cover
Contact Name
Maria Evvy Yanti
Contact Email
jurnalefata@gmail.com
Phone
+6281312414725
Journal Mail Official
jurnalefata@gmail.com
Editorial Address
Jl. Wijaya I No.29-31, RT.2/RW.4, Petogogan, Kec. Kebayoran Baru, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12170
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Efata: Jurnal Teologi dan Pelayanan
ISSN : 24771333     EISSN : 27228215     DOI : https://doi.org/10.47543
Jurnal EFATA merupakan wadah publikasi online hasil penelitian para dosen di Sekolah Tinggi Teologi Iman Jakarta, pada bidang teologi dan pelayanan Kristiani. Jurnal EFATA diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi Iman Jakarta, dengan Focus and Scope adalah: 1. Teologi Sistematika 2. Teologi Biblika 3. Teologi Pastoral 4. Misiologi 5. Pelayanan Kristiani
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 1: Desember 2023" : 6 Documents clear
Menyuarakan Keadilan Allah dalam Narasi Hari Tuhan: Studi Struktur Orasi Amos 5:7-20 Yanti, Maria Evvy; Lasut, Wahyu
Jurnal EFATA: Jurnal Teologi dan Pelayanan Vol 10, No 1: Desember 2023
Publisher : STT Iman Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47543/efata.v10i1.175

Abstract

The Book of Amos contains a collection of prophetic orations consisting of a collection of prophetic traditions and compilation documents. There are various interpretations, especially in interpreting the Day of the Lord based on the prophet's oration in Amos 5:7-20. For example, there are those who interpret that the Day of the Lord is a time for the statement of the Most Holy God in the midst of human behavior that violates His will. Some interpret it as a day of punishment for the disbelievers and bringing glory to God's people. Some see it as the destruction of the Israelites and other nations when the day of the Lord arrives. There are also those who understand the Day of the Lord to be a terrible and terrible event because God is angry. The purpose of writing this article is to find the theology about the Day of the Lord in Amos 5:7-20. The method used is analysis of the literary structure of orations. The result of this research is that the Day of the Lord is God's justice which is practiced through upholding truth and humanization which provides prosperity for the people. Abstrak Kitab Amos berisi kumpulan orasi nabi yang terdiri dari koleksi tradisi nabi dan dokumen-dokumen kompilasinya. Terdapat beragam penafsiran, khususnya dalam menafsirkan Hari Tuhan berdasarkan orasi nabi pada Amos 5:7-20 Misalnya, ada yang menafsirkan bahwa Hari Tuhan adalah waktu pernyataan Allah yang Maha Suci di tengah perilaku manusia yang melanggar kehendak-Nya. Ada yang menafsirkan sebagai hari penghukuman bagi orang-orang kafir dan membawa kejayaan kepada umat Allah. Ada yang memandangnya sebagai kebinasaan bangsa Israel dan bangsa-bangsa lain ketika tiba hari Tuhan. Ada juga yang memahami Hari Tuhan menjadi peristiwa yang mengerikan dan dahsyat karena Tuhan murka. Tujuan penulisan artikel ini ialah untuk menemukan teologi tentang Hari Tuhan dalam Amos 5:7-20. Metode yang digunakan ialah analisis struktur sastra orasi. Hasil penelitian ini ialah bahwa Hari Tuhan sebagai keadilan Allah yang dipraktikkan melalui penegakkan kebenaran dan humanisasi yang memberikan kesejahteraan bagi umat.
Pendidikan Kristiani Mereduksi Hegemoni Politik Identitas: Upaya Membangun Demokrasi dan Kebebasan Berpolitik Arifianto, Yonatan Alex
Jurnal EFATA: Jurnal Teologi dan Pelayanan Vol 10, No 1: Desember 2023
Publisher : STT Iman Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47543/efata.v10i1.132

