya akan berpengaruh terhadap tinggi dan lama genangan air di lahan gambut. Pengelolaan air di lahan gambut bertujuan untuk mengatur pemanfaatan sumber daya air secara optimal sehingga didapatkan hasil lahan yang maksimal, serta sekaligus mempertahankan kelestarian sumber daya lahan tersebut. Salah satu teknik pengelolaan air di lahan gambut dapat dilakukan dengan membuat saluran dan sekat kanal.Sekat kanal atau canal blocking atau tabat adalah sekat-sekat yang dibuat di dalam sebuah kanal yang mana kanal-kanal tersebut sudah terlanjur ada di lahan gambut. Sekat kanal menjadi agenda nasional dalam merestorasi gambut dengan tujuan utamanya mengatasi kebakaran lahan akibat kerusakan ekosistem gambut. Mencegah kebakaran lahan gambut dengan menjaga lahan gambut tetap basah dianggap merupakan langkah yang lebih efektif dari pada penanggulangan cara lain.Salah satu konstruksi sekat kanal dibangun di saluran primer desa Kameloh Baru, Kalampangan, Kota Palangka Raya yang dijadikan sebagai lokasi penelitian. Konstruksi ini diambil sebagai model prototipe uji model fisik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perilaku aliran air pada saluran di lahan gambut setelah dibuat sekat kanal.Penelitian ini menggunakan metode survei dan uji model fisik hidraulik dengan skala H=1:30 dan V=1:10. Survei lapangan antara lain pengukuran topografi penampang melintang, memanjang saluran dan pengukuran debir aliran air dengan jarak 100 m di hulu dan hilir konstruksi. Penelitian uji model fisik meliputi 3 jenis model fisik yaitu model seri 0, seri 1 dan seri 2 yang ditinjau terhadap pengaruh pola aliran akibat debit banjir rencana 5, 25, 50 dan 100 tahun. Dari uji model fisik tersebut akan diperoleh pengaruh pola aliran pada konstruksi sekat kanal di lahan gambut.
PENGELOLAAN TINGGALAN BUDAYA MELALUI PENDEKATAN “VISITOR MANAGEMENT” (Studi Kasus : Kawasan Wisata Bukit Batu Tjilik Riwut)
JURNAL PERSPEKTIF ARSITEKTUR Vol. 12 No. 02 (2017): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 12 Nomor 2 Tahun 2017
Publisher : Jurusan Arsitektur UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan pariwisata berkelanjutan telah menjadi isu sentral dalam pengelolaan destinasi wisata khususnya yang secara tegas menekankan pentingnya keseimbangan antara pengembangan dan pelestarian. Di dalam payung pengembangan pariwisata berkelanjutan tersebut dikenal konsep visitor management sebagai konsep pengelolaan destinasi yang menekankan pada optimalisasi kualitas pengalaman kunjungan wisatawan dan minimalisasi dampak negatif terhadap objek dan lingkungannya. Kawasan Wisata Bukit Batu Tjilik Riwut sebagai objek peninggalan sejarah menuntut pengelolaan yang mendasarkan pada prinsip-prinsip keberlanjutan tersebut.Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran empiris tentang kondisi pengelolaan tinggalan budaya Kawasan Wisata Bukit Batu Tjilik Riwut sejalan dengan prinsip-prinsip visitor management Sementara itu, permasalahan utama penelitian ini adalah sejauh mana sebenarnya pengelolaan objek Kawasan Wisata Bukit Batu Tjilik Riwut sejalan dengan konsep visitor management.Hasil penelitian ini memberikan temuan bahwa kualitas pengalaman kunjungan wisatawan di Kawasan Wisata Bukit Batu Tjilik Riwut dinilai masih rendah, sebagaimana ditunjukkan dari penilaian yang relatif rendah dari wisatawan terhadap kualitas pengalaman maupun kesesuaian antara image destinasi dengan sediaan atraksi dan fasilitas wisata yang ada. Dalam hal dengan upaya minimalisasi dampak negatif terhadap kelestarian obyek dan lingkungannya dinilai belum optimal, sebagaimana ditunjukkan dari berbagai catatan responden terhadap zonasi, pola kunjungan serta daya dukung lingkungan. Kesimpulan bahwa pengelolaan Kawasan Wisata Bukit Batu Tjilik Riwut masih belum sejalan dengan prinsip-prinsip mendasar dalam manajemen sumber daya budaya berkelanjutan, khususnya dikaitkan dengan konsep visitor management.
A PERANCANGAN RESORT DI KAWASAN WISATA AIR TEPIAN SUNGAI KAHAYAN: PERANCANGAN RESORT DI KAWASAN WISATA AIR TEPIAN SUNGAI KAHAYAN Priono, Yesser; Hamidah, Noor
JURNAL PERSPEKTIF ARSITEKTUR Vol. 16 No. 01 (2021): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 16 Nomor 1 Tahun 2021
Publisher : Jurusan Arsitektur UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jpa.v16i01.7843

