Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan (JIMAP) is a peer-reviewed academic journal published by the Department of Architecture and Planning, Faculty of Engineering, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, Indonesia. The journal presents design, research and development in the field of architecture and planning. Authors must register to this journal before submitting their work and they must follow the Author Guidelines of the journal. Submissions that do not adhere to the guidelines provided will be REJECTED. Please submit your article through the online submission of this journal. You may address further inquiries to the Editor at jurnal.ilmiah.ars@usk.ac.id. JIMAP Journal published four times a year, in February, May, August and November
Articles
268 Documents
Volume 7, No.4, November 2023
Dewi, Cut
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 7, No 4 (2023): Volume 7, No.4, November 2023
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24815/jimap.v7i4.28652
Perancangan Hotel Syariah Bintang 4 di Kota Banda Aceh, Tema: Arsitektur Modern
Rahman, Muhammad Alif;
Irzaidi, Irzaidi;
Nasution, Burhan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 7, No 3 (2023): Volume 7, No.3, Agustus 2023
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24815/jimap.v7i3.24873
Banyaknya wisatawan muslim yang berkunjung ke Provinsi Aceh terutama di Kota Banda Aceh yang merupakan sebuah kota Provinsi Aceh yang menjadi pusat Perekonomian, Pariwisata, Pendidikan,Pusat Budaya dan lain-lain Juga adanya program wisata halal yang sedang di lakukan oleh pemerintah Banda Aceh Sehingga menarik minat saya untuk membangun sebuah Hotel Syariah dengan menggabungkan konsep arsitektur modern yang sesuai dengan jaman yang akan memberikan ikon sebagai sebuah kota dengan menerapkan prinsip syariah pada pelayanan utama berupa penginapan, juga sebagai sarana untuk mengenal budaya dan lingkungan masyarakat Aceh bagi para wisatawan yang berkunjung. Hotel Syariah direncanakan karena sangat sesuai dengan budaya lokal masyarakat aceh yang bermayoritas muslim juga memberikan rasa aman kepada wisatawan yang beragama muslim dan dapat juga dipakai oleh wisatawan non muslim sebagai cara mengenal syariat islam. Perancangan Hotel Syariah ini menggunakan tema Modern, yaitu suatu gaya bangunan Arsitektur yang mengutamakan kesederhanaan bentuk dan menghapus segala macam ornamen hal ini sesuai dengan nilai-nilai yang dimiliki oleh agama islam untuk tidak mengagungkan simbol-simbol tertentu yang dapat melanggar syariah islam sehingga konsep Arsitektur Modern sangat layak untuk diterapkan agar bangunan yang dirancang tidak bertentangan dengan syariat islam. Konsep bangunan yang akan dirancang menekankan pada banyaknya pengguna material kaca, baja, dan struktur yang kokoh. Konsep ini diharapkan dapat mengekspresikan kesederhanaan bangunan itu sendiri tanpa menggunakan ornamen yang berlebihan, Sehingga dapat memaksimalkan fungsi bangunan itu sendiri.
Perancangan Hotel Resort Danau Laut Tawar di Aceh Tengah (Tema: Arsitektur Neo Vernakular)
Alfini, Putri;
Sari, Laina Hilma;
Nasution, Burhan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 8, No 3 (2024): Volume 8, No. 3, Agustus 2024
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24815/jimap.v8i3.24879
Indonesia memiliki banyak tempat tujuan wisata yang memiliki potensi yang sangat besar. Salah satu daerah di Indonesia yang sangat menarik potensi indusri pariwisatanya adalah Aceh, terutama Aceh Tengah dilihat dengan banyaknya wisatawan lokal dan mancanegara yang berkunjung ke Aceh Tengah terus meningkat dari tahun ke tahun, baik untuk berlibur atau untuk tujuan bisnis. Aceh Tengah menawarkan pesona alam yang cukup. Jika dilihat dari meningkatnya wisatawan yang datang ke Aceh Tengah, sarana yang mendukung peningkatan jumlah wisatawan seperti hotel masih kurang mencukupi. Pemilihan Perancangan Hotel Resort didasarkan oleh potensi alam yang dimiliki Aceh Tengah dimana salah satunya adalah danau, yang dapat digunakan sebagai view utama pembagunan Hotel Resort di Aceh Tengah. Pilihan yang tepat Hotel Resort dengan bintang empat untuk di bangun dikawasan ini. Pada Perancangan Hotel Resort menggunakan pendekatan Arsitektur Neo Vernakular karena bangunan ini akan berusaha menampilkan dan mencerminkan tradisi lokal tetapi juga tetap modern.
