cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnal.ilmiah.ars@usk.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.ilmiah.ars@usk.ac.id
Editorial Address
Jalan Tengku Syech Abdur Rauf No. 7 Darussalam, Banda Aceh, Aceh, 23111 INDONESIA
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan
ISSN : 26551586     EISSN : 26551586     DOI : 10.24815/jimap.v7i2.19596
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan (JIMAP) is a peer-reviewed academic journal published by the Department of Architecture and Planning, Faculty of Engineering, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, Indonesia. The journal presents design, research and development in the field of architecture and planning. Authors must register to this journal before submitting their work and they must follow the Author Guidelines of the journal. Submissions that do not adhere to the guidelines provided will be REJECTED. Please submit your article through the online submission of this journal. You may address further inquiries to the Editor at jurnal.ilmiah.ars@usk.ac.id. JIMAP Journal published four times a year, in February, May, August and November
Articles 268 Documents
Penerapan Tema Tanggap Iklim Melalui Pendekatan Arsitektur Tropis Pada Perancangan Rumah Susun Sederhana Sewa (RUSUNAWA) Di Kota Banda Aceh Muhammad Ridho Hermawan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 4, No 3 (2020): Volume 4, No.3, Agustus 2020
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1132.684 KB)

Abstract

Setiap tahunnya Kota Banda Aceh terus mengalami peningkatan jumlah penduduk secara signifikan yang di sebabkan oleh faktor kelahiran dan faktor Urbanisasi. Peningkatan ini menyebabkan meningkatnya permintaan akan kebutuhan tempat tinggal (rumah) oleh masyarakat yang kemudian berdampak pada peningkatan harga properti setiap tahunnya serta terus berkurangnya lahan yang tersedia di Kota Banda Aceh. Akan tetapi harga properti (rumah) selalu menjadi salah satu permasalahan yang terus dihadapi oleh masyarakat karena tidak semuanya mampu untuk membeli rumah, khusunya masyarakat yang berpenghasilan rendah. Permasalahan ini kemudian dapat menyebabkan permasalahan lainnya yaitu terbentuknya area permukiman kumuh di dalam kota, saat ini terdapat 40 desa kumuh yang dibangun secara sembarang tanpa memperhatikan lingkungan serta iklim sekitarnya dan tersebar di Kota Banda Aceh. Untuk itu membangun RUSUNAWA (Rumah Susun Sederhana Sewa) yang tanggap iklimdapat menjadi salah satu alternatif untuk mengatasi permasalahan ini.RUSUNAWA adalah bangunan perumhan bertingkat dengan fasilitas bersama yang memiliki lingkungan tertata sesuai dengan kondisi iklim sekitarnya dengan harga sewa rendah/terjangkau sehingga masyarakat dengan penghasilan rendah dapat memiliki tempat tinggal dengan harga sewa terjangkau.
syiah kuala university Sundari sundariii
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 3, No 3 (2019): Volume 3, No. 3, Agustus 2019
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (654.09 KB)

Abstract

The art of dancing center is a place for human to do dance a ativities which are high nobility values expressed by body movements, it is clear that dance is related to movement. The aim of the signing art of dancing center are increasing awareness about dance in community and youth people and producing creative and qualified artists. For aesthetic beauty of buildings, such as facades and shapes, emphasizing the cultures of an area, expresing architecture used as the theme in designing the center. Applying theme in design is focus on style, shape, and the translation of local culture.
Elemen-Elemen Arsitektur Nusantara pada Masjid Tuha Ulee kareng Siti Shara; Elysa Wulandari; Masdar Djamaluddin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 6, No 4 (2022): Volume 6, No.4, November 2022
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.503 KB) | DOI: 10.24815/jimap.v6i4.20773

