cover
Contact Name
Deny Murdianto
Contact Email
bearings@borneo.ac.id
Phone
+6285247195488
Journal Mail Official
bearings@borneo.ac.id
Editorial Address
Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan Jl. Amal Lama No. 1, Kota Tarakan 77123 Kalimantan Utara Indonesia
Location
Kota tarakan,
Kalimantan utara
INDONESIA
Journal BEARINGS: Borneo Mechanical Engineering and Science
ISSN : 29641462     EISSN : 29641500     DOI : -
Journal BEARINGS: Borneo Mechanical Engineering and Science (P-ISSN: 2964-1462, E-ISSN: 2964-1500) is a forum for academics and practitioners to publish scientific papers, research results, literature, and analytical studies that focus on the fields of mechanical engineering and related applied science.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2022)" : 5 Documents clear
Analisis Efisiensi Termal Pada Kompor Biomassa Dengan Menggunakan Metode Water Boiling Test (WBT) Muhammad Fajar Aryansyah; Hadi Santoso; Muh. Firdan Nurdin
Journal BEARINGS: Borneo Mechanical Engineering and Science Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Journal BEARINGS: Borneo Mechanical Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.026 KB)

Abstract

Kompor biomassa adalah salah satu teknologi pemanfaatan biomassa untuk keperluan memasak pada sektor rumah tangga. Biomassa dapat berasal dari hasil alam, contohnya kayu meranti yang digunakan sebagai bahan bakar pada penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembakaran yang terjadi pada kompor biomassa dan mengetahui efisiensi termal pada kompor. Proses pengukuran serta pengambilan data pada kompor biomassa, akan dilakukan dengan menggunakan metode Water Boiling Test (WBT). Metode ini dilakukan untuk menghitung efisiensi termal pada kompor biomassa dan akan dilakukan pengukuran kalor pada dinding kompor. Pengujian ini dilakukan dengan menggunakan 3 variasi volume air yaitu, 1 liter, 1,5 liter, dan 2 liter. Nilai efisiensi yang terdapat pada massa 1 liter air sekitar 26,6%, untuk massa 1,5 liter air sekitar 33,6% dan pada massa 2 liter air sekitar 41,8%. Jumlah bahan bakar biomassa yang digunakan sebesar 2,5 kg. Dari hasil pembakaran terdapat sisa bahan bakar yang berbeda massanya. Hasil dari percobaan 1 liter menyisakan lebih banyak bahan bakar sebesar 1,5 kg dan membakar biomassa sebesar 1 kg. Lalu pada percobaan 1,5 liter menyisakan bahan bakar sekitar 1,1 kg dan membakar biomassa sebanyak 1,4 kg. Pada percobaan 2 liter air menyisakan bahan bakar sebesar 0,9 kg dan membakar biomassa sebanyak 1,6 kg.
Rancang Bangun Kompor Biomassa Menggunakan Bahan Dasar Plat Galvanis Dilengkapi Dengan Teknologi Blower Henoch Cho Fui Ming; Hadi Santoso; Muh. Firdan Nurdin
Journal BEARINGS: Borneo Mechanical Engineering and Science Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Journal BEARINGS: Borneo Mechanical Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (684.934 KB)

Abstract

Kompor biomassa merupakan sebuah kompor yang sistem pembakarannya menggunakan bahan bakar biomassa untuk memproduksi kalor melalui pembakaran untuk penggunaan proses memasak domestik. Penelitian ini bertujuan untuk merancang bangun dan menguji performansi dari kompor biomassa menggunakan bahan dasar plat galvanis dilengkapi dengan teknologi blower melalui metode pengujian Water Boiling Test (WBT). Hasil penelitian ini, kompor yang telah dibangun menggunakan bahan dasar plat galvanis dengan diameter 380 mm dan tinggi 500 mm pada badan kompor dan tungku kompor yang berdiameter 280 mm dan 450 mm yang terdapat lubang-lubang (anulus) pada dinding untuk aliran udara yang bersumber dari blower DC berkapasitas 12 volt. Daya output untuk persentase berat bahan bakar 80% (5 liter air) sebesar 82 kW dengan laju konsumsi bahan bakar sebesar 0.095 kg/s, sedangkan untuk persentase berat bahan 20% (2 liter air) sebesar 41 kW dengan laju konsumsi bahan bakar 0.035 kg/s. Efisiensi termal dari kompor biomassa berkisar 6% - 10%.
Rancang Bangun Dan Analisis Kekuatan Poros Roda Belakang Pada Mobil Listrik Muhammad Rizaldi T.; Shinta Tri Kismanti; Muh. Firdan Nurdin
Journal BEARINGS: Borneo Mechanical Engineering and Science Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Journal BEARINGS: Borneo Mechanical Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.085 KB)

