cover
Contact Name
Abdullah Syafei
Contact Email
syafei06@gmail.com
Phone
+6287882270014
Journal Mail Official
jurnal.jmsi@gmail.com
Editorial Address
Grand Depok City Cluster Gardenia Blok R2 No 28, Depok, Jawa Barat
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia
ISSN : 2828738X     EISSN : 28281381     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia (JMSI) merupakan jurnal yang memuat naskah di bidang Ilmu Kesehatan dan Keluarga yang meliputi: Kesehatan Masyarakat khususnya Manajemen Pelayanan Kesehatan, Manajemen Rumah Sakit, Kesehatan Reproduksi, Epidemiologi, Biostatistik, Pendidikan dan Promosi Kesehatan, Kesehatan Lingkungan, Kebijakan Kesehatan, Gizi Kesehatan Masyarakat, Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), Kesehatan keluarga, Pendidikan keluarga, Keperawatan, Farmasi, Kesehatan Mental. Kami menerima naskah publikasi dari hasil penelitian (original research) maupun literature review yang belum pernah dipublikasikan di tempat lain dalam bentuk cetak maupun digital (e-journal). Diterbitkan setiap tiga bulan pada bulan Maret, Juni, September, dan Desember. Kami menyediakan akses terbuka (open access) bagi para akademisi yang ingin mendapatkan artikel dalam JMSI.
Articles 112 Documents
Analisis Pengendalian Vektor Penyakit dan Binatang Pengganggu di Bagian Instalasi Gizi Rumah Sakit Cinto Bayani; Abdullah Syafei; Cici Demiyati
Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia Vol. 2 No. 03 (2023): Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia
Publisher : Yayasan Masyarakat Peduli Anak Indonesia (YMPAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70304/jmsi.v2i03.154

Abstract

Rumah sakit adalah institusi yang menyediakan layanan kesehatan melalui interaksi antar banyak orang. Salah satu layanan kesehatan yang disediakan oleh rumah sakit adalah program sanitasi rumah sakit, khususnya di Instalasi Gizi, untuk mengendalikan vektor dan binatang pengganggu yang dapat menjadi sumber penularan penyakit pada manusia. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 7 tahun 2019 menyatakan bahwa lingkungan, ruang, dan bangunan rumah sakit harus selalu bersih dan tersedia fasilitas sanitasi yang memenuhi persyaratan kesehatan, sehingga tidak memungkinkan sebagai tempat berkembang biaknya serangga dan binatang penganggu lainnya. Penelitian dilakukan untuk menganalisis pengendalian vektor dan binatang pengganggu di Instalasi Gizi Rumah Sakit Jiwa Dr Soeharto Heerdjan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan mengumpulkan data melalui wawancara mendalam dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengendalian vektor dan binatang pengganggu di Instalasi Gizi RSJ Dr Soeharto Heerdjan telah dilakukan dengan baik dan sesuai dengan SOP yang berlaku. Selain itu, vektor penyakit dan binatang pengganggu dapat diminimalisir atau dimusnahkan sesuai dengan tahapan yang telah ditetapkan. Dengan demikian, analisis pengendalian vektor dan binatang pengganggu dapat dilakukan dengan baik sesuai dengan SOP yang berlaku dan dapat membantu dalam menjaga sanitasi rumah sakit, sehingga tidak menjadi sumber penularan penyakit pada manusia.
Hubungan Riwayat ASI Eksklusif dan Usia Pemberian Imunisasi BCG dengan Kejadian TBC pada Anak Idah Saidah; Hari Ghanesia Istiani; Nurul Ainul Shifa
Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia Vol. 2 No. 02 (2023): Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia
Publisher : Yayasan Masyarakat Peduli Anak Indonesia (YMPAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70304/jmsi.v2i02.155

