cover
Contact Name
Onie Dian Sanitha
Contact Email
onie.sanitha@eng.upr.ac.id
Phone
+6282227316489
Journal Mail Official
jpa@arch.upr.ac.id
Editorial Address
Jurusan/Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Palangka Raya, Kampus UPR Tunjung Nyaho Jalan Hendrik Timang, Palangka Raya (73111), Kalimantan Tengah
Location
Kota palangkaraya,
Kalimantan tengah
INDONESIA
Jurnal Perspektif Arsitektur
ISSN : 19078536     EISSN : 2988120X     DOI : 10.36873
Fokus dan Ruang Lingkup pada Jurnal Perspektif Arsitektur 1. Desain Arsitektur 2. Perumahan dan Permukiman 3. Konstruksi Bangunan 4. Sains dan Teknologi Bangunan 5. Perkembangan Arsitektur 6. Teori Arsitektur 7. Lansekap 8. Filsafat dalam Arsitektur 9. Metodologi Penelitian dalam Arsitektur 10. Interdisiplin Ilmu yang memiliki korelasi dengan Arsitektur Jurnal Perspektif Arsitektur (JPA) merupakan media publikasi naskah tertulis hasil penelitian dan desain dalam ranah Arsitektur dan Lingkungan Binaannya. JPA berada di dalam naungan Program Studi Arsitektur Jurusan S1-Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Palangka Raya
Articles 138 Documents
KUALITAS INFRASTRUKTUR JALAN YOS SUDARSO KOTA PALANGKA RAYA Yesser Priono
JURNAL PERSPEKTIF ARSITEKTUR Vol. 10 No. 02 (2015): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 10 Nomor 2 Tahun 2015
Publisher : Jurusan Arsitektur UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1240.502 KB)

Abstract

Koridor jalan Yos Sudarso merupakan sebuah jalan utama di Kota Palangka Raya yang merupakan sebuah jalan yang memiliki nilai historis yng tinggi dalam kaitan terbentuknya kota Palangka Raya, terbentuk oleh adanya Bundaran Besar sebagai sumbu dan juga deretan-deretan perkantoran yang ada di sepanjang sisi kiri dan kanan jalan serta di samping itu juga memiliki lahan kosong yang dapat difungsikan. Jalan Yos Sudarso Palangkaraya merupakan jalan yang memiliki tingkat kepadatan tinggi di kota Palangkaraya. Konsentrasi utama di koridor jalan ini adalah keberadaan Bundaran Besar sebagai magnet berbagai macam aktivitas masyarakat. Ditinjau dari aspek fisik, jalan Yos Sudarso Palangkaraya. memiliki lebar jalan ± 20 meter dengan median jalan ± 2,5 meter dan dinilai cukup untuk menampung arus sirkulasi kendaraan yang ada. Namun, dikarenakan keberadaan warung tenda serta cafe tenda di sisi kanan kiri koridor jalan ini pada saat sore hingga malam hari mengakibatkan banyaknya kendaraan yang parkir, yang menjadi permasalahan adalah tidak tersedianya lahan parkir untuk kendaraan roda empat menyebabkan terbentuknya on street parking, sehingga lebar jalan efektif yang tersisa ± 6 meter tiap sisi jalannya.. Hal ini berpotensi mengakibatkan terjadinya kemacetan arus lalu lintas.Ditinjau dari aspek non fisik, adanya aktivitas dijalan ini juga merupakan potensi yang memberikan dampak yang pesat dibidang sosial dan ekonomi masyarakat di kawasan tersebut. sehingga secara otomatis, kawasan ini membutuhkan sarana prasarana yang memadai disertai penataan infrastruktur yang baik dengan menyesuaikan perkembangan yang ada di kawasan tersebut sehingga diharapkan di masa mendatang dapat terwujud koridor jalan yang berkembang tertib dan berkelanjutanMetode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan cara mengulas teori-teori infrastruktur pada jalan Yos Sudarso kemudian mengolah data-data tersebut serta melakukan pengamatan pada objek penelitian. Perkembangan Jalan Yos Sudarso merupakan suatu proses peristiwa penting dalam perencanaan fisik lingkungan binaan pada sepanjang pinggir Jalan Yos Sudarso.
PENDEKATAN HIBRID PADA KARYA ARSITEKTUR RUMAH BLOK BETON FRANK LLOYD WRIGHT Titiani Widati
JURNAL PERSPEKTIF ARSITEKTUR Vol. 11 No. 01 (2016): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 11 Nomor 1 Tahun 2016
Publisher : Jurusan Arsitektur UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (581.575 KB)

