cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnal.ilmiah.ars@usk.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.ilmiah.ars@usk.ac.id
Editorial Address
Jalan Tengku Syech Abdur Rauf No. 7 Darussalam, Banda Aceh, Aceh, 23111 INDONESIA
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan
ISSN : 26551586     EISSN : 26551586     DOI : 10.24815/jimap.v7i2.19596
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan (JIMAP) is a peer-reviewed academic journal published by the Department of Architecture and Planning, Faculty of Engineering, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, Indonesia. The journal presents design, research and development in the field of architecture and planning. Authors must register to this journal before submitting their work and they must follow the Author Guidelines of the journal. Submissions that do not adhere to the guidelines provided will be REJECTED. Please submit your article through the online submission of this journal. You may address further inquiries to the Editor at jurnal.ilmiah.ars@usk.ac.id. JIMAP Journal published four times a year, in February, May, August and November
Articles 268 Documents
Penerapan Healing Environment Pada Perancangan Rumah Sakit Otak Aceh Rajil Munir; Irfandi Irfandi; Cut Dewi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 5, No 3 (2021): Volume 5, No.3, Agustus 2021
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.488 KB)

Abstract

Perancangan ini menjelaskan mengenai fungsi lingkungan terhadap salah satu faktor dalam pemulihan terhadap penyakit yang diderita pasien di suatu Rumah Sakit. Ada beberapa faktor yang berperan dalam proses kesembuhan pasien adalah  faktor lingkungan sebesar 40%, faktor medis sebesar 10%, faktor genetis sebesar 20% dan beberapa faktor lain sebesar 30%. Untuk itu penulis menerapkan konsep “healing environment” pada perancangan Rumah Sakit Otak Aceh yang berlokasi di Jalan Sultan Malikul Saleh, Lampeuneurut Ujong Blang, Kecamatan Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar yang bertujuan untuk memberikan pelayanan kesehatan dan pengobatan pada permasalahan otak dan saraf yang komprehensif kepada seluruh masyarakat di provinsi Aceh, sehingga nantinya dapat dijadikan contoh atau pedoman dalam menangani berbagai kasus-kasus neurologi di Aceh yang semakin meningkat tiap tahunnya dan diharapkan kesembuhan pasien didapatkan dari bangunan yang digunakan oleh pasien bukan hanya melalui pihak medis saja. Penerapan dijelaskan dimulai dari tahap pengenalan healing environment, syarat desain, sampai dengan penzonaan area bangunan Rumah Sakit Otak yang akan diaplikasikan konsep healing environment.Kata kunci: penyembuhan, healing environment, rumah sakit otak
PENDEKATAN ARSITEKTUR KONTEMPORER TERHADAP PERANCANGAN PERUMAHAN DI BANDA RAYA Deni Azmi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 4, No 1 (2020): Volume 4, No.1, Februari 2020
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.835 KB)

Abstract

Abstract If seen from the population every week, it can be ascertained that there is an increase in the number of young couples who do not have private homes. of course, this must be resolved by ensuring that there is no increase in population levels in the Banda Aceh City area. Therefore a housing design solution is needed in the city of Banda Aceh that provides housing for residents of the city of Banda Aceh and young couples who are newly married. The residential design in Banda Raya provides contemporary architecture known as 21st-century architectural style, with dynamic shapes, eye-catching colors, optimal openings, and sturdy materials. It can give attraction to young couples and the people of Banda Aceh. Keywords: young couples, residential, Banda Aceh cityAbstrak         Bila dilihat dari penambahan jumlah penduduk setiap tahunnya, dapat dipastikan bahwa terdapat peningkatan  angka pasangan muda yang belum memiliki rumah pribadi, tentunya hal ini harus diselesaikan dengan secepat mungkin agar tidak terjadi kenaikan tingkat kepadatan penduduk di wilayah Kota Banda Aceh kedepan. Oleh karena itu dibutuhkan nya solusi perancangan sebuah perumahan di Kota Banda Aceh yang bertujuan menyediakan tempat tinggal bagi penduduk Kota Banda Aceh dan pasangan muda yang baru menikah. Perancangan perumahan di Banda Raya melakukan pendekatan arsitektur kontemporer yang dikenal dengan gaya arsitektur abad ke-21, dengan bentuk dinamis, warna yang eyecathcing, bukaan yang optimal dan material yang kokoh. Sehingga dapat memberikan daya tarik terhadap pasangan pasangan muda dan masyarakat Banda Aceh. Kata kunci: Pasangan Muda, Perumahan, Kota Banda Aceh
Penerapan Tema Kontemporer Pada Masjid Agung Kota Langsa Dian Octaviana; Irzaidi Irzaidi; Abdul Munir
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 7, No 1 (2023): Volume 7, No.1, Februari 2023
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (664.52 KB) | DOI: 10.24815/jimap.v7i1.21217