Abstract

Tuberkulosis merupakan salah satu penyebab kesakitan dan kematian yang sering terjadi pada anak dengan imunitas yang rendah dan untuk mengurangi angka kematian dan kesakitan pada tuberkulosis, vaksinasi BCG dimasukkan kedalam imunisasi wajib. Waktu yang tepat untuk memberikan vaksin BCG untuk bayi adalah mulai dari bayi baru lahir hingga usia 1 bulan serta riwayat pemberian ASI Eksklusif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan riwayat pemberian ASI eksklusif dan usia pemberian imunisasi BCG dengan kejadian TBC pada anak di RSUD Khidmat Sehat Afiat (KiSA) Kota Depok. Penelitian merupakan penelitian kuantitatif dengan desain potong lintang. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Lembar observasi dari data sekunder yaitu rekam medis (RM) pasien anak penderita TBC digunakan sebagai sumber data penelitian. Hasil penelitian menunjukkan. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar anak sudah diberikan ASI eksklusif, yaitu sebanyak 54 (58,1%) dari 91 responden. Hasil uji bivariat menunjukkan bahwa faktor riwayat pemberian ASI eksklusif (nilai p = 0,013) dan usia pemberian imunisasi BCG (nilai p = 0,003) berhubungan signifikan dengan dengan kejadian TBC pada anak di RSUD KiSA Kota Depok.
Determinan Psychological Distress Pekerja Perusahaan Logistik pada Masa Pandemi COVID-19 Khusnul Khotimah; Catur Rosidati
Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia Vol. 2 No. 02 (2023): Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia
Publisher : Yayasan Masyarakat Peduli Anak Indonesia (YMPAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70304/jmsi.v2i02.156

Abstract

Kedaruratan kesehatan masyarakat akibat pandemi COVID-19 berdampak pada kesehatan mental masyarakat, terutama para pekerja yang harus tetap bekerja di masa pandemi COVID-19. Bidang logistik merupakan salah satu aktifitas yang tetap beroperasi selama masa pandemi COVID-19. Kekhawatiran dan tekanan bekerja di masa pandemi COVID-19 bagi pekerja perusahaan logistik merupakan salah satu faktor resiko yang dapat memicu gangguan kesehatan mental. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan pschological distress pada pekerja perusahaan logisti pada masa pandemi COVID-19. Desain studi yang digunakan adalah potong lintang dengan jumlah responden 62 pekerja yang dilakukan pada bulan Maret-Oktober 2021. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji statistik kai kuadrat dengan tingkat kemaknaan 5%. Hasil penelitian menunjukkan pekerja yang mengalami depresi sebanyak 27 orang (43,5%), cemas 30 orang (48,4%), dan stres 28 orang (45,2%). Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan siginifikan antara jenis kelamin, masa kerja, riwayat penyakit, interaksi dengan kasus COVID-19 orang sekitar, tuntutan pekerjaan, serta kebijakan pembatasan wilayah dengan psychological distress (nilai p < 0,05). Perusahaan logistik sebaiknya mendukung penuh protokol pencegahan penularan COVID-19 di tempat kerja, penyuluhan atau konseling untuk pekerja terkait bahaya kesehatan mental di tempat kerja selama pandemi, menyesuaikan waktu kerja dengan beban kerja, meningkatkan budaya dukungan positif di tempat kerja, mengadakan acara untuk meningkatkan solidaritas antar tim, dan menyediakan kotak saran bagi pekerja.
Hubungan Motivasi dan Beban Kerja Perawat terhadap Risiko Kejadian Dekubitus Pasien di Ruang Intensif RSUD KiSA Kota Depok Made Rahayu; Hari Ghanesia Istiani; Rindu
Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia Vol. 2 No. 02 (2023): Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia
Publisher : Yayasan Masyarakat Peduli Anak Indonesia (YMPAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70304/jmsi.v2i02.157