Abstract

Frank Lloyd Wright (1867-1959) menghasilkan ide-ide Organic Architecture, Prairie Style, Textile Concrete Block, Hemicycle Design dan mengembangkan konsep rumah Usonian. Sebagai seorang arsitek yang memiliki lokalitas kuat, yaitu kedekatannya dengan alam dan arsitektur “asli” Amerika (antara lain rumah pertanian, padang rumput dan memori peradaban suku Indian) dan hidup dalam masa transisional menuju era modern abad 20 dengan pemikiran teori arsitektur baru, material dan teknologi baru, Frank Lloyd Wright memiliki keunikan yang membuatnya berbeda dari para arsitek sejamannya. Serial rumah-rumah blok beton (textile concrete block house) yang terbangun di Los Angeles pada tahun 1923-1924, merupakan karya-karya unik Frank Lloyd Wright, karena menerapkan pendekatan hibrid dalam perancangannya.
PENGEMBANGAN RUANG TERBUKA HIJAU SEBAGAI AREA PUBLIK DI KAWASAN PERMUKIMAN PAHANDUT KOTA PALANGKA RAYA
JURNAL PERSPEKTIF ARSITEKTUR Vol. 11 No. 01 (2016): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 11 Nomor 1 Tahun 2016
Publisher : Jurusan Arsitektur UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (639.262 KB)

Abstract

Ruang Terbuka Hijau (RTH) hadir sebagai sebuah kebutuhan utama bagi masyarakat perkotaan yang setiap harinya kehidupannya dipenuhi dengan aktivitas rutin. Namun ketersediaan RTH kota yang dirasakan kurang, menjadikan RTH sebagai sesuatu yang langka, padahal terdapat berbagai macam peraturan yang dibuat pemerintah perihal keberadaan RTH tersebut. . Publik merupakan sekumpulan orang-orang tak terbatas siapa saja, dan space atau ruang merupakan suatu bentukan tiga dimensi yang terjadi akibat adanya unsur-unsur yang membatasinya (ching, 1992). Berdasarkan Keputusan Presiden No.32 tahun 1990, tentang pengelolaan kawasan lindung Bab I Pasal 1 ayat 7 menjelaskan bahwa tepian sungai seharusnya memiliki sempadan sungai yaitu kawasan sepanjang kiri kanan sungai , termasuk sungai buatan / kanal / saluran irigasi primer, yang mempunyai manfaat penting untuk mempertahankan kelestarian fungsi sungai. Namun pada kenyataan yang ada saat ini di lokasi penelitian di tepian Sungai Kahayan (DAS) Kahayan ini justru ditutupi oleh permukiman penduduk tanpa adanya Ruang Terbuka Hijau seperti yang diharuskan dalam peraturan tersebut. Pola Perencanaan yang terpadu yang berkaitan dengan Ruang Terbuka Hijau (RTH) baik berupa perumahan maupun kawasan permukiman penduduk perlu didukung sehingga segala daya dan upaya diarahkan terhadap pelaksanaan pembangunan Kota Palangka Raya pada umumnya dan perencanaan yang sistematis dan terencana secara baik khususnya terhadap Kelurahan Pahandut, agar dapat mewadahi pola aktivitas penduduk yang terus berkembang menjadi kota maju.
ANALISIS KETERLAMBATAN PEMBAYARAN DALAM PROYEK KONSTRUKSI DI PALANGKA RAYA
JURNAL PERSPEKTIF ARSITEKTUR Vol. 11 No. 01 (2016): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 11 Nomor 1 Tahun 2016
Publisher : Jurusan Arsitektur UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (566.326 KB)