Identifikasi Ornamen pada Masjid Teungku Di Pucok Krueng dengan Pendekatan Semiotika
Amelia, Fitri;
Wulandari, Elysa;
Rauzi, Era Nopera
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 8, No 1 (2024): Volume 8, No.1, Februari 2024
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24815/jimap.v8i1.26629
Ornamen merupakan suatu hiasan yang ditambahkan pada bangunan sebagai nilai estetika dan sebagai pengungkapan perasaan. Masjid Teungku Di Pucok Krueng merupakan masjid bersejarah yang dibangun pada tahun 1622 oleh saudagar bernama Syeikh Abdul Salim sebagai sarana perkembangan Islam di daerah Meureudu, Pidie Jaya. Masjid ini bergaya arsitektur tradisional yang dipengaruhi dengan kondisi geografi dan budaya sekitarnya yang diimplementasikan dalam bentuk bangunan maupun ornamen yang menghiasi masjid ini. Ornamen pada masjid menunjukkan identitas budaya masyarakatnya sehingga harus dilestarikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ornamen yang ada pada Masjid Teungku Di Pucok Krueng serta makna dari ornamen tersebut. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, pengambilan data dilakukan melalui observasi lapangan, dokumentasi dan studi literatur. Analisa semiotika Roland Barthes dengan cara denotatif dan konotatif digunakan sebagai alat untuk membaca makna yang ada pada ornamen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ornamen pada Masjid Teungku Di Pucok Krueng terdapat pada atap dan dinding. Ornamen tersebut merupakan ornamen khas Aceh yang terdiri dari buleun bintang, bungong, bungong awan-awan, awan meucanek, pucok reubong, awan si oen, bungong meulu, bungong sagoe, bungong geulima dan putik. Ornamen tersebut mengandung makna filosofis kepercayaan Islam dan nilai kehidupan masyarakat seperti hubungan manusia dengan Allah dan hubungan antar sesama manusia.
Arahan Mitigasi Bencana Banjir Luapan Sungai pada Kawasan Permukiman
Syahirah, Riska;
Wulandari, Elysa;
Gunawan, Arief;
Zuraidi, Evalina
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 8, No 2 (2024): Volume 8, No.2, Mei 2024
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24815/jimap.v8i2.21821
Gampong Kota Lhoksukon merupakan salah satu daerah yang rawan terhadap bencana banjir dari DAS Keureuto di Kabupaten Aceh Utara. Ketika hujan dengan intensitas tinggi turun, sungai Krueng Keureuto tidak mampu menampung limpasan air hujan sehingga menggenangi kawasan permukiman di sekitarnya dan menimbulkan kerugian yang signifikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif kualitatif dan analisis SWOT. Hasil penelitian menyoroti karakteristik ancaman dan dampak banjir serta memberikan arahan mitigasi. Arahan mitigasi tersebut meliputi penyesuaian tinggi bangunan, penghijauan, penguatan struktur tanggul, perbaikan dan pembersihan sistem drainase, pengerukan sungai, optimalisasi operasi bendungan, perencanaan jalur evakuasi, pemanfaatan bangunan bertingkat sebagai tempat evakuasi, dan peningkatan kualitas jalan. Penelitian ini bertujuan untuk berkontribusi pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin 11, yang berfokus pada peningkatan permukiman di daerah rawan bencana. Dengan menerapkan strategi mitigasi banjir yang komprehensif, diharapkan risiko dan dampak banjir di Gampong Kota Lhoksukon dapat berkurang secara signifikan, sehingga meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap bencana banjir.
