cover
Contact Name
Siti Mar'atus Sholikah
Contact Email
sholikah@poltekkesdepkes-sby.ac.id
Phone
+628121670910
Journal Mail Official
hcepoltekkessby@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pucang Jajar Tengah No. 56, Surabaya, Indonesia. Poltekkes Kemenkes Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Health Community Engagement
ISSN : -     EISSN : 27237540     DOI : https://doi.org/10.36568/hce.v3i2.21
HCE accept and publish the result of community service and enterpreneurship in the field of health sciences. HCE has a focus and scope : Nursing, Midwifery, Electromedical Engineering, Dental Nursing, Nutrition Health, Environmental Health, Health Analysts, Medical Records and Health Information that focuses on articles of Community Service.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 2 (2021): December" : 5 Documents clear
The Role of School in Improving Dental and Oral Hygiene Education in Primary School Children Sukolilo 250 Surabaya Sunomo Hadi; Imam Sarwo Edi; Endang Purwaningsih; Sri Hidayati; Ratih Larasati; Bambang Hadi Sugito; Ida Chairanna M; IGA Kusuma Astuti NP
Health Community Engagement Vol. 2 No. 2 (2021): December
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Oral and dental health is an important thing, so the efforts to maintain oral health need to be developed from an early age. Health education targets or targets and health services that serve certain groups or populations are very supportive of a health program. One of the program series is an effort to order cadres of small dentists who are part of the School Dental Health Business (UKGS), their existence needs maximum attention. The methods implemented were cadre orders, oral health education, training and mentoring. The number of cadres is 20 students consisting of grades 3, 4 and 5. The extension methods used are lectures, questions and answers and associations. The aids used are dental models, posters, and props. The targets and outputs achieved in this service were the knowledge of cadres of small dentists about dental and oral health and minor dentists in maintaining dental and oral hygiene, skills songs of cadres of small dentists about oral health and minor dentists in carrying out maintenance. teeth and mouth, dental and oral health status and elementary school students so that they can support general health. After this activity is completed, cadres of small dentists can transfer knowledge to friends at school and the environment at home, so that the health status of their teeth and mouth will be better. dental and oral health status and elementary school students so that they can support general health. After this activity is completed, cadres of small dentists can transfer knowledge to friends at school and the environment at home, so that the health status of their teeth and mouth will be better. dental and oral health status and elementary school students so that they can support general health. After this activity is completed, cadres of small dentists can transfer knowledge to friends at school and the environment at home, so that the health status of their teeth and mouth will be better.The result of community service activities was an increase in the knowledge of school cadres in maintaining dental and oral hygiene for students at SDN Sukolilo 250 Kenjeran about maintaining dental and oral hygiene before and after the intervention of community service activities through group and individual counseling, as well as the clown performance that adapted to the model. education in children is pedagogic, learning while playing
Pendampingan Ibu Hamil Dalam Upaya Pencegahan Anemia Melalui Metoda Small Group Discussion dan Demonstrasi Pembuatan Kudapan di Desa Karangagung Kecamatan Palang Kabupaten Tuban Teresia Retna; Wahyuningsin TN; Roudlotul Jannah
Health Community Engagement Vol. 2 No. 2 (2021): December
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

During pregnancy, the need for nutrients increases, this is necessary to meet the needs of fetal growth and development, and maintenance of maternal health, nutritional deficiencies can lead to anemia. Data from the Tuban Health Office in 2017 of 17,655 pregnant women who suffer from anemia 4,638 (26,2701 %.), in 2018 out of 16,498 pregnant women, 3,331 (20,1903%), while data from Puskesmas Palang the total number of pregnant women in 2019 was 765 people, with 213 pregnant women (28%) experiencing restriction including anemia, while the year 2020 received 317 mothers, 37 mothers with anemia (11.7%), 21 pregnant women (6.6%). The purpose of this PKM-M activity is to provide information, to raise awareness for pregnant women about the importance of fulfilling nutrition for mothers and the fetus during pregnancy to prevent anemia so that they can change the behavior of pregnant women from those who do not understand to be more preventive during pregnancy.The activity was carried out for 2 days using the Small Group Discussion method, an evaluation activity using video calls, which was divided into 5 groups, 1 (one) student coordinating 10 pregnant women, this activity was carried out for 1 week after the meeting. The results of increased knowledge in pregnant women were obtained. with an average of 80,906 before mentoring after mentoring 81.3, discipline and skills in making snacks, there was an increase from before mentoring almost half (44%) who rarely made snacks, to most (56%) pregnant women were motivated and regularly made various forms of snacks, although a small proportion of pregnant women (22%) were still found, who were rarely and never wanted to make snacks.Assistance or interaction through the Small Group Discussion method as a substitute for visits by health workers can make it easier to detect the discovery of new cases of anemia in pregnant women, and the skills of pregnant women are needed, starting from selecting ingredients, food that meets nutritional requirements, processing and serving it as an effort to prevent anemia during pregnancy.