Abstract

The phenomenon of identity politics has had a negative impact in the form of social segregation and conflict that has the potential to lead to division. The government urges all parties to maintain the unity and integrity of the nation through various means, one of which is launching a religious mode-ration program several years ago. Religion is considered essential and crucial in the issue of identity politics. This research aims to initiate the role of Christian education in reducing the hegemony of identity politics. By using descriptive analysis methods through literature studies from research results on identity politics and the essence of Christian education, a religious format is produced that can reduce the hegemony of identity politics. In conclusion, Christian education can be a way for the church to build a political paradigm with integrity and a democratic political situation. Abstrak Fenomena politik identitas telah memberikan dampak negatif berupa segregasi sosial hingga konflik yang berpotensi pada perpecahan. Pemerintah mendesak semua pihak agar memelihara kesatuan dan keutuhan bangsa melalui berbagai cara, yang salah satunya adalah meluncurkan program moderasi beragama beberapa tahun lalu. Agama dianggap penting dan krusial dalam perosalan politik identitas. Penelitian ini bertujuan untuk menginisiasi peran pendidikan kristiani dalam mereduksi hegemoni politik identitas. Dengan menggunakan metode analisis deskriptif melalui kajian literatur dari hasil penelitian tentang politik identitas dan esensi pendidikan kristiani, dihasilkan sebuah format beragama yang mampu mereduksi hegemoni politik identitas. Simpulannya, pendidikan kristiani dapat menjadi cara gereja membangun paradigma politik yang berintegritas dan situasi berpolitik yang demokratis.
Teologi Kitab Amos sebagai Kontinuitas: Suatu Tinjauan Sejarah Sosial Karya Redaktur Periode Pra hingga Pasca-Pembuangan Kaury, Markus
Jurnal EFATA: Jurnal Teologi dan Pelayanan Vol 10, No 1: Desember 2023
Publisher : STT Iman Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47543/efata.v10i1.158

Abstract

The Book of Amos is part of the book of minor prophets in the Old Testament canon that has a variety of interpretations, especially in interpreting parts of the text that have a different social history from Amos's lifetime as a writer. Different approaches to social history certainly result in diverse theologies. Themes vary on Israel's salvation history as grace and obedience to God in an eschatological sense, but there is also the view that the time of salvation was revealed through restoration at the time the prophet gave a speech. The purpose of writing this article is to find the influence and contribution of the role of later writers of the Book of Amos, who redacted different theological themes based on the book's interpretation history. The method used is social situation analysis to analyze the history of the circulation of the prophetic oration in the book of Amos. In their life situations, the writers contributed to shaping the theology of the Book of Amos. The results of this study show that the essence of Amos's theology originating from different periods builds character and theology in the lives of righteous people. People are increasingly convinced of God's inclusion in the history of living situations. Abstrak Kitab Amos merupakan bagian kitab nabi-nabi kecil dalam kanon Perjanjian Lama yang memiliki beragam penafsiran, khususnya dalam menafsirkan bagian teks yang memiliki sejarah sosial berbeda dengan masa hidup Amos sebagai penulis. Pendekatan sejarah sosial yang berbeda tentu menghasilkan teologi yang beragam pula. Tema-tema beragam mengenai sejarah keselamatan Israel sebagai anugerah dan ketaatan kepada Allah dalam pemahaman eskatologis, tetapi terdapat juga pandangan bahwa masa keselamatan dinyatakan melalui restorasi pada saat nabi berorasi. Tujuan penulisan artikel ini ialah untuk menemukan pengaruh dan kontribusi adanya peran para penulis selanjutnya dari Kitab Amos yang meredaksi tema-tema teologi yang berbeda berdasarkan sejarah interpretasi kitab itu. Metode yang digunakan ialah analisis situasi sosial untuk menganalisis sejarah peredaksian dari orasi kenabian dalam kitab Amos. Para penulis dalam situasi kehidupan mereka berkontribusi dalam membentuk teologi Kitab Amos. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa esensi dari teologi Amos yang berasal dari periode yang berbeda membangun karakter dan teologi dalam kehidupan umat yang benar. Umat semakin meyakini akan penyertaan Allah dalam sejarah situasi kehidupan.
Misiologi dalam Problematika Agama di Masyarakat Demokratis Multikultural Kristianto, Paulus Eko
Jurnal EFATA: Jurnal Teologi dan Pelayanan Vol 10, No 1: Desember 2023
Publisher : STT Iman Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47543/efata.v10i1.130