Abstract

Perawat merupakan tenaga utama dalam memberikan pelayanan di Rumah Sakit, oleh karena itu sangat dibutuhkan perawat yang berkualitas, terampil dan peduli terhadap pasien yang dirawat terutama pasien dengan total care yang dirawat di ruang intensif. Untuk mencapai hal tersebut, sangat erat kaitannya dengan motivasi dan beban kerja seorang perawat. Pasien yang dirawat di ruang intensif sangat rentan terjadi luka tekan atau dekubitus, untuk mencegah terjadinya luka tekan diperlukan motivasi dari perawat dalam memberikan asuhan keperawatan secara maksimal dan juga beban kerja yang sesuai. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan motivasi dan beban kerja dengan risiko kejadian decubitus pada pasien di ruang intensif RSUD KiSA Kota Depok. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan mengunakan desain potong lintang. Sampel penelitian merupakan total populasi perawat yang bekerja di ruang intensif RSUD KiSA Kota Depok yaitu sebanyak 35 perawat. Hasil uji Chi Square menunjukkan bahwa motivasi (nilai p = 0,007) berhubungan secara signifikan dengan angka kejadian dekubitus di ruang intensif, sedangkan beban kerja (nilai p = 0,489) tidak berhubungan dengan angka kejadian dekubitus di ruang intensif RSUD KiSA Kota Depok.
Pengaruh Edukasi Audio Visual Menggunakan Grup WhatsApp terhadap Perilaku Etika Batuk pada Pasien Tb Paru Niken Safitri Eko Prasetyo; Indri Sarwili; Lannasari
Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia Vol. 2 No. 02 (2023): Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia
Publisher : Yayasan Masyarakat Peduli Anak Indonesia (YMPAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70304/jmsi.v2i02.158

Abstract

Kehidupan sehari-hari tanpa sadar faktor perilaku seperti reflek batuk yang tidak menutup mulut sering terjadi dan akibat yang ditimbulkan dari batuk dapat mengeluarkan dan menyebarkan bakteri terhadap orang sekitar. Sehingga perlunya pendidikan kesehatan dengan baik oleh petugas kesehatan dengan menggunakan leaflet namun media yang di gunakan belum maksimal menjelaskan mengenai tuberkulosis paru. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh edukasi audio visual menggunakan Grup WhatsApp terhadap perilaku etika batuk pada pasien TB Paru di Ruang Alamanda RSUD KiSA Kota Depok. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah semua pasien TB Paru di RSUD KiSA Kota Depok Jawa Barat sebanyak 30 orang. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif, dengan rancangan penelitian pre-experimental, dengan bentuk one group pretest-postest. Analisis statistik yang digunakan pada penelitian ini adalah uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perubahan perilaku etika batuk pada pasien TB paru, dimana sebelum pemberian edukasi audio visual menggunakan Grup WhatsApp didapatkan sebagian besar responden memiliki perilaku etika batuk buruk (74%) dan sesudah pemberian edukasi sebagian besar responden memiliki perilaku etika batuk baik (76%). Hasi uji bivariat menunjukkan terdapat perbedaan bermakna perilaku etika batuk pasien Tb paru sebelum dan sesudah pemberian edukasi audio visual menggunakan Grup WhatsApp (nilai t hitung = 29,482; nilai p = 0 ,000). Hal ini dapat menjadi masukan bagi rumah sakit dalam melakukan edukasi etika batuk secara rutin.
Hubungan Pengetahuan Wanita Usia Subur dengan Pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) sebagai Deteksi Dini Kanker Leher Rahim Woro Tri Utami; Wiqodatul Ummah
Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia Vol. 2 No. 02 (2023): Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia
Publisher : Yayasan Masyarakat Peduli Anak Indonesia (YMPAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70304/jmsi.v2i02.159

