cover
Contact Name
Abdullah Syafei
Contact Email
syafei06@gmail.com
Phone
+6287882270014
Journal Mail Official
jurnal.jmsi@gmail.com
Editorial Address
Grand Depok City Cluster Gardenia Blok R2 No 28, Depok, Jawa Barat
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia
ISSN : 2828738X     EISSN : 28281381     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia (JMSI) merupakan jurnal yang memuat naskah di bidang Ilmu Kesehatan dan Keluarga yang meliputi: Kesehatan Masyarakat khususnya Manajemen Pelayanan Kesehatan, Manajemen Rumah Sakit, Kesehatan Reproduksi, Epidemiologi, Biostatistik, Pendidikan dan Promosi Kesehatan, Kesehatan Lingkungan, Kebijakan Kesehatan, Gizi Kesehatan Masyarakat, Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), Kesehatan keluarga, Pendidikan keluarga, Keperawatan, Farmasi, Kesehatan Mental. Kami menerima naskah publikasi dari hasil penelitian (original research) maupun literature review yang belum pernah dipublikasikan di tempat lain dalam bentuk cetak maupun digital (e-journal). Diterbitkan setiap tiga bulan pada bulan Maret, Juni, September, dan Desember. Kami menyediakan akses terbuka (open access) bagi para akademisi yang ingin mendapatkan artikel dalam JMSI.
Articles 91 Documents
Hubungan Sikap dan Pengetahuan Penjamah Makanan terhadap Perilaku Personal Hygiene pada Usaha Catering Pabrik di Mojosongo, Boyolali Fitriani, Navisa Winayu; Fahrurodzi, Denny Saptono
Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia Vol. 5 No. 01 (2026): Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia
Publisher : Yayasan Masyarakat Peduli Anak Indonesia (YMPAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70304/jmsi.v5i01.85

Abstract

Higiene dan sanitasi makanan merupakan isu kesehatan masyarakat yang sangat krusial. Menurut data WHO, kontaminasi pangan menyebabkan 600 juta kasus penyakit dan 420.000 kematian di seluruh dunia setiap tahunnya. Di Indonesia, ribuan insiden serupa juga dilaporkan sebagai dampak dari proses pengolahan makanan yang tidak higienis. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan sikap dan pengetahuan penjamah makanan terhadap praktik Personal hygiene di industri katering. Penelitian menggunakan desain observasional cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif pada penjamah makanan di Catering Pabrik di Mojosongo, Boyolali. Populasi sebanyak 50 penjamah makanan diambil seluruhnya dengan teknik total sampling karena kurang dari 100 individu. Penelitian dilakukan mulai Desember 2025 hingga selesai menggunakan kuesioner untuk sikap (12 item, baik ≥43) dan pengetahuan (10 item, tinggi ≥7 benar), observasi untuk perilaku (10 item, baik ≥7), serta analisis univariat frekuensi dan bivariat Chi-Square dengan SPSS dan Excel pada signifikansi 0,05. Mayoritas responden perempuan (60%), usia 46-54 tahun (38%), pendidikanSMA (84%), lama kerja 6-10 tahun (52%), dan pernah pelatihan (64%). Sebanyak 58% memiliki sikap baik, 82% pengetahuan tinggi, dan 68% perilaku baik; tidak ada hubungan sikap dengan perilaku (p=0,658), tetapi ada hubungan signifikan pengetahuan dengan perilaku (p=0,001). Temuan ini menunjukkan pengetahuan mendorong perilaku hygiene lebih kuat daripada sikap. Disarankan pelatihan rutin pengetahuan higiene untuk tingkatkan keamanan pangan katering.
Evaluasi Implementasi Kebijakan Kesehatan Kebersihan Diri Suku Anak Dalam di Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi Anggraeni, Neneng Eva; Nina; Fitri, Iin Maya
Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia Vol. 5 No. 01 (2026): Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia
Publisher : Yayasan Masyarakat Peduli Anak Indonesia (YMPAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70304/jmsi.v5i01.87