Abstract

Pendanaan dalam suatu proyek, seharusnya berasal dari pemilik proyek saja, sedangkan pengerjaan konstruksi proyek diserahkan kepada kontraktor. Tapi dalam kenyataan proses konstruksi proyek, pendanaan bisa berasal dari dua sumber yaitu, langsung dari pemilik atau dari modal kontraktor dulu, bisa pula gabungan antara keduanya. Dana yang berasal dari pemilik memiliki suatu tata cara (aturan) pembayaran, yang terdiri atas beberapa tahapan pembayaran yang disebut termin pembayaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor penyebab terjadinya keterlambatan pembayaran, akibat, dan tindakan antisipasi untuk mengatasi masalah keterlambatan pembayaran. Objek penelitian adalah kontraktor gred 2, 3, dan 4 di Palangka Raya. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuisioner kepada kontraktor. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis dengan menggunakan analisis mean untuk mengetahui nilai rata-rata masing-masing aspek, serta analisis indeks dan varian untuk mengetahui peringkatnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab terjadinya keterlambatan pembayaran oleh pemilik kepada kontraktor yaitu keterlambatan pengiriman material penting atau peralatan yang kritis dengan mean = 4,60; indeks = 80,000; dan varian = 226,94; Di dalam kontrak tidak disebutkan batas waktu penalti pembayaran kemajuan dengan nilai mean = 4,58; indeks = 79,000; dan varian = 244,27; Prosedur pembayaran yang lambat dengan nilai mean = 4,30; indeks = 65,000; dan varian = 1358,06. Akibat keterlambatan pembayaran terhadap kontraktor dan proyek konstruksi dengan peringkat tertinggi adalah keterlambatan dalam proyek konstruksi dengan mean = 4,46; indeks = 73.000; dan varian = 1110,88. Peringkat kedua adalah hubungan antara kontraktor dan pemilik menjadi buruk dengan mean = 4,02; indeks = 51,000; dan varian = 2090,8. Peringkat ketiga adalah terlambat/mundurnya pembayaran dari Kontraktor Utama kepada Subkontraktor dan Penyalur dengan mean = 3,94; indeks = 47,000; dan varian = 2691,78. Sedangkan antisipasi terhadap keterlambatan pelaksanaan jadwal pembayaran yaitu adanya Undang-undang/peraturan tentang pembayaran penalti dengan nilai mean = 4,34; indeks = 67,000; dan varian = 696,347. Peringkat kedua adalah kontraktor mendapatkan pinjaman dana dari bank dengan nilai mean = 4,16; indeks = 58,000; dan varian = 2155,14. Peringkat ketiga adalah kontraktor harus memahami detil sistem pembayaran dengan nilai mean = 3,64; indeks = 32,000; dan varian = 1252,45.
MEMBANGUN JATI DIRI PENGEMBANGAN POTENSI ARSITEKTUR DAYAK KALIMANTAN TENGAH DALAM HARMONISASI ARSITEKTUR MENDATANG
JURNAL PERSPEKTIF ARSITEKTUR Vol. 11 No. 01 (2016): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 11 Nomor 1 Tahun 2016
Publisher : Jurusan Arsitektur UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2209.946 KB)