Abstract

Kanker serviks merupakan kanker terbesar kedua pada wanita dan menyebabkan 87% kematian pada wanita di negara berkembang. Rendahnya cakupan deteksi dini menjadi salah satu penyebab berkembangnya kanker serviks. Hal ini didasarkan pada fakta bahwa lebih dari 50% wanita yang terdiagnosis kanker belum pernah menjalani deteksi dini sebelumnya. Beberapa metode yang digunakan untuk deteksi dini kanker serviks yaitu tes pap smear, IVA, kolposkopi, servikografi, sediaan tipis. Deteksi dini penting dilakukan guna melakukan pencegahan dini. Pentingnya upaya deteksi dini pada wanita sangatlah penting, salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan antara pengetahuan wanita usia subur dengan pemeriksaan IVA sebagai deteksi dini kanker serviks di RT 05 RW 06 Desa Semanding Sumbersekar, Kecamatan Dau Kabupaten Malang. Jenis penelitian ini menggunakan observasional analitik dengan desain potong lintang dan 30 responden dipilih sebagai sampel penelitian dengan menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan angket yang digunakan untuk mengidentifikasi pengetahuan, sikap terhadap pelaksanaan IVA, kemudian dianalisis secara bivariat menggunakan Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan berhubungan dengan deteksi dini kanker serviks dengan pemeriksaan IVA (nilai p = 0,000). Diharapkan penelitian ini dapat digunakan sebagai media promosi kesehatan untuk meningkatkan deteksi dini IVA pada Wanita usia subur (WUS) dan puskesmas dapat memberikan pengetahuan kepada WUS dalam skrining kanker serviks melalui IVA.
Kuantifikasi Ketidakmerataan Praktik Pemberian Makanan Prelakteal di Indonesia (Analisis Data SDKI Tahun 2002-2017) Regita Septiani; Sabarinah Prasetyo; Martya Rahmaniati Makful; Teti Tejayanti
Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia Vol. 2 No. 03 (2023): Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia
Publisher : Yayasan Masyarakat Peduli Anak Indonesia (YMPAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70304/jmsi.v2i03.161

Abstract

Praktik pemberian makanan prelakteal masih menjadi masalah yang harus diatasi Indonesia karena dapat menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan bayi. Meskipun persentase praktik pemberian makanan prelakteal sudah cenderung menurun, ketidakmerataan masih terjadi berdasarkan beberapa dimensi ketidakmerataan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kuantifikasi ketidakmerataan praktik pemberian makanan prelakteal di Indonesia dari tahun 2002 hingga tahun 2017 berdasarkan jenis kelamin anak, usia ibu, pendidikan ibu, status pekerjaan ibu, status ekonomi, wilayah tempat tinggal, provinsi, kunjungan ANC, IMD, dan penolong persalinan. Penelitian dilakukan dengan dasain studi cross-sectional menggunakan sumber data sekunder, yaitu SDKI 2002, 2007, 2012, dan 2017. Populasi dalam penelitian ini merupakan seluruh ibu yang terpilih menjadi responden WUS dalam SDKI tahun 2002, 2007, 2012, dan 2017. Sampel yang digunakan merupakan WUS yang telah melahirkan anak terakhirnya dalam 2 tahun sebelum survei. Analisis yang dilakukan adalah analisis univariat dan bivariat yang merupakan analisis ketidakmerataan menggunakan aplikasi HEAT Plus. Hasil analisis menunjukkan bahwa ketidakmerataan praktik pemberian makanan prelakteal masih terjadi pada dimensi pendidikan ibu, status ekonomi, wilayah tempat tinggal, provinsi, IMD, dan penolong persalinan dengan tingkat ketidakmerataan yang berbeda-beda. Tren ketidakmerataan juga cenderung mengalami penurunan dari tahun 2002 hingga tahun 2017 pada hampir seluruh variabel.
Hubungan Antara Pola Hidup Sehat terhadap Prestasi Belajar pada Mahasiswa Aldi Ilhamsyah; Juliyanti Karepesina; Sara Mony; Desy Sulistyorini
Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia Vol. 2 No. 03 (2023): Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia
Publisher : Yayasan Masyarakat Peduli Anak Indonesia (YMPAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70304/jmsi.v2i03.162