Abstract

Suku Anak Dalam adalah komunitas adat terpencil yang menghadapi keterbatasan akses layanan kesehatan, terutama dalam praktik kebersihan diri. Rendahnya kebersihan diri menyebabkan tingginya risiko penyakit menular dan masalah kesehatan lainnya. Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan dan program kebersihan diri, tetapi implementasinya belum optimal. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi implementasi kebijakan kebersihan diri pada Suku Anak Dalam, mengidentifikasi hambatan, serta merumuskan rekomendasi perbaikan. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif terhadap anggota komunitas, tenaga kesehatan, dan pemangku kebijakan. Hasil menunjukkan kendala utama adalah keterbatasan sumber daya manusia dan fasilitas sanitasi, rendahnya pemahaman masyarakat, serta kurangnya pendekatan budaya dalam pelaksanaan program. Koordinasi lintas sektor yang belum terstruktur dan minimnya pendampingan juga melemahkan efektivitas program. Kesimpulan menegaskan perlunya pendekatan intersektoral berbasis kearifan lokal, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, dan penyediaan sarana kebersihan yang memadai. Rekomendasi meliputi penguatan edukasi kesehatan berbasis budaya, peningkatan koordinasi antar pemangku kepentingan, dan keterlibatan tokoh adat untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat.
Analisis Kepatuhan Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) pada Petugas UPTD Balai Laboratorium Kesehatan, Pemeliharaan Kalibrasi ALKES Dinkes Provinsi Bangka Belitung Wulandari, Cilvina; Mustopa; Sujari
Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia Vol. 5 No. 01 (2026): Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia
Publisher : Yayasan Masyarakat Peduli Anak Indonesia (YMPAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70304/jmsi.v5i01.91

Abstract

Berdasarkan data di Laboratorium Kesehatan Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung didapatkan bahwa dari data Indikator Nasional Mutu Pelayanan Kesehatan terkait Kepatuhan Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) periode bulan Januari - Juli 2024 masih dibawah target. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kepatuhan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) pada Petugas UPTD Balai Laboratorium. Metode dalam penelitian ini menggunakan analitik kuantitatif, dengan desain cross sectional. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh petugas Laboratorium Kesehatan sebanyak 42 orang responden dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Analisis data yang digunakan adalah spearman rank test dan regresi logistik. Hasil penelitian ini didapatkan nilai p-value pengetahuan (p=0,000), sikap (p=0,000) dan ketersediaan APD (p=0,000) terhadap kepatuhan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) dengan nilai p<0,05 (p<α). Dalam penelitian ini terdapat variabel yang paling berhubungan yaitu ketersediaan APD dan pengetahuan dengan kepatuhan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) di UPTD Balai Laboratorium, Pemeliharaan dan Kalibrasi Alat Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Rekomendasi bagi UPTD Balai Laboratorium agar mengevaluasi kebutuhan APD dan program penyediaan APD melalui proses pengadaan resmi (e-catalog) sesuai dengan ketersediaan APD, melakukan sosialisasi dan edukasi secara berkala terkait Standar Operasional Prosedur Penggunaan APD serta menggunakan pengingat visual (poster/stiker/banner) di area kerja yang mudah terlihat, berkoordinasi dengan Tim Manajemen Mutu Laboratorium untuk meningkatkan pengawasan dalam Penggunaan APD guna menjamin kesehatan dan keselamatan kerja (K3) bagi petugas.
Evaluasi Implementasi Kebijakan Kelas Rawat Inap Standar Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di RSUD Undata Fatma A. Deu; Istiana Kusumastuti; Wayan Apriani
Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia Vol. 5 No. 02 (2026): Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia
Publisher : Yayasan Masyarakat Peduli Anak Indonesia (YMPAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70304/jmsi.v5i02.28

