cover
Contact Name
Muhammad Zuhair Zahid
Contact Email
zuhairzahid@mail.unnes.ac.id
Phone
+6285729226625
Journal Mail Official
zuhairzahid@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Jalan Tamansiswa Kelurahan Sekaran Gunungpati Kota Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
ISSN : -     EISSN : 26139189     DOI : -
Core Subject : Education,
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika, mempublikasikan ide, gagasan, hasil penelitian matematika atau pembelajarannya. Prisma diterbitkan berkala setiap tahun, sebagai ajang publikasi seminar nasional yang diselenggarakan oleh Jurusan Matematika Fakultas MIPA Universitas Negeri Semarang. Naskah yang dipublikasikan telah dipresentasikan dalam pertemuan ilmiah tersebut. PRISMA diterbitkan setiap Februari pada tahun setelah pelaksanaan Seminar Nasional Matematika UNNES.
Articles 837 Documents
Alat Peraga Konsep Luas Bangun Datar
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika 2016: Prosiding Seminar Nasional Matematika IX 2015
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Matematika adalah salah satu mata pelajaran yang dipelajari secara bertahap dan berkelanjutan. Matematika masih dianggap sebagai pelajaran yang sulit dipahami dan kurang menyenangkan. Hal ini dimungkinkan karena konsep-konsep matematika yang cenderung abstrak. Kebanyakan siswa tidak bisa dengan mudah langsung memahami konsep matematika tersebut. Oleh karena itu, perlu adanya alat peraga untuk membantu siswa memahami materi matematika. Alat peraga pembelajaran yang dapat digunakan untuk membantu siswa memahami konsep matematika berupa benda kongkrit yang dapat dipraktikan langsung oleh siswa pada saat pembelajaran. Pada makalah ini memuat sebuah alat peraga yang dapat membangun konsep siswa pada pokok bahasan luas bangun datar. Alat peraga digunakan untuk membantu siswa secara mandiri mengkontruksikan bagaimana konsep luas bangun datar. Konsep luas bangun datar dalam alat peraga ini meliputi konsep luas segitiga, jajargenjang, trapesium, belak ketupat, dan layang-layang. Penggunaan alat peraga konsep luas bangun datar ini diharapkan dapat membantu siswa memahami konsep luas bangun datar, proses pembelajaran menjadi lebih aktif, adanya peningkatan dalam kemampuan berpikir kreatif, serta meningkatkan interaksi positif terhadap sesama siswa dan guru
Upaya Peningkatan Kemampuan Berpikir Kreatif dengan Problem Based Learning Berpendekatan Scientific pada Materi Trigonometri
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika 2016: Prosiding Seminar Nasional Matematika IX 2015
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesulitan siswa dalam mempelajari trigonometri yang diajarkan pada siswa SMA kelas X. Kesulitan ini berdampak pada kemampuan berpikir kritis siswa belum mencapai hasil yang memuaskan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas yang terbagi menjadi 2 siklus tindakan. Dari penelitian yang telah dilaksanakan, diperoleh hasil bahwa kemampuan dan keterampilan berpikir kreatif siswa kelas XI MIA 4 MAN Temanggung mengalami peningkatan setelah dilakukan pembelajaran geometri dengan model PBL berpendekatan scientific.
Model Pembelajaran Investigasi Kelompok dan Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa dalam Pembelajaran Matematika
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika 2016: Prosiding Seminar Nasional Matematika IX 2015
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah merupakan kemampuan yang sangat penting dimiliki siswa baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam pembelajaran matematika. Namun, berdasarkan hasil penskoran internasional yang dilakukan oleh PISA (Progamme for International Student Assessment) tahun 2012 mengenai literasi matematika yang di dalamnya terkandung pula indikator-indikator instrumen pemecahan masalah, terlihat bahwa kemampuan pemecahan masalah matematika siswa Indonesia masih tergolong rendah. Salah satu penyebab rendahnya kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yaitu karena ketidaktepatan model pembelajaran yang digunakan oleh guru.Model pembelajaran yang dapat dimanfaatkan untuk menjadi alternatif dalam menciptakan pembelajaran yang bertujuan untuk mengembangkan kemampuan pemecahan masalah matematika adalah model pembelajaran investigasi kelompok. Hal ini dikarenakan, pada model pembelajaran investigasi kelompok memungkinkan siswa untuk mengembangkan pemahaman melalui berbagai kegiatan yang biasanya dimulai dengan soal-soal atau masalah-masalah. Selain itu, pada model pembelajaran ini menekankan pada kegiatan aktif siswa dalam mengkonstruksi pengetahuan matematikanya dengan menyelidiki sebuah masalah atau lebih untuk diketahui solusi ataupun konsep matematikanya. Artikel ini akan mengkaji tentang model pembelajaran investigasi kelompok, kemampuan pemecahan masalah matematika, kaitan antara model pembelajaran investigasi kelompok dan kemampuan pemecahan masalah matematika, dan contoh pembelajaran investigasi kelompok di kelas.
