PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika, mempublikasikan ide, gagasan, hasil penelitian matematika atau pembelajarannya. Prisma diterbitkan berkala setiap tahun, sebagai ajang publikasi seminar nasional yang diselenggarakan oleh Jurusan Matematika Fakultas MIPA Universitas Negeri Semarang. Naskah yang dipublikasikan telah dipresentasikan dalam pertemuan ilmiah tersebut. PRISMA diterbitkan setiap Februari pada tahun setelah pelaksanaan Seminar Nasional Matematika UNNES.
Articles
837 Documents
EFEKTIFITAS HASIL BELAJAR MATEMATIKA ANTARA METODE THE POWER OF TWO DAN TWO STAY – TWO STRAY
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika 2017: Prosiding Seminar Nasional Matematika X 2016
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengukur efektivitas hasil belajar matematika siswa dengan menggunakan metode The Power of Two dan Two Stay – Two Stray serta perbedaan antara hasil belajar matematika siswa menggunakan metode The Power of Two dan Two Stay – Two Stray. Penelitian dilakukan di SMP kelas VIII. Sampel dipilih dengan menggunakan teknik simple random sampling yaitu kelas VIII 1 dengan jumlah 40 siswa sebagai kelas eksperimen 1 dengan menggunakan metode The Power of Two dan kelas VIII 3 dengan jumlah 41 siswa sebagai kelas eksperimen 2 dengan menggunakan metode Two Stay – Two Stray. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen, sedangkan teknik pengumpulan data menggunakan tes pada materi pokok bahasan lingkaran. Dari hasil penelitian diketahui metode pembelajaran The Power of Two dan Two Stay – Two Stray sama-sama efektif, dilanjutkan dengan uji perbedaan dengan uji-t two sample independen dua pihak diperoleh nilai Sig. 0,005 < 0,05 serta dari rata-rata hasil nilai tes untuk kelas pembelajaran dengan menggunakan metode The Power of Two sebesar 73,50 dan Two Stay – Two Stray sebesar 70,46 maka pembelajaran The Power of Two lebih baik dibandingkan dengan Two Stay – Two Stray.
KEARIFAN LOKAL DAN KEMAMPUAN SPASIAL GEOMETRIS PADA KARYA ARSITEKTUR RUMAH ADAT
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika 2017: Prosiding Seminar Nasional Matematika X 2016
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Di kota Kudus provinsi Jawa Tengah – Indonesia, ditemukan banyak sekali rumah-rumah adat yang memiliki motif/corak geometris. Namun, tidak semua orang dapat melihat bahwa rumah tersebut atau bagian-bagiannya memiliki motif geometris. Untuk dapat mengamati secara teliti, apakah rumah-rumah adat dan bagian-bagian rumah adat memiliki motif geometris, diperlukan suatu kemampuan tertentu, yaitu kemampuan Spasial Geometris. Bangun-bangun geometris yang merupakan ornamen rumah adat di kudus tersebut memiliki nilai budaya yang tinggi dan perlu dijaga kelestariannya. Memelihara dan menjaga produk-produk budaya, bermotif geometris, sudah kuno karena usia, dan langka, merupakan bentuk sikap dan perilaku yang mencerminkan nilai-nilai kearifan lokal. Berdasarkan hasil survey dan penelitian, dapat disimpulkan bahwa kemampuan spasial geometris sangat diperlukan sebagai basis untuk menemukan berbagai ornamen rumah adat di kudus yang memiliki sentuhan Arsitektur Geometris. Keberadaan rumah-rumah adat tersebut layak untuk dijaga dan dipelihara demi kelestarian budaya sebuah bangsa.
KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS DAN KEDISIPLINAN PADA IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN CORE
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika 2017: Prosiding Seminar Nasional Matematika X 2016
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Matematika merupakan disiplin ilmu yang objek bahasannya berupa benda abstrak dan saling berkaitan antara satu konsep dengan konsep lain. Dalam pemanfaatannya, matematika sangat erat kaitannya dengan ilmu lain dan kehidupan sehari-hari. Siswa perlu mendapat banyak kesempatan untuk melihat keterkaitan-keterkaitan itu dalam pembelajaran sehingga konsep-konsep yang mereka pelajari dapat dipahami dengan baik. Kemampuan mengaitkan kosep dalam matematika disebut koneksi matematis. Selain itu, karakter disiplin berperan penting dalam proses belajar matematika. Membangun karakter disiplin siswa akan berpengaruh terhadap keberhasilan belajar matematika. Rancangan pembelajaran melalui pemanfaatan model dan media pembelajaran yang inovatif sangat berpengaruh terhadap peningkatan kemampuan matematis siswa. Salah satunya dengan model pembelajaran CORE (Connecting, Organizing, Reflecting, dan Extending). CORE adalah salah satu model pembelajaran yang berlandaskan pada konstruktivisme yang dapat digunakan untuk mengaktifkan siswa dalam membangun pengetahuannya sendiri. Makalah ini berisi sebuah ide penelitian tentang upaya meningkatkan kemampuan koneksi matematis dengan memperhatikan kedisiplinan siswa melalui penerapan model pembelajaran CORE.
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN PBL TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KEDISIPLINAN SISWA
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika 2017: Prosiding Seminar Nasional Matematika X 2016
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Peraturan Menteri No. 59 tahun 2014 menjelaskan bahwa mata pelajaran matematika diberikan untuk membekali siswa dengan kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis, inovatif dan kreatif. Salah satu aspek yang menjadi fokus dalam pelajaran matematika adalah aspek kemampuan berpikir kritis. Kemampuan berpikir kritis siswa dapat diasah melalui soal konvergen maupun divergen. Selain itu, kedisiplinan juga berperan penting dalam proses pencapaian hasil belajar yang maksimal. Karakter disiplin membangun siswa agar terbiasa belajar secara tertib dan sistematis. Peningkatan karakter disiplin siswa dapat dilakukan dengan menerapkan model pembelajaran yang menjadikan siswa sebagai subjek yang dapat mengemukakan ide/pendapat, mau bertanya, dan mengerjakan tugas secara mandiri dan selesai tepat waktu. Salah satu model pembelajaran yang sesuai untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis adalah model PBL (Problem Based Learning). PBL adalah model pembelajaran yang berbasis pada pemecahan masalah sehingga peserta didik akan terbiasa menyelesaikan soal konvergen. Makalah ini berisi sebuah ide penelitian tentang upaya meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kedisiplinan siswa melalui penerapan model pembelajaran PBL.
KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN RASA INGIN TAHU MELALUI MODEL PBL
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika 2017: Prosiding Seminar Nasional Matematika X 2016
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Salah satu aspek yang menjadi fokus pada pelajaran matematika dalam pemberdayaan berpikir tingkat tinggi adalah aspek kemampuan berpikir kritis. Kemampuan berpikir kritis diperlukan siswa agar siswa terbiasa untuk berpikir secara beralasan dan reflektif. Selain itu, salah satu komponen pendukung lulusan SMA pada mata pelajaran matematika adalah memiliki rasa ingin tahu, percaya diri, dan ketertarikan pada matematika, percaya pada daya dan kegunaan matematika, serta sikap kritis yang terbentuk melalui pengalaman belajar. Berdasarkan paparan tersebut kemampuan berpikir kritis dan rasa ingin tahu merupakan komponen penting dalam pembelajaran matematika. Kemampuan ini dapat diasah oleh guru dengan memberikan soal yang memacu siswa untuk berpikir kritis, baik melalui soal konvergen maupun divergen. Untuk mencapai tujuan itu diperlukan strategi pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan rasa ingin tahu siswa. Model Problem Based Learning merupakan salah satu model pembelajaran yang mengarah pada pemecahan masalah yang diharapkan dapat mengasah kemampuan berpikir kritis siswa. Makalah ini akan mengemukakan sebuah ide penelitian untuk menerapkan model Problem Based Learning yang diharapkan dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan rasa ingin tahu siswa dalam menyelesaikan soal..