Abstract

Sungai Kahayan merupakan sebuah sungai di kota Palangka Raya yang memiliki banyak potensi wisata baik alam maupun budaya. Sehingga diperlu Pembangunan hotel resort sebagai fasilitas pendukung kegiatan wisata di kawasan wisata air tepian Sungai Kahayan. Berlokasi didekat Pusat kota Palangka Raya dan dekat dengan ikon Palangka Raya yaitu Jembatan Kahayan. Kehadiran hotel resort diharapkan mampu menjadi sebuah wadah yang dapat menunjang dan meningkatkan kegiatan wisata. Sehingga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat maupun Pemerintah Daerah. Hotel resort ini menggunakan pendekatan Arsitektur Vernakular. arsitektur vernakular adalah suatu karya arsitektur yang tumbuh dari arsitektur rakyat dengan segala macam tradisi dan mengoptimalkan atau memanfaatkan potensi-potensi lokal seperti; material, teknologi, dan pengetahuan. Arsitektur vernakular melekat pada sistem hidup masyarakatnya, ekspresi dan tradisi hidup setempat akan menghasilkan ruang sebagai wadah aktifitas masyarakat. Sedangkan bentuk sebagai pelingkup ruang berfungsi sebagai ekspresi penyelesaian terhadap setting tempat serta adat istiadat
PERANCANGAN PASAR TRADISIONAL BERDASARKAN PERSEPSI DAN PREFERENSI PEDAGANG PASAR Studi Lokasi Blauran Di Kota Palangka Raya Gustiana, Jesica; Syahrozi, Syahrozi; Sangalang, Indrabakti
JURNAL PERSPEKTIF ARSITEKTUR Vol. 16 No. 01 (2021): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 16 Nomor 1 Tahun 2021
Publisher : Jurusan Arsitektur UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jpa.v16i01.8411

Abstract

Pasar tradisional merupakan wadah untuk bertransaksi bagi pembeli dan penjual. Kekhasan dari pasar tradisional adalah pada interaksi tawar menawar antar pembeli dan penjual sehingga memerlukan ruang dan waktu yang cukup panjang untuk proses tersebut. Kendala yang ditemui adalah pasar tradisional memiliki fasilitas yang memadai khususnya pada sirkulasi serta penataan kios/los untuk berjualan, sehingga aktivitas jual beli menjadi terganggu seperti yang terjadi di salah satu pasar tradisional di kota Palangka Raya yaitu Pasar Blauran sehingga membuat pengunjung merasa tidak nyaman. Menggunakan konsep open plan, penelitian ini mencoba mengatur kembali penataan kios dan sirkulasi pengunjung sehingga menciptakan ruang yang bersifat fleksibel dan memudahkan pengunjung maupun pedagang dapat beraktivitas dengan nyaman dan leluasa.
COTTAGE RESORT DI KOTA PALANGKA RAYA DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR LOKAL Oktavia, Mely; Amiany, Amiany
JURNAL PERSPEKTIF ARSITEKTUR Vol. 16 No. 01 (2021): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 16 Nomor 1 Tahun 2021
Publisher : Jurusan Arsitektur UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jpa.v16i01.8412