Abstract

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), masjid merupakan rumah atau bangunan tempat bersembahyang orang islam. Kata masjid berasal dari Bahasa Arab yang arti katanya meluas menjadi bangunan khusus yang dijadikan orang-orang untuk tempat berkumpul menunaikan shalat berjama’ah lima waktu. Masjid selain memiliki fungsi sebagai tempat ibadah, mengajarkan ilmu agama, juga dapat menjadi landmark dari suatu kota. Sebagai bangunan yang berpotensi menjadi landmark kota dan pusat kegiatan keagamaan, Masjid Agung Kota Langsa berada dilahan yang sangat terbatas dan daya tampung yang sedikit, memiliki skala bangunan yang rendah sehingga tidak memberikan kesan megah, memiliki dinding polos tanpa ornament, dan kubah yang sudah usang dan berkarat. Oleh karena itu, Masjid Agung Kota Langsa akan dirancang ulang untuk dijadikan sebagai salah satu pusat perhatian baru, meningkatkan daya tampung jamaah, memaksimalkan fungsi masjid, dan memenuhi standard pada masjid agung. Kota langsa yang memiliki warga yang lebih heterogen terhadap budaya membawa perancangan ini menggunakan tema kontemporer. Konsep perancangan masjid agung ini lebih kearah modern dan menggunakan teknologi di beberapa elemen masjid sebagai simbol bahwa Kota Langsa merupakan sebuah daerah yang sudah sangat berkembang. Lahan masjid akan diperluas dengan mengambil lahan pertokoan tua disisi utara, dan membuat satu massa tunggal dengan 1 basement dan 3 lantai diatasnya. Lantai 1 dijadikan sebagai tempat  kebutuhan sosial, seperti TPQ, retail, ruang serba guna, toilet dan tempat wudhu. Lantai 2 dan 3 dijadikan sebagai tempat ibadah utama.  
Evaluasi Implementasi Konsep Kota Hijau di Kota Banda Aceh Raedy Noer; Mirza Fuady; Nasrullah Ridwan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 5, No 4 (2021): Volume 5, No.4, November 2021
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.083 KB)

Abstract

Kota Banda Aceh telah memiliki rencana pengembangan dan pembangunan dengan konsep kota hijau sejak tahun 2012. Berdasarkan konsep kota hijau, idealnya Kota Banda Aceh direncanakan menjadi kota yang memperhatikan lingkungan yang sumberdaya seperti air dan energi dimanfaatkan sebaik-sebaiknya, meminimalisir limbah, mengimplementasi sistem transportasi berkelanjutan, menjaga kesehatan lingkungan, menyerasikan lingkungan alami dan sintesis, berdasarkan perencanaan dan perancangan kota yang berkelanjutan. Namun masih terdapat beberapa persoalan seperti ketiadaan transportasi umum yang memadai, belum ratanya panjang jalan dan bertambahnya jumlah kendaraan menyebabkan arus lalu lintas tidak mulus mengakibatkan kemacetan lalu lintas, polusi dan pencemaran udara. Untuk itu penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengevaluasi implementasi konsep kota hijau di Kota Banda Aceh sehingga dapat diketahui pencapaian dengan membandingkan antara rencana awal dan realisasi pelaksanaan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik gap analysis untuk membandingkan antara kondisi ideal konsep kota hijau dengan kondisi aktual Kota Banda Aceh. Hasil penelitian menunjukkan tingkat penerapan secara keseluruhan baru mencapai 43,43% dimana hamper semua atribut pendukung kota hijau sudah dijalankan dengan maksimal.
Modern Architecture in the Design of Syiah Kuala University Student Sports Center livia aditiya
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 3, No 3 (2019): Volume 3, No. 3, Agustus 2019
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.487 KB)

