cover
Contact Name
Yusriadi
Contact Email
yusriadi@iainptk.ac.id
Phone
+6282155562873
Journal Mail Official
jurnalpkk@gmail.com
Editorial Address
https://e-journal.iainptk.ac.id/index.php/JPKK/about/editorialTeam
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Pendidikan, Kebudayaan dan Keislaman
ISSN : -     EISSN : 29870607     DOI : https://doi.org/10.24260
Jurnal Pendidikan, Kebudayaan dan Keislaman (JPKK) adalah open akses untuk peneliti, akademisi dan praktisi. Jurnal ini menyediakan wadah untuk menerbitkan hasil penelitian atau artikel review yang berkaitan dengan bidang pengajaran, pembelajaran, pengembangan kurikulum, lingkungan belajar, pendidikan guru, teknologi pendidikan, sosial budaya, studi masyarakat dan khazanah Islam. Di bawah penerbitan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak, terbit tiga kali dalam setahun, sejak Desember 2022
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 1 (2025)" : 5 Documents clear
MODERASI BERAGAMA: STUDI PEMIKIRAN PENDIDIKAN ISLAM SYAMSUL KURNIAWAN Mufidah, Intan
Jurnal Pendidikan, Kebudayaan dan Keislaman Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : The Institute for Research and Community Service (LP2M) of Pontianak State Institute of Islamic Studies (IAIN Pontianak)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/jpkk.v4i1.4106

Abstract

Tulisan ini membahas gagasan moderasi beragama dalam pemikiran pendidikan Islam Syamsul Kurniawan, yang meliputi empat indikator penting yaitu komitmen kebangsaan, toleransi, anti-kekerasan, dan penerimaan terhadap tradisi. Tujuan penelitian ini adalah memahami gagasan moderasi beragama dalam pemikiran Syamsul Kurniawan dengan menggunakan metode kajian pustaka (literature review). Analisis dalam tulisan ini bertujuan untuk menganalisis gagasan moderasi beragama Syamsul Kurniawan, yang mencakup empat indikator moderasi beragama, yaitu: satu, komitmen kebangsaan; dua, toleransi agama; tiga, anti-kekerasan; dan empat, sikap akomodatif terhadap budaya lokal. Metode penelitian ini menggunakan sumber primer dari tulisan karya Syamsul Kurniawan dan sumber sekunder dari buku, artikel jurnal ilmiah, dan wawancara eksklusif dengan Syamsul Kurniawan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Syamsul Kurniawan sangat menekankan pentingnya moderasi beragama yang ditunjukkan melalui sikap komitmen kebangsaan, toleransi agama, penolakan kekerasan, dan penerimaan terhadap tradisi untuk mencapai masyarakat harmonis yang menghormati perbedaan dan membangun perdamaian. This paper discusses the concept of religious moderation in the educational thought of Syamsul Kurniawan, encompassing four essential indicators: national commitment, tolerance, anti-violence, and acceptance of tradition. The aim of this research is to understand the idea of religious moderation in Syamsul Kurniawan’s thought by employing a literature review methodology. The analysis in this paper aims to examine Syamsul Kurniawan's concept of religious moderation, which includes four indicators: first, national commitment; second, religious tolerance; third, anti-violence; and fourth, an accommodative attitude towards local culture. This research utilizes primary sources from works authored by Syamsul Kurniawan and secondary sources from books, scholarly journal articles, and exclusive interviews with him. The findings indicate that Syamsul Kurniawan strongly emphasizes the importance of religious moderation, reflected through a commitment to national identity, religious tolerance, rejection of violence, and acceptance of traditions, all of which contribute to creating a harmonious society that respects differences and fosters peace.
MAKAN BESAPRAH PADA MASYARAKAT MELAYU SAMBAS DI JAWAI: IDENTIFIKASI NILAI-NILAI PSIKOLOGI Pradika, Cheldi Ibra
Jurnal Pendidikan, Kebudayaan dan Keislaman Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : The Institute for Research and Community Service (LP2M) of Pontianak State Institute of Islamic Studies (IAIN Pontianak)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/jpkk.v4i1.3216

