Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan (JIMAP) is a peer-reviewed academic journal published by the Department of Architecture and Planning, Faculty of Engineering, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, Indonesia. The journal presents design, research and development in the field of architecture and planning. Authors must register to this journal before submitting their work and they must follow the Author Guidelines of the journal. Submissions that do not adhere to the guidelines provided will be REJECTED. Please submit your article through the online submission of this journal. You may address further inquiries to the Editor at jurnal.ilmiah.ars@usk.ac.id. JIMAP Journal published four times a year, in February, May, August and November
Articles
268 Documents
TAMAN WISATA PALA DI ACEH SELATAN
ega puspita dewi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 4, No 2 (2020): Volume 4, No.2, Mei 2020
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (356.362 KB)
Tanaman Pala merupakan tanaman yang menjadi komoditas unggulan dari masyarakat Aceh Selatan. Tanaman ini menghasilkan buah pala yang dapat diolah menjadi berbagai produk seperti obat-obatan dan makanan. Buah Pala menjadi ide utama dalam perancangan bentuk bangunan pada Taman Wisata Pala di Aceh Selatan. Buah pala dengan bentuk bulat yang terdiri atas kulit pala, daging buah, fuli, dan biji pala ini akan diterapkan pada bangunan dengan menggunakan cara transformasi bentuk. Bentuk dan bagian-bagian buah pala ini akan ditransformasikan melalui bentukan atap, material bangunan, warna bangunan, dan fasad bangunan pada taman wisata pala, sehingga keseluruhan bangunan utama terlihat seperti pala dan menjadi ikon dari taman wisata pala itu sendiri.
Penerapan Analogi Kapal Galleon pada Museum Bahari Aceh di Sabang
Irfan Saptadi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 3, No 4 (2019): Volume 3, No.4, November 2019
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (326.481 KB)
The Maritime Museum is a comprehensive way to provide insight into historical education and to keep the results of developments and also other objects related about Aceh's nautical culture. This building was designed with the principle of awakening from Aceh's maritime potential, thus applying a cultural symbol in the form of a combination of Galleon ships. These characteristics are manifested in the design with firm and clear elements, both in the processing of shapes and the application of layout space patterns. Location of the placement the building itself is also on the Sabang island, one of the symbols of maritime in the international shipping world during the Dutch Government. With these historical records, as well as locations close to the sea provide hard challenges as well as more potential for this Maritime Museum object. The concept divided into two floors with an open plan system is also adapted to suit the needs and also concepts of the ship.
Perancangan Planetarium di Aceh dengan Metode Analogi
Fanya Febriella;
Nasrullah Ridwan;
Safwan Safwan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 6, No 4 (2022): Volume 6, No.4, November 2022
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (334.182 KB)
|
DOI: 10.24815/jimap.v6i4.21148
Dalam situs resmi NASA telah dijelaskan bahwa bangunan untuk luar angkasa sangatlah penting demi meningkatkan pengetahuan astronomi, salah satunya yaitu planterium. Planetarium merupakan bangunan untuk memyediakan fasilitas yang dapat mendukung kegiatan dalam menuntut ilmu astronomi. Fasilitas tersetbut antara lain pameran bentuk tiruan benda langit, simulasi luar angkasa, informasi planet-planet, dan sejenisnya yang dapat ditangkap dengan jelas secara visual dan direkam oleh ingatan lebih cepat. Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan, salah satu wilayah yang membutuhkan kehadiran Planetarium adalah Provinsi Aceh. Saat ini Provinsi Aceh hanya memiliki bangunan Observatorium yang terletak di daerah Lhoknga, Aceh Besar. Observatorium tersebut hanya memiliki beberapa alat seperti teleskop untuk melihat benda langit dan menjadi satu-satunya tempat yang dapat dikunjungi komunitas ilmu astonomi di Aceh untuk melakukan kegiatan perhitungan Hisab dan pelatihan Rukyat. Melihat potensi ini, maka perancangan Planetarium dengan metode analogi akan sangat berguna untuk melengkapi fasilitas yang belum tersedia pada bangunan Observatorium. Perancangan menggunakan metode analogi dengan konsep gerak orbit tata surya dan planet akan mempermudah proses pembelajaran ilmu astronomi karena caranya yang menyenangkan.