Abstract

Syiah Kuala University currently has a Sport Center, but due to the overall lack of maintenance and the lack of facilities that support activities so that only a few activities can be accommodated, making this building ineffective and cannot function optimally as it should.Therefore, in this writing, the aim is to create or design a Sport Center of Syiah Kuala University design that is able to facilitate activities in Unsyiah. This design will take the theme of Modern Architecture.The use of the theme of modern architecture itself is motivated by the function of the Sport Center to be planned as the Sport activity. Modern architectural themes are expected to be able to provide characteristics that are suitable for both space and users.Modern architecture is a term given to buildings that have characteristic styles that prioritize simplicity of form and remove all ornaments. Based on the book "The Le Corbusier Guide Third edition" which explains the concept of the Five Points of Le Corbusier which is five points that become a new approach to Modern Architecture design that gives freedom in the development of designs with new forms.Keywords: Sport Center, Modern Architecture, Le Corbusier, Five Points of Le Corbusier
Kajian Tingkat Kenyamanan Termal Rumah Aceh Di Desa Lubuk Sukon Salsabilah Monique; Abdul Munir; Sofyan Sofyan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 6, No 3 (2022): Volume 6, No.3, Agustus 2022
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.224 KB)

Abstract

Rumah Aceh merupakan kearifan lokal dengan penerapan penghawaan alami yang berfungsi untuk menciptakan kenyamanan termal yang mendukung aktivitas pengguna. Dengan memudarnya nilai budaya yang disebabkan perawatan rumah tradisional yang lebih sulit dan mahal menyebabkan masyarakat meninggalkan Rumah Aceh. Desa Lubuk Sukon merupakan desa wisata yang melestarikan Rumah Aceh sebagai tempat tinggal masyarakat. Penelitian ini mengkaji kenyamanan termal dua objek Rumah Aceh yang menggunakan material atap daun rumbia dan seng untuk mengetahui kinerja kenyamanan termal masing-masing bangunan. Pengukuran dilakukan dengan dua metode pengukuran yang berbeda yaitu pengukuran variabel fisik dan psikologis. Data pengukuran suhu udara, suhu radiasi, kelembaban, dan kecepatan udara diperoleh menggunakan alat Heat Stress WBGT Meter, Anemometer dan Thermorecorder kemudian hasil pengukuran di analisis dengan standar SNI, indeks PMV dan kenyamanan termal adaptif. Hasil perbandingan kedua objek yaitu Rumah Aceh Tradisional memiliki standar SNI Hangat Nyaman dengan Effective Temperature 29,9°C, indeks PMV Hangat dan kenyamanan termal adaptif Nyaman, sedangkan Rumah Aceh Perubahan memiliki standar SNI Hangat Nyaman dengan Effective Temperature 31,0°C, indeks PMV Panas dan kenyamanan termal adaptif Hangat. Dapat disimpulkan bahwa Rumah Aceh Tradisional lebih nyaman dibandingkan Rumah aceh Perubahan.
Perancangan Rumah Sakit Pendidikan Gigi dan Mulut Unsyiah Rifani Maisarah; Mirza Mirza; Erna Mutia
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 5, No 2 (2021): Volume 5, No.2, Mei 2021
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.679 KB)

Abstract

Tuntutan mutu pelayanan kesehatan gigi dan mulut mengalami peningkatan seiring dengan perkembangan zaman. Penanganannya kini menjadi lebih spesifik sehingga dinamakan rumah sakit khusus gigi dan mulut. Rumah sakit ini mencakup pelayanan gawat darurat, rawat jalan maupun rawat inap. Tidak hanya sebagai pelayanan kesehatan, kini rumah sakit menjadi sarana pendidikan bagi mahasiswa profesi dokter gigi dalam mendalami dunia praktek. Oleh karenanya kebutuhan fasilitas tentunya berbeda dengan adanya penambahan fungsi yakni sebagai sarana pembelajaran. Sarana rumah sakit pendidikan gigi dan mulut sudah ada dibanda aceh namun tidak sesuai dengan zonasi dan kebutuhan, sehingga diperlukannya rancangan rumah sakit yang sesuai dengan aktivitasnya. Dalam mendukung kegiatan yang ada, healing environment menjadi prinsip yang tepat dalam penerapan rancangan rumah sakit pendidikan gigi dan mulut. Healing environment menjadi aspek yang tidak hanya dirasakan oleh pasien dalam proses penyembuhan namun juga kepada pengguna rumah sakit lainnya.
Pengaruh Pandemi Terhadap Penggunaan Ruang Terbuka Publik Serta Upaya Pencegahan Penyebarannya Studi Kasus : Taman Lapangan Gelanggang USK Chaula Luthfiah; Irfandi Irfandi; Abdul Munir
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 7, No 2 (2023): Volume 7, No.2, Mei 2023
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1050.246 KB) | DOI: 10.24815/jimap.v7i2.23750