Aplikasi Pemberdayaan Kader Kesehatan Gigi Dalam Upaya Kesehatan Gigi Dan Mulut Sebelum dan Saat Kehamilan di Kelurahan Rungkut Tengah Surabaya Ida Chairanna Mahirawatie; I.G.A Kusuma Astuti NP; Sunomo Hadi
Health Community Engagement Vol. 2 No. 2 (2021): December
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penduduk yang mengalami masalah kesehatan gigi dan mulut tentu saja termasuk ibu hamil. Berat lahir pada umumnya sangat terkait dengan kematian janin, neonatal dan pascaneonatal, morbiditas bayi dan anak serta pertumbuhan dan perkembangan setelah lahir saja, melainkan bisa dimulai sejak masih didalam kandungan. Ibu hamil merupakan kelompok yang memerlukan perhatian khusus berkaitan dengan kesehatan mulut mereka dan kesehatan calon bayi mereka. Oleh karena itu perawatan gigi dan mulut ibu hamil dimulai sejak sebelum masa kehamilan dan menyadari pentingnya menjaga kesehatan mulut selama kehamilan untuk dirinya sendiri serta janin yang dikandung sehingga dapat menghindari terjadinya penyakit mulut yang dapat mempengaruhi kehamilan. Upaya Kesehatan Gigi dan Mulut dilaksanakan melalui pemberdayaan masyarakat berupa pembentukan kader Kesehatan gigi. Kader adalah setiap orang yang dipilih oleh masyarakat dan dilatih untuk menangani masalah kesehatan perorangan atau masyarakat serta bekerja dalam hubungan yang amat dekat dengan tempat pemberian pelayanan kesehatan. Tujuan Umum pengabmas ini adalah mengaplikasikan Pemberdayaan Kader Kesehatan Gigi dalam Upaya Kesehatan gigi dan mulut sebelum dan saat Kehamilan. Pelaksana kegiatan ini adalah tim Pengabmas Poltekkes Kemenkes Surabaya. Bentuk kegiatannya bekerjasama dengan Puskesmas Gunung Anyar Surabaya. Kegiatan ini berupa pemberdayaan kader posyandu dalam upaya Kesehatan gigi dan mulut sebelum dan saat Kehamilan. Sumber biaya dalam kegiatan ini dibebankan pada dana dari DIPA Poltekkes Kemenkes Surabaya. Luaran dari kegiatan ini adalah: 1) Menghasilkan Artikel Ilmiah akan dimuat pada jurnal nasional tidak terakreditasi maupun terakreditasi atau internasional yang ber ISSN dan e-ISSN, 2) Peningkatan dalam pengetahuan dan keterampilan dalam upaya Kesehatan gigi dan mulut, 3) Tersusunnya dan tercetaknya Buku Pegangan Kader posyandu, 4) Diharapkan kader posyandu mampu menjalankan perannya sebagai kader Kesehatan gigi
Pemberdayaan Masyarakat Dalam Bentuk Kelas Ibu Balita Di Desa Krowe Lembeyan Magetan Tahun 2020 Tutiek Herlina; Nurweningtyas Wisnu; Nuryani
Health Community Engagement Vol. 2 No. 2 (2021): December
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: program kesehatan yang diharapkan menurunkan angka kesakitan dan kematian anak balita adalah buku KIA. Upaya  strategis desentralisasi untuk meningkatkan kemandirian keluarga dan masyarakat dalam memelihara kesehatan anak adalah mengembangkan model peningkatan penggunaan buku KIA oleh masyarakat melalui Kelas Ibu Balita (1). Desa Krowe Kecamatan Lembeyan Kabupaten Magetan belum melaksanakan program kelas ibu balita sampai dengan tahun 2020. Hal ini dikarenakan kader belum memahami   program kelas ibu balita. Kader beranggapan  kelas ibu balita dapat dilaksanakan bersamaan  Posyandu. Kegiatan rutin posyandu