cover
Contact Name
Muhammad Zuhair Zahid
Contact Email
zuhairzahid@mail.unnes.ac.id
Phone
+6285729226625
Journal Mail Official
zuhairzahid@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Jalan Tamansiswa Kelurahan Sekaran Gunungpati Kota Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
ISSN : -     EISSN : 26139189     DOI : -
Core Subject : Education,
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika, mempublikasikan ide, gagasan, hasil penelitian matematika atau pembelajarannya. Prisma diterbitkan berkala setiap tahun, sebagai ajang publikasi seminar nasional yang diselenggarakan oleh Jurusan Matematika Fakultas MIPA Universitas Negeri Semarang. Naskah yang dipublikasikan telah dipresentasikan dalam pertemuan ilmiah tersebut. PRISMA diterbitkan setiap Februari pada tahun setelah pelaksanaan Seminar Nasional Matematika UNNES.
Articles 837 Documents
Pentingnya Berpikir Kritis dalam Pembelajaran Matematika untuk Menghadapi Tantangan MEA
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika 2017: Prosiding Seminar Nasional Matematika X 2016
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) merupakan tantangan yang harus dihadapi Indonesia dalam meningkatkan perekonomian Indonesia. Implementasi MEA membutuhkan kesiapan yang matang dalam berbagai sektor salah satunya Sumber Daya Manusia. Untuk mencapai SDM yang berkualitas perlu adanya peningkatan kualitas pendidikan. Pendidikan menjadi unsur penting yang harus mendapat prioritas utama dalam menghadapi MEA. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan meningkatkan kualitas pendidikan yang berfokus pada pengembangan kemampuan berpikir kritis siswa. Berpikir kritis menjadi keterampilan yang paling penting dalam menghadapi tantangan dan memecahkan masalah dikehidupan sehari-hari. Salah satu alat untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa adalah matematika. Berdasarkan uraian diatas, tujuan penulisan makalah ini adalah untuk memaparkan pentingnya berfikir kritis dalam pembelajaran matematika dan peranannya dalam menghadapi MEA. Materi matematika dan berpikir kritis merupakan dua hal yang saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan. Materi matematika dipahami melalui berpikir kritis dan berpikir kritis dilatih melalui serangkaian proses dalam pembelajaran matematika. Keterampilan berpikir kritis sangat perlu dikembangkan dalam pembelajaran matematika karena dengan berpikir kritis memungkinkan siswa menganalisis pemikirannya sendiri untuk memutuskan suatu pilihan dan menarik kesimpulan.
Desain Bahan Ajar Program Linear Dengan Pendekatan Kontekstual Berbantuan Linever
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika 2017: Prosiding Seminar Nasional Matematika X 2016
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahan ajar merupakan alat bantu bagi seorang pendidik dalam keberhasilan proses pembelajaran pada seluruh jenjang pendidikan serta semua bidang kajian. Tak terkecuali proses pembelajaran program linear di Perguruan Tinggi. Untuk itu seorang pendidik harus dapat menyusun bahan ajar sendiri sesuai dengan kompetensi yang hendak dicapai serta karakteristik mahasiswa. Dalam matakuliah program linear perlu adanya aplikasi teori dalam permasalahan sehari-hari ataupun dalam masalah di indutri. Selain itu permasalahan perhitungan yang komplek membuat proses penyelesaian masalah terkait program linear membutuhkan waktu lama. Sehingga peneliti melakukan penelitian dalam mendesain bahan ajar program linear dengan pendekatan kontekstual berbantuan linever. Sehingga tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bahwa bahan ajar program linear dengan pendekatan kontekstual berbantuan linever valid digunakan dalam proes pembelajaran. Linever merupakan akronim dari software Lindo dan Excel Solver. Bahan ajar yang dikembangan adalah Diktat dan Lembar Kerja Mahasiswa (LKM). Penelitian ini merupakan bagian dari penelitian pengembangan dengan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, implementation, Evaluation), yaitu pada tahap Desain. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar validasi bahan ajar yang diberikan kepada validator. Penelitian yang dilakukan diperoleh hasil bahwa bahan ajar program linear dengan pendekatan kontekstual berbantuan linever valid digunakan dengan rata-rata penilaian 3,6 % termasuk dalam kriteria baik.