Kemampuan Berpikir Kreatif pada Pembelajaran TGT Berpendekatan Multidimensi SPUR dengan Tinjauan Minat
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika 2016: Prosiding Seminar Nasional Matematika IX 2015
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel konseptual ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana mengoptimalkan pembelajaran TGT (Teams Games Tournament) dengan pendekatan multidimensi SPUR (Skill, Properties, Uses dan Representation) untuk melatih kemampuan berpikir kreatif siswa SMP. Gagasan konseptual ini dilandasi dari kondisi riil berdasarkan pengisian kuesioner siswa kelas VII SMP Negeri 1 Semarang menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kreatif siswa tergolong rendah. Artikel ini berdasarkan taraf minat siswa (sangat tinggi, tinggi, sedang dan rendah) untuk melihat bagaimana kemampuan berpikir kreatif siswa tiap taraf. Gagasan ini juga mendeskripsikan kemampuan berpikir kreatif siswa yang diajar menggunakan model konvensional guru, TGT dan TGT berpendekatan multidimensional SPUR pada berbagai taraf minat. Setelah dilakukan pembelajaran, gagasan konseptual ini juga memiliki tujuan untuk mengetahui adanya peningkatan minat siswa yang diajar menggunakan model konvensional, TGT dan TGT berpendekatan multidimensional SPUR. Dengan hal ini kita dapat mengetahui keefektifan model konvensional, TGT dan TGT berpendekatan multidimensional SPUR terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa. Jenis penelitian ini adalah mixmethod. Skala Likert digunakan untuk menjenjang tingkat minat. Sebelum masing-masing pembelajaran dilakukan tes dan wawancara untuk mengetahui kemampuan berpikir kreatif siswa awal. Pendekatan multidimensi SPUR merupakan sebuah solusi membantu guru dalam melatih berpikir kreatif siswa dalam pembelajaran TGT.
Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Menggunakan Pendekatan Open Ended
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika 2016: Prosiding Seminar Nasional Matematika IX 2015
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu kemampuan yang sangat penting untuk dimiliki dan dikembangkan siswa adalah kemampuan berpikir kritis. Kemampuan tersebut sangat diperlukan untuk memecahkan masalah sehari-hari maupun permasalahan di masa yang akan datang. Hal ini dikarenakan di dalam proses berpikir kritis siswa akan menganalisis, memikirkan ulang, ataupun memunculkan ide-ide baru. Pada kenyataannya, penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran matematika di sekolah kurang mendorong siswa untuk berpikir kritis. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang dapat merangsang kemampuan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran matematika. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis siswa adalah pendekatan open ended. Dengan menggunakan pendekatan ini siswa dapat menyelesaikan sebuah masalah tanpa terbatas dengan satu solusi. Hal tersebut dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk menganalisis serta mengembangkan gagasannya untuk memecahkan masalah yang diberikan sehingga bisa meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Tulisan ini merupakan kajian literatur mengenai upaya meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis dengan menggunakan pendekatan open ended.