Abstract

Pemerintah melalui kebijakan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) berupaya menciptakan kesetaraan layanan kesehatan bagi seluruh peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dengan menyetarakan fasilitas ruang rawat inap di seluruh rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi kebijakan KRIS di RSUD Undata Palu menggunakan pendekatan gabungan antara teori implementasi kebijakan George Edward III dan model evaluasi CIPP. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif evaluatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi wawancara, observasi  serta studi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan KRIS JKN di RSUD Undata Palu masih berada dalam tahap persiapan, khususnya pada proses pemenuhan standar 12 kriteria. Secara kontekstual, RSUD Undata memahami urgensi regulasi dan menunjukkan motivasi internal untuk meningkatkan mutu layanan. Namun, tantangan muncul pada aspek input seperti keterbatasan SDM, belum adanya tim khusus, keterbatasan anggaran, serta belum selesainya penyesuaian sarana prasarana sesuai standar KRIS.
Analisis Faktor Penyebab Keluhan Heat Strain pada Pekerja yang Terpajan Panas: Kajian Literatur Anggi Nasution; Hendra Djamalus
Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia Vol. 5 No. 02 (2026): Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia
Publisher : Yayasan Masyarakat Peduli Anak Indonesia (YMPAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70304/jmsi.v5i02.119

Abstract

Pajanan tekanan panas yang ekstrem di lingkungan kerja dapat menyebabkan heat strain, sebuah respons fisiologis yang membahayakan kesehatan dan produktivitas pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab keluhan heat strain akibat pajanan tekanan panas pada pekerja melalui tinjauan literatur secara sistematis. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan desain studi cross-sectional dengan protokol skrining PRISMA. Dari 4.497 literatur awal di PubMed, Safety Science, dan Google Scholar dilakukan penyaringan berdasarkan kriteria rentang tahun 2019–2025, duplikasi, relevansi variabel, dan ketersediaan akses terbuka (Open Access). Dengan hasil akhir terpilih 9 jurnal yang memenuhi kriteria untuk dianalisis. Analisa dari beberapa literasi yang ada menunjukkan bahwa tekanan panas lingkungan, beban kerja fisik yang berat, dan durasi kerja memiliki hubungan signifikan terhadap kejadian heat strain. Faktor individu seperti status hidrasi (konsumsi air minum) ditemukan sebagai variabel pencegah yang paling krusial, meskipun terdapat variasi hasil pada faktor usia dan indeks massa tubuh (IMT) di beberapa studi. Kondisi kesehatan dan konsumsi obat-obatan juga diidentifikasi sebagai faktor risiko tambahan. Keluhan heat strain dipicu oleh interaksi antara lingkungan kerja yang panas dan kapasitas fisiologis pekerja yang tidak optimal. Disarankan adanya pengendalian teknis seperti perbaikan ventilasi untuk memastikan sirkulasi berjalan dengan baik dan kebijakan manajemen seperti pemenuhan hidrasi minimal 11 gelas sehari bagi pekerja berisiko terpajan panas serta penyediaan ruang istirahat yang sejuk untuk memitigasi risiko.
Pajanan Panas di Lingkungan Kerja, Implikasinya terhadap Psikologis dan Fungsi Kognitif Pekerja: Tinjauan Literatur Eka Fatimah; Hendra Djamalus
Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia Vol. 5 No. 02 (2026): Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia
Publisher : Yayasan Masyarakat Peduli Anak Indonesia (YMPAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70304/jmsi.v5i02.123