METODE BERVARIATIF DAN ALAT PERAGA TABLE PERKALIAN UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA KELAS IV
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika 2017: Prosiding Seminar Nasional Matematika X 2016
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah melalui penerapan metode bervariatif dan alat peraga table perkalian dapat meningkatkan prestasi belajar matematika tentang soal cerita pada siswa kelas IV SDN Mangunsari kecamatan Gunungpati kota Semarang tahun 2015. Penelitian ini dilakukan pada subjek penelitian siswa kelas IV berjumlah 17, 9 siswa laki-laki, 8 perempuan di SDN Mangunsari UPTD Pendidikan Kecamatan Gunungpati pada Semester II tahun pelajaran 2014/2015. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Action Risearch ini terdiri dari dua siklus, siklus satu merupakan melalui penerapan metode bervariatif dan alat peraga table perkalian sedangkan siklus dua merupakan tindak lanjut siklus satu. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik non tes. Instrument yang digunakan adalah lembar pengamatan dan penilaian. Validasi data menggunakan trianggulasi sumber yang melibatkan teman sejawat, kepala sekolah dan subjek penelitian itu sendiri. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif analisis yang dilanjutkan refleksi. Kesimpulan penelitian sekolah ini adalah melalui penerapan metode bervariatif dan alat peraga table perkalian dapat meningkatkan prestasi belajar matematika tentang soal cerita pada siswa kelas IV SDN Mangunsari kecamatan Gunungpati kota Semarang tahun 2015 sebesar 83,5 % dari rerata 48 menjadi 75.
MEMBANGUN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS DENGAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH BERBANTUAN E-LEARNING
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika 2017: Prosiding Seminar Nasional Matematika X 2016
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan berpikir kreatif matematis adalah kemampuan menemukan solusi bervariasi yang bersifat baru terhadap masalah matematika yang bersifat terbuka secara mudah dan fleksibel, namun dapat diterima kebenarannya. Hal ini selaras dengan karakteristik pembelajaran berbasis masalah yaitu melalui kegiatan kolaboratif, siswa diposisikan sebagai pemecah masalah, mendorong siswa untuk mampu menemukan masalah dan mengelaborasinya dengan mengajukan dugaan-dugaan dan merencanakan penyelesaian, siswa difasilitasi agar dapat mengekspolarasi berbagai alternatif penyelesaian dan impikasinya serta mengumpulkan dan mendistribusikan informasi, siswa dilatih untuk terampil menyajikan temuan, serta membiasakan siswa untuk merefleksikan tentang efektivitas cara berpikir mereka dan menyelesaikan masalah. Sehingga pada makalah ini akan dipaparkan bagaimana membangun kemampuan berpikir kreatif matematis dengan pembelajaran berbasis masalah berbantuan e-learning.
Analisis Kemampuan Koneksi Matematis Siswa SMA Ditinjau dari Gaya Kognitif pada Model PBL
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika 2017: Prosiding Seminar Nasional Matematika X 2016
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan koneksi matematis yaitu kemampuan mengaitkan antar topik dalam matematika, antara matematika dengan disiplin ilmu lain dan antara matematika dengan kehidupan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar aspek kemampuan koneksi matematis siswa SMA pada model PBL mencapai ketuntasan klasikal, mengetahui rata-rata hasil belajar aspek kemampuan koneksi matematis siswa SMA pada model PBL lebih dari 75, mendeskripsikan karakteristik kemampuan koneksi matematis siswa SMA ditinjau dari gaya kognitif pada model PBL. Metode penelitian ini adalah mixed methods desain sequential explanatory. Analisis tes kemampuan koneksi matematis mengacu pada indikator kemampuan koneksi matematis (IKKM). Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) hasil belajar aspek kemampuan koneksi matematis siswa SMA mencapai ketuntasan klasikal; (2) rata-rata hasil belajar aspek kemampuan koneksi matematis siswa SMA lebih dari 75; (3) siswa dengan gaya kognitif reflektif menguasai IKKM 1, IKKM 2, dan IKKM 3, siswa dengan gaya kognitif impulsif pertama kurang mampu menguasai IKKM 1, IKKM 2, IKKM 3 dan IKKM 5, dan siswa impulsif kedua menguasai IKKM 1, IKKM 2, IKKM 3, IKKM 4, dan IKKM 5.
ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH BERDASARKAN AKTIVITAS BELAJAR PADA MODEL PEMBELAJARAN PBL
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika 2017: Prosiding Seminar Nasional Matematika X 2016
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam kurikulum 2013 siswa dituntut untuk mengembangkan ketrampilan dalam pemecahan masalah matematika. Namun rendahnya ketrampilan pemecahan masalah yang dialami siswa menyebabkan kurang berkembangnya kemampuan pemecahan masalah dan aktivitas belajar menjadi rendah karena siswa cendrung meniru cara guru dalam menyelesaikan masalah dan kurang terlibat aktif dalam pembelajaran. Untuk mengatasi permasalahan tersebut diterapkan pembelajaran matematika model PBL (problem based learning). Model pembelajaran PBL (problem based learning) menawarkan bentuk pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif dalam pembelajaran. PBL (problem based learning) adalah model pembelajaran pada masalah autentik sehingga siswa dapat menyusun pengetahuan sendiri, serta menumbuhkembangkan ketrampilan yang lebih tinggi. Siswa memperoleh pengetahuan tersebut secara langsung melalui pengalaman sendiri. Supaya aktivitas belajar lebih meningkat, maka dilengkapi dengan penguatan tugas terstruktur. Melalui tugas terstruktur maka siswa akan lebih banyak memiliki kesempatan untuk berlatih mengembangkan ketrampilan pemecahan masalah matematika. Dengan demikian, pembelajaran PBL (problem based learning) yang dilengkapi dengan pemberian tugas terstruktur dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa.
Komunikasi Matemtis Siswa dalam Diskusi Berpasangan pada Siswa Kelas VIII
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika 2017: Prosiding Seminar Nasional Matematika X 2016
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunikasi matematis merupakan salah satu kemampuan dasar matematika. Langkah awal untuk dapat meningkatkan komunikasi matematis siswa adalah dengan mengamati aktivitas siswa yang mencerminkan komunikasi matematis. Indikator komunikasi matematis siswa dapat diamati ketika siswa berdiskusi. The Ringlemann Effect menyatakan bahwa semakin banyak anggota maka akan semakin menurun partisipasi individu dalam kelompok tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan komunikasi matematis dalam diskusi berpasangan dengan berpedoman pada indikator komunikasi matematis oleh NCTM yaitu (1) mengorganisasi dan menggabungkan pemikiran matematis melalui komunikasi, (2) mengomunikasikan pemikiran matematis secara jelas kepada teman sebaya, guru maupun pihak lain, (3) menganalisis dan mengevaluasi strategi-strategi dan pemikiran matematis, dan (4) menggunakan bahasa matematika untuk menyajikan ide matematis secara tepat. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan prosedur penelitian terdiri dari tahap perencanaan (menyusun dan memvalidasi instrumen), tahap pelaksanaan (mengobservasi, merekam pembelajaran dan wawancara) dan tahap akhir (menganalisis data dan menyusun laporan). Subjek penelitan adalah 3 siswa kelas VIII SMPN 3 Boja, pengambilan sampel menggunakan teknik nonprobability sampling dengan jenis purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam diskusi berpasangan siswa sering mengorganisasi ide matematis dan menyampaikaannya pada teman sekelompok meskipun tidak menggunakan bahasa matematika dan ide yang didiskusikan tidak selalu cukup untuk menyelesaikan soal diskusi. Siswa juga sering menganalisis dan mengevaluasi strategi dan ide matematis meskipun analisis yang dilakukan siswa kurang tepat. Berdasarkan deskripsi komunikasi matematis siswa pada diskusi berpasangan diharapkan adanya penelitian lanjutan yang membahas upaya meningkatkan komunikasi matematis siswa.