Abstract

Aceh sebagai salah satu daerah dengan mayoritas penduduk beragama Islam tentu tidak terlepas dari bangunan masjid.  Masjid menjadi pusat peribadatan dan tempat melaksanakan kegiata-kegiatan Islami, terlebih pada masjid masa awal Islam. Salah satu masjid tua di Aceh yang berperan sebagai pusat dakwah dan masih ada hingga saat ini yaitu Masjid Tuha Ulee Kareng. Masjid Tuha Ulee Kareng memiliki karakter unik dan berbeda dengan masjid lain di Nusantara. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji elemen-elemen arsitektur nusantara pada Masjid Tuha Ulee Kareng saat ini sebagai salah satu peninggalan masjid tua di Aceh agar menambah wawasan tentang bangunan masjid nusantara. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Masjid Tuha Ulee Kareng menerapkan keseluruhan elemen-elemen arsitektur nusantara sebagai bukti awal perkembangan ilmu arsitektur di Aceh, dan ada beberapa bagian elemen masjid telah diganti menjadi material modern, meskipun demikian secara keseluhan Masjid Tuha Ulee Kareng melambangkan khas masjid Nusantara.
Penerapan Futuristic Architecture dalam Perancangan Performing Arts Center Kota Banda Aceh Dira Kuntum Chaira; Burhan Nasution; Izziah Izziah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 5, No 4 (2021): Volume 5, No.4, November 2021
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.43 KB)

Abstract

Indonesia memiliki banyak sekali warisan kesenian dan budaya yang beraneka ragam, namun di Kota Banda Aceh hanya sedikit bisnis yang memanfaatkan potensi tersebut, khususnya yang bergerak di bidang kesenian dan budaya. Sehingga dengan pengadaan Gedung Performing Arts Center akan menjadi peluang bisnis yang positif, dapat meningkatkan pelestarian nilai budaya, seni, dan film, serta dapat menciptakan tempat hiburan yang positif untuk memenuhi kebutuhan sekunder masyarakat yang terus meningkat. Gedung Performing Arts Center akan belokasi di Jalan Medan-Banda Aceh, Kecamatan Meuraxa, Blang Oi, Kota Banda Aceh. Lokasi ini akan sangat mendukung fungsi Gedung karena mudah di akses dan masih berdekatan dengan berbagai objek pariwisata. Perancangan Gedung Performing Arts Center menggunakan tema futuristic architecture dengan penerapan karakteristiknya berupa bentuk dinamis yang mencerminkan kebebasan berekspresi dari pegiat seni, multi-purpose pada fungsi ruangnya, serta material dan teknologi yang mendukung fungsi bangunan. 
Front Matter Mei 2019 Cut Dewi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 3, No 2 (2019): Volume 3, No.2, Mei 2019
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (921.555 KB)

Abstract

Application of the Behavioral Architecture Theme in the Design of the Class IIA Women's Special Penitentiary Building in Banda Aceh Dinda Meidina Anjani; Mirza Mirza; Khairul Huda
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 6, No 3 (2022): Volume 6, No.3, Agustus 2022
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.525 KB)

Abstract

Women's Correctional Institution is a building where people who have been sentenced to confinement, where the sanctions given are more of a training nature, in this case the occupants are women over 18 years. Generally, Correctional Institutions are impressive and terrible with being surrounded by high walls and barbed wire on top which depicts prison conditions in the Dutch era. However, this Women's Correctional Institution will implement a correctional system which is an order regarding directions and boundaries as well as the method of fostering prisoners based on Pancasila which is carried out in an integrated manner between the coaches, those who are fostered and the community by applying the behavioral architecture theme. Behavioral architecture applies knowledge of designing a building or behavior based on human behavior or behavior in it.
Penerapan Tema Arsitektur Ekologi pada Perancangan Taman Bunga Mata Ie Uky Utami; Zahriah Zahriah; Riza Aulia Putra
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 5, No 1 (2021): Volume 5, No.1, Februari 2021
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1026.459 KB)

