cover
Contact Name
Adin Ariyanti Dewi
Contact Email
adinariyantidewi@uny.ac.id
Phone
+6285746876152
Journal Mail Official
jscepls22@gmail.com
Editorial Address
Jl. Colombo No. 1 Karangmalang Depok Sleman Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Journal of Society and Continuing Education
ISSN : 29874955     EISSN : 29876613     DOI : https://doi.org/10.21831
Journal of Society and Continuing Education. Journal periodically published three times in January, May, and September. Contains writings raised from the results of research and critical analysis studies in the fields of: 1. Non-formal Education 2. Community Empowerment 3. Social Innovation 4. Human Resource Development 5. Social Entrepreneurship 6. Informal Education 7. Internship and Training
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2021)" : 5 Documents clear
Peran Kader Bina Keluarga Remaja Dalam Upaya Pembinaan Pola Asuh Terhadap Remaja di Dusun Kepundung, Giripurwo, Girimulyo, Kulon Progo Dina Nur Anggraeni
Journal of Society and Continuing Education Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jsce.v2i2.19196

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: (1) Mendeskripsikan peran kader bina keluarga remaja dalam upaya pembinaan pola asuh terhadap remaja dalam keluarga di Dusun Kepundung, Giripurwo, Girimulyo, Kulon Progo. (2) Mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat kader bina keluarga remaja dalam menjalankan perannya di Kelompok Bina Keluarga Remaja di Dusun Kepundung, Giripurwo, Girimulyo, Kulon Progo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif jenis studi kasus. Metode pengambilan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Peran kader Bina Keluarga Remaja dalam upaya pembinaan pola asuh: (a) sebagai pembina/penyuluh, yakni memberikan pembinaan/penyuluhan kepada orangtua dan remaja mengenai pola asuh dan berbagai hal berkaitan dengan remaja; (b) sebagai motivator, memberikan motivasi/penguatan kepada orangtua dalam mengasuh remaja; (c) sebagai fasilitator, yakni memberikan sarana dan prasarana penunjang kegiatan BKR; (d) sebagai katalisator, yakni memberikan penyadaran masyarakat supaya berpikiran terbuka, mendapatkan pengetahuan dan wawasan baru mengenai remaja dan pengasuhannya melalui program kegiatan; (e) sebagai perencanaan dan pendataan, yakni merencanakan program kegiatan untuk satu tahun periode berdasarkan panduan dari BKKBN dan mendata anak usia remaja dari data pedukuhan. Faktor pendukung dan penghambat peran kader Bina Keluarga Remaja dalam upaya pembinaan pola asuh: (a) faktor pendukung peran: partisipasi masyarakat/anggota,kader,dan mitra BKR yang aktif; pendanaan dari kas sampah yang dibawa setiap pertemuan dan dana pemerintah yang dapat mencukupi semua kegiatan; kerjasama dengan lembaga lain dalam pelaksanaan program kegiatan BKR; sarana dan prasarana yang mendukung kegiatan. (b) faktor penghambat peran: kesibukan dari kader dan anggota di kegiatan lain; jumlah kader terlatih sedikit.
Pemberdayaan Perempuan di Taman Bacaan Masyarakat Mata Aksara Kabupaten Sleman, Yogyakarta Ketfiyah Ketfiyah
Journal of Society and Continuing Education Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jsce.v2i2.19197

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi proses pada pemberdayaan perempuan di Taman Bacaan Masyarakat Mata Aksara Kabupaten Sleman, Yogyakarta, (2) mengidentifikasi respon atau tanggapan masyarakat pada pemberdayaan perempuan di Taman Bacaan Masyarakat Mata Aksara Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Penelitian ini dilakukan di Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Mata Aksara Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Subyek penelitian ini adalah pengelola TBM Mata Aksara, sasaran program pemberdayaan perempuan dan tokoh masyarakat. Metode pengambilan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknis analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis model interaktif. Keabsahan data menggunakan trianggulasi sumber.Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) implementasi pogram meliputi perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Adapun makna dari program pemberdayaan yang telah dilakukan oleh TBM Mata Aksara adalah: (a) meningkatkan kedudukan dan peranan perempuan di berbagai bidang kehidupan, (b) meningkatkan minat baca perempuan melalui program-program yang dilakukan, dan (c) aktualisasi diri. (2) Respon atau tanggapan masyarakat meliputi: (a) Masyarakat aktif berpartisipasi dalam penyelenggaraan program pemberdayaan perempuan di TBM Mata Aksara, (b) Program yang diadakan di TBM Mata Aksara sangat bermanfaat bagi perempuan untuk mendukung kegiatan kesehariannya, dan (c) Semua komponen mendukung adanya program pemberdayaan perempuan di TBM Mata Aksara.
Implementasi Pengelolaan Kursus Berbasis Komputer di Lembaga Pelatihan dan Kursus (LPK) RJ-COMP Yogyakarta Fatiha Nursila
Journal of Society and Continuing Education Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jsce.v2i2.19198