Abstract

Religious problems in democratic societies are commonplace and have occurred since before the formation of democracy. However, the color of the problematic discussion is different. What are the colors of religious problems in a multicultural democratic society? This article tries to map it through library research methods on books and journals to build a meeting with the construction of religion and public space in a multicultural democratic society, the rationality of faith, and the church in action. These meetings led to efforts to construct missiology. Missiology is expected to provide a bright and straightforward way to see various problems by discussing the call of religion to proclaim the Kingdom of God rather than just standing and focusing only on the issues of religion and its practice itself. Abstrak Problematika agama dalam masyarakat demokratis menjadi hal biasa dan sudah terjadi sejak sebelum terbentuknya demokrasi. Walau begitu, warna diskusi problematika itu berbeda-beda. Bagaimana warna problematika agama di masyarakat demokratis multikultural? Artikel ini mencoba memetakannya melalui metode penelitian pustaka terhadap buku dan jurnal guna membangun pertemuannya dengan konstruksi agama dan ruang publik dalam masyarakat demokratis multikultural, rasionalitas iman, dan gereja dalam aksi. Pertemuan-pertemuan tersebut bermuara pada upaya mengonstruksi misiologis. Misiologi diharapkan memberikan jalan terang dan jernih melihat beragam problematika dengan membahas panggilan agama yang mewartakan Kerajaan Allah, bukan semata berdiri dan berfokus hanya pada problematika agama dan praktiknya itu sendiri.
Agama dan Diskriminasi Sosial: Sebuah Refleksi Teologis Narasi Petrus dan Kornelius dalam Kisah Para Rasul 10 melalui Lensa Pentakostalisme Siahaan, Harls Evan Riant; Baruno, Yosep Heristyo Endro
Jurnal EFATA: Jurnal Teologi dan Pelayanan Vol 10, No 1: Desember 2023
Publisher : STT Iman Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47543/efata.v10i1.95

Abstract

Ketegangan sosial yang diakibatkan oleh agama telah menjadi problematika yang mengglobal akhir-akhir ini. Sekalipun pada hakikatnya agama memiliki nilai-nilai yang luhur dalam kehidupan namun tidak sedikit konflik dan kekerasan terjadi mengatasnamakan agama. Artikel ini memperlihatkan realitas beragama, bahkan oleh agamawan, yang masih mempraktikkan sikap diskriminatif terhadap perbedaan, melalui narasi Petrus dan Kornelius dalam Kisah Para Rasul 10. Tujuannya, melalui pembacaan narasi tersebut teologi dapat merefleksikan konstruksi beragama yang mereduksi sikap diskriminasi. Dengan menggunakan metode analisis naratif konstruktif atas Kisah Para Rasul 10, diperlihatkan bagaimana Roh Kudus yang berkarya dalam kelahiran gereja merengkuh segala perbedaan yang paling hakiki. Ini berarti gereja yang lahir dalam peristiwa Pentakosta harus memperlihatkan spiritualitas yang anti-diskriminasi.
Membangun Spiritualitas Kristiani Posmodern melalui Analogi Pembebasan Israel dari Mesir Waoma, Ken Jacks Gunawan; Rusmiyanto, Andreas Danang
Jurnal EFATA: Jurnal Teologi dan Pelayanan Vol 10, No 1: Desember 2023
Publisher : STT Iman Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47543/efata.v10i1.131

Abstract

This article examines the event of Israel's liberation from Egypt as a typology of the work of the Messiah and reflects it for Christian spirituality in the current post-postmodern era. This research investigates the parallels between the story of Israel's liberation and the teachings about the Messiah, highlighting symbolic meanings that can be applied analogically in the context of postmodern Christian life. This research uses descriptive and interpretative analysis methods with a hermeneutic approach. The typology of messianic work shown by the narrative of Israel's liberation from Egypt can become the foundation of Christian spirituality in the postmodern era. Abstrak Artikel ini mengkaji peristiwa pembebasan Israel dari Mesir sebagai tipologi karya Mesias dan merefleksikannya bagi spiritualitas kristiani di era posposmodern saat ini. Penelitian ini menyelidiki paralel antara kisah pembebasan Israel dan ajaran tentang Mesias, menyoroti makna simbolis yang dapat diaplikasikan secara analogis dalam konteks kehidupan Kristen posposmodern. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dan interpretatif dengan pendekataan hermeneutik. Tipologi karya mesias yang ditunjukkan oleh narasi pembebasan Israel dari Mesir dapat menjadi fondasi spiritualitas kekristenan di era posmodern.

Page 1 of 1 | Total Record : 6