Abstract

AbstrakPada akhir tahun 2019 dunia dihebohkan dengan berita menyebarnya sebuah virus yang dikenal dengan Covid-19 sehingga menyebabkan pandemi. Pandemi Covid-19 memberikan dampak kepada hampir semua aspek kehidupan, tak terkecuali pada penggunaan Ruang Terbuka Publik. Aturan protokol kesehatan yang harus dipenuhi setiap individu membuat ruang yang sebelumnya menjadi kawasan untuk berinteraksi menjadi sangat terbatas. Sebagai salah satu ruang terbuka publik yang aktif di Kota Banda Aceh, Taman Lapangan Gelanggang USK juga mendapatkan dampak dari pandemi Covid-19 ini. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu bagaimana pengaruh pandemi terhadap penggunaan Ruang Terbuka Publik khususnya pada kawasan Taman Lapangan Gelanggang USK. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi salah satu upaya dan solusi untuk mencegah penyebaran virus corona bagi pengunjung Taman Lapangan Gelanggang USK selama melakukan aktivitas. Penelitian ini dilakukan dengan metode kuantitatif dimana pengumpulan data primer dilakukan melalui observasi lapangan serta wawancara dan kuesioner yang dilakukan kepada 60 responden untuk mengidentifikasi pengaruh pandemi terhadap penggunaan ruang terbuka publik Taman Lapangan Gelanggang USK. Sedangkan data sekunder didapatkan dari studi literatur pada teori teori para ahli dan penelitian terdahulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pandemi memberi pengaruh terhadap perubahan intensitas kunjungan dan perubahan durasi kunjungan yang dilakukan. Beberapa fasilitas yang terdapat di lokasi penelitian juga belum memenuhi standar pencegahan penyebaran Covid-19. Oleh karena itu, penelitian ini memberi solusi agar Taman Lapangan Gelanggang USK tetap aman digunakan meskipun saat pandemi. 
Pendekatan Child-Friendly Spaces pada Perancangan Pusat Kreativitas Anak di Kota Banda Aceh Ghina Salsabila
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 2, No 3 (2018): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (576.559 KB)

Abstract

The rapid growth of city construction and technological development in the city of Banda Aceh has a negative impact on children. Some problems arise such as reduced space for creativity and play for children, the emergence of children as gadget addicts, high child apathy towards the environment, low children's ability to solve problems and so on. This can hamper the potential and process of children's social interaction. The aspect of creativity is very important in overcoming these various problems. Presence of child-friendly creativity centre can accommodate and provide facilities for children. Child-friendly space focuses on providing recreational educational tools with an approach to children's interests and behavior. Embodiment of child-friendly space, namely by providing a space for creativity that is relaxed and nuanced by children, safe and comfortable, structured and flexible, can encourage self-expression, the existence of physical activity space, effective space for parents and teachers, and provision of furniture according to age groups child. This design aims to provide a representative spaces for children's creativity so as to realize a generation which is active, creative and innovative in the future. 
Perancangan Shopping Center di Banda Aceh (Tema: Arsitektur Tropis) Nadira Rizky
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 6, No 1 (2022): Volume 6, No.1, Februari 2022
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.056 KB)

Abstract

Shopping Center adalah area khusus yang dibangun berisi sekumpulan usaha retail yang dikunjungi untuk membeli atau melihat kebutuhan ekonomi masyarakat. Sekarang ini shopping center tidak hanya digunakan berbelanja saja, fungsi shopping center juga sebagai tempai rekreasi selain itu juga tempat bersosialisasi bagi pengunjung baik dengan keluarag maupun teman. Perancangan Shopping Center di Banda Aceh ini dirancang dengan penerapan tema arsitektur tropis. Arsitektur tropis mengadaptasi kondisi iklim dan cuaca, lokasi bangunan, serta dampak, maupun pengaruhnya terhadap lingkungan sekitar yang tropis. Tema arsitektur tropis sangat cocok dengan iklim Indonesia terutama iklim di Kota Banda Aceh dan juga mengajarkan tentang keselarasan antara manusia dengan alam.Design of Shopping Center in Banda Aceh (Theme: Tropical Architectur)Shopping center is a bunch of retails visited to buy or see and comparing the goods in meet the needs of economic community social. Currenly shopping center is not only used for shopping, the funtion of shopping center is also for recreation place and sociable for the good with family and friends. Design shopping center in banda aceh is designed by the application of the theme of tropical architecture. Tropical architecture oriented climate and weather conditions, building location, and the impacts, or affect on the environment tropical. The tropical architecture theme appropriated to the state of climate indonesia specifically climate in Banda Aceh City and also teach about an alignment between people to nature.