Abstract

Perkembangan arsitektur di Indonesia dekade ini, cenderung kearah modern, bersifat minimalis, konvensional. Apabila hal ini dibiarkan perkembangan arsitektur di Indonesia akan mengalami krisis identitas dan kehilangan jati dirinya. Di Kota-kota Besar seperti Jawa banyak gedung-gedung tinggi yang berteknologi tinggi dalam teknik membangun. Tetapi tidak mempunyai ciri-ciri khas unik yang berkarakter Indonesia. Dengan teknologi dan perkembangan ilmu arsitektur yang ada diharapkan dapat membantu kreativitas para perencana dan perancang bangunan, dalam menciptakan bangunan yang benar, baik, dan mempunyai ciri-ciri khas (unik). Permasalahan bangunan arsitektur yang terjadi pada saat ini, yang diikuti di Indonesia mengikuti bentuk konvensional, bangunan yang dibangun mengikuti bahan bangunan pabrikasi modern yang tidak sesuai dengan kondisi alam, hanya karena alasan produksi massal dan jauh dari tradisi setempat. Sehingga kebanyakan bangunan arsitektur yang dibangun dirancang menjadi indah, modern, tetapi tidak menciptakan bangunan yang baik dan meninggalkan ciri khas arsitektur lokal. sehingga mempengaruhi perkembangan arsitektur Indonesia yang berlahan mulai meninggalkan tradisi lama, generasi baru yang tidak begitu memahami desain arsitektur kearifan lokal di masa lalu, sehingga mengalami kesulitan dalam melakukan pengembangan bentuk tradisional. Pemikiran tentang mengembangkan arsitektur Dayak Kalimantan Tengah untuk menjawab tantangan globalisasi dan universalisasi melalui harmonisasi arsitektur Dayak Kalimantan Tengah yang memperhatikan nilai : (1) Arsitektur yang berbudaya, (2) Sosio ekologis, (3) Selaras dengan alam.
POTENSI ARSITEKTUR KOTA SEBAGAI IDENTITAS PERKEMBANGAN KOTA PALANGKA RAYA Noorhamidah
JURNAL PERSPEKTIF ARSITEKTUR Vol. 11 No. 01 (2016): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 11 Nomor 1 Tahun 2016
Publisher : Jurusan Arsitektur UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.091 KB)

Abstract

Arsitektur kota merupakan identitas kota yang dirancang sebagai salah satu proses dalam tahapan perencanaan kota berkaitan dengan sejarah kota sebagai usaha nyata untuk pelestarian dan konservasi bangunan-bangunan tua kota. Arsitektur Kota Palangka Raya besar peranannya, kehadirannya mengingatkan kita pada citra dan jati diri perkembangan Kota Palangka Raya. Palangka Raya sebagai ibukota Kalimantan Tengah sekarang ini sedang mengalami proses pembangunan perkotaan. Seiring perkembangannya, Kota Palangka Raya telah mengalami perubahan baik perubahan fisik maupun non fisik. Keberadaan arsitektur-arsitektur kota (urban architecture) awal dari hadirnya penataan kota (urban planning) berperan sebagai bagian utama dari perkembangan kota mengingatkan kita akan perkembangan Kota Palangka Raya dalam sekuensi ruang dan waktu.
PERENCANAAN PARIWISATA YANG ADAPTIF TERHADAP POTENSI LINGKUNGAN DAN PERUBAHAN EKOLOGI MENGACU PADA PERENCANAAN BERKELANJUTAN, STRATEGI PERENCANAAN REGIONAL DAN PERENCANAAN WISATA LOKAL DI KALIMANTAN TENGAH Mandarin Guntur; Yunitha
JURNAL PERSPEKTIF ARSITEKTUR Vol. 11 No. 01 (2016): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 11 Nomor 1 Tahun 2016
Publisher : Jurusan Arsitektur UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.219 KB)

