PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika, mempublikasikan ide, gagasan, hasil penelitian matematika atau pembelajarannya. Prisma diterbitkan berkala setiap tahun, sebagai ajang publikasi seminar nasional yang diselenggarakan oleh Jurusan Matematika Fakultas MIPA Universitas Negeri Semarang. Naskah yang dipublikasikan telah dipresentasikan dalam pertemuan ilmiah tersebut. PRISMA diterbitkan setiap Februari pada tahun setelah pelaksanaan Seminar Nasional Matematika UNNES.
Articles
837 Documents
KEMAMPUAN BERPIKIR ALJABAR MAHASISWA DALAM MATERI TRIGONOMETRI DITINJAU DARI LATAR BELAKANG SEKOLAH MALALUI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 1 (2018): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tujuan penelitian ini adalah mendiskripsikan indikator kemampuan berpikir aljabar dan pemecahan masalah mahasiswa pada trigonometri. Subjek penelitian ini sebanyak 66 mahasiswa semseter dua pendidikan matematika FKIP Universitas Pancasakti Tegal Indonesia yang menempuh matakuliah Trigonometri dari bulan Maret 2017 sampai Mei 2017. Mahasiswa tersebut berasal dari berasal dari SMA IPA, SMA IPS dan SMK dari sekolah negeri dan swasta. Indikator kemampuan berpikir aljabar mahasiswa yang diperiksa adalah (1) Kemampuan pemecahan masalah, (2) Matematika sebagai alat untuk fungsi dan Pemodelan Matematika, (3) Aljabar sebagai Bahasa Matematika, (4) Aljabar sebagai Representasi, (5) Kemampuan Quantitative Reasoning. Indikator pemecahan masalah mahasiswa yang dipelajari (1) Memahami masalah yang meliputi (2) Menyusun rencana pemecahan, atau memilih strategi, (3) Melaksanakan perhitungan atau menyelesaikan model matematis, dan (4) Mmemeriksa kembali hasil yang diperoleh. Hasil yang diperoleh kemampuan berpikir aljabar mahasiswa pada trigonometri untuk kemampuan pemecahan masalah dan kemampuan Quantitative Reasoning cukup kuat. Untuk Kemampuan menggunakan matematika sebagai alat untuk fingsi dan pemodelan matematika, Aljabar sebagai bahasa matematika dan aljabar sebagai representasi masih lemah. Kemampuan berpikir aljabar dan kemampuan pemecahan masalah mahasiswa dari kelompok SMA/MA IPA lebih kuat daripada kelompok SMA/MA IPS dan kelompok SMK
Radikal Prima-R Kiri pada (R,S)-Modul
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 1 (2018): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Diberikan ring R dan ring S sebarang, serta suatu (R,S)-modul M. Suatu submodul P disebut submodul prima-R kiri pada (R,S)-modul jika untuk setiap ideal I dan J di R dengan maka berakibat atau . Pada paper ini akan disajikan pendefinisian radikal prima-R kiri pada (R,S)-modul melalui sistem-m terkait definisi submodul prima-R kiri pada (R,S)-modul.
Meningkatkan Kemampuan Koneksi Matematika Siswa Melalui Model PBL Berbasis Konstruktivistik Materi SPLDV Kelas X
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 1 (2018): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pada pembelajaran matematika, siswa banyak terlihat kesulitan untuk memecahkan masalah matematika yang memiliki kaitan terhadap materi yang dipelajari sebelumnya. Permasalahan tersebut diperlukan adanya tindakan untuk meningkatkan kemampuan koneksi matematika siswa. Atas dasar tersebut penelitian ini bertujuan meningkatkan kemampuan koneksi matematika siswa materi SPLDV pada kelas X Busana 1 SMK Negeri 6 Semarang melalui penerapan model PBL berbasis konstruktivistik. PTK ini dilaksanakan dalam dua siklus. Masing-masing siklus terdiri dari dua pertemuan. Penelitian ini dikatakan berhasil jika memenuhi indikator keberhasilan, yaitu (1) kemampuan koneksi matematika pada siklus I meningkat dari pra siklus dan meningkat dari siklus satu ke siklus berikutnya, (2) persentase kemampuan koneksi matematika tuntas secara klasikal (minimal 75%). Hasil penelitian menunjukan rata-rata kemampuan awal siswa adalah 42,6. Nilai rata-rata siswa pada siklus I mengalami peningkatan menjadi 74,1 dan pada siklus II mengalami peningkatan menjadi 81,7. Persentase ketuntasan siswa pada siklus I adalah 86,1% dan pada siklus II menjadi 97,2%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan PBL berbasis konstruktivistik dapat meningkatkan kemampuan koneksi matematika siswa kelas X Busana 1 SMKN 6 Semarang. Model pembelajaran ini dapat lebih optimal jika diikuti dengan pengelolaan kelas dan perencanaan yang baik oleh guru.