Penerapan Pembelajaran Berbasis Masalah untuk Meningkatkan Kemampuan Koneksi Matematis Siswa Sekolah Menengah
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika 2016: Prosiding Seminar Nasional Matematika IX 2015
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan koneksi matematis adalah kemampuan untuk mengaitkan konsep dan prinsip-prinsip antar topik dalam matematika, mengaitkan konsep matematika dengan bidang ilmu lain, serta mengaitkan konsep matematika dalam kehidupan sehari-hari. Dengan kemampuan matematis yang memadai, pembelajaran matematika akan lebih mudah dipahami dan bermakna bagi siswa. Selain itu, kemampuan koneksi matematis juga berkaitan dengan kemampuan pemecahan masalah. Jika kemampuan koneksi matematis siswa kurang memadai maka siswa akan kesulitan dalam memecahkan suatu permasalahan. Oleh karena itu, kemampuan koneksi matematis merupakan salah satu kemampuan yang harus dimiliki dan dikembangkan oleh siswa sekolah menengah. Namun sangat disayangkan, beberapa penelitian menunjukkan bahwa dengan penerapan pembelajaran konvensional (ekspositori) yang sering digunakan, tingkat kemampuan koneksi matematis siswa masih rendah. Artinya, diperlukan suatu metode pembelajaran yang mampu mengembangkan kemampuan koneksi matematis siswa. Dari beberapa penelitian yang telah dilakukan, Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) merupakan salah satu metode yang cocok digunakan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah ada tersebut, Pembelajaran Berbasis Masalah mampu mengingkatkan kemampuan koneksi matematis siswa lebih baik dibandingkan dengan pembelajaran yang konvensional. Tulisan ini merupakan kajian literatur untuk menggali pengetahuan tentang Pembelajaran Berbasis Masalah dalam upaya meningkatkan kemampuan koneksi matematis siswa sekolah menengah.
Aspek Matematis Bangunan dan Budaya Candi Ganjuran Bantul
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika 2016: Prosiding Seminar Nasional Matematika IX 2015
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Candi Ganjuran merupakan bangunan candi yang terletak di Desa Ganjuran, Kelurahan Sumbermulyo, Kecamatan Bambanglipuro, Kabupaten Bantul, Provinsi DIY. Bangunan Candi Ganjuran berdiri di area kompleks Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus Ganjuran, Bantul. Bangunan candi yang bercorak Hindu Jawa ini tidak terlepas dari sejarah kebudayaan Indonesia pada masa lampau. Candi yang dipergunakan sebagai tempat ibadah umat Katolik maupun sebagai tempat untuk berziarah dari berbagai kalangan masyarakat begitu kental dengan budaya Jawa. Hal ini ditunjukkan dari berbagai ritual yang telah dilaksanakan di sekitar area bangunan tersebut. Selain itu, budaya Jawa tampak dari bangunan gereja yang menyerupai bangunan Keraton Yogyakarta. Jika dipandang dari aspek matematis, maka bangunan candi dan sekitarnya memiliki unsur geometris dan aritmetika. Unsur geometris yang terdapat pada bangunan candi tersebut menyerupai bangun ruang limas segiempat sedangkan unsur aritmetika terletak pada waktu pelaksanaan ritual seperti tanggal, bulan dan tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui unsur matematis dan budaya yang melekat pada bangunan ini. Oleh karena itu, kami tertarik untuk meneliti Candi Ganjuran karena ingin mengetahui keterkaitan antara unsur matematis dan budaya. Metode penelitian yang kami lakukan adalah wawancara dengan ahli sejarah candi ganjuran, wawancara masyarakat setempat dan wawancara dengan pemimpin agama tentang asal usul bangunan candi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bangunan Candi Ganjuran memiliki unsur geometris, dapat dilihat melalui perhitungan volume dan luas permukaannya. Berdasarkan perhitungan volume dan luas tersebut diperoleh unsur matematis lain seperti perbandingan berbalik nilai antara para pekerja dengan waktu yang dibutuhkan dalam pembangunan candi dan optimalisasi biaya. Dari perhitungan waktu pelaksanaan ritual diperoleh suatu pola bilangan.
Penggunaan Tangram pada Materi Pecahan dalam Meningkatkan Kemampuan Representasi Matematis
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika 2016: Prosiding Seminar Nasional Matematika IX 2015
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam menyelesaikan permasalahan matematika, representasi terkait strategi pemecahan masalah menjadi hal yang sangat menentukan. Representasi tersebut memperlihatkan pemahaman peserta didik terhadap masalah serta kaitannya terhadap konsep matematika. Oleh karena itu, kemampuan representasi matematis perlu mendapat perhatian dalam pembelajaran matematika. Sebagai salah satu materi yang dipelajari di sekolah dasar, konsep dan operasi pecahan dapat direpresentasikan dalam berbagai cara. Namun, abstraknya konsep pecahan tersebut masih menjadi kendala tersendiri bagi peserta didik dalam merepresentasikan pecahan. Berdasarkan teori perkembangan mental Piaget, pada usia sekolah dasar, peserta didik berada pada tahapan operasional konkret. Untuk itu pembelajaran harus dimulai dengan menggunakan benda-benda nyata. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Tangram sebagai media pembelajaran dapat membantu peserta didik meningkatkan kemampuan representasi matematisnya. Tulisan ini merupakan studi literatur untuk mengetahui pengaruh penggunaan Tangram pada pembelajaran materi pecahan, guna meningkatkan kemampuan representasi matematis.