Abstract

Indonesia memiliki banyak potensi sumber daya alam yang belum dikembangkan dan dikelola secara maksimal, oleh karena itu perlu adanya pengelolaan dan pengembangan pada potensi alam tersebut. Salah satu sektor yang paling mendukung adalah sektor pariwisata. Pemanfaatan dan pengembangan potensi wisata yang dimiliki dikelola oleh masing-masing daerah seperti yang terjadi di Provinsi Kalimantan Tengah. Kota Palangka Raya ini dikenal dengan kekentalan akan kekhasan budaya Dayak yang unik yang dapat mengundang wisatawan baik dari mancanegara maupun domestik. Oleh karena itu, melihat dari banyaknya potensi pariwisata yang dapat dikembangkan dan jumlah wisatawan cukup tinggi maka perlu ada pengembangan tempat penginapan yaitu kawasan Cottage Resort dan dikembangkan tidak hanya menikmati keindahan alam yang alami yang disediakan oleh cottage resort namun juga kenyamanan serta memperkenalkan budaya lokal Provinsi Kalimantan Tengah yang ditampilkan pada rancangan cottage resort yang memiliki gaya arsitektur lokal yang dapat memberikan citra dan nuansa arsitektur berlandaskan budaya Kalimantan Tengah. Dalam membangun cottage resort, harmonisasi dengan budaya lokal merupakan hal penting yang harus diperhatikan. Hal ini bisa diwujudkan dengan pengolahan tata ruang luar dan dalam dan pengolahan Fasilitas seperti menyediakan fasilitas SPA berupa Batimung yang sampai saat ini masih dilestarikan, fasiltas restoran yang menyediakan makanan khas suku Dayak Ngaju, serta ruang pameran kerajinan tangan khas suku Dayak Ngaju, sehingga mampu menjawab isu-isu sinkronisasi bangunan dengan kebudayaan lokal.

Page 8 of 15 | Total Record : 143


Filter by Year

2010 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 20 No. 02 (2025): Menjaga Identitas, Menggagas Inovasi dalam Rupa Gagasan Perancangan dan Riset Vol. 20 No. 1 (2025): Menjaga Identitas, Menggagas Inovasi dalam Rupa Gagasan Perancangan dan Riset Vol. 19 No. 2 (2024): Kajian Konseptual Perancangan Kawasan, Ruang Terbuka Publik dan Bangunan Arsit Vol. 19 No. 1 (2024): Kajian Konseptual Perancangan Kawasan, Ruang Terbuka Publik dan Bangunan Arsit Vol. 18 No. 2 (2023): Vol. 18 No. 2 (2023): "Teori dan Implementasi Desain Perancangan" Vol. 18 No. 1 (2023): "Teori dan Implementasi Desain Perancangan Arsitektur" Vol. 17 No. 1 (2022): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 17 Nomor 1 Tahun 2022 Vol. 17 No. 2 (2022): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 17 Edisi II, Desember 2022 Vol. 16 No. 01 (2021): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 16 Nomor 1 Tahun 2021 Vol. 16 No. 2 (2021): JPA - Jurnal Perspektif Arsitektur. Volume 16 No. 2, Desember 2021 Vol. 13 No. 02 (2018): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 13 Nomor 2 Tahun 2018 Vol. 13 No. 01 (2018): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 13 Nomor 1 Tahun 2018 Vol. 12 No. 02 (2017): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 12 Nomor 2 Tahun 2017 Vol. 11 No. 02 (2016): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 11 Nomor 2 Tahun 2016 Vol. 11 No. 01 (2016): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 11 Nomor 1 Tahun 2016 Vol. 10 No. 02 (2015): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 10 Nomor 2 Tahun 2015 Vol. 10 No. 01 (2015): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 10 Nomor 1 Tahun 2015 Vol. 9 No. 02 (2014): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 9 Nomor 2 Tahun 2014 Vol. 9 No. 01 (2014): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 9 Nomor 1 Tahun 2014 Vol. 7 No. 02 (2012): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 7 Nomor 2 Tahun 2012 Vol. 7 No. 01 (2012): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 7 Nomor 1 Tahun 2012 Vol. 6 No. 02 (2011): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 6 Nomor 2 Tahun 2011 Vol. 6 No. 01 (2011): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 6 Nomor 1 Tahun 2011 Vol. 5 No. 02 (2010): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 5 Nomor 2 Tahun 2010 Vol. 5 No. 01 (2010): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 5 Nomor 1 Tahun 2010 More Issue