Pemanfaatan ICT Dalam Literasi Matematika
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 1 (2018): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Literasi matematika masih begitu asing didengar bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, namun menjadi hal yang begitu penting untuk dimiliki masyarakat di era globalisasi saat ini. Seseorang dikatakan literate (melek) matematika bukan berarti hanya sekedar paham tentang matematika, tetapi juga dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Budaya literasi dalam perkembangan teknologi yang sangat pesat dalam dasawarsa terakhir menjadi suatu tantangan tersediri agar tetap bisa bertahan, oleh sebab itu Pemanfaatan ICT dalam literasi matematika sangatlah penting, sesuai tujuan literasi matematika disini supaya dapat membantu siswa dalam menganalisa, memberikan alasan, dan menyampaikan ide secara efektif, merumuskan, memecahkan, dan menginterpretasi masalah-masalah dalam kehidupan sehari-hari. Akan tetapi apakah literasi matematika itu? Apakakah literasi ICT? Mengapa literasi matematika begitu penting? Apakah ICT itu? Bagaimana memanfaatkan ICT dalam literasi matematika? Makalah ini akan mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Berdasarkan kajian tersebut dapat ditindak lanjuti dengan penelitian pengembangan media pembelajaran matematika berbasis ICT yang valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan literasi matematika.
Pembelajaran Trigonometri Materi Menentukan Tinggi Suatu Benda Berbantuan Klinometer Fleksibel
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 1 (2018): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tujuan penelitian ini adalah untuk adalah mengembangkan media pembelajaran Klinometer Fleksibel yang digunakan untuk mengukur sudut elevasi dalam menentukan tinggi suatu objek, sehingga bisa membantu memudahkan para guru matematika dalam menerangkan sudut elevasi khususnya untuk menentukan tinggi suatu benda dengan konsep perbandingan trigonometri. Media pembelajaran ini juga memberikan kemudahan bagi siswa dalam memahami materi ajar perbandingan trigonometri karena materi perbandingan trigonometri dikembangkan dalam bentuk yang sederhana tetapi menarik. Klinometer yang penulis kembangkan mempunyai kelebihan dibanding dengan klinometer sederhana yang sudah ada yaitu adanya lingkaran busur fleksibel, busur bisa digeser sesuai dengan kebutuhan pengamat. Klinometer Fleksibel ini bisa digunakan untuk menentukan tinggi suatu benda dengan menggunakan materi perbandingan trigonometri dan bisa juga dengan konsep kesebangunan perbandingan segitiga.
Pengembangan Literasi Matematika Sekolah Dalam Perspektif Logical Reasoning
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 1 (2018): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Keberadaan pendidikan memegang peran penting dalam menyiapkan generasi bangsa yang berkualitas sesuai perkembangan sains dan teknologi. Pendidikan matematika menjadi pondasi dalam memanfaatkan pengetahuan secara optimal agar lebih cerdas dan kritis dalam menerima dan mengolah informasi, termasuk di dalamnya adalah kemampuan penalaran logis. Oleh karena itu, kemampuan penalaran logis (logical thingking) dalam pendidikan matematika harus memiliki kemampuan literasi matematika yang memadai, agar mampu memanfaatkan matematika secara teoritis dan aplikatif. Semua orang yang berperan dalam pembelajaran matematika dapat terus mengasah kemampuan penalaran logis demi peningkatan kemampuan literasi matematika.
Analisis Soal-Soal Matematika Tipe Higher Order Thinking Skill (HOTS) pada Kurikulum 2013 untuk Mendukung Kemampuan Literasi Siswa
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 1 (2018): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kemampuan literasi matematika siswa adalah kemampuan untuk memahami materi matematika dan menggunakannya dalam pemecahan masalah sehari-hari. Kemampuan literasi matematika sangat dibutuhkan dalam menghadapi tuntutan pendidikan yang semakin berkembang. Siswa dituntut untuk dapat memanfaatkan pengetahuannya secara optimal agar lebih cerdas dan kritis dalam menerima dan mengolah informasi. Kemampuan literasi mulai dikembangkan dalam mata pelajaran matematika. Hal ini tercermin dalam kompetensi-kompetensi inti pada Standar Isi kurikulum 2013. Mata pelajaran matematika diharapkan tidak hanya membekali siswa dengan kemampuan untuk menggunakan perhitungan atau rumus dalam mengerjakan soal tes saja akan tetapi juga mampu melibatkan kemampuan bernalar dan analitisnya dalam memecahkan masalah sehari-hari. Pemecahan masalah ini tidak semata-mata masalah yang berupa soal rutin akan tetapi lebih kepada permasalahan yang dihadapi sehari-hari.Soal-soal matematika pada kurikulum 2013 kebanyakan adalah soal dengan tipe Higher Order Thinking Skill (HOTS). Soal dengan tipe HOTS adalah soal yang menuntut kemampuan berfikir tingkat tinggi dan melibatkan proses bernalar, sehingga dapat mengasah kemampuan berpikir kritis, logis, reflektif, metakognitif, dan kreatif. Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk mengkaji soal-soal matematika tipe Higher Order Thinking Skill (HOTS) pada kurikulum 2013 untuk mendukung kemampuan literasi siswa. Soal tipe HOTS melatih siswa berpikir dalam level analisis, evaluasi dan mengkreasi. Siswaterlatih untuk menyelesaikan masalah dan membuat keputusan sehingga dengan soal-soal tersebut dapat mengembangkan kemampuan literasi matematika siswa.