Redesain Pasar Induk Lambaro dengan Pendekatan Arsitektur Neo-Vernakular
Alghifari, Teuku Muhammad;
Fuady, Mirza;
Qadri, Laila
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 7, No 4 (2023): Volume 7, No.4, November 2023
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24815/jimap.v7i4.27129
Pasar Induk Lambaro sebagai pasar tradisional dengan jumlah pedagang paling banyak di Aceh Besar. Memiliki desain arsitektur yang lemah dan fasilitas yang kurang memadai sehingga Pasar Induk Lambaro tidak memenuhi standar sebagai sebuah pasar induk. Tujuan dari perancangan ini adalah menciptakan sebuah pasar yang bersih, nyaman dan aman bagi penjual dan pembeli dengan menghilangkan kesan kumuh pada pasar tradisional melalui penataan pembangunan yang lebih baik dan sesuai dengan standar yang berlaku melalui pendekatan Arsitektur Neo Vernakular Tema Arsitektur Neo Vernakular dipilih untuk menciptakan bangunan yang berangkat dari adat istiadat dan budaya setempat, guna mempertahankan kebiasaan/tradisi masyarakat Aceh yang secara turun temurun dan penguatan identitas lokal. Yang mampu memberikan nilai estetika tinggi sebagai ikon daerah. Arsitektur Neo Vernakular dapat dilihat dari penerapan ornamen-ornamen pada bangunan dan metafora dari kebudayaan masyarakat. Redesain Pasar Tradisional Lambaro ini turut mengacu juga pada peraturan kriteria pasar tipe A yang diterbitkan oleh pemerintah maupun kementrian Indonesia.
Perancangan Escape Building Tsunami di Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar dengan Pendekatan Tema Regionalisme Arsitektur
Shafwa, Putroe;
Haiqal, Muhammad;
Putra, Riza Aulia
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 8, No 2 (2024): Volume 8, No.2, Mei 2024
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24815/jimap.v8i2.27174
Peristiwa gempa bumi dan tsunami Aceh yang terjadi pada 26 Desember 2004 mengakibatkan kerusakan dan kerugian serta kehilangan nyawa sekitar 200.000 jiwa. Upaya mitigasi terhadap resiko bencana tsunami mulai dilakukan setelah peristiwa tersebut, salah satunya pembangunan dan peningkatan tempat evakuasi sementara (TES) berupa Escape Building Tsunami pada wilayah rawan tsunami. Berdasarkan hasil observasi, di Banda Aceh telah disediakan empat titik fasilitas dan Aceh Besar hanya memiliki satu titik fasilitas di Kecamatan Peukan Bada dengan kondisi bangunan tidak terawat dan terbengkalai. Berdasarkan titik pole tsunami (tugu air tsunami), Kecamatan Baitussalam, yang merupakan wilayah yang terkena dampak tsunami terparah di Aceh Besar dan dapat dikategorikan sebagai daerah yang memerlukan fasilitas mitigasi bencana belum memiliki Escape Building Tsunami. Maka dari itu, perancangan Escape Building Tsunami pada daerah Baitussalam diperlukan. Perancangan Escape Building Tsunami akan dilakukan dengan menerapkan konsep regionalisme arsitektur yang bertujuan untuk menggambungkan konsep tradisional dan modern. Konsep ini menciptakan karakteristik baru dengan penekanan pada perancangan dalam merespon iklim, pola perilaku sekitar, pola kebudayaan dan ikenografis (simbol) sehingga menghasilkan identitas dan simbolik dari bentukan bangunan, tantanan masa, dan bahan material yang digunakan.
Kajian Desain Sirkulasi Ruang Dalam Sebagai Sarana Evakuasi Kondisi Bahaya Kebakaran Pada Bangunan Gedung Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Syiah Kuala
Auri, Christina Tyas Justipava;
sofyan, Sofyan;
Idawati, Dyah Erti
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 7, No 4 (2023): Volume 7, No.4, November 2023
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24815/jimap.v7i4.25121
Kebakaran merupakan salah satu kecelakaan yang memerlukan perhatian khusus dan juga memerlukan pencegahan. Indonesia memiliki kondisi yang cocok untuk bangunan. Sistem proteksi kebakaran aktif dan pasif diperlukan untuk menjamin keselamatan pengguna dan pengelola gedung Fakultas MIPA. Gedung Fakultas MIPA Universitas Syiah Kuala karenanya harus dilengkapi dengan peralatan pemadam kebakaran yang baik. Merancang sirkulasi internal sebagai sarana untuk melarikan diri dalam situasi kebakaran mempengaruhi laju aliran, ukuran jalur sirkulasi dan bahan yang digunakan dalam beberapa cara. Kajian ini lebih lanjut membahas tentang layanan Fakultas MIPA Universitas Syiah Kuala. Konsep sirkulasi dan pencegahan kebakaran menjadi poin utama dari penelitian ini, yang bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan sirkulasi internal sebagai sarana evakuasi, sistem proteksi kebakaran, peralatan yang diperlukan dan pengaturannya. untuk merancang bangunan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Beberapa topik pembahasan adalah konsep desain sirkulasi dalam ruangan sebagai sarana escape dan kesesuaian sirkulasi dalam ruangan dengan pedoman SNI, yaitu. penggunaan Nilai Keandalan Sistem Keselamatan Bangunan (NKSKB) pada otoritas kebakaran. Penelitian ini mengungkapkan bahwa keandalan Sistem Keamanan Gedung (NKSKB) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Syiah Kuala sebesar 92,57%, yang menunjukkan bahwa keandalan sistemproteksi kebakaran terdapat pada gedung-gedung. Dari Fakultas MIPA Universitas Syiah Kuala termasuk dalam kategori baik.Kata Kunci: Jalur Evakuasi, Nilai Keandalan Sistem Keselamatan Bangunan (NKSKB), Proteksi Kebakaran, Sirkulasi Ruang Dalam.