Abstract

Kalimantan Barat merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki keragaman etnis dan budaya, salah satunya suku Melayu dengan tradisi makan besaprah. Tradisi ini merupakan warisan budaya temurun dan hingga kini masih dijalankan oleh sebagian masyarakat di Kecamatan Jawai, Kabupaten Sambas. Kajian mengenai praktik budaya ini, khususnya pada masyarakat Jawai, belum banyak dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tradisi makan besaprah di Kecamatan Jawai serta mengkaitkannya dengan nilai-nilai psikologi, khususnya teori psychological well-being yang relevan dalam konteks kekinian. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan observasi terhadap salah satu subjek yang masih melaksanakan tradisi tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi makan besaprah bukan hanya sebatas aktivitas makan bersama, tetapi juga sarana untuk mempererat silaturahmi, meningkatkan solidaritas antaranggota masyarakat dan keluarga, serta membangun kebahagiaan kolektif. Selain itu, tradisi ini mengajarkan nilai syukur atas rezeki yang diterima, sejalan dengan konsep psychological well-being yang menekankan pentingnya relasi positif, kebahagiaan, dan makna hidup dalam keseharian. West Kalimantan is one of the provinces in Indonesia that has ethnic and cultural diversity, one of which is the Malay tribe with the tradition of eating besaprah. This tradition is a hereditary cultural heritage and is still carried out by some people in Jawai District, Sambas regency. Studies on this cultural practice, especially in the Jawai people, have not been done much. This study aims to describe the tradition of eating besaprah in the District of Jawai and associate it with the values of psychology, especially the theory of psychological well-being that is relevant in the context of the present. This study uses descriptive qualitative methods with data collection techniques through interviews and observations of one of the subjects who still carry out the tradition. The results showed that the tradition of eating besaprah is not only limited to eating together, but also a means to strengthen friendship, increase solidarity between community members and families, and build collective happiness. In addition, this tradition teaches the value of gratitude for the sustenance received, in line with the concept of psychological well-being that emphasizes the importance of positive relationships, happiness, and the meaning of life in everyday life.
ANALISIS EFEKTIVITAS METODE ROLE PLAYING PADA PEMBELAJARAN SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA Afifah, Nur; Rif'iyati, Dian
Jurnal Pendidikan, Kebudayaan dan Keislaman Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : The Institute for Research and Community Service (LP2M) of Pontianak State Institute of Islamic Studies (IAIN Pontianak)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/jpkk.v4i1.4265

Abstract

Penelitian ini menganalisis efektivitas metode role playing dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam. Studi ini mengevaluasi seberapa efektif metode role playing dalam meningkatkan semangat belajar siswa di bidang Sejarah Kebudayaan Islam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan cara mempelajari berbagai sumber, baik yang primer maupun   sekunder.   Temuan   menunjukkan   bahwa   motivasi belajar siswa yang diajarkan dengan metode role playing mengalami peningkatan signifikan dibandingkan dengan pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam yang menggunakan metode lainnya. Kenaikan motivasi ini terlihat melalui peningkatan partisipasi aktif, minat, semangat belajar, dan kepercayaan diri siswa. Hasil ini menunjukkan bahwa metode role  playing  memiliki  potensi  sebagai  pendekatan pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan motivasi belajar siswa dalam Sejarah Kebudayaan Islam. Banyak manfaat yang didapat siswa, yang tentunya akan memberikan dampak positif selama proses belajar. This study evaluates how effective the role playing method is in increasing students' enthusiasm for learning in the field of Islamic Cultural History. The method used in this study is qualitative by studying various sources, both primary and secondary. The findings show that students' learning motivation taught using  the  role  playing method has increased significantly compared to learning Islamic Cultural History using other methods. This increase in motivation can be seen through increased active participation, interest, enthusiasm for learning, and students' self-confidence. These results indicate that the role playing method has the potential as an effective learning approach to increase students' motivation for learning in Islamic Cultural History. There are many benefits for students, which of course will have a positive impact during the learning process.
REFORMASI DAN WESTERNISASI : TRANSFORMASI DINASTI USMANIYAH MENUJU MODERNITAS Faisal, Raja; SJ, Fadil
Jurnal Pendidikan, Kebudayaan dan Keislaman Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : The Institute for Research and Community Service (LP2M) of Pontianak State Institute of Islamic Studies (IAIN Pontianak)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/jpkk.v4i1.3819