Perancangan City Hotel di Banda Aceh
Rahmadhani Afrianti Safrianto;
Husnus Sawab;
Riza Priandi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 5, No 3 (2021): Volume 5, No.3, Agustus 2021
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (634.062 KB)
AbstrakPerancangan City Hotel di Banda Aceh, dimaksud untuk menyelesaikan permasalahan peningkatan jumlah kebutuhan sebuah hunian yang berada dipusat kota akibat meningkatnya jumlah pebisnis dan wisatawan domestik maupun internasional yang berkunjung ke Banda Aceh. Bisnis perhotelan di Banda Aceh menunjukkan prospek yang baik bagi para investor, hal ini terlihat dari meningkatnya jumlah pebisnis dan wisatawan yang menginap dihotel, khususnya hotel berbintang. Perancangan ini melalui pendekatan “Arsitektur Modern” dengan penekanaan terhadap gaya hidup masyarakat kota Banda Aceh yang menuntut gaya hidup yang praktis.Kata kunci : City Hotel, Pebisnis dan wisatawan, Arsitektur Modern.
PENERAPAN KONSEP PERILAKU PADA PERANCANGAN LEMBAGA PEMASYARAKATAN WANITA IIA DI BANDA ACEH
Muhammad Iqbal
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 3, No 1 (2019): Volume 3, No.1, Februari 2019
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1255.479 KB)
AbstractThe number of wickedness or criminality in the developing countries keep increasing every year. The Society Institution is a place of tutoring for perpetrators of criminal to be fostered in order to return back to the community. There are few differences method of teaching applied between men and woman. Therefore the needs of place for Society institution as the corresponds is to have a place for each type. The number of Crime in Banda Aceh is getting higher each year, but they do not have any Society Institution for woman yet. There are some processes needed before designing the Woman Society Institution by applying the characteristics type of space and building according to the behavior of the perpetrators. The theme is “Behavior Architecture”, with collaborating the behavior of the user and the standard of secure system to make the process of tutoring the perpetrators much better. So the result from this Society Institution can create new face and perception as Institution with great role in obtaining the final aim of the Society Institution System, which are the rehabilitation and resocialization of law offenders, and crime prevention. Keys : Society institution, prisoner, coaching, woman, behavior
Penerapan Konsep Green Architecture Pada Perancangan Gedung Apartemen Banda Aceh
Ratih Keumala Bilqis;
Mirza Mirza;
Erna Meutia
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 6, No 2 (2022): Volume 6, No.2, Mei 2022
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (95.403 KB)
Kota Banda Aceh merupakan kota dengan jumlah penduduk semakin tinggi dan padat di Aceh. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Tahun 2019, jumlah penduduk Kota Banda Aceh yaitu 270.321 jiwa dengan luas wilayah 61,36 Km2. Pertumbuhan penduduk di Kota Banda Aceh kepadatan yang semankin meningkat dari 2015 sampai dengan 2019 antara lain urbanisai, sumber mata pencaharian, dan sebagainya sehingga menyebabkan kebutuhan tempat tinggal, dan terus meningkat di Kota Banda Aceh. Secara keseluruhan orang ingin mendapatkan fasilitas dan prasarana tempat tinggal yang aman dan nyaman. Berdasarkan penelitian kondisi saat ini, kebutuhannya tempat tinggal yang terletak di pusat kota akan semakin relatif lebih mahal dan susah untuk dijangkau bagi kalangan tertentu. Maka butuhnya tempat tinggal yang berada di pusat kota dengan biaya relative terjangkau yaitu apartemen untuk sebagai temat tinggal bagi masyarakat banda aceh. Karena semakin bertambahnya pertumbuhan penduduk maka perlu pertimbangan yaitu semakin padat dan kompleknya kehidupan kota sehingga untuk memenuhi kebutuhan akan hunian maka dibuat perencanaan secara vertikal. Apartemen ini akan menerapkan tema Green Architecture dengan nuansa yang dekat dengan ruang terbuka hijau yang nyaman bagi pengguna apartemen. Sehingga bagi pengguna yang tinggal di apartemen tersebut dapat merasakan kenyamanan dan kebutuhan tempat tinggal yang tepat.