PENDEKATAN SAVI ( SOMATIS AUDITORI VISUAL INTELEKTUAL ) UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS, KEMANDIRIAN BELAJAR, DAN KEPERCAYAAN DIRI DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika 2017: Prosiding Seminar Nasional Matematika X 2016
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini dilakukan untuk menjawab masalah apakah pembelajaran matematika model SAVI nyata pengaruhnya pada peningkatan kreatifitas pembelajaran, kemandirian belajar, kepercayaan diri mahasiswa, dan bagaimanakah pengaruh kemandirian belajar dan kepercayaan diri terhadap peningkatan kreatifitas mahasiswa belajar memcahkan masalah geometri ?. Faktor manakah di antara variabel kemandirian belajar dan kepercayaan diri yang dominan meningkatkan kreatifitas mahasiswa ?. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pembelajaran model SAVI efektif mampu secara signifikan meningkatkan kreatifitas belajar mahasiswa, kepercayaan diri, dan kemandirian belajar. (2) Secara simultan bahwa kemandirian belajar dan kepercayaan diri berpengaruh positip dan signifikan meningkatkan kreatifitas mahasiswa dengan kontribusi 68,7 persen. Secara parsial masing-masing berkontribusi sebesar 35,5 persen dan 42,6 persen. (3) Ditemukan bahwa kepercayaan diri berpengaruh secara dominan (33,2 persen) sedangkan kemandirian belajar sebesar 26,1 persen untuk meningkatkan kreatifitas belajar mahasiswa.
DESAIN MULTIMEDIA INTERAKTIF BERBASIS LECTORA DAN PREZI DALAM PEMBELAJARAN MATA KULIAH DASAR-DASAR MATEMATIKA DAN SAINS
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika 2017: Prosiding Seminar Nasional Matematika X 2016
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tujuan akhir penelitian: (1) mampu dihasilkan suplemen materi berupa media multimedia interaktif berbasis lectora dan prezi meliputi 6 bab. (2)Terdapat pengaruh positif penggunaan multimedia interaktif dengan pendekatan matematika realistik terhadap prestasi belajar mahasiswa. (2) Terdapat pengaruh positif penggunaan multimedia interaktif dengan pendekatan matematika realistik terhadap motivasi belajar mahasiswa. (3) Prestasi belajar kelas eksperimen lebih tinggi dibanding prestasi belajar kelas kontrol. Dari hasil penelitian ini telah dihasilkan suplemen materi meliputi 6 buah bab dengan software lectora dan prezi yang telah divalidasi oleh ahli materi dan media dari UNISSULA dan UPGRIS dengan skor rata-rata 83,5 dan 85,55 yang termasuk kategori layak untuk digunakan dalam proses tutorial. Langkah selanjutnya adalah melakukan implementasi produk multimedia interaktif di pokjar-pokjar kota Semarang.
PERBANDINGAN PENINGKATAN PENGETAHUAN METAKOGNISI MATEMATIK PESERTA DIDIK ANTARA MENGGUNAKAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN METAKOGNITIF DENGAN OPEN ENDED
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika 2017: Prosiding Seminar Nasional Matematika X 2016
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah peningkatan pengetahuan metakognisi matematik peserta didik menggunakan pendekatan pembelajaran metakognitif lebih baik dibandingkan dengan open ended. Metode penelitian adalah kuasi eksperimen dengan populasi seluruh peserta didik kelas VIII SMPN 10 Kota Tasikmalaya yang berjumlah 394 orang. Sampel dipilih secara acak menurut kelas dan terambil kelas VIII I yang menggunakan pendekatan pembelajaran metakognitif dan kelas VIII J yang menggunakan pendekatan pembelajaran open ended dengan masing-masing kelas berjumlah 41 orang. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan melaksanakan tes pengetahuan metakognisi matematik sebanyak dua kali yaitu pretest dan posttest. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu soal tes pengetahuan metakognisi matematik. Teknik analisis data yang digunakan yaitu uji perbedaan dua rata-rata. Berdasarkan hasil penelitian, hipotesis penelitian ditolak, sehingga peningkatan pengetahuan metakognisi matematik peserta didik yang menggunakan pendekatan pembelajaran metakognitif tidak lebih baik atau sama dengan open ended.