Abstract

Poros adalah salah satu bagian yang penting dari komponen mesin. Penelitian ini bertujuan untuk mendesain dan merancang poros dengan metode eksperimen dan komputasi. Metode ini dilakukan untuk mengetahui kekuatan poros. Hasil rancangan didapatkan momen puntir pada poros adalah 974 kg,mm, Diameter poros 20 mm, dan momen lentur dengan variasi beban pengendara 45 kg, 55 kg dan 65 kg. Nilai momen lentur  yang paling besar terjadi pada beban 65 kg yaitu 540.000 N.mm. Proses Desain dan Simulasi pada poros menggunakan komputasi dengan variasi beban pengendara 45 kg, 55 kg dan 65 kg. Beban pengendara maksimal 65 kg didapatkan hasil simulasi menunjukkan bahwa nilai von mises adalah 172,25 Mpa. Besar nilai displacement (lendutan) yang terjadi sebesar 0,38 mm, nilai minimum safety factor adalah 2,03. Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa poros yang di rancang aman dengan beban pengendara hingga 65 kg. 
Arang Kayu, Batok Kelapa, Kulit Durian Dan Kulit Pisang Sebagai Bahan Pengganti Resistor Film Karbon Wisutama, Remanda Arya; Nurseptiani, Syifa; Azizah, Athirah Nur; Subagiyo, Lambang; Nuryadin, Atin
Journal BEARINGS: Borneo Mechanical Engineering and Science Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.89 KB) | DOI: 10.35334/bearings.v1i1.3050

Abstract

Indonesia’s dependence on imported resistors must be addressed. Producing domestic resistors and using cheaper, more efficient materials is one way to reduce it. The purpose of this study was to determine the specific resistances of carbon film resistors produced from several natural materials. The carbon film resistors were made from 4 different charcoal materials: wood, coconut shells, banana peel, and durian peel charcoals. The fine natural charcoals were put into straws with different cross-sectional areas and lengths. The resistance was measured using a digital multimeter, and the specific resistance was subsequently calculated. The highest specific resistance was obtained by wood charcoal of 8.68x106Ωm, then followed by coconut shell charcoal, durian peel charcoal, and banana peel charcoal, which were 7.23x106Ωm, 4.91x106Ωm, and 4.37x106Ωm, respectively. Based on this research, wood, coconut shell, banana peel, and durian peel charcoals have the potential to be used as alternative materials to replace carbon film resistors.
Studi Laju Korosi Plat Baja Hitam Dengan Penambahan Inhibitor Bawang Dayak Di Lingkungan Air Laut Nasir, Nasir; Santoso, Hadi; Waluyo, Marhadi Budi
Journal BEARINGS: Borneo Mechanical Engineering and Science Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.098 KB) | DOI: 10.35334/bearings.v1i1.3081

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai pengaruh penambahan inhibitor ekstrak bawang dayak terhadap laju korosi. Bawang dayak dipilih karena mengandung antioksidan yang kuat sebesar 94% sehingga baik untuk dijadikan inhibitor yang dapat menghambat laju korosi. Material uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah plat baja hitam yang rentan dan cepat terkena korosi di lingkungan air laut. Plat baja hitam direndam pada wadah berisi air laut dengan beberapa variasi penambahan bubuk ekstrak bawang dayak yakni 0 ppm, 50 ppm, 100 ppm, 150 ppm, 200 ppm. Pengamatan dilakukan terhadap laju korosi logam dan efesiensi inhibitor dari uji weight loss selama interval 5, 10, 15, 20, 25, dan 30 hari. Pengujian mekanisme kerja inhibitor dianalisa melalui uji foto makro dan uji FTIR. Hasil uji weight loss dan efisiensi menunjukkan nilai laju korosi tertinggi dengan penambahan inhibitor bawang dayak sebesar 200 ppm yaitu 0,09 mm/year, dengan efisiensi terendah 21,41%. Sedangkan nilai laju korosi terendah dengan penambahan inhibitor bawang dayak sebesar 50 ppm yaitu 0,12 mm/year dengan efisiensi tertinggi 35,85%.

Page 1 of 1 | Total Record : 5