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengambarkan: (1) bentuk implementasi pengelolaan kursus berbasis komputer di LPK RJ-Comp Jogja, (2) faktor penghambat implementasi pengelolaan kursus berbasis komputer di LPK RJ-Comp Jogja, (3) upaya yang dilakukan untuk mengatasi faktor penghambat implementasi pengelolaan kursus berbasis komputer di LPK RJ- Comp Jogja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan subyek dalam penelitian ini adalah pimpinan, pengajar/tentor, dan peserta didik. Obyek penelitian ini adalah pengelolaan kursus berbasis kompuerisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) implementasi pengelolaan kursus berbasis komputer di RJ-Comp Jogja sudah dikelola cukup baik meskipun masih ada kekurangan di dalamnya. Bentuk implementasi pengelolaan kursus berbasis komputer di RJ-Comp Jogja dilakukan dengan cara koordinasi antara Direktur dengan semua pengajar atau tentor, koordinasi bertujuan merumuskan materi kursus yang disesuaikan dengan minat dan kebutuhan peserta didik, waktu dan jadwal pelaksanaan kursus dilaksanakan secara fleksibel berdasarkan kesepakatan antara pengajar dengan peserta didik, program kursus berbasis komputer yang diselenggarakan RJ-comp Jogja meliputi, teknis, multimedia, design teknik, design web, bisnis online dan pemogramman, perkantoran. (2) faktor penghambat, yaitu alat praktik komputer kurang lengkap dan jumlah tenaga pengajar tetap masih kurang. Upaya mengatasi hambatan, yaitu meningkatkan koordinasi dalam hal pengadaan pendanaan untuk melengkapi alat praktik komputer, dan menambah jumlah pengajar atau tentor.
Motivasi Belajar Peserta Diduk Kejar Paket B di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kabupaten Sleman Aisyah Febriana Arisnawati
Journal of Society and Continuing Education Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jsce.v2i2.19194

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) motivasi belajar peserta didik kejar paket B di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kabupaten Sleman adalah variatif. Motivasi dapat digambarkan melalui indikator motivasi, kehadiran peserta didik yang cukup rendah, kesempatan belajar dirumah digunakan oleh peserta didik untuk mengerjakan tugas/PR yang diberikan oleh pamong belajar. Sikap peserta didik yang beragam yang ditunjukkan dari sikap aktif bertanya dan pasif dalam pembelajaran. Semangat peserta didik yang berbeda-beda. Keinginan untuk berprestasi dimiliki oleh beberapa peserta didik. Kemandirian dalam belajar peserta didik yang memanfaatkan layanan internet, bantuan keluarga, dan memamfaatkan fasilitas yang dimiliki oleh SKB Sleman. (2) faktor yang mempengaruhi motivasi belajar peserta didik adalah faktor intrinsik dan faktor ekstrinsik. Faktor intrinsik yang mempengaruhi adalah minat, cita-cita, dan kondisi peserta didik. Sedangkan faktor ekstrinsik adalah dorongan orang tua, pujian, peran pamong belajar, fasilitas yang dimiliki SKB, kondisi lingkungan, teman sebaya dan adanya imbalan ijzah yang akan diterima.
Pemberdayaan Perempuan Melalui Koperasi Wanita Suka Maju Dalam Upaya Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat di Dusun Giriloyo Desa Wukirsari Kabupaten Bantul Syaifudin Adri Suryono
Journal of Society and Continuing Education Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jsce.v2i2.19195

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan program pemberdayaan perempuan melalui Koperasi Wanita Suka Maju. (2) Mengetahui keberhasilan program pemberdayaan perempuan melalui Koperasi Wanita Suka Maju. (3) Mengetahui faktor pendukung dan penghambat pemberdayaan perempuan melalui Koperasi Wanita Suka Maju.Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif. Subjek dalam penelitian yaitu ketua, pengurus dan anggota Koperasi Wanita Suka Maju yang ditentukan dengan teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Instrumen penelitian menggunakan pedoman wawancara dan pedoman observasi. Teknik analisis data menggunakan analisis kualitatif model interaktif menurut Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Bentuk program pemberdayaan perempuan yaitu: simpan pinjam, arisan anggota dan pelatihan keterampilan. (2) Keberhasilan program dapat dilihat dari: sarana dan prasarana yang sudah memadai, peningkatan partisipasi perempuan dengan bertambahnya jumlah anggota, peningkatan jumlah perempuan yang memiliki peluang mengembangkan karir, dan peningkatan pendapatan. (3) Faktor pendukung antara lain: struktur organisasi koperasi yang jelas, keaktifan pengurus koperasi, adanya motivasi anggota untuk maju, bahan baku dan peralatan memadai dan peran pemerintah dan LSM. Faktor penghambat antara lain: mayoritas anggota koperasi sudah lanjut usia, tingkat pendidikan rendah, munculnya rasa malas dan kesibukan mengurus keluarga.

Page 1 of 1 | Total Record : 5