Abstract

Rencana pengembangan pariwisata di perdesaan yang adaptif terhadap potensi lingkungan dan perubahan ekologi di Kalimantan Tengah merupakan salah satu pilihan wisata yang menarik. Namun demikian, desa-desa yang diharapkan dapat menjadi pemicu pengembangan wisata tersebut sudah mengalami transformasi, menuju masyarakat perkotaan. Kebiasaan lama yang menjadi tradisi sudah pula ditinggalkan penduduk, layar kaca dan hiburan yang ditawarkan oleh media televisi telah banyak mempengaruhi dan mengubah pola hidup masyarakatnya. Selain itu pengrusakan hutan dan penambangan liar, merajalela di sepanjang sungai, sehingga menimbulkan dampak yang merusak lingkungan. Dilain pihak pemerintah daerah diharapkan dapat memacu pendapatan daerah, dari berbagai sektor, salah satunya adalah sektor wisata. Namun demikian peluang wisata yang ada belum bisa dikembangkan secara maksimal dan berkelanjutan, terutama yang adaptif terhadap potensi lingkungan dan perubahan ekologi. Tulisan ini menjelaskan bagaimana mengembangkan wisata yang adaptif terhadap potensi lingkungan dan perubahan ekologi di Kalimantan Tengah. Mengacu pada perencanaan wisata yang berkelanjutan, strategi perencanaan regional, dan perencanaan wisata lokal. Interpretasi dilakukan secara langsung pada wilayah perdesaan di Kalimantan Tengah untuk menemu kenali potensi dasar wisata lokal yang dapat dikembangkan. Dalam tulisan ini menunjukan bahwa potensi pengembangan wisata perdesaan yang adaptif terhadap potensi lingkungan dan perubahan ekologi, merupakan kerjasama partisipatif masyarakat lokal, pemerintah daerah, dan swasta secara berkelanjutan.
THE TRANSFORMATION OF TROPICAL BUILDING IN SOUTHEAST ASIA Mandarin Guntur
JURNAL PERSPEKTIF ARSITEKTUR Vol. 11 No. 02 (2016): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 11 Nomor 2 Tahun 2016
Publisher : Jurusan Arsitektur UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (645.792 KB)

Abstract

The tropical building was built for living such as a traditional building but today vernacular building is just a part of the building style or a decoration. People are not lived in a traditional building anymore. They are not also expressing their entire life in this building. Especially, for people who are lived in urban area. When modern era comes (after 1920s), all aspect of the traditional living has left behind. Nowadays, not only the style of building has changed but also the concept of building construction has moved to the other methods (Goldblum, 2014). All buildings using glass as a wall to separate and forming the room, we cannot see the different buildings in Jakarta, Kuala Lumpur, Manila, Singapore and Bangkok. Therefore, in the era of global warming (after 1990), the tropical building expression has suddenly transformed into a new expression of architecture (Goldblum, 2014). The study is aimed at comparing the expression of the tropical building through the style, composition, type, morphology and place before 1920, between 1920 and 1990, and after 1990, in order to know how the change of building features in Southeast Asia, sequentially which is now toward sustainability design. Knowing the tropical building expression that afordable for the urban poor in Southeast Asia and how it will be implemented in current condition. In addition, this study is also intended to get a new consideration regarding concept of tropical building design, particularly in several cities of Southeast Asia. The last, to observed an impact of climate change on the building features in Southeast Asia. The analysis of study used an exploring design situation methods (divergence) and the evaluation methods (convergence) in order to know how the expression of building. It is clear that this research resulted a serial of tropical architecture expression (on the buildings design) from time to time in the cities of Southeast Asia and how it was transformed or sublimed into a new conception due to the climate change impact on it which is now toward sustainability. How a tropical building expression which is affordable and sustainable for the urban poor in Southeast Asia. Also how a Building material (building features) which can adapt to the impact of climate change in Southeast Asia and the last is a new consideration for tropical architectural design studies and design methods of architecture in Southeast Asia which is impacted by climate change.
SEJARAH ARSITEKTUR KANAL DI KALIMANTAN TENGAH Wijanarka; Herwin Sutrisno; Doddy Soedigdo; Hibnu Mardhani
JURNAL PERSPEKTIF ARSITEKTUR Vol. 11 No. 02 (2016): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 11 Nomor 2 Tahun 2016
Publisher : Jurusan Arsitektur UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.951 KB)