Abstract

Pajanan panas di tempat kerja merupakan bahaya fisik yang umum dijumpai, khususnya pada pekerja yang melakukan aktivitas di luar ruangan. Untuk mengetahui adanya implikasi dari pajanan panas di tempat kerja terhadap aspek psikologis dan fungsi kognitif pekerja yang berada di luar ruangan. Penelitian ini menggunakan metode literature review yang menggunakan diagram prisma (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses) pada artikel yang terbit pada rentang 2022–2026 pada publisher PubMed dan ScienceDirect. Kriteria inklusi yang digunakan antara lain: terdapat pajanan panas, pengambilan data dilakukan di tempat kerja, tempat kerja di luar ruangan. Kriteria eksklusi berupa artikel review, artikel yang terbit di prosiding konferensi, artikel yang terduplikasi, pada pekerja yang terpajan panas di dalam ruangan, dan pajanan panas pada selain manusia. Selain itu, kata kunci yang digunakan adalah pekerja di luar ruangan, pajanan panas, psikologis, kesehatan mental, dan kognitif dengan penghubung “dan”. Berdasarkan 1301 artikel yang didapatkan, terdapat sembilan artikel yang mempublikasikan bagaimana implikasi dari pajanan panas di tempat kerja dapat memengaruhi hal-hal psikologis berupa resiliensi, stres, gangguan mental, depresi, kelelahan, perubahan suasana hati, dan bunuh diri, serta perubahan fungsi kognitif pekerja yang melakukan pekerjaan di luar ruangan. Kombinasi gangguan psikologis dan kognitif ini pada akhirnya meningkatkan potensi terjadinya kecelakaan kerja, terutama pada pekerjaan dengan tuntutan tinggi dan lingkungan berisiko.
Pengaruh Pola Gaya Hidup yang Tidak Sehat, Kurang Aktivitas Fisik dan Stres terhadap Penyakit Hipertensi pada Lansia di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Tunjung Teja Tahun 2025 Iin Supriatna; Abdullah Syafei; Bahrum Rangkuti
Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia Vol. 5 No. 02 (2026): Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia
Publisher : Yayasan Masyarakat Peduli Anak Indonesia (YMPAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70304/jmsi.v5i02.124

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang semakin meningkat, terutama pada lansian dan banyak dipengaruhi oleh faktor gaya hidup dan kondisi psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pola gaya hidup tidak sehat, stres, dan kurang aktivitas fisik terhadap kejadian hipertensi di wilayah kerja UPT Puskesmas Tunjung Teja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian analitik. Populasi penelitian adalah seluruh lansia di wilayah kerja UPT Puskesmas Tunjung Teja dengan jumlah sampel sebanyak 97 responden yang diambil secara random sampling. Data dianalisis menggunakan uji regresi linier berganda untuk mengetahui pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola gaya hidup tidak sehat, stres, dan kurang aktivitas fisik secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kejadian hipertensi (nilai F = 18,472; nilai p < 0,001). Secara parsial, pola gaya hidup tidak sehat (nilai t = 4,812; nilai p < 0,001), stres (nilai t = 4,667; nilai p < 0,001), dan kurangnya aktivitas fisik (nilai t = 4,231; nilai p < 0,001) juga terbukti berpengaruh signifikan terhadap hipertensi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pola gaya hidup tidak sehat, stres, dan kurang aktivitas fisik merupakan faktor yang berpengaruh terhadap kejadian hipertensi di wilayah kerja UPT Puskesmas Tunjung Teja.
Hubungan Pengetahuan Ibu tentang Gizi dan Perilaku Picky Eater Anak dengan Kejadian Stunting pada Balita 1-5 Tahun Zuraton Aini; Nasrianti Syam
Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia Vol. 5 No. 02 (2026): Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia
Publisher : Yayasan Masyarakat Peduli Anak Indonesia (YMPAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70304/jmsi.v5i02.125

Abstract

Penelitian ini membahas tentang stunting, pengetahuan ibu tentang gizi dan  picky Eater, Stunting merupakan gangguan kondisi gizi kronis yang terjadi pada balita dan menjadi fokus perhatian sampai saat ini. Stunting juga dipengaruhi oleh pengetahuan ibu yang kurang tentang gizi anak dan perilaku makan anak seperti picky Eater Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, menggunakan desain Cross-sectional dengan melibatkan 62 sampel. Data yang dikumpulkan melalui quisioner dan pengukuran Antropometri secara langsung serta menganalisis data menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menujukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu tentang gizi (nilai p = 0,000) dan kejadian Picky Eater anak balita (nilai p = 0,042) dengan kejadian Stunting pada balita.
Strategi Implementasi Tim Pelayanan Terpadu untuk Meningkatkan Kualitas Pelayanan Medis di RSUD Prof. Dr. H.M. Chatib Quzwain Ibnu Idham; Rindu; Bambang Hermanto
Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia Vol. 5 No. 02 (2026): Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia
Publisher : Yayasan Masyarakat Peduli Anak Indonesia (YMPAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70304/jmsi.v5i02.130