hanya penimbangan, imunisasi, belum ada penyuluhan khusus terkait perawatan anak. Penyuluhan diberikan bersifat individu apabila ada anak yang bermasalah. Tujuan: Pengetahuan kader posyandu tentang pelaksanaan kelas ibu balita dan perawatan anak meningkat setelah mengikuti kegiatan sosialisasi kelas ibu balita. Kader menindaklanjuti melaksanakan kelas ibu balita dengan pendampingan dari tenaga kesehatan. Metode: Peserta 36  kader Posyandu. Fasilitator adalah dosen, mahasiswa, bidan puskesmas, bidan desa. Metode pembelajaran  ceramah, demonstrasi, dan praktek. Media pembelajaran  lembar balik kelas ibu balita, buku KIA,  food model,  model gigi,  alat permainan edukatif,  LCD. Tempat pelaksanaan di Balai Desa Krowe. Waktu  pelaksanaan tujuh  pertemuan. Evaluasi   dilakukan dengan pre tes dan pos tes  setiap materi.  Hasil: ada peningkatan rata-rata nilai post tes dibandingkan pretes. Kesimpulan: ada peningkatan pengetahuan kader tentang pelaksanaan kelas ibu balita dan perawatan bayi dan balita setelah mengikuti kelas ibu balita. Kader diharapkan dapat menindaklanjuti melaksanakan kelas ibu balita dengan pendampingan tenaga kesehatan.
Pelatihan Kader Dalam Peningkatan Cakupan ASI Ekslusif Melalui Kelompok Pendukung ASI Sukesi; Rekawati Susilaningrum
Health Community Engagement Vol. 2 No. 2 (2021): December
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: program kesehatan yang diharapkan menurunkan angka kesakitan dan kematian anak balita adalah buku KIA. Upaya  strategis desentralisasi untuk meningkatkan kemandirian keluarga dan masyarakat dalam memelihara kesehatan anak adalah mengembangkan model peningkatan penggunaan buku KIA oleh masyarakat melalui Kelas Ibu Balita (1). Desa Krowe Kecamatan Lembeyan Kabupaten Magetan belum melaksanakan program kelas ibu balita sampai dengan tahun 2020. Hal ini dikarenakan kader belum memahami   program kelas ibu balita. Kader beranggapan  kelas ibu balita dapat dilaksanakan bersamaan  Posyandu. Kegiatan rutin posyandu hanya penimbangan, imunisasi, belum ada penyuluhan khusus terkait perawatan anak. Penyuluhan diberikan bersifat individu apabila ada anak yang bermasalah. Tujuan: Pengetahuan kader posyandu tentang pelaksanaan kelas ibu balita dan perawatan anak meningkat setelah mengikuti kegiatan sosialisasi kelas ibu balita. Kader menindaklanjuti melaksanakan kelas ibu balita dengan pendampingan dari tenaga kesehatan. Metode: Peserta 36  kader Posyandu. Fasilitator adalah dosen, mahasiswa, bidan puskesmas, bidan desa. Metode pembelajaran  ceramah, demonstrasi, dan praktek. Media pembelajaran  lembar balik kelas ibu balita, buku KIA,  food model,  model gigi,  alat permainan edukatif,  LCD. Tempat pelaksanaan di Balai Desa Krowe. Waktu  pelaksanaan tujuh  pertemuan. Evaluasi   dilakukan dengan pre tes dan pos tes  setiap materi.  Hasil: ada peningkatan rata-rata nilai post tes dibandingkan pretes. Kesimpulan: ada peningkatan pengetahuan kader tentang pelaksanaan kelas ibu balita dan perawatan bayi dan balita setelah mengikuti kelas ibu balita. Kader diharapkan dapat menindaklanjuti melaksanakan kelas ibu balita dengan pendampingan tenaga kesehatan. 

Page 1 of 1 | Total Record : 5