Aceh Tengah Racecourse
Rizqi Mardha Tillah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 3, No 4 (2019): Volume 3, No.4, November 2019
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (425.655 KB)
AbstractCentral Aceh Regency has many tourist attractions, one of which is horse racing, many tours from various regions of Aceh and Outside Aceh arrive. Horse racing that people often refer to as "Pacu Kude" The needs of the community in watching the match match horse obstructed due to Tribune spectators that are less extensive and insufficient so that many lovers of horse matches watch in an uncomfortable place such as on the edge of the racetrack and in the heat of the sun, in addition, many horse racing tourists are less comfortably controlled due to the lack of parking arrangements so that traffic jams and structuring of traditional shops made by community members are organized and not neat. Therefore, making a fix again at the Central Aceh Racecourse Arena designed a new racetrack that requires a high level of comfort from horse racing lovers to the racetrack, enjoying the running of the game to shopping in traditional shops. The design of the Central Aceh racetrack also looks to follow the characteristics of Central Aceh's cultural symbols in every form and appearance of the design.
Penerapan Arsitektur Organik pada Perancangan Pusat Penelitian dan Rekreasi Edukatif Kurma di Aceh Besar
Putroe Balkis Taufik;
Mirza Irwansyah;
Zulhadi Saputra
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 5, No 4 (2021): Volume 5, No.4, November 2021
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (618.264 KB)
Tingginya peminat kurma di Indonesia serta kondisi iklim dan tanah yang mendukung seharusnya menjadi potensi bagi Indonesia untuk memulai produksi kurmanya sendiri. Namun kurangnya penelitian serta pemahaman penduduk tentang kurma menjadi hambatan untuk tanaman ini dapat terus berkembang hingga tahap industri. Pemerintah seharusnya menyediakan wadah bagi peneliti untuk terus membudidayakan pembibitan kurma yang dapat tumbuh dengan baik di Indonesia.Dalam hal ini, Pusat Penelitian dan Rekreasi Edukatif Kurma hadir dengan desain bertemakan Arsitektur Organik yang membuat rancangan menyatu dengan lingkungan sekitar lahan, membuat kegiatan penelitian mengenai kurma lebih efektif sehingga dapat terus mengembangkan pengetahuan tentang kurma yang lebih baik lagi ke depannya dan kegiatan rekreasi edukatif dapat terasa lebih menyenangkan sehingga masyarakat menjadi lebih familiar dengan adanya tanaman kurma di Indonesia, khususnya Aceh Besar.
Penerapan Tema Ekologi Arsitektur pada Perancangan Pusat Wisata Kuliner Khas Aceh di Ulee Lheue Kota Banda Aceh
Gaby Putri Almudasyr;
Zahriah Zahriah;
Husnus Sawab
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 7, No 2 (2023): Volume 7, No.2, Mei 2023
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24815/jimap.v7i2.23727
Kota Banda Aceh merupakan kota dengan daya tarik wisatawan yang sangat tinggi. Banyaknya wisatawan yang datang ke kota Banda Aceh menjadi peluang bagi masyarakat untuk mencari keuntungan dengan berdagang kuliner yang menjadi pelengkap ketika berwisata. Untuk itu diperlukan pembangunan Pusat Wisata Kuliner Khas Aceh di Ulee Lheue Kota Banda Aceh yang memfasilitasi dan juga dapat menarik perhatian para wisatawan. Hal ini juga bermanfaat bagi perekonomian daerah serta menjadi wadah untuk memperkenalkan kuliner khas Aceh pada daerah luar. Tema yang diterapkan pada perancangan ini adalah Ekologi Arsitektur yang mencakup kepada konsep alam dan lingkungan, dimana penghuni dan lingkungannya harus tetap memiliki keseimbangan untuk saling menjaga.
Front Matter Februari 2023
Cut Dewi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 7, No 1 (2023): Volume 7, No.1, Februari 2023
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24815/jimap.v7i1.24867