Keterampilan Interpersonal Sebagai Pendidikan Anak Jalanan di Rumah Pintar Matahari Surabaya
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika 2016: Prosiding Seminar Nasional Matematika IX 2015
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak jalanan merupakan potret nyata dari permasalahan ekonomi dan ketidakberdayaan sebagian masyarakat kita dalam menghadapi tuntutan hidup yang kian besar dari waktu ke waktu. Banyaknya anak jalanan di kota besar menunjukkan bahwa kualitas hidup dan masa depan anak-anak sangat memperihatinkan. Padahal anak jalanan juga perlu mendapatkan hak-haknya secara normal sebagaimana layaknya anak, diantaranya yang paling utama adalah hak atas pendidikan. Ada beberapa hal penting yang patut diperhatikan dalam melaksanakan pendidikan untuk anak jalanan, yakni bagaimana mengimplementasikannya sehingga mereka tidak lagi kembali ke jalan. Salah satu upaya guna memenuhi hak-hak atas pendidikan bagi anak jalanan, yaitu melalui sistem pendidikan non-formal yakni melalui keterampilan interpersonal. Pendidikan keterampilan interpersonal pada anak jalanan bertujuan untuk merubah perilaku mereka menjadi pribadi yang lebih baik karena selama ini stigma negatif masyarakat terhadap anak jalanan seringkali disebabkan oleh karakter mereka yang keras kepala, egois, susah menjalin komunikasi, tidak memiliki kepribadian, dan susah diatur. Melalui pelatihan dan pendidikan keterampilan interpersonal diharapkan anak jalanan memiliki soft skill yang lebih baik yaitu akan mempelajari cara mengenali dirinya sendiri, mengerti bagaimana mengenal, memahami, dan membangun hubungan dengan orang lain, menyesuaikan diri terhadap lingkungan sekitar serta mampu menyelesaikan konflik yang terjadi. Upaya pembinaan keterampilan interpersonal pada kajian ini dikhususkan untuk anak jalanan di RUmah Pintar Matahari (RPM) Surabaya. Beberapa kegiatan keterampilan interpersonal yang sudah dilakukan oleh anak-anak jalanan RPM antara lain adalah permainan edukatif ular tangga pengetahuan, teka teki silang terpadu, permainan lipat tepat, story telling, desainer wanna be, family card, water rocket, dan talent show.
Berpikir Kreatif Matematis pada Model Quantum Learning dengan Asesmen Otentik Ditinjau dari Self-Efficacy Siswa SMP
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika 2016: Prosiding Seminar Nasional Matematika IX 2015
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel konseptual ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana menganalisis kemampuan berpikir kreatif matematissiswa SMP pada berbagai tingkat self-efficacy siswa. Gagasan konseptual ini dilandasi dari kondisi riil berdasarkan hasil pekerjaan oleh siswa kelas VII H SMP Negeri 9 Purwokerto dalam menyelesaikan masalah menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kreatif matematis siswa tergolong rendah, sebanyak 47,4% siswa cenderung melihat hasil pekerjaan teman dan hampir semua siswa tidak mampu memberikan cara atau jawaban lain untuk masalah yang diberikan. Tanggapan siswa menunjukkan bahwa tingkat self-efficacy siswa tidak berbeda satu sama lain sehingga berpotensi bagi siswa dengan self-efficacy rendah cenderung mencontek pekerjaan temannya. Model Quantum Learning merupakan sebuah solusi dalam pembelajaran matematika yang menyenangkan dengan asesmen pembelajaran yang akan digunakan adalah Asesmen Otentik yang diharapkan dapat membantu guru dalam meningkatkan self-efficacy siswa.