Potensi Pengembangan Ekowisata Hutan Mangrove Di Kota Langsa, Aceh
Ulfah, Ulfah;
Rizkiya, Putra;
Fuady, Zahrul
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 7, No 3 (2023): Volume 7, No.3, Agustus 2023
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24815/jimap.v7i3.25395
Kota Langsa salah satu kota di Provinsi Aceh berbatasan langsung dengan Selat Malaka berhasil mengembangkan sektor pariwisata berupa ekowisata hutan mangrove. Kawasan ekowisata mangrove terletak di Kecamatan Langsa Barat, Desa Kuala Langsa. Keadaan geografis hutan mangrove memberikan keunggulan berupa keindahan alam dengan rimbunan pohon bakau yang terbentang luas di pesisir timur Provinsi Aceh, menjadikan potensi besar dalam meningkatkan pengembangan objek wisata berbasis alam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi potensi pariwisata di Kota Langsa. Penelitian ini difokuskan pada aktivitas pariwisata hutan mangrove di Kota Langsa yang dianalisis berdasarkan potensi dan daya tarik wisata. Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pengembangan potensi ekowisata hutan mangrove, terdapat beberapa faktor yang perlu diperhatikan, termasuk keempat komponen penting dalam industri pariwisata yang dikenal sebagai 4 A, yaitu atraksi, aksesibilitas, amenitas, dan layanan tambahan. Keindahan alam yang dimiliki oleh ekowisata hutan mangrove menjadi salah satu potensi yang dapat dikembangkan sebagai daya tarik wisata untuk mendukung pengembangan sebagai destinasi pariwisata. Ketersediaan fasilitas pendukung seperti penginapan, rumah makan, kios souvenir juga merupakan potensi yang dapat mendukung perkembangan ekowisata hutan mangrove di Kota Langsa.
Perancangan Galeri Fotografi di Banda Aceh dengan Pendekatan Arsitektur Futuristik
Zilfahera, Zilfahera;
Nasution, Burhan;
Edytia, Muhammad Heru Arie
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 8, No 1 (2024): Volume 8, No.1, Februari 2024
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24815/jimap.v8i1.26829
Seiring berjalannya waktu perkembangan teknologi semakin maju, khususnya dalam dunia fotografi dimana minat masyarakat terhadap fotografi semakin tinggi diiringi dengan terbentuknya komunitaskomunitas fotografi dan dilengkapi dengan fasilitas untuk mendukung kagiatan fotografi seperti toko kamera dan alat fotografi. Sehingga dibutuhkan sebuah tempat yang mampu mewadahi semua kegiatan fotografi yang ada. Galeri fotografi adalah suatu bentuk dari tempat untuk mewadahi semua kegiatan fotografi seperti pameran, studio foto, kelas fotografi, community space untuk para pecinta fotografer melakukan kegiatan sharing dan gathering serta sebagai pusat rekreasi dan edukasi yang dapat digunakan oleh seluruh kalangan masyarakat. Metode perancangan yang dilakukan dalam proses perancangan ini adalah dengan melakukan analisis pengguna, analisis besaran ruang serta analisis tapak. Arsitektur futristik adalah suatu paham kebebasan dalam mengekspresikan ide dengan cara inovatif dan dinamis. Tema arsitektur futuristic diterapkan pada ide bangunan, fasad bangunan, interior bangunan dan kecanggihan teknologi pada bangunan. Rancangan yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi wujud nyata dukungan terhadap perkembangan fotografi di Banda Aceh dan menjadikan rancangan sebagai pusat rekreasi dan edukasi.