Abstract

Pola hidup sehat merupakan suatu gaya hidup yang memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan, seperti makanan dan olahraga. Gaya hidup ini bertujuan untuk menciptakan hidup yang sehat dengan mengadopsi kebiasaan baik dan menghindari kebiasaan buruk. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara pola hidup sehat dan prestasi belajar mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat di Universitas Indonesia Maju (UIMA) tahun 2023. Metode penelitian Kuantitatif dengan desain penelitian cross sectonal. Populasi dalam penelitian ini yaitu Mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat Idonesia Maju. Teknik Pengambilan sampel menggunakan non-probability sampling dan didapatkan sebanyak 45 sampel. Data yang digunakan adalah data primer yang disebar melalui kuesioner. Analisis data dilakukan secara unuvariat dan bivariate dengan uji chi-squar. Hasil penelitian menunjukan nilai signifikasi sebesar 0,012 (p<0,05,) artinya ada hubungan antara pola hidup sehat prestasi belajar pada mahasiswa prodi kesehatan masyarakat tahun 2023.
Hubungan Pengetahuan dan Sikap terhadap Perilaku Merokok Mahasiswa Fadhillah Fathan; Rizky Aranda; Muhammad Gian Purnama; Miranti Blandin Laleda; Desy Sulistiyorini
Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia Vol. 2 No. 03 (2023): Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia
Publisher : Yayasan Masyarakat Peduli Anak Indonesia (YMPAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70304/jmsi.v2i03.163

Abstract

Perilaku merokok adalah kebiasaan yang bisa dipengaruhi oleh pengetahuan dan sikap yang kurang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap terhadap perilaku merokok pada mahasiswa Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Maju. Penelitian ini merupakan penelitian primer dan bersifat kuantitatif, dengan metode survey dan menggunakan kuesioner sebagai alat pengambilan data. Desain penelitian ini adalah cross-sectional study. Populasi penelitian adalah mahasiswa program studi Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Maju dengan jumlah 53 responden dan dengan sampel 47 responden dengan metode rumus slovin. Analisis data dengan metode chi square dilakukan untuk melihat hubungan antara pengetahuan, sikap, dan perilaku merokok. Dari hasil uji chi square diperoleh p value sebesar 0,452 yang artinya tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan perilaku merokok pada mahasiswa S1 Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Maju, dan dari hasil uji Chi square, diperoleh p value sebesar 0,090 yang artinya tidak ada hubungan antara sikap dengan perilaku merokok pada mahasiswa S1 Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Maju. Peneliti berharap penelitian lanjutan mengenai perilaku merokok dapat mempertimbangkan variabel tambahan seperti pengaruh teman sebaya, kebiasaan keluarga, dan peran media.
Perbedaan Pengetahuan Sebelum dan Sesudah Diberikan Edukasi Tentang Alat Pelindung Diri (APD) dengan Media Power Point Srikandi Atma Lyen; Susi Shorayasari; Putri Handayani; Namira Wadjir Sangadji
Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia Vol. 2 No. 03 (2023): Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia
Publisher : Yayasan Masyarakat Peduli Anak Indonesia (YMPAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70304/jmsi.v2i03.164

Abstract

Alat Pelindung Diri (APD) merupakan peralatan keselamatan yang harus digunakan oleh tenaga kerja apabila berada pada suatu tempat kerja. Penilitan ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan edukasi tentang Alat Pelindung Diri (APD pada analis patologi anatomi dan patologi klinik PT. Innolab Sains Internasional Tahun 2023. Responden sebagai observasi awal dengan cara melakukan penyebaran kuesioner. Diketahui bahwa, 5 responden belum mengetahui penggunaan Alat Pelindung Diri dan belum mendapatkan edukasi, kemudian 5 responden telah mengetahui penggunaan Alat Pelindung Diri dan telah mendapatkan edukasi. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan desain studi one group pretest-posttest. Populasi pada penelitian ini adalah analis patologi anatomi dan patologi klinik sebanyak 57 orang. Sampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 47 orang (10 orang sebagai studi awal). Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling. Pengumpulan data menggunakan data primer, yang diperoleh dari kuesioner pada studi awal. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengingkatan pengetahuan dari kategori kurang sebelum diberikan edukasi menjadi kategori baik setelah diberikan edukasi. Hal ini didukung dengan hasil rerata sebelum edukasi 0,57 meningkat menjadi 1,96 setelah edukasi dengan hasil Uji statistic Paired Sample T Test (p-value = 0,000). Dari data tersebut terlihat bahwa edukasi tentang Alat Pelindung Diri (APD) sangat efektif dalam meningkatkan pengetahuan terhadap analis patologi anatomi dan klinik.

Page 11 of 12 | Total Record : 112