Abstract

Tulisan ini bertujuan menceritakan sejarah kanalisasi dan sejarah terciptanya arsitektur di kedua sisi kanal. Metode yang digunakan adalah diskripsi. Data diperoleh dari literatur dan pengamatan. Pengamatan dilakukan di kanal-kanal awal mula yang ada di Kalimatan Tengah. Lokasi pengamatan berada di Anjir Serapat dan Anjir Basarang. Kesimpulan yang dihasilkan adalah adanya 2 tipe perubahan orientasi arsitektur tepian kanan, yaitu : 1). Perubahan yang terjadi karena orientasi arsitektur awal mulanya yang menghadap ke arah kanal kini telah terhalang bangunan baru yang membelakangi kanal dan 2). Perubahan yang terjadi oleh arsitetur awal mula yang merubah orientasinya ke arah jalan darat. Adanya dua perubahan ini mengakibatkan arsitektur-arsitektur di tepi kanal tersebut membalakangi kanal.
NEW DEVELOPMENT IN THE CITY OF PALANGKA RAYA, BETTER OR DISASTER? Mandarin Guntur; Yunitha
JURNAL PERSPEKTIF ARSITEKTUR Vol. 13 No. 01 (2018): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 13 Nomor 1 Tahun 2018
Publisher : Jurusan Arsitektur UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (857.294 KB)

Abstract

City development and its movement have encouraged many people come in and make new ideas as occupants. They look this as a moment to take a chance and make a change in their life span. Hence, Palangka Raya as a capital city of Central Kalimantan, which actually a part of Indonesia should open its door to receive it as a unique elements of the city. This paper promotes two questions what government do. In addition, what people should do? Many people say that most development happen will bring disaster for the land where the city develop but countered it people say that city is a chance to life. Nevertheless, the important thing that should prior to know by the actor of the city is how to life on there and how to know the character of the city or place where they will be lived. This paper is aim at to promote rapid development happen in Palangka Raya since first development in 1957 until recently years. There are two kind of developments occurred in Palangka Raya, one side promotes preserved the city and its land and the other invited new disaster paradigms.

Page 6 of 14 | Total Record : 138


Filter by Year

2010 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 20 No. 1 (2025): Menjaga Identitas, Menggagas Inovasi dalam Rupa Gagasan Perancangan dan Riset Vol. 19 No. 2 (2024): Kajian Konseptual Perancangan Kawasan, Ruang Terbuka Publik dan Bangunan Arsit Vol. 19 No. 1 (2024): Kajian Konseptual Perancangan Kawasan, Ruang Terbuka Publik dan Bangunan Arsit Vol. 18 No. 2 (2023): Vol. 18 No. 2 (2023): "Teori dan Implementasi Desain Perancangan" Vol. 18 No. 1 (2023): "Teori dan Implementasi Desain Perancangan Arsitektur" Vol. 17 No. 1 (2022): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 17 Nomor 1 Tahun 2022 Vol. 17 No. 2 (2022): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 17 Edisi II, Desember 2022 Vol. 16 No. 01 (2021): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 16 Nomor 1 Tahun 2021 Vol. 16 No. 2 (2021): JPA - Jurnal Perspektif Arsitektur. Volume 16 No. 2, Desember 2021 Vol. 13 No. 02 (2018): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 13 Nomor 2 Tahun 2018 Vol. 13 No. 01 (2018): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 13 Nomor 1 Tahun 2018 Vol. 12 No. 02 (2017): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 12 Nomor 2 Tahun 2017 Vol. 11 No. 02 (2016): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 11 Nomor 2 Tahun 2016 Vol. 11 No. 01 (2016): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 11 Nomor 1 Tahun 2016 Vol. 10 No. 02 (2015): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 10 Nomor 2 Tahun 2015 Vol. 10 No. 01 (2015): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 10 Nomor 1 Tahun 2015 Vol. 9 No. 02 (2014): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 9 Nomor 2 Tahun 2014 Vol. 9 No. 01 (2014): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 9 Nomor 1 Tahun 2014 Vol. 7 No. 02 (2012): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 7 Nomor 2 Tahun 2012 Vol. 7 No. 01 (2012): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 7 Nomor 1 Tahun 2012 Vol. 6 No. 02 (2011): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 6 Nomor 2 Tahun 2011 Vol. 6 No. 01 (2011): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 6 Nomor 1 Tahun 2011 Vol. 5 No. 02 (2010): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 5 Nomor 2 Tahun 2010 Vol. 5 No. 01 (2010): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 5 Nomor 1 Tahun 2010 More Issue