Abstract

Pelayanan medis yang berkualitas merupakan kunci dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. RSUD Prof. Dr. H.M. Chatib Quzwain sebagai rumah sakit rujukan terus berupaya meningkatkan mutu layanan, namun masih menghadapi tantangan dalam koordinasi antarprofesi. Kurangnya kolaborasi berdampak pada efektivitas dan keselamatan pasien, sehingga diperlukan pendekatan Tim Pelayanan Terpadu (TPT) untuk memperkuat koordinasi dan efisiensi pelayanan. Penelitian ini bertujuan merancang strategi implementasi TPT guna meningkatkan kualitas layanan medis di RSUD Prof. Dr. H.M. Chatib Quzwain pada tahun 2024. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi, serta dianalisis secara tematik. Hasil menunjukkan bahwa kebijakan TPT telah ada sejak 2022 dengan dukungan manajemen, namun pelaksanaannya belum menyeluruh. Koordinasi lintas profesi belum berjalan sistematis akibat lemahnya komunikasi formal, tidak adanya standar peran, dan kurangnya pelatihan kolaboratif. TPT juga belum terintegrasi dalam praktik harian sehingga belum berdampak signifikan terhadap mutu layanan. Dukungan seperti regulasi dan komitmen pimpinan telah tersedia, tetapi masih terdapat kendala dalam hal sarana, pendanaan, dan sistem informasi. Rekomendasi meliputi penguatan regulasi internal, pelatihan lintas profesi, integrasi sistem informasi, serta dukungan anggaran.
Strategi Peningkatan Kualitas Pelayanan Kesehatan Gigi Melalui Evaluasi Kebijakan Di Puskesmas Pelawan Kabupaten Sarolangun Sofya Asril; Fajar Saputra; Bambang Hermanto
Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia Vol. 5 No. 02 (2026): Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia
Publisher : Yayasan Masyarakat Peduli Anak Indonesia (YMPAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70304/jmsi.v5i02.131

Abstract

Kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan gigi melalui evaluasi kebijakan di Puskesmas Pelawan, Kabupaten Sarolangun, tahun 2024. Evaluasi meliputi ketersediaan sumber daya manusia, sarana-prasarana, kepatuhan SOP, aksesibilitas layanan, serta tingkat kesadaran masyarakat terhadap kesehatan gigi. Indikator keberhasilan meliputi kepuasan pasien, tingkat pemanfaatan layanan, cakupan pelayanan, dan kepatuhan tenaga kesehatan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen kebijakan. Data dianalisis secara tematik dan statistik deskriptif. Hasil menunjukkan kendala pada aspek input, seperti keterbatasan tenaga kesehatan, fasilitas, dan pengelolaan data. Proses pelayanan sesuai standar dengan komunikasi ramah dan edukatif, namun sistem rujukan dan keterlibatan petugas dalam evaluasi perlu ditingkatkan. Output pelayanan menunjukkan responsivitas dan empati, walaupun waktu tunggu dan jam praktik masih terbatas serta survei kepuasan pasien belum optimal. Kesimpulannya, peningkatan kapasitas SDM, pembaruan sarana, penyempurnaan sistem rujukan, dan pengembangan monitoring mutu sangat dibutuhkan. Rekomendasi diarahkan pada Puskesmas dan Dinas Kesehatan untuk mendukung perbaikan berkelanjutan.

Page 9 of 10 | Total Record : 91