Lesson Study dan Pendekatan Open Ended Bermedia Schoology untuk Meningkatkan Literasi Matematika
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika 2017: Prosiding Seminar Nasional Matematika X 2016
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tujuan dari artikel ini untuk menggambarkan bagaimana implementasi Lesson Study dan pendekatan Open Ended bermedia Schoology mampu meningkatkan literasi matematika siswa. Literasi matematika adalah kemampuan individu untuk merumuskan, menggunakan dan menafsirkan matematika dalam berbagai konteks di dunia nyata. Pembelajaran yang tidak dilakukan secara kreatif dan inovatif menjadi hambatan untuk meningkatkan kemampuan siswa. Pendekatan Open Ended merupakan model pembelajaran dengan menyajikan masalah yang memiliki metode penyelesaian lebih dari satu, sehingga siswa memperoleh pengalaman menemukan, mengidentifikasi, dan memecahkan masalah dengan beberapa teknik. Jenis penelitian ini adalah Quasi Experiment dengan two group pretest posttest design. Populasi penelitian ini yaitu siswa kelas X SMK Yabujah. Sampel diperoleh dengan cara uji normalitas dan homogenitas. Uji T digunakan untuk menguji signifikansi perbedaan hasil posttest. Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikan sebesar 0,000 kurang dari 0,05 dan rata–rata kelas eksperimen 76,53 lebih besar daripada rataan kelas kontrol yaitu 58,38, maka dapat disimpukan bahwa Lesson Study dan penerapan Open Ended bermedia schoology dapat meningkatkan kemampuan literasi matematika pada konten change and relationships.
Model PBL dengan Scaffolding Berbantuan Schoology untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah dan Karakter Mandiri
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika 2017: Prosiding Seminar Nasional Matematika X 2016
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Salah satu kemampuan yang harus dikuasai siswa dalam belajar matematika adalah kemampuan pemecahan masalah.Dengan penguasaan kemampuan pemecahan masalah, siswa dapat merefleksikan logika matematis untuk berperan pada kehidupannya dan diharapkan mampu membuat keputusan berdasarkan pola pikir matematis yang konstruktif sehingga mampu menghadapi permasalahan di dunia nyata.Secara umum model pembelajaran matematika di Indonesia belum menekankan kemampuan pemecahan masalah, masih banyak ditemukan guru menggunakan model konvensional yaitu menerangkan materi, memberikan contoh dan latihan soal sehingga siswa dilatih mengerjakan soal seperti mesin. Selain itu, penilaian yang dilakukan lebih menekankan pada penilaian akhir dan kurang memperhatikan proses, sehingga pembelajaran matematika kurang bermakna; lebih mengutamakan hafalan daripada pengertian. Proses pembelajaran cenderung textbook dan kurang terkait dengan kehidupan sehari-hari, akibatnya, siswa kurang menghayati atau memahami konsep matematika, dan mengalami kesulitan untuk mengaplikasikan matematika dalam kehidupan sehari-hari. Selain aspek kognitif, perlu ditelaah juga aspek afektif yaitu karakter mandiri siswa. Kemandirian sangat dibutuhkan oleh individu dalam menghadapi tugas mandiri, tugas dalam bentuk proyek atau pemecahan masalah. Berdasarkan permasalahan di atas diperlukan sebuah model pembelajaran yang dipandang tepat yang dapat menjembatani permasalahan tersebut yaitu model PBL (Problem Based Learning)dengan scaffolding berbantuan schoology yakni pembelajaran dimana siswa mengerahkan kemampuannya untuk menemukan dan mengembangkan sendiri pengetahuannya dan berorientasi pada matematisasi pengalaman sehari-hari untuk menerapkan matematika dalam kehidupan sehari-hari,dan dengan schoologysiswa dapat melihat materi/bahan tayang setiap saat sehingga bisa tumbuh kemandiriannya dan tidak bergantung pada orang lain. Dengan demikian, model PBL dengan scaffolding berbantuan schoology akan mempunyai kontribusi yang tinggi pada kemampuan pemecahan masalahdan karakter mandiri siswa.