Kecemasan Guru yang Berlatar Belakang Bukan Pendidikan Matematika dalam Mengajar Matematika
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika 2017: Prosiding Seminar Nasional Matematika X 2016
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kecemasan guru yang berlatar belakang bukan pendidikan matematika dalam mengajar matematika, serta cara guru tersebut dalam mengatasi kecemasan saat mengajar matematika. Kecemasan mengajar matematika yang dimaksud dalam penelitian ini meliputi pemahaman konsep matematika dan pengelolaan pembelajaran matematika. Penelitian ini dilakukan di MTsN Pandawan, Kalimantan Selatan. Subjek yang diambil adalah guru yang berlatar belakang pendidikan bahasa arab. Data tentang kecemasan mengajar matematika diperoleh dengan teknik wawancara terbuka dan observasi. Metode penelitian deskriptif kualitatif digunakan dalam teknik analisis data. Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa kecemasan guru yang berlatar belakang bukan pendidikan matematika dalam mengajar matematika cenderung menurun berdasarkan pengalaman mengajar matematika. Berdasarkan hasil penelitian disimpulan bahwa, (1) kemampuan awal pemahaman konsep matematika guru berlatar belakang bukan pendidikan matematika masih rendah, (2) pengelolaan pembelajaran matematika cukup baik.
Penerapan PBL Dengan Pendekatan RME Berbantuan GeoGebra Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Matematis
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika 2017: Prosiding Seminar Nasional Matematika X 2016
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyak hasil penelitian menunjukkan bahwa TIK telah terbukti berguna sebagai alat dalam mendukung dan mengubah kegiatan belajar mengajar. Dalam kelas matematika, TIK dapat membantu siswa dan guru untuk melakukan perhitungan, menganalisa data, mendalami konsep matematika untuk meningkatkan pemahaman dalam matematika. Jenis penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan desain penelitian Pretest-Postest Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI MIPA SMA Taruna Nusantara dengan sampel 29 siswa kelas XI MIPA 10 sebagai kelompok eksperimen dan 31 siswa kelas XI MIPA 1 sebagai kelompok kelas control. Kedua kelompok diberi pretest, pembelajaran melalui model PBL menggunakan GeoGebra untuk kelompok eksperimen dan pembelajaran model PBL tanpa menggunakan GeoGebra untuk kelompok control, serta diakhiri dengan posttest. Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan GeoGebra meningkatkan kemampuan berpikir matematis siswa dalam materi Persamaan Lingkaran. Instrument penelitian untuk mengumpulkan data hasil belajar siswa adalah post test berbentuk uraian. Analisis instrument menggunakan AnatesV4, sedangkan untuk analisis data hasil belajar matematika siswa menggunakan Uji-t. Dari hasil uji-t rataan hasil belajar kelas eksperimen berbeda dengan kelas control yaitu nilai rata-rata kelas eksperimen sebesar 86,03. Rata-rata hasil tes berpikir matematis untuk kelompok eksperimen mengalami peningkatan sebesar 5,69 dan untuk kelompok control meningkat sebesar 3,27. Berdasarkan uji hipotesis menggunakan taraf signifikan 5% dapat disimpulkan bahwa kemampuan berpikir matematis kelompok eksperimen lebih baik daripada kelompok control.
Pengaruh Penggunaan Modul Berbantuan Program R terhadap Kemampuan Penalaran Statistik
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika 2017: Prosiding Seminar Nasional Matematika X 2016
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan statistis diperlukan untuk dapat menafsirkan dan memahami serta membuat keputusan yang baik untuk data-data statistik yang sering kita temui. Namun banyak mahasiswa yang memandang statistika sebagai mata kuliah yang menakutkan. Hal tersebut didasarkan karena dalam mengerjakan permasalahannya diperlukan kemampuan statistis yang cukup, mulai dari kemampuan dasar sampai kemampuan yang bersifat aplikasi. Mahasiswa yang memiliki kemampuan statistis rendah menjadi kurang berminat terhadap perkuliahan statistika. Salah satu dari kemampuan statistika tersebut adalah penalaran statistis. Penalaran statistis adalah kemampuan mahasiswa untuk membuat kesimpulan yang logis dari suatu masalah masalah dengan menggunakan konsep statistis melalui tiga tahapan yaitu: komprehensi, perencanaan dan pengambilan keputusan serta evaluasi dan interpretasi. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain penelitian yaitu pretest-postest control group design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan penalaran statistis mahasiswa yang perkuliahannya menggunakan modul berbantuan program R lebih baik dari pada mahasiswa yang memperoleh perkuliahan biasa baik untuk subkelompok rendah, sedang maupun keseluruhan. Namun pada subkelompok tinggi peningkatan kemampuan penalarannnya sama pada kelas eksperimen dan kontrol. Adapun pengaruh perkuliahan statistika dengan menggunakan modul berbantuan program R adalah tinggi pada sub kelompok sedang, rendah dan keseluruhan.