Abstract

Taman bunga merupakan salah satu konsep pengembangan  potensi alam yang terencana dengan menyediakan fasilitas yang dibutuhkan sehingga mampu memberikan suasana yang asri dan nyaman bagi pengunjung. Hingga saat ini belum ada taman bunga yang representatif yang dapat dijadikan sebagai sarana wisata dan edukasi bagi masyarakat Aceh, sehingga masyarakat harus ke luar daerah ataupun ke luar negeri untuk menikmatinya. Tujuan perancangan taman bunga Mata Ie adalah untuk menyediakan sebuah wadah yang memberikan kesegaran dan kenyamanan bagi pengunjung berupa sebuah taman bunga dalam suatu kawasan sebagai sarana rekreasi dan edukasi yang dilengkapi berbagai fasilitas seperti flower dome, berbagai macam tanaman bunga, restoran, souvenir tanaman, mushalla, dan education house yang dapat menambah pengetahuan dan wawasan bagi pengunjung. Tema yang diterapkan pada perancangan taman bunga ini adalah Arsitektur Ekologi dengan mendominasi kearah ruang terbuka hijau sehingga fasilitas rancangan bangunan lebih difokuskan pada fungsi bangunan dengan memperhatikan lingkungan sekitar. Kehadiran taman bunga Mata Ie ini akan memberikan alternatif  tempat wisata yang rekreatif dan edukatif di Aceh.
Penerapan Konsep Biofilik Arsitektur Pada Rancangan Gedung Parkir di Kota Bukittinggi Nikita Yunaz; Husnus Sawab; Burhan Nasution
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 7, No 1 (2023): Volume 7, No.1, Februari 2023
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (585.229 KB) | DOI: 10.24815/jimap.v7i1.22708

Abstract

 Industri pariwisata merupakan salah satu sektor andalan Kota Bukittinggi. Banyaknya objek wisata yang menarik, menjadikan kota ini dijuluki sebagai "kota wisata". Menurut data BPS Kota Bukittinggi, Pada tahun 2016-2019, jumlah wisatawan lokal maupun mancanegara selalu meningkat. Dengan banyaknya wisatawan yang datang ke Kota Bukittinggi, berdampak pada masalah tempat parkir, yang menyebabkan munculnya banyak parkir liar sehingga menyebabkan kemacetan. Gedung parkir adalah gedung yang khusus dibangun untuk tempat parkir kendaraan, dengan demikian pemakaian lahan terutama di kawasan pusat kota dapat dilakukan secara efisien. Gedung parkir dapat dikombinasikan dengan pusat kegiatan seperti pertokoan, perkantoran dan kegiatan lainnya. Kota Bukittinggi memiliki pemandangan alam yang tersebar dimana-mana maka konsep biofilik cocok diterapkan pada perancangan gedung parkir. Hal ini dikarenakan konsep biofilik berhubungan dengan alam yang mana tujuan akhirnya untuk mendapatkan kenyamanan dan kesehatan. Oleh karena itu, rancangan gedung parkir dengan tema biofilik tidak hanya memenuhi kebutuhan parkir dan pertokoan tapi juga mampu menyelaraskan kepentingan manusia dengan alam.
Perancangan Resort dan Wisata Kuliner Lampuuk Ahmad Zaki
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 1, No 1 (2017): Volume 1, Nomor 1, Januari 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.837 KB)