Perbandingan Finite Difference Method dan Finite Element Method dalam Mencari Solusi Persamaan Diferensial Parsial
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 1 (2018): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Finite Difference Methods dan Finite Element Methods merupakan dua macam pendekatan numerik untuk mencari solusi persamaan diferensial parsial. Finite difference methods lebih awal diperkenalkan untuk menyelesaikan beberapa persamaan fisika, yaitu pada tahun 1930-an. Metode ini menyelesaikan persamaan differensial dengan membagi bidang menjadi sejumlah berhingga pias segi empat. Selanjutnya pada tahun 1950-an diperkenalkan metode lain untuk menyelesaikan beberapa persamaan diferensial parsial yang digunakan pada bidang teknik, yang dikenal dengan Finite Element Methods. Metode ini membagi domain dengan sejumlah berhingga elemen, yang direpresentasikan dalam bentuk polinomial. Dengan demikian elemen yang digunakan pada Finite Element Methods tidak harus berbentuk segiempat.
Peningkatan Penalaran Matematis melalui PBL Bernuanasa Etnomatika pada Siswa XI MIPA 6 SMA
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 1 (2018): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan meningkatkan kemampuan penalaran matematis pada sisa XI MIPA 6, SMA N 7 Semarang dengan Model Problem based Learning (PBL) bernuansa etnomatematika pada materi matriks. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas, yang terdiri atas dua siklus dimana tiap siklus dua kali pertemuan yang melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi, observasi aktivitas guru dan siswa, wawancara dan tes kemampuan penalaran matematis disetiap akhir siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI MIPA 6 SMA Negeri 7 Semarang yang berjumlah 37 orang. Penelitian ini dilakukan pada semester ganjil Tahun Pelajaran 2017/2018. Hasil penelitian diperoleh nilai rata-rata penalaran matematis siswa pada siklus I adalah 74,93 dan pada siklus II mengalami kenaikan menjadi 81,26. Persentase ketuntasan penalaran matematis siswa pada siklus I adalah 72,79 % dan pada siklus II mengalami kenaikan menjadi 78,38. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan Model Problem based Learning (PBL) bernuansa etnomatematika dapat meningkatkan penalaran matematis siswa kelas XI MIPA SMA Negeri 7 Semarang. Model pembelajaran ini dapat lebih optimal jika diikuti dengan pengelolaan kelas dan perencanaan yang baik oleh guru.
Pendekatan Matching Bobot Optimal untuk Menentukan Solusi Masalah Penugasan Multi-Objective
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 1 (2018): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Abstrak Masalah penugasan multi-objective merupakan masalah pemasangan tugas ke pekerja sehingga memenuhi beberapa fungsi tujuan secara simultan. Fungsi tujuan yang akan dicapai misalnya meminimalkan upah pekerja, waktu operasi, produk cacat, dan sebagainya. Pada artikel ini permasalahan yang dikaji dibatasi pada masalah pemasangan n tugas ke n pekerja. Tahapan penyelesaian masalah penugasan multi-objective dimulai dengan proses pengubahan fungsi tujuan multi-objective ke dalam bentuk fungsi single-objective melalui proses normalisasi (Metode Bao) atau dengan menjumlahkan koefisien dari setiap fungsi tujuan (Metode Yadaiah-Haragopal). Tahapan berikutnya menentukan matching bobot optimal dari masalah penugasan single-objective tersebut melalui algoritma Kuhn-Munkres dan algoritma Hungarian. Kebaruan dalam artikel ini pada simulasi penyelesaian beberapa masalah penugasan multi-objective dengan menentukan matching bobot optimal melalui kedua metode tersebut.