Abstract

Atikel ini mengkaji mengenai Reformasi Tanzimat dan westernisasi sebagai periode krusial dalam proses modernisasi dan westernisasi Kesultanan Utsmaniyah. Reformasi ini merupakan respons terhadap melemahnya struktur politik, militer, dan ekonomi di tubuh kesultanan Turki Usmani, sekaligus bentuk penyesuaian terhadap dominasi Eropa yang tengah mencapai kemajuan dalam bidang ilmu pengetahuan, hukum, dan tata kelola pemerintahan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dan mengolaborasikan dengan pendekatan kajian pustaka terhadap berbagai sumber primer dan sekunder. Hasil kajian menunjukkan bahwa Reformasi Tanzimat menjadi titik balik penting dalam pembentukan sistem pemerintahan modern, penataan ulang hukum, serta transformasi sosial yang mengantarkan pada tumbuhnya nasionalisme Turki. Meski sarat dengan pengaruh nilai-nilai Barat, arus westernisasi tersebut tetap berupaya mempertahankan identitas Islam-Turki dalam bingkai budaya Usmaniyah. Artikel ini menegaskan bahwa Reformasi Tanzimat bukan sekadar adaptasi terhadap Barat, melainkan strategi sintesis antara tradisi dan modernitas yang kemudian melandasi lahirnya negara-bangsa Turki modern pada awal abad ke-20. This article examines the Tanzimat Reforms and Westernization as a crucial period in the modernization and westernization process of the Ottoman Empire. The reforms emerged as a response to the weakening of the political, military, and economic structures within the Ottoman state, as well as an adjustment to the growing European dominance marked by advancements in science, law, and governance. This research employs a qualitative descriptive method combined with a literature review approach, utilizing both primary and secondary sources. The findings reveal that the Tanzimat Reforms marked a significant turning point in the establishment of a modern administrative system, legal restructuring, and social transformation that eventually fostered the rise of Turkish nationalism. Although deeply influenced by Western values, the wave of Westernization still sought to preserve the Islamic-Turkish identity within the Ottoman cultural framework. This article asserts that the Tanzimat Reforms were not merely an adaptation to the West but a strategic synthesis between tradition and modernity that laid the groundwork for the emergence of the modern Turkish nation-state in the early twentieth century.
STRATEGI GURU DALAM PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING DI PEMBELAJARAN SKI KELAS V UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN Khoiriyah, Sapna; Rif'iyati, Dian
Jurnal Pendidikan, Kebudayaan dan Keislaman Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : The Institute for Research and Community Service (LP2M) of Pontianak State Institute of Islamic Studies (IAIN Pontianak)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/jpkk.v4i1.4264

Abstract

Strategi guru dalam menerapkan model Problem Based Learning (PBL) di tingkat SD/MI khususnya kelas 5 guna meningkatkan partisipasi siswa dalam proses pembelajaran. PBL merupakan metode yang memanfaatkan masalah kehidupan nyata sebagai latar belakang  untuk melatih siswa dalam berpikir kritis dan kemampuan menyelesaikan masalah. Sebagai seorang pendidik, guru berperan penting untuk mewujudkan lingkungan belajar yang efektif dan memfasilitasi interaksi yang positif antara siswa. Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model PBL, yang dipadukan dengan penggunaan media seperti video dan PowerPoint, dapat meningkatkan partisipasi siswa secara signifikan. Dengan mengelompokkan siswa dan mendorong diskusi serta presentasi kelompok, metode ini berhasil menjadikan pembelajaran lebih berpusat pada siswa, sehingga memfasilitasi kemandirian dan antusiasme mereka dalam belajar. Hasil menunjukkan bahwa PBL berkontribusi baik terhadap keterlibatan siswa dan efektivitas proses pembelajaran. Teacher strategies in implementing the Problem Based Learning (PBL) model at the elementary school level, especially grade 5, to increase student participation in the learning process. PBL is a method that utilizes real-life problems as a background to train students in critical thinking and problem-solving skills. As an educator, teachers play an important role in creating an effective learning environment and facilitating positive interactions between students. This study shows that the implementation of the PBL model, combined with the use of media such as video and PowerPoint, can significantly increase student participation. By grouping students and encouraging group discussions and presentations, this method successfully makes learning more student-centered, thus facilitating their independence and enthusiasm in learning. The results show that PBL contributes well to student engagement and the effectiveness of the learning process.

Page 1 of 1 | Total Record : 5