Abstract

PERANCANGAN RESORT DAN WISATA KULINER LAMPUUKAhmad Zaki1, Ir. Khairul Huda, M. Eng2., Dr. Ir. Izziah, M. Sc2.1Mahasiswa Jurusan Arsitektur dan Perencanaan, Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala2Dosen Jurusan Arsitektur dan Perencanaan, Fakultas Teknik Universitas Syiah KualaAlamat Email penulis: zaki.ahmd92@gmail.comAbstrakRutinitas di daerah perkotaan yang padat dan monoton membuat manusia menjadi stress. Masyarakat bosan dan jenuh terhadap aktivitas dan membutuhkan pelarian dari keadaan tersebut. Hal ini yang menyebabkan meningkatnya jumlah wisatawan ke daerah wisata. Salah satu daerah wisata yang berpotensi untuk dikembangan adalah daerah wisata Pantai Lampuuk. Hal Perancangan Resort dan Wisata Kuliner sebuah tempat pengistirahatan/ penginapan yang memiliki tempat rekreasi utama berupa tempat wisata kuliner, yang diperuntukkan bagi para wisatawan baik domestik maupun mancanegara baik itu keluarga yang ingin beristirahat pada hari-hari libur, atau orang-orang yang datang untuk berekreasi dengan fasilitas dan pelayanan yang telah disediakan dengan baik. Lokasi perancangan Resort dan Wisata Kuliner ini terletak di kawasan pantai Lampuuk Kabupaten Aceh Besar. Tujuan utama dari perancangan ini adalah menyediakan fasilitas, sarana, dan prasarana berupa suatu tempat penginapan dan area rekreasi untuk menikmati kekayaan dan keindahan alam, serta menikmati keanekaragaman kuliner Aceh, dengan tetap menjaga kelestarian alam dan keseimbangan lingkunganKata kunci: Resort, Kuliner, Arsitektur, Neo-Vernakular, WisataAbstractRoutines in crowded and monotonous urban areas make people stressful. People is bored and saturated with activity and requires an escape from the situation. This is causing the increasing number of tourists to the tourist area. One of the tourist areas that have the potential to be developed is Lampuuk Beach. The design of resorts and culinary tourism a resort / lodge that has a main recreation place in the form of culinary attractions, which is destined for the tourists both domestic and abroad either the family who want to rest on holidays, or people who come for recreation With well-equipped facilities and services. The location of the Resort and Culinary Tourism is located in the coastal area Lampuuk District of Aceh Besar. The main purpose of this design is to provide, facilities and infrastructure in the form of a place of lodging and recreation area to enjoy natural beauty, and enjoy the culinary diversity of Aceh, while maintaining the natural conservation and environmental balanceKeywords: Resort, Culinary, Architecture, Neo-Vernakular, Tourism
Perancangan Showroom Mercedes Benz Aceh Amrizal Ahmad; Safwan Safwan; Abdul Munir
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 6, No 1 (2022): Volume 6, No.1, Februari 2022
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.644 KB)

Abstract

Showroom dan bengkel merupakan suatu kesatuan yang tidak dapat di pisahkan, di mana pengertian showroom adalah ruang pamer dan bengkel adalah sebuah ruang yang terdiri dari kegiatan perbaikan dan perawatan. Showroom tidak hanya berfungsi sebagai ruang pamer mobil tetapi juga berfungsi sebagai ruang pamer aksesoris mobil. Showroom dan bengkel mercedes benz di bangun untuk mememuhi kegiatan masyarakat mengenai penjualan dan perawatan mobil mercedes benz di kota Banda Aceh, karena semakin meningkatnya mobil mercedes benz yang ada di Indonesia maupun di Banda Aceh. Mercedes Benz merupakan merk mobil  premium dengan penjualan tertinggi di Indonesia. Tema yang di usung adalah arsitektur high tech yang berbanding lurus dengan kemajuan teknologi, akan tetapi masih melakukan pendekatan dengan tema arsitektur hijau karena lokasi perancangan berada di daerah tropis.Mercedes Benz Aceh Design ShowroomShowroom and workshop are an inseparable unit, where the meaning of showroom is showroom and workshop is a space consisting of repair and maintenance activities. The showroom not only functions as a car showroom but also functions as a showroom for car accessories. The Mercedes Benz showroom and workshop were built to fulfill the community activities regarding the sales and maintenance of Mercedes Benz cars in the city of Banda Aceh, due to the increasing number of Mercedes Benz cars in Indonesia and in Banda Aceh. Mercedes Benz is a premium car brand with the highest sales in Indonesia. The theme in the stretcher is high tech architecture which is directly proportional to technological progress, but still approaches the theme of green architecture because the design location is in the tropics.